Blog

Ghost in the Shell

Udah ada 2 mingguan lah ya dari sejak rilis, jadi udah bisa dibahas. Dan nggak tau juga apa emang gue yang kurang gaul atau kurang browsing, tapi rasanya sepi-sepi aja setelah filmnya tayang?  Nggak ada ‘gaung’nya kayak film-film action lain yang diangkat dari media lain, apa mungkin karena nggak sepopuler kawan-kawan dari dunia Marvel dan DC? Tapi bahkan Dragonbol Evolution aja masih kebahas lho perasaan. 

Ya sudahlah, buat gue sendiri nonton film ini memang rasanya jadi agak campur aduk ya.

Kita mulai aja dari pemeran utamanya. Kalo inget dari awal diumumkan kalo Scarlett Johansson yang akan memerankan tokoh utama, Kusanagi Motoko, aja udah bikin heboh di dunia maya. Pada waktu itu topiknya seperti biasa, ini cerita Jepang, kenapa bukan diperankan orang Asia atau lebih spesifik, Jepang? Prasangkanya udah macem-macem, dari mulai kalo artis non Amerika nggak menjual sampai alasan yang rasis dan terus disambung dengan istilah whitewashing. Abis itu sempet tenang dikit, sampai sekitar bulan September 2016 waktu muncul trailer filmnya, dan pembicaraan soal whitewashing pun muncul lagi. Personally gue rasa Hollywood sebenernya nggak terlalu peduli dari mana asal pemerannya, yang mereka liat ya, saat ini yang paling laku dijual siapa. Tapi entah kenapa gue ngerasa pas nonton film ini perasaan ukuran badan cyborgnya nggak konsisten  Apa karena angle shot nya? Atau karena efek kostumnya? Atau kacamata gue udah blur. 

Soal casting Scarlett Johansson hmm … brooding nya masih oke, Motoko memang sering mencoba merenungi tentang ghost dirinya, tapi gue mikirnya gambaran Motoko dalam anime selain brooding dia keliatan straight aja, flat kayak gak ada feeling, karena dia masih belum mendapat konsep yang jelas tentang ghost-nya. Sementara kalo di film ini gue malah nangkepnya dia udah sedih duluan, as if fragmen memori yang hilang timbul itu udah mencetuskan perasaan sedih … padahal ya belum tau sebenernya sesedih apa, jangan-jangan malah mengerikan kan bisa juga … atau karena tampangnya ScarJo ya? 

Visual effect nya bagus. Gue rasa special effect dan visualisasi dunia dan lingkungannya menggambarkan dunia Ghost in the Shell dengan baik. Dan nggak tau kenapa juga, sampai hari ini, semua film yang sifatnya menceritakan kota di dunia masa depan, semuanya berupa menara-menara yang tinggi. Mungkin menggambarkan lahan yang makin sempit? Tapi kebayang lucu juga dengan adanya iklan-iklan hologram di mana-mana kayak yang digambarkan di situ. Gue bilang sih kalo dari segi ini, Hollywood memang hebat, level mereka untuk bikin visual effect memang luar biasa.

Kalo boleh dibilang gue suka karena kali ini, kota masa depannya digambarkan nggak gloomy, tapi colorful dengan adanya iklan-iklan tadi. Kebanyakan film futuristik yang pernah gue tonton kota-kotanya sih sama tinggi-tinggi dan lancip-lancip gedungnya, tapi suasananya selalu gloomy, gelap … suram lah. Cuma ada sedikit kejanggalan … kotanya sepi banget … . It’s a big megapolitan city, but the streets are sooo empty. Hahaha. Dan satu lagi yang gue salut sama pembuat visual effect Ghost in the Shell ini, mereka mencoba untuk ‘setia’ dengan source material sebisa mungkin. Malahan sampe ada yang bikin perbandingannya di youtube, seperti ini

Secara cerita … This is it, don’t get scared now.

Mungkin sebenernya film ini berusaha untuk me-reka ulang cerita animasi yang asli (1995), cuma sepertinya gagal untuk mempertahankan keinginan itu. Di dunia GITS, semua bagian tubuh manusia bisa digantikan dengan sibernetik kecuali mungkin otak manusia. Paling jauh yang bisa mereka lakukan adalah membuat semacam wadah titanium untuk melindungi otak dan menghubungkannya dengan organ-organ lain. Dari awal Motoko hanya ingat ketika dirinya sedang ‘diproduksi’ dan dia sendiri tidak yakin apakah dia memang benar-benar punya ‘ghost’ atau memang dia sepenuhnya cyborg.

Pertanyaan tentang konsep ghost itu muncul dalam pikiran Motoko karena dia nggak punya gambaran apa itu ghost dan apakah dia punya apa yang namanya ghost itu. Dia bisa menjelajahi jejaring maya dan mungkin masuk ke dalam otak sibernetik orang lain, tapi tetep belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan tentang ghost-nya sendiri. Motoko di animasi menurut gue justru memunculkan konsep yang menarik waktu membahas soal ‘ghost’ dengan Batou. Kalo nggak salah, dalam salah satu adegan waktu mereka lagi bahas konsep ghost dan Motoko tampak masih meragukan apakah dia mempunyai ghost/jiwa atau nggak, Batou bilang bahwa selama dia punya otak manusia dalam tubuhnya dan masih diperlakukan sebagai manusia, berarti itu sudah cukup membuktikan kalau Motoko adalah manusia (dalam artian mempunyai ‘ghost’). Jawaban Motoko adalah sebuah pertanyaan yang sebenernya cukup kompleks, bagaimana seandainya otak sibernetik mampu ‘menciptakan’ ghost alias menciptakan ‘jiwa’? Dengan begitu, seolah-olah cyborg murni tanpa sel otak manusia pun bisa mempunyai ‘jiwa’, dan Motoko mungkin adalah salah satu dari cyborg yang otak sibernetiknya telah menciptakan ghost. Konsep yang diungkapkan Motoko ini kemudian berbenturan dengan konsep yang dimiliki Puppet Master, antagonis yang mereka hadapi dalam anime. Seperti gue bilang cukup kompleks. Kalo bicara soal ending animenya, gue rasa memang bukan Hollywood material.

Where ghost no longer need shell

Sayangnya, konsep ghost yang muncul di animenya menurut gue jauh berbeda dengan yang di film. Ghost yang ada di film kalo menurut penangkapan gue, diinterpretasikan sebagai jati diri Motoko yang asli, yang dalam hal ini ‘dihapus’ oleh orang-orang yang melakukan eksperimen atas dirinya. Jadi kesimpulannya, pencarian makna tentang ghost di versi Hollywood ini ‘disederhanakan‘ menjadi sama seperti banyak film sebelumnya. Tokoh utama diculik atau dibrainwash, dijadikan eksperimen, dirubah menjadi mesin pembunuh, kemudian dengan sisa-sisa ingatan yang masih ada akhirnya menemukan kembali ingatannya. Musuhnya pun disederhanakan menjadi, seperti biasa, salah satu korban eksperimen yang gagal ingin balas dendam. Sementara itu di atas semuanya ada the big bad wolf, pemilik program eksperimen, musuh bersama.

Wow … that is just sooooo familiar. If not standard. Bahkan Jason Bourne pun dasar ceritanya hampir sama dan itu nggak perlu teknologi cyberbrain dan nggak jauh-jauh di masa depan. Total Recall juga nggak jauh-jauh amat meleset dari tipe cerita beginian kalo mau dibilang. Ngapain bikin lagi yang sama seperti ini? Ditutup pula dengan tawaran Kuze untuk merger dalam network dan mungkin mencapai tingkat evolusi berikutnya yang lebih tinggi (seperti di anime) … Where ghost no longer need shell. Too late, the shows ending. This would’ve been much cooler underlining plot, rather than uncovering the truth about what happened to you. IMO. Cuma di film ini ceritanya Motoko tidak mau menerima tawaran Kuze dan sebaliknya, dia ‘menerima’ keadaannya dan akan menggunakannya for the greater good. Dia juga mengklaim kembali namanya, Kusanagi Motoko. (tapi minta dipanggilnya tetep Major). Hmm … typical heroic Hollywood ending?

Sama rada kasian sih sebenernya sama Section 9. Sama sekali nggak kepake. Sekalinya turun full team, cuma diambil shot dari atas kepala dengan jarak … tinggi sekali jadi cuma keliatan gundul-gundulnya dari atas, masuk gedung, abis itu ya udah. Yang masuk-masuk lorong dan ruangan si Motoko sendiri. Sampe bisa diculik dulu sama Kuze, ngobrol-ngobrol dulu dst. Ke mane aje yang lainnya? And that’s the best anti-terorrist unit?  Seperti biasa, gue selalu menyayangkan terjadinya penumpukan karakter tanpa ada perkembangan yang jelas perannya dalam membangun cerita.

All in all, kasian aja, film ini jatuhnya jadi datar dan generik, cuma pamer visualisasi aja. Kalo untuk cerita gini aja, gue rasa udah banyak film Hollywood yang sudah melakukan. Nggak usah repot-repot ngambil judul Ghost in the Shell.

 

Oh … I like the Honda … 

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

http://animindo.net/wp-includes/images/smilies-custom/angry.gif  http://animindo.net/wp-includes/images/smilies-custom/awe.gif  http://animindo.net/wp-includes/images/smilies-custom/aww.gif  http://animindo.net/wp-includes/images/smilies-custom/baggy-eye.gif  http://animindo.net/wp-includes/images/smilies-custom/balloon.gif 
more...