animindo

anime . indonesia

Page 2 of 32

Akanesasu Shoujo

たの日常は、だれかの非日常だ

Tsuchimiya Asuka (seiyuu: Kurosawa Tomoyo), Tounaka Yu (seiyuu: LYNN), Mia Silverstone (seiyuu: Touyama Nao), Nanase Nana (seiyuu: Koshimizu Ami), dan Chloe Morisu (seiyuu: Inoue Marina) adalah anggota “Crystal Radio Club”. Atas ajakan Asuka, kelima anak ini mencoba melakukan ritual yang dipercaya akan membawa mereka ke sebuah dunia lain.

Awalnya mereka menganggap semua itu hanya sebagai sebuah permainan, sampai suatu hari Chloe menemukan sebuah kristal di halaman kuil tempat mereka biasa melakukan ritual tersebut. Chloe mengatakan bahwa kristal itu menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu. Asuka kemudian mengatakan bahwa frekuensi itu kemungkinan adalah frekuensi yang bisa membuka gerbang ke dunia lain dan untuk membuktikannya mereka berlima kembali mencoba ritual tersebut.

Di luar dugaan mereka, ternyata frekuensi tersebut memang membuka portal ke dunia lain dan di dunia tersebut mereka diserang oleh monster. Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Asuka datang dan mengalahkan monster tersebut. Dia kemudian membawa Asuka dkk kembali ke dunia asal mereka, tetapi kemudian pingsan sebelum bisa kembali ke dunia lain.

Asuka memutuskan untuk membawa anak perempuan itu pulang dan membiarkannya istirahat. Asuka mengatakan bahwa di rumahnya selalu dibuat 1 porsi makanan ekstra untuk ‘seseorang yang sudah tidak ada’ di rumah mereka. Anak perempuan itu sebenarnya mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh Asuka karena dia adalah ‘Asuka’ juga tetapi dari dunia lain, dan orang yang dimaksud itu adalah saudara Asuka yaitu Tsuchimiya Kyohei.

‘Asuka’ dari dunia lain kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah Asuka dan kembali ke dunia tempat di mana dia bertarung melawan monster, tetapi secara tidak sengaja dia meninggalkan liontin berisi foto Kyohei di kamar Asuka, dan ketika Asuka menemukannya dia pun menyadari bahwa anak perempuan yang mirip dengan dirinya itu adalah Asuka juga tetapi dari dunia yang berbeda.

My thoughts? 

Varian lain dari isekai? Dan kayaknya memang tema isekai masih banyak sekali dan mungkin masih akan ‘laku’ sampai 1-2 tahun ke depan? Mungkin aja sih, toh tema harem yang udah ada sejak jaman kapan sampai sekarang juga masih eksis terus (dan laku).

Jadi kayaknya ini inter-dimensional travel kali ya maksudnya. Di mana Asuka dan ‘Asuka’ bertemu di satu tempat, dan di situ nanti mungkin akan ada semacam konflik yang kemungkinan melibatkan hilangnya Tsuchimiya Kyohei. Berhubung dua-duanya pake nama Asuka jadi paling bedainnya Asuka (Crystal Radio Club) dan ‘Asuka’ (isekai) aja.

Perbedaan dari kedua Asuka, selain penampilan dan attitude, kalo yang ‘Asuka’ kayaknya lebih ke solo player, nggak keliatan temen-temennya di isekai (atau belum?). Kalo Asuka, dia masuk ke isekainya bareng rombongan temen-temennya. Mungkin yang ‘Asuka’ memang sengaja memilih ke isekai sendirian atau temennya nggak ada yang mau. Atau mungkin di dunia ‘Asuka’ mereka malah jadi musuh dan nanti salah satu dari ber-4 itu jadi last boss, atau ya last boss nya si Kyohei juga bisa. Alternatif lain ya Crystal Radio Club ini bakalan jadi mahou shoujo kayak Madoka. Yah gue bisa sebutin banyak kemungkinan … karena itu plot twist yang bisa (dan biasanya) terjadi. 😅

Yang jelas anime ini kalo nggak salah dia ‘original’, belum pernah muncul dalam media lain selain anime karena memang ini ditayangkan oleh Animax sebagai peringatan usianya yang ke-20. Congratulations Animax!

LINKS

End of Summer 2018

Okey, ini emang bener-bener out of nowhere, soalnya nggak ada cerita tentang summer anime (malas) dan judul apa aja yang gue tonton tau-tau udah kelar musim panasnya. 😅

Dari banyak judul musim panas ini, secara pribadi, nggak ada anime yang menurut gue bagus untuk ditonton. 😅 Nggak tau kenapa, tapi nggak ada aja yang membuat gue penasaran untuk ikutin per episodenya, nggak sampe nunggu-nunggu next week supaya bisa segera tau lanjutannya, nggak ada rasa cliffhanger di ending tiap episode, atau ya hal-hal sejenisnya lah. 😉

Jadi kalo ada beberapa judul musim panas yang dibahas di sini, berarti gue nontonnya ya so-so aja, malah rasanya ya kayak sambil lewat aja. Mungkin bisa dibilang kalo nontonnya ya murni karena (nyari) hiburan aja. Bukan jadi kewajiban juga sih tapi kayak berasa “daripada nggak ada tontonan”. 🤣

Lupin III Part V

Sebagai awal bahasan, ada peninggalan musim semi yang gue tonton (iya bukan anime musim panas, tau…) tapi malahan menurut gue lebih menarik daripada anime-anime musim panas, yaitu Lupin III – Part V. Yup, ini judul klasik tapi kali ini ceritanya Lupin ada di Eropa dan lebih banyak berada di Perancis, negeri asal muasal tokoh Arsène Lupin (gentleman thief karya Maurice Leblanc) yang (ceritanya) merupakan leluhur Lupin III. Cerita Lupin III sebenernya ya sederhana aja, cerita tentang pencuri legendaris yang selalu berhasil mencuri apapun yang dia inginkan dan itu nggak cuma terbatas di uang, perhiasan atau benda seni. Serunya ya karena si Lupin III ini nggak “ketinggalan jaman”, dia nggak cuma bermusuhan sama Inspektur Zenigata yang berusaha nangkep dia, tapi juga harus berhadapan dengan kejamnya media sosial alias sosmed. Sesuatu yang memang umum terjadi di masa sekarang, dan di dunia nyata. 😁

Overlord III

Boring. Jujur season 3 ini tadinya gue harapkan bisa membuat anime summer lebih greget karena ya gue ngikutin season 1 dan 2, tapi sepanjang musim panas (saat ini ditulis udah sampe episode 11, mungkin 1 episode lagi sebelum tutup musim), ceritanya agak boring, banyakan ngomong, dan … boring. 😅 Mungkin karena gue nggak baca versi media cetaknya, tapi justru itu intinya, anime kan dibuat untuk bisa dinikmati secara audio visual dan ‘hidup’, kalo datar aja ya jadinya membosankan. Kalo dibilang di novel/manga nya lebih seru, bisa jadi, tapi karena gue liatnya media anime ya otomatis bilang: nggak seru. Kalo dibilang baca aja novel/manga nya, ya … itu di luar konteks animindo. 😛

Angolmois – Genkou Kassenki

Okey, gue nonton ini karena tertarik sama background ceritanya yang berkaitan dengan samurai dan era di mana mereka masih berjaya. Dan di sini samurainya nggak pake basa-basi, kill or be killed. Dicampur sama cerita tentang invasi Mongolia ke Jepang, tapi sejauh pengetahuan gue nggak berkaitan ama tokoh-tokoh sejarah yang beneran ada, jadi cenderung lebih bebas. Yang jelas gue suka sih di sini tokoh utamanya nggak cengeng dan nggak kebanyakan drama. Dia digambarkan berpikir praktis seperti seorang petarung yang sedang berhadapan dengan musuh, dia nggak ragu untuk menebas musuh, dan bahkan memenggal kepala orang yang bertarung bersama dia melawan musuh tapi akhirnya berkhianat. Itupun dia lakukan dengan tetap menjaga kehormatan seorang samurai. Begitu juga dengan yang dia penggal, dia sadar penuh sudah berkhianat dan dia juga bertanggung jawab atas perbuatannya. Secara umum, buat gue ini layak tonton meskipun bukan yang bagus banget karena ya pada akhirnya jujur aja, agak generik, nggak ada sesuatu yang istimewa. 😅

Kalopun ada yang gue anggap menarik, adalah karakterisasi tuan putrinya. Yang jelas dia bukan tipe pasrahan, tapi di sini digambarkan juga kalo dia berani mengambil inisiatif pendekatan ke tokoh utama (meskipun dilakukan kalo pas dia lagi tidur, dan nggak cuma satu kali). Nah gue nggak tau apakah memang budaya atau sejarah atau karakter perempuan Jepang di masa itu memang seperti itu, atau ceritanya tuan putri ini memang agak beda dibandingin perempuan lain di masanya. Karena tadinya gue pikir sebagai tuan putri itu dia nggak akan mau/berani ngambil inisiatif seperti itu, paling minimal dia menahan diri sekuat tenaga. Mungkin yang lebih paham budaya Jepang lebih tau (dan yang gue maksud yang beneran mempelajari ilmu budaya, bukan yang cuma kyaa kyaa doang bisanya. 😛)

Isekai Maou to Shoukan Shoujo no Dorei Majutsu

Lagi-lagi isekai, alias transmigrasi ke dunia lain. 😩 Tema yang mendadak booming (lagi). Padahal sebenernya udah ada sejak lama. Serius. Coba aja baca tulisan tsu beberapa waktu lalu.

Kenapa gue nonton ini? Karena eh karena, liat di medsos katanya di musim panas kali ini, judul isekai inilah yang dibilang masih layak tonton dibanding ama isekai yang satu lagi (ntar gue sebut juga kok 😛). Berhubung penasaran ya akhirnya nonton, dan … ya gitu deh. Intinya pindah dunia lain, punya harem, tapi jagoannya orang yang socially awkward alias gak gaul dan skill komunikasinya dengan orang lain sangat buruk karena di kehidupan aslinya dia memang menutup diri. Ceritanya? Biasa aja. Tipikal, player level tinggi masuk dunia seperti gamenya tapi yang lain levelnya di bawah dia, lalu dia harus lawan ‘demon lord’ nya, dikasih twist pengkhianatan dikit di ujung pas mau tamat, but all’s forgiven, trus ya udah, kelar. 🤣

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria

Nah ini yang sempat disebutkan sebelumnya, berdasarkan sabda para netijen, ini isekai yang terburuk di musim panas. Yang mana dalam hal ini gue setuju. Loh, berarti gue tonton? Iyes, gue tonton. 😅 For objectivity! 🤣 Kalo yang di atas gue bilang ceritanya biasa aja, nah kalo yang ini … gue nggak tau kategorinya apa. 😆 Cerita langsung dimulai dengan si jagoan udah ada di isekai, udah ada haremnya, tinggal nambahin beberapa cewek lagi. Kenapa dia bisa sampe ke dunia itu nggak dijelasin, cuma diliatin sekilas-sekilas di opening song. 🤨 Sepanjang serial juga dijelasinnya cuma seiprit doang. Supaya lebih gajebo, si jagoan bisa komunikasi ama ceweknya di dunia lain dengan menggunakan henpon nya! Damn. Itu providernya canggih banget bisa komunikasi antar dimensi. Hebatnya, itu henpon bisa dicharge tanpa listrik di isekai-nya. Lebih hebat konyolnya lagi, si jagoan bisa “cheat” dengan cara browsing lewat hpnya untuk bisa mengatasi situasi yang dia hadapi. 🙄 Saran gue sih sederhana, nggak usah ditonton. Hahaha.

Shichisei no Subaru

Anohana dikawin silang ama SAO. Kayaknya itu udah cukup jelas. Geng anak-anak, demen main game online yang model virtual. Coba gue cek daftar hadirnya dulu. Satu cewek meninggal, gang leader-nya jadi menutup diri karena sebenernya dia seneng ama yang meninggal, satu cowok yang seneng ama yang meninggal nyalahin dia, satu cewek yang pendiam seneng ama cowok yang nyalahin leader, satu cewek yang seksi seneng ama leader tapi leader nggak, satu cowok yang easy going. Yang meninggal, tiba-tiba diketahui masih ‘hidup’ di dunia virtual. Dia muncul di hadapan si leader dan punya 1 keinginan: mengumpulkan lagi teman-teman se-geng-nya. Gimana mau nggak kepikiran Anohana coba? 🙄

Buat yang nonton Anohana pasti bisa sebutin karakter-karakter itu siapa aja, dan mereka semua ada di anime ini. Cuma di sini hantu yang meninggal bukan keliaran di dunia nyata tapi di dunia virtual. Terus ceritanya ada plot twist di mana ada organisasi/perusahaan yang berusaha mewujudkan kekuatan ‘senses’ para player dunia virtual ke kehidupan nyata. Tapi dangkal banget penjelasan dan upayanya, malah sepanjang serial nggak ada apa-apanya jadi kayak PvP aja. (buat yang biasa main game online, pasti tau kan PvP apaan, kalo nggak ya bisa tanya kakek Wiki). Udah gitu konklusinya cuma ada mereka berhasil reunian lalu di suatu tempat ada berita kalo ada organisasi yang diselidiki ama pihak berwajib karena melakukan percobaan itu. That’s it.

Mungkin anime ini harusnya nggak kayak gini, nggak tau ada hubungannya apa nggak dengan berita bahwa produser anime ini ditangkap pihak berwajib karena diduga menculik seorang remaja … 🙄

Want to watch

Ada judul yang belum gue liat lebih jauh tapi ada rencana mau gue tonton, Tenrou: Sirius the Jaeger, belum tau bakalan kayak apa, baru sempat liat 2 episode awal jadi belum bisa komen juga. Cuma kok kayaknya netijen adem ayem aja ama judul satu ini. Mungkin kurang menarik? Atau karena bukan isekai, nggak ada harem dan no moe-moe jadi nggak diminati? Nggak tau juga.

Thus ended the summer of 2018

Magical Girl Lyrical Nanoha : Reflection

Sebagai fans dari Nanoha franchise sebetulnya saya agak malu untuk mereview movie ini,karena movie ini keluar kurang lebih setahun yang lalu, dan saya seperti enggan untuk melihat ataupun mendengar apapun mengenai film ini. Namun gelombang nostalgia membuat saya memberanikan diri untuk menonton cerita original pertama untuk movie timeline dari Magical Girl Lyrical Nanoha.

Nama Magical Girl Lyrical Nanoha bagi saya adalah sebuah kenangan indah, berawal dari spin-off dari game dewasa Triangle Hearts 3 yang nantinya menjadi anime Sweet Songs Forever, Nanoha menjadi salah satu anime magical girls ternama. Season 1 dan 2 (A’s) nya mendapat sambutan baik dari penggemar anime karena mengusung tema yang cukup dewasa, gelap dan kompleks serta koreografi layak nya anime mecha, sesuatu yang langka untuk ukuran anime magical girls. Namun sayang nya semenjak StrikerS (season 3) berakhir, rasanya Nanoha sudah melewati masa-masa emas nya.

Dalam dunia manga pun situasi tidak juga lebih baik dimana the true heir dari Nanoha franchise, manga Nanoha Force yang ditulis sendiri oleh Tsuzuki Masaki (creator dari Nanoha franchise) mengalami hiatus.

Memang masih ada series seperti ViviD dan Vivid Strike, namun serial ini lebih tepat disebut spin off dan sama sekali tidak mencerminkan Nanoha sebagai sebuah setting dunia, hanya ada….. cute girls, fight each other, in a tournament….this is Nanoha, not a Street Fighter…. 🙁

Satu-satunya yang masih berlanjut dan menjadi harapan para fans lama Nanoha adalah movie series, dan untung nya Nanoha Movie 1st dan Nanoha Movie 2nd Ace, cukup mumpuni walau dengan perubahan dan kompresi kiri dan kanan. Jeda cukup lama mulai dari 2012 ke 2017 antara movie 2 (2nd AceS) dan 3 (Reflection) membuat banyak orang lupa atau enggan untuk melirik movie ini, namun pendapatan (ekuivalen) sebesar USD 1,4 juta dollar sepertinya membuat studio Nanoha yaitu Seven Arcs yakin untuk melanjutkan movie series ini menuju ke movie 4.

Movie 3 bercerita mengenai sepasang kakak-adik Amitie dan Kyrie Florian yang berusaha untuk mengembalikan kehidupan di planet mereka Eltria dan juga mencari pengobatan untuk ayah mereka yang sakit secara misterius. Ketika Amitie dan sang ibu berusaha untuk mencari solusi dengan cara logis, sang adik Kyrie mencarinya dari sumber yang tidak wajar, dia menemukan sebuah artifak dengan AI didalam nya, Iris. Artifak tersebut menuntun nya untuk pergi ke Non-administrated World no.79 atau yang kita kenal sebagai Bumi, untuk mencari Eternal Crystal, benda magis yang kuat yang akan mengabulkan permintaan Kyrie untuk menolong planet dan ayahnya. Namun Iris berpesan kepada Kyrie bahwa yang mereka lakukan akan membuat kekacauan di bumi, dan para agen Time and Space Administration Bureau (TSAB) tentu tidak akan tinggal diam, terlebih untuk trio Aces mereka, Takamachi Nanoha, Fate Tesstarosa H. dan Yagami Hayate.

Secara teknis, movie 3 (Reflection) ini adalah peningkatan dari movie 1 dan 2. Beberapa adegan terlihat bahwa hand drawn animation berpadu sempurna dengan digital background dan effects. Materi dari cerita Reflection ini pun di presentasikan dengan gaya yang lebih dewasa dimana darah dan mild violence terlihat cukup sering (Angry Nanoha FTW) serta adanya sentuhan realistis dimana ada warga sipil non mage yang terlibat bencana, ada pihak berwajib (polisi) yang bereaksi kepada kejadin dan juga pihak TSAB yang ikut membantu disaster relief, semua ini absen di movie 1 dan 2 btw. Yang menarik adalah tidak seperti movie 1 dan 2 yang lebih kepada reimagining dari Nanoha season 1 dan 2, movie 3 ini adalah cerita original, karakter Amitie dan Kyrie Florian (dan beberapa karakter lain) diambil dari game PSP, Nanoha A’s Portable : Gears of Destiny. Nanoha Force menyumbangkan design baru untuk Bardische dan Raising Heart, Nanoha Formula Suit barrier jacket dan juga senjata2 baru (Reflection adalah representasi animasi device terbaik dalam Nanoha franchise) yang dipakai oleh TSAB, hanya Iris yang merupakan karakter khusus dari movie ini.

Sayangnya, walaupun dari segi materi dan animasi serta penyajian dari movie ini bisa dianggap luar biasa, namun faktor story dan pacing dari movie ini tergolong lebih lemah daripada movie 1 dan 2. Plot cerita yang diambil langsung dari game Gears of Destiny menurut saya tidak di translasikan dengan baik kedalam format film. Pacing yang lambat di awal, lalu non-stop action hingga akhir film juga tidak memberikan kita waktu untuk appreciated the character atau the enviroment dengan baik. Beberapa adegan di awal movie berasa hanya pajangan dan tidak mempunyai real weight bagi cerita keseluruhan, sehingga seakan mengaburkan point dari movie ini.

Namun paling tidak saya masih menghargai usaha Seven Arcs untuk stay true kepada franchise di Reflection, dimana semuanya masih berasa Nanoha, bahkan karakter-karakter yang terlupakan seperti Arf dan Zafira atau bahkan Amy, Shari dan keluarga Bannings, Takamachi serta Tsukimura muncul walau hanya 1-2 scenes.

In the end, saya masih bersyukur kepada Reflection, walaupun bukan Nanoha yang seperti saya harapkan, namun paling tidak Reflection memberi nafas baru kepada franchise ini. Sekarang nasib keberlanjutan franchise ini ada di pundak movie 4, Nanoha Detonation.

Full Metal Panic! Invisible Victory – the victory is not (yet) visible?

Full Metal Panic! adalah salah satu judul anime dengan genre action, mecha, romance, dan sedikit comedy yang terkenal dan easily lovable karena baik cerita maupun karakter-karakternya menyenangkan untuk diikuti. Serial buatan Gato Shoji ini muncul dalam berbagai bentuk media, berawal dari light novel, kemudian dibuat versi anime dan manga. Untuk versi non-anime sudah mencapai ending, sementara untuk versi anime masih bersifat ongoing.

Dimulai dari serial anime (di sini hanya dibahas versi anime saja) dengan judul Full Metal Panic! yang dirilis Gonzo pada tahun 2002 di mana penonton diperkenalkan kepada kedua tokoh utama yaitu Kaname Chidori dan Sagara Sousuke serta keterlibatan mereka dalam perang melawan teroris, diikuti dengan Full Metal Panic! Fumoffu tahun 2003 yang lebih difokuskan pada kehidupan sehari-hari kedua remaja itu bersama teman-teman mereka tanpa ada unsur kekerasan dan intrik yang berat, kemudian Full Metal Panic! The Second Raid pada tahun 2005 yang merupakan kelanjutan dari serial pertama di mana mereka akan berhadapan dengan organisasi rahasia yang merupakan dalang dari semua kejadian yang menimpa mereka. Kedua judul ini digarap oleh Kyoto Animation. Sempat dirilis satu OVA pada tahun 2006 yang isinya hanya side story saja kemudian judul ini vakum dari dunia per-anime-an lebih dari 10 tahun, sampai pada akhirnya di musim semi 2018, dirilis serial terbarunya yang diberi judul Full Metal Panic! Invisible Victory yang dikerjakan oleh Xebec.

Anime ini menceritakan tentang Chidori Kaname (seiyuu: Yukino Satsuki), seorang anak SMA biasa sampai suatu hari sekolahnya kedatangan seorang anak baru bernama Sagara Sousuke (seiyuu: Seki Tomokazu). Sousuke yang canggung dan selalu berkelakuan seperti seorang anggota militer awalnya dianggap menyebalkan dan dikira adalah seorang remaja yang terobsesi dengan segala sesuatu yang berbau militer, tetapi sesungguhnya dia memang anggota dari sebuah organisasi anti teroris internasional yang bergerak secara diam-diam dan didukung oleh teknologi militer yang canggih dengan nama “Mithril”. Mithril dipimpin oleh seorang anak perempuan berusia 16 tahun yang bernama Teletha “Tessa” Testarossa (seiyuu: Yukana), seorang jenius yang menciptakan sebuah kapal selam super canggih yang menjadi markas berjalan Mithril, Tuatha de Danaan. Selain kapal selam ini, Mithril juga dipersenjatai dengan robot tempur yang disebut “Arm Slave” atau disingkat AS.

Sousuke disusupkan ke sekolah itu untuk mengawasi dan menjaga Chidori karena diketahui bahwa Chidori sebenarnya adalah seorang “whispered”, yaitu seseorang yang mempunyai rahasia teknologi yang dikenal sebagai “Black Technology” tertanam di dalam alam bawah sadarnya. Karena kemampuannya inilah Chidori kemudian menjadi incaran banyak pihak, termasuk organisasi rahasia bernama “Amalgam” yang merupakan musuh besar Mithril.

Dengan bantuan Chidori, Mithril akhirnya berhasil menciptakan sebuah Arm Slave canggih yang dilengkapi dengan “Lambda Driver” sebuah teknologi yang memungkinkan AS untuk memprediksi dan melindungi diri dari serangan musuh dengan akurat. Arm Slave itu kemudian diberi kode ARX-7 Arbalest dan menjadi AS pribadi Sousuke. AI (artificial intelligence) yang ditanam di dalamnya menyatakan bahwa Sousuke adalah satu-satunya orang yang bisa menggunakan AS tersebut.

Hubungan Sousuke dan Chidori digambarkan oleh Gatoh sebagai sesuatu yang ingin dia buat berbeda dari kebanyakan light novel di mana biasanya karakter perempuan menjadi karakter yang harus ditolong oleh karakter laki-laki. Dalam hubungan Sousuke dan Chidori, dia membuat karakter Chidori sebagai seseorang yang menolak menjadi pihak yang lemah dan justru dia memilih untuk menjadi support dan melindungi Sousuke dengan caranya sendiri. Gatoh juga menyisipkan unsur komedi dalam menggambarkan hubungan antara Chidori dengan Sousuke yang mempunyai latar belakang berbeda.

FMP! Invisible Victory

Full Metal Panic! Invisible Victory adalah serial TV ke-4 di mana diceritakan bahwa Amalgam, yang ternyata dikendalikan oleh kakak kandung Tessa yaitu Leonard Testarossa (seiyuu: Namikawa Daisuke) telah berhasil menghancurkan Mithril dan sisa anggota Mithril di bawah pimpinan Tessa harus melarikan diri dengan Tuatha de Danaan dan mulai mengatur serangan balik. Sementara Sousuke yang sedang bersama Chidori harus bertarung melawan Amalgam yang menyerang dan menyandera teman-teman mereka di sekolah. Dalam pertempuran ini, Sousuke kehilangan Arbalest yang dihancurkan oleh Amalgam dan Chidori yang bersedia ikut dengan Leonard agar Sousuke tidak dibunuh.

Selama 6 bulan Sousuke berusaha melacak keberadaan Chidori dan akhirnya dia berhasil menemukan petunjuk dan mendapat “teman baru” yaitu ARX-8 Laevatein yang dibangun menggunakan AI dari Arbalest yang berhasil diamankan oleh Wraith (seiyuu: Ohara Sayaka) salah satu anggota intelijen Mithril yang membantu Sousuke saat terjadi pertempuran di sekolah.

Sousuke yang akhirnya menemukan Chidori terpaksa harus terpisah lagi karena Chidori dibawa pergi oleh Amalgam yang sekarang dibantu oleh Andrei Sergeivich Kalinin (seiyuu: Ootsuka Akio) mantan atasan Sousuke dan mantan anggota Mithril yang sekarang bergabung dengan Amalgam dengan sebutan Mr. Kalium. Chidori yang (masih) menjadi sandera, mengatakan kepada Sousuke bahwa apapun yang terjadi dia ingin agar Sousuke berjanji untuk menemukannya di mana pun dan dia akan menunggu.

 

My thoughts?

Lebih dari 10 tahun nunggu kelanjutannya dan muncul dengan judul Invisible Victory … hmm … I would expect some conclusion, no? NO! Ternyata nggak ada ending yang diharapkan! Ujungnya ya cuma “Come find me, I’ll be waiting for you no matter how long will it takes“. Does this mean another 10 years or so waiting for a visible victory? Wadaw. 🙁

Rage? Harus diakui, iya sih. Selain “tamat” yang kayak gitu, di serial ini kita nggak akan temuin chemistry antara kedua tokoh utama seperti biasanya. Oke lah karena mereka terpisah world’s apart dan effort Sousuke untuk melacak keberadaan Chidori yang jadi fokus utama. Tapi nggak cuma itu, Chidori yang biasanya digambarkan strong willed girl di sini jadi kayak plin plan nggak jelas dan akhirnya malah jadi karakter cewek seperti karakter cewek yang ingin dihindari Gatoh di awal dia menciptakan FMP!. Karena gue nggak baca full light novel atau manga-nya, jadi nggak tau apakah di kedua media itu Chidori memang digambarkan sama seperti yang ada di anime FMP! IV ini.

Kemudian ada karakter Nami yang sepertinya di anime singkat ini jadi cuma kayak batu loncatan untuk trigger Sousuke supaya kembali fokus ke tujuan awal dia yaitu melacak Amalgam dan menyelamatkan Chidori. Nami sendiri umurnya pendek banget, cuma beberapa episode dan abis itu dia dibunuh sama Amalgam. Short-lived chara. Mungkin kalo di Avengers dia kayak Coulson yang dimatiin karena “they (he) needed the push“. Entah signifikansinya Nami di sini seberapa besar, tapi ya kasian aja, sempet ditampilkan kalo dia terampil dalam setting AS dsb, tapi nggak berdampak juga pada akhirnya.

Overall gue merasa FMP! IV ini serba nanggung, actionnya nanggung, romancenya nanggung, plotnya nanggung, dst. Mungkin gue terlalu cepat menilai karena bisa saja ini separuh pertama, dan nanti akan ada episode 13 dst. Tapi sayangnya so far, belum ada kabar apakah itu akan terjadi atau tidak. Padahal di media yang lain, FMP! sudah tamat (bahkan kayaknya banyak yang suka dengan endingnya, belum pernah baca juga soalnya hahaha). Dan kalopun ada, please jangan nunggu 10 tahunan lagi baru dikeluarin…

Great Pre-2000 Isekai Anime

Isekai (異世界, literally tranlated as Different World) anime akhir-akhir ini menjadi genre tersendiri yang mempunyai banyak penggemar. Unsur petualangan di dunia asing, bertemu dengan banyak karakter yang tidak dikenal, dan akhirnya berusaha menyelamatkan dunia tersebut banyak merupakan daya tarik yang cukup besar. Banyak dari penggemar anime isekai tidak menyadari bahwa genre isekai telah lama ada di dunia anime. Tahun 2000 kebawah menyimpan cukup banyak anime isekai yang bisa dikatakan masterpiece. Berikut ini adalah beberapa anime yang menurut saya cukup bagus untuk rekomendasi ditonton bagi para penggemar anime isekai

PS

Banyak dari anime isekai dari tahun dibawah 2000 yang tidak saya sebutkan karena simply saya belum melihat nya secara utuh seperti Corrector Yui, Juuni Kokuki dll. Saya cenderung untuk memasukan anime dengan unsur fantasy/ scifi time travel sebagai isekai apabila time period yang mereka kunjungi mengakibatkan mereka merasa terasing dan sangat berbeda dari dunia asal mereka. Daftar ini adalah untuk series (OVA, TV series), sedangkan anime movie seperti Spirited Away is deserved its own list.

1. The Vision of Escaflowne

The Vision of Escaflowne (天空のエスカフローネ, Tenkuu no Escaflowne) adalah anime hasil karya Kawamori Shoji yang tersohor dengan serial Macross nya. Bercerita tentang Kanzaki Hitomi, seorang gadis SMA biasa yang secara tiba-tiba berpindah tempat ke dunia pararel bernama Gaia, Hitomi harus berusaha mencari jalan pulang ditengah-tengah perang besar yang melanda Gaia.

Anime ini menurut saya adalah paket lengkap, menggabungkan genre mecha, fantasy, romance dan isekai Kualitas cerita, animasi, voice acting (merupakan debut dari seiyuu terkenal Sakamoto Maaya) dan musik spektakuler racikan Yoko Kanno menjadikan Escaflowne sebuah classic yang sayang untuk dilewatkan.

this is my fave isekai anime, only an inch better than the next recommendation

2. Magic Knight Rayearth

Magic Knight Rayearth (魔法騎士(マジックナイト)レイアース, Mahou Kishi Rayearth) adalah adaptasi apik dari manga grup mangaka terkenal CLAMP. Bercerita tentang tiga orang gadis Shidou Hikaru, Ryuzaki Umi dan Houoji Fuu yang terlempar di Cephiro, dunia penuh magis dan fantasi ketika mereka bertiga berada di Tokyo Tower. Disana mereka bertiga diberi tugas oleh Clef, guru sihir istana untuk membebaskan Putri Emeraude, penguasa Cephiro dari tangan High Priest Zagato, sebuah premise standar yang sudah biasa ada di dunia game JRPG, namun bukan CLAMP namanya kalau tidak ada twist.

Anime sepanjang 49 eps ini mengadaptasi cerita manga CLAMP cukup faithfull dengan tambahan beberapa original character dan plot cerita. Menggabungkan genre magical girls, fantasy dan mecha, anime ini merupakan suguhan yang really aged well like a fine wine.

PS. Cobalah untuk menonton sendiri dan hindari spoiler apapun, twist Rayearth ini adalah yang salah satu yang cukup mengejutkan apabila tidak melihat spoiler.

3. Aura Battler Dunbine

Dunbine (聖戦士ダンバイン, Seishenshi Dunbine) merupakan anime mecha di awal 80an (1983) racikan pencipta genre Real Robot, Yoshiyuki Tomino. Berbeda dari anime karya Tomino sebelum nya (Gundam, Ideon) Dunbine bercerita mengenai Shou Zama, pemuda Jepang yang berpindah ke dunia Byston Wells, dunia pararel yang mirip Eropa jaman pertengahan lengkap dengan makhluk legenda seperti unicorn , kesatria berpedang dan mecha yang disebut Aura Battler, robot berbentuk humanoid insect (?) yang menggunakan tenaga Aura seseorang. Bersama dengan Aura Battler bernama Dunbine, Sho terlibat dengan intrik Byston Wells sambil berusaha mencari jalan untuk kembali ke Bumi.

Dunbine adalah salah satu serial real robot yang cukup berpengaruh di Jepang, namun sering luput dari perhatian penggemar anime di negara lain. Serial ini akhirnya mendapatkan highlight yang layak ketika masuk kedalam roster game Super Robot Wars. Salah satu kekuatan Dunbine adalah karakterisasi yang kompleks (Sho merupakan salah satu karakter anime pertama yang keturunan Amerika-Jepang, salah satu isu sosial yang diangkat Tomino) dan juga tingkat fatalitas yang signifikan menjadikan Yoshiyuki Tomino sebagai sutradara yang terkenal sebagai Mr. Kill Em All.

4. Digimon Adventure

Digimon Adventure adalah anime pertama dari franchise Digital Monster, suatu franchise yang bermula dari game virtual pet dengan nama yang sama. Bercerita tentang para DigiDestinied, anak anak terpilih yang harus bertualang di dunia digital yang dihuni oleh Digital Monster atau Digimon untuk melindungi dunia digital dari berbagai kekuatan jahat. Para DigiDestinied mempunyai partner Digimon masing-masing yang akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih kuat seiring dengan makin kuat nya hubungan antara DigiDestinied dan Digimon nya.

Jujur pertama kali melihat anime ini di televisi nasional saya kurang tertarik, karena menganggap anime ini hanya tiruan Pokemon (saya tahu Pokemon lebih dulu), namun adegan Greymon berubah menjadi Metal Greymon yang merubah pandangan saya terhadap anime ini, akhir nya saya menjadi fans dari franchise ini, walaupun yang saya lihat cuman Digimon, Digimon 02 dan Digimon tri haha. Selain cerita petualangan dan animasi para Digital Monster yang cukup bagus dijamannya, hal yang tetap melekat tentu saja lagu pembuka anime ini, Butterfly oleh alm. Wada Koji yang hingga sekarang masih setia berada di ponsel saya. Untuk saya, nilai nostalgia dari Digimon Adventure tiada tergantikan

5. Dual ! Pararel Trouble Adventure

Dual ! (デュアル!ぱられルンルン物語, Dual Pararel RunRun Monogatari) adalah anime buatan Studio AIC dan Kajishima Masaki yang lebih dahulu terkenal dengan franchise Tenchi Muyo. Meski Dual adalah anime dengan konsep dunia pararel, namun mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda dengan menceritakan dunia yang terpisah menjadi dua akibat keputusan diawal series. Yotsuga Kazuki merupakan siswa SMA biasa yang dianggap aneh oleh teman-temannya karena Kazuki sering melihat vision atau penglihatan aneh dimana robot-robot raksaksa bertarung. Kazuki menuangkan semua penglihatannya didalam blog pribadinya menjadi sebuah cerita berseri. Suatu hari secara tiba-tiba penglihatannya menjadi nyata, Robot raksaksa benar-benar bertarung didepannya, salah satu robot jatuh didepannya dengan kokpit terbuka, Kazuki pun naik ke kokpit dan memulai petualangan di dunia pararel.

Dual mempunyai reputasi yang tidak begitu meyakinkan di dunia anime, salah satunya adalah tuduhan merupakan rip-off dari anime terkenal Neon Genesis Evangelion, while this is true on the exterior, Dual merupakan anime yang berbeda didalam, bercerita mengenai lore yang berbeda, tingkat humor yang jauh lebih banyak dan harem yang menyaingi level Love Hina sekalipun. Namun Dual masih cukup layak dicoba untuk penggemar mecha (dan harem) karena mecha action yang dihadirkan cukup menarik untuk dinikmati, terutama di akhir serial.

6. El-Hazard series

El-Hazard (神秘の世界エルハザード, The Magnificent World El Hazard) adalah sebuah franchise isekai yang meliputi OVA, serial TV dan manga. Kisah El-Hazard secara garis besar dapat dipisahkan menjadi 2 kontinuitas, TV Series (El Hazard Wanderers) dan OVA series (El Hazard Magnificent-Alternative World). Premis umum El Hazard adalah Mizuhara Makoto, Jinnai Katsuhiko dan Nanami serta guru mereka Fujisawa-sensei terlempar ke dunia El-Hazard setelah Makoto menemukan artifak kuno yang tersegel dibawah tanah sekolah mereka.

Secara umum, El Hazard adalah anime yang menyenangkan, dengan unsur petualangan dan tidak terlalu serius over the top. Walaupun juga mempunyai unsur harem anime, namun Makoto hanya menunjukan affection ke salah satu dari banyak wanita yang ditemui nya di El Hazard, sedikit pembeda dari protagonis harem anime kebanyakan. El Hazard adalah salah satu dari anime pertama localized di US yang mempunyai karakter LGBT yang cukup signifikan perannya.

7.Strange Dawn

Strange Dawn (ストレンジドーン Strange Dawn) adalah anime isekai singkat (13 episode) yang sering overlooked. Hal ini cukup wajar mengingat tema, konflik dan protagonis yang terbilang cukup sederhana apabila disandingkan dengan berbagai anime isekai lainnya. Kekuatan dari Strange Dawn adalah dari interaksi antar karakter. Yuko dan Eri adalah dua siswi SMA yang secara tidak sengaja teleport ke dunia asing yang dihuni oleh makhluk humanoid mini. Yuko dan Eri harus berjuang bersama teman-teman mini mereka untuk mencari jalan pulang ke dunia asal.

Butuh sedikit kesabaran untuk dapat menikmati Strange Dawn, selain alur cerita yang berjalan cukup lambat, sub-konflik yang mengiringi cerita utama pun juga tidak bisa dibilang spektakuler, tidak ada naga, tidak ada robot raksaksa, tidak ada artifak kuno, hanya ada keseharian Yuko dan Eri di dunia asing, dan perjuangan serta persahabatan mereka dengan para penghuni asli dunia tersebut.

8.Fushigi Yugi

Fushigi Yugi (ふしぎ遊戯, Fushigi Yugi Mysterious Play) berawal dari manga karya mangaka Watase Yuu kemudian berkembang menjadi franchise meliputi TV series, OVA, Light Novel dan 2 manga prekuel. Fushigi Yugi menceritakan Yuki Miaka dan Hongo Yui yang tersedot masuk ke dunia didalam buku Universe of the Four Gods. Miaka ternyata adalah Suzaku no Miko, pendeta wanita yang mewakili faction Suzaku (Vermilion Bird) dan Yui adalah Seiryuu no Miko, mewakili faction Seiryu ( Azure Dragon). Kedua nya akan saling bertempur satu sama lain sebagai akibat dari serangkaian peristiwa dan kesalahpahaman.

Fushigi Yugi merupakan anime isekai dengan detailed background, kultur dan lore yang kuat. Watase Yuu menggunakan latar belakang kisah empat Divine Beast dan China kuno dengan baik dalam cerita ini, ditambah dengan kisah cinta segitiga yang menggemaskan khas Watase-sensei. Anime ini sangat populer di tahun 90-an, yang menyebabkan Watase Yuu melanjutkan cerita ini hingga prekuel yang mencertakan faction Byakko (White Tiger) dan Genbu (Green Turtle) yang secara atmosfir lebih gelap dan dewasa dibanding cerita Suzaku dan Seiryu. Anime wajib untuk penggemar isekai.

9.Starship Girl Yamamoto Yohko

Starship Girl Yamamoto Yohko (それゆけ!宇宙戦艦ヤマモト・ヨーコ, Soreyuke ! Uchu Senkan Yamamoto Yoko) adalah anime unik yang menggabungkan time travel, isekai dan space combat. Premis utama adalah di abad ke -30, dua fraksi manusia, TERRA dan NESS berperang untuk dominasi luar angkasa, peperangan dilakukan dengan wargame menggunakan pesawat tempur 4 lawan 4. Karena refleks manusia di abad ke 30 sudah jauh berkurang maka ilmuwan TERRA, Curtis Wilson, mencari pilot ke abad ke 20 untuk bertarung dibawah panji panji TERRA, disanalah dia bertemu dengan Yamamoto Yoko, si pilot jenius jago game yang akan menyelamatkan TERRA dari kekalahan.

Berbeda dari anime isekai kebanyakan, Yoko dan teman temannya mampu kembali ke dunia asal nya dengan mudah, dan isu utama adalah bukan bagaimana mencari jalan pulang, namun memenangkan pertempuran demi TERRA. Untuk anime tahun 1997, level animasi dari Yamamoto Yohko ini cukup bagus mengingat studio JC Staff yang menggawangi, entah kenapa Yohko mengingatkan saya akan Mikoto Misaka dari ToAru Kagaku no Railgun. Banyak style dan gaya penceritaan dari anime ini yang terasa berbeda untuk ukuran tahun 1997, seperti contohnya final card pada tiap akhir episode. Dengan segala keanehanya, saya rasa anime ini cukup layak untuk dicoba.

10.Inuyasha

Inuyasha (戦国御伽草子 犬夜叉, Inuyasha the Feudal Fairy tale)adalah anime terkenal hasil adaptasi dari manga karya Takahashi Rumiko, mangaka dibelakang cerita legendaris seperti Urusei Yatsura (Lamu the Invader Girl) dan Ranma ½. Bercerita tentang Higurashi Kagome, siswi SMP 15 tahun yang transported ke twisted version of dunia Jepang kuno (jaman Sengoku) dimana demon datang dan menterror manusia. Disana Kagome bertemu dengan half-demon dog, Inuyasha. Berdua mereka bertualang untuk mencari pecahan Shikon no tama, artifak kuno yang dapat mengabulkan permintaan si pemegang artifak.

Anime Inuyasha merupakan anime yang cukup populer saat pertama kali tayang di Indonesia. Cerita memikat, petualangan yang solid, karakter2 kompleks khas Takahashi Rumiko mampu membuat banyak anak saat itu selalu menunggu Inuyasha didepan televisi (including me). Selain itu daya tarik anime ini adalah soundtrack nya yang berisi artis artis Jpop yang saat itu tengah populer seperti Hamasaki Ayumi, Dreams, V6 dan Do As Infinity. Seperti karya Takahashi Rumiko yang lain Inuyasha juga termasuk anime yang panjang dengan 167 episode plus 26 episode Final Act dan 4 anime movie, cukup panjang apabila diikuti dari awal, tapi saya bisa pastikan bahwa its worth it.

11.Hack// SIGN

.Hack//SIGN merupakan anime pertama dari .Hack franchise yang nantinya akan berkembang meliputi video games, tv series, OVA dll. Sebagai salah satu anime pertama yang based on video games, fokus dari SIGN adalah bukan action dan adventure seperti kebanyakan anime isekai, namun lebih ke studi mengenai kejiwaan dan sosial. Bercerita tentang Tsukasa yang terjebak di dunia The World, MMORPG terkenal dimana player dapat berinteraksi satu sama lain menggunakan VR Headset. Tsukasa lalu bertemu dengan banyak teman dan lawan dan bersama-sama mereka mengungkap kejadian demi kejadian yang terjadi di The World.

Boring. Itu yang saya alami saat pertama kali melihat anime ini, karena action yang minim, dialog penuh petunjuk dan ending yang menurut saya kurang rewarding. Namun secara retrospektif anime ini akan terlihat bagus apabila ditonton sekarang, apalagi dijaman anime isekai game world seperti Sword Art Online menjadi anime favorite banyak orang. Satu hal yang membuat saya tertarik akan SIGN adalah lore/ myth yang ada di belakang cerita utama, mengenai siapa itu Aura, siapa itu Harold Hoewick, siapa Helba dll dan pengalaman tersebut akan semakin lengkap apabila memainkan juga game .Hack yang menceritakan karakter berbeda namun bersetting di dunia yang sama.

12.Shulato

Shulato (天空戦記 シュラトShurato Legend of the Heaven Wars)adalah anime isekai yang sedikit berbeda dari yang lain, Shurato merupakan anime full action dengan mystical armor ala Saint Seiya dan mengangkat mitologi Hindu sebagai latar belakang. Adaptasi dari manga karya Kawamoto Hiroshi yang diproduksi oleh studio anime kenamaan Tatsunoko Pro. Bercerita mengenai Hidaka Shurato seorang remaja jago beladiri yang bersama sahabatnya Kuroki Gai yang transported ke Tenkukai, dunia mistis dimana manusia mengandalkan Sohma untuk kegiatan sehari. Shurato sebagai salah satu titisan dari Prajurit Legendaris Sula Ou mendapati dirinya terjebak diantara perang dua fraksi Tenkukai, Vishnu yang baik hati dan Asura, sekumpulan dewa yang ingin menghancurkan dunia.

Salah satu anime favorit di akhir 90-an, Shurato awalnya sering dituduh menjiplak Saint Seiya. Namun setelah menghabiskan 1 season anime dan 6 eps OVA maka dapat disimpulkan bahwa Shurato adalah anime yang sangat berbeda dari Saint Seiya. Daya tarik Shulato adalah pertarungan antara para Hachibusu dan Asura, persahabatan antara Shulato dan kawan-kawannya dan perjuangan mereka yang tanpa henti diterpa berbagai masalah menjadikan anime ini sangat seru untuk diikuti hingga tamat.

Shokugeki no Soma San no Sara ~ Tootsuki no Ressha-hen PV

Ginga Eiyuu Densetsu ~ Die Neue These ~ PV

Full Metal Panic! Invisible Victory PV

New City Hunter Movie 2019

Aniplex akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan merilis anime movie baru dari City Hunter yang rencananya akan ditayangkan pada musim semi 2019.

Manga karya Tsukasa Hojo ini dulu sangat populer di era 90-an, menghasilkan serial TV yang lumayan panjang, beberapa TV spesial, dan 3 judul movie. Sempat dibuat spin-off sama Jackie Chan dengan judul sama di tahun 1993, dan tahun 2011 Lee Min Ho memerankan tokoh utama drama Korea dengan judul sama (dengan sedikit modifikasi cerita).

City Hunter adalah cerita tentang Saeba Ryo, seorang sniper dan detektif swasta bersama rekannya, Makimura Kaori. Ryo sangat ahli dalam menggunakan senjata dan merupakan penembak jitu yang hebat, tetapi dia juga merupakan seseorang yang … err … cabul. 😅 Sementara Kaori adalah partner andalan Ryo, orang yang ‘menjaga’ kelakuan Ryo dengan palu 100t-nya. 😋

Personally, gue dari dulu suka ama manga-nya, pernah diterbitin sama penerbit lokal dalam versi yang … euh … ya diterima aja lah untuk ukuran masa-masa itu di mana nyari manga nggak segampang sekarang. 😅 Dan waktu itu merasa cewek-cewek ‘karya’ Hojo pada cantik-cantik hahaha.

Untuk serial TVnya sendiri, awal-awal masih bagus karena masih sejalan ama manga, tapi terus muncul banyak “episode tambahan”, yang rasanya makin lama makin maksain aja karena emang lagi laku jadi dipanjang-panjangin ala-ala sinetron. 😑

Selain manga, serial TV, TV specials dan Movie, hal lain yang gue suka dari City Hunter ini adalah soundtracknya. Lagu-lagu kayak Get Wild (ending pertama yang dipake di video di atas), SaraMr. Private Eye (my favorite), FootstepsGo Go HeavenWant Your LoveYour SecretsWithout You dst. Banyak banget. ✌

Hal yang lain yang menarik dari pengumuman soal film baru City Hunter ini adalah: Kamiya Akira (71 tahun) dan Ikura Kazue (58 tahun), pengisi suara asli Ryo dan Kaori kembali akan menyuarakan tokoh-tokoh mereka di film nanti. Bahkan sutradara yang akan menangani film ini adalah Kodama Kenji yang merupakan sutradara dari TV series yang awal. 😁

Let’s hope it’s going to be a great blast from the past. 

 

LINKS:

B: The Beginning

ご無沙汰しています … Abis silent cukup lama … lagi banyak kerjaan IRL jadi ya lama (banget) nggak nyentuh ini website.

Belakangan ini lagi rada rajin mantengin Netflix karena nggak tau kenapa mereka lagi demen banget ngasih embel-embel “Netflix Original Series” ke beberapa judul serial mereka. Salah satunya ya itu, B: The Beginning. 

SPOILER ALERT

B: The Beginning menceritakan tentang kejadian pembunuhan berantai yang terjadi di sebuah negeri bernama Cremona. Polisi dibuat kebingungan dengan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seseorang yang mereka sebut sebagai “Killer B” karena di setiap lokasi kejadian, polisi menemukan tanda yang dibuat oleh si pembunuh yang menyerupai huruf B dan 4 buah garis vertikal. Uniknya lagi, semua korban pembunuhan adalah para kriminal yang sadis dan tidak segan-segan membunuh korban-korban mereka.

RIS (Royal Investigation Service) adalah kesatuan polisi yang ditugaskan menyelidiki kasus pembunuhan oleh Killer B ini. Suatu ketika saat sedang menyelidiki tempat kejadian kasus pembunuhan, Lily Hoshina (seiyuu: Seto Asami) salah satu anggota RIS , melihat seorang pria tak dikenal ikut meneliti lokasi kejadian. Saat menegur orang itu, Lily diberitahu bahwa orang itu adalah Keith Kazama Flick (seiyuu: Hirata Hiroaki), seorang penyelidik yang sudah lama tidak terdengar kabarnya. Keith terkenal sebagai seorang penyelidik yang jenius sehingga teman-teman lama memanggilnya “Genie” (jenius dalam bahasa Jerman). Kasus yang mereka selidiki kali itu adalah kematian 2 dari 3 orang bersaudara yang semuanya merupakan pembunuh berdarah dingin, mereka menikmati membunuh orang yang mereka perlakukan seperti binatang buruan sementara adik bungsu mereka menonton melalui monitor di dalam mobil. Kedua kakaknya dibunuh oleh Killer B tetapi si bungsu berhasil melarikan diri.

Keith datang ke situ atas permintaan Eric Toga (seiyuu: Toochi Hiroki), pemimpin RIS, yang dulu merupakan rekan kerja Keith. Dia sengaja mengundang Keith untuk membantu mereka memecahkan kasus Killer B. Keith sendiri bersedia kembali ke Cremona karena dia mempunyai tujuan lain yaitu mencari kebenaran dari kasus pembunuhan terhadap adiknya yang terjadi 8 tahun yang lalu. Meskipun sudah ada pelaku yang mengakui kejahatannya, Keith tidak percaya bahwa orang itu lah yang telah membunuh adiknya. Selain itu, Keith juga bersedia menyelidiki kasus Killer B ini karena hal itu berkaitan dengan masa lalunya.

Setelah dari lokasi kejadian Keith kemudian mengikuti briefing bersama anggota RIS yang lain. Mereka semua heran mengapa seseorang yang tampak tidak peduli dan malah tidur saat briefing dianggap bisa membantu mereka memecahkan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Killer B. Tanpa mereka ketahui sebenarnya Keith mempunyai cara sendiri dalam mengolah data yang diperoleh dari lokasi kejadian. Satu hal yang menarik perhatiannya adalah ketika mereka membahas ‘lambang’ yang ditinggalkan oleh Killer B, dia melihat coret-coretan sketsa yang dibuat Lily dalam buku catatannya.

Keith kemudian menyempatkan diri menemui Gilbert Ross (seiyuu: Morikawa Toshiyuki), seorang ahli forensik yang merupakan sahabat sejak jaman kuliah. Gilbert adalah orang yang melakukan otopsi atas jenazah adik Keith, Erika yang tewas dibunuh dan jenazahnya ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di mana wajah dan tubuhnya penuh sayatan. Seorang pembunuh sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan tetapi menurut Keith, orang itu bukanlah pembunuh Erika yang sebenarnya. Dia yakin ada orang lain yang melakukan pembunuhan itu dan entah bagaimana caranya dia bisa membuat orang lain mengakui perbuatan tersebut.

Sementara di sisi lain, di kota tersebut tinggal seorang anak muda bernama Koku (seiyuu: Kaji Yuuki) yang bekerja untuk ayah Lily di toko alat musik. Koku sangat menyukai biola dan sangat ahli dalam melakukan perbaikan dan perawatan biola. Meskipun tampak seperti anak muda biasa, Koku sebenarnya bukan manusia normal. Mata kirinya mempunyai kekuatan magis yang dapat memanipulasi memori orang lain dan dia mempunyai sepasang sayap hitam yang keluar dari punggungnya. Koku adalah Killer B yang selama ini dicari oleh kepolisian.

Tidak lama dari kejadian pembunuhan yang melibatkan pembunuh bersaudara itu, terjadi pencurian kendaraan tempur terbaru milik pihak militer. Pelakunya adalah si bungsu dari pembunuh bersaudara itu yang berkeinginan membalas dendam kematian kakaknya. Dia dibantu oleh seseorang yang misterius yang menjanjikan akan membantu mencari Killer B.  Orang itu memanfaatkan si bungsu untuk memancing Killer B keluar karena dia juga ingin menangkap Killer B untuk kepentingan sekelompok orang yang bernaung di bawah organisasi bernama Market Maker. Setelah Killer B (Koku) muncul, orang itu kemudian membunuh si bungsu dan bertarung melawan Koku. Sementara di tempat lain, Keith berhasil menemukan kendaraan militer yang dicuri berdasarkan kemampuannya membaca situasi dan menganalisa semua data yang berhasil dikumpulkan dengan cepat. Keith mulai berpikir bahwa pencurian kendaraan militer itu hanya kedok untuk mengalihkan perhatian pihak kepolisian.

Dalam kesempatan lain, RIS ditugaskan untuk mengatasi ancaman yang diterima Walikota yang akan mengadakan sebuah pesta di salah satu gedung di kota tersebut. Seorang pemuda yang menyamar menjadi pelayan di pesta itu mengatakan bahwa dia telah memasang gas beracun dalam saluran ventilasi gedung. Dia pun mengancam akan melepas gas beracun dalam ruangan pesta yang sudah dikunci oleh rekannya yang melakukan hacking terhadap sistem keamanan gedung. Dia bersedia membatalkan rencananya itu apabila ada orang di dalam pesta itu yang mau membunuh sang walikota. Anggota RIS yang ditugaskan di situ segera melindungi walikota dan mencoba mengambil alih sistem keamanan gedung.

Ternyata kejadian itu pun sebenarnya diatur oleh Market Maker dengan tujuan memancing Koku. Mereka bahkan membunuh pelaku yang menyamar sebagai pelayan dan rekannya yang melakukan hacking. Keith yang berjaga di luar gedung bersama teman lamanya Boris Meier (seiyuu: Inaba Minoru) melihat Koku dan segera mengikutinya bersama dengan Boris. Mereka kehilangan jejak dan tidak sempat melihat Koku bertarung melawan salah satu anggota Market Maker yang ternyata merupakan teman masa kecil Koku, tetapi Koku tidak bisa mengingatnya karena dia telah menggunakan kemampuannya untuk menghapus ingatan masa kecilnya.

Di kantor RIS, Brian Brandon (seiyuu: Toyonaga Toshiyuki) salah satu anggota RIS secara tidak sengaja menemukan bahwa semua perangkat komunikasi digital mereka ternyata telah dimata-matai oleh seseorang yang menggunakan sebuah aplikasi yang mampu meretas peralatan elektronik dan digunakan untuk mendapatkan informasi gerak gerik RIS. Brandon kemudian berusaha memberi tahu Boris tetapi dia diserang oleh seseorang di elevator kantor. Kaela Yoshinaga (seiyuu: Koshimizu Ami) ahli komputer RIS yang memeriksa laptop milik Brandon menemukan informasi tersebut dan segera memberitahu Lily, ketika mereka berusaha menelusuri siapa yang menggunakan aplikasi mata-mata itu, tiba-tiba program tersebut terhapus sebelum Kaela sempat melakukan apa-apa. Kaela juga menceritakan kepada Lily bahwa Keith meneleponnya dan meminta daftar nama anggota RIS yang memenuhi kriteria yang disebutkan Keith.

Keith ternyata sudah memperkirakan siapa yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Brandon, dan malam itu dia datang ke kamar Brandon untuk mencegah hal itu. Keith juga sudah mengetahui bahwa pelakunya adalah teman lamanya di RIS tetapi Keith gagal mendapatkan informasi lebih jauh mengenai siapa dalang di belakang semua kasus yang terjadi itu, karena pelakunya keburu melakukan bunuh diri. Dan pada saat yang bersamaan Koku datang dan mengambil Keith. Keith sudah tahu bahwa Koku akan datang menemuinya dan dia pun kemudian menceritakan semua kejadian termasuk asal usul Koku dan anak-anak lain yang mempunyai kemampuan istimewa seperti dirinya.

Berawal dari penemuan sebuah artefak kuno berupa tablet (batu prasasti) raksasa yang berisi semacam kode dan gambaran tengkorak manusia dan mahluk yang mempunyai sayap. Banyak yang memperkirakan bahwa tablet itu berisi kode rahasia yang bisa mengungkapkan “mahluk” yang diduga adalah “tuhan”. Kerajaan Cremona kemudian mengumpulkan para ilmuwan dalam sebuah organisasi yang bertujuan untuk mempelajari tablet itu, memecahkan kodenya dan merekayasa mahluk yang dianggap lebih superior dari manusia (alias tuhan). Tetapi pada kenyataannya banyak percobaan yang dilakukan namun menemui kegagalan dan pada akhirnya justru kebanyakan menghasilkan manusia hasil rekayasa yang kemudian disebut sebagai “Reggie”. Para Reggie ini kemudian direkrut oleh pihak militer dan dijadikan tentara, namun kelemahan para Reggie ini adalah perilaku mereka cenderung ganas dan sadis. Untuk mengendalikannya, secara rutin mereka harus mengkonsumsi sejenis obat yang diproduksi khusus untuk mereka.

Ayah Keith, Prof. Kazama, menggunakan informasi dari Keith yang telah berhasil memecahkan kode dalam tablet itu, untuk membesarkan anak-anak yang sudah direkayasa secara genetik sambil terus berupaya agar anak-anak itu tidak dijadikan senjata seperti para Reggie. Salah satu anak yang dibesarkan oleh Prof. Kazama adalah Koku, dan Koku adalah anak yang membawa gen mahluk bersayap yang ada dalam cerita di tablet itu, yang disebut sebagai “The Black King”, sementara manusia yang bersama dengan mahluk bersayap itu adalah seorang anak perempuan yang bernama Yuna (seiyuu: ?…  belum ketemu infonya, maap). Berdasarkan ‘ramalan’ dalam tablet itu, Koku seharusnya menjadi ‘raja’ bagi anak-anak yang merupakan hasil rekayasa genetik tersebut.

Pada suatu malam, yayasan tempat Prof. Kazama diserbu oleh sekelompok pasukan bersenjata, Prof. Kazama menyuruh Koku untuk lari sementara dia sendiri dibunuh oleh salah satu anak asuhnya yang bernama Minatsuki (seiyuu: Ishikawa Kaito). Minatsuki sebenarnya adalah Reggie tetapi dia satu-satunya Reggie yang dianggap “stabil” karena ketika mata kanannya diimplan dengan mata kanan Koku, dia tidak menunjukkan reaksi penolakan atau mengalami gangguan kejiwaan. Dengan menggunakan mata yang sama dengan Koku, Minatsuki mempunyai kemampuan untuk memanipulasi pikiran sama seperti Koku. Karena hal ini lah maka Minatsuki dipisahkan dari anak-anak yang lain.

Sejak kejadian itu, Koku kemudian berusaha mencari Yuna dan untuk memberitahu Yuna bahwa dia masih hidup, dia membunuh orang-orang yang terlibat dalam penyerangan malam itu sambil meninggalkan lambang yang merupakan angka 13 (nomor kode Koku) dan 4 (nomor kode Yuna). Kebanyakan dari mereka adalah para Reggie yang apabila tidak mendapat obat khusus akan berperilaku ganas dan berubah menjadi pembunuh. Koku meninggalkan lambang itu di lokasi kejadian dengan harapan Yuna akan tahu bahwa Koku masih hidup dan mencari dirinya.

Keith kemudian memberi tahu Koku bahwa markas Market Maker (tempat Yuna berada) adalah sebuah balon zeppelin yang bersembunyi di atas awan. Keith juga memberitahu Koku bagaimana caranya supaya dia bisa terbang jauh tinggi ke atas awan dengan memanfaatkan tekanan udara dan angin. Sementara Keith sendiri memilih untuk menghadapi Gilbert yang ternyata adalah pembunuh Erika yang sebenarnya. Keith sudah mencurigai Gilbert sejak lama, tetapi selama ini Keith tidak menemukan bukti yang cukup.

Untuk mendapatkan bukti, Keith kemudian dibantu oleh Eric dan beberapa anggota RIS. Mereka berencana menjebak Gilbert dengan memanfaatkan Lily yang mempunyai wajah mirip dengan Erika. Lily bertugas mendekati Gilbert dan berusaha untuk menjebak Gilbert tetapi penyamaran Lily terbongkar. Gilbert langsung menyadari hal itu dan melumpuhkan Lily kemudian membawanya ke tempat rahasia Gilbert.

Dengan kemampuan analisanya, Keith berhasil menemukan lokasi rahasia Gilbert, yaitu di dalam gedung RIS sendiri di mana dia mempunyai semacam fasilitas forensik dan di situ dia “mengkoleksi” jenasah para korbannya termasuk ayahnya yang ternyata dulu dia bunuh sendiri. Keith berhasil menyelamatkan Lily tetapi Gilbert sudah lebih dulu melarikan diri. Dia meninggalkan pesan kepada Keith melalui sebutir kapsul yang diselipkan di mulut Lily yang tidak sadarkan diri, dan meminta Keith untuk menemuinya di tempat yang disebutkan dalam pesan itu.

Koku yang mendapat petunjuk dari Keith, berhasil terbang tinggi dan menemukan pesawat (balon udara) yang merupakan markas Market Maker. Ketika berhasil masuk, Koku langsung disambut oleh Minatsuki dan mereka pun berduel. Koku akhirnya menyadari bahwa Minatsuki yang dia kalahkan itu ternyata adalah seorang Reggie. Minatsuki yang asli selama ini berpura-pura menjadi salah satu anak buah Minatsuki yang bernama Laica dan ketika Koku berhasil mengalahkan “Minatsuki” yang palsu, Laica sudah kabur membawa Yuna dan meledakkan balon udara itu.

Sementara itu, Keith bertemu dengan Gilbert di kampus lama mereka yang merupakan tempat terjadinya pembunuhan terhadap Erika. Di situ Gilbert menceritakan semua kepada Keith termasuk fakta bahwa pemimpin penyerbuan ke tempat pengasuhan anak yang menewaskan ayah Keith adalah Gilbert. Target utama mereka sebenarnya bukan Koku, melainkan Minatsuki karena mereka ingin mempelajari bagaimana Minatsuki yang sebenarnya hanyalah Reggie biasa, bisa “menerima” implan kekuatan Koku dan tidak menimbulkan gejala penolakan. Gilbert pula yang menghasut Minatsuki dengan mengatakan bahwa Prof. Kazama sengaja ‘menciptakan’ Minatsuki untuk dijadikan tumbal seandainya Koku memerlukan organ tubuhnya. Selain itu, Gilbert juga mengatakan bahwa semua pembunuhan itu dia lakukan karena Keith pernah mengatakan kepadanya bahwa satu-satunya hal yang dia tidak habis mengerti adalah “pembunuhan”. Bagi Gilbert semua pembunuhan yang dia lakukan selain untuk memuaskan nafsu membunuhnya juga untuk menantang Keith yang mengatakan bahwa pembunuhan adalah sesuatu yang dia tidak mengerti padahal Keith adalah seorang jenius.

Pada saat yang bersamaan, Koku mengejar Minatsuki yang membawa Yuna ke tempat di mana tablet kode yang dipecahkan oleh Keith berada. Keith sudah memperingatkan Koku agar tidak mendekati tablet itu karena ada kemungkinan kekuatan Koku akan berkurang atau hilang akibat pengaruh dari tablet. Tetapi karena melihat Yuna yang terluka parah, Koku tetap maju dan menyerang Minatsuki. Ketika Minatsuki akan membunuh Koku yang terluka parah, dia tidak menduga bahwa Koku telah “mengambil” kaki kiri Izanami, salah satu rekan Minatsuki, yang bisa berubah menjadi sebilah pedang dan menggunakannya untuk membunuh Minatsuki.

Lily yang menyusul Keith ke tempat pertemuannya dengan Gilbert segera berlari ke dalam gedung untuk mencari Keith. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya oleh Gilbert dan dia pun mengatakan kepada Keith bahwa dia akan menembak orang pertama yang masuk ke ruangan tempat mereka berada. Keith yang tidak ingin membunuh, akhirnya menembak kepala Gilbert untuk menyelamatkan Lily.

 

My thoughts?

Agak panjang dan njelimet ya? Memang agak sulit menceritakan ulang kejadian di anime ini ke dalam tulisan. Soalnya dalam serial ini ada 2 fokus cerita yang secara tidak langsung berkaitan. Satu cerita berfokus di Koku vs. Minatsuki, sementara yang satu lagi berfokus di Keith vs. Gilbert. Dan apa kedua konflik itu semuanya berkaitan satu sama lain karena semua tokohnya terlibat dalam suatu lingkaran kejadian yang sama.

Keith adalah orang yang berhasil memecahkan ‘teka teki’ tablet, jadi semua penelitian soal ‘tuhan’ yang menghasilkan Koku, Yuna, Minatsuki dan Reggie bisa dibilang dimulai oleh Keith. Gilbert adalah sahabat Keith semasa kuliah dan dia juga yang memimpin penyerbuan ke tempat ayah Keith, menghasut Minatsuki untuk membunuh ayah Keith dan membunuh Erika. Meskipun dia sempat menjadi “pemimpin” Market Maker, tetapi akhirnya Minatsuki pun tidak lagi mematuhi perintah Gilbert.

Buat gue sih nonton anime ini menarik, bahkan seandainya Koku bukan ‘mahluk supranatural’ pun menurut gue juga masih tetap menarik. Gue seneng sama bagaimana alur ceritanya dibuat untuk menampilkan tokoh-tokoh utama yang ada tanpa harus ada tokoh yang “ketinggalan” untuk diceritakan. Biasanya dengan banyaknya tokoh utama, lantas akan ada tokoh yang expendable alias dia nggak ada pun cerita akan berjalan dengan baik dan nobody remembers him/her.

The quest for “supreme being” sebenernya bukan konsep yang baru dalam anime, dan ide semacam ini juga bukan baru sekali ini dipake. Ambil aja contoh Evangelion, di mana manusia ingin mencapai evolusi yang lebih tinggi dan semua itu dilakukan berdasarkan semacam prophecy atau ramalan dari sebuah naskah yang ditemukan oleh manusia. Dan di dalam anime ini, elemen itu dicampur sama elemen psikopat ala Hannibal Lecter, atau kalo sesama anime yang agak deketan itu ya Psycho Pass. Jadi di dalam anime ini kita akan ketemu sama 2 sisi yang berbeda, yang satunya supranatural, sementara yang lain ya natural alias bisa terjadi secara nyata.

Dan Keith? Yang menarik dari karakter Keith adalah cara dia berpikir logis dan menarik kesimpulan dari data yang tersedia. Dan yang lebih menarik adalah dalam pikirannya yang selalu logis dan sistematis, dia masih mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mungkin hanya bisa dijawab oleh “Tuhan”. Meskipun nampaknya itu bukan sesuatu yang dia yakini sepenuhnya, tetapi menarik untuk melihat bahwa dalam pikirannya yang selalu rasional dan berdasarkan logika, Keith seolah-olah masih membuka dirinya untuk sebuah konsep yang sifatnya “di luar logika”.

Di sisi lain, Gilbert digambarkan bahwa dia menikmati setiap pembunuhan yang dia lakukan, tapi dalam twisted mind nya, dia merasa dengan melakukan pembunuhan yang sulit dipecahkan, dia telah membantu Keith dengan cara memberi (otak) Keith sesuatu yang harus dipecahkan. Sehingga dalam pikiran Gilbert, apa yang dia lakukan adalah memberi kesenangan kepada Keith karena dengan adanya kasus sulit maka Keith akan mempunyai sesuatu yang menantang kejeniusannya dan hal itulah yang akan membuat Keith merasa lebih hidup.

Sementara bagi Koku dan anak-anak hasil percobaan yang diasuh oleh Prof. Kazama, mereka mungkin tidak tahu apa sebenarnya yang diharapkan dunia kepada mereka. Koku yang harus melihat teman-temannya mati dibunuh, dan harus terpisah dari Yuna yang merupakan ‘pasangan hidupnya’. Kemudian dalam pencariannya dia membunuh orang-orang yang terlibat dalam pembantaian teman-temannya untuk memberi tanda kepada Yuna. Tetapi pertanyaannya apakah memang membunuh itu sesuatu yang diharapkan oleh Prof. Kazama saat dia membesarkan anak-anak itu? Dan apa sebenarnya tujuan dari diciptakannya Koku dan teman-temannya? Seandainya Koku dan Yuna memenuhi ramalan tablet itu, lalu apa yang diharapkan akan terjadi kepada umat manusia? Akan lahir “tuhan” baru? Tapi kayaknya nggak bakalan kejawab juga karena seperti yang diceritakan Keith, pada akhirnya “para pencari tuhan” itu nggak nyari tuhan lagi tapi malah sibuk menciptakan mesin pembunuh.

Overall ya gue suka ini anime. Nggak tau lagi kalo dibuat lanjutannya, so far kalo ada yang kayak gitu biasanya lanjutannya gue drop karena (sekali lagi) biasanya cerita lanjutannya agak-agak nggak memuaskan dan cenderung maksa. Kalo suka Evangelion most likely suka ini, kalo suka Psycho Pass (season 1) most likely juga suka ini. Kalo sukanya anime harem, nggak bakal suka anime ini.

 

LINKS

Gundam Gratifikasi

Bukan, ini bukan serial Gundam baru … 😀

Jadi ceritanya hari ini dapet info dari djt, kalo lagi ada lelangan barang gratifikasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Lalu apa yang menarik dari lelangan hasil sitaan negara atas barang-barang yang dikategorikan sebagai gratifikasi? (atau gampangnya, barang sogokan :p )

Ternyata, salah satu dari barang yang dikategorikan sebagai gratifikasi itu adalah … kit Gundam MBF-02 Strike Rouge + Sky Grasper! 😯

Wow … baru tau kalo kit Gundam sekarang udah dipake untuk gratifikasi, umumnya kan berupa barang-barang luks, kayak perhiasan atau mobil gitu (yang bukan berupa uang maksudnya). Dan umumnya gratifikasi terjadi ketika pejabat negara menerima barang pemberian untuk ‘dibarter’ dengan ‘kelonggaran’ tertentu. Ini berarti pejabatnya demen ama Gundam (SEED… *cough … ) ya, sampe dikasih gratifikasinya dalam bentuk kit Gundam. 😀 😀 😀

Not saying it’s a good thing, cuma ya simply amazing aja.

Oh, dan seandainya berminat nge-bid di lelangnya, bisa klik di sini

😀 😀 😀

Lost Summer …

Yah… setelah dicoba segala cara yang bisa dipikirkan, akhirnya semua data untuk Summer 2017 … musnah. 🙁

Backup data udah sih, tapi ternyata gak bisa direstore dan pas dicek ada banyak errornya juga. Jadi ya bisa dibilang semua tulisan dari bulan April sampe September 2017 nggak bisa dipake. Lumayan banyak sih, tapi ya sudahlah. No use crying over spilled milk.

Kebanyakan sebenernya anime soal musim panas kemarin, dan sebenernya sih nggak banyak juga yang diikutin. Mungkin cuma sekitar 4 judul: Knights & Magic, Shoukoku no Altair, Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e, sama Isekai Shokudo. Udah itu yang utama, lain-lain on-off aja nontonnya. Untuk merekap anime-anime summer, gue cuma akan bahas 4 judul di atas secara singkat aja di sini.

 

Knight’s & Magic / ナイツ&マジック

Seorang otaku jenius yang bekerja sebagai programer komputer, dan terobsesi dengan model kit robot, meninggal dunia dan secara ajaib ‘terlahir kembali’ sebagai seorang anak remaja bernama Ernesti Echevalier (seiyuu: Takahashi Rie) yang hidup di sebuah dunia di mana manusia berperang melawan monster dengan menggunakan robot yang digerakkan tenaga magis.

Tentunya hal ini sangat menyenangkan bagi sang otaku dan dengan kejeniusannya, dia pun kemudian mengembangkan teknologi yang ada saat itu menjadi jauh lebih maju. Bagi Ernesti sendiri, sebenarnya yang lebih menarik baginya bukan hanya sekedar memajukan teknologi tetapi juga memberinya kepuasan karena di dunia ini dia mempunyai kebebasan untuk mengejar obsesinya.

Tetapi ternyata bukan hanya monster yang harus dihadapi oleh manusia dengan Silhouette Knights (= robot) mereka. Kerajaan lain pun mengirimkan mata-mata mereka untuk mencuri Silhouette Knights buatan Ernesti dan kemudian memproduksinya secara massal untuk digunakan sebagai pasukan. Mereka kemudian menggunakan teknologi tersebut untuk menginvasi kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Ernesti dan teman-temannya kemudian mendapat ijin dari Raja untuk menghentikan invasi tersebut dan dalam pertempuran Ernesti akhirnya menemukan musuh besarnya yaitu Horacio Cojal (seiyuu: Nakamura Yuuichi), seorang ilmuwan (yang juga jenius) yang selalu berusaha ‘menjual’ robot buatannya kepada pihak yang ingin mempunyai kekuatan militer yang kuat.

Pertempuran semakin memanas ketika Ernesti dan Horacio sama-sama menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan robot dengan teknologi yang maju. Perbedaannya hanyalah Ernesti mengendalikan sendiri robot buatannya sementara Horacio lebih banyak menciptakan dan menyerahkan pengendaliannya kepada pihak militer kerajaan. Meskipun akhirnya robot buatan Horacio kalah dan invasi kerajaan berhasil dihentikan, Horacio masih belum menyerah dan melarikan diri sambil mencari pihak lain yang mau mendukung eksperimennya.

Simpel sih ceritanya, meskipun memang endingnya cuma gitu aja. Horacio diplot jadi arch-nemesis nya Ernesti dalam konteks sebagai rival dalam pengembangan teknologi. Konflik antara manusia-monster atau antar kerajaan cuma jadi tempat untuk implementasi ‘hasil karya’ mereka berdua. Artinya masih banyak yang bisa diceritakan, mungkin untuk season 2 kalo memang banyak yang suka. Atau ya seperti biasa, baca manga/novel nya. Ujungnya paling gitu. Intinya: Robot = Otoko no roman. :))

Overall: light mood, fun, and entertaining.

 

Isekai Shokudo / 異世界食堂

Cerita tentang sebuah restoran yang mempunyai kekuatan magis. Setiap minggu di hari ke-7 (maksudnya hari Sabtu, karena Minggu dihitung sebagai hari ke-1), restoran yang biasa melayani pelanggan dari kantor ada apartemen sekitar itu tutup. Tetapi mereka hanya tutup di dunia ‘biasa’, sementara yang sebenarnya, restoran itu tetap buka dan melayani pelanggan dari berbagai dimensi atau dunia lain yang penghuninya berbeda seperti misalnya: naga, peri, beastmanlizardman, penyihir, samurai, pemburu harta karun, elf, dwarf, dll.

Bagi pelanggan dari ‘dunia lain’ itu, masakan restoran ini dianggap sangat lezat dan unik karena mereka tidak menemukannya di dunia mereka. Setiap hari ke-7, secara misterius di dunia mereka akan muncul sebuah pintu yang lokasinya terpencil atau hanya diketahui oleh orang/mahluk tertentu sehingga hanya mereka yang tahu bagaimana cara untuk masuk ke restoran tersebut.

Per episode sebenernya cuma menceritakan menu yang merupakan kesukaan masing-masing pelanggan. Ada yang setiap dateng pesen ebi furai, ada juga yang selalu pesen katsudon, atau omurice, dll. Bahkan kadang mereka sampe berdebat mengenai menu kesukaan mereka. Sebenernya lucu sih, bukan dalam artian komedik, tapi topiknya lucu, restoran yang di dunia manusia mungkin menunya biasa, tetapi buat yang datang dari dunia lain, ya tentunya jadi sesuatu yang luar biasa. Cuma ya pada akhirnya ini anime jadi kayak nggak ada arah tujuannya juga. Episode satu ke yang lain ya isinya cuma nunjukkin pelanggan yang berbeda dengan menu favorit yang berbeda. Plotless. Jadi ya gue rasa nggak ada yang diharapkan per episode selain, another customer another menu.

Overall: light mood, tapi nggak ada plot yang jelas, satu menu per episode (kadang 2 menu sih).

 

Shoukoku no Altair / 将国のアルタイル

Tughril Mahmud (seiyuu: Murase Ayumu) adalah anggota Divan, semacam dewan pemimpin dalam struktur kerajaan Ottoman, dan merupakan pasha termuda dalam sejarah Turkiye Stratocracy. Dia adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh salah satu Divan senior karena dia kehilangan keluarganya dalam peperangan. Dengan latar belakang itu, Tughril berusaha keras untuk mendapatkan posisinya saat ini dengan harapan dia bisa mencegah peperangan terjadi sehingga tidak perlu lagi ada kejadian seperti yang menimpa dirinya.

Tetapi idealisme Tughril ternyata harus berbenturan dengan kenyataan politik dan kekuasaan, di mana pada saat itu, kerajaan lain yaitu Bhalt-Rein Empire, tengah memperluas daerah kekuasaannya dengan berbagai cara. Langkah politik dan perang yang dilakukan oleh pihak Empire merupakan strategi yang dibuat oleh Virgilio Louis (seiyuu: Tsuda Kenjiro). Louis menggunakan segala macam cara untuk bisa memperluas kekuasaan Bhalt-Rein bahkan sampai menyandera warga kota tempat sahabat Tughril berada. Meskipun taktik yang dilakukan Tughril berhasil, tetapi keputusan Tughril untuk menyelamatkan warga kota itu membuat dirinya kehilangan gelar pasha dan statusnya di forum Divan juga dicabut.

Setelah kehilangan gelarnya, Tughril kemudian memutuskan untuk berkelana dan menemui orang-orang yang menjadi anggota jaringan mata-mata yang dibuat oleh Zaganos Pasha (seiyuu: Furukawa Makoto) agar dia dapat mengikuti perkembangan dan langkah-langkah ekspansi Louis serta berupaya menghentikannya.

Anime ini lebih kompleks dari 2 judul yang sebelumnya, karena di sini ada drama, politik, strategi, dan topik-topik yang begituan. Nggak sekedar petualangan Tughril keliling negeri menolong kaum yang lemah. Kadang idealisme harus bertentangan dengan realita dan Tughril harus memilih apa yang akan dia lakukan. Semua kondisi itu merupakan tantangan bagi pendewasaan dirinya agar bisa menjadi seorang pasha yang bijaksana dan bisa merebut kembali gelar yang telah dicabut dari dirinya karena membuat keputusan yang dianggap tidak mencerminkan cara berpikir seorang pasha.

Overall: lebih kompleks, IMO lebih menarik karena konflik politik, adu strategi, drama, dll.

 

Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e / ようこそ実力至上主義の教室へ

Koudo Ikusei Senior High School adalah sebuah sekolah yang terkenal ‘Elite’.  Semua siswa yang lulus dari sekolah ini dijamin bisa masuk universitas ternama atau mendapatkan pekerjaan atau karir yang bagus. Sekolah ini merupakan sebuah kompleks yang sangat luas di mana semua siswa bisa mendapatkan berbagai macam keperluan harian di dalam kompleks sekolah sehingga mereka tidak perlu pergi keluar untuk mencari apa yang mereka perlukan, mulai dari kebutuhan harian seperti makan, perlengkapan mandi, dsb, sampai dengan kebutuhan hiburan seperti bioskop atau toko game.

Uniknya untuk mendapatkan semua fasilitas tersebut, para siswa tidak melakukan transaksi dengan menggunakan uang, tetapi dengan menggunakan poin. Poin ini bisa mereka dapatkan dengan cara meningkatkan prestasi akademik mereka di sekolah, semakin bagus prestasi akademik mereka, maka poin yang mereka kumpulkan akan semakin besar sehingga mereka bisa membelanjakannya sesuai yang mereka inginkan.r

Sekolah ini menerapkan sistem kelas yang terdiri dari empat kelas, dari A sampai D dengan pembagian kelas A berisikan siswa-siswa yang mempunyai prestasi terbaik dan poin tertinggi di sekolah, diikuti kelas B dan C. Sementara kelas D adalah kelas terendah di mana siswa-siswanya terdiri dari mereka yang mempunyai poin yang kecil sehingga siswa kelas ini sering sekali menjadi bahan ejekan dari kelas-kelas lainnya.

Ayanokoji Kiyotaka (seiyuu: Chiba Shouya) adalah seorang murid yang selalu tampak pasif dan tidak menunjukkan ekspresi. Dengan alasan yang tidak diketahui pasti, Kiyotaka ditempatkan di kelas D. Di kelas ini dia bertemu dengan Horikita Suzune (seiyuu: Kitou Akari), seorang anak perempuan yang pintar dan sangat ingin meningkatkan nilainya sehingga dia bisa ‘pindah’ ke kelas A. Karena keinginannya yang sangat kuat Suzune menjadi terkesan dingin dan tidak bersahabat dengan anggota kelas yang lain. Berbeda dengan Kushida Kikyou (seiyuu: Kubo Yurika) yang sangat ramah dan berusaha untuk bergaul dengan semuanya, meskipun sebenarnya sifat asli Kikyou tidak sepenuhnya seperti itu, dan hanya Kiyotaka yang tahu.

Kiyotaka sendiri mempunyai latar belakang yang misterius, bahkan ketua organisasi siswa, Horikita Manabu (seiyuu: Umehara Yuichiro) mengatakan bahwa nilai-nilai Kiyotaka selalu berada di batas standar, sesuatu yang menurutnya disengaja oleh Kiyotaka tetapi dia belum mengetahui apa maksud dan tujuan Kiyotaka melakukannya. Wali kelas Kiyotaka pun mengatakan hal yang sama di mana menurutnya Kiyotaka adalah murid yang paling aneh di kelas D.

Sebenernya anime ini lebih serunya karena Kiyotaka selalu menyelesaikan permasalahan dengan sangat cermat dan selalu menggunakan situasi dan orang-orang di sekitarnya tanpa mereka sadari. Selain itu juga masa lalu Kiyotaka yang sering diperlihatkan sekilas, tampak seperti Kiyotaka kecil berada dalam sebuah kelas yang berisi anak-anak lain seusianya dan semakin lama populasinya semakin berkurang. Mungkin tadinya dia adalah salah satu ‘kelinci percobaan’?

Sifat Kiyotaka yang selalu tampak diam dan pasif sepertinya memang sengaja ditunjukkan oleh Kiyotaka untuk menutupi siapa dirinya yang sebenarnya. Suzune juga akhirnya menyadari hal itu meskipun Kiyotaka selalu menghindar setiap kali Suzune mencoba menanyakan kepada Kiyotaka. Bahkan Kiyotaka sendiri mengakui bahwa dia sebenarnya bukan teman yang baik karena dia akan melakukan apapun dan memanfaatkan siapapun untuk bisa mencapai tujuannya.

Overall: interesting, setidaknya buat gue ini sangat menarik. Moodnya sih nggak suram, kirain bakalan ngomongin school life aja, tapi ternyata masih tetep ada misteri di belakangnya.

 

Anyways, itu yang gue tonton di musim panas. Yang paling gue suka ya yang Youkoso, diikuti sama Knight’s & Magic.

Page 2 of 32

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén