Blog

Fate/Zero Episode 7

Ayah Kirei sebagai pengawas dari gereja menggunakan haknya untuk mengubah peraturan Holy Grail War setelah mengetahui bahwa Caster dan masternya adalah pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap anak-anak kecil.

Ia memerintahkan master-servant yang lain untuk sementara waktu bersama-sama mengalahkan Caster agar kasus penculikan anak bisa dihentikan. Sementara itu Caster sendiri berupaya menyerang kastil Einzbern untuk menemui Saber yang dikiranya sebagai Jeanne d’Arc.

Ketika Saber mencoba menghadapi Caster, dan mengalami kesulitan dengan cedera tangannya, Lancer datang dan menolongnya. Lancer mengatakan bahwa dia menolong Saber karena hanya dia lah yang berhak mengalahkan Saber dan bahwa dirinya diperintahkan oleh masternya untuk mengalahkan Caster.

Sementara itu Kenneth, mencoba mneyerang kastil untuk membunuh master dari Saber. Kiritsugu yang sudah bisa memperkirakan langkah musuh, segera menyuruh Irisviel lari dengan ditemani Maia sementara dirinya tetap tinggal di kastil menunggu Kenneth.

Episode ini juga action-nya kurang seru dibanding pertarungan Saber-Lancer atau kemunculan Berserker. Tapi yang menarik adalah upaya Kiritsugu menghadapi Kenneth. Dan bahwa Saber di Fate/Zero ini jadi kelihatan lebih “lemah”. Tapi mestinya setelah ini bakalan menarik karena Lancer akan menemui nasib “tragis”… :D

Standard
Blog

Fate/Zero Episode 6

A bit late to write,

Nggak banyak yang terjadi di episode ini selain bahwa Caster dengan terang-terangan muncul di depan Saber dan Irisviel. Dia mengaku siapa dirinya, tapi dia salah mengenali Saber. Dia mengira Saber adalah Jeanne d’Arc dan meskipun Saber sudah memperkenalkan dirinya sebagai Arthur Pendragon, Caster tetep aja yakin kalo dia “dipengaruhi” oleh Tuhan.

Sementara itu Kiritsugu dan Maia berusaha membunuh Kayneth, master dari Lancer dengan cara meledakkan gedung hotel tempat mereka menginap. Maia yang sedang mengawasi dari atas gedung lain, diserang oleh Kirei tetapi berhasil melarikan diri meskipun terluka. Setelah berdiskusi dengan Tokiomi, Kirei bertemu dengan Gilgamesh yang mengatakan bahwa dirinya agak kecewa dengan Tokiomi dan langkah-langkah yang ditempuhnya. Gilgamesh mengatakan bahwa dia justru lebih tertarik dengan kepribadian Kirei.

Berserker dan masternya nggak muncul di episode ini. Dan kayaknya memang not much happened. Rider dan masternya juga nggak banyak diceritakan. Emang bener-bener not much happened in this episode. ^^;

Standard
Blog

Guilty Crown Episode 4

Shu yang dijebak oleh temannya, dibawa ke penjara GHQ. Di sana dia diinterogasi mengenai hubungannya dengan Gai. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tetapi GHQ yakin bahwa dia terlibat dengan kegiatan Undertaker. Sementara itu, Gai mengirim pesan ke GHQ mengatakan bahwa Undertaker akan membebaskan seorang tahanan yang disebut sebagai tahanan yang berbahaya dari penjara yang sama dengan Shu.

Shu yang dipengaruhi oleh GHQ mulai meragukan tindakan yang diambil oleh Gai. Apalagi setelah itu Shu diajak melihat tempat yang dikatakan sebagai tempat untuk menolong para korban Apocalypse Virus, dan bila Undertaker mengalahkan GHQ maka para korban tersebut tidak akan terselamatkan. Di antara para korban itu adalah adik dari Yahiro, teman yang mengkhianati Shu. Dalam kebimbangannya, ia menerima alat yang diberikan GHQ di mana dia diminta untuk memberitahukan lokasi markas Undertaker kepada GHQ.

 

Tiba-tiba Shu mendapat kunjungan dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara yang ditunjuk oleh ibu Shu. Orang itu ternyata adalah Gai yang sedang menyamar. Ketika Gai mengatakan rencananya kepada Shu, Shu mulai menunjukkan keraguannya kepada Gai. Ia menanyakan mengapa Gai ingin membebaskan orang yang dikatakan berbahaya itu. Gai hanya minta kepada Shu untuk mengambil Void orang tersebut. Di tengah keributan akibat serangan Undertaker ke penjara, Inori bertindak sendiri dan berusaha menyelamatkan Shu. Shu yang saat itu sedang tidak berada dalam sel-nya segera lari menuju tempat Inori. Pada saat yang bersamaan, tahanan yang diinginkan terjatuh di depan Shu. Shu segera menggunakan kekuatannya untuk mengambil Void orang itu yang ternyata adalah sebuah senjata berbentuk pistol yang mampu mengendalikan gravitasi.

Shu yang melihat Inori terjun dari atap, menggunakan kekuatan Void itu untuk mengendalikan gravitasi dan menangkap Inori. Ia kemudian menggunakan kekuatan Void Inori untuk melarikan diri dari penjara itu. Di luar, ia ditanya oleh Gai, apakah dia akan kembali ke kehidupannya, atau bergabung dengan Undertaker. Shu memutuskan untuk ikut dengan Gai, tetapi ia tetap membawa alat yang diberikan oleh GHQ…

Obviously, bukan Gai yang ‘menggerakkan’ Shu, tapi Inori. Dan sekarang kita masuk dalam fase, persimpangan jalan buat Shu. Dia masih mencoba untuk memilih, which is which and who is who. Selain itu, masih belum dijelaskan kenapa Gai menaruh minat pada si tahanan itu, tapi yang jelas, perkiraan episode lalu bahwa keputusan Shu dan Inori untuk melepaskan si Yahiro (or whatever, lupa… ^^; ) sudah diperhitungkan oleh Gai. Mungkin juga memang Gai mengharapkan si Shu dimasukin juga ke penjara itu. Kalo si GHQ itu sudah ketauan, dia pasti akan “bermain-main” dengan kebimbangan Shu. Cuma memang kadang-kadang tokoh ‘naif’ model Shu gini, to some extent kadang berasa annoying juga. Tapi overall, sepertinya script writer pengen mengeksplorasi character development untuk para tokohnya. Which is, might be interesting. *fingers-crossed* :D

Standard
Anime

Mirai Nikki

Amano Yukiteru (Yuki) adalah seorang anak yang tertutup dan selalu menyendiri. Sebisa mungkin dia menghindari berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dan selalu menyibukkan dirinya dengan menulis sebuah diary/jurnal menggunakan telepon selularnya. Yuki juga mempunyai teman khayalan yang disebut Deus ex Machina, penguasa ruang dan waktu.

Ternyata Deus bukan sekedar teman khayalan Yuki, dan Deus mengubah diary Yuki yang selama ini berisi cerita tentang apa yang dilihat/diamati oleh Yuki menjadi sebuah diary yang menceritakan apa yang akan terjadi di masa depan. Pada awalnya Yuki menikmati “kehebatan” diary-nya, tetapi kemudian Deus mengatakan bahwa Yuki harus berpartisipasi dalam sebuah survival game, di mana Yuki dan sebelas orang lain yang diberi diary istimewa juga, harus bertarung satu sama lain sehingga tinggal tersisa satu pemenang yang akan menjadi penerus Deus.

Dalam permainan tersebut, ke-12 partisipan harus menggunakan keistimewaan diary masing-masing untuk bisa mengalahkan dan membunuh lawan-lawannya. Yuki pada awalnya berusaha untuk tidak terlibat, tetapi nyawanya terus menerus terancam. Dalam keadaan terancam ini, Yuki selalu ditolong oleh Gasai Yuno, teman sekelas yang terobsesi pada dirinya. Yuki akhirnya setuju untuk bekerja sama dengan Yuno yang ternyata juga seorang pemegang diary di mana diary-nya berisi segala sesuatu yang terjadi atas Yuki. Tetapi di balik itu semua, ternyata Yuno juga mempunyai sebuah rahasia yang lebih dalam.

[spoiler]
Yuki yang semula ingin menyerah dalam permainan ini, akhirnya berubah setelah kedua orang tuanya menjadi korban. Yuno mengatakan bahwa bila Yuki berhasil membunuh semua peserta yang lain, ia akan menjadi penguasa ruang dan waktu, sehingga ia akan bisa menghidupkan kembali kedua orang tuanya. Atas dorongan Yuno ini, Yuki kemudian berubah menjadi seseorang yang menggunakan segala cara untuk memenangkan permainan itu. Setelah tinggal dirinya dan Yuno yang tersisa, Yuki mulai mengetahui identitas Yuno yang asli dan apa tujuannya mendorong Yuki untuk menjadi pemenang.
[/spoiler]

Standard
Blog

Fate/Zero Episode 5

Pertarungan Saber dengan Lancer terhenti karena kedatangan Rider (Iskandar), yang dengan tenang menawarkan kepada Saber dan Lancer untuk menjadi anak buahnya dalam memperebutkan Holy Grail. Namun bisa ditebak, keduanya tidak tertarik dengan tawaran tersebut. Di tengah pembicaraan itu, Rider menyebutkan bahwa di situ ada ‘pihak lain’ yang juga tertarik dengan pertarungan antara Saber dan Lancer.

Ketika Rider mengatakan hal itu, muncullah Archer (Gilgamesh) yang kemudian bermaksud mengalahkan ketiga Servant yang ada. Namun ketika ia mulai membuka Gate of Babylon untuk mengeluarkan Hougu (Noble Phantasm), tiba-tiba muncul sosok bayangan hitam. Ia adalah Berserker, yang berwujud seorang knight yang mengenakan armor tetapi diselimuti oleh hawa kegelapan. Archer kemudian menyerang Berserker yang menurutnya tidak sopan karena mengangkat wajahnya dan melihat dirinya ^^;

Berserker ternyata adalah Servant yang tidak bisa dianggap remeh. Dia mampu menangkap Noble Phantasm Archer dan menggunakannya sebagai senjata. Hal itu adalah kemampuan Berserker di mana apapun yang ia pegang bisa ia jadikan senjata sekaligus Noble Phantasm-nya. Archer yang mulai kesal pun diperintah oleh Tokiomi untuk mundur. Ketika Archer mundur dan Berserker melihat Saber, ia pun mendadak menjadi liar dan menyerang Saber. Saber yang tangannya terluka, mengalami kesulitan dan ketika ia dalam keadaan terdesak, Lancer menolongnya. Sebagai sesama ksatria, Lancer mengatakan bahwa Saber sedang dalam pertempuran dengan dengan dirinya, oleh karena itu dia tidak ingin Berserker menyerang Saber sebelum ia menyelesaikan pertarungannya.

Meskipun Lancer bersikap ksatria, tetapi Master-nya, berpendapat lain. Ia justru menggunakan perintahnya untuk memaksa Lancer bekerja sama dengan Berserker untuk membunuh Saber. Meskipun tidak setuju tetapi Lancer tidak bisa menolak perintah tersebut. Pada saat Saber terdesak untuk kedua kalinya, Rider tiba-tiba menolong dan menyerang Berserker. Ia pun mengatakan kepada Master Lancer untuk segera mundur kalau tidak ingin Lancer ia serang bersama dengan Saber, dan bahwa keputusannya itu telah merendahkan martabat Lancer sebagai seorang ksatria.

Satu lagi episode yang bagus dari Fate/Zero. Menarik sekali melihat bagaimana para staf animasi menggambarkan Berserker yang dengan kecepatan dan kemampuannya bisa mengatasi semua serangan Gilgamesh dengan menggunakan senjata milik Gilgamesh sendiri. Spirit yang di-summon di Fate/Zero kebanyakan memang merupakan tokoh penguasa/raja, seperti Gilgamesh, Arthur, dan Iskandar. Dan di episode ini, Rider menunjukkan ‘kualitas’-nya sebagai seorang raja sekaligus ksatria. Dari ke-7 Servant, hanya Caster saja yang tidak ‘hadir’ di tempat pertarungan. Tetapi dia mengawasi dari jauh, dan kalau di Fate/Stay Night yang terobsesi pada Saber adalah Gilgamesh, sementara di Fate/Zero Caster-lah yang terobsesi pada Saber. ^^;

 

[spoiler intro=”About” title=”Berserker”]

Yang jelas di Fate/Zero ini Berserkernya lebih keren bentuknya dibandingkan Heracles di Fate/Stay Night. Dan di situ jelas bahwa Berserker menjadi ‘ganas’ ketika melihat Saber. Di sisa-sisa kesadarannya dia masih mengenali orang yang pernah menjadi rajanya. Yep, Berserker di Fate/Zero adalah Lancelot du Lac (Lancelot of the Lake), First Knight-nya King Arthur yang menurut legenda pada akhirnya berselingkuh dengan Guinevere. Penggambaran gaya bertarung Lancelot/Berserker sangat menarik, di mana dia mampu menggunakan apa saja sebagai senjata, yang menunjukkan keahlian Lancelot sebagai seorang knight.

[/spoiler]

Standard
Blog

Guilty Crown Episode 3

Inori tiba-tiba muncul jadi murid baru di sekolah Shu. Dan, ternyata Inori juga dengan mudah bisa masuk ke apartemen Shu dan mengatakan akan tinggal di situ juga. Kedatangan Inori ke sekolah Shu sebenarnya bukan untuk memata-matai Shu, tetapi justru untuk mencari seseorang yang ternyata merupakan saksi dari kejadian di mana Shu menunjukkan kekuatannya untuk mengalahkan GHQ. Gai mengatakan kepada Shu bahwa hal itu bisa membahayakan nyawa Shu sendiri karena saksi tersebut bisa melaporkan identitas Shu kepada GHQ.

Di episode ini juga diungkapkan bahwa Gai ternyata mempunyai kemampuan untuk melihat “Void” seseorang. Ia bisa melihat Void yang dimiliki oleh seseorang tetapi tidak bisa mewujudkan/menggunakannya seperti Shu. Saat kejadian, Gai melihat ada Void lain yang ada di tempat itu. Orang tersebut diketahui adalah salah seorang murid sekolah Shu. Ia sedang berada di sana untuk mendapatkan obat terlarang yang disebut “Norma Gene”, tetapi mereka hanya bisa mengetahui nama julukannya saja yaitu “Sugar”.

Shu dan Inori pun mulai mencari Sugar dengan cara mencoba menarik Void dari teman-teman di sekolahnya. Shu yang awalnya enggan akhirnya mau melakukan setelah mengetahui bahwa ternyata orang yang Voidnya “ditarik” keluar oleh Shu, tidak akan ingat apa yang telah terjadi. Namun Shu sendiri juga belum terbiasa melakukan hal itu sehingga sempat terjadi kekacauan. Shu pun akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Sugar, tetapi ia meminta Inori untuk tidak membunuhnya. Hal tersebut ternyata pada akhirnya membuat Shu harus berhadapan dengan GHQ…

Tidak banyak action-nya, tapi ada unsur komedi sedikit. Mungkin maksudnya calm before the storm. Tapi ada beberapa hal yang menarik seperti: Gai yang ternyata mempunyai kemampuan untuk melihat Void tetapi tidak bisa “mengambil”-nya. Seandainya waktu itu ia mendapatkan kekuatan yang sekarang dimiliki Shu, tentunya dia akan menjadi hebat sekali. ^^;

Hal lain yang juga menarik, ternyata ibu Shu adalah salah satu peneliti senior di laboratorium GHQ. Sepertinya ke depan nanti, kenyataan ini bakalan menjadi konflik buat Shu yang sekarang “bekerja” untuk Undertaker, lawan GHQ.

Dan ternyata Shu juga tidak bodoh atau terlalu apatis terhadap sekitar.(Thank God :D) Dia bisa mendeduksi bahwa Gai mempunyai kekuatan tersembunyi, dia juga bisa menemukan Sugar sebelum Inori mengidentifikasi Voidnya. Walaupun pada akhirnya dia harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang dia ambil. Gai pun sepertinya juga memberikan Shu dan Inori kebebasan untuk menentukan langkah yang diambil, tetapi belum diketahui juga apakah ada rencana tertentu di balik semua itu mengingat bahwa dia adalah seorang ahli strategi yang hebat…

Standard
Trivia

Trivia: 真剣で私に恋しなさい!

 

Dalam anime Maji de Watashi ni Koishinasai!, episode 1, robot milik tokoh utama yang bernama Cookie saat “bertempur” dalam perang antar kelas menggunakan jurus yang disebut “Cookie Dynamic”, yaitu sebuah tehnik menebaskan pedang yang sama dengan tokoh Gavan (Uchuu Keiji Gavan), yaitu Gavan Dynamic, di mana sebelum mengeluarkan jurus tersebut kedua mata Gavan akan menyala merah, sama seperti yang dilakukan oleh Cookie.

Standard
Blog

Arthur vs. Diarmuid

 

Barusan nonton Fate/Zero episode 4 and it was amazing! Fight scene antara Saber (Arthur, King of Knights) vs. Lancer (Diarmuid Ua Duibhne, Warrior of Fianna) bagus. Jauh lebih bagus daripada pertarungan Archer vs. Lancer atau Saber vs. Berserker di Fate/Stay Night. Diarmuid dengan Gae Dearg dan Gae Buidhe-nya berhasil melukai Saber sekaligus juga bisa mengetahui senjata asli Saber yang selalu ditutupinya dengan udara.

Bisa dibilang sebagian besar adegan di episode ini isinya pertarungan Saber vs. Lancer. Tapi nggak apa-apa, it’s a good scene. Gue suka gayanya Lancer yang ini, despite menurut gue ‘curse’ nya dia agak … apa ya … nggak nyambung ama kemampuannya, meskipun sebenernya ngebantu juga terutama kalo musuhnya cewek yang nggak punya kemampuan menolak magic. ^^;

Gaya bertarungnya yang membawa 2 tombak sekaligus, plus kecepatannya (Lancer class memang punya agility yang tinggi), bisa mengimbangi Saber class yang memang kelas terkuat dari 7 kelas Servant. Memang Lancer termasuk 3 besar, cuma di F/SN si Lancer ini (Chu Chulainn) jadi Servant luntang lantung, gak punya Master dan rasanya pertarungan Lancer juga kurang gitu seru di F/SN.

Anyway, like I said before, F/Z udah pasti jadi tontonan wajib season ini, along with P4a, ama GC, but that’s another entry. Judul-judul lain lumayan menghibur, dan buat gue lebih baik daripada musim lalu yang… :(

Standard