Anime

DanMachi : Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon?

Danmachi, atau nama lengkapnya Danjon ni Deai o Motomeru no wa Machigatteiru Darō ka / ダンジョンに出会いを求めるのは間違っているだろうか, atau yang dikenal sebagai Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? / Familia Myths untuk kalangan fans di belahan dunia lainnya.

Danmachi adalah franchise yang berawal dari light novel ciptaan Omori Fujino yang mulai terbit Januari 2013 dan on-going hingga sekarang terbit 11 volume. Danmachi juga mencakup beberapa manga dan 2 TV series serta 1 OVA

Secara umum Danmachi tergolong cerita RPG seperti Magic Knight Rayearth, Tower of Druaga, dsb . Menceritakan negara Orario yang mempunyai daya tarik yaitu Dungeon, menara tinggi di tengah kota yang berisi monster2. Para petualang dari berbagai negara berdatangan untuk berbagai alasan, utama nya adalah untuk mencari kristal sihir yang dijatuhkan oleh monster (apabila dikalahkan). Kristal tersebut dapat dijual untuk uang.

Para petualang membentuk kelompoknya tersediri yang disebut Familia dibawah blessing atau bimbingan dari seorang dewa/ dewi, mirip seperti guild di game MMORPG. Para petualang berjuang demi dewa/ dewi mereka, sebagai imbalan, sang dewa/ dewi memberikan blessing dengan melakukan Update Status para petualang sehingga mereka bisa level-up dan mendapatkan skill atau magic baru yang akan menunjang pertempuran di Dungeon.

Tersebutlah seorang newbie petualang bernama Bell Cranel, dia adalah anggota dari Hestia Familia, kelompok petualang dibawah dewi Hestia. Familia ini hanya beranggotakan Bell dan Hestia, namun seiring berjalannya waktu mereka mendapatkan keluarga baru dan berbagai tantangan baru.

Sounds familiar ? Yeap, dari segi cerita ataupun premise, Danmachi memang bukan yang pertama. Rata-rata anime RPG memberikan sesuatu yang sama, lalu apa hal menarik yang ditawarkan oleh Danmachi ? Satu hal terpenting, cerita, terus terang cerita from zero to hero itu memang timeless, terlebih lagi Danmachi sepertinya menggunakan cerita Argonaut sebagai foreshadow dari series ini dengan Bell Cranel secara perlahan menemukan kekuatan, teman dan restu dari Dewa (dalam hal ini Dewi) untuk melawan kekuatan jahat, and the best part, Omori-sensei mengemasnya menjadi cerita ringan namun tidak kedodoran.

Lalu design character yang menarik (ini murni pendapat pribadi^^ ) serta seting dunia yang menurut saya cukup orisinal dengan menyertakan Familia yang dibentuk oleh dewa/ dewi. Hal ini membuat cerita Danmachi tidak 1 dimensi saja, namun membuat cerita utama terlihat normal namun terdapat intrik dibelakang. Bell dkk sangat jarang berinteraksi dengan intrik tersebut, mereka, for the most part, adalah subjek yang harus menerima hasil dari intrik yang ditimbulkan para dewa/ dewi dibelakang mereka. Dan bonus, saya jadi belajar nama nama deities :))

Kalau kamu suka anime ringan yang (hampir) tanpa angst fest, atau kamu penggemar fantasy RPG, tidak ada salahnya mencoba anime ini, oh and good news, spin off dari Danmachi, yaitu Danmachi : Sword Oratoria sedang tayang on-going mulai 17 April 2017 menceritakan petualangan Aiz Wallenstein (love interest Bell) dan Loki Familia.

Standard
Anime

Clockwork Planet

Pada suatu waktu di masa depan, diceritakan bahwa Bumi mengalami ‘kematian’. Tiba-tiba muncul seorang jenius yang tidak diketahui asal usulnya, yang mampu ‘menghidupkan’ Bumi kembali dengan menggunakan teknologi seperti sebuah jam, sehingga Bumi berubah menjadi sebuah planet yang penuh dengan mekanik yang digerakkan dengan menggunakan gear. Sejak itu Bumi dikenal sebagai ‘Clockwork Planet’  dan sang jenius itu hanya dikenal sebagai ‘Y’ (why…?). Selain hidup kembalinya Bumi dengan teknologi clockwork, Y juga diketahui telah menciptakan Initial-Y Series Automaton, yaitu semacam android yang sepenuhnya digerakkan dengan teknologi gear yang sama seperti yang digunakan untuk membangun kembali Bumi.

Ribuan tahun kemudian, Miura Naoto (seiyuu: Nanjo Yoshino), seorang anak yang mempunyai indera pendengaran yang luar biasa, hampir tertimpa sebuah peti yang jatuh dari atap rumahnya. Ketika dia membuka peti itu, dia melihat sebuah automaton perempuan yang tampaknya sudah ratusan tahun tidak berfungsi. Dengan pendengarannya yang tajam, Naoto mampu mengetahui bagian mana dari mekanisme automaton itu yang tidak berfungsi dengan baik dan dia berhasil ‘menghidupkan’ kembali automaton yang bernama RyuZU (seiyuu: Kakuma Ai) itu. Karena Naoto adalah orang yang telah berhasil memperbaikinya, maka RyuZU pun akhirnya menjadi automaton ‘milik’ Naoto. Sementara itu di tempat lain, sekelompok orang sedang berusaha mencari keberadaan RyuZU yang dikatakan bahwa dia adalah salah satu dari Initial-Y Series.

 

My thoughts?

Okay, pendek memang pembahasannya, karena gue belum tau kenapa pada akhirnya (eh … pada awalnya, karena adegannya ada di awal episode. ), Naoto, RyuZU dan 2 orang lagi, tuan putri Marie Bell Breguet (seiyuu: Oonishi Saori) sama bodyguardnya Vainney Halter (seiyuu: Matsuda Kenichiro), akhirnya malah jadi dikejar-kejar oleh sekelompok automaton yang kayaknya sih milik sebuah organisasi, atau mungkin malah milik pemerintah. Seperti biasa, gue strictly ngikutin anime, nggak baca novel atau manga nya. Masalah lainnya, gue juga nggak yakin akan ikutin atau nggak, hehehe.

 

LINKS

Standard
Anime

Eromanga-sensei

Kembali ke dunia anime. 

Izumi Masamune (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu) adalah seorang remaja yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai seorang penulis light novel dengan menggunakan nama pena yang sama dengan nama aslinya, hanya saja dia menuliskan nama pena-nya dengan menggunakan karakter katakana untuk menyamarkan identitasnya. Pada suatu hari, Masamune diperkenalkan oleh kedua orang tuanya bahwa dia mempunyai seorang adik (anak dari pihak ibunya) yang bernama Izumi Sagiri (seiyuu: Fujita Akane). Ketika ibu mereka meninggal, Sagiri kemudian menjadi anak yang sangat tertutup dan hanya tinggal di dalam kamar. Dia hanya menginjak-injakkan kakinya ke lantai untuk memberi tahu Masamune bahwa dia lapar, dan Masamune pun kemudian hanya meletakkan makanannya di depan pintu kamar. Sejak saat itu, Masamune sama sekali tidak pernah bertatap muka lagi dengan adiknya.

Dalam keseharian, selain bersekolah dan menulis novel, Masamune juga mengurusi kehidupan rumah tangga mereka. Dia yang memasak makanan untuk dirinya dan adiknya sekaligus juga memperoleh penghasilan dari novel karyanya. Tetapi, meskipun dia mampu menghasilkan novel yang bagus dan populer, Masamune sama sekali tidak bisa menggambar sehingga pihak penerbit memutuskan untuk memasangkan dirinya dengan seorang ilustrator yang dikenal dengan nama pena Eromanga-sensei. Tidak ada yang tahu siapa identitas asli Eromanga-sensei, dia hanya menerima orderan ilustrasi melalui e-mail, tetapi karya-karyanya sangat populer di kalangan penggemar anime dan manga. Bahkan pada saat sesi tanda tangan di sebuah toko buku, dia tidak muncul dan hanya Masamune sendiri saja yang datang.

Beberapa waktu setelah event tanda tangan itu, Eromanga-sensei menulis dalam blog-nya mengomentari ‘tanda tangan’ Izumi Masamune-sensei sang penulis novel yang dia bilang jelek dan mentertawakannya sambil memasang foto salah satu novel yang ditandatangani Masamune. Di blognya dia juga mengatakan bahwa dirinya akan melakukan speed drawing secara live streaming dalam waktu dekat sebagai ‘kompensasi’ kepada para fans karena dia tidak bisa hadir pada acara tanda tangan tersebut. Masamune yang juga penasaran seperti apa sebenarnya Eromanga-sensei ini buru-buru pulang untuk mempersiapkan diri dan menunggu live streaming itu.

Setelah membuatkan makan untuk adiknya, disertai secarik kertas note kecil berisi pesan di makanan itu, Masamune pun segera menunggu penampilan Eromanga-sensei. Ketika Eromanga-sensei muncul, dia memilih untuk menggambar karakter Beniusagi, tokoh utama dari light novel Masamune yang ternyata merupakan favorit Eromanga-sensei. Pada awalnya Masamune memang mengagumi karya Eromanga-sensei, tetapi betapa terkejut dirinya ketika melihat di dalam kamar Eromanga-sensei di bagian latar belakangnya, tampak makan siang yang dia buat untuk adiknya lengkap dengan note kecil yang dia tulis. Ternyata Eromanga-sensei adalah Sagiri, adiknya sendiri.

Ketika masih terkejut setelah mengetahui bahwa adiknya adalah ilustrator bernama Eromanga-sensei, Masamune menjadi semakin panik ketika mengetahui bahwa Sagiri lupa mematikan kamera dan masih menyiarkan secara langsung kegiatannya di dalam kamar ketika akan ganti baju. Masamune segera lari ke atas dan menggedor kamar Sagiri untuk mengingatkan bahwa kamera-nya masih menyala, dan untuk pertama kalinya, mereka berdua bertatap muka setelah selama kurang lebih satu tahun Sagiri menutup diri di kamar. Sagiri pun akhirnya juga baru mengetahui bahwa Izumi Masamune-sensei yang dibantunya selama ini ternyata adalah kakaknya sendiri.

 

My thoughts?

Fushimi Tsukasa, ya udah tau kan mestinya? Yup, OreImo. Dan … ya ini OreImo all over sih memang. Mau gimana lagi? Emang itu area expertise nya Tsukasa-sensei kayaknya. Lanjutannya ya gue rasa nggak jauh-jauh beda sama Kirino – Kyousuke, cuma di sini kayaknya bapak-ibu mereka menikah dengan membawa putra/putri masing-masing ya? Maksudnya bapaknya Masamune dan ibunya Sagiri, jadi mereka berdua saudara tiri. Hmm … melancarkan jalan untuk sister-complex nya?  Anyway, kalo demen ama OreImo, gue rasa sih ini boleh aja jadi tontonan. Nantinya akan ada penulis cewek yang muncul dan gue rasa dia akan jadi ‘Gokou Ruri’ -nya serial ini. Biasanya pola cerita akan berjalan seperti itu sih, tapi ya nggak tau lah.

 

LINKS

Standard
Anime

Re:Creators

Mizushino Souta (seiyuu: Yamashita Daiki) adalah seorang pelajar yang bercita-cita ingin menjadi penulis light novel. Dia sangat terinspirasi oleh sebuah light novel berjudul Elemental Symphony of Vogelchevalier yang saat itu sedang sangat populer karena diangkat ke dalam versi anime. Ketika dia sedang berusaha menonton episode terbaru anime tersebut melalui tabletnya, dia melihat ada sesuatu yang aneh dalam tampilannya. Secara tiba-tiba Souta telah berada di tengah-tengah pertempuran antara Celesia Upitiria (seiyuu: Komatsu Makiko) dengan seorang tokoh perempuan yang tidak dikenal. Ketika salah satu serangan hampir mengenai Souta, Celesia segera melindungi Souta dan mereka berdua ‘terlempar’ kembali ke dunia nyata (dunia Souta). Anehnya, perempuan yang menyerang mereka di dunia Vogelchevalier tadi juga bisa muncul di dunia nyata dan ternyata dirinya bukanlah bagian dari cerita Vogelchevalier dan dia menyebut dunia nyata sebagai “World of Gods”.

Pertarungan Celestia dan perempuan itu berlanjut di dunia nyata dan menimbulkan kekacauan karena mereka berdua meskipun berada di dunia yang berbeda, tetapi sepertinya masih tetap memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama seperti ketika berada di dunianya masing-masing. Ketika pertempuran mereka makin hebat, tiba-tiba muncul Meteora Osterreich (seiyuu: Minase Inori) yang memisahkan mereka dan menghentikan pertempuran pada malam hari itu.

Souta mengira bahwa semua kejadian pada malam itu hanya mimpi atau khayalannya saja, dan ketika keesokan harinya dia pulang dari sekolah, dia sangat terkejut ketika melihat bahwa Celesia dan Meteora sudah berada dalam kamarnya. Mereka pun kemudian berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

 

My thoughts?

Okay, this is a different one. Dalam artian, di antara sekian banyak manusia masuk ke dunia digital/game/anime/fantasi/manga/dll, yang ini justru dibalik. Tokoh-tokoh dari dunia itu yang ‘masuk’ ke dunia manusia. Not the first, iya. Tapi dia kebalikan dari judul-judul yang lagi marak belakangan.

Narasi awalnya termasuk bagus juga sih, bahwa kehidupan manusia itu menghasilkan banyak cerita, dan penulis mewujudkan itu semua menjadi sebuah karya yang mengajak orang lain untuk merasakan emosi yang beragam. Bagi karakter ciptaan penulis, kehidupan mereka udah jelas ditentukan, bagaimana awal dan akhirnya (nanti). Pertanyaannya kemudian kan adalah, gimana kalo tokoh yang aslinya diciptakan dan ‘ditentukan’ nasibnya berdasarkan imajinasi si penulis, datang dalam wujud nyata dan ternyata punya kemampuan untuk ‘mengubah’ jalan cerita? Bagaimana kalo ada seorang penulis lain yang kemudian mencoba menulis ulang jalan cerita menurut versi dirinya? Kayak misalnya seorang pengarang doujin, memutuskan untuk nulis sesuatu yang berbeda untuk si tokoh utama dan ternyata hal itu mempunyai dampak yang signifikan?

Dan ada benernya juga si Gunpuku (yes, the female antagonist) nyebut dunia Souta sebagai “World of Gods”. Buat mereka dunianya para penulis ya ibarat dunia para dewa, tempat dimana para ‘pencipta’ mereka hidup dan menuliskan cerita kehidupan yang akan menjadi ‘takdir’ dan ‘nasib’ mereka di dunia masing-masing.

Well, we’ll see …

Dan sedikit info tambahan, seiyuu yang terlibat di antaranya: Toyosaki Aki (sebagai Gunpuku no Himegimi), Hikasa Yoko (sebagai Alicetelia February), Amamiya Sora (sebagai Kanoya Rui), dan … the couples, Suzumura Kenichi & Sakamoto Maaya masing-masing sebagai Mirokuji Yuuya & Chikujouin Makagami. *bisa dilihat di image gallery yang mana aja. 

Satu lagi, nggak tau apa ini gue yang overthinking atau bukan, tapi gue agak penasaran sama adegan awal yang anak perempuan di stasiun kereta. Maksud gue, apakah itu bermakna sesuatu, mungkin nanti ke belakangnya? Atau cuma ingin menggambarkan dunia di mana ada beragam manusia, dan salah satunya ada yang mengalami depresi dan akhirnya bunuh diri dengan melempar diri ke depan kereta? Atau itu cuma asumsi gue aja yang terlalu ekstrem, padahal itu ya cuma adegan cewek nungguin kereta aja, nothing else, nggak sampe bundir atau apa. 

 

LINKS

Standard
Anime

Busou Shoujo Machiavellianism

Aichi Academy pada awalnya adalah sebuah sekolah khusus untuk anak perempuan, ketika diputuskan untuk membuat sekolah itu menjadi sekolah campuran dengan murid laki-laki, para murid perempuan merasa perlu melindungi diri mereka dari murid laki-laki. Hal ini kemudian menghasilkan peraturan yang mengijinkan para murid perempuan untuk mempersenjatai diri mereka (dengan baton).

Selain itu, di sekolah tersebut juga terdapat 5 orang murid yang diijinkan membawa pedang sungguhan sebagai senjata, mereka disebut sebagai Supreme Five Swords, yaitu Onigawara Rin (seiyuu: Takada Yuki), Hanasaka Warabi (seiyuu: Hidaka Rina), Inaba Tsukuyo (seiyuu: Hioka Natsumi), Tamaba Satori (seiyuu: Nishida Nozomi), dan Kikakujou Mari (seiyuu: Kitahara Sayaka). Kelima murid ini mempunyai kewenangan yang membuat mereka menjadi ‘penegak hukum’ di sekolah itu. Aichi Academy pun akhirnya menjadi tempat untuk ‘meluruskan’ murid laki-laki yang dikeluarkan dari sekolah lain karena kelakuan mereka dan setelah berada di Aichi Academy, penampilan mereka semua berubah seperti perempuan.

Suatu hari terdapat kabar bahwa akan ada seorang murid laki-laki baru yang akan masuk ke Aichi Academy. Kelima anggota Supreme Five Swords sudah mempersiapkan rencana untuk menyambutnya ketika Amou Kirukiru (seiyuu: Matsui Eriko), seorang murid yang dijuluki The Empress, memperingatkan mereka bahwa murid baru yang akan bergabung itu tidak akan sama seperti yang mereka bayangkan.

Nomura Fudou (seiyuu: Hatanaka Tasuku), dikeluarkan dari sekolahnya yang lama karena terlibat dalam perkelahian yang cukup hebat. Dikabarkan bahwa korbannya mencapai lebih dari 40 orang tanpa diketahui pasti bagaimana cara dia menghadapai lawan-lawannya. Dia berharap di sekolah yang baru ini dia bisa menjalani kehidupannya dengan tenang, tetapi ketika di hari pertama dia masuk dan dia harus berhadapan dengan Onigawara Rin, maka dia pun harus mencari cara lain untuk bisa mendapatkan kehidupan yang tenang.

 

My thoughts?

Typical harem lah ya sebenernya, cuma kemasannya dimodifikasi. Satu cowok, lima cewek …  okay, plus Amou yang kayaknya udah kenal duluan atau mungkin punya history sama Fudou. Dan seperti biasa juga, di awal dikira biasa aja, nggak taunya punya kemampuan yang lebih dibandingkan murid-murid topnya di situ.

Gue rasa sih tinggal nunggu aja dia lawan 4 pemegang pedang yang lain, abis itu ya udah, ceritanya tinggal looping aja. Paling mentoknya kalo mau diluasin dikit ke area luar sekolah, ntar lawan somebody atau sekolah lain yang kuat, terus si Fudou jadi salah satu penolongnya. #sotoy 

And … a bear? 

 

LINKS

Standard
Anime

Rokudenashi Majutsu Koushi to Akashic Records

Di kota Fejite, kerajaan Alzano, berdiri sebuah sekolah khusus untuk mendidik para penyihir muda yang bernama Alzano Imperial Magic Academy. Suatu ketika salah satu guru di sekolah itu mengundurkan diri. Hal itu membuat sedih Sistine Fibel (seiyuu:  Fujita Akane), salah satu murid yang terkenal, karena guru tersebut adalah guru favoritnya. Ketika dia sedang dalam perjalanan menuju sekolah bersama sahabatnya, Rumia Tingel (seiyuu: Miyamoto Yume) mereka hampir bertabrakan dengan seorang pemuda yang sedang berlari. Tanpa sengaja Sistine menggunakan magic-nya sehingga pemuda itu terpental. Mereka meminta maaf kepada pemuda tersebut dan pemuda tersebut malah mengatakan bahwa kejadian itu adalah kesalahan mereka dan dia tampak tertarik kepada Rumia.

Sesampainya di sekolah, Sistine dan murid-murid yang lain menunggu guru pengganti yang tidak kunjung datang. Sistine sangat terkejut ketika ternyata guru pengganti adalah pemuda yang bertemu mereka di jalan. Dan guru bernama Glenn Radars (seiyuu: Saitou Souma) itu sama sekali tidak berperilaku seperti seorang guru. Dia terkesan seenaknya, menyuruh para murid belajar sendiri dan dia malah tidur di kelas. Hal ini membuat Sistine merasa kesal karena dia sebenarnya sangat menyukai sekolah dan belajar ilmu sihir agar dia bisa mengungkap rahasia di balik istana mengapung yang tampak berada di langit kerajaan Alzano.

Tidak hanya Sistine, salah seorang guru di sekolah itu pun mengajukan keberatan kepada kepala sekolah karena data diri Glenn menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menjadi seorang guru. Tetapi kepala sekolah mengatakan bahwa Glenn adalah orang yang direkomendasikan oleh Prof. Celica Arfonia (seiyuu: Kitamura Eri), salah satu penyihir terkuat di sana. Celica juga tidak memberikan alasan yang jelas kepada kepala sekolah mengapa dia memaksa Glen (yang sejak awal memang sebenarnya tidak berminat) untuk mengajar.

 

My thoughts?

Singkatnya judul anime ini bisa dipendekin jadi “ROKUAKA”. Berdasarkan kebiasaan, biasanya si guru ini ternyata sebenarnya adalah seorang magus yang sangat sakti dan kuat. Cuma pasti telah terjadi sesuatu di masa lalunya yang membuat dia menjadi seperti itu. Dan Celica pastinya adalah salah satu orang yang tau soal itu. Yah … boleh dibilang gue 1000% yakin lah kalo kayak gitu. Seperti apa masa lalunya ya itu yang harus ditonton kan? Soalnya kalo nggak, ya nggak mungkin juga dia jadi tokoh utama.  Dan Sistine di sini sih gue rasa posisinya adalah, sama seperti si Glenn jaman dulunya. Sangat berbakat dan sangat menyukai pelajaran ilmu sihir. Kalo soal rahasia floating castle-nya, nggak tau deh itu nanti perannya di mana.

Kalo Rumia, dia langsung familiar sama si pak guru. Sebenernya bahkan ketika pertama ketemu di jalanan, Glenn sepertinya sudah mengenali Rumia sebelumnya. Tapi ya lagi-lagi … baru dijelasin di episode-episode berikut pastinya. And no, gue nggak baca light novel aslinya, atau manga-nya so … murni anime. 

And umm … itu seragam sekolah gitu amat ya? Hahaha … sementara yang cowok, rapet. Oh Japan … 

 

LINKS

Standard
Anime

Oushitsu Kyoushi Haine

Heine Wittgenstein (seiyuu: Ueda Keisuke) adalah seorang profesor yang seringkali dikira anak kecil oleh orang-orang karena perawakannya. Suatu hari dia mendapat surat panggilan dari Raja Granzreich untuk datang ke istana dan menjadi tutor bagi ke-4 pangeran kerajaan. Raja Granzreich mempunyai 5 orang putra dan 1 orang putri, dia sudah mempersiapkan putra pertamanya untuk menjadi pengganti dirinya sebagai Raja. Raja meminta Heine untuk menjadi guru privat mereka dan mempersiapkan ke-4 adik putra mahkota agar menjadi pangeran yang bisa menggantikan putra mahkota (kakak tertua mereka) seandainya terjadi sesuatu pada dirinya.

Sesampainya di istana, Heine mendapat informasi bahwa guru-guru lain sebelum dirinya selalu tidak bisa bertahan lama di istana dan mengundurkan diri. Ketika dia diperkenalkan kepada ke-4 pangeran tersebut, Heine mulai bisa mengerti mengapa guru-guru sebelumnya semua tidak betah berada di istana. Ke-4 pangeran tersebut adalah Kai von Granzreich/pangeran ke-2 (seiyuu: Asato Yuuya), Bruno von Granzreich/pangeran ke-3 (seiyuu: Adachi Yuuto), Leonhard von Granzreich/pangeran ke-4 (seiyuu: Hirose Daisuke), dan Licht von Granzreich/pangeran ke-5 (seiyuu: Aoi Shota). Ke-4 nya mempunyai kepribadian yang berbeda dan semuanya menolak kehadiran Heine. Heine akhirnya menggunakan berbagai cara untuk bisa memenuhi tugasnya dan mendidik para pangeran tersebut sesuai dengan permintaan sang Raja.

 

My thoughts?

Hmm … anime dengan kebanyakan bishonen itu biasanya gue males ikutin.  Meskipun kayaknya ada intrik soal ‘perebutan tahta’ tapi gue nggak tau bakalan seru atau nggak. Ada unsur komedi dan drama juga di dalemnya kalo diliat-liat. Tapi ya itu tadi, too many bishonen. Hahaha. Tapi ya kalo buat yang demen liat cowok-cowok bersinar-sinar dan super kakkoii ya mungkin ini bakalan jadi tontonan bagus. Apalagi kalo yang demen liat karakternya diperankan sama orang beneran kayak di website nya. 

 

LINKS

Standard
Anime

Frame Arms Girl

Gennai Ao (seiyuu: Hikasa Yoko) adalah seorang anak perempuan yang hidup mandiri karena ayahnya bekerja di luar negeri dan ibunya pergi menemani sang ayah. Suatu hari dia mendapatkan sebuah paket yang berisi sebuah robot mini yang disebut dengan Frame Arms Girl. Ketika sedang mengamati ‘mainan’ itu, secara tidak sengaja Ao mengaktifkan robot mini tersebut dan robot itu menjadi ‘hidup’.

Robot mini itu memperkenalkan diri sebagai Gourai (seiyuu: Kaho Narumi) dan mengatakan bahwa dia adalah salah satu Frame Arms Girl, yaitu sebuah robot mini yang dilengkapi dengan Artificial Self (AS), semacam kecerdasan buatan yang membuat mereka bisa beradaptasi dan belajar mengenai perilaku manusia termasuk apa yang disebut ’emosi’. Gourai juga meminta tolong kepada Ao untuk melengkapi dirinya dengan ‘parts’, yaitu sejenis armor yang disertakan dalam box sekaligus bersama chargernya.

Keesokan harinya, ketika akan berangkat sekolah, Ao mendapatkan 2 buah paket lagi dan ternyata kedua paket baru itu juga berisi FA Girl, Stylet (seiyuu: Ayase Yu) dan Baselard (seiyuu: Nagae Rika). Bedanya adalah kedua FA Girl yang baru ini datang dalam kondisi sudah aktif. Stylet langsung menantang duel Gourai dan Baselard menjelaskan kepada Ao bahwa mereka berdua dikirim dari perusahaan pembuat FA Girl, Factory Advance, untuk menguji kemampuan Gourai. Ternyata dari banyak orang yang menerima seri Gourai, hanya Gourai milik Ao saja yang berhasil diaktifkan. Karena itulah kemudian Factory Advance mengirimkan FA Girl yang lain untuk menguji kemampuan Gourai dalam simulasi pertempuran dan merekam semua perkembangannya. Bahkan Factory Advance menyediakan dana sebagai kompensasi bagi Ao sebagai penguji coba.

 

My thoughts?

Hahaha, ya ini mah iklan dibikin jadi episode anime sebenernya. Iklannya Kotobukiya dan produk plastic model mereka. Bahkan sampai nippernya pun dijelaskan betapa hebatnya buatan mereka (agak diplesetin jadi ‘Kotobuki Nipper’, seri produknya yang asli dikasih nama: Godhand).  Tapi ya sah-sah aja sih, nggak ada larangan juga buat jualan produk.

Secara umum, tipe begini sebenernya masuk kategori moe gijinka kali ya? Atau mungkin ini masih bisa dikategorikan yang disebut sebagai mecha musume, di mana ceritanya ya itu, mecha (mesin) digabung sama musume (cewek/gadis) meskipun dalam hal ini sebenernya Gourai sendiri emang udah robot, sementara kalo musume dalam istilah aslinya lebih mengarah ke manusia, kayak Strike Witches atau Kancolle. Kalo mau lebih detail lagi soal mecha musume, bisa dibaca di sini. Gourai sendiri adalah produk pertama Kotobukiya untuk seri Frame Arms Girl, di mana tokohnya adalah cewek (Girl) yang pake armor senjata (Frame Arms). Kalo produk Frame Arms (aja, tanpa Girl) lain lagi bentuknya, pure armor dan senjata, gak keliatan orangnya.

Dan … waktu para FA Girl ini masuk ke ‘medan perang’ terus semua armor partsnya nempel, jadi keinget … The Centurions *tua banget*.

 

LINKS

Standard
Anime

Alice to Zouroku

Pada suatu malam, di sebuah komplek perusahaan farmasi yang besar, seorang anak perempuan yang mereka sebut sebagai “Red Queen” mencoba melarikan diri. Dalam kondisi yang lemah dia ditolong oleh seorang perempuan misterius yang sepertinya mempunyai kekuatan supranatural sama seperti orang yang sedang mengejarnya. Perempuan itu hanya berpesan kepada anak perempuan itu untuk menuju ke sebuah kota yang besar dan mengalahkan pengejarnya.

Kashimura Zouroku (seiyuu: Ootsuka Akio) adalah seorang kakek yang bekerja sebagai tukang bunga (florist). Suatu hari ketika dalam perjalanan pulang dari mengantarkan bunga pesanan seorang Yakuza, dia dimintai tolong oleh seorang penjaga toko langganannya untuk mengantar seorang anak perempuan yang sedang memandangi bento selama beberapa jam ke kantor polisi. Ketika Zouroku bertanya kepada anak kecil itu, tiba-tiba dia menghilang. Dan ketika Zouroku masuk mobilnya, ternyata anak perempuan itu sudah berada dalam dan pada saat yang bersamaan, sebuah bola besi yang digunakan untuk menghancurkan gedung mengarah ke mobil Zouroku.

Dengan kekuatan supranatural, anak perempuan itu bisa mengendalikan mobil Zouroku sehingga mereka terhindar dari bola penghancur yang ternyata dikendalikan oleh anak perempuan lain. Saudara kembar anak perempuan itu juga menyerang mereka dengan menggunakan panah yang juga mempunyai kekuatan misterius. Kejar mengejar terjadi di kota dan timbul kerusakan yang besar. Setelah mobil Zouroku menabrak tiang listrik, ketiga anak perempuan itu dimarahi oleh Zouroku dan mereka semua ditangkap polisi. Ketika diinterogasi,  anak perempuan yang bersama Zouroku mengatakan bahwa nama anak kembar itu adalah Asahi (seiyuu: Fujiwara Natsumi) dan adiknya, Yonaga (seiyuu: Kito Akari) sementara ketika ditanya mengenai dirinya, dia mendadak menghilang. Hal ini membuat polisi kebingungan dan ketika mereka akan menyelidiki lebih lanjut, semua penyelidikan, foto, lokasi kejadian, bahkan mobil Zouroku secara misterius kembali ke normal seperti tidak terjadi apa-apa.

Zouroku akhirnya bertemu kembali dengan anak perempuan misterius itu, dan dia pun menjelaskan bahwa dirinya bernama Sana (seiyuu: Ohwada Hitomi). Nama itu adalah nama yang diberikan oleh si kembar kepada dirinya. Dia sendiri tidak ingat apa-apa, yang dia ingat hanya bahwa dirinya bersama anak-anak lain yang seumuran, merupakan obyek penelitian oleh sekelompok ilmuwan dari sebuah perusahaan besar yang sangat berpengaruh. Mereka dijadikan penelitian karena kekuatan yang disebut “Dreams of Alice” yang memberikan anak-anak tersebut kemampuan untuk menciptakan sesuatu sesuai dengan imajinasi mereka, seperti misalnya Asahi bisa mewujudkan segala sesuatu yang mempunyai rantai, Yonaga bisa mewujudkan bentuk busur dan anak panah sesuai keinginan, dan diperlihatkan juga seorang anak lain yaitu Cleo (seiyuu: Uchida Shuu) yang mempunyai kekuatan untuk mewujudkan sesuatu melalui sketsa yang dia gambar (sepertinya kekuatan inilah yang digunakan untuk menghilangkan semua barang bukti tentang kejadian di kota). Sana meminta Zouroku untuk membantunya mengalahkan perusahaan tersebut dan membebaskan teman-temannya. Zouroku tidak menyatakan setuju untuk membantu Sana, tetapi dia mengatakan akan memberikan Sana tempat tinggal dan makan untuk sementara waktu.

 

My thoughts?

Hmm. Ini antara slice of life sama supranatural action kali ya? Sana dan anak-anak lainnya punya kekuatan supranatural dan dia diburu sama perusahaan yang ‘memiliki’ mereka. Sementara kayaknya ada lagi sekelompok pemakai kekuatan yang sama tapi dari sisi ‘lawan’ perusahaan itu. Lalu ada si kakek Zouroku di tengah-tengah perseteruan itu. Mungkin bisa jadi menarik sih, cuma gue nggak tau, tema slice of life kayaknya mau dimasukin juga di situ. Kalo diliat dari perlakuan Zouroku ke Sana, dan perusahaan yang bisa mengendalikan banyak sumber daya untuk nyari Sana, rasanya agak nggak nyambung ya. Kalo kayak Gokukoku no Brynhildr kan agak-agak brutal tuh musuhnya, ngelacak dan bunuh membunuh no problem. Kalo di Alice to Zouroku ini kok rasanya nggak ke arah model gitu. Dan agak aneh juga, sebelumnya mudah banget ngelacak Sana, tapi sama sekali nggak curiga sama Zouroku. Then again, mungkin ada alasan tersendiri untuk membiarkan Sana deket sama Zouroku? Who knows.

 

LINKS

Standard
Anime

Gin no Guardian

Pembukaan untuk musim semi dan nggak tau apa yang harus ditulis dari anime ini.  Coba kita lihat apa yang ada. Info dasarnya yang pertama, ini diambil dari manhwa yang mana gue nggak pernah baca, jadi ya strictly bicara anime. Kedua, ini ceritanya tentang ‘masuk’ ke dunia game (lagi). Ketiga, yang cowok ceritanya mencoba nolong yang cewek. Info lainnya … belum tau.  Tapi jangan khawatir. Episode pertama animenya … sama sekali nggak ngejelasin semua itu. 

Jadi apa yang ada di episode pertama? Itu lah yang membuat susah untuk dibahas karena bener-bener bicara dari sisi anime. Hahaha. Episode pertama bisa dibilang sama sekali nggak ada yang bisa diceritakan karena memang … apa yang mau dibahas dengan episode yang durasinya sekitar 13 menit (sudah termasuk opening dan ending masing-masing 1:30) ? 

Adegan dibuka dengan cewek-cewek lagi pada ngegosip di kos-kosan, eh, asrama Shinryou Academy tentang cerita hantu. Terus datanglah salah satu tokoh utama, Riku Rei (seiyuu: Saito Yuka), ngingetin kalo udah malem dan harus tidur. Okay, dari sini sepertinya bisa disimpulkan kalo si Rei ini top idol, dan penjelasan berikutnya juga ada sih bahwa dia adalah putri dari pemilik perusahaan besar, yang berkaitan dengan dunia perkomputeran dst. *hint* Ooh … jadi udah jelaslah ya ‘hubungannya’ dengan ‘masuk dunia game’ tadi. Obviously.

Terus mulai masuklah kita ke sudut pandang salah satu tokoh utama. Si Rei nya ngelamun di jendela sambil ngomong ke diri sendiri bahwa semua peace and quiet itu adalah berkat seseorang yang selalu menjaga mereka tapi mereka nggak bisa melihat dan nggak ada yang tau melindungi mereka dari apa, cuma dia aja yang tau. Yes. Cuma dia doang yang tau. Yang nonton aja nggak tau.  Terus dia ngeliat sepintas bayangan cowok yang ditemenin kucing dadah dadah di halaman asrama itu. Waw … penjelasan yang sederhana. 

Adegan pindah ke … dimensi lain? Oh waiiiit. Lupa! Ini pasti di dalam game-nya kan? Iya kan? Eh … sebenernya yang bilang kalo ini dunia game juga nggak ada sih, wong tadi si Rei nggak bilang apa-apa soal dunia game. Itu hasil dibisikin ama mbah Gugel.  Anyway, ada seorang cowok di situ, ditemenin kucingnya yang setia, berdiri di sebuah bangunan seperti piramida. Di bawah, keliatan lautan undead mengepung piramida. Dan si cowok cool  (iya dong, kan tokoh utama, dan tenang menghadapi gerombolan undead sekecamatan), Seigin (seiyuu: Fukuyama Jun … ) yang ceritanya mempertahankan bangunan itu, segera membabat mereka semua sendirian dengan syal yang melambai-lambai ditemani Wanchoi, kucing saktinya, dengan jurus nempel-erat-di-pundak-tanpa-jatuh. Dan untuk mengalahkan gerombolan itu, Seigin pun mengeluarkan jurus andalannya, Unlimited Blade Tombstone Works! eh … bukan. Hahaha.

Nah, sampai sini, gue mulai berpikir, ini mungkin adalah flashback. Kan tadi si Rei lagi ngelamun di jendela berpikir bahwa semua ketenangan yang ada di sekitar mereka saat itu adalah berkat perjuangan lone ranger yang cuma diketahui sama dia. Terus diceritakan ada si Seigin lagi bertempur lawan undead. Jadi gue pikir, oh okay, jadi ini pertempuran yang membuat situasi di dunia Rei jadi aman. Eh, tunggu … kenapa pertempuran di dunia lain bisa membuat aman di dunia Rei? Oh iya, belum dijelasin.  Mungkin di episode berikutnya. *optimis*.

Balik ke flashback tadi, setelah dipikir-pikir lagi, adegan pertempuran itu bukan flashback kayaknya. Soalnya di tengah ada lagi flashback ke satu tahun sebelum cerita yang tadi. Atau … flashback di dalam flashback? Dibuka dengan game Western Bar (hahaha … browse around and you’ll know what I mean ). Ceritanya satu tahun yang lalu, si Seigin yang gamers itu lagi di-bully sama anak-anak lain di sebuah kolam renang. Wanchoi yang lagi main di pinggir kolam, dilempar ke tengah sama salah satu anak. Seigin yang nggak bisa berenang, secara spontan langsung lompat untuk menolong Wanchoi. Alhasil ya tenggelam, dan ketika sadar ada seorang bishonen di situ yang nungguin dia. Tapi ternyata bukan si bishonen itu (yang dalam flashback lainnya lagi, sedang digelayutin cewek) yang nolong Seigin melainkan si Rei, cuma ya Seigin setengah sadar setengah nggak sih pas ditulung. Biasa lah.

And that’s it. That’s the first episode.

 

My thoughts?

Lha ya yang di atas itu semua my thoughts. Gue nggak tau mesti nulis apa tentang episode 1, karena terlalu sibuk mencoba memahami alur cerita dan apa yang ingin disampaikan dalam trailer … eh, episode pertamanya. Pada dasarnya, gue rasa memang sulit untuk mencoba menjelaskan alur, pengenalan karakter, konflik, dll dalam 13 menit (10 menit cerita, 3 menit op-ed). Dan nggak tau kenapa kok dibuat seperti itu. Kalo model 4-koma yang komedi-komedi singkat gitu udah umum, tapi kalo yang full story, yang gue tau ya baru ini.

Terus terang agak berbeda dari pemikiran awal waktu liat PV nya yang ini.

Di sisi lain, seiyuu-nya si FukuJun. Hahaha, gue biasanya suka karakter dia kalo ketawa evil, kayak pas Lelouch atau Ryner. Especially waktu Ryner. Atau pas jadi pervert di MM! Dan informasinya, Mizuki Nana juga akan ikutan ngisi anime ini. Hmm. Big names. Harusnya sih bermakna ya. Cuma lama-lama agak worn out juga sih tema ini, udah ada the ever popular SAO, Log Horizon, Overlord, dan mungkin masih banyak lagi.

Tambahan sedikit, nama di versi manhwa nya adalah Lu Lian (Riku Rei) dan Lu Shuiyin (Riku Seigin). Satu marga? Kalo menurut hasil guglingan, Rei adalah anak angkat (iya, yang cewek) keluarga Seigin, but please, CMIIW.

 

LINKS

Standard
Anime

Youjo Senki

Pada era 1910-an ada sebuah kerajaan yang disebut Empire dan kerajaan ini mempunyai kemajuan teknologi dan militer yang cukup pesat, tetapi meskipun demikian, lambat laun kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya pun semakin lama semakin kuat. Pada awalnya, Empire menerapkan apa yang mereka sebut sebagai Plan 315, di mana pihak militer menempatkan basis-basis militer kecil di sepanjang perbatasan sementara kekuatan utama militer bersifat mobile dan bergerak menuju masing-masing basis sesuai kebutuhan. Dengan makin kuatnya kerajaan-kerajaan lain, strategi ini mulai mengalami kesulitan untuk diterapkan dan Empire mengalami kesulitan mempertahankan wilayahnya.

Di daerah perbatasan yang bernama Rhine, pasukan Empire mulai terdesak mundur. Ketika mereka sedang dalam kondisi yang parah, datang pasukan mage yang dikirim untuk membantu mereka menarik mundur pasukan. Pasukan mage tersebut dipimpin oleh seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Tanya Degurechaff (seiyuu: Yuki Aoi). Tanya adalah seorang mage berpangkat letnan dua dengan kekuatan sihir yang mampu meledakkan pasukan artileri musuh dan memukul mundur pasukan mereka sementara pasukan Empire mundur ke garis belakang. Meskipun masih sangat muda, tetapi Tanya menunjukkan sikap yang sangat dingin kepada anak buahnya dan cenderung tampak kejam. Kekuatan dan sifatnya itu membuat dirinya dijuluki sebagai Rhine no Akuma (the Devil of Rhine).

Kejadian yang sesungguhnya adalah, pada tahun 2013 ada seorang pegawai kantoran yang hidup di Jepang. Dia adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan dan lebih memilih untuk menyebut Tuhan sebagai ‘Being X’. Sebagai hukumannya, Tuhan kemudian me-reinkarnasi pria itu ke sebuah dunia yang menyerupai Eropa pada era 1910-an sebagai Tanya, seorang anak 9 tahun yang mempunyai kekuatan magis. Dia ‘dihukum’ dan ‘diharuskan’ untuk meninggal secara wajar dan jika tetap tidak percaya kepada Tuhan, maka dia akan dimasukkan ke neraka. Untuk menyelamatkan dirinya dari hal tersebut, Tanya kemudian berusaha keras untuk mencapai posisi yang tinggi sehingga dia tidak perlu maju dan tewas di medan perang.

 

My thoughts?

War. Magic/witchcraft. Europe. “Germany”. 1910-ish. Okay … gue pernah baca kalo salah seorang pelaku sejarah pada jaman tahun segitu ada yang sangat percaya pada hal-hal yang bersifat legenda/mistis/supranatural. Dan setelah season lalu nonton Izetta, sekarang muncul lagi dengan latar belakang era yang sama. Nggak, nggak ngebandingin kok. Basic ceritanya juga beda, cuma kebetulan ada beberapa tema yang mirip.

Nonton episode pertama pasti belum ada info soal paragraf terakhir di atas, dan kenapa tetep ditulis juga, karena pada saat ini ditulis udah episode 4 dan penjelasan soal salaryman itu adanya di episode 2. Agak bersyukur juga nggak nulis dari awal, soalnya agak ribet ngejelasinnya di awal kalo sebenernya Tanya itu adalah reinkarnasi dari orang Jepang yang hidup di tahun 2000-an (2013). Kenapa ke era PD I? Nggak tau juga. Mungkin untuk dikaitkan ama seorang tokoh yang mirip-mirip sama pelaku sejarah yang tadi disebut? Atau mungkin kalo dijamankan sekarang, susah menggambarkan perangnya, udah pada pake tombol jadi kemunculan mage nggak ada tempatnya lagi. 

Intinya, Tanya harus bisa menyelamatkan dirinya, tetapi di dunia yang sedang dilanda peperangan itu, ya udah pasti nggak mudah. Ditambah lagi, ‘campur tangan’ Tuhan membuat Tanya yang tadinya berharap bisa mundur dari medan perang setelah terluka harus kecewa. Dia ternyata harus kembali lagi ke medan perang karena jewel type 95, batu sihir yang tadinya dianggap tidak stabil, berkat ‘campur tangan’ Tuhan menjadi stabil dan hanya bisa digunakan oleh Tanya, jadi ya oleh pihak militer dia dikaryakan lagi.

Mungkin di sini ceritanya ingin menunjukkan bahwa si salaryman (sebagai Tanya) itu akan menggunakan cara-cara yang keliatannya ‘kejam’ dan tidak berperasaan demi mencapai apa yang dia inginkan. Dan itu sebenernya menggambarkan apa yang terjadi bahkan di masa sekarang, di mana banyak orang mau dan mampu melakukan apapun untuk kepentingannya sendiri … karena ya si salaryman ini bahkan ngejorokin supervisor nya ke depan kereta yang sedang melaju  (School Days anyone?) … Hmm … definitely not your typical salaryman, right? 

 

LINKS

Standard
Anime

ACCA: 13-ku Kansatsu-ka

Dowa adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari 13 negara bagian. Sekitar 100 tahun yang lalu pernah terjadi kudeta dan akhirnya setelah sebuah perjanjian perdamaian, dibentuklah ACCA, sebuah organisasi yang membawahi semua negara bagian tersebut dan bertugas menjaga perdamaian dan ketertiban di seluruh kerajaan. ACCA mempunyai beberapa cabang organisasi dan salah satu diantaranya adalah Departemen Pengawasan (Inspection Agency) yang tugasnya adalah mengawasi dan mengaudit para personil dalam organisasi-organisasi di bawah ACCA dan mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan yang dilakukan oleh para personilnya.

Jean Otus (seiyuu: Shimono Hiro) adalah salah satu anggota Departemen Pengawasan ACCA dan merupakan wakil ketua dalam organisasi itu. Jean tinggal bersama dengan adiknya, Lotta Otus (seiyuu: Yuuki Aoi) di sebuah apartemen mewah di mana adiknya adalah pengurus gedung apartemen. Dia adalah seorang pemuda yang selalu tampak seperti orang yang tidak peduli, suka merokok (tembakau adalah salah satu komoditas yang dianggap mewah di Dowa, jadi tidak semua orang bisa menikmati), tetapi sebenarnya dia sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya.

Suatu hari Departemen Pengawasan mendapat kabar bahwa 5 orang pejabat tertinggi ACCA yang dipimpin oleh Grossular (seiyuu: Suwabe Junichi) memutuskan untuk menutup Departemen Pengawasan karena dianggap bahwa kondisi kerajaan saat ini berada dalam situasi yang damai dan tertib sehingga tidak perlu lagi diadakan pengawasan rutin. Pada saat yang bersamaan, sebagai ‘tugas terakhir’, Jean membongkar pelanggaran yang dilakukan oleh personil ACCA di salah satu kantor cabang Departemen Pengawasan sendiri.

Setelah kasus tersebut terbongkar, tiba-tiba diputuskan bahwa Departemen Pengawasan tidak jadi dibubarkan dan dilanjutkan kembali tetapi Jean mendapat tugas yang lebih berat. Ketika Jean sedang menjalankan tugasnya, dia melihat bahwa salah satu pejabat ACCA, Mauve (seiyuu: Tanaka Atsuko) juga sedang melakukan inspeksi mendadak. Sementara itu, di kota tempat tinggal Jean sedang marak kasus pembakaran yang misterius dan Jean sendiri merasa dirinya selalu diawasi oleh seseorang.

Grossular menyatakan kepada ke-4 pimpinan yang lain bahwa perubahan-perubahan yang terjadi saat ini memang sudah diawasi sebelumnya dan dia mengatakan bahwa dia telah mendapat informasi yang menyatakan bahwa saat ini sedang ada rencana kudeta lagi dan bahwa Jean Otus merupakan salah satu orang yang dicurigai mendalangi rencana kudeta tersebut.

 

My thoughts?

Kayaknya seru nih.  Most likely gue ngikutin, karena gue biasanya suka yang model beginian, apalagi kalo dibumbui pake plot conspiracy theory hehehe. Dan pace-nya agak cepet juga sih, kayak misalnya baru episode awal udah dikasih teaser berupa siluet orang yang akan diutus oleh Top 5 untuk ‘memata-matai’ Jean. 

Mungkin sengaja dibikin cepet karena akan dibikin cuma 13-an episode aja kali ya? … tapi kalo eksekusinya bagus dan nggak terburu-buru, why not? 

 

LINKS

Standard