Blog

Fate/Zero episode 21

Semakin mendekati ending. :D

Episode ini sih actionnya nggak banyak, tapi asik juga ngeliat Saber ngebut pake motor yang bisa henshin kayak motornya Kamen Rider. Untung aja itu motor gak bisa jadi robot. Entar malah jadi Zabogar. ^^;

Kotomine Kirei mulai menunjukkan kekejamannya dan Matou Kariya… ya emang nasibnya cuma jadi pion buat dikorbanin. Nggak cuma ama orang lain, tapi ama keluarganya sendiri. Yah, seperti biasa Urobuchi Gen. Bentar lagi makin habis nih tokoh yang muncul di Zero. Hehehe. Not that I don’t know of.

Sampe sejauh ini Servant yang paling sesuai dengan gelarnya ya si Rider. Bagaimana dia menghadapi situasi memang sudah seperti selayaknya seorang Raja. Sementara 2 Raja yang lain, King of Heroes sibuk menghibur diri dan berdandan gaul, lalu King of Knights ya di sini ceritanya… masih sangat idealis.

PS: sayangnya, lagu “Manten” cuma kepake sebentar…  T_T

Standard
Blog

Spamming Homunculus

Hebat. Untuk pertama kalinya menemukan spammer menggunakan nama karakter yang dikenal. Irisviel. Nama homunculus/istri/ibu dari anime/novel Fate/Zero. *wih… banyak pake tanda ‘/’* ^^;

Biasanya spammer itu pake nama yang gajebo atau nama produk yang pengen diiklankan ditebar kayak sampah ke mana-mana. Lha ini kok pake nama yang familiar sekali. Pencemaran nama baik nih. Jangan-jangan nanti ke depannya Doraemon pun ikutan nge-spam ke mana-mana. :p

Standard
Anime, Blog

New Theme & Fate/Zero 18 & 満天

Akhirnya jadi juga ini theme. Nggak sebagus premium themes atau free yang beredar di internet, tapi at least hasil bikinan sendiri. :D

And then there’s Fate/Zero episode 18. Cerita dalam episodenya sendiri cukup menarik karena ini kayaknya ditujukan untuk menjadi jawaban atas pertanyaan Saber ke Kerry Kiritsugu tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu Kiritsugu yang membuatnya menjadi seseorang yang berdarah dingin seperti sekarang. Jadi bisa dibilang agak-agak ‘dark’. Tapi ya karena ini menceritakan Kiritsugu muda, jadi no servants (battle) in this episode. Cuma entah kenapa, rasanya kok alasan Kiritsugu berubah menjadi cold-blooded ini agak… kurang. Rasanya terlalu mudah bagi anak seusia dia untuk mengambil keputusan seperti itu, dan melakukannya tanpa keraguan sama sekali, tanpa ada pertanyaan yang mendalam, atau dialog yang mencoba memahami situasi, atau sejenisnya. Mungkin, kalau ceritanya hubungan dia dengan korban memang sangat buruk (lebih buruk dari sekedar nggak komunikasi), bisa saja terjadi. Tapi ini nggak. Agak … kurang. *nggak tau gimana deskripsiinnya* atau semua ini terjadi karena … time slot. Semua dipepetin dalam 25-30 menit. ^^;

On another note, 満天 dimunculkan sebagai ending Fate/Zero episode 18!! Nice. Kirain tadinya lagu yang ada di single “to the beginning” ini nggak ikutan jadi soundtrack F/Z. Dan soal enak atau nggaknya, itu sangat relatif… Tapi ini Kalafina. Jadi ya, for me, enak. :D

Dan… sepertinya zombies memang lagi nge-trend ya? They’re everywhere. Memang F/Z sudah lama novelnya, tapi timing keluarnya dalam bentuk anime kok ya pas banget sama trending zombie.

^^;

Standard
Trivia

Trivia: フェイト/ゼロ

 

Dalam adegan pembukaan Fate/Zero season II, episode 1 (atau ada yang menyebut episode 14 sebagai kelanjutan season I) terjadi perbincangan antara 2 orang pilot pesawat tempur yang membicarakan tentang diri mereka yang harus berhadapan dengan ‘monster’ milik Caster. Salah seorang pilot mengatakan bahwa apabila kejadian itu seperti yang ada dalam film-film, maka mereka hanya akan menjadi korban sebelum “Hikari no Kyojin” (Raksasa Cahaya) muncul untuk membasmi monster tersebut. Sepertinya pembicaraan ini mengacu pada Ultraman (terutama Ultraman Tiga?) yang populer dengan sebutan Hikari no Kyojin.

 

Standard
Blog

Fate/Zero Episode 7

Ayah Kirei sebagai pengawas dari gereja menggunakan haknya untuk mengubah peraturan Holy Grail War setelah mengetahui bahwa Caster dan masternya adalah pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap anak-anak kecil.

Ia memerintahkan master-servant yang lain untuk sementara waktu bersama-sama mengalahkan Caster agar kasus penculikan anak bisa dihentikan. Sementara itu Caster sendiri berupaya menyerang kastil Einzbern untuk menemui Saber yang dikiranya sebagai Jeanne d’Arc.

Ketika Saber mencoba menghadapi Caster, dan mengalami kesulitan dengan cedera tangannya, Lancer datang dan menolongnya. Lancer mengatakan bahwa dia menolong Saber karena hanya dia lah yang berhak mengalahkan Saber dan bahwa dirinya diperintahkan oleh masternya untuk mengalahkan Caster.

Sementara itu Kenneth, mencoba mneyerang kastil untuk membunuh master dari Saber. Kiritsugu yang sudah bisa memperkirakan langkah musuh, segera menyuruh Irisviel lari dengan ditemani Maia sementara dirinya tetap tinggal di kastil menunggu Kenneth.

Episode ini juga action-nya kurang seru dibanding pertarungan Saber-Lancer atau kemunculan Berserker. Tapi yang menarik adalah upaya Kiritsugu menghadapi Kenneth. Dan bahwa Saber di Fate/Zero ini jadi kelihatan lebih “lemah”. Tapi mestinya setelah ini bakalan menarik karena Lancer akan menemui nasib “tragis”… :D

Standard
Blog

Fate/Zero Episode 6

A bit late to write,

Nggak banyak yang terjadi di episode ini selain bahwa Caster dengan terang-terangan muncul di depan Saber dan Irisviel. Dia mengaku siapa dirinya, tapi dia salah mengenali Saber. Dia mengira Saber adalah Jeanne d’Arc dan meskipun Saber sudah memperkenalkan dirinya sebagai Arthur Pendragon, Caster tetep aja yakin kalo dia “dipengaruhi” oleh Tuhan.

Sementara itu Kiritsugu dan Maia berusaha membunuh Kayneth, master dari Lancer dengan cara meledakkan gedung hotel tempat mereka menginap. Maia yang sedang mengawasi dari atas gedung lain, diserang oleh Kirei tetapi berhasil melarikan diri meskipun terluka. Setelah berdiskusi dengan Tokiomi, Kirei bertemu dengan Gilgamesh yang mengatakan bahwa dirinya agak kecewa dengan Tokiomi dan langkah-langkah yang ditempuhnya. Gilgamesh mengatakan bahwa dia justru lebih tertarik dengan kepribadian Kirei.

Berserker dan masternya nggak muncul di episode ini. Dan kayaknya memang not much happened. Rider dan masternya juga nggak banyak diceritakan. Emang bener-bener not much happened in this episode. ^^;

Standard
Blog

Fate/Zero Episode 5

Pertarungan Saber dengan Lancer terhenti karena kedatangan Rider (Iskandar), yang dengan tenang menawarkan kepada Saber dan Lancer untuk menjadi anak buahnya dalam memperebutkan Holy Grail. Namun bisa ditebak, keduanya tidak tertarik dengan tawaran tersebut. Di tengah pembicaraan itu, Rider menyebutkan bahwa di situ ada ‘pihak lain’ yang juga tertarik dengan pertarungan antara Saber dan Lancer.

Ketika Rider mengatakan hal itu, muncullah Archer (Gilgamesh) yang kemudian bermaksud mengalahkan ketiga Servant yang ada. Namun ketika ia mulai membuka Gate of Babylon untuk mengeluarkan Hougu (Noble Phantasm), tiba-tiba muncul sosok bayangan hitam. Ia adalah Berserker, yang berwujud seorang knight yang mengenakan armor tetapi diselimuti oleh hawa kegelapan. Archer kemudian menyerang Berserker yang menurutnya tidak sopan karena mengangkat wajahnya dan melihat dirinya ^^;

Berserker ternyata adalah Servant yang tidak bisa dianggap remeh. Dia mampu menangkap Noble Phantasm Archer dan menggunakannya sebagai senjata. Hal itu adalah kemampuan Berserker di mana apapun yang ia pegang bisa ia jadikan senjata sekaligus Noble Phantasm-nya. Archer yang mulai kesal pun diperintah oleh Tokiomi untuk mundur. Ketika Archer mundur dan Berserker melihat Saber, ia pun mendadak menjadi liar dan menyerang Saber. Saber yang tangannya terluka, mengalami kesulitan dan ketika ia dalam keadaan terdesak, Lancer menolongnya. Sebagai sesama ksatria, Lancer mengatakan bahwa Saber sedang dalam pertempuran dengan dengan dirinya, oleh karena itu dia tidak ingin Berserker menyerang Saber sebelum ia menyelesaikan pertarungannya.

Meskipun Lancer bersikap ksatria, tetapi Master-nya, berpendapat lain. Ia justru menggunakan perintahnya untuk memaksa Lancer bekerja sama dengan Berserker untuk membunuh Saber. Meskipun tidak setuju tetapi Lancer tidak bisa menolak perintah tersebut. Pada saat Saber terdesak untuk kedua kalinya, Rider tiba-tiba menolong dan menyerang Berserker. Ia pun mengatakan kepada Master Lancer untuk segera mundur kalau tidak ingin Lancer ia serang bersama dengan Saber, dan bahwa keputusannya itu telah merendahkan martabat Lancer sebagai seorang ksatria.

Satu lagi episode yang bagus dari Fate/Zero. Menarik sekali melihat bagaimana para staf animasi menggambarkan Berserker yang dengan kecepatan dan kemampuannya bisa mengatasi semua serangan Gilgamesh dengan menggunakan senjata milik Gilgamesh sendiri. Spirit yang di-summon di Fate/Zero kebanyakan memang merupakan tokoh penguasa/raja, seperti Gilgamesh, Arthur, dan Iskandar. Dan di episode ini, Rider menunjukkan ‘kualitas’-nya sebagai seorang raja sekaligus ksatria. Dari ke-7 Servant, hanya Caster saja yang tidak ‘hadir’ di tempat pertarungan. Tetapi dia mengawasi dari jauh, dan kalau di Fate/Stay Night yang terobsesi pada Saber adalah Gilgamesh, sementara di Fate/Zero Caster-lah yang terobsesi pada Saber. ^^;

 

[spoiler intro=”About” title=”Berserker”]

Yang jelas di Fate/Zero ini Berserkernya lebih keren bentuknya dibandingkan Heracles di Fate/Stay Night. Dan di situ jelas bahwa Berserker menjadi ‘ganas’ ketika melihat Saber. Di sisa-sisa kesadarannya dia masih mengenali orang yang pernah menjadi rajanya. Yep, Berserker di Fate/Zero adalah Lancelot du Lac (Lancelot of the Lake), First Knight-nya King Arthur yang menurut legenda pada akhirnya berselingkuh dengan Guinevere. Penggambaran gaya bertarung Lancelot/Berserker sangat menarik, di mana dia mampu menggunakan apa saja sebagai senjata, yang menunjukkan keahlian Lancelot sebagai seorang knight.

[/spoiler]

Standard
Blog

Arthur vs. Diarmuid

 

Barusan nonton Fate/Zero episode 4 and it was amazing! Fight scene antara Saber (Arthur, King of Knights) vs. Lancer (Diarmuid Ua Duibhne, Warrior of Fianna) bagus. Jauh lebih bagus daripada pertarungan Archer vs. Lancer atau Saber vs. Berserker di Fate/Stay Night. Diarmuid dengan Gae Dearg dan Gae Buidhe-nya berhasil melukai Saber sekaligus juga bisa mengetahui senjata asli Saber yang selalu ditutupinya dengan udara.

Bisa dibilang sebagian besar adegan di episode ini isinya pertarungan Saber vs. Lancer. Tapi nggak apa-apa, it’s a good scene. Gue suka gayanya Lancer yang ini, despite menurut gue ‘curse’ nya dia agak … apa ya … nggak nyambung ama kemampuannya, meskipun sebenernya ngebantu juga terutama kalo musuhnya cewek yang nggak punya kemampuan menolak magic. ^^;

Gaya bertarungnya yang membawa 2 tombak sekaligus, plus kecepatannya (Lancer class memang punya agility yang tinggi), bisa mengimbangi Saber class yang memang kelas terkuat dari 7 kelas Servant. Memang Lancer termasuk 3 besar, cuma di F/SN si Lancer ini (Chu Chulainn) jadi Servant luntang lantung, gak punya Master dan rasanya pertarungan Lancer juga kurang gitu seru di F/SN.

Anyway, like I said before, F/Z udah pasti jadi tontonan wajib season ini, along with P4a, ama GC, but that’s another entry. Judul-judul lain lumayan menghibur, dan buat gue lebih baik daripada musim lalu yang… :(

Standard
Anime

Fate/Zero

Fate/Zero

Fate/Zero memiliki setting cerita 10 tahun sebelum kejadian Holy Grail War di Fuyuki City yang digambarkan dalam cerita Fate/Stay Night.

Holy Grail War adalah pertarungan antara 7 orang Master yang merupakan magus (penyihir) dengan dibantu oleh 7 Servant, yaitu spirit para tokoh legendaris yang masing-masing terkenal pada masanya. Ke-7 Servant ini dibagi dalam kelas yang sesuai dengan keistimewaan/keahlian di mana mereka menjadi terkenal karenanya.

Ke-7 kelas Servant itu adalah: Saber, Archer, Lancer, Caster, Assassin, Berserker, dan Rider.

7 Master dan 7 Servant ini bertarung memperebutkan Holy Grail, sebuah artifak yang diyakini mempunyai kekuatan luar biasa yang mampu mewujudkan keinginan orang yang mendapatkannya. Baik Master maupun Servant yang mengikuti perang ini mempunyai latar belakang dan alasan sendiri untuk mendapatkan artifak tersebut.

Standard
Blog

Watchlist: Fate/Zero

Fate series. TYPE-MOON. Saber.

3 alasan yang cukup buat gue untuk memastikan kalo ini salah satu anime wajib tonton musim ini. Sebenernya udah kebayang juga endingnya kayak apa karena udah baca novelnya. Pada wassalam semua tokohnya… Apalagi ini ada ‘bau-bau’ Urobuchi Gen. :roll: rasanya kok udah berasa harus siap ama adegan-adegan tragis. Dari awal juga udah tragis: tokoh ceweknya kebanyakan udah pada punya suami/pasangan!! Hahaha… ^^

Cuma masih tetep ada moral obligatory untuk nonton hehehe…

Standard