Magical Girls for Boys


Magical Girls adalah salah satu genre yang cukup penting dan signifikan di dunia anime dan manga. Sejak 1960an genre ini berkembang dengan judul seperti Himitsu Akko-chan ato Sally the Witch Girl. Popularitas Magical Girls genre meledak pada awal 90an dengan anime adaptasi dari manga Bishojo Senshi Sailormoon, memperkenalkan berbagai macam tropes dan standar yang akan menjadi staple pada hampir seluruh magical girls di dekade kedepannya.
Satu yang undeniable dari berbagai macam magical girls show adalah hampir keseluruhan di rancang dan ditujukan untuk pasaran perempuan (anak anak perempuan dan gadis remaja).

Ciri khas yang cukup menonjol adalah kisah percintaan dan personifikasi kecantikan saat itu seperti princess atau idol-like. Namun walaupun banyak show di 90an dan awal 2000an dirancang dan ditujukan untuk pasar perempuan, ternyata cukup banyak penggemar pria yang datang dan menggemari serial serial tersebut. Berkaca dari fakta itu, era 2000an muncul beberapa series yang dirancang untuk memikat both genders dan malah ada yang khusus ditujukan untuk pasar penggemar pria, biasanya dengan melibatkan highly choreographed fights, mecha sebagai cerita dan sedikit mengesampingkan romance in favour of friendship ala anime shonen.

Berikut ini adalah ……. Anime magical girls yang IMHO bisa dinikmati oleh penggemar pria dan sedikit saran dari saya untuk bagaimana masuk ke franchise tersebut.

Mahou Shojo Lyrical Nanoha

Nanoha, Fate and Hayate

Nanoha pada awalnya hanya merupakan karakter sampingan pada game PC Triangle Heart 3. Pada saat Nanoha dibuat menjadi anime terpisah pada 2004, penggemar anime terkejut dengan tone cerita dan koreografi yang tersaji apik bagaikan serial action shonen.

Motivasi utama bagi Nanoha untuk menjadi seorang Magical Girl itu sebetulnya tidak banyak berbeda dari berbagai Magical Girl lain, yaitu membantu orang lain dalam kesusahan namun eksekusi dan pilihan cerita dalam Nanoha tersaji berbeda dari kebanyakan Magical Girl show sebelum ini, anime ini terasa lebih direct dan (anehnya) macho dengan Nanoha yang bertindak bagaikan jagoan shonen anime yang bermata lebar dan berhati lapang menanti petualangan dan bertemu teman dalam perjalanan, dan itulah yang dia dapatkan sepanjang series.

Pesona lain dari Nanoha adalah henshin device alias alat perubah diri yang tidak terlihat sebagai benda lucu seperti alat make up atau bolpen tulis berpita, namun objek normal (kalung dalam hal ini) dan berubah menjadi tongkat bersuara mechanical dan mampu berubah wujud menjadi beam cannon, ini tentu akan menarik perhatian dari para penonton pria yang kebanyakan juga menyukai mecha anime.

Nanoha season 1 hingga 3 (StrikerS) masih mempunya balance yang cukup bagus antara Magical Girls trope dan shonen all out battle, namun pada season belakangan, ViviD dan seterusnya, cerita anime berubah menjadi tournament fighter dengan fokus semakin kecil kepada unsur “magical” nya.
Sedangkan movie universe sedikit memberikan kesegaran karena kembali ke dasar yaitu Magical Girl story, namun emphasis diberikan lebih banyak ke faktor “all out battle” daripada quiet character moments seperti pada TV series universe.

Saran saya, coba mulai dari season 1 Lyrical Nanoha dan lanjut ke season 2 Nanoha A’s. Setelah itu baru putuskan sendiri untuk melanjutkan franchise ini atau tidak, saya hanya merekomendasikan StrikerS dan movie universe apabila memilih untuk melanjutkan.

Madoka Magica


Pada tahun 2011, Puella Magi Madoka Magica mengguncang dunia per anime an ketika pertama kali ditayangkan. Hal ini karena Madoka menempun rute lain yang berbeda dari kebanyakan Magical Girl sebelum nya, termasuk Nanoha.

Dari karakter design, tone cerita awal, dan berbagai hints lainnya tidaklah memperlihatkan Madoka sebagai anime Magical Girl yang berbeda, namun jalinan cerita yang ditulis oleh Urobochi Gen penulis jenius dari Nitroplus dan musik yang menusuk dari Kajiura Yuki dan juga ramuan yang pas dari sutradara Akiyuki Shinbo membuat perasaan tidak tenang sepanjang episode2 awal.

Hal ini terbukti ketika satu adegan seolah membuka semua topeng dari anime ini dan sejak saat itu all hell break loose sampai dengan episode final. Madoka mengandalkan tekanan psikologis yang luar biasa untuk tetap menggaet penonton dan mengikatnya di kursi hingga episode berakhir, hampir tidak ada 1 episode pun kita merasakan jagoan kita bisa beristirahat dan aman.

Diluar dari character design nya yang luar biasa imut, faktor lain yang menarik banyak penonton pria adalah alur dan cerita dari Madoka yang cukup dewasa disertai efek sebab akibat yang biasanya cukup absen di anime Magical Girl.
Saran saya coba tonton Madoka Magica terlebih dahulu baru melangkah ke Magia Records ataupun Rebellion di manga.


Symphogear


Senki Zessho Symphogear (The Song of the Valkyries Symphogear) adalah anime hasil karya Studio Satelight, dimana Kawamori Shoji adalah salah satu keyperson disana.

Symphogear dari awal sudah di rancang untuk demografi penonton remaja pria, dengan idol-like characters, mecha-inspired battle suit , adegan battle yang bombastis serta cerita yang lebih mirip film action daripada Magical Girl klasik. Cerita inti dari Symphogear juga menyerupai dari shonen anime, dimana core characters terus bertambah setiap season baru dan juga main heroine yang mendapatkan upgrade form ala Kamen Rider jaman Reiwa.

Kekuatan terbesar bagi Symphogear ini adalah pada lagu dan voice actress nya. Lagu merupakan hal yang esensial didalam universe Symphogear, sebagaimana karya masterpiece Kawamori, Macross, lagu selain untuk menambah keindahan adegan dalam anime juga berfungsi sebagai senjata untuk melawan musuh. Dalam hal Symphogear, lagu yang dinyanyikan oleh karakter berfungsi untuk membangkitkan armor/ senjata dari setiap relic yang berguna untuk menghabisi musuh atau Symphogear lawan.

Karena lagu memegang peranan penting maka pemilihan voice actress tidaklah main main, tidak kurang seiyuu/ penyanyi sekaliber Mizuki Nana, Takagaki Ayahi, Aoi Yuki dan Hikasa Yoko ikut dalam cast Symphogear, dan Mizuki Nana juga mengisi lagu opening mulai season 1 hingga season terakhir, XV.

Symphogear merupakan franchise yang cukup masif dengan 5 anime season, games dan manga serta serangkaian konser semi rutin yang cukup menakjubkan. Karena cukup panjang dan banyak, saya sarankan mulai dari season 1 dan GX dahulu.

Magic Knight Rayearth


Magic Knight Rayearth adalah manga karya dari maestro manga CLAMP. Rayearth ditulis berdasarkan kesukaan CLAMP bermain game RPG seperti Dragon Quest dan kecintaan mereka terhadap anime mecha seperti Yamato. Rayearth merupakan gabungan dari berbagai genre seperti Magical Girls, RPG adventure, mecha dan isekai.

Kekuatan utama dari Rayearth adalah artwork yang legendaris, karakter yang karismatik dan plot twist yang cukup besar di jaman nya.

Rayearth menjadi anime di 1994 dan mempunyai perbedaan yang cukup signifikan dengan alur cerita di manga. Perbedaan antara lain pada penambahan karakter original dan beberapa adegan yang tidak terdapat di manga.

Rayearth anime juga mempunyai kekuatan yang sama dengan manga nya, namun menambahkan animasi yang apik, lagu pengiring yang luar biasa dan jalan cerita yang lebih ekspansif dan cukup mengulas dengan dalam berbagai karakternya.

Rayearth secara demografi, menurut saya akan terbagi rata antara pria dan wanita. Penonton pria akan menyukai 3 karakter utama yang lucu dan menggemaskan, elemen RPG dan petualangan serta mecha cantik nan indah dalam bentuk ketiga Mashin legendaris. Penonton wanita akan menyukai banyaknya alur cerita percintaan, karakter2 pria yang yang gagah dan sedikit BL hint antara Lantis-Eagle

Saran dari saya, selalu tontonlah TV series terlebih dahulu. Rayearth mempunyai OVA 3 episode yang tidak mempunyai hubungan apapun dengan TV series nya. Hindari OVA itu sebelum menyelesaikan TV series nya.

My Best Anime per Year 2000-2010 (2007): Seirei no Moribito

2007: Seirei no Moribito

Nggak pake lama, langsung aja ini mah. Udah jelas pilihannya.

Image source: zerochan.net
JudulSeirei no Moribito / 精霊の守り人
TipeTV Series (26 episode)
Tayang7 April 2007 – 29 September 2007
Genreaction, drama, fantasy
StafKarya asli: Uehashi Nahoko
Sutradara: Kamiyama Kenji
Desain Karakter: Aso Gato
Musik: Kawai Kenji
KarakterYonsa Balsa (seiyuu: Andou Mabuki)
Chagum (seiyuu: Adachi Naoto)
Tanda (seiyuu: Tsujitani Kouji)
Shuga (seiyuu: Nojima Hirofumi)

Yonsa Balsa adalah seorang ahli bela diri yang menggunakan tombak sebagai senjata utamanya. Dia berkelana dan bekerja sebagai pengawal bayaran yang dilakukannya karena ingin “menebus” kematian 8 orang yang dulu pernah dibunuh oleh orang yang melindungi dirinya waktu kecil. Dalam menjalankan tugasnya melindungi orang, Balsa menggunakan semua kemampuan bertarungnya untuk mengalahkan lawan dan berusaha untuk tidak membunuh mereka. Suatu hari tanpa sengaja dia menyelamatkan seorang anak yang hendak dibunuh oleh sekelompok orang. Balsa baru mengetahui belakangan bahwa ternyata Chagum, anak itu, adalah pangeran kedua di kerajaan Shin Yogo.

Dalam sejarah (legenda) Shin Yogo diceritakan bahwa pernah terjadi pertempuran antara siluman air dengan raja yang mendirikan kerajaan bersama dengan 8 orang pengawalnya. Kemenangan raja tersebut berhasil menyelamatkan rakyat dari paceklik. Di masa pemerintahan raja yang sekarang, kerajaan Shin Yogo kembali mengalami ancaman bahaya kelaparan.

Berdasarkan informasi dari penasihat spiritual kerajaan, cara untuk menyelamatkan kerajaan dari situasi ini adalah dengan membunuh titisan siluman air yang ternyata adalah Chagum. Hal inilah yang kemudian membuat raja memerintahkan untuk membunuh Chagum.

Balsa yang menyelamatkan Chagum kemudian diminta tolong oleh permaisuri (ibu Chagum) untuk menyelamatkan anaknya. Balsa menyanggupi tugas itu dan menjadikan Chagum sebagai orang ke-8 yang dia kawal (alias orang terakhir dalam perjalanannya menebus kematian 8 orang)


Ada 3 nominasi sebenernya untuk tahun ini, tiga-tiganya buat gue punya cerita yang bagus, semuanya juga gue suka dan enjoy nontonnya. Dari 3 itu, 2 settingan-nya luar angkasa, 1 ada di bumi dan pilihan gue langsung jatuh ke yang di bumi. Jadi ada Heroic Age, Terra…e, dan …. *drumrolls* (eh… udah ada ding di atas judulnya… 😅)

Gue milih bukan karena ceritanya ada di bumi, tapi dari 3 judul itu, gue paling suka tokoh utamanya. Balsa, tokoh utama di sini, nggak kayak tokoh utama di 2 judul yang lain. Di Heroic Age, si Age ceritanya tumbuh dalam lingkungan yang membuat dirinya punya sifat dan karakter yang baik hati, tapi di beberapa situasi dia harus ‘terjebak’ dan mengalami konflik internal karena terikat ‘kontrak’ yang bertentangan dengan keinginannya. Sama juga di Terra…e, Jomy alias Soldier Blue, tumbuh di lingkungan yang nyaman, jadi dia punya idealisme yang kadang membuat dia sulit untuk membuat keputusan dan di beberapa kesempatan seperti ragu. Ya mungkin memang di situ sih letak konflik yang mau dibawakan dalam cerita, jadi ya sah-sah aja. Sementara kalo di Moribito, Balsa waktu kecil juga mengalami nasib hampir sama seperti Chagum, diburu. Kemudian dia besar dengan belajar ilmu bela diri (tombak) dan sudah mengalami pertempuran, jadi cara dia menghadapi situasi terasa lebih tenang dan matang, tapi tetep masih ada nuansa ‘keibuan’ waktu dia melindungi Chagum. Berasa beda sama 2 orang tokoh utama yang sebelumnya tadi. Singkatnya, gue suka karakter utamanya. 😆

Kalo dipikir-pikir, 12 Kokki juga tokoh utamanya cewek ya? 😂

つづく

My Best Anime per Year 2000-2010 (2006): Bakumatsu Kikansetsu Irohanihoheto

2006: Bakumatsu Kikansetsu Irohanihoheto

Buat tahun 2006, gue akan pilih anime buatan Sunrise, tapi bukan tentang mecha (soalnya Sunrise rajin bikin anime dengan robot-robotan). Selain itu, anime ini muncul dalam format ONA alias Original Net Animation, yaitu format di mana anime dirilis langsung ke internet, jadi bukan ditayangkan di televisi (TV Series), atau diedarkan langsung ke dalam format video (OVA/Original Video Animation).

Image source: minitokyo
JudulBakumatsu Kikansetsu: Irohanihoheto / 幕末機関説 いろはにほへと
TipeOriginal Net Animation/ONA (26 episode)
Tayang6 Oktober 2006 – 6 April 2007
Genreaction, drama, history
StafKarya asli: Takahashi Ryosuke, Yatate Hajime
Sutradara: Oohashi Yoshimitsu
Komposisi cerita: Miyashita Junichi
Desain karakter: Kozaki Yuusuke
KarakterAkizuki Youjiro (seiyuu: Namikawa Daisuke)
Yuyama Kakunojou (seiyuu: Satou Rina)
Ibaragi Soutetsu (seiyuu: Inoue Kazuhiko)
Kanna Sakyounosuke (seiyuu: Toriumi Kousuke)

Anime ini berlatar belakang Jepang di periode Bakumatsu, di mana terjadi perubahan yang signifikan dalam tatanan sosial budaya masyarakat Jepang yang sebelumnya bisa dikatakan ‘tertutup’. Hal ini disebabkan mulai masuknya pengaruh budaya ‘barat’, baik itu dalam perdagangan maupun politik. Dengan adanya perubahan ini, eksistensi para samurai yang dulunya mendominasi menjadi semakin terkikis dan perlahan mulai menghilang. Dalam tatanan kehidupan sebelumnya, para shogun berkuasa dan mempunyai banyak samurai sebagai anak buah, tetapi sekarang para samurai yang kehilangan “majikannya” mulai kehilangan tempatnya di masyarakat.

Di masa perubahan kebudayaan ini, masih ada hal-hal supranatural, yang mulai dilupakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah legenda tentang Hasha no Kubi atau Head of the Conqueror. Dikatakan bahwa siapapun yang bisa menguasai kekuatan Hasha no Kubi bisa menguasai Jepang. Dan di tengah peralihan kekuasaan yang terjadi saat itu, dikabarkan bahwa ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kekuatan tersebut untuk kepentingan golongannya.

Di tengah perebutan kekuasaan ini, muncul seorang samurai dengan sebutan Eien no Shikaku (Eternal Assassin) yang mewarisi pedang Getsuruitou (Moon Tear Sword), yaitu pedang yang bisa mengalahkan Hasha no Kubi. Orang itu adalah Akizuki Youjiro, seorang samurai yang sebelumnya mempunyai tugas melindungi Sakamoto Ryouma seorang tokoh sejarah Jepang yang dibunuh oleh rekannya. Terdorong oleh penyesalan karena merasa gagal melindungi Ryouma, Akizuki berusaha keras untuk menjalankan tugasnya sebagai Eien no Shikaku.

Dalam pencariannya, dia tiba di Yokohama, di mana secara tidak sengaja dia bertemu dengan rombongan kabuki milik keluarga Yuyama yang dipimpin oleh putri tunggal keluarga tersebut yaitu Yuyama Kakunojou. Akizuki kemudian mengetahui bahwa meskipun tampak sebagai pemeran kabuki, ternyata mereka mempunyai misi untuk membalas dendam kematian orang tua Kakunojou yang dibunuh oleh seseorang bernama Hario Genba. Pertemuan Akizuki dan anggota teater kabuki ini ternyata membawa dirinya terlibat dalam konspirasi dan intrik yang melibatkan banyak pihak.


Cerita tentang samurai yang mulai kehilangan tempat di masyarakat Jepang memang bukan sesuatu yang baru sih, tapi menurut gue anime ini lumayan menarik bisa memasukkan elemen supranatural buat ‘bumbu’ biar nggak terlalu umum. Elemen sejarah juga masih ada dalam alur cerita, ada modifikasi sedikit tapi secara keseluruhan nggak mengubah sejarah yang benerannya sampe jadi alternate universe.

Perkembangan karakternya bagus, meskipun kadang kalah sama cerita sejarahnya, tapi nggak kedodoran. Gue pribadi waktu dulu nonton lebih tertarik sama karakter Soutetsu, anggota grup kabuki yang bertugas sebagai, apa ya namanya? Penulis skenario? Ada banyak kejadian yang seolah mengindikasikan kalau dia ini bukan cuma nulis skenario buat dipentaskan, tapi dia juga “mengendalikan jalan cerita” yang dialami oleh anggota grup di luar panggung. Seorang konspirator di balik layar. 😁

Oh, dan musik latarnya melibatkan Kajiura Yuki, openingnya Kouya Ruten oleh FictionJunction YUUKA, insert songnya Namida oleh Ishikawa Chiaki. What’s not to like? 😁 tapi kayaknya anime ini nggak begitu populer ya di tahun 2006-2007? 🤔

My Best Anime per Year 2000-2010 (2005): KARAS

2005: KARAS

Tahun 2005 ini bertepatan dengan peringatan 40 tahun Tatsunoko, sebuah studio animasi yang terkenal dengan judul-judul superhero seperti Kagaku Ninja-tai Gatchaman (di Indonesia dikenal dengan G-Force), Casshern, Tekkaman (Blade), atau Hariken Polimar yang dulu di Indonesia dibundling dengan Toshi Gordion jadi “Gordion the Warrior & Polymar”.

Nah, di tahun 2005 ini best anime gue adalah anime buatan Tatsunoko yang dirilis untuk memperingati usianya yang ke-40 yaitu Karas.

Image source: fanart.tv
JudulKaras / 鴉 -KARAS-
TipeOVA (6 episode)
Tayang25 Maret 2005 – 26 Oktober 2007
GenreAction, supranatural, Sci-fi
StafPerencanaan awal: Satou Keiichi
Sutradara: Satou Keiichi
Desain karakter: Hayama Kenji, Satou Keiichi
KarakterOtoha Yousuke (seiyuu: Wada Toshihiro)
Yurine (seiyuu: Suzuki Kasumi)
Hoshunin Eikou (seiyuu: Sakurai Takahiro)
Nue (seiyuu: Fujiwara Kenji)

Karas menceritakan tentang dunia manusia dan dunia mahluk halus yang hidup berdampingan tetapi manusia tidak bisa melihat keberadaan para mahluk halus. Kondisi yang damai dan tidak saling mengganggu ini dijaga oleh Yurine, seorang gadis (spirit? peri? dewi?) yang dibantu oleh pengawalnya yaitu Karas, ksatria dengan armor bernuansa burung gagak yang bisa berubah dari wujud manusia menjadi pesawat atau mobil.

Setelah sekian lama hidup dalam kedamaian tanpa gangguan, membuat manusia menganggap keberadaan mahluk halus hanya khayalan dan menjadi sombong. Hal ini membuat Hoshunin Eikou, salah satu Karas yang selama ini melindungi kota membenci manusia dan memutuskan untuk menghabisi manusia

Dalam menjalankan rencananya itu, Eikou membentuk pasukan yang disebut Mikura, yaitu gabungan antara siluman dengan mesin. Dia pun menghabisi Karas-Karas yang lain sehingga “batas” antara dunia manusia dan mahluk halus terganggu keseimbangannya. Sebagai akibatnya, di kota mulai muncul kejadian-kejadian aneh di mana terjadi pembunuhan tetapi sulit untuk dipecahkan dan korban selalu berada dalam keadaan yang tidak wajar.

Yurine kemudian memanggil Otoha, seorang pemuda yang sedang dirawat di rumah sakit, dia menjadikan Otoha sebagai Karas yang baru dan memerintahkannya untuk melawan Eikou dan pasukan Mikuranya. Sementara itu, seorang pemuda misterius bernama Nue datang ke kota tersebut karena dia ingin membebaskan adiknya yang ditangkap oleh Eikou.


Waktu pertama liat video promo Karas, langsung “woooaaah”, animasinya keren banget dibanding anime seangkatannya. Adegan-adegan berantemnya juga ok, cerita juga ok. Tipikal Tatsunoko sih sebenernya, mereka seneng banget bikin cerita tentang tokoh hero yang pake armor. Kalopun ada yang gue ‘komplen’ dari seri ini adalah, karena settingnya sering gelap, jadi kadang kualitas sumbernya sangat berpengaruh.

Ada yang agak bingung sih gue waktu itu. Di trailer, si Yurine ngitung 1 sampai 9, terus dia bilang “Once there were ten, it will fall”. Gue mikirnya waktu itu yang disebutin adalah jumlah Karas-nya, di awal ada 10 dan satu-satu dibunuhin sama Eikou. Tapi ternyata ada Karas lain, dengan Yurine lain juga, yang dateng ke kota itu dan sempat membantu Otoha. Kayaknya mereka ‘pelindung’ dari kota lain makanya nggak bisa ikut campur dalam pertarungan. Apa ini berarti masing-masing kota punya Yurine sendiri dan tiap Yurine punya 10 Karas? Alasan mereka ke situ karena apa ya? Apa karena Yurine kota itu ‘mati’ dibunuh Eikou? Agak lupa gue ceritanya. Mungkin nanti nonton ulang lagi. 😁

つづく

My Best Anime per Year 2000-2010 (2004): –

2004: –

Ini tahun yang paling sulit. Kenapa? Karena gue nggak punya satu pun judul yang bisa gue jadikan “My Best”. Seriously. Nonton banyak, bahkan mungkin lebih banyak dari 2003, tapi nggak tau kenapa, bener-bener nggak ada yang … apa ya istilahnya? “Nendang”? 😅 Jadi untuk part 5 ini, gue beneran nggak bisa milih, mungkin karena kebanyakan yang ditonton? Atau emang ya itu tadi, nggak ada yang berasa “uhhh”. So, I failed in my quest to challenge myself this time. 😅 Tinggal nunggu part berikutnya.

Eh tapi… karena nggak ada yang dipilih, jadi gue bikin list aja deh judul-judul di tahun 2004 ini yang sempat gue tonton. Here we go.

  • Area 88 TV series (nggak se-intens OVAnya tapi it’s okay)
  • Choujuushin Gravion Zwei (it’s mecha anime. obvious reason to watch)
  • Interlude (Watsuji Aya 😘)
  • Phantom the Animation (ada beberapa versi dan kayaknya gue nonton semua deh)
  • Dai-Yamato Zero Go (that ‘gaiga-gaiga-sumthin’ chanting in the background really annoyed me)
  • 2 versi Ghost in the Shell (2nd GIG ama movie)
  • Samurai Champloo (yes, everybody’s favorite. Bagus, tapi ya selera gue emang ajaib)
  • Gantz (satu lagi yang populer juga sebenernya)
  • Tenjou Tenge (bewbs)
  • Midori no Hibi (beneran slice of life)
  • Ragnarok: the animation (karena gue main game-nya. ya cuma karena itu aja)
  • Madlax (Bee Train, dulu selalu nonton produk mereka. Dan Kajiura tentunya)
  • Kenran Butou Sai: Mars Daybreak (inget nonton, tapi blas lupa ceritanya apa)
  • Tetsujin 28-gou (versi 2004, ceritanya ya seputaran itu aja)
  • Shin Getter Robo (kewajiban moral untuk nonton. hahaha.)
  • Appleseed Movie (beneran terpesona waktu pertama kali liat animasi model begini)
  • Elfen Lied (selalu jadi salah satu ‘standar’ violence in anime)
  • Samurai 7 (interpretasi anime dari karya Kurosawa Akira)
  • Soukyuu no Fafner (dulu nonton karena ikutin mainstream)
  • Uchuu Koukyoushi Maetel: Ginga Tetsudou 999 Gaiden (nonton karena Maetel. dan Leiji)
  • Kishin Houko Demonbane (yang versi OVA. yang versi TV Series juga nonton sih)
  • School Rumble (lucu)
  • Gankutsuou (agak lupa ceritanya, tapi inget sama gaya visualnya)
  • Zipang (naval warfare. hehehe)
  • Top wo Nerae 2! Diebuster (the name, The “Topless” 😂)

Kayaknya itu. Yang nonton gak sampe selesai ya banyak juga, tapi ya sudahlah. Gambarnya buat bonus.

Image source: here

つづく