Full Metal Panic! Invisible Victory – the victory is not (yet) visible?

Full Metal Panic! adalah salah satu judul anime dengan genre action, mecha, romance, dan sedikit comedy yang terkenal dan easily lovable karena baik cerita maupun karakter-karakternya menyenangkan untuk diikuti. Serial buatan Gato Shoji ini muncul dalam berbagai bentuk media, berawal dari light novel, kemudian dibuat versi anime dan manga. Untuk versi non-anime sudah mencapai ending, sementara untuk versi anime masih bersifat ongoing.

Dimulai dari serial anime (di sini hanya dibahas versi anime saja) dengan judul Full Metal Panic! yang dirilis Gonzo pada tahun 2002 di mana penonton diperkenalkan kepada kedua tokoh utama yaitu Kaname Chidori dan Sagara Sousuke serta keterlibatan mereka dalam perang melawan teroris, diikuti dengan Full Metal Panic! Fumoffu tahun 2003 yang lebih difokuskan pada kehidupan sehari-hari kedua remaja itu bersama teman-teman mereka tanpa ada unsur kekerasan dan intrik yang berat, kemudian Full Metal Panic! The Second Raid pada tahun 2005 yang merupakan kelanjutan dari serial pertama di mana mereka akan berhadapan dengan organisasi rahasia yang merupakan dalang dari semua kejadian yang menimpa mereka. Kedua judul ini digarap oleh Kyoto Animation. Sempat dirilis satu OVA pada tahun 2006 yang isinya hanya side story saja kemudian judul ini vakum dari dunia per-anime-an lebih dari 10 tahun, sampai pada akhirnya di musim semi 2018, dirilis serial terbarunya yang diberi judul Full Metal Panic! Invisible Victory yang dikerjakan oleh Xebec.

Anime ini menceritakan tentang Chidori Kaname (seiyuu: Yukino Satsuki), seorang anak SMA biasa sampai suatu hari sekolahnya kedatangan seorang anak baru bernama Sagara Sousuke (seiyuu: Seki Tomokazu). Sousuke yang canggung dan selalu berkelakuan seperti seorang anggota militer awalnya dianggap menyebalkan dan dikira adalah seorang remaja yang terobsesi dengan segala sesuatu yang berbau militer, tetapi sesungguhnya dia memang anggota dari sebuah organisasi anti teroris internasional yang bergerak secara diam-diam dan didukung oleh teknologi militer yang canggih dengan nama “Mithril”. Mithril dipimpin oleh seorang anak perempuan berusia 16 tahun yang bernama Teletha “Tessa” Testarossa (seiyuu: Yukana), seorang jenius yang menciptakan sebuah kapal selam super canggih yang menjadi markas berjalan Mithril, Tuatha de Danaan. Selain kapal selam ini, Mithril juga dipersenjatai dengan robot tempur yang disebut “Arm Slave” atau disingkat AS.

Sousuke disusupkan ke sekolah itu untuk mengawasi dan menjaga Chidori karena diketahui bahwa Chidori sebenarnya adalah seorang “whispered”, yaitu seseorang yang mempunyai rahasia teknologi yang dikenal sebagai “Black Technology” tertanam di dalam alam bawah sadarnya. Karena kemampuannya inilah Chidori kemudian menjadi incaran banyak pihak, termasuk organisasi rahasia bernama “Amalgam” yang merupakan musuh besar Mithril.

Dengan bantuan Chidori, Mithril akhirnya berhasil menciptakan sebuah Arm Slave canggih yang dilengkapi dengan “Lambda Driver” sebuah teknologi yang memungkinkan AS untuk memprediksi dan melindungi diri dari serangan musuh dengan akurat. Arm Slave itu kemudian diberi kode ARX-7 Arbalest dan menjadi AS pribadi Sousuke. AI (artificial intelligence) yang ditanam di dalamnya menyatakan bahwa Sousuke adalah satu-satunya orang yang bisa menggunakan AS tersebut.

Hubungan Sousuke dan Chidori digambarkan oleh Gatoh sebagai sesuatu yang ingin dia buat berbeda dari kebanyakan light novel di mana biasanya karakter perempuan menjadi karakter yang harus ditolong oleh karakter laki-laki. Dalam hubungan Sousuke dan Chidori, dia membuat karakter Chidori sebagai seseorang yang menolak menjadi pihak yang lemah dan justru dia memilih untuk menjadi support dan melindungi Sousuke dengan caranya sendiri. Gatoh juga menyisipkan unsur komedi dalam menggambarkan hubungan antara Chidori dengan Sousuke yang mempunyai latar belakang berbeda.

FMP! Invisible Victory

Full Metal Panic! Invisible Victory adalah serial TV ke-4 di mana diceritakan bahwa Amalgam, yang ternyata dikendalikan oleh kakak kandung Tessa yaitu Leonard Testarossa (seiyuu: Namikawa Daisuke) telah berhasil menghancurkan Mithril dan sisa anggota Mithril di bawah pimpinan Tessa harus melarikan diri dengan Tuatha de Danaan dan mulai mengatur serangan balik. Sementara Sousuke yang sedang bersama Chidori harus bertarung melawan Amalgam yang menyerang dan menyandera teman-teman mereka di sekolah. Dalam pertempuran ini, Sousuke kehilangan Arbalest yang dihancurkan oleh Amalgam dan Chidori yang bersedia ikut dengan Leonard agar Sousuke tidak dibunuh.

Selama 6 bulan Sousuke berusaha melacak keberadaan Chidori dan akhirnya dia berhasil menemukan petunjuk dan mendapat “teman baru” yaitu ARX-8 Laevatein yang dibangun menggunakan AI dari Arbalest yang berhasil diamankan oleh Wraith (seiyuu: Ohara Sayaka) salah satu anggota intelijen Mithril yang membantu Sousuke saat terjadi pertempuran di sekolah.

Sousuke yang akhirnya menemukan Chidori terpaksa harus terpisah lagi karena Chidori dibawa pergi oleh Amalgam yang sekarang dibantu oleh Andrei Sergeivich Kalinin (seiyuu: Ootsuka Akio) mantan atasan Sousuke dan mantan anggota Mithril yang sekarang bergabung dengan Amalgam dengan sebutan Mr. Kalium. Chidori yang (masih) menjadi sandera, mengatakan kepada Sousuke bahwa apapun yang terjadi dia ingin agar Sousuke berjanji untuk menemukannya di mana pun dan dia akan menunggu.

 

My thoughts?

Lebih dari 10 tahun nunggu kelanjutannya dan muncul dengan judul Invisible Victory … hmm … I would expect some conclusion, no? NO! Ternyata nggak ada ending yang diharapkan! Ujungnya ya cuma “Come find me, I’ll be waiting for you no matter how long will it takes“. Does this mean another 10 years or so waiting for a visible victory? Wadaw. 🙁

Rage? Harus diakui, iya sih. Selain “tamat” yang kayak gitu, di serial ini kita nggak akan temuin chemistry antara kedua tokoh utama seperti biasanya. Oke lah karena mereka terpisah world’s apart dan effort Sousuke untuk melacak keberadaan Chidori yang jadi fokus utama. Tapi nggak cuma itu, Chidori yang biasanya digambarkan strong willed girl di sini jadi kayak plin plan nggak jelas dan akhirnya malah jadi karakter cewek seperti karakter cewek yang ingin dihindari Gatoh di awal dia menciptakan FMP!. Karena gue nggak baca full light novel atau manga-nya, jadi nggak tau apakah di kedua media itu Chidori memang digambarkan sama seperti yang ada di anime FMP! IV ini.

Kemudian ada karakter Nami yang sepertinya di anime singkat ini jadi cuma kayak batu loncatan untuk trigger Sousuke supaya kembali fokus ke tujuan awal dia yaitu melacak Amalgam dan menyelamatkan Chidori. Nami sendiri umurnya pendek banget, cuma beberapa episode dan abis itu dia dibunuh sama Amalgam. Short-lived chara. Mungkin kalo di Avengers dia kayak Coulson yang dimatiin karena “they (he) needed the push“. Entah signifikansinya Nami di sini seberapa besar, tapi ya kasian aja, sempet ditampilkan kalo dia terampil dalam setting AS dsb, tapi nggak berdampak juga pada akhirnya.

Overall gue merasa FMP! IV ini serba nanggung, actionnya nanggung, romancenya nanggung, plotnya nanggung, dst. Mungkin gue terlalu cepat menilai karena bisa saja ini separuh pertama, dan nanti akan ada episode 13 dst. Tapi sayangnya so far, belum ada kabar apakah itu akan terjadi atau tidak. Padahal di media yang lain, FMP! sudah tamat (bahkan kayaknya banyak yang suka dengan endingnya, belum pernah baca juga soalnya hahaha). Dan kalopun ada, please jangan nunggu 10 tahunan lagi baru dikeluarin…

Published by

Okita

the captain. watches animes. plays games. listens musics. learns coding. and uh ... works.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.