SAO Alicization – WoU WHAT STORIES?

Karena ini judul paling populer, jadi harus dijelaskan apa maksud post sebelumnya. 😅 Gue cuma mau komentarin bagian terakhir dari episode terakhir, nggak seluruhnya, cukup sepotong terakhir aja.

3 Swordsman melayang di luar angkasa, memandang planet bumi(?), nggak perlu baju astronot, nggak pake gadget tingkat tinggi, cukup outfit biasa mereka dan pedang andalan masing-masing.

Tiba-tiba liat pesawat luar angkasa lagi perang lawan monster. Pilot-pilotnya pake suit pilot yang rapet seperti layaknya pilot pesawat tempur atau pilot pesawat luar angkasa di film-film sci-fi.

Pesawatnya tentu dong dilengkapi dengan teknologi dan persenjataan yang canggih, tapi ternyata nggak berdaya lawan si monster. Dan jelas the 3 swordsman datang menolong sambil dengan mudahnya membantai si monster. eeh… gimana? gimana?

Gue tau itu masuk dunia virtual, tapi … itu maksudnya apa coba? Di situ kayak ada kesenjangan teknologi dan ilmu antara mereka bertiga dan masyarakat dunia yang mereka kunjungi. Yang satu sisi pake teknologi modern, yang 3 orang ini pake swords and magic. Dan tujuannya mereka di situ untuk jadi apa? Their new Gods? Ternyata penjelasan yang disediakan adalah …. teks saja. 😲

All stories have just been told. WHAT STORIES?

Udah nonton dari season 1, nunggu lanjut ke season 2, kepotong pandemi, dan endingnya? Cukup dibaca saja sendiri.

Fugou Keiji Balance – UNLIMITED

Anime musim panas udah pada berakhir, dan kebetulan di musim ini ada lebih(!) dari 1 judul yang gue tonton. Ya lumayanlah daripada cuma 1 judul atau nggak nonton sama sekali. 😂 Tapi ya, nggak semua ‘berakhir’ dengan memuaskan sih, setidaknya buat gue.

Karena ada beberapa judul, mari kita mulai dari yang pertama *stretch fingers

Absurd UNLIMITED

Ha ha ha … Gue nggak tau harus mulai dari mana.

Anime ini merupakan sebuah anime yang (sepertinya) punya target audience yang ingin dicapai tapi sama sekali nggak punya skenario yang tepat untuk mencapai si target itu.

Sempet hiatus setelah tayang 2 episode karena pengaruh human malware yang bernama Covid-19. Beberapa bulan kemudian muncul episode 3 dst sampai tamat. Di episode 1-2, kita diperkenalkan ke dua karakter utama, si Kato Haru (seiyuu: Miyano Mamoru) detektif polisi yang dipindah dari Divisi-1 ke divisi Modern Crime Prevention karena kabarnya dia melakukan ‘kesalahan’ saat bertugas dan satu lagi si Kambe Daisuke (seiyuu: Oonuki Yuusuke), pewaris tunggal keluarga (ter)kaya di Jepang (dunia?) yang tiba-tiba bergabung di divisi itu tanpa latar belakang yang jelas.

Intinya dari awal ini anime sepertinya mau bikin story yang seru, serius, tapi dibumbuin sesuatu yang absurd seperti yang dicantumkan di judulnya: Balance Unlimited. Sebuah istilah yang disebutin sama super computer milik Daisuke setiap kali dia menyelesaikan masalah/kasus dengan menggunakan dana milik Kambe Group yang tidak terbatas saldonya. Sesuatu yang kemudian dijadikan poin untuk memberikan dinamika dalam hubungan kerja Haru dan Daisuke. Haru yang konservatif dan Daisuke yang anggep semua bisa selesai dengan dibayar.

Bagus dong berarti? Mohon maaf lahir dan batin, gue harus bilang, tidak. Kenapa? Ini sebuah anime yang berantakan dan absurdnya jadi kebablasan.

Pertama, tidak ada kontinuitas yang jelas, di ending episode 2 dikatakan Haru dan Daisuke harus pergi ke Hong Kong, tapi nggak tau ada apa di HK tiba-tiba mereka udah balik bawa oleh-oleh dari sana. Dan percayalah, sampe tamat pun nggak jelas itu ke HK dampaknya apa ke seluruh cerita. I guess what happened in HK, stays in HK. 🙄

Kedua, seiring berjalannya cerita, kita dikasih tau kalo Heusc (si super computer) itu tidak sepenuhnya patuh ke Daisuke. Ada orang atau pihak lain yang punya akses lebih tinggi yang kadang bisa menganulir perintah Daisuke. Cerdasnya lagi, tetep aja Daisuke make Heusc untuk nyelidiki macem-macem. Lha udah jelas ‘musuhnya’ bisa kuasain Heusc, kok ya tetep setia make Heusc terus? Ya kebobolan terus lah. 😤

Ketiga, nggak tau maksudnya si penulis script apa, tapi peralatan Daisuke semakin lama semakin aneh, udah kayak James Bond. Anehnya bukan semata-mata karena nggak masuk akal (James Bond juga nggak masuk akal), tapi nggak masuk sama nuansa yang dibangun dengan mengandalkan interaksi antara 2 tokoh utama. Ya udah aja sih, Daisuke sendirian aja jadi protag pake gadget-gadgetnya kayak James Bond tapi tajir. 🤑

Keempat, gue ulangin lagi, Heusc itu bisa dikendaliin sama musuhnya. Tapi terjadi suatu ke-tidak-konsisten-an yang konsisten di serial ini. Tetep aja mereka pake Heusc, dan anehnya, si musuh pun sama blo’onnya. Salah satu contohnya, di episode menjelang akhir, mereka naik kapal musuh. Tapi mereka masih bisa dong pake Heusc untuk kirim drone-drone ke kapal itu. Kok musuhnya bisa nggak tau? Kan sama-sama pake Heusc?

4.5. Udah gitu pas Shigemaru mau mabur pake hover bike, kok ya Haru sama Daisuke dengan sabar nungguin. Mungkin sungkan sama yang lebih tua. kalo dipikir-pikir, hebat juga naik motor terbang di laut, kembung itu pasti pas udah sampe di daratan. 🤢

Kelima, si Haru juga warbiasah. Dicegat musuh di depan dan di belakang dengan senjata lengkap, termasuk leader premannya juga di situ tapi nggak ngapa-apain. Abis itu mereka diem aja ngeliatin si Haru lari ke arah tangga. Daaan, masih tetep diem aja dong nontonin dia naik tangga sampe hampir ke ujung atas. Sopan sekali mereka, nggak mau ngeganggu konsentrasi Haru karena mereka tau itu bahaya. 😣

Keenam, lanjutan dari poin kelima, si Haru pas mau nyampe ditembak dong sama preman profesionalnya. Boom! Dikira jatuh ke laut karena jaketnya Haru kampul-kampul di laut. Jadi si Haru ini bisa pegangan tangga, menghindari tembakan, sambil lepas jaket dalam split second. Daaan, si preman profesional dengan mudahnya yakin kalo yang jatuh itu udah sama Haru-harunya sekalian, nggak cuma jaketnya. Saking profesionalnya, udah nembak nggak kena sasaran, mudah ketipu pula. Bodoh profesional. 😓

Ketujuh, ada adegan di mana Daisuke dengan tenangnya masuk mobil yang dipasangin gas dan dia langsung udah pake masker (tapi nggak jaga jarak), cuma kok ya gampang banget, abis itu keluar, buka masker. Lha itu gasnya masih ada mas, dan terbang-terbang keluar dari mobil waktu pintunya dibuka. 😓

Itu yang berkaitan langsung sama kedua tokoh utama. Sebenernya masih banyak, tapi kita coba liat dari tokoh-tokoh penyerta. Contoh keajaiban lainnya ada juga, seperti misalnya:

  • Di sebuah gedung kedutaan, ada semacam bunker rahasia yang bisa dipakai sama duta besar untuk berlindung seandainya ada serangan/ancaman. Sistem kuncinya sangat canggih dan nggak bisa dibobol. Lalu gimana caranya buka kalo ada masalah? TENANG! Ada abah cleaning service yang bikin sendiri kunci duplikatnya dan dia kalungin ke mana-mana. Gue sangkain plot twistnya adalah si abah ini duta besar yang asli tapi nyamar jadi janitor, atau sebenarnya dia yang merancang semua itu, tapi ternyata dia beneran seorang janitor sejati. Gue langsung merasa sedang berhalusinasi. 😅
  • Waktu Cho-san ketemu sama Shigemaru Kambe, meskipun kehilangan nyawanya, almarhum berhasil menyelipkan alat pelacak di kerah baju/jaket/blazer (atau apalah itu). Bener-bener seorang detektif jagoan! *terharu. TAPI(!) bentuknya DADU sodarah sodarah. Iyes! Dadu, berbentuk KUBUS. Jadi kalo diselipin di kerah baju dia bisa nempel, gak akan merosot, dan nggak ngeganjel sama sekali jadi Shigemaru nggak akan kerasa! Sangat brillian! 😓

Intinya, seperti tadi gue bilang, ini anime berantakan. Mungkin pas bikin lagi kebanyakan ide, dan semua harus dimasukin, jadi isinya acak-acakan.

Terlalu banyak yang absurd dan sulit untuk diterima secara nalar. Ini cerita tentang detektif, profesi yang seharusnya berpikir logis dan punya pola pikir yang sistematis. Dan seharusnya cerita yang dibangun bisa membawa penonton untuk mengikuti pola pikir itu. Bahwa ada ‘bumbu’ saldo nggak terbatas itu sih sah-sah aja, tapi ya jangan terus semuanya dibikin “suka-suka gue”. Memang itu terserah sama yang bikin cerita, tapi bukannya cerita itu pada awalnya dibuat untuk bisa dinikmati pemirsanya? Kalo bukan itu, ya nggak usah ditayangkan ke publik kan?