B: The Beginning

ご無沙汰しています … Abis silent cukup lama … lagi banyak kerjaan IRL jadi ya lama (banget) nggak nyentuh ini website.

Belakangan ini lagi rada rajin mantengin Netflix karena nggak tau kenapa mereka lagi demen banget ngasih embel-embel “Netflix Original Series” ke beberapa judul serial mereka. Salah satunya ya itu, B: The Beginning. 

SPOILER ALERT

B: The Beginning menceritakan tentang kejadian pembunuhan berantai yang terjadi di sebuah negeri bernama Cremona. Polisi dibuat kebingungan dengan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seseorang yang mereka sebut sebagai “Killer B” karena di setiap lokasi kejadian, polisi menemukan tanda yang dibuat oleh si pembunuh yang menyerupai huruf B dan 4 buah garis vertikal. Uniknya lagi, semua korban pembunuhan adalah para kriminal yang sadis dan tidak segan-segan membunuh korban-korban mereka.

RIS (Royal Investigation Service) adalah kesatuan polisi yang ditugaskan menyelidiki kasus pembunuhan oleh Killer B ini. Suatu ketika saat sedang menyelidiki tempat kejadian kasus pembunuhan, Lily Hoshina (seiyuu: Seto Asami) salah satu anggota RIS , melihat seorang pria tak dikenal ikut meneliti lokasi kejadian. Saat menegur orang itu, Lily diberitahu bahwa orang itu adalah Keith Kazama Flick (seiyuu: Hirata Hiroaki), seorang penyelidik yang sudah lama tidak terdengar kabarnya. Keith terkenal sebagai seorang penyelidik yang jenius sehingga teman-teman lama memanggilnya “Genie” (jenius dalam bahasa Jerman). Kasus yang mereka selidiki kali itu adalah kematian 2 dari 3 orang bersaudara yang semuanya merupakan pembunuh berdarah dingin, mereka menikmati membunuh orang yang mereka perlakukan seperti binatang buruan sementara adik bungsu mereka menonton melalui monitor di dalam mobil. Kedua kakaknya dibunuh oleh Killer B tetapi si bungsu berhasil melarikan diri.

Keith datang ke situ atas permintaan Eric Toga (seiyuu: Toochi Hiroki), pemimpin RIS, yang dulu merupakan rekan kerja Keith. Dia sengaja mengundang Keith untuk membantu mereka memecahkan kasus Killer B. Keith sendiri bersedia kembali ke Cremona karena dia mempunyai tujuan lain yaitu mencari kebenaran dari kasus pembunuhan terhadap adiknya yang terjadi 8 tahun yang lalu. Meskipun sudah ada pelaku yang mengakui kejahatannya, Keith tidak percaya bahwa orang itu lah yang telah membunuh adiknya. Selain itu, Keith juga bersedia menyelidiki kasus Killer B ini karena hal itu berkaitan dengan masa lalunya.

Setelah dari lokasi kejadian Keith kemudian mengikuti briefing bersama anggota RIS yang lain. Mereka semua heran mengapa seseorang yang tampak tidak peduli dan malah tidur saat briefing dianggap bisa membantu mereka memecahkan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Killer B. Tanpa mereka ketahui sebenarnya Keith mempunyai cara sendiri dalam mengolah data yang diperoleh dari lokasi kejadian. Satu hal yang menarik perhatiannya adalah ketika mereka membahas ‘lambang’ yang ditinggalkan oleh Killer B, dia melihat coret-coretan sketsa yang dibuat Lily dalam buku catatannya.

Keith kemudian menyempatkan diri menemui Gilbert Ross (seiyuu: Morikawa Toshiyuki), seorang ahli forensik yang merupakan sahabat sejak jaman kuliah. Gilbert adalah orang yang melakukan otopsi atas jenazah adik Keith, Erika yang tewas dibunuh dan jenazahnya ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di mana wajah dan tubuhnya penuh sayatan. Seorang pembunuh sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan tetapi menurut Keith, orang itu bukanlah pembunuh Erika yang sebenarnya. Dia yakin ada orang lain yang melakukan pembunuhan itu dan entah bagaimana caranya dia bisa membuat orang lain mengakui perbuatan tersebut.

Sementara di sisi lain, di kota tersebut tinggal seorang anak muda bernama Koku (seiyuu: Kaji Yuuki) yang bekerja untuk ayah Lily di toko alat musik. Koku sangat menyukai biola dan sangat ahli dalam melakukan perbaikan dan perawatan biola. Meskipun tampak seperti anak muda biasa, Koku sebenarnya bukan manusia normal. Mata kirinya mempunyai kekuatan magis yang dapat memanipulasi memori orang lain dan dia mempunyai sepasang sayap hitam yang keluar dari punggungnya. Koku adalah Killer B yang selama ini dicari oleh kepolisian.

Tidak lama dari kejadian pembunuhan yang melibatkan pembunuh bersaudara itu, terjadi pencurian kendaraan tempur terbaru milik pihak militer. Pelakunya adalah si bungsu dari pembunuh bersaudara itu yang berkeinginan membalas dendam kematian kakaknya. Dia dibantu oleh seseorang yang misterius yang menjanjikan akan membantu mencari Killer B.  Orang itu memanfaatkan si bungsu untuk memancing Killer B keluar karena dia juga ingin menangkap Killer B untuk kepentingan sekelompok orang yang bernaung di bawah organisasi bernama Market Maker. Setelah Killer B (Koku) muncul, orang itu kemudian membunuh si bungsu dan bertarung melawan Koku. Sementara di tempat lain, Keith berhasil menemukan kendaraan militer yang dicuri berdasarkan kemampuannya membaca situasi dan menganalisa semua data yang berhasil dikumpulkan dengan cepat. Keith mulai berpikir bahwa pencurian kendaraan militer itu hanya kedok untuk mengalihkan perhatian pihak kepolisian.

Dalam kesempatan lain, RIS ditugaskan untuk mengatasi ancaman yang diterima Walikota yang akan mengadakan sebuah pesta di salah satu gedung di kota tersebut. Seorang pemuda yang menyamar menjadi pelayan di pesta itu mengatakan bahwa dia telah memasang gas beracun dalam saluran ventilasi gedung. Dia pun mengancam akan melepas gas beracun dalam ruangan pesta yang sudah dikunci oleh rekannya yang melakukan hacking terhadap sistem keamanan gedung. Dia bersedia membatalkan rencananya itu apabila ada orang di dalam pesta itu yang mau membunuh sang walikota. Anggota RIS yang ditugaskan di situ segera melindungi walikota dan mencoba mengambil alih sistem keamanan gedung.

Ternyata kejadian itu pun sebenarnya diatur oleh Market Maker dengan tujuan memancing Koku. Mereka bahkan membunuh pelaku yang menyamar sebagai pelayan dan rekannya yang melakukan hacking. Keith yang berjaga di luar gedung bersama teman lamanya Boris Meier (seiyuu: Inaba Minoru) melihat Koku dan segera mengikutinya bersama dengan Boris. Mereka kehilangan jejak dan tidak sempat melihat Koku bertarung melawan salah satu anggota Market Maker yang ternyata merupakan teman masa kecil Koku, tetapi Koku tidak bisa mengingatnya karena dia telah menggunakan kemampuannya untuk menghapus ingatan masa kecilnya.

Di kantor RIS, Brian Brandon (seiyuu: Toyonaga Toshiyuki) salah satu anggota RIS secara tidak sengaja menemukan bahwa semua perangkat komunikasi digital mereka ternyata telah dimata-matai oleh seseorang yang menggunakan sebuah aplikasi yang mampu meretas peralatan elektronik dan digunakan untuk mendapatkan informasi gerak gerik RIS. Brandon kemudian berusaha memberi tahu Boris tetapi dia diserang oleh seseorang di elevator kantor. Kaela Yoshinaga (seiyuu: Koshimizu Ami) ahli komputer RIS yang memeriksa laptop milik Brandon menemukan informasi tersebut dan segera memberitahu Lily, ketika mereka berusaha menelusuri siapa yang menggunakan aplikasi mata-mata itu, tiba-tiba program tersebut terhapus sebelum Kaela sempat melakukan apa-apa. Kaela juga menceritakan kepada Lily bahwa Keith meneleponnya dan meminta daftar nama anggota RIS yang memenuhi kriteria yang disebutkan Keith.

Keith ternyata sudah memperkirakan siapa yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Brandon, dan malam itu dia datang ke kamar Brandon untuk mencegah hal itu. Keith juga sudah mengetahui bahwa pelakunya adalah teman lamanya di RIS tetapi Keith gagal mendapatkan informasi lebih jauh mengenai siapa dalang di belakang semua kasus yang terjadi itu, karena pelakunya keburu melakukan bunuh diri. Dan pada saat yang bersamaan Koku datang dan mengambil Keith. Keith sudah tahu bahwa Koku akan datang menemuinya dan dia pun kemudian menceritakan semua kejadian termasuk asal usul Koku dan anak-anak lain yang mempunyai kemampuan istimewa seperti dirinya.

Berawal dari penemuan sebuah artefak kuno berupa tablet (batu prasasti) raksasa yang berisi semacam kode dan gambaran tengkorak manusia dan mahluk yang mempunyai sayap. Banyak yang memperkirakan bahwa tablet itu berisi kode rahasia yang bisa mengungkapkan “mahluk” yang diduga adalah “tuhan”. Kerajaan Cremona kemudian mengumpulkan para ilmuwan dalam sebuah organisasi yang bertujuan untuk mempelajari tablet itu, memecahkan kodenya dan merekayasa mahluk yang dianggap lebih superior dari manusia (alias tuhan). Tetapi pada kenyataannya banyak percobaan yang dilakukan namun menemui kegagalan dan pada akhirnya justru kebanyakan menghasilkan manusia hasil rekayasa yang kemudian disebut sebagai “Reggie”. Para Reggie ini kemudian direkrut oleh pihak militer dan dijadikan tentara, namun kelemahan para Reggie ini adalah perilaku mereka cenderung ganas dan sadis. Untuk mengendalikannya, secara rutin mereka harus mengkonsumsi sejenis obat yang diproduksi khusus untuk mereka.

Ayah Keith, Prof. Kazama, menggunakan informasi dari Keith yang telah berhasil memecahkan kode dalam tablet itu, untuk membesarkan anak-anak yang sudah direkayasa secara genetik sambil terus berupaya agar anak-anak itu tidak dijadikan senjata seperti para Reggie. Salah satu anak yang dibesarkan oleh Prof. Kazama adalah Koku, dan Koku adalah anak yang membawa gen mahluk bersayap yang ada dalam cerita di tablet itu, yang disebut sebagai “The Black King”, sementara manusia yang bersama dengan mahluk bersayap itu adalah seorang anak perempuan yang bernama Yuna (seiyuu: ?…  belum ketemu infonya, maap). Berdasarkan ‘ramalan’ dalam tablet itu, Koku seharusnya menjadi ‘raja’ bagi anak-anak yang merupakan hasil rekayasa genetik tersebut.

Pada suatu malam, yayasan tempat Prof. Kazama diserbu oleh sekelompok pasukan bersenjata, Prof. Kazama menyuruh Koku untuk lari sementara dia sendiri dibunuh oleh salah satu anak asuhnya yang bernama Minatsuki (seiyuu: Ishikawa Kaito). Minatsuki sebenarnya adalah Reggie tetapi dia satu-satunya Reggie yang dianggap “stabil” karena ketika mata kanannya diimplan dengan mata kanan Koku, dia tidak menunjukkan reaksi penolakan atau mengalami gangguan kejiwaan. Dengan menggunakan mata yang sama dengan Koku, Minatsuki mempunyai kemampuan untuk memanipulasi pikiran sama seperti Koku. Karena hal ini lah maka Minatsuki dipisahkan dari anak-anak yang lain.

Sejak kejadian itu, Koku kemudian berusaha mencari Yuna dan untuk memberitahu Yuna bahwa dia masih hidup, dia membunuh orang-orang yang terlibat dalam penyerangan malam itu sambil meninggalkan lambang yang merupakan angka 13 (nomor kode Koku) dan 4 (nomor kode Yuna). Kebanyakan dari mereka adalah para Reggie yang apabila tidak mendapat obat khusus akan berperilaku ganas dan berubah menjadi pembunuh. Koku meninggalkan lambang itu di lokasi kejadian dengan harapan Yuna akan tahu bahwa Koku masih hidup dan mencari dirinya.

Keith kemudian memberi tahu Koku bahwa markas Market Maker (tempat Yuna berada) adalah sebuah balon zeppelin yang bersembunyi di atas awan. Keith juga memberitahu Koku bagaimana caranya supaya dia bisa terbang jauh tinggi ke atas awan dengan memanfaatkan tekanan udara dan angin. Sementara Keith sendiri memilih untuk menghadapi Gilbert yang ternyata adalah pembunuh Erika yang sebenarnya. Keith sudah mencurigai Gilbert sejak lama, tetapi selama ini Keith tidak menemukan bukti yang cukup.

Untuk mendapatkan bukti, Keith kemudian dibantu oleh Eric dan beberapa anggota RIS. Mereka berencana menjebak Gilbert dengan memanfaatkan Lily yang mempunyai wajah mirip dengan Erika. Lily bertugas mendekati Gilbert dan berusaha untuk menjebak Gilbert tetapi penyamaran Lily terbongkar. Gilbert langsung menyadari hal itu dan melumpuhkan Lily kemudian membawanya ke tempat rahasia Gilbert.

Dengan kemampuan analisanya, Keith berhasil menemukan lokasi rahasia Gilbert, yaitu di dalam gedung RIS sendiri di mana dia mempunyai semacam fasilitas forensik dan di situ dia “mengkoleksi” jenasah para korbannya termasuk ayahnya yang ternyata dulu dia bunuh sendiri. Keith berhasil menyelamatkan Lily tetapi Gilbert sudah lebih dulu melarikan diri. Dia meninggalkan pesan kepada Keith melalui sebutir kapsul yang diselipkan di mulut Lily yang tidak sadarkan diri, dan meminta Keith untuk menemuinya di tempat yang disebutkan dalam pesan itu.

Koku yang mendapat petunjuk dari Keith, berhasil terbang tinggi dan menemukan pesawat (balon udara) yang merupakan markas Market Maker. Ketika berhasil masuk, Koku langsung disambut oleh Minatsuki dan mereka pun berduel. Koku akhirnya menyadari bahwa Minatsuki yang dia kalahkan itu ternyata adalah seorang Reggie. Minatsuki yang asli selama ini berpura-pura menjadi salah satu anak buah Minatsuki yang bernama Laica dan ketika Koku berhasil mengalahkan “Minatsuki” yang palsu, Laica sudah kabur membawa Yuna dan meledakkan balon udara itu.

Sementara itu, Keith bertemu dengan Gilbert di kampus lama mereka yang merupakan tempat terjadinya pembunuhan terhadap Erika. Di situ Gilbert menceritakan semua kepada Keith termasuk fakta bahwa pemimpin penyerbuan ke tempat pengasuhan anak yang menewaskan ayah Keith adalah Gilbert. Target utama mereka sebenarnya bukan Koku, melainkan Minatsuki karena mereka ingin mempelajari bagaimana Minatsuki yang sebenarnya hanyalah Reggie biasa, bisa “menerima” implan kekuatan Koku dan tidak menimbulkan gejala penolakan. Gilbert pula yang menghasut Minatsuki dengan mengatakan bahwa Prof. Kazama sengaja ‘menciptakan’ Minatsuki untuk dijadikan tumbal seandainya Koku memerlukan organ tubuhnya. Selain itu, Gilbert juga mengatakan bahwa semua pembunuhan itu dia lakukan karena Keith pernah mengatakan kepadanya bahwa satu-satunya hal yang dia tidak habis mengerti adalah “pembunuhan”. Bagi Gilbert semua pembunuhan yang dia lakukan selain untuk memuaskan nafsu membunuhnya juga untuk menantang Keith yang mengatakan bahwa pembunuhan adalah sesuatu yang dia tidak mengerti padahal Keith adalah seorang jenius.

Pada saat yang bersamaan, Koku mengejar Minatsuki yang membawa Yuna ke tempat di mana tablet kode yang dipecahkan oleh Keith berada. Keith sudah memperingatkan Koku agar tidak mendekati tablet itu karena ada kemungkinan kekuatan Koku akan berkurang atau hilang akibat pengaruh dari tablet. Tetapi karena melihat Yuna yang terluka parah, Koku tetap maju dan menyerang Minatsuki. Ketika Minatsuki akan membunuh Koku yang terluka parah, dia tidak menduga bahwa Koku telah “mengambil” kaki kiri Izanami, salah satu rekan Minatsuki, yang bisa berubah menjadi sebilah pedang dan menggunakannya untuk membunuh Minatsuki.

Lily yang menyusul Keith ke tempat pertemuannya dengan Gilbert segera berlari ke dalam gedung untuk mencari Keith. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya oleh Gilbert dan dia pun mengatakan kepada Keith bahwa dia akan menembak orang pertama yang masuk ke ruangan tempat mereka berada. Keith yang tidak ingin membunuh, akhirnya menembak kepala Gilbert untuk menyelamatkan Lily.

 

My thoughts?

Agak panjang dan njelimet ya? Memang agak sulit menceritakan ulang kejadian di anime ini ke dalam tulisan. Soalnya dalam serial ini ada 2 fokus cerita yang secara tidak langsung berkaitan. Satu cerita berfokus di Koku vs. Minatsuki, sementara yang satu lagi berfokus di Keith vs. Gilbert. Dan apa kedua konflik itu semuanya berkaitan satu sama lain karena semua tokohnya terlibat dalam suatu lingkaran kejadian yang sama.

Keith adalah orang yang berhasil memecahkan ‘teka teki’ tablet, jadi semua penelitian soal ‘tuhan’ yang menghasilkan Koku, Yuna, Minatsuki dan Reggie bisa dibilang dimulai oleh Keith. Gilbert adalah sahabat Keith semasa kuliah dan dia juga yang memimpin penyerbuan ke tempat ayah Keith, menghasut Minatsuki untuk membunuh ayah Keith dan membunuh Erika. Meskipun dia sempat menjadi “pemimpin” Market Maker, tetapi akhirnya Minatsuki pun tidak lagi mematuhi perintah Gilbert.

Buat gue sih nonton anime ini menarik, bahkan seandainya Koku bukan ‘mahluk supranatural’ pun menurut gue juga masih tetap menarik. Gue seneng sama bagaimana alur ceritanya dibuat untuk menampilkan tokoh-tokoh utama yang ada tanpa harus ada tokoh yang “ketinggalan” untuk diceritakan. Biasanya dengan banyaknya tokoh utama, lantas akan ada tokoh yang expendable alias dia nggak ada pun cerita akan berjalan dengan baik dan nobody remembers him/her.

The quest for “supreme being” sebenernya bukan konsep yang baru dalam anime, dan ide semacam ini juga bukan baru sekali ini dipake. Ambil aja contoh Evangelion, di mana manusia ingin mencapai evolusi yang lebih tinggi dan semua itu dilakukan berdasarkan semacam prophecy atau ramalan dari sebuah naskah yang ditemukan oleh manusia. Dan di dalam anime ini, elemen itu dicampur sama elemen psikopat ala Hannibal Lecter, atau kalo sesama anime yang agak deketan itu ya Psycho Pass. Jadi di dalam anime ini kita akan ketemu sama 2 sisi yang berbeda, yang satunya supranatural, sementara yang lain ya natural alias bisa terjadi secara nyata.

Dan Keith? Yang menarik dari karakter Keith adalah cara dia berpikir logis dan menarik kesimpulan dari data yang tersedia. Dan yang lebih menarik adalah dalam pikirannya yang selalu logis dan sistematis, dia masih mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mungkin hanya bisa dijawab oleh “Tuhan”. Meskipun nampaknya itu bukan sesuatu yang dia yakini sepenuhnya, tetapi menarik untuk melihat bahwa dalam pikirannya yang selalu rasional dan berdasarkan logika, Keith seolah-olah masih membuka dirinya untuk sebuah konsep yang sifatnya “di luar logika”.

Di sisi lain, Gilbert digambarkan bahwa dia menikmati setiap pembunuhan yang dia lakukan, tapi dalam twisted mind nya, dia merasa dengan melakukan pembunuhan yang sulit dipecahkan, dia telah membantu Keith dengan cara memberi (otak) Keith sesuatu yang harus dipecahkan. Sehingga dalam pikiran Gilbert, apa yang dia lakukan adalah memberi kesenangan kepada Keith karena dengan adanya kasus sulit maka Keith akan mempunyai sesuatu yang menantang kejeniusannya dan hal itulah yang akan membuat Keith merasa lebih hidup.

Sementara bagi Koku dan anak-anak hasil percobaan yang diasuh oleh Prof. Kazama, mereka mungkin tidak tahu apa sebenarnya yang diharapkan dunia kepada mereka. Koku yang harus melihat teman-temannya mati dibunuh, dan harus terpisah dari Yuna yang merupakan ‘pasangan hidupnya’. Kemudian dalam pencariannya dia membunuh orang-orang yang terlibat dalam pembantaian teman-temannya untuk memberi tanda kepada Yuna. Tetapi pertanyaannya apakah memang membunuh itu sesuatu yang diharapkan oleh Prof. Kazama saat dia membesarkan anak-anak itu? Dan apa sebenarnya tujuan dari diciptakannya Koku dan teman-temannya? Seandainya Koku dan Yuna memenuhi ramalan tablet itu, lalu apa yang diharapkan akan terjadi kepada umat manusia? Akan lahir “tuhan” baru? Tapi kayaknya nggak bakalan kejawab juga karena seperti yang diceritakan Keith, pada akhirnya “para pencari tuhan” itu nggak nyari tuhan lagi tapi malah sibuk menciptakan mesin pembunuh.

Overall ya gue suka ini anime. Nggak tau lagi kalo dibuat lanjutannya, so far kalo ada yang kayak gitu biasanya lanjutannya gue drop karena (sekali lagi) biasanya cerita lanjutannya agak-agak nggak memuaskan dan cenderung maksa. Kalo suka Evangelion most likely suka ini, kalo suka Psycho Pass (season 1) most likely juga suka ini. Kalo sukanya anime harem, nggak bakal suka anime ini.

 

LINKS

Published by

Okita

the captain. watches animes. plays games. listens musics. learns coding. and uh ... works.

One thought on “B: The Beginning”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.