subject

Zetsuen no Tempest: Revisited

Okita

the captain. watches animes. plays games. listens musics. learns coding. and uh … works.

— Other posts

Zetsuen no Tempest

Bukan anime musim ini, tapi this is the best at the moment for me…

Semakin ke belakang, menurut gue sih makin menarik. Jadi nggak salah kalo anime ini menjadi salah satu favorit dari awal. Meskipun sebelumnya udah ditulis, tapi kayaknya waktu nulis itu, Zetsuten beneran baru mulai, jadi not much to say then. ^^;

Dakara, mazu wa…

Mahiro - Yoshino
Mahiro – Yoshino

Zetsuten ini bercerita tentang 2 orang anak muda, Fuwa Mahiro dan Takigawa Yoshino yang berteman sejak kecil, meskipun sebenarnya ‘pertemanan’ mereka terjadi bukan dengan cara yang lazim. Mahiro adalah anak orang kaya yang tidak mudah bergaul dengan orang lain, sementara Yoshino adalah seorang anak yang sebenarnya cerdas tetapi selalu memilih untuk menghindar agar tidak menjadi pusat perhatian. Suatu hari Mahiro mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Yoshino mendapat tugas dari gurunya untuk mengantar tugas dan catatan sekolah kepada Mahiro. Saat mengunjungi Mahiro, Yoshino diminta tolong oleh Mahiro untuk menyelidiki orang yang mungkin ingin membunuhnya karena ia tahu bahwa kecelakaan yang menimpa dirinya adalah disengaja. Yoshino yang sebenarnya tidak ingin direpotkan memutuskan membantu dengan harapan setelah selesai maka dia bisa ‘terbebas’ dari tugasnya. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya sehingga akhirnya mereka bersahabat sampai SMA.

Suatu saat, ketika Mahiro pulang ke rumahnya, dia mendapati adiknya telah dibunuh oleh orang. Penyelidikan polisi tidak membuahkan hasil apa-apa sehingga Mahiro yang dipenuhi amarah dan dendam pergi meninggalkan kota tanpa ada yang tahu ke mana. Yoshino tetap tinggal di kota itu dan ketika ia sedang mengunjungi makam keluarga Mahiro tiba-tiba muncul seorang perempuan yang memperkenalkan dirinya sebagai Fraulein Yamamoto. Ia meminta keterangan kepada Yoshino mengenai Mahiro di bawah ancaman senjata. Tiba-tiba Mahiro datang dan menolong Yoshino, tetapi Mahiro yang sekarang telah berubah dan memiliki kekuatan magis.

zetsuten-aika-blood

Mahiro mendapatkan kemampuan itu dari Kusaribe Hakaze, pemimpin keluarga Kusaribe yang mempunyai kekuatan magis dan bertugas untuk menjaga “Hajimari no Ki” atau “Tree of Genesis”. Ia diboikot oleh anak buahnya dan dibuang ke sebuah pulau terpencil di mana dia tidak bisa menggunakan magic-nya karena kekuatan magis keluarga Kusaribe diperoleh dari teknologi. Mereka bisa menggunakan hasil-hasil penemuan atau kemajuan jaman sebagai sumber energi magis, seperti mobil, tank, senjata, dll. Hakaze menjelaskan bahwa pada awalnya ada Tree of Genesis dan ada “Zetsuen no Ki” atau “Tree of Exodus”. Pertentangan kekuatan antara kedua pohon itu terjadi. Meskipun Tree of Genesis ‘menang’, tetapi sebenarnya Tree of Exodus tidak mati. Kedua pohon itu sama-sama berhenti dan ‘memulihkan’ diri. Selama keduanya dalam keadaan ‘pemulihan’, adalah menjadi kewajiban keluarga Kusaribe untuk menjaga Tree of Genesis. Dan sebagai pemimpin keluarga Kusaribe, Hakaze adalah penyihir yang terkuat. Itu sebabnya mengapa dia dibuang di pulau terpencil oleh anak buahnya, jauh dari peradaban dan teknologi sehingga dia kesulitan untuk menggunakan kekuatannya.

Kusaribe Hakaze
Kusaribe Hakaze

Mahiro setuju membantu Hakaze kembali dengan syarat Hakaze mau menggunakan kekuatannya untuk mencari siapa pembunuh Aika, adiknya. Hakaze menyetujui hal tersebut dan ketika ia mencoba menelusuri siapa pembunuhnya, yang ia dapatkan justru kemungkinan pelakunya adalah anggota keluarga Kusaribe. Hal ini membuat Mahiro semakin berkeinginan untuk bertemu dengan keluarga Kusaribe. Yoshino dan Mahiro akhirnya ketemu juga dengan keluarga Kusaribe yang dipimpin oleh Samon, orang yang “membuang” Hakaze ke pulau terpencil. Samon mengatakan bahwa Hakaze sudah mati 2 tahun yang lalu dan hal itu dibuktikannya dengan menunjukkan sebuah drum yang berisi kerangka Hakaze. Mahiro dan Yoshino (juga Hakaze) tidak mempercayai Samon. Oleh karena itu, Yoshino meminta Hakaze menuliskan sesuatu pada drum yang ada di pulau. Ternyata apa yang dituliskan oleh Hakaze di drum tersebut, muncul juga di drum yang ada di hadapan Mahiro dan Yoshino. Hal itu membuktikan bahwa Samon memang benar.

Kusaribe Samon
Kusaribe Samon

Ketika Mahiro mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan Hakaze dan membantu Samon (yang berjanji akan mencarikan pembunuh Aika), Yoshino tetap berusaha berpihak pada Hakaze dan pada akhirnya ia berhasil memutarbalikkan keadaan dan mereka berhasil menemukan cara untuk mengembalikan Hakaze ke masa sekarang dengan menggunakan magic. Tetapi justru pada saat Hakaze kembali, Tree of Genesis tiba-tiba justru malah membunuh Yoshino dan Mahiro. Dugaan yang muncul adalah bahwa dengan kembalinya Hakaze, putri yang dilindungi oleh Tree of Genesis, maka Tree of Genesis sudah tidak lagi membutuhkan keduanya sehingga mereka dibunuh. Tetapi yang terjadi adalah Hakaze menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan nyawa Yoshino dan ia memerintahkan Samon untuk menyelamatkan Mahiro.

Setelah kejadian tersebut, di seluruh dunia muncul cabang-cabang Tree of Genesis dan manusia mulai kembali menjalani hidup mereka. Mahiro yang berada dalam pengawasan Samon kemudian ditanya oleh Samon apakah Mahiro mampu membunuh Yoshino apabila diperlukan. Hal itu ditanyakan oleh Samon karena Yoshino diduga adalah Mage of Exodus, orang yang merupakan lawan dari Hakaze (dengan asumsi bahwa apabila Hakaze adalah putri yang dilindungi oleh Tree of Genesis, maka Tree of Exodus pun tentunya punya seseorang yang ‘setara’ dengan Hakaze) dan kemungkinan besar Mage of Exodus adalah pembunuh Aika.

Sementara itu, Hakaze justru sedang berkelana dengan Yoshino dengan tujuan untuk mencari Mage of Exodus, dan mereka kemudian menemukan Hanemura Megumu, seorang pemuda yang mempunyai kekuatan Mage of Exodus. Hanya saja, pemuda ini sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mampu melakukan pembunuhan terhadap manusia. Oleh karena itu, meskipun telah menemukan Hanemura, Yoshino dan Hakaze tetap melakukan pencarian.

Zetsuten-Yoshino-Hakaze

Keadaan menjadi semakin rumit karena Hakaze jatuh cinta kepada Yoshino. Tetapi Hakaze berusaha menahan diri karena Yoshino selalu mengatakan bahwa dia mempunyai kekasih. Selain itu, Hakaze juga diperingatkan oleh kakaknya bahwa apabila ia jatuh cinta kepada Yoshino, ada kemungkinan Tree of Genesis akan membunuh kekasih Yoshino karena Tree of Genesis selalu melindungi dan mengabulkan keinginan Hakaze. Di tengah kegalauan hatinya itu, Hakaze akhirnya mengaku terus terang kepada Yoshino tentang perasaannya, dan kekhawatirannya bahwa perasaan itu akan membuat Tree of Genesis membunuh kekasih Yoshino. Yoshino mengatakan bahwa Hakaze tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut karena kekasihnya telah meninggal dunia setahun yang lalu dan dia adalah Fuwa Aika, adik dari Mahiro…

Jadi, apa memang benar Yoshino adalah Mage of Exodus? Apakah dia yang membunuh Aika? Atau sebenarnya Aika dibunuh oleh Tree of Genesis, karena Tree of Genesis tahu bahwa Hakaze akan jatuh cinta kepada Yoshino sehingga si pohon lalu membunuh Aika? Lalu apa yang akan terjadi berikutnya?

*minum dulu*

Panjang? Yap. Benernya pengen lebih panjang lebar, tapi bingung mau nulis apa lagi. To summarize all of the above, it’s a good anime.
Seru? Yah paling tidak buat gue, iya.

Anime ini sepertinya terinspirasi dari karya Shakespeare, terutama dari Hamlet dan The Tempest (dalam cerita, kedua buku ini adalah buku bacaan Aika). Keduanya bertema balas dendam, tapi endingnya berbeda. Meskipun banyak pendapat pro dan kontra, tapi ada yang mengatakan bahwa karakter-karakter utama dalam kedua karya sastra tersebut diproyeksikan ke dalam karakter-karakter utama dari anime ini. Mahiro adalah Hamlet, sang pangeran yang hanya memikirkan balas dendam sehingga dia dianggap gila. Hakaze adalah Prospero, seorang bangsawan yang dibuang ke sebuah pulau dan menggunakan kemampuannya untuk bisa kembali (The Tempest), sementara Yoshino seperti Romeo di mana kisah cintanya berakhir tragis. Atau ada pendapat bahwa Yoshino adalah Horatio, sahabat Hamlet.

Anyway, plotnya makin membaik seiring berjalannya cerita. Ketiga tokoh utama mengalami character development yang menarik. And if you happen to love Shakespeare so much, please don’t bash this anime, karena meskipun nggak plek persis karya Shakespeare tapi still worth to watch. You should try it.

4 thoughts on “Zetsuen no Tempest: Revisited

  1. Wiihh dibahas apik skali oleh mimin http://www.animindo.net/wp-includes/images/smilies/clap.gif

    Anime yg harus gw tonton, tiap jumat pagi (krn br dptnya pagi) http://www.animindo.net/wp-includes/images/smilies/fufufu.gif Hmmm awalnya rada nguras otak jg nontonnya krn critanya susah ditebak, tp lama-lama menarik ato lbh tepatnya keren (balik lagi keselera org sih) http://www.animindo.net/wp-includes/images/smilies/peace.gif

    Smoga aja tdk mengecewakan sampe akhir http://www.animindo.net/wp-includes/images/smilies/lol.gif

    1. ya, mudah²an tetep konsisten sampai selesai. http://www.animindo.net/wp-includes/images/smilies/ok.gif
      [spoiler]dan gue bener, Aika sebenernya adalah Mage of Exodus 😀 itu berarti Yoshino disenengin ama 2 mage… ^^;[/spoiler]

  2. Di episode kemaren analisisku terbukti.
    yaaay~~

    Agak sedikit aneh emang kalo Si Fuwa Aika ini hanya tokoh Flashback doank.
    Karena pada awalnya Cerita ini berporos (baca:terlalu) ama Fuwa Aika terus.

    Reviewnya bagus.
    Dan cukup berbahaya bagi yg belum nonton.
    XD

    1. Hehehe… so far, ‘teori’ yang ada di kepala masih sesuai dengan jalan cerita. Cuma ya kita liat aja nanti, apakah Mahiro bernasib seperti Hamlet? Yoshino seperti Romeo atau Horatio?

      [spoiler]Yang jelas Aika sudah bilang kalo dia malah seperti Ophelia. :D[/spoiler]

      http://www.animindo.net/wp-includes/images/smilies/smile.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *