Blog

Stand By Me Doraemon

Stand-By-Me-Doraemon-Movie-2

Ah, Doraemon. Kayaknya hampir semua orang di Indonesia (bahkan mungkin dunia) kenal sama Doraemon. Tapi jujur aja, baru kali ini gue ngeliat orang yang mau nonton filmnya Doraemon di bioskop Indonesia sampe sebegitu hebohnya. Denger-denger di Bandung yang mau nonton Doraemon itu 7.000 tiket terjual habis.

Nggak mengherankan juga, soalnya di Jakarta sendiri, yang namanya mau beli tiketnya Stand By Me Doraemon itu juga perjuangannya nggak gampang. Sampe situs teater yang menayangkan filmnya mengalami gangguan server karena overload sama permintaan booking tiket. Itupun sampe yang show jam 21:00 cuma tersisa 3 kursi pas dicek sekitar jam 19:00.

Kenapa yang kali ini heboh sekali? Berdasarkan analisa pasar (oh really? ) … alias ngedengerin orang-orang ngobrol di bioskop yang crowded banget itu, antusiasme membludak karena beredar informasi bahwa ini adalah film terakhir Doraemon karena diceritakan bahwa Doraemon nggak bakal kembali lagi ke masa kecil Nobita. Aww … 

 

Kalo baca di internet, banyak pemirsa Jepang yang memberikan nilai bagus untuk film yang ini. Ada yang bilang animasinya bagus, story nya bagus, drama nya dapet, dll. Ya pastinya orang jadi makin berminat nonton. Apalagi seinget gue pernah baca ada yang bilang kalo film yang kali ini bukan sekedar petualangan Nobita dan Doraemon ke sebuah dunia fantasi (bukaaan … bukan yang di Ancol!) dan nggak sekedar menonjolkan gadget-gadget ajaib dari kantong si Doraemon.

Anyways (SPOILER ALERT!!)

Cerita film ini dimulai dengan menggambarkan Nobi Nobita (seiyuu: Ohara Megumi) yang … yang … ya you-know-lah.  Sekolah telat melulu, nilai 0 melulu, dibully melulu, sial melulu, as if nothing good is happening in his life. Dan ada “pihak ketiga” yang mengawasi kehidupan harian Nobita. Ternyata yang mengawasi itu adalah generasi ke-4 keturunan Nobita dari masa depan yang sedang berdiskusi dengan Doraemon (seiyuu: Mizuta Wasabi) mengenai bagaimana cara menolong Nobita sehingga keturunannya di masa depan bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik dari yang ada saat itu.

Stand-By-Me-Doraemon-Movie-3

Nobi Sewashi (seiyuu: Kamei Yoshiko), yang di subtitle Indonesia namanya jadi Soby, dan Doraemon akhirnya mendatangi Nobita di masa lalu dengan menggunakan mesin waktu Doraemon yang seperti kita tau, nongol di laci meja belajar Nobita. Sewashi memutuskan untuk memberi misi kepada Doraemon untuk membantu Nobita sehingga di masa depan nanti kehidupan Nobita dan keturunannya menjadi lebih baik. Misi ini awalnya ditolak oleh Doraemon tetapi Sewashi memaksakan dengan memasukkan program ke dalam Doraemon yang membuat dia tidak bisa kembali ke masa depan sebelum Nobita memperoleh kebahagiaan.

Sejak itu dimulailah petualangan Nobita dan Doraemon, dengan menggunakan gadget Doraemon seperti biasa yang kita liat di serial TV, untuk mengubah masa depan Nobita yang menurut info dari Sewashi adalah menikah dengan Jaiko dan hidupnya sengsara karena gagal. Tapi seperti biasa, gadget-gadget itu pada akhirnya justru tidak membantu Nobita mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, dan itu berdampak pada perasaannya kepada Minamoto Shizuka (seiyuu: Kakazu Yumi). Nobita akhirnya menyadari bahwa bergantung pada gadget Doraemon bukanlah jalan keluar dan berusaha keras belajar untuk bisa menjadi lebih baik dan bisa bersaing dengan Hidetoshi Dekisugi (seiyuu: Hagino Shihoko), teman sekelas mereka yang “perfect”, untuk mendapatkan Shizuka.

Stand-By-Me-Doraemon-Movie-4

Cuma ya namanya juga Nobita, udah berhasil belajar matematika, ternyata ujiannya adalah sastra Jepang …  Di tengah keputusasaannya (haiyah…) Nobita memutuskan untuk menjauhi Shizuka dan membuat Shizuka membenci dirinya karena Nobita berpikir bahwa dia hanya akan menyusahkan Shizuka di masa depan kalau memaksakan diri untuk menjadi pasangan hidup Shizuka. Tetapi ternyata keputusan Nobita kali ini justru malah membuat gambaran masa depannya membaik dan hal itu memberikan harapan baru bagi Nobita dan dia merasa telah menemukan sesuatu yang merupakan kebahagiaan bagi dirinya.

Karena Nobita telah berhasil menemukan kebahagiaan, artinya misi Doraemon telah berhasil. Sesuai dengan program yang telah ditanamkan, maka Doraemon harus kembali ke masa depan apapun yang terjadi. Mengetahui hal ini, Nobita berusaha keras untuk menunjukkan kepada Doraemon bahwa dia bisa kembali ke masa depan tanpa perlu mengkhawatirkan dirinya karena dia sudah bisa menghadapi sendiri masalahnya tanpa harus dibantu oleh Doraemon.

Stand-By-Me-Doraemon-Movie-5

Beberapa waktu berlalu setelah kepergian Doraemon. Nobita dkk pun kembali menjalani kehidupan mereka seperti biasa hingga suatu hari, dia dikerjai oleh Honekawa Suneo (seiyuu: Seki Tomokazu) dan Gouda Takeshi alias Gian/Giant (seiyuu: Kimura Subaru) yang mengatakan bahwa Doraemon telah kembali. Ternyata dia dibohongi karena hari itu adalah April Mop. Nobita kemudian teringat bahwa Doraemon pernah meninggalkan satu gadget untuk dia gunakan suatu hari. “Gadget” itu ternyata adalah sebuah ramuan yang akan mewujudkan kebalikan dari apa yang diucapkan oleh Nobita. Nobita pun menggunakan ramuan itu untuk membalas keisengan Suneo dan Jyian. Meskipun begitu dia tetap bersedih karena tidak bisa bertemu Doraemon dan secara tidak sadar mengatakan bahwa Doraemon tidak mungkin kembali lagi. Ternyata efek ramuan tersebut masih ada dan … you guessed it. Doraemon secara ajaib kembali lagi (karena itu berkebalikan dengan ucapan Nobita).

And so they lived happily ever after. Medetashi … Medetashi … 

My thoughts?

Sorry to say, tapi menurut gue endingnya … jelek kurang bagus (gue gak bisa bikin animasi dan bukan pakar, so I prefer to avoid strong word like ‘jelek’). IMHO akan (jauh) lebih baik kalo film itu endingnya adalah pada segmen di mana Nobita berhasil ‘berjuang’ untuk membuktikan kepada Doraemon bahwa dia sudah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus bergantung kepada Doraemon meskipun itu berarti dia harus tertatih-tatih. But he did it. Bahkan dia sudah mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia akan terbiasa dengan kondisi tanpa keberadaan Doraemon.

That, would have been a perfect ending. Dengan ending kayak gitu, keberadaan Doraemon di masa kecil Nobita jadi bermakna. Tujuan dia didatangkan ke masa lalu adalah untuk mengubah Nobita menjadi orang yang lebih baik, dan dengan dihentikan di bagian itu, artinya Doraemon telah berhasil. Cerita dan drama yang dibangun dengan baik dari awal akan punya makna yang lebih dalam. But that’s not what happened. Me = sad. 

Kalo alasannya adalah murni untuk tontonan anak-anak, gue kurang setuju. Seperti gue bilang, cerita dan drama yang dibangun, itu nggak murni untuk anak-anak. Film-film Doraemon yang sebelumnya tentang petualangan ke dunia antah berantah mungkin iya, tapi yang ini gue rasa nggak. Dan menurut gue, ending yang disajikan agak-agak merusak suasana. Gue tau mendiang Fujiko F. Fujio menginginkan Doraemon untuk jadi never ending story, tapi ya akhirnya storyline film ini jadi “kebanting”.

Ringkasnya, animasi bagus dan smooth, gue suka penggambaran karakter-karakternya, Doraemon malah lebih lucu di sini, Jyian agak kurusan, Shizuka lebih cantik dll. Drama oke, komedinya oke, cerita nggak bertele-tele. Pada akhirnya gue harus akui gue menikmati film Stand By Me Doraemon ini tapi nggak sampe penghujung filmnya, karena gue suka banget sampe ya adegan yang gue bilang di atas tadi. After that … agak-agak drop feelingnya. 

Standard
Blog

Tom Cruise dan Yukikaze

Beberapa waktu lalu, muncul kabar bahwa Warner Bros. sudah mendapatkan lisensi untuk memboyong Sentou Yosei Yukikaze ke Hollywood. Ini berarti nambah satu lagi dari sekian banyak judul yang ingin diadaptasi oleh Hollywood. Cuma, untuk beberapa saat berita ini menjadi tidak jelas karena belum ada tindak lanjut sehingga tidak ada informasi kapan akan mulai diproduksi, apalagi kapan akan dirilis. Tapi sekitar 2-3 bulan yang lalu, muncul kabar bahwa Warner Bros sudah menunjuk Dan Mazeau untuk menulis naskah adaptasi Yukikaze, dan bahwa Tom Cruise akan menjadi pemeran utama film itu nantinya.

Yukikaze

Yukikaze adalah karya dari Kambayashi Chohei yang pernah diangkat dalam format OVA (Original Video Animation) pada tahun 2002 – 2005 yang terbagi dalam 5 episode dan dikerjakan keroyokan oleh Gonzo, Bandai Visual dan Victor Entertainment untuk memperingati 20 tahun Bandai Visual. Menceritakan tentang peperangan antara manusia dengan alien (yang disebut sebagai JAM) di awal abad 21. Peperangan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 30 tahun yang lalu, tetapi kejadian itu dirahasiakan dan United Nations (PBB) membentuk sebuah unit khusus yang menggunakan pesawat tempur canggih dengan nama Fairy Air Force (FAF). Tokoh utama dalam anime ini adalah Letnan Dua Fukai Rei yang merupakan anggota Boomerang Squadron dan mengendalikan pesawat intai canggih yang mempunyai AI (Artificial Intelligence) yang sangat cerdas dengan kode “Yukikaze”. Anime ini mengisahkan bagaimana Rei dan Yukikaze berusaha mengalahkan para alien yang terus berupaya menyerang bahkan mereka pun bisa membuat clone manusia dan menyusupkan mata-mata ke dalam FAF.

Yukikaze ini salah satu anime yang mempunyai adegan dogfight yang keren, saingan sama Macross Plus (yes, Macross Plus punya adegan dogfight yang keren juga, lebih keren malah … oops, personal opinion hehehe). Bahkan anime ini menang penghargaan Tokyo Anime Award untuk kategori OVA. Penghargaan yang mulai diadakan pada tahun 2002 ini mencatat ada 3 anime yang menang 2 kali dalam kategori OVA dan Yukikaze adalah salah satunya selain dari Diebuster (2005 dan 2007) dan Kidou Senshi Gundam Unicorn (2011 dan 2012).

Yukikaze-2

Kalo ngeliat yang ambil adalah Warner Bros, dan yang main adalah Tom Cruise, rasanya sih nggak bakalan ngawur ngerjainnya. Apalagi ini seperti napak tilas kali ya buat Tom Cruise. Kan dia awal-awal ngetopnya karena Top Gun, yang notabene ya cerita tentang pilot pesawat tempur juga. Untuk Dan Mazeau sendiri sih yang tercatat ya dia pernah nulis script untuk Wrath of the Titans, semoga aja adaptasi yang dia buat juga bagus nantinya. Kalo soal special effects, gue rasa sih Hollywood bisa lah, asal budget nya cukup soalnya dogfight di Yukikaze sayang kalo dibikinnya nggak serius.

Tinggal pertanyaannya … Apakah Tom Cruise, kalau jadi tokoh utama, akan tetap menggunakan nama Fukai Rei? 

Dan nggak tau sengaja atau nggak, tapi di salah satu episode Yukikaze, diceritakan Ms. Jackson, seorang penulis yang membuat buku tentang perang “fairy” itu, diwawancara dan salah satu pertanyaannya adalah bahwa dikabarkan buku karyanya akan segera diadaptasi oleh Hollywood untuk dijadikan sebuah film. Nah … sama kan? 

Standard
Blog

Pacific Rim

And so I wow-ed. It was awesome.

Spoiler alert below!

pacific-rim-poster

Pacific Rim adalah sebuah film besutan sutradara Guillermo del Toro yang menceritakan tentang pertempuran antara manusia melawan mahluk raksasa yang disebut sebagai ‘Kaiju’ (dalam bahasa Jepang berarti binatang/monster raksasa). Kaiju ini awalnya muncul dari sebuah celah yang ada di dasar Samudra Pasifik di mana sebenarnya celah itu adalah semacam portal penghubung antara bumi dan dimensi para kaiju. Ketika kaiju pertama kali muncul, manusia baru bisa mengalahkannya setelah melalui pertempuran yang panjang.

Dari hasil pertempuran tersebut, manusia kemudian menciptakan mesin tempur baru untuk mengalahkan para kaiju. Mesin itu disebut dengan nama ‘Jaeger’ (dalam bahasa Jerman artinya pemburu). Jaeger ini adalah mesin tempur yang berwujud robot raksasa, yang dikendalikan oleh 2 orang pilot yang sistem syarafnya terhubung ke sistem gerak Jaeger sehingga gerakan para pilotnya ‘diterjemahkan’ sebagai gerakan si robot. Pada awal pengembangannya, Jaeger diuji coba dengan satu orang pilot, tetapi ternyata beban yang ditanggung oleh susunan syaraf pusat sang pilot justru malah mengancam jiwanya. Oleh karena itu kemudian diciptakan sistem yang memungkinkan Jaeger dikendalikan oleh 2 orang pilot yang terhubung dengan pembagian: satu pilot terhubung dengan anggota gerak sebelah kiri, dan yang lain terhubung dengan anggota gerak kanan. Karena sistem syaraf kedua pilot tersebut terhubung satu sama lain saat mengaktifkan Jaeger, maka secara otomatis mereka saling berbagi ingatan satu sama lain.

American-Jaeger-Gipsy-Danger

Yancy Becket dan Raleigh Becket adalah kakak beradik yang mengendalikan Jaeger milik AS yaiut Gipsy Danger. Suatu ketika mereka dikirim untuk mengalahkan kaiju tetapi di tengah pertempuran ada sebuah kapal nelayan yang terjebak. Mereka berusaha menyelamatkan kapal nelayan itu sambil mengalahkan kaiju, namun ternyata kaiju yang mereka hadapi pada akhirnya malah berhasil mengalahkan Jaeger mereka dan hal itu mengakibatkan kematian sang kakak. Raleigh akhirnya berhasil mengalahkan kaiju itu sendirian kemudian dia sendiri menghilang selama hampir 5 tahun. Sementara itu, selama 5 tahun, Jaeger dianggap sudah bukan lagi alat yang efektif melawan kaiju karena serangan kaiju semakin lama semakin meningkat dan semakin cepat dibandingkan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah Jaeger yang jumlahnya juga semakin berkurang akibat pertempuran. Para pemimpin dunia memutuskan bahwa proyek Jaeger dihentikan dan digantikan dengan proyek pembangunan tembok raksasa untuk menahan serangan kaiju. Mereka memerintahkan Jaeger yang tersisa untuk melindungi pekerja yang membangun tembok sebelum kemudian memerintahkan mereka untuk mundur ke Shatterdome, markas besar Jaeger di Hong Kong. Meskipun ternyata proyek tembok raksasa ini terbukti tidak mampu menahan serangan kaiju tetapi proyek tersebut tetap dijalankan karena dianggap lebih masuk akal daripada menggunakan Jaeger.

Russian-Jaeger-Cherno-Alpha

Marsekal Stacker Pentecost, pemimpin proyek Jaeger, memutuskan untuk tetap melakukan perlawanan dengan sisa Jaeger yang mereka punya dan merekrut kembali Raleigh yang sekarang berprofesi sebagai pekerja konstruksi yang ikut membangun tembok raksasa. Raleigh diminta untuk kembali mengendalikan Gipsy Danger yang telah berhasil dibangun ulang oleh Mako Mori, tetapi Raleigh belum mendapatkan pasangan untuk bersinkronisasi dengan Gipsy Danger. Sesampainya di Shatterdome Hong Kong, Raleigh bertemu dengan para pilot Jaeger yang lain seperti Sasha dan Alexis Kaidonovsky, pilot Cherno Alpha (Rusia), kembar tiga Wei bersaudara (Cheung, Hu, Jin) pilot Crimson Typhoon (China), dan pasangan ayah-anak dari Australia, Herc dan Chuck Hansen pilot Striker Eureka (Australia) yang merupakan Jaeger generasi terbaru dan tercatat paling efektif mengalahkan kaiju. Dan sejak generasi Mark IV (Crimson Typhoon), semua Jaeger telah terdigitalisasi dan tidak menggunakan reaktor nuklir lagi karena dalam perkembangan teknologi Jaeger, para pilotnya mengalami masalah kesehatan akibat terpapar radiasi nuklir dari inti robot tersebut. Raleigh sendiri masih harus mencari partner yang sesuai untuk bisa bersinkronisasi dengan Gipsy Danger, dan dia memilih Mako. Namun pada saat latihan percobaan, Mako ternyata terbawa ke dalam ingatan masa lalunya dan hampir menghancurkan Shatterdome dengan plasma cannon Gipsy.

Chinese-Jaeger-Crimson-Typhoon

Sementara itu, 2 orang ilmuwan jenius, Dr. Newton Geizler dan Dr. Hermann Gottlieb, berupaya meneliti kaiju untuk membantu Pentecost menjalankan misi terakhir para Jaeger, yaitu meledakkan portal di dasar Samudra Pasifik dengan bom nuklir sehingga serangan kaiju dapat dihentikan. Dr. Gottlieb memprediksikan dari pola penyerangan kaiju, maka bisa dikalkulasikan bahwa akan ada serangan lebih dari satu kaiju secara bersamaan, mula-mula 2 kaiju bersamaan, kemudian diikuti 3 kaiju dan seterusnya. Sementara Dr. Geizler melakukan sebuah eksperimen dengan cara memanfaatkan teknologi sinkronisasi Jaeger dan menghubungkan dirinya dengan otak kaiju yang berhasil mereka dapatkan dari sisa-sisa kaiju. Eksperimen ini hampir memberikan hasil tetapi Dr. Geizler membutuhkan jaringan otak yang masih baru agar bisa mendapatkan lebih banyak informasi, untuk itu dia menghubungi seseorang bernama Hannibal Chau yang mengambil keuntungan dari jual beli benda-benda yang diperoleh dari jasad kaiju. Ketika Dr. Geizler sedang berada di kota, tiba-tiba  2 kaiju menyerang Hong Kong secara bersamaan. Pentecost mengirimkan Cherno Alpha dan Crimson Typhoon untuk menghadapi kedua kaiju itu dan meminta Striker Eureka untuk bertahan di garis pantai. Hal ini dilakukan karena Striker “disimpan” untuk digunakan sebagai pembawa bom nuklir ke dasar Samudra Pasifik sementara ketiga Jaeger yang lain bertugas melindunginya. Tetapi ternyata kedua kaiju yang menyerang mampu mengalahkan Cherno Alpha dan Crimson Typhoon dengan mudah, serta mampu melumpuhkan Striker dengan menggunakan gelombang listrik yang membuat Striker tidak bisa bergerak karena semua peralatannya bersifat digital.

Australian-Jaeger-Striker-Eureka

Pentecost akhirnya mengirimkan Gipsy Danger yang merupakan generasi lama (Mark III) dengan Raleigh dan Mako sebagai pilotnya. Mereka berdua berhasil mengalahkan kedua kaiju tersebut, dan ternyata salah satu kaiju yang mereka kalahkan sedang dalam kondisi hamil. ‘Bayi’ kaiju yang lahir akhirnya mati karena terlilit tali pusatnya sendiri dan Dr. Geizler memanfaatkan jaringan otaknya untuk melanjutkan eksperimen. Kali ini dia dibantu oleh Dr. Gottlieb yang pada awalnya menentang eksperimen tersebut. Sementara itu, kedua Jaeger yang tersisa bergerak menuju lubang portal untuk menjalankan misi mereka, meledakkan portal tersebut dengan bom nuklir. Herc yang terluka akibat pertempuran terakhir tidak bisa mengendalikan Jaeger. Pentecost yang dulunya adalah pilot Jaeger akhirnya menggantikan posisinya meskipun dia tahu bahwa tindakan ini akan mengakibatkan kematian bagi dirinya yang sudah ‘ter-racuni’ radiasi akibat inti Jaeger generasi awal. Ketika mereka mencapai tempat tujuan, kedua ilmuwan tadi memberitahukan bahwa dari hasil eksperimen mereka, ternyata diketahui bahwa portal tersebut mempunyai semacam sensor yang bisa mendeteksi DNA kaiju sehingga yang bisa melewatinya hanya kaiju saja. Benda atau mahluk lain tidak bisa melewati portal tersebut, itu sebabnya berbagai upaya yang dilakukan selama ini selalu menemui kegagalan. Untuk bisa masuk dan membawa bom ke dalam portal, para Jaeger harus bisa menyembunyikan ‘keberadaan’ mereka dan membuat portal tersebut mengira yang lewat adalah kaiju.

Japanese-Jaeger-Coyote-Tango

Tiba-tiba kedua Jaeger ini dihadang oleh 3 kaiju sekaligus dan salah satunya adalah kaiju kategori 5, kategori yang baru pertama kali ini mereka temui. Akibat pertempuran ini kedua Jaeger mengalami kerusakan cukup parah, Striker tidak mampu melepas bom yang dipanggulnya dan mengalami kerusakan sistem yang serius. Akhirnya Pentecost dan Chuck mengorbankan diri mereka dengan cara meledakkan diri sambil membunuh 2 kaiju yang besar, sementara Gipsy Danger menghabisi kaiju yang ketiga meskipun hal itu mengakibatkan kerusakan parah. Sebelum meledak, Pentecost mengatakan bahwa misi masih bisa dijalankan karena inti dari Gipsy adalah reaktor nuklir yang bisa mereka gunakan sebagai bom. Raleigh dan Mako menggunakan sisa-sisa kaiju untuk masuk ke dalam portal, kemudian Raleigh meledakkan inti nuklir Gipsy setelah mengirim Mako dan dirinya keluar dengan menggunakan kapsul penyelamat.

 

Gue enjoy banget melihat film karya del Toro ini. Bener-bener fun to watch, dan eksekusi action antara Jaeger dan Kaiju nya mantap. Animasinya halus, nggak terasa kaku baik itu gerakan Kaiju maupun gerakan Jaeger-nya. Secara cerita ya memang simple aja, kaiju mau menjajah bumi, maka para pahlawan bumi bersatu untuk melawan mereka, nggak perlu twist politik yang terlalu ribet, romance yang terlalu mellow, buat gue sih balance semua. Adegan-adegan heroik pasti ada, itu komponen pendukung film bergenre kayak gini, tapi juga nggak ada karakter yang overpowered jadi menutupi yang lain. Mereka semua hero, dan mereka semua bekerja sama.

Yang paling menarik adalah, gue berasa menonton beberapa anime campur jadi satu di film ini. Beberapa materi-nya mengingatkan gue pada judul-judul anime yang pernah gue tonton. Bukan berarti gue nge-klaim del Toro nggak kreatif ya, menurut gue Pacific Rim punya style sendiri dan bukan jiplakan, tapi sepanjang film pikiran gue berasa seperti “eh, kayaknya pernah tau ada yang kayak gini ya”. Ada yang anime mainstream, ada juga yang nggak, tapi memang mirip sih, and they are:

Tetsujin 28-go

tetsujin

Why? Ya jelas-jelas del Toro bilang ini anime yang dia tonton semasa kecil, jadi bolehlah kalo dibilang ini salah satu yang memberi influence ke beliau. Cuma memang di US, dikenalnya dengan nama Gigantor. Tetsujin yang berarti “Iron Man” bisa dibilang ya para unit Jaeger itu, mahluk metal berukuran raksasa.

Shinseiki Evangelion (Neon Genesis Evangelion)

Neon_Genesis_Evangelion

Why?  Karena ada plug suit, neural synchronization, dan cairan (LCL?). Para pilot Jaeger harus bersinkronisasi dengan ‘mecha‘ mereka sehingga Jaeger tersebut menjadi ‘bagian tubuh’ yang bisa bergerak sesuai dengan kemauan sang pilot. Pada awalnya dicoba dengan satu orang pilot tetapi ternyata beban bagi susunan saraf pusat sang pilot terlalu besar sehingga kemudian dikembangkan menjadi 2 pilot. Dan untuk bisa ‘terhubung’ dengan sistem Jaeger, pilot harus menggunakan baju khusus. Di dalam helm yang digunakan Yancy dan Raleigh, tampak ada semacam cairan, yang tentunya mengingatkan gue akan cairan LCL. Meskipun Evangelion hanya perlu 1 orang pilot per unit EVA, tetapi pada salah satu episodenya (episode 9, “Both of You, Dance Like You Want to Win!”), dua pilot Evangelion Asuka dan Shinji harus mengendalikan EVA mereka secara harmonis untuk melakukan serangan.

 

Kishin Taisen Gigantic Formula

Kishin_Taisen_Gigantic_Formula_Logo

Why?  Karena ada 2 pilot dalam satu robot, dan masing-masing negara punya robot sendiri. Robot dalam Gigantic Formula adalah robot yang dipiloti 2 orang sekaligus, 1 bertindak sebagai pengendali, 1 lagi bertindak sebagai ‘penghubung’ antara pilot dengan robotnya. Artinya, masih ada lah semacam konektivitas antara manusia dengan robot yang dikendalikan. Yang paling menonjol ‘persamaannya’ adalah ya, masing-masing negara punya robot representatif sendiri. Bedanya adalah, kalau di Gigantic Formula, robot-robot ini bukan untuk melawan alien, tapi untuk bertempur satu sama lain …

 

Tosho Daimos

tosho_daimos

Why?  Karena cara pengendalian robotnya. Ini anime jadul, tapi mungkin yang paling pertama menggambarkan manusia terhubung dengan robot, dan robot bergerak sesuai dengan gerakan yang dilakukan oleh si manusia. Lebih ‘deket’ dengan visualisasi cara pengendalian Jaeger dibanding Evangelion sebenernya. Cuma ya visualisasi koneksinya hanya kayak ada corong vacuum cleaner nempel ke badan si pilot sih … harap maklum, tapi setidaknya apa yang ingin disampaikan tercapai lah, dan yang perlu dicatat adalah, “teknologi” tersebut sudah terpikirkan pada masa itu.

 

Kalo soal robot lawan alien/kaiju, gue rasa sih banyak lah ya yang tema-nya gitu, jadi ya nggak mungkin juga semuanya dikaitkan. Bahkan kalo kita bicara soal kaiju nya sendiri, bisa aja sih dibahas sampe ke Godzilla atau Ultraman dan musuh-musuhnya. Tapi seperti tadi gue bilang, Pacific Rim bukan/nggak jiplak kok, dan gue really enjoyed watching the movie. Yang jelas komentar gue cuma satu pas selesai nonton …

Kalo ini film yang bikin Jepang, pasti si cowoknya mati meledakkan diri demi menyelamatkan semua.

 

Pacific Rim Official Website : http://www.pacificrimmovie.com
Additional Website: Pan Pacific Defense Corps

Standard
Blog

Rurouni Kenshin – Live Action Movie

Menjelang musim panas, dan mendekati bulan Agustus, makin banyak yang ngomongin film ini: Rurouni Kenshin / 『るろうに剣心』特報映像

Buat yang dulu sering nonton Samurai X di stasiun televisi swasta Indonesia, pasti udah nggak asing lagi sama tokoh ini. Himura Kenshin (di Indonesia jadi Kenshi Himura) adalah seorang samurai dengan luka silang di pipi yang kelihatannya konyol dan lemah, tetapi sebenarnya dia adalah seorang (mantan) pembunuh yang legendaris dengan sebutan Hitokiri Battousai.

Kenshin yang sudah bersumpah untuk tidak akan pernah membunuh lagi, bertemu dengan Kamiya Kaoru, pewaris tunggal dojo Kamiya dan akhirnya dia pun tinggal di dojo itu bersama dengan Kaoru. Dari situ lah cerita Rurouni Kenshin dimulai.

Serial animenya di televisi Indonesia cukup populer, ditambah lagi dengan lagu-lagu yang menjadi soundtracknya. Tapi denger-denger, movie ini nggak total ngikutin cerita yang di manga. Meskipun kalo liat daftar pemain dan perannya, kelihatannya sih masih seperti manga. Malah ada yang menduga ceritanya akan dibuat seperti rencana Nobuhiro Watsuki (si pencipta) untuk membuat ulang cerita Kenshin secara keseluruhan.  :o

Apapun itu, ya kita coba aja lihat. Apakah movie ini mampu memenuhi ekspektansi para penggemar Rurouni Kenshin? Seperti biasa, keraguan selalu muncul saat sebuah manga atau anime akan diwujudkan dalam bentuk live action. Apalagi udah banyak kejadian di negara-maju-pencetak-film-dunia, beberapa judul udah jelas flop alias gagal (total) memvisualisasikan anime/manga. Dari Jepang sendiri, Uchuu Senkan Yamato the movie beberapa waktu lalu mengeksekusi hal itu dengan baik. Semoga yang ini juga sama.

Standard