Blog

Larangan Ekspor Avex Pictures

Okay, di Valentine day tahun ini, dapet e-mail yang isinya cukup mengejutkan. Bukan karena kaitannya dengan kasih sayang, tapi justru kaitannya dengan pembelian anime, soundtrack, atau produk-produk lain yang merupakan keluaran dari Avex Pictures.

Sebagai pelanggan cdjapan.co.jp, gue pasti dapet update dari mereka soal produk-produk tertentu yang sedang trend atau yang berkaitan dengan yang biasa gue beli via e-mail. Dan seperti biasa tadi ngeliat ada e-mail masuk, kepikir sih cuma salah satu promosi mereka. Cuma kali ini waktu membaca subyek e-mailnya, agak mengejutkan juga bunyinya: “Important Notification: Anime Titles from Avex Pictures (Yuri!!! on Ice, etc)“. Kenapa important notification ya? Lagipula gue juga nggak pernah tertarik sama anime sport … Akhirnya baca deh itu e-mail, dan …

 

Wow … just wow … 

Kaget juga bacanya. Jadi intinya, mulai tanggal 15 Februari 2017 pukul 18:00 waktu Jepang (sekitar jam 11:00 WIB kira-kira, please CMIIW) Avex Pictures melarang semua produknya untuk diekspor keluar Jepang.  Nah loh. Dan itu kayaknya nggak terbatas untuk pelanggan Indonesia kayak gue gini, tapi seluruh dunia. Wew… 

Soal alasannya apa, gue coba browsing-browsing tapi belum nemu kepastian yang jelas. Banyak blogger anime yang udah pada bahas (dan rata-rata memang dapet e-mail dari cdjapan juga … hahaha … ketauan sumber kita sama). Mungkin nanti akan ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Avex Pictures, atau kalo ada yang udah tau mungkin bisa bantu perjelas situasinya sebenernya gimana?

Anyway … semoga kebijakan Avex ini nggak diikutin atau menjadi trend bagi para produsen anime di Jepang ya … karena ya gimana mau dapet anime original yang bagus kalo dilarang beli dari negara asalnya? 

Btw, kalo pengen tau contoh judul-judul anime yang keluaran Avex, bisa dilihat di sini … termasuk di dalamnya ada: One Piece, Fairy Tail, Sket Dance, Initial D, atau yang lagi tayang sekarang Yuri!!! on Ice, dll.

 

Links:

Standard
Anime

Youjo Senki

Pada era 1910-an ada sebuah kerajaan yang disebut Empire dan kerajaan ini mempunyai kemajuan teknologi dan militer yang cukup pesat, tetapi meskipun demikian, lambat laun kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya pun semakin lama semakin kuat. Pada awalnya, Empire menerapkan apa yang mereka sebut sebagai Plan 315, di mana pihak militer menempatkan basis-basis militer kecil di sepanjang perbatasan sementara kekuatan utama militer bersifat mobile dan bergerak menuju masing-masing basis sesuai kebutuhan. Dengan makin kuatnya kerajaan-kerajaan lain, strategi ini mulai mengalami kesulitan untuk diterapkan dan Empire mengalami kesulitan mempertahankan wilayahnya.

Di daerah perbatasan yang bernama Rhine, pasukan Empire mulai terdesak mundur. Ketika mereka sedang dalam kondisi yang parah, datang pasukan mage yang dikirim untuk membantu mereka menarik mundur pasukan. Pasukan mage tersebut dipimpin oleh seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Tanya Degurechaff (seiyuu: Yuki Aoi). Tanya adalah seorang mage berpangkat letnan dua dengan kekuatan sihir yang mampu meledakkan pasukan artileri musuh dan memukul mundur pasukan mereka sementara pasukan Empire mundur ke garis belakang. Meskipun masih sangat muda, tetapi Tanya menunjukkan sikap yang sangat dingin kepada anak buahnya dan cenderung tampak kejam. Kekuatan dan sifatnya itu membuat dirinya dijuluki sebagai Rhine no Akuma (the Devil of Rhine).

Kejadian yang sesungguhnya adalah, pada tahun 2013 ada seorang pegawai kantoran yang hidup di Jepang. Dia adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan dan lebih memilih untuk menyebut Tuhan sebagai ‘Being X’. Sebagai hukumannya, Tuhan kemudian me-reinkarnasi pria itu ke sebuah dunia yang menyerupai Eropa pada era 1910-an sebagai Tanya, seorang anak 9 tahun yang mempunyai kekuatan magis. Dia ‘dihukum’ dan ‘diharuskan’ untuk meninggal secara wajar dan jika tetap tidak percaya kepada Tuhan, maka dia akan dimasukkan ke neraka. Untuk menyelamatkan dirinya dari hal tersebut, Tanya kemudian berusaha keras untuk mencapai posisi yang tinggi sehingga dia tidak perlu maju dan tewas di medan perang.

 

My thoughts?

War. Magic/witchcraft. Europe. “Germany”. 1910-ish. Okay … gue pernah baca kalo salah seorang pelaku sejarah pada jaman tahun segitu ada yang sangat percaya pada hal-hal yang bersifat legenda/mistis/supranatural. Dan setelah season lalu nonton Izetta, sekarang muncul lagi dengan latar belakang era yang sama. Nggak, nggak ngebandingin kok. Basic ceritanya juga beda, cuma kebetulan ada beberapa tema yang mirip.

Nonton episode pertama pasti belum ada info soal paragraf terakhir di atas, dan kenapa tetep ditulis juga, karena pada saat ini ditulis udah episode 4 dan penjelasan soal salaryman itu adanya di episode 2. Agak bersyukur juga nggak nulis dari awal, soalnya agak ribet ngejelasinnya di awal kalo sebenernya Tanya itu adalah reinkarnasi dari orang Jepang yang hidup di tahun 2000-an (2013). Kenapa ke era PD I? Nggak tau juga. Mungkin untuk dikaitkan ama seorang tokoh yang mirip-mirip sama pelaku sejarah yang tadi disebut? Atau mungkin kalo dijamankan sekarang, susah menggambarkan perangnya, udah pada pake tombol jadi kemunculan mage nggak ada tempatnya lagi. 

Intinya, Tanya harus bisa menyelamatkan dirinya, tetapi di dunia yang sedang dilanda peperangan itu, ya udah pasti nggak mudah. Ditambah lagi, ‘campur tangan’ Tuhan membuat Tanya yang tadinya berharap bisa mundur dari medan perang setelah terluka harus kecewa. Dia ternyata harus kembali lagi ke medan perang karena jewel type 95, batu sihir yang tadinya dianggap tidak stabil, berkat ‘campur tangan’ Tuhan menjadi stabil dan hanya bisa digunakan oleh Tanya, jadi ya oleh pihak militer dia dikaryakan lagi.

Mungkin di sini ceritanya ingin menunjukkan bahwa si salaryman (sebagai Tanya) itu akan menggunakan cara-cara yang keliatannya ‘kejam’ dan tidak berperasaan demi mencapai apa yang dia inginkan. Dan itu sebenernya menggambarkan apa yang terjadi bahkan di masa sekarang, di mana banyak orang mau dan mampu melakukan apapun untuk kepentingannya sendiri … karena ya si salaryman ini bahkan ngejorokin supervisor nya ke depan kereta yang sedang melaju  (School Days anyone?) … Hmm … definitely not your typical salaryman, right? 

 

LINKS

Standard
Anime

ACCA: 13-ku Kansatsu-ka

Dowa adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari 13 negara bagian. Sekitar 100 tahun yang lalu pernah terjadi kudeta dan akhirnya setelah sebuah perjanjian perdamaian, dibentuklah ACCA, sebuah organisasi yang membawahi semua negara bagian tersebut dan bertugas menjaga perdamaian dan ketertiban di seluruh kerajaan. ACCA mempunyai beberapa cabang organisasi dan salah satu diantaranya adalah Departemen Pengawasan (Inspection Agency) yang tugasnya adalah mengawasi dan mengaudit para personil dalam organisasi-organisasi di bawah ACCA dan mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan yang dilakukan oleh para personilnya.

Jean Otus (seiyuu: Shimono Hiro) adalah salah satu anggota Departemen Pengawasan ACCA dan merupakan wakil ketua dalam organisasi itu. Jean tinggal bersama dengan adiknya, Lotta Otus (seiyuu: Yuuki Aoi) di sebuah apartemen mewah di mana adiknya adalah pengurus gedung apartemen. Dia adalah seorang pemuda yang selalu tampak seperti orang yang tidak peduli, suka merokok (tembakau adalah salah satu komoditas yang dianggap mewah di Dowa, jadi tidak semua orang bisa menikmati), tetapi sebenarnya dia sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya.

Suatu hari Departemen Pengawasan mendapat kabar bahwa 5 orang pejabat tertinggi ACCA yang dipimpin oleh Grossular (seiyuu: Suwabe Junichi) memutuskan untuk menutup Departemen Pengawasan karena dianggap bahwa kondisi kerajaan saat ini berada dalam situasi yang damai dan tertib sehingga tidak perlu lagi diadakan pengawasan rutin. Pada saat yang bersamaan, sebagai ‘tugas terakhir’, Jean membongkar pelanggaran yang dilakukan oleh personil ACCA di salah satu kantor cabang Departemen Pengawasan sendiri.

Setelah kasus tersebut terbongkar, tiba-tiba diputuskan bahwa Departemen Pengawasan tidak jadi dibubarkan dan dilanjutkan kembali tetapi Jean mendapat tugas yang lebih berat. Ketika Jean sedang menjalankan tugasnya, dia melihat bahwa salah satu pejabat ACCA, Mauve (seiyuu: Tanaka Atsuko) juga sedang melakukan inspeksi mendadak. Sementara itu, di kota tempat tinggal Jean sedang marak kasus pembakaran yang misterius dan Jean sendiri merasa dirinya selalu diawasi oleh seseorang.

Grossular menyatakan kepada ke-4 pimpinan yang lain bahwa perubahan-perubahan yang terjadi saat ini memang sudah diawasi sebelumnya dan dia mengatakan bahwa dia telah mendapat informasi yang menyatakan bahwa saat ini sedang ada rencana kudeta lagi dan bahwa Jean Otus merupakan salah satu orang yang dicurigai mendalangi rencana kudeta tersebut.

 

My thoughts?

Kayaknya seru nih.  Most likely gue ngikutin, karena gue biasanya suka yang model beginian, apalagi kalo dibumbui pake plot conspiracy theory hehehe. Dan pace-nya agak cepet juga sih, kayak misalnya baru episode awal udah dikasih teaser berupa siluet orang yang akan diutus oleh Top 5 untuk ‘memata-matai’ Jean. 

Mungkin sengaja dibikin cepet karena akan dibikin cuma 13-an episode aja kali ya? … tapi kalo eksekusinya bagus dan nggak terburu-buru, why not? 

 

LINKS

Standard
Trivia

Trivia: Shoshinsha

Buat yang sering nonton anime, atau pernah ke Jepang, mungkin pernah liat stiker berbentuk huruf V dengan warna hijau dan kuning ditempel di kendaraan mereka. Stiker itu bukan merk dagang sebuah produk atau logo pabrikan kendaraan yang dipakai oleh si karakter anime.

Stiker itu adalah lambang yang disebut Shoshinsha (初心者マーク) atau kadang disebut sebagai Wakaba (若葉マーク). Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1972, stiker ini dimaksudkan untuk memberi tanda bahwa yang mengemudikan kendaraan tersebut adalah seorang pengemudi yang baru saja mendapatkan ijin mengemudi, alias seseorang yang masih baru atau baru saja dinyatakan bisa mengemudikan kendaraan. Dan stiker ini wajib dipasang minimal satu tahun dari sejak dia mendapatkan surat ijin mengemudi (SIM) nya.

Kalau kebetulan lagi ada di Jepang, atau mungkin juga lagi nyetir di Jepang, dan ketemu dengan kendaraan yang berstiker semacam itu, diharapkan untuk berhati-hati karena orang yang mengemudikan kendaraan itu belum berpengalaman.

Jadi kalo ada yang ingin ‘gaya-gayaan’ pake stiker ini ditempel di mobilnya, berarti dia lagi ‘bergaya’ sebagai orang yang baru bisa nyetir. 

 

Buat dibaca-baca:

Standard
Anime

ChaoS;Child

Pada tanggal 6 November 2009 telah terjadi sebuah gempa yang memporak porandakan Shibuya dalam semalam. Bencana tersebut menimbulkan banyak pertanyaan karena daerah-daerah di sekitar gempa sama sekali tidak terpengaruh dan tidak mengalami kerusakan padahal kerusakan yang terjadi di Shibuya sangat parah. Banyak teori yang bermunculan mengenai fenomena tersebut bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kejadian itu bukanlah bencana alam tetapi merupakan perbuatan manusia/seseorang. Selain itu, banyak korban selamat yang mengatakan bahwa pada malam kejadian itu mereka melihat sebuah cahaya yang sangat terang tepat sebelum gempa terjadi tetapi banyak pula yang meragukan hal tersebut dan cenderung menganggap bahwa kesaksian itu hanya merupakan khayalan orang-orang yang mengalami stres akibat kejadian yang menimpa mereka.

6 tahun setelah kejadian itu, Miyoshita Takuru (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu) yang merupakan salah satu anggota klub koran sekolah sedang terobsesi dengan menyelidiki kasus-kasus kematian aneh yang terjadi di sekitar kota tempat dia dan teman-temannya bersekolah. Sejauh ini dia sudah mendapatkan 2 kasus kematian yang misterius di mana kasus yang pertama adalah seorang video blogger menayangkan secara live streaming kegiatannya di depan webcam, dan tanpa ada yang tahu apa yang terjadi, tiba-tiba dia sudah kembali ke depan kamera, membawa potongan tangannya sendiri kemudian memakan jari-jarinya. Setelah itu dia ditemukan tewas karena kehabisan darah dan hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kasus tersebut adalah kasus bunuh diri. Kejadian kedua adalah kematian seorang musisi jalanan yang tiba-tiba meninggal ketika sedang menyanyi di depan para pejalan kaki. Hasil penyelidikan dan otopsi jenazah menemukan bahwa ternyata korban sebelumnya telah membeli cutter dan lakban, kemudian menyayat perutnya sendiri lalu memasukkan sebuah speaker ke dalamnya kemudian menutup luka tersebut dengan lakban.

Obsesi Takuru untuk menyelidiki kasus-kasus ini membuat khawatir saudara angkatnya, Kurusu Nono (seiyuu: Sarah Emi Bridcutt) yang juga merupakan wakil ketua organisasi siswa di sekolah mereka. Nono mengkhawatirkan keselamatan Takuru yang selalu memburu kasus-kasus sejenis bahkan sampai mendatangi tempat kejadian untuk mendapatkan foto atau apapun yang bisa dijadikan bahan untuk dibahas di klub mereka. Ketika sedang berdebat dengan Nono, Takuru kemudian menyadari bahwa 6 tahun yang lalu, pada tanggal-tanggal tertentu telah terjadi 7 kasus kematian misterius di Shibuya. Dan ketika tanggal-tanggal tersebut dicocokkan, ternyata 2 kasus kematian yang sedang mereka bicarakan telah terjadi pada tanggal dan urutan yang sama seperti 6 tahun lalu. Berdasarkan pemikiran ini, Takuru memperkirakan bahwa hari itu akan terjadi kasus kematian misterius yang ketiga.

Untuk membuktikan ‘teori’nya itu, Takuru dibantu oleh Onoe Serika (seiyuu: Uesaka Sumire) sesama anggota klub-nya mencoba menyelidiki sebuah kasus yang baru saja terjadi di sebuah hotel. Mereka berdua menyusup masuk ke dalam kamar yang dicurigai sebagai lokasi kejadian dan menemukan 2 orang laki-laki yang sudah tewas dan seorang anak perempuan yang masih hidup. Takuru dan Onoe yang panik segera berusaha keluar dari kamar itu tetapi pintunya tidak bisa dibuka, sementara Takuru sendiri sempat merekam semua kejadian itu ke dalam ponselnya sebelum dia pingsan dan ditemukan oleh polisi. Tanpa sepengetahuan polisi, Onoe sempat mengupload video tersebut ke penyimpanan daring sehingga mereka tetap memiliki rekaman tersebut meskipun polisi telah menghapus semua data dalam ponsel Takuru. Ketika Takuru dan Onoe melihat kembali rekaman tersebut mereka menemukan semacam stiker di dinding lokasi kejadian yang berbentuk gambar seorang pesumo yang sebelumnya pernah dilihat Takuru dalam kasus-kasus yang lain.

Sementara itu, anak perempuan yang ada di lokasi kejadian adalah seorang siswa sekolah Takuru yang bernama Arimura Hinae (seiyuu: Mimori Suzuko). Mengetahui hal itu, Takuru pun kemudian mencoba mencari tahu tentang Hinae di sekolah dan ternyata dia adalah ketua klub literatur, dan ketika tahu bahwa Takuru adalah orang yang berada di lokasi kejadian pada waktu itu, Hinae mengatakan bahwa Takuru tindakannya itu akan mengakibatkan dia terbunuh.

 

My thoughts?

Ini sebenernya kelanjutan dari ChaoS;Head, jadi kalo dulu ada yang suka ChaoS;Head ya mungkin akan berminat nonton ini. Atau yang seneng cerita model bizarre atau agak-agak mind-bending dan njelimet.  Cuma pastiin aja nggak keberatan sama kepusingan dan keruwetan jalan ceritanya. Kalo soal pembunuhannya sih nggak terlalu terang-terangan kok deskripsinya, tapi ya ada lah adegan darah-darah muncrat nya. Not suitable for children underage.

Terus terang dulu nggak ngikutin ChaoS;Head, so untuk yang ini ya ragu-ragu mau nonton apa nggak. Hahaha.

Btw, episode pertama memang panjang, karena isinya ada 2 cerita, separuh awal menceritakan 7 pembunuhan misterius di tahun 2009, separuh yang kedua menceritakan 6 tahun kemudian pas Takuru sudah gede.

 

LINKS

Standard
Blog

Trivia: Akiba’s Trip The Animation

Dalam anime Akiba’s Trip The Animation episode 2, diceritakan Tamotsu, Matome, dan Arisa mengunjungi sebuah toko yang menjual segala sesuatu yang berbau militer. Menurut Arisa, hal-hal yang berbau militer memang sedang populer karena orang-orang sedang menyukai Admiral Connection dan Tank Girls. Kedua judul yang disebut Arisa itu kemungkinan dimaksudkan untuk menyebutkan 2 anime yang memang berbau militer dan sepertinya memang cukup populer di dunia nyata yaitu Girls und Panzer dan Kantai Collection.

Standard
Anime

Fuuka

Haruna Yuu (seiyuu: Kobayashi Yuusuke) adalah seorang anak laki-laki yang ‘kecanduan’ Twitter. Dia menghabiskan kebanyakan waktunya membaca dan membuat cuitan di media sosial tersebut melalui ponsel-nya sehingga kadang-kadang tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Sebagai akibatnya, suatu hari secara tidak sengaja dia bertabrakan dengan seorang anak perempuan bernama Akitsuki Fuuka (seiyuu: Lynn). Fuuka mengira bahwa Yuu dengan sengaja menggunakan ponselnya untuk memotret pakaian dalam Fuuka dan segera merebut kemudian membanting ponsel Yuu.

Yuu baru saja pindah ke Tokyo dan tinggal bersama kedua kakak dan satu orang adik yang semuanya adalah perempuan. Dia pindah ke Tokyo karena kedua orang tua mereka pergi ke luar negeri sehingga akhirnya diputuskan bahwa Yuu dan adiknya yang selama ini tinggal bersama kedua orang tua, pindah untuk tinggal bersama kedua kakaknya yang sudah tinggal di Tokyo sebelumnya.

Di sekolah yang baru, Yuu ternyata ditempatkan di kelas yang sama dengan Fuuka. Meskipun awalnya terasa canggung, tetapi akhirnya kesalahpahaman mereka mulai bisa terselesaikan. Dan Yuu pun terheran-heran ketika mengetahui bahwa Fuuka adalah seorang anak yang tidak mempunyai ponsel karena dia lebih menyukai ‘komunikasi langsung’ dan lebih suka mendengarkan musik dari CD. Suatu hari, Yuu mendapatkan tiket nonton dari kakaknya dan ketika dia sedang bingung akan mengajak siapa, Fuuka yang kebetulan mengetahui hal itu, mengajak Yuu untuk nonton dengannya karena dia sangat mengidolakan penyanyi yang mengisi lagu soundtrack film tersebut.

Fuuka tidak tahu bahwa penyanyi yang dia idolakan itu sebenarnya adalah Hinashi Koyuki (seiyuu: Hayami Saori), teman masa kecil Yuu …

 

My thoughts?

Buat para penggemar romance-drama, gue rasa sih ini bisa direkomendasikan untuk ditonton. Not exactly my forte though. Buat yang udah baca manga-nya pasti udah tau ceritanya ke depan kayak apa. Atau buat yang penasaran, bisa coba browsing untuk dapetin spoiler-nya.  It’s your choice, really.

 

LINKS

Standard
Anime

Demi-chan wa Kataritai

Diceritakan bahwa manusia sudah mulai menerima keberadaan “ajin” atau demi-human. Mereka sudah mulai mencoba untuk hidup berdampingan dengan mahluk yang selama ini ada dalam mitos atau legenda seperti vampire, dullahanyuki-onnasuccubus, dll.

Takahashi Tetsuo (seiyuu: Suwabe Junichi) adalah seorang guru biologi di sebuah SMU. Dia sangat tertarik dengan keberadaan ajin dan ingin mempelajari kehidupan ajin lebih jauh. Untuk itu dia sangat berharap untuk mendapat kesempatan mewawancarai salah satu dari ajin yang ada dalam masyarakat. Tetapi sampai saat ini keinginannya itu belum bisa tercapai sampai pada suatu hari di sekolah tempat dia bekerja ada seorang guru wanita baru yang bernama Sato Sakie (seiyuu: Hikasa Yoko) yang ternyata adalah seorang succubus. Karena Sakie adalah succubus dan Tetsuo adalah seorang manusia laki-laki biasa, Sakie berusaha untuk sangat menjaga jarak dengan Tetsuo (succubus adalah penggoda manusia laki-laki, kebalikan dari incubus).

Sementara itu, Tetsuo bertemu dengan salah satu murid perempuan baru di sekolah tersebut yang bernama Takanashi Hikari (seiyuu: Hondo Kaede) yang ternyata adalah seorang vampire. Hikari meminta tolong kepada Tetsuo untuk membantu teman sekelasnya yang tiba-tiba lemah untuk dibawa ke ruang UKS. Tetsuo terkejut ketika melihat bahwa teman sekelas yang dimaksud Hikari adalah tubuh tanpa kepala dari seorang anak perempuan bernama Machi Kyoko (seiyuu: Shinoda Minami). Kyoko adalah seorang dullahan yang pemalu karena banyak orang yang merasa canggung untuk bergaul dengan dirinya. Hikari adalah salah satu orang yang membuat Kyoko merasa senang karena Hikari tidak merasa canggung ketika bersama Kyoko.

Sebagai seorang vampire, Hikari selalu merasa tidak nyaman berada di tempat yang panas atau terekspos sinar matahari terlalu banyak, itu sebabnya dia senang sekali ketika mengetahui bahwa Tetsuo ingin sekali mewawancara ajin. Hikari menawarkan diri secara sukarela untuk menjadi orang yang diwawancara oleh Tetsuo dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Tetsuo seputar kehidupannya sebagai seorang vampire. Dia mengatakan bahwa istilah ajin sudah tidak populer lagi dan lebih suka disebut sebagai demi-chan. Selain Hikari, Kyoko pun kemudian menyatakan bersedia untuk menjadi salah satu nara sumber untuk memenuhi keingintahuan Tetsuo seputar kehidupan ajin atau demi-human.

 

My thoughts?

Hmm … slice of life yang kayaknya sederhana aja sih. Gue belum bisa melihat plot nya mau ke arah apa. Mungkin ya cuma school life, dengan permasalahan remaja pada umumnya tapi dengan ‘bumbu’ tambahan bahwa remaja-nya bukan remaja biasa tapi demi-human.

Nggak terlalu tertarik sih sebenernya. Mungkin gue pass aja dulu.

 

LINKS

Standard
Anime

Masamune-kun no Revenge

Saat masih kecil, Makabe Masamune (seiyuu: Hanae Natsuki) mengalami trauma psikologis ketika gadis yang dia sukai menyebut dirinya sebagai “tonsoku” (pig’s foot). Gadis kaya itu bagi Masamune adalah orang yang telah menyelamatkan dirinya dari gangguan anak-anak lain meskipun sebenarnya tidak terlalu jelas apakah memang benar anak gadis itu datang karena ingin menolong Masamune atau hanya sekedar merasa terganggu oleh keributan yang terjadi di depan rumahnya. Sebagai akibatnya, Masamune kemudian berjanji kepada dirinya sendiri untuk mengubah segala sesuatu tentang dirinya baik secara fisik maupun mental. Dia pun kemudian mulai membentuk fisiknya secara ekstrim dan juga meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga ketika memasuki usia SMU dia telah menjadi seorang anak laki-laki yang mempunyai tubuh atletis, pandai dan agak narsis.

Di sekolahnya yang baru, Masamune dengan mudah menjadi idola para gadis dan dia pun sengaja berakting cool untuk mendapatkan perhatian yang menurutnya dulu tidak akan pernah dia dapatkan seandainya dia tetap menjadi anak yang gendut dan tidak populer. Suatu hari ketika dia sedang menuju sekolah, dia melihat para siswa berkerumun di depan gerbang karena melihat kakak kelas mereka sedang berusaha menyatakan cintanya kepada gadis paling populer di sekolah mereka yang diberi julukan “Brutal Princess“. Gadis itu mendapat julukan kejam karena dia selalu menolak setiap anak laki-laki yang menyatakan cintanya dan tidak segan-segan untuk mencela si anak laki-laki serta memberi mereka nama julukan yang memalukan. Hal yang sama pun terjadi kepada teman sekelas Masamune, yang terang-terangan dihina oleh si gadis di depan kelas.

Masamune bertanya kepada teman sekelasnya siapa sebenarnya anak gadis itu dan terkejut ketika temannya mengatakan bahwa dia adalah Adagaki Aki (seiyuu: Ohashi Ayaka), gadis cantik putri keluarga Adagaki yang kaya raya dan … anak yang dulu pernah menyakiti hati Masamune saat dia masih kecil dan gendut. Setelah mengetahui hal itu, Masamune pun kemudian menetapkan bahwa dia akan menggunakan semua kemampuannya untuk membuat Aki jatuh cinta kepadanya kemudian akan mencampakkannya sebagai balas dendam atas apa yang telah dilakukan Aki kepadanya di masa kecil. Untuk melaksanakan niatnya itu, Masamune kemudian melakukan pendekatan dan menyelidiki semua sifat dan kebiasaan Aki di sekolah.

 

My thoughts?

Belum sempet searching mendalam di internet, mungkin nanti.  Kalo udah baca manga-nya (belum pun bisa juga sih, kayak ginian kan obvious banget) biasanya udah pada tau arah-arah rencana balas dendamnya nanti bakalan ke mana dan gue rasa sih udah banyak spoilernya di internet, termasuk bahwa sebenernya bukan Aki yang menghina Masamune dan nanti bakalan ada rival buat Masamune dalam memperebutkan Aki.

Yah… kalo dipersentasi nonton apa nggak, mungkin 70-30% lah. Tapi kalo sekitaran Desember lalu browsing, kayaknya sih ini salah satu anime yang ditunggu-tunggu ya? Let’s see how good the plot twist goes

 

LINKS

Standard
Anime

Akiba’s Trip The Animation

Denkigai Tamotsu (seiyuu: Ishiya Haruki) adalah seorang remaja yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan dunia anime dan manga. Suatu hari ketika sedang menemani adiknya, Denkigai Niwaka (seiyuu: Kouno Marika) di distrik Akihabara, mereka melihat seorang gadis berambut merah jatuh dari ketinggian dan ketika sampai di bawah, dia langsung diserang oleh sekelompok orang. Mereka kemudian bertarung dan anak perempuan berambut merah itu merenggut pakaian pemimpin gerombolan tersebut untuk mengalahkannya.

Tamotsu dan adiknya kemudian membahas mengenai kejadian itu dan Niwaka mengatakan bahwa ada kemungkinan kejadian tadi bukan merupakan suatu rekayasa. Dia menceritakan kepada Tamotsu mengenai rumor yang beredar di seputaran Akihabara mengenai adanya “Bugged Ones” (dalam game aslinya disebut sebagai Synthister, dan kayaknya enakan disebut ini daripada diterjemahin ke bugged ones ). Dikabarkan bahwa belakangan ini di Akihabara terjadi fenomena yang aneh di mana banyak orang yang dipengaruhi sebuah kekuatan misterius yang membuat mereka menjadi manusia super, tetapi kemudian menjadi berperilaku ganas. Para synthister ini kemudian menyerang orang-orang lain dan membuat korbannya menjadi seperti mereka (mirip-mirip cara kerja vampire dan zombie).

Ketika Tamotsu sedang mencari figur tokoh kesukaannya, dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis asing yang juga menginginkan figur yang sama. Anehnya, ketika sedang berebut figur itu, Tamotsu merasakan bahwa gadis ber-cosplay sebagai maid itu mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa. Gadis berambut pirang itu berbicara dengan bahasa Jepang tetapi dengan aksen kebarat-baratan, dan karena Tamotsu ingin mendapatkan figur yang mereka perebutkan, dia akhirnya memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa gadis yang bernama Arisa Ahokainen (seiyuu: Nagaku Yuki) merupakan teman sesama penggemar figur. Tiba-tiba gadis berambut merah yang dilihat Tamotsu sebelumnya muncul dan menyerang Arisa karena dia mencurigai Arisa sebagai salah satu dari synthister (karena kekuatan fisik Arisa).

Setelah mereka berdua keluar dari situ, Tamotsu mendengar kabar bahwa kafe tempat adiknya berada sedang mengalami musibah. Dia pun bergegas menuju kafe tersebut dan di dalamnya dia diserang oleh sekelompok synthister. Saat terdesak, gadis berambut merah datang dan menolongnya disusul dengan Arisa. Tamotsu kemudian menitipkan Niwaka yang sedang tidak sadarkan diri kepada Arisa sementara dia sendiri pergi untuk menolong gadis berambut merah. Di atap gedung kafe itu, gadis berambut merah sedang dikeroyok oleh synthister yang menyebut dirinya sebagai pengkhianat, dan ketika mereka akan membunuhnya, Tamotsu secara reflek melindungi gadis itu sehingga dia tertusuk potongan kayu di bagian dadanya.

Untuk menyelamatkan nyawa Tamotsu, gadis itu kemudian menggunakan kekuatannya sehingga Tamotsu pun akhirnya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama dengan dirinya. Bahkan Tamotsu pun secara tidak sadar langsung mengetahui bahwa untuk mengalahkan musuh-musuhnya, dia harus merenggut pakaian mereka karena tubuh yang terekspos merupakan kelemahan mereka. Ketika pakaian mereka terlepas, maka hawa kegelapan yang ada dalam tubuh mereka akan keluar dan mereka akan kembali menjadi manusia biasa. Setelah berhasil mengalahkan para penyerangnya, gadis itu memperkenalkan dirinya kepada Tamotsu sebagai Mayonaka Matome (seiyuu: Takahashi Rie) dan dia mengatakan bahwa mulai sekarang, mereka berdua harus bekerja sama untuk menghadapi para synthister yang mengancam Akihabara.

 

My thoughts?

Gue main sih game-nya Akiba’s Trip ini.  Weird. I know. Hahaha. Sebenernya sih lucu juga pas dijadiin anime, dan ecchi juga sih. You’ll find lots of underwear shot bahkan sampe di strip abis ama Tamotsu. Dan kok ya kebetulan banget (yea rite…) di animenya yang kena strip kebanyakan cewek. 

Agak beda dikit sih sebenernya di bagian awal. Kalo di gamenya kan si tokoh utama diculik untuk dijadikan salah satu synthister tapi terus ditolong ama si tokoh cewek, dan dalam proses mereka melarikan diri, si tokoh utama terluka parah karena ngelindungin si cewek. Selanjutnya ya sama, dia ditolong oleh si cewek dengan menggunakan kekuatannya, jadilah si cowok punya power kayak dia, dst.

Yaah, kalo buat lucu-lucuan sama ecchi-ecchian ya bisa lah ditonton, toh gue pernah main gamenya juga hahaha. Satu lagi yang agak lucu… Namanya Arisa… Ahokainen … 

 

LINKS

Standard
Anime

Fate/Grand Order: First Order

Anime pertama yang ditonton di tahun 2017, dan nggak nanggung-nanggung, langsung nonton dengan durasi 1 jam lebih. Soalnya memang sebagai introduksi untuk franchise Fate yang terbaru, yang satu ceritanya ini gabungan dari 3 episode sekaligus. Dan ya memang cuma satu ini aja, belum tau juga apakah ada serial TV nya atau nggak.

Ceritanya diawali dengan pertemuan seorang anak perempuan bernama Mash Kyrielight (seiyuu: Takahashi Rie) yang sedang melamun di jendela sebuah laboratorium dengan Fujimaru Ritsuka (seiyuu: Shimazaki Nobunaga) yang pingsan di salah satu lorong laboratorium itu. Ritsuka adalah salah satu dari 48 orang (dia #48) yang direkrut oleh Chaldea, sebuah organisasi penelitian yang mempelajari dan menggabungkan ilmu pengetahuan dengan ilmu magis untuk menjamin kelangsungan hidup manusia. Ritsuka yang baru bergabung, tidak mengetahui latar belakang Chaldea sehingga akhirnya Mash lah yang berusaha menjelaskan kepada Ritsuka bahwa berkat usaha Chaldea, dikatakan kelangsungan hidup umat manusia bisa dipertahankan sampai 100 tahun yang akan datang. Namun tiba-tiba pada tahun 2015, telah terjadi sesuatu yang membuat semua perkiraan tersebut berubah menjadi kemusnahan manusia pada tahun 2017. Ketika mereka sedang membicarakan hal itu, mereka dihampiri oleh Lev Lainur (Flauros) (seiyuu: Sugita Tomokazu) yang mengajak Mash dan Ritsuka untuk mengikuti briefing mengenai anomali yang diduga menjadi penyebab kehancuran tersebut.

Penyebab perubahan tersebut diperkirakan merupakan akibat dari sebuah fenomena aneh yang diperkirakan terjadi di Fuyuki City pada tahun 2004 (untuk yang nggak tau, Fuyuki City 2004 adalah timeline kejadian Holy Grail dalam Fate Stay/Night, cikal bakal franchise Fate ) yang kemudian disebut sebagai Spatial Singularity F. Untuk mengatasi hal inilah maka Chaldea di bawah pimpinan Olgamally Animusphere (seiyuu: Yonezawa Madoka) kemudian mengumpulkan 48 orang yang merupakan kandidat Master dan dengan menggunakan teknologi time-travel yang mereka sebut sebagai rayshifting di mana mereka akan mengirimkan para kandidat dalam 2 tim untuk mencoba menghentikan keanehan yang terjadi. Ritsuka yang tertidur saat Olga sedang berbicara, akhirnya diusir keluar sehingga dia tidak diijinkan mengikuti misi pertama ini. Setelah diantar oleh Mash ke kamarnya, Ritsuka terkejut karena di dalam kamarnya ternyata ada seorang dokter yang sedang memakan kue. Dia adalah Romani Archaman (seiyuu: Suzumura Kenichi), dokter yang bertugas di Chaldea.

Ketika mereka berdua sedang mengobrol, tiba-tiba Lev memanggil Romani untuk segera ke ruang kontrol. Romani yang menanggapi dengan santai tidak segera bergegas menuju ruang kontrol, dan ketika dia hendak menuju ke sana, tiba-tiba gedung tersebut berguncang. Romani mengatakan bahwa hal itu bukan gempa bumi tetapi sebuah ledakan, dan segera berlari bersama Ritsuka menuju ruang kontrol yang ternyata telah hancur akibat adanya ledakan bom. Akibatnya, ke-47 kandidat Master terluka parah dan sistem rayshifting tetap berjalan tanpa bisa dihentikan. Romani segera berusaha mencari cara menghentikan hal tersebut dan meminta Ritsuka untuk menyelamatkan diri, tetapi Ritsuka justru malah menuju area rayshift karena dia ingin mencari dan menolong Mash.

Ritsuka menemukan Mash yang terluka parah akibat tertimpa puing, dia berusaha mengangkat puing tersebut tetapi tidak kuat sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menemani Mash yang terluka parah karena pintu ruang rayshift sudah menutup secara otomatis. Ternyata akibat rayshift tetap berjalan, Ritsuka terbangun di sebuah kota yang sudah hancur, dan ketika dia melihat ke langit, dia melihat kilatan cahaya merah yang menuju ke arah dirinya. Sebelum dia sempat menghindar, tiba-tiba Mash muncul di hadapannya membawa sebuah perisai besar dan melindungi Ritsuka. Mash pun sudah berubah penampilannya karena dia sudah menjadi seorang Demi-Servant, yaitu seorang manusia yang memang sengaja direkayasa agar bisa ‘bergabung’ dengan Servant dengan tujuan agar bisa lebih mengendalikan kekuatan Servant. Dan ternyata Ritsuka sendiri secara tidak sadar telah membuat ikatan Master-Servant dengan Mash. Tetapi karena mereka berdua sebelumnya terjebak dalam rayshifting yang terjadi tanpa kendali, Mash tidak mengetahui siapa spirit Servant yang sudah bergabung dengan dirinya, jadi dia tidak mengetahui Noble Phantasm yang dimiliki oleh Servant yang asli.

Ritsuka dan Mash kemudian bertemu dengan Olga yang ternyata juga berada di tempat itu dan sedang dikejar oleh segerombolan tengkorak milik Assassin. Mereka kemudian berhasil dikontak oleh Romani yang telah mengambil alih pimpinan di Chaldea karena dia adalah pemegang jabatan tertinggi di organisasi itu pada saat ini. Romani berusaha mengembalikan sistem di Chaldea agar berfungsi normal dan membantu mereka bertiga di Fuyuki City. Ketika sedang menyelidiki situasi, mereka dihadang oleh Dark Lancer yang berusaha mengalahkan Mash yang merupakan Servant. Ketika sedang terdesak, tiba-tiba datang Caster yang membantu dan mengalahkan Dark Lancer. Caster menawarkan bantuan kepada mereka karena dia juga ingin menghentikan kekacauan yang terjadi di Fuyuki City. Menurut Caster, semua Servant yang lain sudah dikalahkan oleh Dark Saber dan untuk mengembalikan situasi seperti semula, mereka harus bisa mengalahkan Dark Saber karena dalam kejadian yang sesungguhnya, seharusnya Saber yang memenangkan Holy Grail War.

Akhirnya dengan bantuan Caster, mereka berhasil mencapai tempat Dark Saber dan ketika Mash mulai terdesak oleh serangan Saber, Ritsuka berhasil membantu Mash untuk mengaktifkan Noble Phantasm-nya meskipun dia masih tetap belum mengetahui nama dari perisai tersebut. Setelah berhasil menghentikan Saber, Caster datang kemudian mengalahkan Dark Saber. Sebagai akibatnya, mereka berdua pun menghilang karena dengan kalahnya Saber, maka anomali di Fuyuki City bisa dihentikan. Sebelum menghilang, Dark Saber sempat mengatakan sesuatu tentang Grand Order yang membuat Olga terkejut karena ternyata Dark Saber mengetahui hal tersebut. Pada saat mereka mengira misi sudah selesai, ternyata Lev muncul dan hal itu membuat Olga senang karena dia selalu merasa bisa mengandalkan Lev.

Tetapi ternyata Lev adalah orang yang menjadi penyebab ledakan di Chaldea. Dia lah yang memasang bom untuk meledakkan Chaldea dan sebagai akibatnya, jasad Olga yang sebenarnya sudah hancur, sehingga jika dia melakukan rayshift kembali ke Chaldea maka dia akan menghilang. Lev juga mengatakan bahwa Olga adalah keturunan Animusphere tetapi dia tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Master dan Lev kemudian menggunakan kekuatan Holy Grail untuk melintasi ruang dan waktu sehingga mereka bisa langsung terhubung dengan Chaldea, dan di situ inti Chaldea telah berubah menjadi seperti bola api dan Lev memasukkan Olga ke dalamnya dan mengatakan bahwa dia akan mengalami ‘kematian abadi’ kemudian meninggalkan Ritsuka dan Mash.

Ritsuka dan Mash akhirnya berhasil ditarik kembali oleh Romani dan mereka berdua sebagai satu-satunya pasangan Master-Servant yang ada, diminta untuk menjalankan sebuah misi yang disebut Grand Order, di mana mereka harus menjelajah ruang dan waktu untuk mengembalikan sejarah ke arah yang seharusnya. Hal ini berarti mereka akan bertemu dengan Master-Servant dari berbagai timeline dan mereka harus bertarung untuk menyelesaikan misi mereka.

 

My thoughts?

Berhubung gue nggak main game-nya, jadi ya agak ribet juga mau nyeritain. Dan semua franchise Fate itu memang lebih enak dipahami kalo main gamenya atau nonton dalam versi yang lengkap dari awal sampai akhir. Kalo cuma sebatas ‘perkenalan’ model begini, agak susah juga bahasnya, soalnya berasa kayak lompat-lompat. Apalagi dulu waktu jamannya TYPE-MOON ngeluarin Kara no Kyoukai movie, secara urutan kronologis nggak bisa diurutin movie 1 – 2 – 3, tapi agak random urutannya.

Tapi intinya sih ini masih keturunannya Fate, jadi ya masih tentang pertarungan antar pasangan Master – Servant di mana Masternya adalah seorang magus dan Servant-nya adalah spirit dari tokoh-tokoh legendaris yang terkenal. Kalau jaman Fate awal, ada 7 kelas Servant: Saber, Archer, Lancer, Caster, Berserker, Rider, dan Assassin, di FGO ini ada kelas Shielder, si Mash ini. [Spoiler Alert!] Kalo di FGO ini ceritanya spirit si Shielder adalah Galahad, salah satu dari Knights of the Round Table nya Arthur (alias Saber). Galahad kalo nggak salah di legendanya itu adalah knight yang berhasil mendapatkan holy grail, dan ‘kelebihan’ dari Galahad adalah sifat baiknya.

Terus Singularity F itu sendiri jadi kayak ‘alternate universe’ dari yang seharusnya terjadi. Sejarahnya kan harusnya yang menang Holy Grail War di Fuyuki City itu Saber, tapi kemudian dia hancurkan atas perintah Shiro. Sementara di Singularity ini, semua Servant nggak pake Master, dan 5 servant udah kalah lalu jadi anak buah Saber, tinggal si Caster sendiri yang masih ‘waras’. Yang lucunya, mungkin memang sama penulisnya disengaja juga sih dikasih semacem ‘trivia’. Kalo di versi FSN, Cu Chulainn disummon sebagai Lancer, sementara di Singularity dia malah jadi Caster. Dan di awal cerita FSN, Lancer bertarung sama Archer. Kedua hal ini sempat disinggung oleh Caster versi Singularity. Waktu dia sedang berduel dengan Dark Archer dia bilang kalo situasi itu seperti sudah pernah dialami (duel antara Cu Chulainn dengan Archer) dan sebelum menghilang setelah mengalahkan Saber, Cu Chulainn (Caster) sempat mengatakan, di lain kesempatan dia minta disummon sebagai Lancer.

Anyway, secara animasi, ya bagus. Meskipun untuk action agak kurang, paling seru sih IMO memang action scene di Fate/Zero. Desain karakter juga masih ‘setia’ sama tipenya TYPE MOON. Karena gue gak main game-nya, tadinya kepikiran kalo ini masih ‘sama’ dengan FSN dalam beberapa aspek, misalnya:

  • Tokoh utama adalah Master underdog, alias nggak diharapkan dan secara kemampuan juga nggak meyakinkan. Dampaknya ya, Servantnya yang keteteran.
  • Kalo waktu FSN tokoh utama (Shiro) dapet Servant yang ‘the best’, di FGO menurut gue juga sama (atau malah ‘lebih kuat’?) karena dia satu-satunya yang bisa ‘menghadang’ Excalibur, yang ceritanya, adalah yang terkuat. Hal ini pun sebenernya sempet disinggung sama Caster, bahwa dengan adanya si Shielder, ada kesempatan untuk menghadapi Excalibur.
  • Olga (tadinya) gue pikir bakalan jadi Rin-nya, karena ya, dere-dere nya ada juga sih. Dia yang ‘knowledgable’ dan ngajarin si tokoh utama. Udah gitu dia juga magus, powerful juga meskipun ternyata ‘kelemahannya’ adalah dia nggak bisa jadi Master. Cuma nggak taunya short-lived dia.
  • Mash di sini jadi kayak gabungan antara Saber sama Archer dari FSN. Sama kayak Saber selain dari sisi Master yang kurang kemampuan, juga dari sisi “kurang sempurna”-nya. Saber di FSN “kurang sempurna” sebagai Servant karena ceritanya dia satu-satunya Servant yang disummon sesaat sebelum dia meninggal (dia masih terkapar nunggu Excaliburnya dikembaliin ama Bedivere ke Vivian, kalo Servant yang lain memang sudah pada meninggal semua) sementara si Mash sendiri juga “kurang sempurna” sebagai Servant karena dia cuma “wadah” makanya disebut sebagai Demi-Servant.
  • Kesamaan Mash dengan Archer dari FSN ya dari memori-nya. Kalo Archer karena ada sedikit kesalahan waktu Rin summon, dia jadi nggak inget dia siapa sebenernya. Kalo si Mash dia nggak inget siapa spirit Servant yang ada di dirinya.

All in all, cukup menghibur sih, cuma ya akan berasa nanggung jadinya. Kecuali kalo ada lanjutan serialnya, tapi belum nemu konfirmasinya. Atau ya main game-nya, mungkin dengan begitu jadi lebih dapet ceritanya. Oh, dan jangan kaget, nama Mash juga bisa ‘dibaca’ sebagai Matthew ya, tapi di dunia Fate kan hal begitu sesuatu yang nggak aneh. Arthur aja bisa jadi cewek kan. Hehehe.

 

LINKS

On another note, tahun 2017 ini, akan dirilis movie FSN yang mengambil alur ke-3 dari gamenya, yaitu alur Heaven’s Feel.

Standard
Blog

Hello 2017

Akhirnya setelah ‘membeku’ beberapa bulan, dan setelah utak-atik theme yang baru, kita mulai coba ngisi lagi ini blog. 

Terakhir nulis itu cuma satu anime, Shuumatsu no Izetta. Dan memang musim gugur kemarin yang ditonton serius ya cuma itu. Tekketsu no Orphan juga sih, tapi munculnya belakangan dan sebenernya kan ngelanjutin dari season sebelumnya. Judul-judul lain beneran gak minat, tapi kebetulan juga IRL juga lagi penuh dengan tugas dan masalah yang muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang lucu, tapi ada juga yang   But, that’s life. Jadi ya the best that you can do is just do the best that you can. Eh … kok berasa belibet ya? 

Yang jelas 2017 udah tinggal beberapa menit lagi, artinya let us all move forward. Semoga di tahun yang baru ini, semua hal yang baik bisa diraih, dan semua hal yang buruk bisa diatasi dan ditinggalkan. Aamiin.

HAPPY NEW YEAR 2017! WISH YOU ALL THE BEST!

Standard