Blog

Magical Girls for Boys


Magical Girls adalah salah satu genre yang cukup penting dan signifikan di dunia anime dan manga. Sejak 1960an genre ini berkembang dengan judul seperti Himitsu Akko-chan ato Sally the Witch Girl. Popularitas Magical Girls genre meledak pada awal 90an dengan anime adaptasi dari manga Bishojo Senshi Sailormoon, memperkenalkan berbagai macam tropes dan standar yang akan menjadi staple pada hampir seluruh magical girls di dekade kedepannya.
Satu yang undeniable dari berbagai macam magical girls show adalah hampir keseluruhan di rancang dan ditujukan untuk pasaran perempuan (anak anak perempuan dan gadis remaja).

Ciri khas yang cukup menonjol adalah kisah percintaan dan personifikasi kecantikan saat itu seperti princess atau idol-like. Namun walaupun banyak show di 90an dan awal 2000an dirancang dan ditujukan untuk pasar perempuan, ternyata cukup banyak penggemar pria yang datang dan menggemari serial serial tersebut. Berkaca dari fakta itu, era 2000an muncul beberapa series yang dirancang untuk memikat both genders dan malah ada yang khusus ditujukan untuk pasar penggemar pria, biasanya dengan melibatkan highly choreographed fights, mecha sebagai cerita dan sedikit mengesampingkan romance in favour of friendship ala anime shonen.

Berikut ini adalah ……. Anime magical girls yang IMHO bisa dinikmati oleh penggemar pria dan sedikit saran dari saya untuk bagaimana masuk ke franchise tersebut.

Mahou Shojo Lyrical Nanoha

Nanoha, Fate and Hayate

Nanoha pada awalnya hanya merupakan karakter sampingan pada game PC Triangle Heart 3. Pada saat Nanoha dibuat menjadi anime terpisah pada 2004, penggemar anime terkejut dengan tone cerita dan koreografi yang tersaji apik bagaikan serial action shonen.

Motivasi utama bagi Nanoha untuk menjadi seorang Magical Girl itu sebetulnya tidak banyak berbeda dari berbagai Magical Girl lain, yaitu membantu orang lain dalam kesusahan namun eksekusi dan pilihan cerita dalam Nanoha tersaji berbeda dari kebanyakan Magical Girl show sebelum ini, anime ini terasa lebih direct dan (anehnya) macho dengan Nanoha yang bertindak bagaikan jagoan shonen anime yang bermata lebar dan berhati lapang menanti petualangan dan bertemu teman dalam perjalanan, dan itulah yang dia dapatkan sepanjang series.

Pesona lain dari Nanoha adalah henshin device alias alat perubah diri yang tidak terlihat sebagai benda lucu seperti alat make up atau bolpen tulis berpita, namun objek normal (kalung dalam hal ini) dan berubah menjadi tongkat bersuara mechanical dan mampu berubah wujud menjadi beam cannon, ini tentu akan menarik perhatian dari para penonton pria yang kebanyakan juga menyukai mecha anime.

Nanoha season 1 hingga 3 (StrikerS) masih mempunya balance yang cukup bagus antara Magical Girls trope dan shonen all out battle, namun pada season belakangan, ViviD dan seterusnya, cerita anime berubah menjadi tournament fighter dengan fokus semakin kecil kepada unsur “magical” nya.
Sedangkan movie universe sedikit memberikan kesegaran karena kembali ke dasar yaitu Magical Girl story, namun emphasis diberikan lebih banyak ke faktor “all out battle” daripada quiet character moments seperti pada TV series universe.

Saran saya, coba mulai dari season 1 Lyrical Nanoha dan lanjut ke season 2 Nanoha A’s. Setelah itu baru putuskan sendiri untuk melanjutkan franchise ini atau tidak, saya hanya merekomendasikan StrikerS dan movie universe apabila memilih untuk melanjutkan.

Madoka Magica


Pada tahun 2011, Puella Magi Madoka Magica mengguncang dunia per anime an ketika pertama kali ditayangkan. Hal ini karena Madoka menempun rute lain yang berbeda dari kebanyakan Magical Girl sebelum nya, termasuk Nanoha.

Dari karakter design, tone cerita awal, dan berbagai hints lainnya tidaklah memperlihatkan Madoka sebagai anime Magical Girl yang berbeda, namun jalinan cerita yang ditulis oleh Urobochi Gen penulis jenius dari Nitroplus dan musik yang menusuk dari Kajiura Yuki dan juga ramuan yang pas dari sutradara Akiyuki Shinbo membuat perasaan tidak tenang sepanjang episode2 awal.

Hal ini terbukti ketika satu adegan seolah membuka semua topeng dari anime ini dan sejak saat itu all hell break loose sampai dengan episode final. Madoka mengandalkan tekanan psikologis yang luar biasa untuk tetap menggaet penonton dan mengikatnya di kursi hingga episode berakhir, hampir tidak ada 1 episode pun kita merasakan jagoan kita bisa beristirahat dan aman.

Diluar dari character design nya yang luar biasa imut, faktor lain yang menarik banyak penonton pria adalah alur dan cerita dari Madoka yang cukup dewasa disertai efek sebab akibat yang biasanya cukup absen di anime Magical Girl.
Saran saya coba tonton Madoka Magica terlebih dahulu baru melangkah ke Magia Records ataupun Rebellion di manga.


Symphogear


Senki Zessho Symphogear (The Song of the Valkyries Symphogear) adalah anime hasil karya Studio Satelight, dimana Kawamori Shoji adalah salah satu keyperson disana.

Symphogear dari awal sudah di rancang untuk demografi penonton remaja pria, dengan idol-like characters, mecha-inspired battle suit , adegan battle yang bombastis serta cerita yang lebih mirip film action daripada Magical Girl klasik. Cerita inti dari Symphogear juga menyerupai dari shonen anime, dimana core characters terus bertambah setiap season baru dan juga main heroine yang mendapatkan upgrade form ala Kamen Rider jaman Reiwa.

Kekuatan terbesar bagi Symphogear ini adalah pada lagu dan voice actress nya. Lagu merupakan hal yang esensial didalam universe Symphogear, sebagaimana karya masterpiece Kawamori, Macross, lagu selain untuk menambah keindahan adegan dalam anime juga berfungsi sebagai senjata untuk melawan musuh. Dalam hal Symphogear, lagu yang dinyanyikan oleh karakter berfungsi untuk membangkitkan armor/ senjata dari setiap relic yang berguna untuk menghabisi musuh atau Symphogear lawan.

Karena lagu memegang peranan penting maka pemilihan voice actress tidaklah main main, tidak kurang seiyuu/ penyanyi sekaliber Mizuki Nana, Takagaki Ayahi, Aoi Yuki dan Hikasa Yoko ikut dalam cast Symphogear, dan Mizuki Nana juga mengisi lagu opening mulai season 1 hingga season terakhir, XV.

Symphogear merupakan franchise yang cukup masif dengan 5 anime season, games dan manga serta serangkaian konser semi rutin yang cukup menakjubkan. Karena cukup panjang dan banyak, saya sarankan mulai dari season 1 dan GX dahulu.

Magic Knight Rayearth


Magic Knight Rayearth adalah manga karya dari maestro manga CLAMP. Rayearth ditulis berdasarkan kesukaan CLAMP bermain game RPG seperti Dragon Quest dan kecintaan mereka terhadap anime mecha seperti Yamato. Rayearth merupakan gabungan dari berbagai genre seperti Magical Girls, RPG adventure, mecha dan isekai.

Kekuatan utama dari Rayearth adalah artwork yang legendaris, karakter yang karismatik dan plot twist yang cukup besar di jaman nya.

Rayearth menjadi anime di 1994 dan mempunyai perbedaan yang cukup signifikan dengan alur cerita di manga. Perbedaan antara lain pada penambahan karakter original dan beberapa adegan yang tidak terdapat di manga.

Rayearth anime juga mempunyai kekuatan yang sama dengan manga nya, namun menambahkan animasi yang apik, lagu pengiring yang luar biasa dan jalan cerita yang lebih ekspansif dan cukup mengulas dengan dalam berbagai karakternya.

Rayearth secara demografi, menurut saya akan terbagi rata antara pria dan wanita. Penonton pria akan menyukai 3 karakter utama yang lucu dan menggemaskan, elemen RPG dan petualangan serta mecha cantik nan indah dalam bentuk ketiga Mashin legendaris. Penonton wanita akan menyukai banyaknya alur cerita percintaan, karakter2 pria yang yang gagah dan sedikit BL hint antara Lantis-Eagle

Saran dari saya, selalu tontonlah TV series terlebih dahulu. Rayearth mempunyai OVA 3 episode yang tidak mempunyai hubungan apapun dengan TV series nya. Hindari OVA itu sebelum menyelesaikan TV series nya.

Standard
Blog

The Robotech Saga part 1

Robotech merupakan kartun animasi yang tayang di Amerika pada 1985, namun masih banyak belum mengetahui bahwa kartun tersebut adalah gabungan dari 3 anime Jepang berbeda, seperti halnya Voltron. Saya dulu sempat melihat beberapa episode Robotech di televisi lokal sebelum saya melihat Macross (yang juga di televisi lokal). Setelah memasuki jaman internet ternyata banyak timbul konflik terutama di fans Amerika Serikat untuk fans purist bahwa Robotech hanya merusak esensi Macross dan anime Jepang lainnya, untuk fans Robotech melakukan pembelaan bahwa dengan narasi dan kepopuleran Robotech mampu memperkenalkan anime di Amerika Serikat .

Robotech adalah cerita mengenai passion, perjuangan, liku liku bisnis, litigasi dan copyrights yang berlansung mulai 1980an hingga sekarang. Saya akan coba menceritakan mengenai Robotech mulai dari awal penciptaan, cerita dan lore didalam nya, pertempuran di medan mainan dan juga litigasi dan berbagai project Robotech lainnya, baik yang berhasil maupun gagal

Selamat Datang di Robotech Saga review, part 1

Tahun 1982, Dunia animasi dikejutkan oleh penayangan pertama Super Dimensional Macross (Chōjikū Yōsai Makurosu) di Jepang, seri pertama dari trilogi Super Dimensional yang nantinya akan berisikan Macross, Orguss dan Southern Cross. Macross selain menyajikan aksi perang angkasa yang dahsyat, juga menyajikan human drama yang umum di genre space opera DAN menyajikan 1 hal yang baru di dunia animasi Jepang, music as its center story. Singkat cerita Macross adalah instant hit dan akan melahirkan franchise besar yang tetap terjaga hingga sekarang.

The Super Dimensional Fortress Macross (1982)

Tahun 1984, dunia animasi Amerika diperkenalkan untuk pertama kali dengan tv series Transformers, diadaptasi dari properti mainan Jepang Diaclone dan Microman, dan audiens menyukainya. Produsen mainan lalu berlomba-lomba untuk mencari dan melisensi apapun yang dapat berubah bentuk dari Jepang.

Perusahaan kecil bernama Harmony Gold melihat peluang besar disitu, dan sesuai dengan keahlian mereka sekarang. Harmony Gold adalah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak di production and licensing rights untuk program televisi dan film. Mereka mempunyai lisensi untuk beberapa anime seperti Macross, Southern Cross dan Mospeada. Para eksekutif Harmony Gold berencana mengeluarkan versi lokalisasi dari Macross untuk diedarkan di Amerika, dan berharap dari lisensi penjualan mainan dari merchendise tersebut.

the late Carl Macek

Mereka lalu mencari seseorang dengan pengetahuan mengenai produksi animasi dan anime Jepang, mereka lalu bertemu dengan Carl Macek, pemilik galeri dan juga beberapa cell artwork anime, terutamanya Macross. Macek lalu menyarankan Harmony Gold untuk membuat versi dub dan uncut dari Macross karena Macek meyakinkan mereka bahwa target audiens teens dan young adult masih merupakan untapped market saat itu dan Macross dengan multi layered characters dan real world problems seperti death, betrayal dan sebagainya sangat cocok untuk demografi tersebut. Pihak Harmony Gold menyukai ide itu dan meng-hire Carl Macek untuk membuat versi uncut dari Macross untuk konsumsi Amerika.

Namun setelah pilot episode 1 dari dubbing Macross selesai dibuat, Harmony Gold sadar bahwa tidak cukup episode Macross untuk memenuhi minimal 65 episode aturan untuk dapat ditayangkan secara weekday syndication, 5 episode seminggu, 65 episode dalam 1 season. Macross hanya mempunyai 36 episodes karena di Jepang, anime seperti Macross ditayangkan seminggu sekali.

Harmony Gold lalu memerintahkan Carl Macek untuk membuat episode baru bagi Macross, namun alih alih membuat animasi baru, Harmony Gold menyerahkan dua anime yang berbeda kepada Carl Macek untuk di potong dan di edit ulang menjadi seolah satu kontinuitas agar dapat memenuhi quota 65 episode. Dua anime tersebut adalah Super Dimensional Cavalry Southern Cross (Chōjikū Kidan Sazan Kurosu) dan Genesis Climber MOSPEADA (Kikō Sōseiki Mosupīda). Southern Cross adalah bagian dari Super Dimensional trilogy yang semuanya featuring transforming mechs dan overall similar tone, tapi selain itu tidak ada hubungan antara ketiga Super Dimensional trilogy. MOSPEADA adalah satu satu nya yang tidak mempunyai hubungan kecuali beberapa staff Southern Cross yang bekerja untuk project MOSPEADA seperti produser Tatsunoko (dan juga co-founder) Yoshida Kenji.

Super Dimensional Cavalry Southern Cross (1984)
Genesis Climber MOSPEADA (1983)

Carl Macek menyanggupi hal tersebut dan membuat 3 part berbeda untuk Robotech saga, part 1 the Macross Saga yang diambil dari Macross, part 2 the Masters (yang diambil dari Southern Cross) dan part 3 the New Generation (yang diambil dari MOSPEADA). Sebuah lore cerita baru diciptakan untuk menhubungkan ketiga cerita anime yang berbeda tersebut, sebagian besar melanjutkan cerita dari Macross. Fokus awal Carl Macek untuk tidak menurunkan level cerita menjadi konsumsi anak-anak tetap di jaga, bahkan tone cerita dan hubungan karakter dan bahkan kematian karakter tetap utuh terjaga, or at least, hingga Macross Saga. Harmony Gold juga menciptakan musik dan single original karena Macross dan MOSPEADA merupakan anime dengan banyak fokus kepada musik atau karakter musisi dan tidak mungkin mereka menggunakan musik asli dari anime. Reba West didapuk sebagai singing voice Lin Minmei di Macross Saga dan Michael Bradley untuk Lance Belmont di The Next Generation

Robotech The Masters
The Next Generation

Robotech pertama kali tayang di TV Amerika Serikat pada 4 Maret 1985 hingga 28 Juni 1985. Respons saat itu sebagian besar positif terutama dari target audiens yang diharapkan oleh Harmony Gold yaitu teen dan young adult. Untuk pertama kalinya publik Amerika diperkenalkan dengan konsep anime story driven yang tidak mengikuti cerita per episode melainkan menjadi satu kesatuan, dan juga untuk pertama kalinya mereka melihat bahwa kartun bisa dikonsumsi untuk dewasa dan tidak featuring pornografi sedetikpun, ada konsekuensi fatal dalam cerita Robotech (Macross terutama) akibat perang bahwa karakter bisa mati secara permanen, dan Harmony Gold serta Carl Macek cukup berani untuk tidak membuat cerita bodoh menceritakan karakter2 tersebut hilang karena rotasi tugas atau apa.

Singkat cerita, Robotech terbilang sukses di tahun pertama nya, hal ini membuat Harmony Gold juga ingin mengembangkan sayap untuk masuk ke pasar yang paling menggiurkan, pasar merchendise dan mainan, namun alih alih gemerincing dollar ternyata rintangan dan drama yang menyambut Harmony Gold disana.

More on that in part 2

Standard
Blog

Best 80’s American Cartoon (part 1)

Saya tidak selalu melihat anime Jepang, pada saat saya kecil proporsi antara anime Jepang dan kartun Amerika bisa dikatakan berimbang. Anime Jepang dikala itu didapatkan dari menonton rental betamax seperti Shogun Getta, Gaiking, Voltes, Galvion dll dan kartun Amerika di suplai dari tontonan televisi, banyak dari kartun-kartun berkualitas yang pernah menghiasi sore bahagia saya, sekarang juga masih dianggap sebagai masterpiece di negara asalnya.

Untuk itulah kali ini saya akan membahas sekilas kartun2 Amerika di era 80-an yang menurut saya aged like a fine wine, alias masih sangat layak untuk dinikmati sekarang.

Some rules, list ini adalah murni pendapat saya 100% so the IMHO is effectively effective starting now. Some cartoon like Starblazers tidak akan dimasukan karena murni hanya dub dari versi anime nya. Sedangkan Robotech dan Voltron adalah versi rework, recut, redub, yang mempunyai edit dan episode versi Amerika sehingga bisa dibilang adalah versi yang berbeda dari anime asli nya.

jadi, tanpa berurutan, inilah best 80’s American Cartoon versi saya, part 1

Teenage Mutant Ninja Turtles

Teenage Mutant Ninja Turtles atau TMNT atau Kura-kura Ninja sebagaimana dikenal di Indonesia, adalah kartun adaptasi dari komik terbitan Mirage Studios di 1984. Pada tahun 1987 diproduksilah kartun TMNT sebagai deal dengan perusahaan mainan Playmate Toys. Kartun TMNT ini cukup berbeda dan ringan dibandingkan dengan komiknya yang cukup dark. Bercerita tentang empat kura-kura anthromorphic hasil mutagen yang dilatih beladiri ninjitsu oleh sensei mereka master Splinter (Ninja master, Oroku Saki yang terkena mutagen yang sama). Mereka adalah Leonardo si pemimpin yang bersenjatakan katana, Donatello si gadget mania bersenjatakan tongkat, Raphael si keras kepala bersenjatakan sai dan Michaelangelo si konyol nan gaul bersenjatakan nunchuk. Bersama sahabat baru mereka, reporter chanel 6 bernama April O’Neil, mereka bertarung mempertahankan New York dari serangan Foot Clan dan pemimpin mereka Shredder serta alien Krang dari Dimensi X.

Semua bocah 80an rasanya sangat mengenal TMNT, franchise ini sangat booming di akhir 80an bahkan mainan TMNT menjadi semacam simbol status di masa itu (kinda like iPhone nowadays). Karakter yang menyenangkan namun tetap berakar pada realitas, animasi yang bagus dan that catchy theme song

TMNT telah diremake setidaknya 4 kali dalam bentuk animasi, termasuk 1 direct-to-video ekslusif untuk Jepang. Tapi untuk saya, TMNT’87 masih akan selalu mendapat tempat di hati.

Centurion

POWER EXTREME ! kalimat khas ini yang selalu diucapkan oleh ketiga jagoan kita, the Centurions pada saat akan powered up memakai assault suit mereka. Yes, Centurion adalah salah satu serial kartun pertama saya yang bertema militer, walau tidak sekental GI-Joe. Namun Max, Jake dan Ace memakai istilah-istilah militer seperti Commander, Specialists, Experts dan juga memisahkan mereka seperti layaknya 3 arms utama militer modern, Darat, Laut dan Udara, dan itu membuat mereka sangat amat keren di mata anak umur 8 tahun yang senang berkosplay jadi tentara di karnaval 17an (ehm, maap).

Premis Centurion adalah di abad ke-21 bumi dalam ancaman Doc Terror seorang ilmuwan bionic yang berambisi untuk mengubah seluruh umat manusia menjadi bionic dan menjadi budaknya. Tentu saja hal ini mendapat perlawanan dari jagoan kita Centurion yang mempunyai markas keren diluar angkasa bernama SkyVault dengan operator Crystal dan orangutan bernama Lucy. Crystal akan menstransfer assault suit DAN anggota Centurion kemanapun konflik berada. Setiap Centurion mempunyai 3 atau 4 versi assault suit, why ? karena serial ini dibuat melalui kerjasama dengan Kenner Toys, thats why

Anw, Centurion seingat saya tidak terlalu lama tayang di televisi, namun menimbulkan kesan yang cukup dalam, sehingga waktu melihat Ironman dan War Machine di Spiderman animated saya langsung teringat akan serial ini dan berkata “hey, mereka meniru Centurion” lol, silly me.

Silverhawks

Part Metal and Part Real, itulah slogan dari Silverhawks. Satuan polisi bionic intergalactic. Silverhawks adalah kesatuan yang diambil dari polisi-polisi terbaik di seluruh galaksi seperti Jonathan Quick (Quicksilver), Bluegrass the coolest cowboys on the galaxy, si kembar Steelheart dan Steelwill dan fan-favourite Copper Kidd, anggota termuda Silverhawks yang berbicara dengan menggunakan siulan.

Mereka menghadapai kawanan penjahat kambuhan yang dipimpin oleh Mon*Star serta anak buahnya seperti Hardware, Yes-man, Buzz-saw, Melodia dll. Sebelum cerita Silverhawks dimulai, Mon*Star pernah ditangkap oleh Jonathan Quick dan bersumpah akan mengalahkan Quicksilver untuk selamanya.

Silverhawks is an instant win for me, konsep pasukan khusus memang selalu menarik buat saya, apalagi ada Copper Kidd yang selalu menambahkan trivia mengenai luar angkasa di setiap akhir episode.

Galaxy Rangers

Di tahun 2086, dua alien dari planet Andor dan Kirwin berkelana ke Bumi untuk mencari sekutu mempertahankan planet mereka menghadapi agresor Crown Empire. Sebagai imbalan mereka memberikan skema hyperdrive yang berguna untuk perjalanan luar angkasa. Berbekal hyperdrive, manusia mampu membangun koloni koloni terluar, namun ekspansi pasti akan menarik kejahatan. Untuk memerangi kejahatan di koloni-koloni terluar maka dibentuklah BETA (Bureau for Extra-Terestrial Affairs) dan juga Rangers Division sebagai agen lapangannya.

Fokus dari serial Galaxy Rangers adalah detasemen terbaru dari Series5 Rangers, dinamai dari tipe implan mereka. Mereka adalah Captain Zachary Foxx, veteran Ranger yang mengalami kecelakaan saat menghadapi perompak, separuh tubuhnya diganti oleh bionik, implan series5 nya memungkinkan Zach untuk menembakan gelombang energy dari tangannya selain mempunyai kekuatan superhuman. Shane Gooseman yang merupakan genetically engineered supertrooper, Goose sebelum bergabung dengan Galaxy Rangers adalah inmate yang berada dalam deathrow, mempunyai pilihan dihukum mati atau bergabung dengan Galaxy Rangers. Lalu ada anggota wanita satu-satunya, Niko, yang merupakan ahli kebudayaan dan arkeolog, sebagai satu-satunya yang bukan kelahiran Bumi, Niko mempunyai kemampuan telepath. Implan series5 nya juga memberinya kemampuan membuat perisai magis. Yang terakhir adalah Walter “Doc” Hatford. Doc adalah veteran Ranger yang masih bergaya “old ways”. Bertempur dengan menggunakan senjata kuno seperti pedang dan pistol. Implan series5 Doc memberinya kontrol terhadap berbagai elektronik dan komputer melalui 5 bola bersinar (yang masing2 diberi nama oleh Doc).

Galaxy Ranger adalah animasi istimewa di jaman nya, selain karena cerita yang cukup deep, konflik nyata, kualitas animasi nya dan soundtrack yang top notch, juga merupakan kartun Amerika pertama yang bergaya anime Jepang. Hal ini karena sebagian besar animasi digarap oleh TMS Ent. (Tokyo Movie Shinsa) salah satu studio animasi tertua di Jepang, dan satu hal yang penting, bahwa Galaxy Rangers dibuat bukan untuk mempromosikan line mainan apapun. Galaxy Ranger adalah salah satu kartun Amerika yang masih sangat layak untuk ditonton hingga sekarang.

GI Joe : A Real American Heroes

GI Joe mengawali karir nya sebagai toyline dari perusahaan Hasbro di tahun 1963. GI Joe awalnya dibuat untuk merepresentasikan keempat cabang dari US.Army dalam bentuk yang disukai oleh anak laki-laki tahun 60an di Amerika. Toyline ini yang mempopulerkan istilah “action figure” , karena semua figurenya bersifat “action” dan istilah tersebut terdengar lebih macho daripada kompetitor nya yang menawarkan produk serupa dengan istilah “boy’s doll” (mungkin sama seperti sekarang yang banyak sekali produk dengan moniker “gaming” haha )

GI Joe animated series adalah companion marketing dari toyline “GI Joe : A Real American Heroes”. Berjudul sama dengan toyline nya, kartun ini bercerita tentang GI Joe, pasukan khusus yang dibentuk oleh pemerintah dunia *ehm*USA*ehm* untuk melawan teroris Cobra dibawah pimpinan Cobra Commander

GI Joe pada awalnya adalah 2 mini series dengan dua storyline yang berbeda, miniseries pertama tayang pada 1983 berkaitan dengan perebutan MASS Device, sebuah alat untuk mass teleporter, antara GI Joe dan Cobra, Miniseries kedua tayang pada 1984 adalah berkaitan dengan Weather Dominator, alat milik Cobra yang dapat memanipulasi cuaca. Setelah dirasa kedua miniseries tersebut sukses maka GI Joe diberikan 1 full series yang dimulai pada 1985 dengan 55 episodes untuk season pertama. Pada cerita season pertama dimulai dengan karakter-karakter baru (yang baru dirilis oleh Hasbro) karena diceritakan karakter2 Joe lama pada kedua miniseries tengah di sandera oleh Cobra (thats a very neat marketing idea haha)

GI Joe adalah impian semua anak 80an, saya sendiri sering memimpikan punya mainan USS Flag, kapal induk GI Joe, yang besar banget. Penayangan kartun di tivi cukup membantu untuk memendam keinginan punya mainan tersebut hehe (maap curhat). Dari sisi animasi apabila dilihat dari sisi sekarang sebetulnya IMHO tidak ada yang istimewa dari GI Joe, banyak kartun saat itu lebih menarik, namely : Galaxy Rangers, tapi untuk anak umur 8 tahun saat itu tentu sangat amat menarik.

Standard