Gundam Gratifikasi

Bukan, ini bukan serial Gundam baru … 😀

Jadi ceritanya hari ini dapet info dari djt, kalo lagi ada lelangan barang gratifikasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Lalu apa yang menarik dari lelangan hasil sitaan negara atas barang-barang yang dikategorikan sebagai gratifikasi? (atau gampangnya, barang sogokan :p )

Ternyata, salah satu dari barang yang dikategorikan sebagai gratifikasi itu adalah … kit Gundam MBF-02 Strike Rouge + Sky Grasper! 😯

Wow … baru tau kalo kit Gundam sekarang udah dipake untuk gratifikasi, umumnya kan berupa barang-barang luks, kayak perhiasan atau mobil gitu (yang bukan berupa uang maksudnya). Dan umumnya gratifikasi terjadi ketika pejabat negara menerima barang pemberian untuk ‘dibarter’ dengan ‘kelonggaran’ tertentu. Ini berarti pejabatnya demen ama Gundam (SEED… *cough … ) ya, sampe dikasih gratifikasinya dalam bentuk kit Gundam. 😀 😀 😀

Not saying it’s a good thing, cuma ya simply amazing aja.

Oh, dan seandainya berminat nge-bid di lelangnya, bisa klik di sini

😀 😀 😀

Lost Summer …

Yah… setelah dicoba segala cara yang bisa dipikirkan, akhirnya semua data untuk Summer 2017 … musnah. 🙁

Backup data udah sih, tapi ternyata gak bisa direstore dan pas dicek ada banyak errornya juga. Jadi ya bisa dibilang semua tulisan dari bulan April sampe September 2017 nggak bisa dipake. Lumayan banyak sih, tapi ya sudahlah. No use crying over spilled milk.

Kebanyakan sebenernya anime soal musim panas kemarin, dan sebenernya sih nggak banyak juga yang diikutin. Mungkin cuma sekitar 4 judul: Knights & Magic, Shoukoku no Altair, Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e, sama Isekai Shokudo. Udah itu yang utama, lain-lain on-off aja nontonnya. Untuk merekap anime-anime summer, gue cuma akan bahas 4 judul di atas secara singkat aja di sini.

 

Knight’s & Magic / ナイツ&マジック

Seorang otaku jenius yang bekerja sebagai programer komputer, dan terobsesi dengan model kit robot, meninggal dunia dan secara ajaib ‘terlahir kembali’ sebagai seorang anak remaja bernama Ernesti Echevalier (seiyuu: Takahashi Rie) yang hidup di sebuah dunia di mana manusia berperang melawan monster dengan menggunakan robot yang digerakkan tenaga magis.

Tentunya hal ini sangat menyenangkan bagi sang otaku dan dengan kejeniusannya, dia pun kemudian mengembangkan teknologi yang ada saat itu menjadi jauh lebih maju. Bagi Ernesti sendiri, sebenarnya yang lebih menarik baginya bukan hanya sekedar memajukan teknologi tetapi juga memberinya kepuasan karena di dunia ini dia mempunyai kebebasan untuk mengejar obsesinya.

Tetapi ternyata bukan hanya monster yang harus dihadapi oleh manusia dengan Silhouette Knights (= robot) mereka. Kerajaan lain pun mengirimkan mata-mata mereka untuk mencuri Silhouette Knights buatan Ernesti dan kemudian memproduksinya secara massal untuk digunakan sebagai pasukan. Mereka kemudian menggunakan teknologi tersebut untuk menginvasi kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Ernesti dan teman-temannya kemudian mendapat ijin dari Raja untuk menghentikan invasi tersebut dan dalam pertempuran Ernesti akhirnya menemukan musuh besarnya yaitu Horacio Cojal (seiyuu: Nakamura Yuuichi), seorang ilmuwan (yang juga jenius) yang selalu berusaha ‘menjual’ robot buatannya kepada pihak yang ingin mempunyai kekuatan militer yang kuat.

Pertempuran semakin memanas ketika Ernesti dan Horacio sama-sama menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan robot dengan teknologi yang maju. Perbedaannya hanyalah Ernesti mengendalikan sendiri robot buatannya sementara Horacio lebih banyak menciptakan dan menyerahkan pengendaliannya kepada pihak militer kerajaan. Meskipun akhirnya robot buatan Horacio kalah dan invasi kerajaan berhasil dihentikan, Horacio masih belum menyerah dan melarikan diri sambil mencari pihak lain yang mau mendukung eksperimennya.

Simpel sih ceritanya, meskipun memang endingnya cuma gitu aja. Horacio diplot jadi arch-nemesis nya Ernesti dalam konteks sebagai rival dalam pengembangan teknologi. Konflik antara manusia-monster atau antar kerajaan cuma jadi tempat untuk implementasi ‘hasil karya’ mereka berdua. Artinya masih banyak yang bisa diceritakan, mungkin untuk season 2 kalo memang banyak yang suka. Atau ya seperti biasa, baca manga/novel nya. Ujungnya paling gitu. Intinya: Robot = Otoko no roman. :))

Overall: light mood, fun, and entertaining.

 

Isekai Shokudo / 異世界食堂

Cerita tentang sebuah restoran yang mempunyai kekuatan magis. Setiap minggu di hari ke-7 (maksudnya hari Sabtu, karena Minggu dihitung sebagai hari ke-1), restoran yang biasa melayani pelanggan dari kantor ada apartemen sekitar itu tutup. Tetapi mereka hanya tutup di dunia ‘biasa’, sementara yang sebenarnya, restoran itu tetap buka dan melayani pelanggan dari berbagai dimensi atau dunia lain yang penghuninya berbeda seperti misalnya: naga, peri, beastmanlizardman, penyihir, samurai, pemburu harta karun, elf, dwarf, dll.

Bagi pelanggan dari ‘dunia lain’ itu, masakan restoran ini dianggap sangat lezat dan unik karena mereka tidak menemukannya di dunia mereka. Setiap hari ke-7, secara misterius di dunia mereka akan muncul sebuah pintu yang lokasinya terpencil atau hanya diketahui oleh orang/mahluk tertentu sehingga hanya mereka yang tahu bagaimana cara untuk masuk ke restoran tersebut.

Per episode sebenernya cuma menceritakan menu yang merupakan kesukaan masing-masing pelanggan. Ada yang setiap dateng pesen ebi furai, ada juga yang selalu pesen katsudon, atau omurice, dll. Bahkan kadang mereka sampe berdebat mengenai menu kesukaan mereka. Sebenernya lucu sih, bukan dalam artian komedik, tapi topiknya lucu, restoran yang di dunia manusia mungkin menunya biasa, tetapi buat yang datang dari dunia lain, ya tentunya jadi sesuatu yang luar biasa. Cuma ya pada akhirnya ini anime jadi kayak nggak ada arah tujuannya juga. Episode satu ke yang lain ya isinya cuma nunjukkin pelanggan yang berbeda dengan menu favorit yang berbeda. Plotless. Jadi ya gue rasa nggak ada yang diharapkan per episode selain, another customer another menu.

Overall: light mood, tapi nggak ada plot yang jelas, satu menu per episode (kadang 2 menu sih).

 

Shoukoku no Altair / 将国のアルタイル

Tughril Mahmud (seiyuu: Murase Ayumu) adalah anggota Divan, semacam dewan pemimpin dalam struktur kerajaan Ottoman, dan merupakan pasha termuda dalam sejarah Turkiye Stratocracy. Dia adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh salah satu Divan senior karena dia kehilangan keluarganya dalam peperangan. Dengan latar belakang itu, Tughril berusaha keras untuk mendapatkan posisinya saat ini dengan harapan dia bisa mencegah peperangan terjadi sehingga tidak perlu lagi ada kejadian seperti yang menimpa dirinya.

Tetapi idealisme Tughril ternyata harus berbenturan dengan kenyataan politik dan kekuasaan, di mana pada saat itu, kerajaan lain yaitu Bhalt-Rein Empire, tengah memperluas daerah kekuasaannya dengan berbagai cara. Langkah politik dan perang yang dilakukan oleh pihak Empire merupakan strategi yang dibuat oleh Virgilio Louis (seiyuu: Tsuda Kenjiro). Louis menggunakan segala macam cara untuk bisa memperluas kekuasaan Bhalt-Rein bahkan sampai menyandera warga kota tempat sahabat Tughril berada. Meskipun taktik yang dilakukan Tughril berhasil, tetapi keputusan Tughril untuk menyelamatkan warga kota itu membuat dirinya kehilangan gelar pasha dan statusnya di forum Divan juga dicabut.

Setelah kehilangan gelarnya, Tughril kemudian memutuskan untuk berkelana dan menemui orang-orang yang menjadi anggota jaringan mata-mata yang dibuat oleh Zaganos Pasha (seiyuu: Furukawa Makoto) agar dia dapat mengikuti perkembangan dan langkah-langkah ekspansi Louis serta berupaya menghentikannya.

Anime ini lebih kompleks dari 2 judul yang sebelumnya, karena di sini ada drama, politik, strategi, dan topik-topik yang begituan. Nggak sekedar petualangan Tughril keliling negeri menolong kaum yang lemah. Kadang idealisme harus bertentangan dengan realita dan Tughril harus memilih apa yang akan dia lakukan. Semua kondisi itu merupakan tantangan bagi pendewasaan dirinya agar bisa menjadi seorang pasha yang bijaksana dan bisa merebut kembali gelar yang telah dicabut dari dirinya karena membuat keputusan yang dianggap tidak mencerminkan cara berpikir seorang pasha.

Overall: lebih kompleks, IMO lebih menarik karena konflik politik, adu strategi, drama, dll.

 

Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e / ようこそ実力至上主義の教室へ

Koudo Ikusei Senior High School adalah sebuah sekolah yang terkenal ‘Elite’.  Semua siswa yang lulus dari sekolah ini dijamin bisa masuk universitas ternama atau mendapatkan pekerjaan atau karir yang bagus. Sekolah ini merupakan sebuah kompleks yang sangat luas di mana semua siswa bisa mendapatkan berbagai macam keperluan harian di dalam kompleks sekolah sehingga mereka tidak perlu pergi keluar untuk mencari apa yang mereka perlukan, mulai dari kebutuhan harian seperti makan, perlengkapan mandi, dsb, sampai dengan kebutuhan hiburan seperti bioskop atau toko game.

Uniknya untuk mendapatkan semua fasilitas tersebut, para siswa tidak melakukan transaksi dengan menggunakan uang, tetapi dengan menggunakan poin. Poin ini bisa mereka dapatkan dengan cara meningkatkan prestasi akademik mereka di sekolah, semakin bagus prestasi akademik mereka, maka poin yang mereka kumpulkan akan semakin besar sehingga mereka bisa membelanjakannya sesuai yang mereka inginkan.r

Sekolah ini menerapkan sistem kelas yang terdiri dari empat kelas, dari A sampai D dengan pembagian kelas A berisikan siswa-siswa yang mempunyai prestasi terbaik dan poin tertinggi di sekolah, diikuti kelas B dan C. Sementara kelas D adalah kelas terendah di mana siswa-siswanya terdiri dari mereka yang mempunyai poin yang kecil sehingga siswa kelas ini sering sekali menjadi bahan ejekan dari kelas-kelas lainnya.

Ayanokoji Kiyotaka (seiyuu: Chiba Shouya) adalah seorang murid yang selalu tampak pasif dan tidak menunjukkan ekspresi. Dengan alasan yang tidak diketahui pasti, Kiyotaka ditempatkan di kelas D. Di kelas ini dia bertemu dengan Horikita Suzune (seiyuu: Kitou Akari), seorang anak perempuan yang pintar dan sangat ingin meningkatkan nilainya sehingga dia bisa ‘pindah’ ke kelas A. Karena keinginannya yang sangat kuat Suzune menjadi terkesan dingin dan tidak bersahabat dengan anggota kelas yang lain. Berbeda dengan Kushida Kikyou (seiyuu: Kubo Yurika) yang sangat ramah dan berusaha untuk bergaul dengan semuanya, meskipun sebenarnya sifat asli Kikyou tidak sepenuhnya seperti itu, dan hanya Kiyotaka yang tahu.

Kiyotaka sendiri mempunyai latar belakang yang misterius, bahkan ketua organisasi siswa, Horikita Manabu (seiyuu: Umehara Yuichiro) mengatakan bahwa nilai-nilai Kiyotaka selalu berada di batas standar, sesuatu yang menurutnya disengaja oleh Kiyotaka tetapi dia belum mengetahui apa maksud dan tujuan Kiyotaka melakukannya. Wali kelas Kiyotaka pun mengatakan hal yang sama di mana menurutnya Kiyotaka adalah murid yang paling aneh di kelas D.

Sebenernya anime ini lebih serunya karena Kiyotaka selalu menyelesaikan permasalahan dengan sangat cermat dan selalu menggunakan situasi dan orang-orang di sekitarnya tanpa mereka sadari. Selain itu juga masa lalu Kiyotaka yang sering diperlihatkan sekilas, tampak seperti Kiyotaka kecil berada dalam sebuah kelas yang berisi anak-anak lain seusianya dan semakin lama populasinya semakin berkurang. Mungkin tadinya dia adalah salah satu ‘kelinci percobaan’?

Sifat Kiyotaka yang selalu tampak diam dan pasif sepertinya memang sengaja ditunjukkan oleh Kiyotaka untuk menutupi siapa dirinya yang sebenarnya. Suzune juga akhirnya menyadari hal itu meskipun Kiyotaka selalu menghindar setiap kali Suzune mencoba menanyakan kepada Kiyotaka. Bahkan Kiyotaka sendiri mengakui bahwa dia sebenarnya bukan teman yang baik karena dia akan melakukan apapun dan memanfaatkan siapapun untuk bisa mencapai tujuannya.

Overall: interesting, setidaknya buat gue ini sangat menarik. Moodnya sih nggak suram, kirain bakalan ngomongin school life aja, tapi ternyata masih tetep ada misteri di belakangnya.

 

Anyways, itu yang gue tonton di musim panas. Yang paling gue suka ya yang Youkoso, diikuti sama Knight’s & Magic.

Anime Spring 2017

Spring Time! 

Sok heboh padahal belakangan agak nggak aktif nulis juga sih, tapi ya memang lagi nggak banyak nonton anime.  Winter aja yang diikutin cuma ACCA sama Tekketsu no Orphan yang bisa dibilang, peninggalan season sebelumnya. Yang terakhir ini pun sepertinya udah mendekati ending. Serial winter lainnya … makin nambah episode malah jadi nggak terlalu antusias nontonnya, on-off aja.

Spring 2017 kayaknya banyak didominasi tema magic, fantasy, supranatural atau sejenisnya. Dan ternyata setelah Danmachi, ada lagi di season depan yang judulnya panjang banget. What’s with these long titles anyway?

Kalo ngomongin hype, yang paling jadi bahan omongan ya Shingeki no Kyojin Season 2. No surprise there, meskipun kadang ngerasa overrated juga sih. Tapi ya susah, begitu jadi ‘hits’ ya gitu deh, mulai dari yang true fans, sampe yang weeaboo numpang lewat juga pada “OMG! It’s here!” atau “Kita! Kita! Kita!” and so on. Agak-agak bikin drop. 

 

[table id=16 /]

anyways, satu hal yang bikin gue ngakak adalah, waktu liat PV-nya Shingeki no Bahamut Virgin Soul…  Oh, and mind you, that list only contains TV Series. No OVAs, ONAs, or Movies. 

Larangan Ekspor Avex Pictures

Okay, di Valentine day tahun ini, dapet e-mail yang isinya cukup mengejutkan. Bukan karena kaitannya dengan kasih sayang, tapi justru kaitannya dengan pembelian anime, soundtrack, atau produk-produk lain yang merupakan keluaran dari Avex Pictures.

Sebagai pelanggan cdjapan.co.jp, gue pasti dapet update dari mereka soal produk-produk tertentu yang sedang trend atau yang berkaitan dengan yang biasa gue beli via e-mail. Dan seperti biasa tadi ngeliat ada e-mail masuk, kepikir sih cuma salah satu promosi mereka. Cuma kali ini waktu membaca subyek e-mailnya, agak mengejutkan juga bunyinya: “Important Notification: Anime Titles from Avex Pictures (Yuri!!! on Ice, etc)“. Kenapa important notification ya? Lagipula gue juga nggak pernah tertarik sama anime sport … Akhirnya baca deh itu e-mail, dan …

 

Wow … just wow … 

Kaget juga bacanya. Jadi intinya, mulai tanggal 15 Februari 2017 pukul 18:00 waktu Jepang (sekitar jam 11:00 WIB kira-kira, please CMIIW) Avex Pictures melarang semua produknya untuk diekspor keluar Jepang.  Nah loh. Dan itu kayaknya nggak terbatas untuk pelanggan Indonesia kayak gue gini, tapi seluruh dunia. Wew… 

Soal alasannya apa, gue coba browsing-browsing tapi belum nemu kepastian yang jelas. Banyak blogger anime yang udah pada bahas (dan rata-rata memang dapet e-mail dari cdjapan juga … hahaha … ketauan sumber kita sama). Mungkin nanti akan ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Avex Pictures, atau kalo ada yang udah tau mungkin bisa bantu perjelas situasinya sebenernya gimana?

Anyway … semoga kebijakan Avex ini nggak diikutin atau menjadi trend bagi para produsen anime di Jepang ya … karena ya gimana mau dapet anime original yang bagus kalo dilarang beli dari negara asalnya? 

Btw, kalo pengen tau contoh judul-judul anime yang keluaran Avex, bisa dilihat di sini … termasuk di dalamnya ada: One Piece, Fairy Tail, Sket Dance, Initial D, atau yang lagi tayang sekarang Yuri!!! on Ice, dll.

 

Links:

Trivia: Akiba’s Trip The Animation

Dalam anime Akiba’s Trip The Animation episode 2, diceritakan Tamotsu, Matome, dan Arisa mengunjungi sebuah toko yang menjual segala sesuatu yang berbau militer. Menurut Arisa, hal-hal yang berbau militer memang sedang populer karena orang-orang sedang menyukai Admiral Connection dan Tank Girls. Kedua judul yang disebut Arisa itu kemungkinan dimaksudkan untuk menyebutkan 2 anime yang memang berbau militer dan sepertinya memang cukup populer di dunia nyata yaitu Girls und Panzer dan Kantai Collection.