subject

NHK sebagai salah satu stasiun televisi terkemuka di Jepang mengadakan sebuah polling pendapat yang ditujukan kepada para fans anime di sana. Mereka mencoba mengumpulkan para fans anime dan meminta pendapat mereka soal judul-judul anime yang dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa. Hmm … gue rasa ‘best of all time’ itu …

⟶ Baca selengkapnya

subject

Pada suatu waktu di masa depan, diceritakan bahwa Bumi mengalami ‘kematian’. Tiba-tiba muncul seorang jenius yang tidak diketahui asal usulnya, yang mampu ‘menghidupkan’ Bumi kembali dengan menggunakan teknologi seperti sebuah jam, sehingga Bumi berubah menjadi sebuah planet yang penuh dengan mekanik yang digerakkan dengan menggunakan gear. Sejak itu Bumi dikenal …

⟶ Baca selengkapnya

subject

Kembali ke dunia anime.  Izumi Masamune (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu) adalah seorang remaja yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai seorang penulis light novel dengan menggunakan nama pena yang sama dengan nama aslinya, hanya saja dia menuliskan nama pena-nya dengan menggunakan karakter katakana untuk menyamarkan identitasnya. Pada suatu hari, Masamune diperkenalkan oleh kedua orang tuanya bahwa …

⟶ Baca selengkapnya

subject

Udah ada 2 mingguan lah ya dari sejak rilis, jadi udah bisa dibahas. Dan nggak tau juga apa emang gue yang kurang gaul atau kurang browsing, tapi rasanya sepi-sepi aja setelah filmnya tayang?  Nggak ada ‘gaung’nya kayak film-film action lain yang diangkat dari media lain, apa mungkin karena nggak sepopuler kawan-kawan dari dunia …

⟶ Baca selengkapnya

subject

Mizushino Souta (seiyuu: Yamashita Daiki) adalah seorang pelajar yang bercita-cita ingin menjadi penulis light novel. Dia sangat terinspirasi oleh sebuah light novel berjudul Elemental Symphony of Vogelchevalier yang saat itu sedang sangat populer karena diangkat ke dalam versi anime. Ketika dia sedang berusaha menonton episode terbaru anime tersebut melalui tabletnya, dia melihat ada sesuatu yang …

⟶ Baca selengkapnya

subject

Aichi Academy pada awalnya adalah sebuah sekolah khusus untuk anak perempuan, ketika diputuskan untuk membuat sekolah itu menjadi sekolah campuran dengan murid laki-laki, para murid perempuan merasa perlu melindungi diri mereka dari murid laki-laki. Hal ini kemudian menghasilkan peraturan yang mengijinkan para murid perempuan untuk mempersenjatai diri mereka (dengan baton). Selain …

⟶ Baca selengkapnya