Granbelm

Granbelm, anime original karya studio Nexus ini merupakan anime dengan premise menarik dan genre yang sangat unusual sehingga saya tergelitik untuk mengintip dan mencoba beberapa episode

dan hasilnya, amazing, i liked it !

all the fighters in Granbelm

Granbelm lahir dari hasil kolaborasi sutradara Watanabe Masaharu, character designer Otsuka Shinichiro dan penata musik Suehiro Kenichiro yang berpengalaman di anime seperti Golden Kamuy dan Hataraku Saibou.

Granbelm mempunyai premise yang cukup menarik, battle royale antara para magical girls yang masing masing mewakili keturunan garis keluarga ke-7 penyihir terakhir di Dunia, untuk mengendari mecha yang bernama Armanox, di dunia isekai bernama Granbelm yang hanya ada dikala bulan mencapai purnama,

Thats an insane premise.

Kohinata Mangetsu adalah anak sekolah biasa yang disuatu hari terjebak di dunia lain, dunia penuh reruntuhan dimana robot magis bernama Armanox saling membunuh satu sama lain. Disitu dia bertemu dengan Shingetsu Ernesta Fukami, salah seorang partisipan battle royale tersebut dan akhirnya berteman dengannya di dunia nyata. Melalui Shingetsu diketahui bahwa Granbelm adalah dunia magis yang hanya akan muncul dikala bulan purnama, dan selama beberapa waktu para robot yang dinamakan Armanox akan saling bertempur untuk menjatuhkan satu sama lain. Mengendalikan Armanox adalah para keturunan magician kuno untuk memperebutkan kursi Princeps Magician yang akan mempunyai kuasa penuh akan tenaga magis yang tersegel di Bumi.

Anna versus Shingetsu

Misteri lalu mengalir satu demi satu, seperti dari keluarga magician yang mana Mangetsu berasal, apa motif sesuhngguhnya Shingetsu mengikuti ritual Granbelm, kenapa keturunan para magician harus saling mengalahkan satu sama lain.

Sampai dengan episode 5, saat artikel ini ditulis, Granbelm tidaklah mengecewakan. Cerita dan misteri mengalir flawlessly, walau sifat kekanakan generik Mangetsu sedikit menganggu, namun sepertinya ada sesuatu dibalik itu. Design karakter memang agak sedikit sugary seperti nya dirancang untuk memancing simpati dan setting yuri . Namun performa dari masing-masing voice actor menutupi hal itu

In the end, im gonna recommend this one to anyone who are mecha fans and magical girls fans, or simply just an anime fans looking some original anime

give it a try !

WHITE LILY with Mangetsu/ Shingetsu

Magical Girl Lyrical Nanoha Detonation

I lost hope…..and this is why….

(This review contains heavy spoilers)

Mahou Shojo Lyrical Nanoha Detonation (Magical Girl Lyrical Nanoha Detonation) adalah kelanjutan dari Reflection yang rilis pada 2017 silam. Detonation rilis di bioskop-bioskop Jepang pada 19 Oktober 2018. Secara cerita, Detonation adalah direct sequel dari Reflection, dimana Nanoha dan para agen TSAB (Time and Space Administration Bureau) berusaha mencegah Iris untuk membangkitkan Yuri Eberwein, penjaga asli dari Yami no Madosho (Tome of the Night Sky) untuk membalaskan dendam nya 40 tahun yang lalu.

Ok, lets do the Pro(s) first

In some aspect, tidak banyak cerita didalam movie Detonation ini, karena pada dasarnya film ini berlangsung in a couple of fight, cerita terungkap dalam flashback dan banyak sekali eksposisi, to be fair dari rentang Reflection ke Detonation tidak lebih dari 3 hari memang, and its good. Karena Detonation mampu fokus ke bagian yang menjadi forte nya, yaitu action scenes.

Dari banyak karakter asli Nanoha universe, tentu tidak banyak yang bisa mereka perbuat didalam film berdurasi 111 menit ini, tentu para AceS (Nanoha, Fate, Hayate) yang mendapat peran lebih, sayangnya Fate harus bersaing ketat dengan Florian bersaudari dan ketiga Kings DAN Yuri untuk screen time. Lindy yang mendapatkan screen time banyak di Reflection, tidak sebegitu beruntung di Detonation, begitu juga dengan Chrono dll, Yuuno dan Arf muncul sekilas saja. Walaupun Detonation perlu diberikan applause karena memperlihatkan lagi TSAB Strike Team DOING something worthwhile dan bahkan memperlihatkan sistem taktis dalam chain of command mereka.

The music and animation are still top notch. Detonation benar-benar memanfaatkan all-star voice actors mereka, mulai dari Nana Mizuki, Kana Ueda hingga Yukari Tamura menyumbangkan lagi suara emas mereka untuk film ini. Animasi benar-benar mantap, seperti sebelumnya, digital animation nya betul-betul fluid dan berasa seperti handdrawn. Warna-warna terlihat sharp and crisp, sayang untuk beberapa segmen (terutama di Eritrea) terasa dull dan membosankan.

Now… for the con(s)…..

Entah ini memang sudah menjadi staple di Nanoha franchise ataukah Masaki Tsuzuki sudah kehilangan sentuhan, namun Detonation, TERNYATA, lagi-lagi menggunakan tropes yang sama untuk plot device, plot yang diulang-ulang dari mulai Nanoha in 2004, here’s a hint, seorang penjahat with vague motive”memanipulasi” 2nd “criminal” dan protagonis bertarung dengannya lalu bersama-sama menyerang si penjahat asli. Tapi saya harus memberikan Detonation a credit, karena menambah 2 layer lagi “penjahat” hahaha, the 3 Kings and Yuri.

This is a missed opportunity. Kemunculan Florian sisters di Reflection memberikan harapan untuk cerita yang berbeda, namun di ending, dengan kemunculan Yuri, saya langsung merasa…oh shit, here we go again….dan dengan the usual “heart to heart” cliche moments, lengkap sudah…..

Aneh nya, serial Nanoha yang saya benci, yaitu ViviD, sejatinya malah menawarkan sesuatu yang baru…. ironis memang….

Yes, my biggest complaint of this movie is still…. story

That’s it, dengan berakhirnya ViviD Strike dan Detonation, saya merasa mungkin inilah akhir dari Nanoha franchise.

Oh, one thing, i must applauded Seven Arcs who dared to include this scene

90’s Underated Mecha Anime (part 1)

Dekade 90an adalah tahun yang fenomenal bagi anime bergenre mecha. Banyak mecha anime yang mencapai status legendary memulai episode perdana nya di dekade ini. Periode ini juga pakem-pakem yang biasanya menjadi ciri khas mecha anime yang terbagi begitu jelas antara real robot – super robot di tahun-tahun sebelum nya mulai kabur dan menyatu sehingga menjadi suatu yang baru. Namun diluar judul-judul mainstream dan legendaris seperti Neon Genesis Evangelion, Gundam Wing atau Vision of Escaflowne, ada banyak mecha anime dengan kualitas yang sebetulnya not bad namun sering tidak begitu dilirik karena kurang nya hype atau promosi atau malah dianggap sebagai produk gagal.

Berikut ini adalah beberapa mecha anime underrated rekomendasi saya

Gundam X

After War Gundam X bercerita soal Garroad Ran, seorang junk dealer yang rela melakukan apapun demi uang, termasuk mencuri mobile suit, menculik orang dan sebagai nya. Dunia sedang dalam kondisi post apocalypse akibat 7th Space War yang terjadi bertahun2 sebelum nya, banyak pihak mencari newtype, seseorang dengan kekuatan psikis luar biasa untuk dijadikan senjata demi menguasai sumber daya dunia yang tersisa. Nasib mempertemukan Garroad dengan Tifa seorang newtype muda dan dengan Jamile Neate, mantan newtype yang mempunyai misi untuk melindungi para newtype yang tersisa.

Anime buatan tahun 1996 ini tidak sepopuler pendahulu nya Gundam Wing. Ada banyak penyebab kenapa Gundam X mengalami rating drop yang begitu parah sehingga harus dipindah dari timeslot prime-time menjadi timeslot anak-anak (sabtu pagi), yaitu persaingan dengan Evangelion, kesuksesan luar biasa Gundam Wing dan cerita yang begitu depresi. Namun di apabila di lihat secara lebih detail, Gundam X menawarkan sesuatu yang belum pernah ada di dunia Gundam, misal motivasi Garroad yang bertempur demi Tifa, bukan kedamaian dunia atau survival atau yang lain. Selain itu Gundam X juga menawarkan cerita dewasa yang cukup sesuai dengan tema post apocalypse dan militer dimana urusan perang, bunuh membunuh dan politik adalah urusan orang dewasa, dan juga Gundam X menawarkan salah satu opening song terbaik di Gundam Universe dengan Resolution dari group ROM.

Verdict, Gundam X tidaklah sejelek yang dikatakan orang

Dai-Guard

Bagaimana jika sebuah mecha super diperlakukan seperti real machines ? pertanyaan sederhana itulah yang mendasari anime buatan tahun 1999 ini. Dai Guard bercerita soal bagaimana Jepang bertahan dari serangan fenomena masif bernama Heterodyne, Pihak militer membuat robot raksaksa bernama Dai Guard untuk melawan Heterodyne, namun pada saat Dai Guard selesai dibuat, krisis Heterodyne telah teratasi, hal ini membuat Dai Guard menjadi tidak berguna dan hanya menambah beban anggaran. 12 tahun kemudian Dai Guard kemudian di kelola oleh perusahaan swasta 21st Century Defense Corp. Banyak dari pegawai perusahaan yang berkata bahwa Dai Guard hanya berguna untuk publisitas namun tidak dengan Akagi Shunsuke dan 2 pilot lainnya yang yakin bahwa Dai Guard akan segera dibutuhkan, dan mereka tidak salah.

Dai Guard adalah sebuah karya unik dan cukup jarang di jagad mecha anime. Super Robot biasanya adalah sebuah personifikasi dari kegagahan, serangan brutal dan yang terpenting adalah unlimited support baik secara finansial maupun secara legal dari pemerintah. Namun Dai Guard sering kali dibatasi oleh berbagai permasalahan sehingga hanya untuk bisa berdiri dan bertarung dengan Heterodyne seringkali dianggap sebuah keajaiban. Satu-satu nya yang mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah anime super robot adalah pilot utama Dai Guard, Akagi Shunsuke adalah otaku mecha kelas berat yang seringkali (berupaya) mengatasi segala permasalahan dengan hotblood dan juga meneriakan nama serangan Dai Guard ala pilot super robot klasik.

Paruh pertama dari 26 episode Dai Guard menurut saya adalah salah satu yang terbaik (dan terunik) di anime super robot modern. Kita bisa melihat bagaimana Dai Guard diperlakukan sebagai aset perusahaan, bagaimana Heterodyne dilihat bukan sebagai monster namun semacam bencana alam, dan juga yang terpenting terbangunnya karakterisasi  yang baik diantara pilot pilot Dai Guard. Akagi yang super antusias untuk mengendarai DaiGuard, Ibuki yang sering menjadi voice of reason dari tim, dan Aoyama yang terlihat ogah-ogahan dan playboy namun menyimpan sesuatu yang pedih.

Sementara paruh kedua tidaklah jelek, namun ada beberapa faktor yang membuat intensitas cerita agak turun, seperti Dai Guard  yang menerima upgrade sehingga bisa bergabung secara otomatis ala Voltes V (sebelumnya Dai Guard membutuhkan perakitan on-site ala mobile crane) dan juga intrik dengan pihak militer.

In the end, jika mencari sesuatu yang unik dan jarang ada di dunia anime mecha, saya bisa merekomendasikan Dai Guard sebagai tontonan yang cukup berkualitas.

Oh and… jangan lupa untuk keep your ears (and eyes) open to that great opening song !

Verdict : MUST TRY !

Dendoh

Era 90an adalah era dimana anime mecha (terutama super robot) mulai mengalami perubahan dalam struktur cerita, tidak ada lagi cerita simpel penyerangan makhluk asing dan super robot membela bumi. Namun ada 1 anime yang masih percaya bahwa premis klasik tersebut masih punya peminat, dan mereka tidak salah.

Anime itu adalah Gear Fighter Dendoh, bercerita mengenai Izumo Ginga dan Kusanagi Hokuto dua remaja yang secara tidak sengaja menjadi pilot dari Dendoh, sebuah robot yang membutuhkan koordinasi yang baik antara bagian kiri dan kanan untuk berfungsi. Melawan mereka adalah alien Galva yang ingin menguasai bumi untuk mencari sesuatu. Ginga dan Hokuto didukung oleh GEAR sebuah organisasi rahasia dibawah pimpinan Vega, wanita bertopeng misterius yang bertempur menggunakan motor. Situasi jadi semakin rumit karena ternyata Galva pun mempunyai robot serupa bernama Night Ouga yang kemampuannya jauh diatas Dendoh.

Dendoh adalah buah karya dari sutradara Fukuda Mitsuo dan istrinya (alm) penulis Morosawa Chiaki, yang terkenal dengan Cyber Formula dan (kemudian) Gundam SEED. Secara cerita umum tidak banyak yang ditawarkan oleh Dendoh, namun cukup banyak gimmick dan twist yang terjadi sehingga cukup untuk saya betah menonton hingga 38 episode. Gimmick yang ditawarkan antara lain Dendoh harus di kontrol oleh 2 orang, sehingga menimbulkan potensi konflik yang baik, juga senjata Dendoh adalah sepasukan mecha berbentuk binatang yang berkekuatan luar biasa, dan Dendoh harus mencari mereka satu per satu dan itupun tidak selalu berhasil untuk memperoleh mereka, dan fakta bahwa Ginga dan Hokuto adalah lahir dari keluarga baik baik, dan sangat supportive kepada kegiatan mereka sebagai pilot super robot, hal yang sangat jarang di dunia anime 90an yang penuh dengan emo-story. Belum lagi twist seperti siapakah Vega, siapakah Emperor Galva, siapa pilot Ouga dan darimana dia berasal. Semua ini di akhiri dengan cukup baik di episode2 akhir, walaupun jelas berasa bahwa Dendoh seperti mengalami pemotongan episode.

Verdict : Simple story and familiar tropes adalah kekuatan sebenarnya dari Dendoh, anime ini terasa begitu humble dan sederhana apabila dibandingkan dengan super robot heavyweight seperti MazinKaizer atau Getter Armageddon. Namun ditengah kesederhanaan itu ada fun adventures, kehangatan keluarga dan aksi robot klasik yang sudah jarang terlihat. Saya merekomendasikan Dendoh untuk fans super robot untuk nostalgia.

Brain Powerd

Sebuah kapal makhluk asing yang terbenam di dasar Samudra Pacific bernama Orphan menyebabkan banyak bencana di bumi, namun didalamnya ada orang-orang yang bekerjasama dengan Orphan dengan imbalan pengetahuan yang sangat luar biasa. Orphan akhirnya pergi keluar angkasa dan meninggalkan bumi dalam keadaan rusak. Anak buah Orphan, para Reclaimer kembali ke bumi dengan mengendarai mecha yang disebut Antibody untuk mengumpulkan relic yang ditinggalkan Orphan berbentuk disc. Utsumiya Hime seorang rebel yang menentang Orphan menemukan salah satu disc tersebut dan membangkitkan Antibody yang dia beri nama “Brain Powerd”. Bersama dengan Isami Yu, mantan Reclaimer yang melarikan diri, Hime dan Yu terlibat petualangan untuk menentukan nasib umat manusia.

Jika kalian bingung membaca premis diatas, ya, seperti itulah rasanya sepanjang 26 episode. Sesuai ciri khas Yoshiyuki Tomino, Brain Powerd mengawali episode pertamanya dengan sederet eksposisi DAN event yang membuat kita hanya melongo.

Pada awal pre-release, Brain Powerd sering dikatakan sebagai anime dengan super talent dibelakangnya, Sutradara Yoshiyuki Tomino, Karakter Designer Mitsumi Inomata (Tales series), Mecha Designer Nagano Mamoru (Five Star Stories), Music Director Yoko Kanno (Macross Plus). Tomino pernah berkata bahwa Brain Powerd adalah jawaban dia untuk Evangelion. Untuk beberapa aspek seperti tema “love is the answer” , memang Brain Powerd dirasa lebih mumpuni, namun itu akan terasa berbeda untuk tiap orang.

Kekuatan utama dari Brain Powerd adalah karakter, karakter2 seperti Isami Yu dan Utsumiya Hime tergambar secara lugas dan jelas, namun karena ini anime Tomino, diperlukan waktu khusus untuk mendalami mereka, mencari motif dan tujuan mereka di anime ini, begitu juga dengan puluhan karakter lain yang terkesan numpang lewat. Karakter design oleh Mitsumi Inomata dan design mecha oleh sang legenda Nagano Mamoru juga ikut menambah dinamis sesuai dengan alur cerita

Kekuatan kedua adalah musik, digawangi oleh Yoko Kanno, musik dari Brain Powerd berasa a class of its own, musik ambient yang kadang berasa surreal ini mengiringi kita selama 26 episode, dan ending anime ini “Field of Love” oleh Kokia, adalah salah satu lagu anime terindah yang pernah ada.

Verdict : Brain Powerd sangat disarankan untuk para die-hard fans Tomino, fans anime dengan banyak filosofi ala Evangelion dan anime-anime apocalypse lainnya, terutama mereka dengan kesabaran yang lebih.

Dual

Saya yakin rata-rata fans anime secara umum mengenal apa itu Neon Genesis Evangelion, anime yang sangat fenomenal bahkan saat di re-run oleh Netflix, masih menimbulkan gelombang keingin-tahuan dari banyak orang, bahkan setelah lebih dari setengah dekade penayangan originalnya. Evangelion juga membuat ramai trend anime dengan setting depresi dan karakter utama yang juga tidak kalah kelam, namun tahukah ada anime serupa Evangelion namun dengan setting ceria dan juga mendekati harem anime ?

Ya, anime itu adalah Dual, Pararel Trouble Adventure

Jika Brain Powerd adalah jawaban serius untuk Evangelion maka Dual adalah relaksasi. Hampir semua astetik Evangelion ada pada Dual, termasuk tiga mecha humanoid kurus dengan pilot khusus.

Di tayangkan pada April 1999, anime ini memang tidak mempunyai kredibilitas yang mengagumkan seperti Evangelion, namun menurut saya cukup lumayan untuk diikuti. Kekuatan dari Dual, tentu bukan pada psikologis dan pendalaman karakter, namun kepada komedi dan sedikit action serta kehidupan harem si Kazuki, si karakter utama. Aksi pertempuran antar mecha, menurut saya cukup mengasyikan di awal dan akhir cerita, namun komedi nya tersebar di sepanjang serial. Satu poing menarik yang diberikan oleh Dual adalah, dunia pararel dan point of divergence, dan inilah yang akhirnya menjadi titik awal pembeda dari Dual dan Evangelion.

Verdict, jangan berharap terlalu banyak, nikmati apa yang ditawarkan oleh anime ini dengan ringan, karena anime ini memang menjanjikan ringan, dan itulah yang akan kita dapat.

Magical Girl Lyrical Nanoha : Reflection

Sebagai fans dari Nanoha franchise sebetulnya saya agak malu untuk mereview movie ini,karena movie ini keluar kurang lebih setahun yang lalu, dan saya seperti enggan untuk melihat ataupun mendengar apapun mengenai film ini. Namun gelombang nostalgia membuat saya memberanikan diri untuk menonton cerita original pertama untuk movie timeline dari Magical Girl Lyrical Nanoha.

Nama Magical Girl Lyrical Nanoha bagi saya adalah sebuah kenangan indah, berawal dari spin-off dari game dewasa Triangle Hearts 3 yang nantinya menjadi anime Sweet Songs Forever, Nanoha menjadi salah satu anime magical girls ternama. Season 1 dan 2 (A’s) nya mendapat sambutan baik dari penggemar anime karena mengusung tema yang cukup dewasa, gelap dan kompleks serta koreografi layak nya anime mecha, sesuatu yang langka untuk ukuran anime magical girls. Namun sayang nya semenjak StrikerS (season 3) berakhir, rasanya Nanoha sudah melewati masa-masa emas nya.

Dalam dunia manga pun situasi tidak juga lebih baik dimana the true heir dari Nanoha franchise, manga Nanoha Force yang ditulis sendiri oleh Tsuzuki Masaki (creator dari Nanoha franchise) mengalami hiatus.

Memang masih ada series seperti ViviD dan Vivid Strike, namun serial ini lebih tepat disebut spin off dan sama sekali tidak mencerminkan Nanoha sebagai sebuah setting dunia, hanya ada….. cute girls, fight each other, in a tournament….this is Nanoha, not a Street Fighter…. 🙁

Satu-satunya yang masih berlanjut dan menjadi harapan para fans lama Nanoha adalah movie series, dan untung nya Nanoha Movie 1st dan Nanoha Movie 2nd Ace, cukup mumpuni walau dengan perubahan dan kompresi kiri dan kanan. Jeda cukup lama mulai dari 2012 ke 2017 antara movie 2 (2nd AceS) dan 3 (Reflection) membuat banyak orang lupa atau enggan untuk melirik movie ini, namun pendapatan (ekuivalen) sebesar USD 1,4 juta dollar sepertinya membuat studio Nanoha yaitu Seven Arcs yakin untuk melanjutkan movie series ini menuju ke movie 4.

Movie 3 bercerita mengenai sepasang kakak-adik Amitie dan Kyrie Florian yang berusaha untuk mengembalikan kehidupan di planet mereka Eltria dan juga mencari pengobatan untuk ayah mereka yang sakit secara misterius. Ketika Amitie dan sang ibu berusaha untuk mencari solusi dengan cara logis, sang adik Kyrie mencarinya dari sumber yang tidak wajar, dia menemukan sebuah artifak dengan AI didalam nya, Iris. Artifak tersebut menuntun nya untuk pergi ke Non-administrated World no.79 atau yang kita kenal sebagai Bumi, untuk mencari Eternal Crystal, benda magis yang kuat yang akan mengabulkan permintaan Kyrie untuk menolong planet dan ayahnya. Namun Iris berpesan kepada Kyrie bahwa yang mereka lakukan akan membuat kekacauan di bumi, dan para agen Time and Space Administration Bureau (TSAB) tentu tidak akan tinggal diam, terlebih untuk trio Aces mereka, Takamachi Nanoha, Fate Tesstarosa H. dan Yagami Hayate.

Secara teknis, movie 3 (Reflection) ini adalah peningkatan dari movie 1 dan 2. Beberapa adegan terlihat bahwa hand drawn animation berpadu sempurna dengan digital background dan effects. Materi dari cerita Reflection ini pun di presentasikan dengan gaya yang lebih dewasa dimana darah dan mild violence terlihat cukup sering (Angry Nanoha FTW) serta adanya sentuhan realistis dimana ada warga sipil non mage yang terlibat bencana, ada pihak berwajib (polisi) yang bereaksi kepada kejadin dan juga pihak TSAB yang ikut membantu disaster relief, semua ini absen di movie 1 dan 2 btw. Yang menarik adalah tidak seperti movie 1 dan 2 yang lebih kepada reimagining dari Nanoha season 1 dan 2, movie 3 ini adalah cerita original, karakter Amitie dan Kyrie Florian (dan beberapa karakter lain) diambil dari game PSP, Nanoha A’s Portable : Gears of Destiny. Nanoha Force menyumbangkan design baru untuk Bardische dan Raising Heart, Nanoha Formula Suit barrier jacket dan juga senjata2 baru (Reflection adalah representasi animasi device terbaik dalam Nanoha franchise) yang dipakai oleh TSAB, hanya Iris yang merupakan karakter khusus dari movie ini.

Sayangnya, walaupun dari segi materi dan animasi serta penyajian dari movie ini bisa dianggap luar biasa, namun faktor story dan pacing dari movie ini tergolong lebih lemah daripada movie 1 dan 2. Plot cerita yang diambil langsung dari game Gears of Destiny menurut saya tidak di translasikan dengan baik kedalam format film. Pacing yang lambat di awal, lalu non-stop action hingga akhir film juga tidak memberikan kita waktu untuk appreciated the character atau the enviroment dengan baik. Beberapa adegan di awal movie berasa hanya pajangan dan tidak mempunyai real weight bagi cerita keseluruhan, sehingga seakan mengaburkan point dari movie ini.

Namun paling tidak saya masih menghargai usaha Seven Arcs untuk stay true kepada franchise di Reflection, dimana semuanya masih berasa Nanoha, bahkan karakter-karakter yang terlupakan seperti Arf dan Zafira atau bahkan Amy, Shari dan keluarga Bannings, Takamachi serta Tsukimura muncul walau hanya 1-2 scenes.

In the end, saya masih bersyukur kepada Reflection, walaupun bukan Nanoha yang seperti saya harapkan, namun paling tidak Reflection memberi nafas baru kepada franchise ini. Sekarang nasib keberlanjutan franchise ini ada di pundak movie 4, Nanoha Detonation.

Great Pre-2000 Isekai Anime

Isekai (異世界, literally tranlated as Different World) anime akhir-akhir ini menjadi genre tersendiri yang mempunyai banyak penggemar. Unsur petualangan di dunia asing, bertemu dengan banyak karakter yang tidak dikenal, dan akhirnya berusaha menyelamatkan dunia tersebut banyak merupakan daya tarik yang cukup besar. Banyak dari penggemar anime isekai tidak menyadari bahwa genre isekai telah lama ada di dunia anime. Tahun 2000 kebawah menyimpan cukup banyak anime isekai yang bisa dikatakan masterpiece. Berikut ini adalah beberapa anime yang menurut saya cukup bagus untuk rekomendasi ditonton bagi para penggemar anime isekai

PS

Banyak dari anime isekai dari tahun dibawah 2000 yang tidak saya sebutkan karena simply saya belum melihat nya secara utuh seperti Corrector Yui, Juuni Kokuki dll. Saya cenderung untuk memasukan anime dengan unsur fantasy/ scifi time travel sebagai isekai apabila time period yang mereka kunjungi mengakibatkan mereka merasa terasing dan sangat berbeda dari dunia asal mereka. Daftar ini adalah untuk series (OVA, TV series), sedangkan anime movie seperti Spirited Away is deserved its own list.

1. The Vision of Escaflowne

The Vision of Escaflowne (天空のエスカフローネ, Tenkuu no Escaflowne) adalah anime hasil karya Kawamori Shoji yang tersohor dengan serial Macross nya. Bercerita tentang Kanzaki Hitomi, seorang gadis SMA biasa yang secara tiba-tiba berpindah tempat ke dunia pararel bernama Gaia, Hitomi harus berusaha mencari jalan pulang ditengah-tengah perang besar yang melanda Gaia.

Anime ini menurut saya adalah paket lengkap, menggabungkan genre mecha, fantasy, romance dan isekai Kualitas cerita, animasi, voice acting (merupakan debut dari seiyuu terkenal Sakamoto Maaya) dan musik spektakuler racikan Yoko Kanno menjadikan Escaflowne sebuah classic yang sayang untuk dilewatkan.

this is my fave isekai anime, only an inch better than the next recommendation

2. Magic Knight Rayearth

Magic Knight Rayearth (魔法騎士(マジックナイト)レイアース, Mahou Kishi Rayearth) adalah adaptasi apik dari manga grup mangaka terkenal CLAMP. Bercerita tentang tiga orang gadis Shidou Hikaru, Ryuzaki Umi dan Houoji Fuu yang terlempar di Cephiro, dunia penuh magis dan fantasi ketika mereka bertiga berada di Tokyo Tower. Disana mereka bertiga diberi tugas oleh Clef, guru sihir istana untuk membebaskan Putri Emeraude, penguasa Cephiro dari tangan High Priest Zagato, sebuah premise standar yang sudah biasa ada di dunia game JRPG, namun bukan CLAMP namanya kalau tidak ada twist.

Anime sepanjang 49 eps ini mengadaptasi cerita manga CLAMP cukup faithfull dengan tambahan beberapa original character dan plot cerita. Menggabungkan genre magical girls, fantasy dan mecha, anime ini merupakan suguhan yang really aged well like a fine wine.

PS. Cobalah untuk menonton sendiri dan hindari spoiler apapun, twist Rayearth ini adalah yang salah satu yang cukup mengejutkan apabila tidak melihat spoiler.

3. Aura Battler Dunbine

Dunbine (聖戦士ダンバイン, Seishenshi Dunbine) merupakan anime mecha di awal 80an (1983) racikan pencipta genre Real Robot, Yoshiyuki Tomino. Berbeda dari anime karya Tomino sebelum nya (Gundam, Ideon) Dunbine bercerita mengenai Shou Zama, pemuda Jepang yang berpindah ke dunia Byston Wells, dunia pararel yang mirip Eropa jaman pertengahan lengkap dengan makhluk legenda seperti unicorn , kesatria berpedang dan mecha yang disebut Aura Battler, robot berbentuk humanoid insect (?) yang menggunakan tenaga Aura seseorang. Bersama dengan Aura Battler bernama Dunbine, Sho terlibat dengan intrik Byston Wells sambil berusaha mencari jalan untuk kembali ke Bumi.

Dunbine adalah salah satu serial real robot yang cukup berpengaruh di Jepang, namun sering luput dari perhatian penggemar anime di negara lain. Serial ini akhirnya mendapatkan highlight yang layak ketika masuk kedalam roster game Super Robot Wars. Salah satu kekuatan Dunbine adalah karakterisasi yang kompleks (Sho merupakan salah satu karakter anime pertama yang keturunan Amerika-Jepang, salah satu isu sosial yang diangkat Tomino) dan juga tingkat fatalitas yang signifikan menjadikan Yoshiyuki Tomino sebagai sutradara yang terkenal sebagai Mr. Kill Em All.

4. Digimon Adventure

Digimon Adventure adalah anime pertama dari franchise Digital Monster, suatu franchise yang bermula dari game virtual pet dengan nama yang sama. Bercerita tentang para DigiDestinied, anak anak terpilih yang harus bertualang di dunia digital yang dihuni oleh Digital Monster atau Digimon untuk melindungi dunia digital dari berbagai kekuatan jahat. Para DigiDestinied mempunyai partner Digimon masing-masing yang akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih kuat seiring dengan makin kuat nya hubungan antara DigiDestinied dan Digimon nya.

Jujur pertama kali melihat anime ini di televisi nasional saya kurang tertarik, karena menganggap anime ini hanya tiruan Pokemon (saya tahu Pokemon lebih dulu), namun adegan Greymon berubah menjadi Metal Greymon yang merubah pandangan saya terhadap anime ini, akhir nya saya menjadi fans dari franchise ini, walaupun yang saya lihat cuman Digimon, Digimon 02 dan Digimon tri haha. Selain cerita petualangan dan animasi para Digital Monster yang cukup bagus dijamannya, hal yang tetap melekat tentu saja lagu pembuka anime ini, Butterfly oleh alm. Wada Koji yang hingga sekarang masih setia berada di ponsel saya. Untuk saya, nilai nostalgia dari Digimon Adventure tiada tergantikan

5. Dual ! Pararel Trouble Adventure

Dual ! (デュアル!ぱられルンルン物語, Dual Pararel RunRun Monogatari) adalah anime buatan Studio AIC dan Kajishima Masaki yang lebih dahulu terkenal dengan franchise Tenchi Muyo. Meski Dual adalah anime dengan konsep dunia pararel, namun mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda dengan menceritakan dunia yang terpisah menjadi dua akibat keputusan diawal series. Yotsuga Kazuki merupakan siswa SMA biasa yang dianggap aneh oleh teman-temannya karena Kazuki sering melihat vision atau penglihatan aneh dimana robot-robot raksaksa bertarung. Kazuki menuangkan semua penglihatannya didalam blog pribadinya menjadi sebuah cerita berseri. Suatu hari secara tiba-tiba penglihatannya menjadi nyata, Robot raksaksa benar-benar bertarung didepannya, salah satu robot jatuh didepannya dengan kokpit terbuka, Kazuki pun naik ke kokpit dan memulai petualangan di dunia pararel.

Dual mempunyai reputasi yang tidak begitu meyakinkan di dunia anime, salah satunya adalah tuduhan merupakan rip-off dari anime terkenal Neon Genesis Evangelion, while this is true on the exterior, Dual merupakan anime yang berbeda didalam, bercerita mengenai lore yang berbeda, tingkat humor yang jauh lebih banyak dan harem yang menyaingi level Love Hina sekalipun. Namun Dual masih cukup layak dicoba untuk penggemar mecha (dan harem) karena mecha action yang dihadirkan cukup menarik untuk dinikmati, terutama di akhir serial.

6. El-Hazard series

El-Hazard (神秘の世界エルハザード, The Magnificent World El Hazard) adalah sebuah franchise isekai yang meliputi OVA, serial TV dan manga. Kisah El-Hazard secara garis besar dapat dipisahkan menjadi 2 kontinuitas, TV Series (El Hazard Wanderers) dan OVA series (El Hazard Magnificent-Alternative World). Premis umum El Hazard adalah Mizuhara Makoto, Jinnai Katsuhiko dan Nanami serta guru mereka Fujisawa-sensei terlempar ke dunia El-Hazard setelah Makoto menemukan artifak kuno yang tersegel dibawah tanah sekolah mereka.

Secara umum, El Hazard adalah anime yang menyenangkan, dengan unsur petualangan dan tidak terlalu serius over the top. Walaupun juga mempunyai unsur harem anime, namun Makoto hanya menunjukan affection ke salah satu dari banyak wanita yang ditemui nya di El Hazard, sedikit pembeda dari protagonis harem anime kebanyakan. El Hazard adalah salah satu dari anime pertama localized di US yang mempunyai karakter LGBT yang cukup signifikan perannya.

7.Strange Dawn

Strange Dawn (ストレンジドーン Strange Dawn) adalah anime isekai singkat (13 episode) yang sering overlooked. Hal ini cukup wajar mengingat tema, konflik dan protagonis yang terbilang cukup sederhana apabila disandingkan dengan berbagai anime isekai lainnya. Kekuatan dari Strange Dawn adalah dari interaksi antar karakter. Yuko dan Eri adalah dua siswi SMA yang secara tidak sengaja teleport ke dunia asing yang dihuni oleh makhluk humanoid mini. Yuko dan Eri harus berjuang bersama teman-teman mini mereka untuk mencari jalan pulang ke dunia asal.

Butuh sedikit kesabaran untuk dapat menikmati Strange Dawn, selain alur cerita yang berjalan cukup lambat, sub-konflik yang mengiringi cerita utama pun juga tidak bisa dibilang spektakuler, tidak ada naga, tidak ada robot raksaksa, tidak ada artifak kuno, hanya ada keseharian Yuko dan Eri di dunia asing, dan perjuangan serta persahabatan mereka dengan para penghuni asli dunia tersebut.

8.Fushigi Yugi

Fushigi Yugi (ふしぎ遊戯, Fushigi Yugi Mysterious Play) berawal dari manga karya mangaka Watase Yuu kemudian berkembang menjadi franchise meliputi TV series, OVA, Light Novel dan 2 manga prekuel. Fushigi Yugi menceritakan Yuki Miaka dan Hongo Yui yang tersedot masuk ke dunia didalam buku Universe of the Four Gods. Miaka ternyata adalah Suzaku no Miko, pendeta wanita yang mewakili faction Suzaku (Vermilion Bird) dan Yui adalah Seiryuu no Miko, mewakili faction Seiryu ( Azure Dragon). Kedua nya akan saling bertempur satu sama lain sebagai akibat dari serangkaian peristiwa dan kesalahpahaman.

Fushigi Yugi merupakan anime isekai dengan detailed background, kultur dan lore yang kuat. Watase Yuu menggunakan latar belakang kisah empat Divine Beast dan China kuno dengan baik dalam cerita ini, ditambah dengan kisah cinta segitiga yang menggemaskan khas Watase-sensei. Anime ini sangat populer di tahun 90-an, yang menyebabkan Watase Yuu melanjutkan cerita ini hingga prekuel yang mencertakan faction Byakko (White Tiger) dan Genbu (Green Turtle) yang secara atmosfir lebih gelap dan dewasa dibanding cerita Suzaku dan Seiryu. Anime wajib untuk penggemar isekai.

9.Starship Girl Yamamoto Yohko

Starship Girl Yamamoto Yohko (それゆけ!宇宙戦艦ヤマモト・ヨーコ, Soreyuke ! Uchu Senkan Yamamoto Yoko) adalah anime unik yang menggabungkan time travel, isekai dan space combat. Premis utama adalah di abad ke -30, dua fraksi manusia, TERRA dan NESS berperang untuk dominasi luar angkasa, peperangan dilakukan dengan wargame menggunakan pesawat tempur 4 lawan 4. Karena refleks manusia di abad ke 30 sudah jauh berkurang maka ilmuwan TERRA, Curtis Wilson, mencari pilot ke abad ke 20 untuk bertarung dibawah panji panji TERRA, disanalah dia bertemu dengan Yamamoto Yoko, si pilot jenius jago game yang akan menyelamatkan TERRA dari kekalahan.

Berbeda dari anime isekai kebanyakan, Yoko dan teman temannya mampu kembali ke dunia asal nya dengan mudah, dan isu utama adalah bukan bagaimana mencari jalan pulang, namun memenangkan pertempuran demi TERRA. Untuk anime tahun 1997, level animasi dari Yamamoto Yohko ini cukup bagus mengingat studio JC Staff yang menggawangi, entah kenapa Yohko mengingatkan saya akan Mikoto Misaka dari ToAru Kagaku no Railgun. Banyak style dan gaya penceritaan dari anime ini yang terasa berbeda untuk ukuran tahun 1997, seperti contohnya final card pada tiap akhir episode. Dengan segala keanehanya, saya rasa anime ini cukup layak untuk dicoba.

10.Inuyasha

Inuyasha (戦国御伽草子 犬夜叉, Inuyasha the Feudal Fairy tale)adalah anime terkenal hasil adaptasi dari manga karya Takahashi Rumiko, mangaka dibelakang cerita legendaris seperti Urusei Yatsura (Lamu the Invader Girl) dan Ranma ½. Bercerita tentang Higurashi Kagome, siswi SMP 15 tahun yang transported ke twisted version of dunia Jepang kuno (jaman Sengoku) dimana demon datang dan menterror manusia. Disana Kagome bertemu dengan half-demon dog, Inuyasha. Berdua mereka bertualang untuk mencari pecahan Shikon no tama, artifak kuno yang dapat mengabulkan permintaan si pemegang artifak.

Anime Inuyasha merupakan anime yang cukup populer saat pertama kali tayang di Indonesia. Cerita memikat, petualangan yang solid, karakter2 kompleks khas Takahashi Rumiko mampu membuat banyak anak saat itu selalu menunggu Inuyasha didepan televisi (including me). Selain itu daya tarik anime ini adalah soundtrack nya yang berisi artis artis Jpop yang saat itu tengah populer seperti Hamasaki Ayumi, Dreams, V6 dan Do As Infinity. Seperti karya Takahashi Rumiko yang lain Inuyasha juga termasuk anime yang panjang dengan 167 episode plus 26 episode Final Act dan 4 anime movie, cukup panjang apabila diikuti dari awal, tapi saya bisa pastikan bahwa its worth it.

11.Hack// SIGN

.Hack//SIGN merupakan anime pertama dari .Hack franchise yang nantinya akan berkembang meliputi video games, tv series, OVA dll. Sebagai salah satu anime pertama yang based on video games, fokus dari SIGN adalah bukan action dan adventure seperti kebanyakan anime isekai, namun lebih ke studi mengenai kejiwaan dan sosial. Bercerita tentang Tsukasa yang terjebak di dunia The World, MMORPG terkenal dimana player dapat berinteraksi satu sama lain menggunakan VR Headset. Tsukasa lalu bertemu dengan banyak teman dan lawan dan bersama-sama mereka mengungkap kejadian demi kejadian yang terjadi di The World.

Boring. Itu yang saya alami saat pertama kali melihat anime ini, karena action yang minim, dialog penuh petunjuk dan ending yang menurut saya kurang rewarding. Namun secara retrospektif anime ini akan terlihat bagus apabila ditonton sekarang, apalagi dijaman anime isekai game world seperti Sword Art Online menjadi anime favorite banyak orang. Satu hal yang membuat saya tertarik akan SIGN adalah lore/ myth yang ada di belakang cerita utama, mengenai siapa itu Aura, siapa itu Harold Hoewick, siapa Helba dll dan pengalaman tersebut akan semakin lengkap apabila memainkan juga game .Hack yang menceritakan karakter berbeda namun bersetting di dunia yang sama.

12.Shulato

Shulato (天空戦記 シュラトShurato Legend of the Heaven Wars)adalah anime isekai yang sedikit berbeda dari yang lain, Shurato merupakan anime full action dengan mystical armor ala Saint Seiya dan mengangkat mitologi Hindu sebagai latar belakang. Adaptasi dari manga karya Kawamoto Hiroshi yang diproduksi oleh studio anime kenamaan Tatsunoko Pro. Bercerita mengenai Hidaka Shurato seorang remaja jago beladiri yang bersama sahabatnya Kuroki Gai yang transported ke Tenkukai, dunia mistis dimana manusia mengandalkan Sohma untuk kegiatan sehari. Shurato sebagai salah satu titisan dari Prajurit Legendaris Sula Ou mendapati dirinya terjebak diantara perang dua fraksi Tenkukai, Vishnu yang baik hati dan Asura, sekumpulan dewa yang ingin menghancurkan dunia.

Salah satu anime favorit di akhir 90-an, Shurato awalnya sering dituduh menjiplak Saint Seiya. Namun setelah menghabiskan 1 season anime dan 6 eps OVA maka dapat disimpulkan bahwa Shurato adalah anime yang sangat berbeda dari Saint Seiya. Daya tarik Shulato adalah pertarungan antara para Hachibusu dan Asura, persahabatan antara Shulato dan kawan-kawannya dan perjuangan mereka yang tanpa henti diterpa berbagai masalah menjadikan anime ini sangat seru untuk diikuti hingga tamat.