Kikou Kantai Dairugger XV

Kabar baik buat penggemar anime super robot tahun 80-an. Dalam rangka promosi rilis line-up barunya yaitu Soul of Chogokin GX-88, Dairugger XV, Bandai Spirit menyediakan streaming serial robot yang dimaksud di YouTube secara gratis dan disertai subtitle Inggris.

Buat yang berminat ngikutin, bisa kunjungi channel YouTube mereka di link berikut (saat artikel ini ditulis, baru tersedia sampai eps 4) :
Bandai Spirit – Kikou Kantai Dairugger XV

Quanzhi Gaoshou

The King’s Avatar

Bukan buatan Jepang atau anime, tapi secara hakikat ini masih animasi atau animeshon juga, dan menurut gue bisa dijadikan salah satu alternatif tontonan yang menarik

Quanzhi Gaoshou menceritakan tentang dunia eSports, sebuah fenomena ‘olah raga’ yang belakangan ini memang lagi marak dan booming karena main game itu ternyata bukan lagi sesuatu yang dianggap tidak berguna, malah bisa menjadi komoditas bisnis yang menghasilkan uang, dan dalam jumlah banyak pula.

Ye Qiu adalah nama seorang player eSports yang disebut sebagai Battle God dari game Glory. Dia tergabung dalam tim Excellent Era, dan berhasil memimpin tim tersebut untuk menjadi juara bertahan selama 3 periode berturut-turut. Keahliannya dalam mengendalikan karakter battle mage yang diberi nama One Autumn Leaf menjadi legenda dalam dunia Glory, selain kemampuannya untuk menyusun strategi dan memimpin rekan-rekan satu timnya dalam pertandingan.

Sebagai bisnis yang berkembang pesat, peranan sponsor dan penghasilan tim akhirnya menjadi faktor penentu yang mempengaruhi pengambilan keputusan di dalam tim. Ye Qiu akhirnya memilih untuk mundur dari tim karena keinginannya tidak sejalan dengan manajemen tim dan digantikan oleh Sun Xiang, seorang pemain baru yang dijuluki Rookie King.

Keluar dari Excellent Era, Ye Qiu yang bernama asli Ye Xiu kemudian mencoba mencari pekerjaan di luar eSports karena dengan memutuskan keluar berarti dia dianggap melanggar perjanjian kontrak sehingga tidak bisa berpartisipasi dalam pertandingan eSports untuk minimal 1 tahun ke depan.

Ketika dia mampir ke sebuah internet cafe yang letaknya berseberangan dengan kantor Excellent Era, dia melihat bahwa cafe itu sedang membutuhkan seorang administrator. Dia pun memutuskan untuk bekerja di situ sambil terus bermain Glory yang kebetulan saat itu membuka sebuah server baru untuk para pemain yang baru mulai bergabung dengan Glory.

Di server baru ini Ye Xiu menggunakan sebuah karakter yang dia beri nama Lord Grim, sebuah karakter yang dia kembangkan tanpa memilih kelas tertentu, dia pun menggunakan sebuah senjata yang unik yang merupakan senjata custom made berbentuk dasar seperti sebuah payung yang mempunyai multi fungsi sehingga bisa disesuaikan dengan karakternya yang memang tidak terikat pada salah satu kelas profesi dalam Glory.

Keahlian Lord Grim akhirnya menjadi perbincangan karena kemampuannya sebagai player ‘biasa’ tetapi mampu memecahkan berbagai rekor dalam Glory. Dia pun kemudian bertemu dengan beberapa player baru yang mempunyai potensi dan dia pun dengan sukarela memberikan bimbingan kepada mereka sehingga mereka bisa menguasai karakter yang mereka miliki dan mengeluarkan potensi yang ada. Secara tidak sadar, player-player yang terkumpul ini lama-lama menjadi semacam tim yang saling membantu satu sama lain di bawah pimpinan Ye Xiu.

Sementara itu di dunia Glory, kehadiran Lord Grim sebagai pemain baru yang menonjol melebihi kemampuan player-player yang ada saat itu membuat para pemimpin tim besar yang dulunya adalah teman dan rival Ye Qiu menyadari bahwa sang Battle God belum mundur, dan telah kembali ke dunia Glory.

My thoughts?
Not bad. Not bad at all. Gue awalnya iseng nonton animasinya. Nggak gue bandingin sama anime, tapi menurut gue bagus. Gue juga suka background story-nya, dan dia muncul di saat di mana dunia anime lagi kebanjiran isekai yang sama-sama menyangkut game online, tapi Quanzhi Gaoshou nggak perlu memindahkan tokoh utama ke dalam game-nya, tapi cukup mengasyikkan untuk diikuti dan tetap bisa membuat penonton paham kalo main Glory itu berasa kayak you’re inside it. Dan sejauh yang gue inget, gue belum pernah nonton yang temanya eSports di anime. Kalo ada yang tau, mungkin boleh kasih masukan.

Memang terasa agak out of this world banget ketika ngeliat jari-jari tangan mencet sana sini sambil geser dan klik mouse berkali akan bisa menghasilkan gerakan-gerakan seperti yang digambarkan dalam game-nya, tapi dengan teknologi yang terus berkembang, rasanya malah lebih bisa diterima dan terasa lebih dekat. Coba aja liat gamers sekarang ini, gimana cara mereka mengendalikan permainan dengan tombol keyboard dan mouse, atau joystick. Banyak game-game kompetitif yang memerlukan kecepatan mata dan jari tangan, jadi rasanya sih untuk diwujudkan di dunia nyata masih memungkinkan.

Konfliknya juga terasa masih ‘manusiawi’, ketika eSports menjadi sebuah komoditas bisnis yang menghasilkan keuntungan besar, ya tentunya benturan antara idealisme dan profitabilitas menjadi semakin keras. Hampir di semua bidang olah raga yang menghasilkan banyak uang, kejadian ini bisa ditemukan. Apalagi ketika seorang atlit (atau player) dianggap sudah tidak menghasilkan atau terlalu idealis sehingga tidak atau mempersulit datangnya ‘uang’, tentu nasibnya akan berada di ujung tanduk.

Gue semakin tertarik setelah melihat kalo serial ini dibuat versi live actionnya. Begitu muncul di Netflix ya gue langsung coba nonton. Dan bagi gue sangat tidak mengecewakan. Kenapa? Secara garis besar cerita masih sama, modifikasi ada, tapi yang paling utama adalah : VISUALISASI IN GAME GLORY -nya. Yes. Keren banget. Kalo di adegan yang orang ok lah, lagipula gue nggak kenal aktor/aktrisnya hahaha, tapi ketika menggambarkan dunia Glory, man, niat banget bikinnya dan beneran bagus. Animasinya halus banget, pembuatan wajah-wajah karakternya juga bagus (secara mereka adalah visualisasi virtual dari playernya), adegan fighting scene-nya juga keren.

Overall, gue suka sama serial ini. Bukan anime, kalo memang anime hanya ‘khusus’ untuk animasi Jepang, tapi sebagai sebuah tayangan animasi, gue rasa Quanzhi Gaoshou bagus. Secara cerita juga menurut gue bagus, nggak seperti mainstream pada saat dia muncul. Dalam bentuk live action juga bagus, visualisasi Glory-nya terutama buat gue yang bagus. Kalo downside, secara pribadi nggak ada, paling ya kedengeran asing aja dialognya karena bahasa Mandarin, bukan sesuatu yang biasa gue denger. Tapi bukan masalah juga sih sebenernya. Kalo nyari tontonan animasi selain buatan Jepang, gue bilang sih ini recommended.

Kenapa baru sekarang nulis? Telat amat. Karena gue baru kelarin yang live action di Netflix hahaha, tadinya bermaksud sambil nunggu season 2 serial animasi. Tapi sayangnya, mundur ke bulan November dari rencana awal…. 😥

Summer 2019 Isekai

Anime (isekai) musim panas hampir selesai, dan dari deretan judul yang akan muncul di musim berikut, keliatan kalau masih belum pada bosen bikin cerita pindah dunia, padahal di musim ini anime-anime isekainya … not so good. 😑

Terus terang sampai detik ini, kayaknya udah hampir semua orang yang nonton anime atau baca manga/LN, pasti udah tau apa yang namanya ‘isekai’. Tapi kalo emang ada yang belum tau beneran, isekai adalah tema di mana tokoh utama/protagonis-nya secara ajaib ‘pindah’ dari dunia manusia, masuk ke sebuah dunia fantasi/dunia lain/dimensi lain. Dunia lain ini kadang merupakan sesuatu yang sudah diketahui sama tokoh utama, misalnya dia masuk ke dunia game yang biasa dia mainkan, dari sesuatu yang dia tonton/baca, atau sesuatu yang dia ciptakan sendiri. Bisa juga si tokoh utama ini masuk ke dunia yang sama sekali dia nggak kenal.

Kembali ke judul di atas, di musim panas tahun ini, atau musim kemarau kalo di Indonesia, yang kering bukan cuma cuacanya aja. Cerita anime dengan genre isekainya juga ‘kering’ semua, sepertinya karena udah diperes abis-abisan, tapi masih dipaksain ada karena dianggap masih ‘laku’. Judul-judul di bawah ini yang gue tonton, diurutin sesuai alfabet judul aja, karena TBH, rata-rata ‘kering’ itu tadi.

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyo

Arifureta Shokugyo de Sekai Saikyo

Seperti udah gue tulis sebelumnya, secara kronologi dibuat, harusnya ini anime udah ada tahun lalu, tapi nasib membawanya ke daftar ini. 😂

Cerita tentang pindah dunia (lha iya, menurut ngana?) tapi bedanya (eh? ada bedanya? waw…) sama isekai lain-lainnya sejauh ini adalah … yang pindah satu kelas! Nggak tanggung-tanggung kan. Nggak cuma si tokoh utama (kadang +1 sih), ini sekalian ama temen-temen sekelasnya bedol desa ke isekai, bonus sama gurunya sekalian. 😅

Keliatannya ini satu kelas pada demen main game yang sama jadi mereka semua bisa leveling dengan baik dan cepat. Pasti mereka main di kelas pake smartphone semua. Dan seperti biasa, tokoh utama dapet profesi paling culun, saking culunnya cuma bisa 1 magic spell (ini game pas fase pembuatan developernya mabok kali, mosok 1 class bisa cuma punya 1 spell doang? Perasaan NPC aja nggak seculun itu). Tinggal tunggu episode berikutnya dan BAM! Dia menjadi yang terkuat di dunia alternatif itu. Biasa lah ya, wajib malah hukumnya.

Cop Craft

Cop Craft

Kalo di genre harem ada yang namanya reverse harem, mungkin judul ini lebih tepat disebut reverse isekai dibanding isekai (aja).

Sementara anime lain sibuk memindahkan tokoh utama dari dunia manusia ke dunia lain, Cop Craft justru mendatangkan tokoh dari dunia lain ke dunia manusia. Bukan sesuatu yang original sebenernya karena konsep ini pernah diusung oleh Re:Creators tahun 2017 (link ke MAL aja, karena ini termasuk di salah satu judul anime yang hilang dari database lama dan terlalu males untuk nulis ulang… good OST tho, it’s Sawano Hiroyuki. I’m biased. Obviously.)

Re:Creators

Jadi ceritanya suatu ketika ada portal kebuka yang menghubungkan dunia peri dan dunia manusia. Kalo dibandingin sama Arifureta yang mindahin sekelas secara satu arah, yang ini malah membuka hubungan bilateral antara 2 dunia. Original? Nggak juga, coba tonton Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakeri. Dan ya seperti biasa, problem culture shock sama masalah sosial yang muncul. Tokoh utamanya ya, biasa, typical lone wolf yang barusan kehilangan partnernya kemudian dipasangkan dengan tokoh dari ‘dunia sebelah’ dan bagaimana mereka menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan pelaku dari dunia manusia dan dunia lain.

GATE

Anehnya, kasus selalu terjadi di sisi dunia manusia, transmigrasi pun terjadinya dari dunia peri ke dunia manusia tapi nggak sebaliknya. Ini malah semuanya tumplek blek di dunia manusia, mau yang ningratnya, yang rakyat jelatanya, yang penjahatnya. Kenapa ya? Bukannya manusia malah harusnya seneng ya pindah ke dunia peri? 🤔

Granbelm

Granbelm

Hi tsu 👋😀

Ini mungkin yang namanya commuter isekai, “pindah”nya bolak balik dunia biasa-isekai-dunia biasa kayak kereta commuter. 😂

Supaya tema pindah dunianya nggak generik dan biasa aja kayak yang lain, yang ini lebih kreatif dengan memasukkan unsur mecha ke dalemnya. Eh… tunggu…

…. 💡

Aura Battler Dunbine

Yah, iya sih. Tapi setidaknya cerita kali ini nggak seperti biasa yang diisi dengan cowok-cowok pindah dunia dan ngendaliin mecha tapi diisi dengan cewek-cewek bersama mecha (magical mecha) mereka dong. 👍 … eeeh …

…. 💡💡

Magic Knight Rayearth

Sorry tsu 🙏😀

Isekai Cheat Magician

Isekai Cheat Magician

Woohoo… yang ini udah jelas banget luar biasa karena udah langsung terang-terangan dari awal pake 2 kata sakti: isekai dan cheat 😎 Ini pasti yang paling top kan? Ya kan? Ya kan?

Jujur aja, ini menurut gue anime isekai musim panas yang paling ‘kering’. Tokoh utamanya yang katanya seharusnya biasanya lebih kuat di sini digambarkannya ya memang seperti itu. What else? 🤣 Tapi seperti biasa lah, harus melewati ‘pendewasaan’ mental dan fisik dulu baru deh dapet pencerahan. Cuma ya itu, kering banget. Tokoh utamanya flat aja, osananajimi nya yang ikut kebawa (kontras sama yang mamaknya kebawa juga ke isekai dari judul sebelah) juga biasa aja. Ketemu ama tokoh cewek elf di isekainya, biasa aja. Guru magic-nya yang wise and knowledgeable juga biasa aja. Ketemu cewek assassin yang dulunya mau bunuh dia, dengan baik hatinya dia nggak masalah (cheat banget emang ini karakter utamanya). Dan … nyebut dirinya “trained assassin” tapi kok ya … biasa aja, dan cuma muncul 2 episode, abis itu dead.

Terbunuhnya si assassin oleh naga juga berasa nggak sesuai sama image si naga yang seolah-olah ditampilkan di situ sebagai mahluk luar biasa yang bijak dan tidak mudah untuk dipengaruhi, tapi kok ya itu cewek modyar nya se… remeh itu Padahal ke si tokoh utama si naga bisa lho ngatur powernya untuk cukup sebatas menguji, tidak membunuh. Apa si naga itu emang sengaja mau bunuh itu cewek? Apa emang karakter dia dimunculkan sebagai tumbal? Kenapa nggak si MYURA yang setelah episode 6, bikin bubur merah putih terus ganti nama jadi MULLER? Abis operasi kelamin kah dia? Jadi kan pas tuh, mati sebagai Myura, melanjutkan hidup sebagai Muller.

Tapi mungkin penontonnya (baca: gue) yang salah interpretasi. Di sini cheat-nya bukan berarti si tokoh utama itu overpowered atau luar biasa hebat dibandingin rakyat jelata di dunia itu kayak Kenja no Mago, atau Smartphone, atau Einherjar. Cheat itu bisa berarti bukan tokoh utama/ceritanya yang ‘curang’ kepada penduduk isekai di anime itu, tapi justru kepada penontonnya. Dipikir ini anime bukan-isekai-biasa tapi ternyata bukan, isekai-biasa.

Maou-sama Retry!

Maou-sama Retry!

Wa ini… gue rada bingung juga. 🤣

Di awal gue pikir ini anime menceritakan kalo si tokoh utama masuk ke dunia (game) yang dia ciptakan. Jadi beda ama isekai kebanyakan di mana tokoh utama masuk ke dunia yang dibuat oleh orang/dewa lain. Mungkin maunya bikin yang nggak biasa, tapi di tengah-tengah, ternyata jadi kayak campuran antara dunia yang dia buat sama dunia yang dia nggak tau dari mana asalnya.

Gue rasa waktu bikin ceritanya, pengarangnya juga bingung sendiri. Kalo masuk ke dunia ciptaan tokoh utama sendiri, ya jadi nya cheat-se-cheat-cheat-nya cheat. Lha wong dia yang bikin, suka-suka dia juga itu dunia mau gimana, tinggal ngobrol ama Haruhi aja itu mau dibikin apa. No need for story, dia bisa bikin story menurut dia di situ. Jadi supaya dia nggak over segala-galanya, dibikinlah dunia yang dia masuki itu punya elemen-elemen cerita dia tapi nyampur sama sesuatu yang tidak biasa.

Tapi menurut gue sih, itu jadinya sia-sia juga. Wong dia tetep punya fasilitas admin, bahkan bisa summon karakter buatan dia yang … tetep punya kekuatan sama seperti bagaimana dia menciptakan mereka. Kalo di Overlord, si Momonga nggak punya panel administrator, dia player biasa yang punya skill, anak buah dan item yang luar biasa at his disposal. Lha kalo ini, dia bahkan bisa berubah ke ‘alter ego’ nya dengan bebas, kapan pun dia mau.

Kering juga sih, tapi nggak tau kenapa, masih lebih tonton-able meskipun secara desain karakter agak-agak kurang menarik, dan kadang-kadang yang ngerjain mungkin sambil ngantuk jadi muka karakternya nggak konsisten, pletat pletot bentuknya. 🤣 Gue rasa ini layak disebut sebagai guilty pleasure, ditonton ya biasa, nggak ditonton nggak berasa apa-apa juga.

Other titles

Nggak itu bukan judul anime, segmen ini cuma mau nyebutin beberapa judul anime isekai musim panas yang … udah nggak gue tonton lagi setelah episode 1 atau nontonnya skip-skip episode.

  • Tsuujou Kougeki ga Zentai Kougeki de 2-kai Kougeki no Okaasan wa Suki desu ka? – dari panjang judulnya udah berasa capek duluan. 😅 Ini yang tadi gue bilang masuk isekai (game) sama mamaknya. Ya masih sama-sama juga sih, cuma twistnya mamak si tokoh utama ikutan masuk dan dia jadi lebih powerful dari anaknya. Jadi tokoh utama sebenernya si mamak ini kayaknya. 😄
  • Nakanohito Genome [Jikkyouchuu] – Kayak Danganroppa, atau kalo film barat mungkin Saw kali ya? Intinya sekelompok anak (pemain game dari berbagai genre?) dikarantina di suatu tempat dan dikasih semacam game/tantangan yang harus diselesaikan supaya bisa selamat. Tentunya ada plot twist kalo salah satu atau salah dua dari mereka ada yang punya rahasia terkait ‘game’ itu.
  • Kono Yo no Hate de Koi wo Utau Shoujo YU-NO – nggak ngikutin ini, tapi kalo nggak salah tokoh utama nemu portal yang bisa membuat dia traveling antara 2 dunia/dimensi. Please CMIIW.

Autumn is coming

Sudah bisa ditebak, isekai belum ada tanda-tanda surut. Dari daftar judul yang rencananya tayang musim gugur ini, tema isekai masih bermunculan. Nggak tau bakalan kering kerontang kayak yang ada di musim ini atau nggak, tapi sejauh ini IMO, tema isekai itu sudah mentok, sumurnya udah kering. Mau digali apanya lagi? Terutama yang temanya masuk dunia game. Kenapa? Yang ketarik ke dunia game-nya rata-rata (if not all) tokoh utama udah familiar ama gamenya, jadi ya dia super power dibandingin sama “penduduk asli” game itu. Yang masuk ke dunia masa lalu, udah tau sejarah yang seharusnya terjadi gimana, tinggal dia maintain aja. Yang masuk ke dunia yang serba baru, bisa browsing lewat hp ya dia dipanggil ke situ karena memang dia penyelamatnya kan, nggak mungkin dia dibawa ke situ untuk nambah populasi doang. Point is, sejauh ini semuanya sama aja, repeated again and again. Mungkin di musim gugur nanti mulai pada berguguran? 🍂

PS: Featured image itu cuma representasi anime-anime isekai. Harus diperjelas dulu di sini supaya nggak ditanyain kok nggak ada judulnya di artikel. hahaha.