Anime

Fuuka

Haruna Yuu (seiyuu: Kobayashi Yuusuke) adalah seorang anak laki-laki yang ‘kecanduan’ Twitter. Dia menghabiskan kebanyakan waktunya membaca dan membuat cuitan di media sosial tersebut melalui ponsel-nya sehingga kadang-kadang tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Sebagai akibatnya, suatu hari secara tidak sengaja dia bertabrakan dengan seorang anak perempuan bernama Akitsuki Fuuka (seiyuu: Lynn). Fuuka mengira bahwa Yuu dengan sengaja menggunakan ponselnya untuk memotret pakaian dalam Fuuka dan segera merebut kemudian membanting ponsel Yuu.

Yuu baru saja pindah ke Tokyo dan tinggal bersama kedua kakak dan satu orang adik yang semuanya adalah perempuan. Dia pindah ke Tokyo karena kedua orang tua mereka pergi ke luar negeri sehingga akhirnya diputuskan bahwa Yuu dan adiknya yang selama ini tinggal bersama kedua orang tua, pindah untuk tinggal bersama kedua kakaknya yang sudah tinggal di Tokyo sebelumnya.

Di sekolah yang baru, Yuu ternyata ditempatkan di kelas yang sama dengan Fuuka. Meskipun awalnya terasa canggung, tetapi akhirnya kesalahpahaman mereka mulai bisa terselesaikan. Dan Yuu pun terheran-heran ketika mengetahui bahwa Fuuka adalah seorang anak yang tidak mempunyai ponsel karena dia lebih menyukai ‘komunikasi langsung’ dan lebih suka mendengarkan musik dari CD. Suatu hari, Yuu mendapatkan tiket nonton dari kakaknya dan ketika dia sedang bingung akan mengajak siapa, Fuuka yang kebetulan mengetahui hal itu, mengajak Yuu untuk nonton dengannya karena dia sangat mengidolakan penyanyi yang mengisi lagu soundtrack film tersebut.

Fuuka tidak tahu bahwa penyanyi yang dia idolakan itu sebenarnya adalah Hinashi Koyuki (seiyuu: Hayami Saori), teman masa kecil Yuu …

 

My thoughts?

Buat para penggemar romance-drama, gue rasa sih ini bisa direkomendasikan untuk ditonton. Not exactly my forte though. Buat yang udah baca manga-nya pasti udah tau ceritanya ke depan kayak apa. Atau buat yang penasaran, bisa coba browsing untuk dapetin spoiler-nya.  It’s your choice, really.

 

LINKS

Standard
Anime

Demi-chan wa Kataritai

Diceritakan bahwa manusia sudah mulai menerima keberadaan “ajin” atau demi-human. Mereka sudah mulai mencoba untuk hidup berdampingan dengan mahluk yang selama ini ada dalam mitos atau legenda seperti vampire, dullahanyuki-onnasuccubus, dll.

Takahashi Tetsuo (seiyuu: Suwabe Junichi) adalah seorang guru biologi di sebuah SMU. Dia sangat tertarik dengan keberadaan ajin dan ingin mempelajari kehidupan ajin lebih jauh. Untuk itu dia sangat berharap untuk mendapat kesempatan mewawancarai salah satu dari ajin yang ada dalam masyarakat. Tetapi sampai saat ini keinginannya itu belum bisa tercapai sampai pada suatu hari di sekolah tempat dia bekerja ada seorang guru wanita baru yang bernama Sato Sakie (seiyuu: Hikasa Yoko) yang ternyata adalah seorang succubus. Karena Sakie adalah succubus dan Tetsuo adalah seorang manusia laki-laki biasa, Sakie berusaha untuk sangat menjaga jarak dengan Tetsuo (succubus adalah penggoda manusia laki-laki, kebalikan dari incubus).

Sementara itu, Tetsuo bertemu dengan salah satu murid perempuan baru di sekolah tersebut yang bernama Takanashi Hikari (seiyuu: Hondo Kaede) yang ternyata adalah seorang vampire. Hikari meminta tolong kepada Tetsuo untuk membantu teman sekelasnya yang tiba-tiba lemah untuk dibawa ke ruang UKS. Tetsuo terkejut ketika melihat bahwa teman sekelas yang dimaksud Hikari adalah tubuh tanpa kepala dari seorang anak perempuan bernama Machi Kyoko (seiyuu: Shinoda Minami). Kyoko adalah seorang dullahan yang pemalu karena banyak orang yang merasa canggung untuk bergaul dengan dirinya. Hikari adalah salah satu orang yang membuat Kyoko merasa senang karena Hikari tidak merasa canggung ketika bersama Kyoko.

Sebagai seorang vampire, Hikari selalu merasa tidak nyaman berada di tempat yang panas atau terekspos sinar matahari terlalu banyak, itu sebabnya dia senang sekali ketika mengetahui bahwa Tetsuo ingin sekali mewawancara ajin. Hikari menawarkan diri secara sukarela untuk menjadi orang yang diwawancara oleh Tetsuo dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Tetsuo seputar kehidupannya sebagai seorang vampire. Dia mengatakan bahwa istilah ajin sudah tidak populer lagi dan lebih suka disebut sebagai demi-chan. Selain Hikari, Kyoko pun kemudian menyatakan bersedia untuk menjadi salah satu nara sumber untuk memenuhi keingintahuan Tetsuo seputar kehidupan ajin atau demi-human.

 

My thoughts?

Hmm … slice of life yang kayaknya sederhana aja sih. Gue belum bisa melihat plot nya mau ke arah apa. Mungkin ya cuma school life, dengan permasalahan remaja pada umumnya tapi dengan ‘bumbu’ tambahan bahwa remaja-nya bukan remaja biasa tapi demi-human.

Nggak terlalu tertarik sih sebenernya. Mungkin gue pass aja dulu.

 

LINKS

Standard
Anime

Masamune-kun no Revenge

Saat masih kecil, Makabe Masamune (seiyuu: Hanae Natsuki) mengalami trauma psikologis ketika gadis yang dia sukai menyebut dirinya sebagai “tonsoku” (pig’s foot). Gadis kaya itu bagi Masamune adalah orang yang telah menyelamatkan dirinya dari gangguan anak-anak lain meskipun sebenarnya tidak terlalu jelas apakah memang benar anak gadis itu datang karena ingin menolong Masamune atau hanya sekedar merasa terganggu oleh keributan yang terjadi di depan rumahnya. Sebagai akibatnya, Masamune kemudian berjanji kepada dirinya sendiri untuk mengubah segala sesuatu tentang dirinya baik secara fisik maupun mental. Dia pun kemudian mulai membentuk fisiknya secara ekstrim dan juga meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga ketika memasuki usia SMU dia telah menjadi seorang anak laki-laki yang mempunyai tubuh atletis, pandai dan agak narsis.

Di sekolahnya yang baru, Masamune dengan mudah menjadi idola para gadis dan dia pun sengaja berakting cool untuk mendapatkan perhatian yang menurutnya dulu tidak akan pernah dia dapatkan seandainya dia tetap menjadi anak yang gendut dan tidak populer. Suatu hari ketika dia sedang menuju sekolah, dia melihat para siswa berkerumun di depan gerbang karena melihat kakak kelas mereka sedang berusaha menyatakan cintanya kepada gadis paling populer di sekolah mereka yang diberi julukan “Brutal Princess“. Gadis itu mendapat julukan kejam karena dia selalu menolak setiap anak laki-laki yang menyatakan cintanya dan tidak segan-segan untuk mencela si anak laki-laki serta memberi mereka nama julukan yang memalukan. Hal yang sama pun terjadi kepada teman sekelas Masamune, yang terang-terangan dihina oleh si gadis di depan kelas.

Masamune bertanya kepada teman sekelasnya siapa sebenarnya anak gadis itu dan terkejut ketika temannya mengatakan bahwa dia adalah Adagaki Aki (seiyuu: Ohashi Ayaka), gadis cantik putri keluarga Adagaki yang kaya raya dan … anak yang dulu pernah menyakiti hati Masamune saat dia masih kecil dan gendut. Setelah mengetahui hal itu, Masamune pun kemudian menetapkan bahwa dia akan menggunakan semua kemampuannya untuk membuat Aki jatuh cinta kepadanya kemudian akan mencampakkannya sebagai balas dendam atas apa yang telah dilakukan Aki kepadanya di masa kecil. Untuk melaksanakan niatnya itu, Masamune kemudian melakukan pendekatan dan menyelidiki semua sifat dan kebiasaan Aki di sekolah.

 

My thoughts?

Belum sempet searching mendalam di internet, mungkin nanti.  Kalo udah baca manga-nya (belum pun bisa juga sih, kayak ginian kan obvious banget) biasanya udah pada tau arah-arah rencana balas dendamnya nanti bakalan ke mana dan gue rasa sih udah banyak spoilernya di internet, termasuk bahwa sebenernya bukan Aki yang menghina Masamune dan nanti bakalan ada rival buat Masamune dalam memperebutkan Aki.

Yah… kalo dipersentasi nonton apa nggak, mungkin 70-30% lah. Tapi kalo sekitaran Desember lalu browsing, kayaknya sih ini salah satu anime yang ditunggu-tunggu ya? Let’s see how good the plot twist goes

 

LINKS

Standard
Anime

Akiba’s Trip The Animation

Denkigai Tamotsu (seiyuu: Ishiya Haruki) adalah seorang remaja yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan dunia anime dan manga. Suatu hari ketika sedang menemani adiknya, Denkigai Niwaka (seiyuu: Kouno Marika) di distrik Akihabara, mereka melihat seorang gadis berambut merah jatuh dari ketinggian dan ketika sampai di bawah, dia langsung diserang oleh sekelompok orang. Mereka kemudian bertarung dan anak perempuan berambut merah itu merenggut pakaian pemimpin gerombolan tersebut untuk mengalahkannya.

Tamotsu dan adiknya kemudian membahas mengenai kejadian itu dan Niwaka mengatakan bahwa ada kemungkinan kejadian tadi bukan merupakan suatu rekayasa. Dia menceritakan kepada Tamotsu mengenai rumor yang beredar di seputaran Akihabara mengenai adanya “Bugged Ones” (dalam game aslinya disebut sebagai Synthister, dan kayaknya enakan disebut ini daripada diterjemahin ke bugged ones ). Dikabarkan bahwa belakangan ini di Akihabara terjadi fenomena yang aneh di mana banyak orang yang dipengaruhi sebuah kekuatan misterius yang membuat mereka menjadi manusia super, tetapi kemudian menjadi berperilaku ganas. Para synthister ini kemudian menyerang orang-orang lain dan membuat korbannya menjadi seperti mereka (mirip-mirip cara kerja vampire dan zombie).

Ketika Tamotsu sedang mencari figur tokoh kesukaannya, dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis asing yang juga menginginkan figur yang sama. Anehnya, ketika sedang berebut figur itu, Tamotsu merasakan bahwa gadis ber-cosplay sebagai maid itu mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa. Gadis berambut pirang itu berbicara dengan bahasa Jepang tetapi dengan aksen kebarat-baratan, dan karena Tamotsu ingin mendapatkan figur yang mereka perebutkan, dia akhirnya memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa gadis yang bernama Arisa Ahokainen (seiyuu: Nagaku Yuki) merupakan teman sesama penggemar figur. Tiba-tiba gadis berambut merah yang dilihat Tamotsu sebelumnya muncul dan menyerang Arisa karena dia mencurigai Arisa sebagai salah satu dari synthister (karena kekuatan fisik Arisa).

Setelah mereka berdua keluar dari situ, Tamotsu mendengar kabar bahwa kafe tempat adiknya berada sedang mengalami musibah. Dia pun bergegas menuju kafe tersebut dan di dalamnya dia diserang oleh sekelompok synthister. Saat terdesak, gadis berambut merah datang dan menolongnya disusul dengan Arisa. Tamotsu kemudian menitipkan Niwaka yang sedang tidak sadarkan diri kepada Arisa sementara dia sendiri pergi untuk menolong gadis berambut merah. Di atap gedung kafe itu, gadis berambut merah sedang dikeroyok oleh synthister yang menyebut dirinya sebagai pengkhianat, dan ketika mereka akan membunuhnya, Tamotsu secara reflek melindungi gadis itu sehingga dia tertusuk potongan kayu di bagian dadanya.

Untuk menyelamatkan nyawa Tamotsu, gadis itu kemudian menggunakan kekuatannya sehingga Tamotsu pun akhirnya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama dengan dirinya. Bahkan Tamotsu pun secara tidak sadar langsung mengetahui bahwa untuk mengalahkan musuh-musuhnya, dia harus merenggut pakaian mereka karena tubuh yang terekspos merupakan kelemahan mereka. Ketika pakaian mereka terlepas, maka hawa kegelapan yang ada dalam tubuh mereka akan keluar dan mereka akan kembali menjadi manusia biasa. Setelah berhasil mengalahkan para penyerangnya, gadis itu memperkenalkan dirinya kepada Tamotsu sebagai Mayonaka Matome (seiyuu: Takahashi Rie) dan dia mengatakan bahwa mulai sekarang, mereka berdua harus bekerja sama untuk menghadapi para synthister yang mengancam Akihabara.

 

My thoughts?

Gue main sih game-nya Akiba’s Trip ini.  Weird. I know. Hahaha. Sebenernya sih lucu juga pas dijadiin anime, dan ecchi juga sih. You’ll find lots of underwear shot bahkan sampe di strip abis ama Tamotsu. Dan kok ya kebetulan banget (yea rite…) di animenya yang kena strip kebanyakan cewek. 

Agak beda dikit sih sebenernya di bagian awal. Kalo di gamenya kan si tokoh utama diculik untuk dijadikan salah satu synthister tapi terus ditolong ama si tokoh cewek, dan dalam proses mereka melarikan diri, si tokoh utama terluka parah karena ngelindungin si cewek. Selanjutnya ya sama, dia ditolong oleh si cewek dengan menggunakan kekuatannya, jadilah si cowok punya power kayak dia, dst.

Yaah, kalo buat lucu-lucuan sama ecchi-ecchian ya bisa lah ditonton, toh gue pernah main gamenya juga hahaha. Satu lagi yang agak lucu… Namanya Arisa… Ahokainen … 

 

LINKS

Standard
Anime

Fate/Grand Order: First Order

Anime pertama yang ditonton di tahun 2017, dan nggak nanggung-nanggung, langsung nonton dengan durasi 1 jam lebih. Soalnya memang sebagai introduksi untuk franchise Fate yang terbaru, yang satu ceritanya ini gabungan dari 3 episode sekaligus. Dan ya memang cuma satu ini aja, belum tau juga apakah ada serial TV nya atau nggak.

Ceritanya diawali dengan pertemuan seorang anak perempuan bernama Mash Kyrielight (seiyuu: Takahashi Rie) yang sedang melamun di jendela sebuah laboratorium dengan Fujimaru Ritsuka (seiyuu: Shimazaki Nobunaga) yang pingsan di salah satu lorong laboratorium itu. Ritsuka adalah salah satu dari 48 orang (dia #48) yang direkrut oleh Chaldea, sebuah organisasi penelitian yang mempelajari dan menggabungkan ilmu pengetahuan dengan ilmu magis untuk menjamin kelangsungan hidup manusia. Ritsuka yang baru bergabung, tidak mengetahui latar belakang Chaldea sehingga akhirnya Mash lah yang berusaha menjelaskan kepada Ritsuka bahwa berkat usaha Chaldea, dikatakan kelangsungan hidup umat manusia bisa dipertahankan sampai 100 tahun yang akan datang. Namun tiba-tiba pada tahun 2015, telah terjadi sesuatu yang membuat semua perkiraan tersebut berubah menjadi kemusnahan manusia pada tahun 2017. Ketika mereka sedang membicarakan hal itu, mereka dihampiri oleh Lev Lainur (Flauros) (seiyuu: Sugita Tomokazu) yang mengajak Mash dan Ritsuka untuk mengikuti briefing mengenai anomali yang diduga menjadi penyebab kehancuran tersebut.

Penyebab perubahan tersebut diperkirakan merupakan akibat dari sebuah fenomena aneh yang diperkirakan terjadi di Fuyuki City pada tahun 2004 (untuk yang nggak tau, Fuyuki City 2004 adalah timeline kejadian Holy Grail dalam Fate Stay/Night, cikal bakal franchise Fate ) yang kemudian disebut sebagai Spatial Singularity F. Untuk mengatasi hal inilah maka Chaldea di bawah pimpinan Olgamally Animusphere (seiyuu: Yonezawa Madoka) kemudian mengumpulkan 48 orang yang merupakan kandidat Master dan dengan menggunakan teknologi time-travel yang mereka sebut sebagai rayshifting di mana mereka akan mengirimkan para kandidat dalam 2 tim untuk mencoba menghentikan keanehan yang terjadi. Ritsuka yang tertidur saat Olga sedang berbicara, akhirnya diusir keluar sehingga dia tidak diijinkan mengikuti misi pertama ini. Setelah diantar oleh Mash ke kamarnya, Ritsuka terkejut karena di dalam kamarnya ternyata ada seorang dokter yang sedang memakan kue. Dia adalah Romani Archaman (seiyuu: Suzumura Kenichi), dokter yang bertugas di Chaldea.

Ketika mereka berdua sedang mengobrol, tiba-tiba Lev memanggil Romani untuk segera ke ruang kontrol. Romani yang menanggapi dengan santai tidak segera bergegas menuju ruang kontrol, dan ketika dia hendak menuju ke sana, tiba-tiba gedung tersebut berguncang. Romani mengatakan bahwa hal itu bukan gempa bumi tetapi sebuah ledakan, dan segera berlari bersama Ritsuka menuju ruang kontrol yang ternyata telah hancur akibat adanya ledakan bom. Akibatnya, ke-47 kandidat Master terluka parah dan sistem rayshifting tetap berjalan tanpa bisa dihentikan. Romani segera berusaha mencari cara menghentikan hal tersebut dan meminta Ritsuka untuk menyelamatkan diri, tetapi Ritsuka justru malah menuju area rayshift karena dia ingin mencari dan menolong Mash.

Ritsuka menemukan Mash yang terluka parah akibat tertimpa puing, dia berusaha mengangkat puing tersebut tetapi tidak kuat sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menemani Mash yang terluka parah karena pintu ruang rayshift sudah menutup secara otomatis. Ternyata akibat rayshift tetap berjalan, Ritsuka terbangun di sebuah kota yang sudah hancur, dan ketika dia melihat ke langit, dia melihat kilatan cahaya merah yang menuju ke arah dirinya. Sebelum dia sempat menghindar, tiba-tiba Mash muncul di hadapannya membawa sebuah perisai besar dan melindungi Ritsuka. Mash pun sudah berubah penampilannya karena dia sudah menjadi seorang Demi-Servant, yaitu seorang manusia yang memang sengaja direkayasa agar bisa ‘bergabung’ dengan Servant dengan tujuan agar bisa lebih mengendalikan kekuatan Servant. Dan ternyata Ritsuka sendiri secara tidak sadar telah membuat ikatan Master-Servant dengan Mash. Tetapi karena mereka berdua sebelumnya terjebak dalam rayshifting yang terjadi tanpa kendali, Mash tidak mengetahui siapa spirit Servant yang sudah bergabung dengan dirinya, jadi dia tidak mengetahui Noble Phantasm yang dimiliki oleh Servant yang asli.

Ritsuka dan Mash kemudian bertemu dengan Olga yang ternyata juga berada di tempat itu dan sedang dikejar oleh segerombolan tengkorak milik Assassin. Mereka kemudian berhasil dikontak oleh Romani yang telah mengambil alih pimpinan di Chaldea karena dia adalah pemegang jabatan tertinggi di organisasi itu pada saat ini. Romani berusaha mengembalikan sistem di Chaldea agar berfungsi normal dan membantu mereka bertiga di Fuyuki City. Ketika sedang menyelidiki situasi, mereka dihadang oleh Dark Lancer yang berusaha mengalahkan Mash yang merupakan Servant. Ketika sedang terdesak, tiba-tiba datang Caster yang membantu dan mengalahkan Dark Lancer. Caster menawarkan bantuan kepada mereka karena dia juga ingin menghentikan kekacauan yang terjadi di Fuyuki City. Menurut Caster, semua Servant yang lain sudah dikalahkan oleh Dark Saber dan untuk mengembalikan situasi seperti semula, mereka harus bisa mengalahkan Dark Saber karena dalam kejadian yang sesungguhnya, seharusnya Saber yang memenangkan Holy Grail War.

Akhirnya dengan bantuan Caster, mereka berhasil mencapai tempat Dark Saber dan ketika Mash mulai terdesak oleh serangan Saber, Ritsuka berhasil membantu Mash untuk mengaktifkan Noble Phantasm-nya meskipun dia masih tetap belum mengetahui nama dari perisai tersebut. Setelah berhasil menghentikan Saber, Caster datang kemudian mengalahkan Dark Saber. Sebagai akibatnya, mereka berdua pun menghilang karena dengan kalahnya Saber, maka anomali di Fuyuki City bisa dihentikan. Sebelum menghilang, Dark Saber sempat mengatakan sesuatu tentang Grand Order yang membuat Olga terkejut karena ternyata Dark Saber mengetahui hal tersebut. Pada saat mereka mengira misi sudah selesai, ternyata Lev muncul dan hal itu membuat Olga senang karena dia selalu merasa bisa mengandalkan Lev.

Tetapi ternyata Lev adalah orang yang menjadi penyebab ledakan di Chaldea. Dia lah yang memasang bom untuk meledakkan Chaldea dan sebagai akibatnya, jasad Olga yang sebenarnya sudah hancur, sehingga jika dia melakukan rayshift kembali ke Chaldea maka dia akan menghilang. Lev juga mengatakan bahwa Olga adalah keturunan Animusphere tetapi dia tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Master dan Lev kemudian menggunakan kekuatan Holy Grail untuk melintasi ruang dan waktu sehingga mereka bisa langsung terhubung dengan Chaldea, dan di situ inti Chaldea telah berubah menjadi seperti bola api dan Lev memasukkan Olga ke dalamnya dan mengatakan bahwa dia akan mengalami ‘kematian abadi’ kemudian meninggalkan Ritsuka dan Mash.

Ritsuka dan Mash akhirnya berhasil ditarik kembali oleh Romani dan mereka berdua sebagai satu-satunya pasangan Master-Servant yang ada, diminta untuk menjalankan sebuah misi yang disebut Grand Order, di mana mereka harus menjelajah ruang dan waktu untuk mengembalikan sejarah ke arah yang seharusnya. Hal ini berarti mereka akan bertemu dengan Master-Servant dari berbagai timeline dan mereka harus bertarung untuk menyelesaikan misi mereka.

 

My thoughts?

Berhubung gue nggak main game-nya, jadi ya agak ribet juga mau nyeritain. Dan semua franchise Fate itu memang lebih enak dipahami kalo main gamenya atau nonton dalam versi yang lengkap dari awal sampai akhir. Kalo cuma sebatas ‘perkenalan’ model begini, agak susah juga bahasnya, soalnya berasa kayak lompat-lompat. Apalagi dulu waktu jamannya TYPE-MOON ngeluarin Kara no Kyoukai movie, secara urutan kronologis nggak bisa diurutin movie 1 – 2 – 3, tapi agak random urutannya.

Tapi intinya sih ini masih keturunannya Fate, jadi ya masih tentang pertarungan antar pasangan Master – Servant di mana Masternya adalah seorang magus dan Servant-nya adalah spirit dari tokoh-tokoh legendaris yang terkenal. Kalau jaman Fate awal, ada 7 kelas Servant: Saber, Archer, Lancer, Caster, Berserker, Rider, dan Assassin, di FGO ini ada kelas Shielder, si Mash ini. [Spoiler Alert!] Kalo di FGO ini ceritanya spirit si Shielder adalah Galahad, salah satu dari Knights of the Round Table nya Arthur (alias Saber). Galahad kalo nggak salah di legendanya itu adalah knight yang berhasil mendapatkan holy grail, dan ‘kelebihan’ dari Galahad adalah sifat baiknya.

Terus Singularity F itu sendiri jadi kayak ‘alternate universe’ dari yang seharusnya terjadi. Sejarahnya kan harusnya yang menang Holy Grail War di Fuyuki City itu Saber, tapi kemudian dia hancurkan atas perintah Shiro. Sementara di Singularity ini, semua Servant nggak pake Master, dan 5 servant udah kalah lalu jadi anak buah Saber, tinggal si Caster sendiri yang masih ‘waras’. Yang lucunya, mungkin memang sama penulisnya disengaja juga sih dikasih semacem ‘trivia’. Kalo di versi FSN, Cu Chulainn disummon sebagai Lancer, sementara di Singularity dia malah jadi Caster. Dan di awal cerita FSN, Lancer bertarung sama Archer. Kedua hal ini sempat disinggung oleh Caster versi Singularity. Waktu dia sedang berduel dengan Dark Archer dia bilang kalo situasi itu seperti sudah pernah dialami (duel antara Cu Chulainn dengan Archer) dan sebelum menghilang setelah mengalahkan Saber, Cu Chulainn (Caster) sempat mengatakan, di lain kesempatan dia minta disummon sebagai Lancer.

Anyway, secara animasi, ya bagus. Meskipun untuk action agak kurang, paling seru sih IMO memang action scene di Fate/Zero. Desain karakter juga masih ‘setia’ sama tipenya TYPE MOON. Karena gue gak main game-nya, tadinya kepikiran kalo ini masih ‘sama’ dengan FSN dalam beberapa aspek, misalnya:

  • Tokoh utama adalah Master underdog, alias nggak diharapkan dan secara kemampuan juga nggak meyakinkan. Dampaknya ya, Servantnya yang keteteran.
  • Kalo waktu FSN tokoh utama (Shiro) dapet Servant yang ‘the best’, di FGO menurut gue juga sama (atau malah ‘lebih kuat’?) karena dia satu-satunya yang bisa ‘menghadang’ Excalibur, yang ceritanya, adalah yang terkuat. Hal ini pun sebenernya sempet disinggung sama Caster, bahwa dengan adanya si Shielder, ada kesempatan untuk menghadapi Excalibur.
  • Olga (tadinya) gue pikir bakalan jadi Rin-nya, karena ya, dere-dere nya ada juga sih. Dia yang ‘knowledgable’ dan ngajarin si tokoh utama. Udah gitu dia juga magus, powerful juga meskipun ternyata ‘kelemahannya’ adalah dia nggak bisa jadi Master. Cuma nggak taunya short-lived dia.
  • Mash di sini jadi kayak gabungan antara Saber sama Archer dari FSN. Sama kayak Saber selain dari sisi Master yang kurang kemampuan, juga dari sisi “kurang sempurna”-nya. Saber di FSN “kurang sempurna” sebagai Servant karena ceritanya dia satu-satunya Servant yang disummon sesaat sebelum dia meninggal (dia masih terkapar nunggu Excaliburnya dikembaliin ama Bedivere ke Vivian, kalo Servant yang lain memang sudah pada meninggal semua) sementara si Mash sendiri juga “kurang sempurna” sebagai Servant karena dia cuma “wadah” makanya disebut sebagai Demi-Servant.
  • Kesamaan Mash dengan Archer dari FSN ya dari memori-nya. Kalo Archer karena ada sedikit kesalahan waktu Rin summon, dia jadi nggak inget dia siapa sebenernya. Kalo si Mash dia nggak inget siapa spirit Servant yang ada di dirinya.

All in all, cukup menghibur sih, cuma ya akan berasa nanggung jadinya. Kecuali kalo ada lanjutan serialnya, tapi belum nemu konfirmasinya. Atau ya main game-nya, mungkin dengan begitu jadi lebih dapet ceritanya. Oh, dan jangan kaget, nama Mash juga bisa ‘dibaca’ sebagai Matthew ya, tapi di dunia Fate kan hal begitu sesuatu yang nggak aneh. Arthur aja bisa jadi cewek kan. Hehehe.

 

LINKS

On another note, tahun 2017 ini, akan dirilis movie FSN yang mengambil alur ke-3 dari gamenya, yaitu alur Heaven’s Feel.

Standard
Anime

Shuumatsu no Izetta

Kerajaan Eylstadt adalah sebuah kerajaan di daerah pegunungan Alpen yang kaya dengan keindahan alam dan terkenal dengan legenda tentang Weiss Hexe atau White Witch. Pemimpin kerajaan ini mempunyai seorang putri bernama Ortfine Fredericka von Eylstadt (seiyuu: Hayami Saori) yang biasa dipanggil Fine. Putri ini terkenal sangat tomboy dan mempunyai kualitas sebagai pemimpin yang sudah tampak saat beranjak dewasa.

Pada tahun 1939, kerajaan Germania yang merupakan salah satu kerajaan besar di benua itu mulai melancarkan invasi ke kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Hal ini kemudian menimbulkan perang besar antara Germania dan pihak sekutu yang dipimpin oleh Britania. Tahun 1940, Eylstadt sebagai sebuah kerajaan yang terletak tepat berbatasan dengan wilayah yang dikuasai oleh Germania, dipastikan akan menjadi sasaran invasi berikutnya. Apalagi pada saat itu, pemimpin Eylstadt, ayah Fine, sedang berada dalam kondisi sakit sehingga Fine harus mengambil alih urusan kerajaan.

Demi menyelamatkan kerajaannya dari penjajahan Germania, Fine memutuskan untuk pergi ke daerah netral dan bertemu dengan utusan dari Britania untuk melakukan negosiasi dan meminta bantuan sekutu. Dalam perjalanan menggunakan kereta, Fine dan 2 orang pengawalnya diburu oleh militer Germania. Di situ mereka juga bertemu dengan Mayor Berckmann (seiyuu: Suwabe Junichi), seorang perwira Germania yang berada di kereta itu untuk membawa sebuah barang yang diperoleh di Eylstadt untuk dibawa ke Germania. Ketika mereka berusaha untuk melarikan diri, mereka menemukan semacam kapsul dalam kereta barang, dan Fine merasa tertarik dan berusaha membuka kapsul itu. Fine baru sempat membuka kunci kapsul itu ketika dia dan anak buahnya terpaksa harus melompat keluar dari kereta karena sudah dipojokkan oleh tentara Germania.

Fine akhirnya berhasil menemui utusan dari Britania, tetapi ternyata mereka terlambat karena pada saat yang bersamaan, Germania sudah mulai menginvasi Eylstadt. Fine sendiripun tertangkap oleh musuh dan dibawa ke Germania menggunakan pesawat. Pesawat yang membawa Fine tersebut juga membawa kapsul misterius yang dijaga oleh Berckmann. Kapsul tersebut ternyata berisi Izetta (seiyuu: Akaneya Himika), penyihir terakhir yang ada di Eylstadt. Izetta dan Fine sebenarnya sudah pernah bertemu saat Fine kecil sedang bermain di hutan bersama dengan anjingnya. Izetta yang terbangun karena kapsulnya pernah dibuka oleh Fine, terkejut melihat Fine yang terluka akibat tembakan salah satu tentara Germania. Izetta pun menghancurkan pesawat itu dan menolong Fine yang jatuh dari pesawat.

 

My thoughts?

Menarik sih, meskipun nggak masuk daftar most anticipated yang lalu… then again, nggak harus juga masuk daftar itu.  Menarik sih ketika perang dengan teknologi permesinan yang pada jaman itu sedang berkembang pesat dipertemukan dengan… witchcraft alias sihir. Satunya bersifat ilmiah, satunya metafisik. Kalo secara sederhana, ya mestinya yang sihir lebih berjaya, karena batasnya cuma imajinasi (yang tidak terbatas…) sementara teknologi manusia pasti kepentok sama realita. Jadi pengen tau gimana cara menceritakan ‘pertemuan’ antara keduanya.

Germania sih nama kerajaan penjahatnya, tapi timelinenya disamain ama Perang Dunia II (1939 – 1945), jadi ya… “mirip” lah ama sejarah dunia. Dan nggak tau bener atau nggak, tapi dari dulu selalu beredar rumor kalo salah satu tokoh Perang Dunia II itu sangat getol dengan hal-hal yang bersifat supranatural dan sudah banyak juga sih film yang menceritakan tema itu. Di Shuumatsu no Izetta ini, raja Germania pun diceritakan sama, seperti yang dibilang oleh Berckmann bahwa rajanya selalu tertarik pada hal-hal yang bersifat supranatural dan mengirim banyak anak buahnya untuk mencari dan mendapatkan semua itu. Yang bikin cerita juga kayaknya demen ama yang berbau-bau Deutschland, sampe judul-judul episodenya juga disebutin dalam 2 bahasa.

Anyways, gue sama episode 1 ini masih belum punya keputusan akan ikutin atau nggak. Kita tunggu aja 2 – 3 episode lagi, kalo menarik ya ikutin. Kayaknya sih punya potensial yang cukup bagus untuk diikutin soalnya si Fine keliatannya punya karakter yang bagus, bukan cuma sekedar ‘putri kerajaan’. 

Standard
Anime

Taboo Tattoo

Akatsuka Seigi (seiyuu: Furukawa Makoto) adalah seorang anak yang mempunyai keinginan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Sejak kecil dia dilatih jiujitsu oleh kakeknya yang mempunyai dojo dan mengajarkan jiujitsu dari aliran Akatsuka. Suatu hari Seigi menolong seorang laki-laki yang sedang dipukuli oleh sekelompok berandalan. Sebagai ucapan terima kasih, orang misterius itu “memberikan” sebuah tato pada telapak tangan Seigi. Anehnya, Seigi tidak bisa menghilangkan tato tersebut dan dia sempat mengalami rasa sakit yang menjalar pada lengannya.

Suatu hari, Seigi bertemu dengan seorang anak perempuan misterius dan tanpa sengaja ketika kedua tangan mereka bersentuhan, anak perempuan itu merasakan bahwa ada sesuatu pada tangannya yang bereaksi dengan tangan Seigi. Ketika bertemu Seigi lagi, anak perempuan itu merebut handphone Seigi dan lari dengan tujuan memancing Seigi ke sebuah gudang terpencil. Di tempat itu anak perempuan tersebut memanggil Seigi dengan sebutan ‘Justice’ (正義, seigi = justice) dan tiba-tiba menyerang Seigi dengan kekuatan yang luar biasa. Seigi yang terlatih ilmu bela diri mampu bertahan meskipun pada akhirnya dia kalah karena kekuatan anak perempuan itu jauh lebih besar. Dari pertarungan itu, anak perempuan tadi mengetahui bahwa sebenarnya Seigi sama sekali tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan kekuatan dari tato yang diperolehnya.

Anak perempuan itu kemudian muncul di kelas Seigi dan memperkenalkan diri sebagai murid baru yang bernama Bluesy Fruesy dan nama panggilan Izzy (seiyuu: Komatsu Mikako). Dari Izzy, Seigi juga akhirnya mengetahui bahwa tato tersebut sebenarnya adalah sebuah senjata rahasia yang sedang dikembangkan oleh Amerika dan negara saingan mereka, Kerajaan Selinistan. Seigi juga baru mengetahui bahwa sebenarnya Izzy adalah seorang letnan angkatan bersenjata Amerika yang dikirim ke Jepang untuk mengambil kembali tato-tato yang telah dicuri oleh seseorang. Dalam misinya tersebut Izzy dibantu oleh Tom Shredfield (seiyuu: Sugita Tomokazu).

Menurut Izzy, orang yang memiliki tato tersebut akan ‘menyatu’ dengan tatonya dan mempunyai kekuatan super sesuai dengan karakteristik masing-masing tato setelah berinteraksi dengan manusia yang menjadi ‘inangnya’. Karena setiap orang mempunyai manifestasi yang berbeda, maka baik Izzy maupun Tom tidak mengetahui tipe kekuatan apa yang dimiliki oleh Seigi. Mereka juga tidak mengetahui efek samping apa yang akan terjadi kepada Seigi karena selain memberi kekuatan, tato tersebut juga memberi dampak kepada diri pemegang tato. Dan untuk mengaktifkan kekuatan si tato, diperlukan semacam ‘katalis’. Seperti misalnya Izzy, untuk mengaktifkan kekuatan tatonya, dia harus menggenggam kapur tulis. Tato yang ada pada dirinya membuat Izzy mampu memanipulasi udara di sekitarnya. Dan sebagai dampak dari kekuatan itu, secara fisik pertumbuhan badan Izzy terhenti sehingga dia tampak seperti seorang remaja padahal sebenarnya dia berusia lebih tua daripada Tom.

Suatu ketika mereka bertiga bertemu dengan seorang pemegang tato dan Seigi bertarung dengannya. Dari situ akhirnya mereka mengetahui bahwa tato Seigi termasuk tato yang istimewa karena tidak membutuhkan trigger untuk mengaktifkannya, dan kekuatan yang dimiliki tato tersebut adalah Void Maker, yang mampu menciptakan semacam black hole. Karena kemampuannya ini kemudian Seigi menjadi incaran pihak lawan yang ingin mendapatkan kekuatan tersebut. Izzy yang semula mempunyai misi untuk mengambil kembali tato-tato yang hilang, kemudian memutuskan untuk membantu Seigi. Sementara itu pada saat yang bersamaan, diberitakan bahwa Putri Aryabhata dari kerajaan Selinistan menghabisi keluarga kerajaan dan mengambil alih kekuasaan dibantu oleh para pengawalnya, Brahmans, yang terdiri dari orang-orang yang juga mempunyai tato seperti Seigi dan Izzy.

Standard
Anime

Qualidea Code

Anime ini mengambil cerita di mana manusia berperang melawan mahluk asing yang disebut sebagai ‘Unknown’ selama bertahun-tahun. Saat awal serangan mereka sempat melakukan penyelamatan anak-anak dengan cara ‘membekukan’ mereka dalam tempat-tempat perlindungan. Anak-anak ini kemudian terbangun beberapa puluh tahun kemudian dan mereka mempunyai kekuatan supranatural yang memungkinkan mereka untuk mengalahkan Unknown. Masing-masing anak mempunyai kekuatan yang berbeda dan cerita anime ini mengambil setting di Jepang (ya jelas lah… )

Tokoh utama anime ini adalah anak-anak yang mempertahankan daerah Kanto yang terbagi dalam 3 area (perfecture) besar yaitu: Kanagawa, Tokyo, dan Chiba. Setiap kota dipimpin oleh seorang anak yang menjadi ketua dan didampingi oleh seorang wakil. Kanagawa dipimpin oleh Tenkawa Maihime (seiyuu: Yuuki Aoi) dan wakilnya, Rindou Hotaru (seiyuu: Fukuhara Ayaka). Chiba dipimpin oleh Chigusa Kasumi (seiyuu: Uchida Yuuma) dengan wakil adiknya sendiri yaitu Chigusa Asuha (seiyuu: Anzai Chika). Sementara itu Tokyo dipimpin oleh Suzaku Ichiya (seiyuu: Saito Soma) dan wakilnya Utara Canaria (seiyuu: Ishikawa Yui). Ichiya sebenarnya lebih muda dari Canaria, tetapi karena dia lebih dulu terbangun dari ‘tidur’ maka sekarang dia menjadi ‘seumuran’ dengan Canaria.

Dalam menjalankan tugas mereka mengalahkan Unknown diterapkan sistem peringkat, di mana daerah yang pemimpinnya mendapat peringkat tinggi akan mendapatkan fasilitas untuk daerah yang dipimpinnya. Ichiya adalah anak yang selalu berusaha mengalahkan Unknown sendirian dan selalu mengatakan bahwa dirinya sendiri sudah cukup untuk bisa mengalahkan semua Unknown. Saat ini dia berada di ranking 4 dan selalu berusaha mencapai peringkat yang lebih tinggi. Sistem peringkat ini juga seringkali mengakibatkan masing-masing daerah bersaing karena berebut ingin mendapat peringkat yang lebih baik sampai kadang-kadang terjadi friendly fire antar mereka sendiri. Meskipun begitu persaingan antar mereka tidak membuat mereka menjadi bermusuhan satu sama lain dan hanya menimbulkan pertengkaran kecil antar mereka.

Standard
Anime

Nejimaki Seirei Senki: Tenkyou no Alderamin

Kerajaan Katjvarna adalah sebuah kerajaan yang sedang berperang dengan Republik Kiorka. Dalam masa peperangan ini, banyak generasi muda yang direkrut untuk menjadi prajurit dan ikut berperang.

Ikta Solork (seiyuu: Okamoto Nobuhiko) adalah seorang anak muda yang tidak menyukai perang dan selalu tampil bermalas-malasan. Dia pernah berjanji kepada temannya Yatorishino Igsem (seiyuu: Taneda Risa), putri sulung keluarga Igsem yang terkenal sebagai keluarga militer, bahwa dia akan membawa Yatori keluar dari negeri yang menurut Ikta “tidak mempunyai masa depan”. Meskipun tampak tidak peduli dan selalu bermalas-malasan, Ikta sebenarnya adalah seorang pemuda yang sangat cerdas dan selalu menolong temannya. Dia pun ikut mendaftar dalam ujian untuk menjadi perwira militer untuk membantu Yatori yang akan mengambil ujian yang sama.

Dalam perjalanan menuju tempat ujian, mereka bertemu dengan Haroma Becker (seiyuu: Chisuga Haruka) yang ingin menempuh ujian agar bisa menjadi tim medis militer, Matthew Tetdrich (seiyuu: Majima Junji) yang ingin membuat nama keluarga Tetdrich lebih dikenal karena sering ‘dilupakan’, dan Torway Remion (seiyuu: Kanemoto Ryousuke) yang merupakan putra bungsu dari keluarga Remion yang merupakan keluarga militer yang terkenal dengan keahlian sebagai sniper. Torway juga merupakan ‘pesaing kuat’ bagi Yatori dalam ujian kali ini karena mereka berdua sama-sama mengemban nama besar keluarga masing-masing. Selain mereka, ternyata salah satu penumpang kapal tersebut adalah Putri Chamille Kitora Katjavanmaninik (seiyuu: Minase Inori) yang merupakan putri ketiga dari kerajaan Katjvarna.

Di tengah perjalanan, kapal mereka dihantam badai yang cukup besar sehingga akhirnya mereka terpaksa menyelamatkan diri dengan sekoci, tetapi dalam prosesnya, sang putri jatuh ke laut, dan Ikta pun mempertaruhkan nyawanya untuk menolong sang putri. Mereka berenam akhirnya terdampar di sebuah pantai dan ketika Ikta dan Torway sedang mencoba mencari tahu di mana mereka berada sekarang, mereka melihat pos pengamanan Kiorka yang berarti bahwa mereka berada di wilayah musuh. Mereka pun mencoba mencari jalan keluar terbaik dari situasi mereka ketika pada suatu malam saat Chamille sedang sendirian di hutan, patroli pasukan Kiorka hampir menangkapnya. Pada saat itu, tiba-tiba Ikta datang dan menyerahkan diri kepada mereka agar posisi Chamille tidak ketahuan…

Standard
Anime

Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru!

Usami Mizuki (seiyuu: Ozawa Ari) adalah anggota klub kesenian yang, entah kenapa, suka sekali menggambar … buah apel.  Dia sepertinya adalah satu-satunya anggota klub tersebut yang memang benar-benar serius ingin menjalankan kegiatan klub dengan cara melukis. Selain Mizuki, ada anggota lain yaitu Uchimaki Subaru (seiyuu: Kobayashi Yuusuke) yang juga mempunyai bakat menggambar, tetapi sudah bertekad untuk membuat gambar gadis-gadis nijigen alias 2D alias karakter khayalan dan menciptakan gadis 2D yang paling sempurna untuk dijadikan istri.  Selain mereka berdua, sebenarnya ada 2 orang lagi anggota klub tersebut yaitu si Ketua Klub (seiyuu: Teno Kentaro) yang entah siapa namanya tapi kerjaannya cuma molor aja di sofa yang ada dalam ruang kegiatan klub, dan Collette (seiyuu: Uesaka Sumire) yang di episode pertama ini sudah disebut namanya tapi belum ada penampakannya (ada sih sebenernya di dalem loker, kalo ngeliatnya teliti ). Cerita anime ini intinya berkisar pada kegiatan sehari-hari para anggota klub tersebut dan kehidupan mereka selama di sekolah.

 

[spoiler title=’Hidden Chara!’ style=’lime’ collapse_link=’true’]

konobi-collette-locker

[/spoiler]

Standard
Anime

New Game

Suzukase Aoba (seiyuu: Takada Yuuki) baru saja lulus sekolah dan mendapat pekerjaan di EagleJump, sebuah perusahaan pembuat game. Sejak dia masih kecil, Aoba sangat menyukai game buatan perusahaan tersebut dan hal itu membuatnya terinspirasi untuk menjadi seorang character designer sebuah game. Diterima di perusahaan itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Aoba sehingga dia merasa gugup saat sampai di depan pintu kantor barunya.

Saat Aoba sedang kebingungan sendiri di depan pintu, dia disapa oleh Tooyama Rin (seiyuu: Kayano Ai) yang mengira Aoba adalah seorang anak kecil karena memang penampilan fisik Aoba mirip dengan anak-anak. Setelah mengetahui bahwa Aoba adalah karyawan baru di perusahaan itu, Rin pun memperkenalkan diri sebagai art director (AD) yang tadinya dikira adalah Assistant Director (AD juga) oleh Aoba. Rin menunjukkan meja kerja Aoba dan Aoba terkejut ketika melihat ada kaki seseorang di lantai. Ternyata kaki itu adalah kaki Yagami Kou (seiyuu: Hikasa Yoko), yang tertidur di bawah meja kerjanya. Kou adalah character designer utama di game yang dulu merupakan game favorit Aoba. Meskipun nampak seenaknya sendiri, Kou menjadi pembimbing Aoba dalam menjalani karir barunya sebagai anggota tim character design sebuah game.

Selain Kou dan Rin, Aoba juga akhirnya berkenalan dengan anggota tim lainnya yaitu, Shinoda Hajime (seiyuu: Toda Megumi) yang bertugas sebagai animator, Takimoto Hifumi (seiyuu: Yamaguchi Megumi) yang sulit berkomunikasi secara lisan dengan orang lain sehingga semua teman kerjanya berkomunikasi dengan Hifumi melalui fasilitas instant messaging yang ada di komputer, dan Iijima Yun (seiyuu: Takeo Ayumi) yang menyimpan tea set lengkap dan menyajikannya di kantor untuk teman-temannya saat istirahat.

Standard
Anime

ReLIFE

Kaizaki Arata (seiyuu: Ono Kenshou) adalah seorang pemuda berusia 27 tahun yang … saat ini tidak mempunyai pekerjaan tetap, tetapi dia berusaha menutupi hal tersebut dari teman-teman seusianya. Arata sebenarnya bukan tidak mampu mencari kerja, tetapi karena suatu kejadian di masa lalu, Arata tidak pernah mau bekerja di sebuah perusahaan lebih dari 3 bulan. Sebagai akibatnya, beberapa kali dia mencoba melamar pekerjaan tetapi selalu ditolak karena tercatat dalam rekam jejaknya bahwa dia tidak pernah berada di suatu posisi lebih dari 3 bulan.

Suatu hari setelah minum-minum bersama teman-temannya, dalam keadaan setengah mabuk, seorang pemuda menghampiri Arata. Pemuda yang bernama Yoake Ryo (seiyuu: Kimura Ryohei) itu mengaku dia mewakili sebuah lembaga penelitian yang bernama ReLIFE. Ryo yang mengetahui latar belakang Arata menawarkan sebuah ‘pekerjaan’ untuk Arata yang harus dilakukannya selama satu tahun, dan selama itu semua biaya kebutuhan hidup Arata akan ditanggung sepenuhnya oleh ReLIFE. ‘Tugas’ Arata adalah dia diminta untuk meminum sebuah kapsul yang menurut Ryo apabila diminum akan membuat fisik Arata kembali menjadi saat berusia remaja (17 tahun, alias 10 tahun lebih muda dari usianya sekarang).

Keesokan harinya, Arata yang baru sadar dari mabuk terkejut ketika melihat wajahnya di cermin. Ternyata dia sekarang sudah berpenampilan seperti saat dia berusia 17 tahun. Di apartemennya dia menemukan wadah obat yang diberikan oleh Ryo dan ketika dilihat isinya, ternyata sudah kosong yang berarti Arata telah mengkonsumsi obat itu. Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba Ryo sudah muncul di pintu apartemennya dan membawa barang-barang keperluan Arata, yang sesuai perjanjian, akan menjalani kehidupan seperti seorang remaja. Dia harus masuk sekolah dan semua kebutuhannya sudah disiapkan oleh Ryo. Ryo mengatakan bahwa ini adalah kesempatan ‘kedua’ bagi Arata untuk menjalani kehidupannya dan memperbaiki semua yang pernah dilakukan Arata sebelumnya.

relife-comico-app

Standard