animindo

anime . indonesia

Category: Anime (Page 1 of 12)

Seishun Buta Yarou wa Bunny Girl Senpai no Yume wo Minai

Rascal does not dream of bunny girl senpai

Azusagawa Sakuta (seiyuu: Ishikawa Kaito) sangat terkejut ketika suatu hari sedang berada di perpustakaan melihat seorang anak perempuan yang mengenakan kontum bunny girl (kelinci) berjalan-jalan tetapi anehnya tidak satu orang pun yang menyadari keberadaannya.

Anak perempuan itu adalah Sakurajima Mai (seiyuu: Seto Asami) kakak kelas Sakuta yang dikenal sebagai seorang model dan artis remaja. Pada saat mereka bertemu, Mai sebenarnya sedang berusaha meninggalkan dunia hiburan karena merasa dirinya mengalami banyak tekanan ketika menjalani kehidupan itu. Dia mulai memperhatikan bahwa orang-orang di sekitarnya seperti tidak menyadari keberadaannya, oleh sebab itu dia melakukan eksperimen dengan menggunakan kostum bunny girl dan berjalan-jalan di keramaian.

Keanehan semakin terjadi ketika lambat laun orang-orang di sekitar mereka berdua perlahan-lahan mulai tidak menyadari bahkan tidak mengetahui keberadaan Mai. Seolah-olah tidak pernah ada seseorang yang bernama Sakurajima Mai pernah eksis di dunia.

Apa yang terjadi pada Mai adalah Puberty Syndrome, sebuah fenomena yang terjadi pada orang di usia tertentu dan memberikan dampak pada kehidupan psiko-sosial mereka. Dalam kasus Mai, sebelumnya dia adalah seorang selebrita dan hampir semua orang mengetahui siapa dia, dan ketika dia memutuskan untuk mundur dari dunia hiburan, lambat laun orang seperti “melupakan” dirinya dan dia seolah-olah “menghilang” dari dunia karena tidak ada satu orang pun yang menyadari keberadaannya.

Sakuta sebagai satu-satunya orang yang bisa “melihat” Mai, memutuskan untuk membantu Mai menghadapi sindroma itu. Dia berusaha membuat dunia “mengetahui” bahwa Mai adalah seorang manusia yang hidup dan eksis di dunia mereka sebagai seorang pribadi, bukan hanya sebagai seorang model atau aktris terkenal. Untuk itu, Sakuta pun memberikan dukungan penuh kepada Mai untuk menjalani kehidupannya baik sebagai seorang pelajar, maupun sebagai seorang selebrita yang terkenal.

Setelah kejadian dengan Mai, Sakuta kemudian menghadapi beberapa anak perempuan dengan Puberty Syndrome selain Mai, termasuk adik kandungnya sendiri, tetapi masing-masing dengan manifestasi yang berbeda. Sakuta pun harus menghadapi berbagai macam variasi fenomena psiko-sosial yang ditimbulkan oleh puberty syndrome dari masing-masing anak perempuan itu, dan dalam setiap usahanya, Sakuta selalu bercerita kepada Mai dan kadang bahkan mendapatkan dukungan dan bantuan dari Mai yang pada saat itu sudah menjalin hubungan dengan Sakuta.

My thoughts?

Agak telat bahasnya… hahaha.

Kalo diliat sepintas memang kayak your typical teen-romance-harem anime. Satu cowok dengan banyak cewek, masing-masing dengan problematika sendiri. Sedikit perbedaan yang paling mencolok adalah hubungan antara Sakuta dengan Mai. Dan adanya fenomena “Puberty Syndrome” itu tadi tentunya.

Hubungan Sakuta dengan Mai juga nggak selesai begitu aja setelah Sakuta berhasil “membuat” Mai kembali eksis di dunia dan orang bisa melihatnya lagi. Lalu setelah itu di episode berikutnya Sakuta ganti fokus ke cewek lain. Nggak kayak gitu. Mereka berdua menjalin hubungan yang saling mendukung bahkan saat Sakuta harus “meluangkan” waktu untuk menolong anak perempuan lain (the other harem girls)

Gue pribadi menginterpretasikan “menghilangnya” Mai dari pandangan orang di sekitarnya adalah sebuah manifestasi dari krisis identitas yang dirasakan Mai. Selama ini dia hidup sebagai seorang selebriti di mana semua orang mengenal dia, mengetahui siapa dia, bagaimana kehidupannya, tetapi semua itu adalah apa yang ditampilkan ke publik sebagai ‘wajah’ Sakurajima Mai, sang idola, dengan segala kebaikannya. Sementara ketika dia ingin kembali ke kehidupan pribadinya, sebagai seorang anak remaja bernama Sakurajima Mai, yang biasa saja, bukan seorang selebriti terkenal, dia seperti menjadi ‘bukan siapa-siapa’ yang mudah dilupakan oleh orang, bahkan tidak dikenali sama sekali. Dia berubah dari “selalu menjadi sorotan” menjadi “sama sekali tidak tersorot”.

Di lain sisi, keliatannya penulis Aobuta (iya, itu singkatannya) seneng memasukkan istilah-istilah atau fenomena populer dalam dunia ilmu pengetahuan, seperti: Schroedinger’s Cat, Laplace’s DemonQuantum Teleportation, dll. Meskipun kalo dipikir mungkin ya njelimet nggak jelas, dan IMHO agak terlalu “over” kalo hal-hal seperti itu bisa dicetuskan dari pemikiran anak SMU. Terlalu kompleks untuk dikontraskan dengan cara ‘penyelesaian’ masalah dengan ‘metode’ sederhana yang dipake sama Sakuta. Tapi ya mungkin di situ daya tariknya?

Secara pribadi, gue ngikutin serial ini karena ya itu, untuk ukuran teen romance si penulis berhasil memasukkan elemen-elemen yang bisa dibilang illogical tapi somehow (mungkin) karena njelimet jadinya seolah semua bisa dijejelin ke dalam logika. Bahkan sebenernya reaksi para tokoh yang ada di situ, terutama Sakuta dan Mai (the main charas) menurut gue bisa dibilang abnormal (=illogical) untuk ukuran remaja.

Cara berpikir dan cara mereka berdua dalam menghadapi situasi yang berjalan terasa jauh dari cara berpikir pantaran usia mereka pada umumnya. Contoh sederhana, Sakuta ingin membantu Kaga dengan berpura-pura jadi pacarnya, sementara dia sendiri sedang menjalin hubungan dengan Mai. Dengan level-headed Mai bisa memahami malah cenderung memberikan dukungan, sesuatu yang “ideal”, di mana pasangan bisa saling mendukung, tapi terasa sangat jauh dari kemungkinan bisa terjadi karena dalam hal ini mendukung pasangannya untuk “berpasangan” dengan orang lain meskipun cuma pura-pura dan bukan dalam konteks kerja, misalnya sebagai aktor film berpasangan dengan orang lain dalam melakoni karakter di film yang sedang dikerjakan. Rasanya sih nggak cuma remaja, mungkin yang usianya sudah lebih dewasa juga belum tentu dengan mudah bisa melakukan itu.

Nonetheless, gue bilang sih serial ini bisa direkomendasikan sebagai tontonan untuk genre romance karena ada elemen-elemen yang unik di dalemnya. Agak njelimet kalo ngikutin penjelasan tentang teori-teori ilmiah yang dijejelin ke otak pemirsanya, tapi ya kalo bisa ambil simplifikasi dari teori-teori itu, mungkin akan terlihat ke mana arah yang ingin dituju sama penulisnya. Atau yang lebih sederhana, lupakan istilah-istilah rumitnya, cukup ikutin aja jalan ceritanya, masih bisa kok sebenernya. Cuma ya jangan nyari penjelasan kenapa bisa begitu, cukup dengan “oh ini fenomena ajaib”. Dan sesuatu yang ajaib itu sah-sah aja mau dijelaskan pake gaya apapun. Gitu aja. 😂

Saint Seiya: Saintia Shou

Saint Seiya … shounen wa minna …

Saint Seiya: Saintia Shou ini menceritakan tentang Kyoko (seiyuu: Ichimichi Mao) dan Shoko (seiyuu: Suzuki Aina), kakak beradik yang pada masa kecilnya secara misterius bertemu dengan seseorang yang menawarkan sebuah apel emas kepada Shoko. Kyoko berusaha mencegah Shoko agar tidak menerima apel itu tetapi Shoko tidak mendengarkannya dan ketika dia menyadari adanya bahaya, datanglah Scorpio Milo (seiyuu: Seki Toshihiko) yang menghentikan Shoko. Milo mengatakan bahwa Shoko berpotensi untuk menjadi jelmaan kejahatan dan akan membunuhnya tetapi Kyoko bersikeras melindungi adiknya. Melihat hal itu, Milo meninggalkan mereka berdua dan berpesan agar mereka berusaha menjadi kuat agar bisa mengubah takdir dengan kekuatan mereka sendiri.

Setelah beranjak remaja, Shoko yang tinggal bersama ayahnya telah ditinggalkan oleh Kyoko selama beberapa tahun untuk berlatih. Shoko sendiri di rumah melatih dirinya bersama sang ayah. Suatu hari di sekolah, tiba-tiba para murid kehilangan kesadarannya kecuali Shoko, dan dari balik semak muncul perempuan yang menyerang Shoko. Ketika Shoko dalam bahaya, tiba-tiba Kyoko muncul dalam jubah Saint dan menyelamatkannya. Shoko baru mengetahui bahwa selama ini Kyoko berlatih untuk menjadi seorang Saint dan telah berhasil mendapatkan jubah Equuleus. Shoko juga baru mengetahui bahwa murid terpopuler di sekolah itu, Kido Saori (seiyuu: Minase Inori) ternyata adalah titisan Athena dan bahwa Kyoko merupakan salah satu Saint yang bertugas melindungi Athena (bukannya ini kerjaan Seiya dkk ya?)

Malam harinya, ketika Kyoko dan Shoko sedang mengobrol di halaman rumah Saori, mereka kembali diserang oleh musuh yang sama dengan yang mereka hadapi di sekolah, tetapi kali ini dia muncul dalam wujud utamanya yang lebih kuat dan bernama, Dryad Ate. Dia ingin menjadikan Shoko sebagai ‘wadah’ bagi Eris, penguasa kekacauan. Dalam usahanya melindungi Shoko, Kyoko akhirnya mengorbankan dirinya sehingga dia lah yang akhirnya dijadikan wadah Eris, meninggalkan Shoko dan jubah Saintnya. Melihat hal itu, Shoko kemudian memutuskan untuk mengikuti latihan agar dia bisa menjadi seorang Saint dan menyelamatkan kakaknya.

My thoughts?

Agak-agak kontradiktif sih ya jadinya. Dulu seinget gue, di universe Saint Seiya itu dikatakan kalo populasi warrior cewek itu sangat-sangat langka, dan kalaupun ada, mereka diwajibkan memakai topeng. Itupun mereka juga sepertinya nggak punya jubah Saint, lebih ke armor warrior aja.

Waktu munculnya anime Saintia ini juga terkesan nge-pas banget setelah beberapa waktu terakhir rame-rame soal Shun yang menjadi cewek di versi Netflix, sekarang dirilis Saintia yang isinya cewek semua. Nah loh. Mungkin ini sekalian juga untuk “menjawab” alasan Eugene Son mengubah gender Shun (dia bilang karena isinya dudes semua) bahwa ada kok Saint cewek.

Bisa jadi serial ini ditujukan untuk “menjaring” fans generasi baru, eksplorasi untuk perluasan universe atau ya tetep … sama kayak pemikiran Son, untuk memberikan kesetaraan gender? Hey, ada Saint cowok, kenapa cewek nggak bisa? Seperti itukah? Apa memang ada “demand” seperti itu? Soalnya gue liat di jawaban Eugene Son masalah Shun yang dijadiin cewek, kok seolah-olah ada desakan untuk memunculkan bahwa karakter cewek juga jagoan. Tapi kenapa cerita ini dimasukin dalam alur cerita Seiya? Bisa kita liat di beberapa kilasan ada Gold Saints (Milo malah beneran nongol di awal), bayi Saori yang diselamatkan Aioros, dan Saga yang nyamar jadi ‘Paus’ … itu semua alur Sanctuary Chapter, dan si Saintia ini dimasukin sebagai … Prekuel? Apa nggak lebih baik dibikin stand alone aja? 🤔

Bukan bermaksud negatif, tapi penasaran aja. Soalnya ya itu tadi, di universe Saint Seiya sudah well-established kalo warrior cewek itu ada, mereka bukan non-existent kok, bahkan bukan yang kategori lemah juga, para Saint jagoan itu hasil didikan mereka. Cuma ya di situ mereka semua bertopeng, dan tidak memakai jubah Saint. Lalu sekarang mendadak, Saints cewek ada, dan mereka ada di posisi yang nantinya akan diisi oleh Seiya dkk. Apakah sudah se-mendesak itu untuk memasukkan unsur kesetaraan gender?

Btw, kenapa gue bilang nantinya? Ya kalo dari yang gue liat, di situ kayaknya digambarkan Saori masih sekitaran SMP, belum jadi Miss Kido Saori yang ada di era Seiya dkk. Apakah ini juga berarti kalo Shoko dkk adalah senpai-nya Seiya dkk? Atau mereka ini angkatannya (cikal bakal?) Marin sama Shaina? Tapi sekilas juga liat ada Jabu dkk, dan mereka itu angkatannya Seiya dkk. Jadi? Jadi? … Bingung. Hahaha. 🤔

Ya gue berharap, nggak jadi terkesan maksa-masuk aja sih. Dan harapan itu nggak ada hubungannya sama masalah gender atau feminisme atau apalah itu. Lagipula, gak kesian apa sama Athena? Udah berapa dewa/dewi yang harus dia hadapin coba? Sekarang ditambahin Eris. Kesannya setiap dewa/dewi yang pernah dikenal di dunia ini semua pengen nantang Athena. 😅

Goblin Slayer

Seorang Priestess (seiyuu: Ogura Yui) muda yang baru saja selesai menjalani latihan ingin mencoba menjadi seorang adventurer dan mendatangi guild untuk mendaftarkan dirinya. Di situ dia mendapatkan informasi mengenai tingkatan para adventurer dan karena dia adalah seorang pemula, maka rank atau peringkatnya adalah Porcelain.

Setelah mendaftar, dia dihampiri oleh beberapa adventurer lain, (sepertinya) mereka adalah seorang swordsman (pengguna pedang), fighter (bela diri tangan kosong, monk?),dan mage (penyihir pemula) yang juga masih merupakan rank porcelain. Mereka mengajak Priestess untuk berburu goblin meskipun Guild Girl (seiyuu: Uchida Maaya), yang memberikan petunjuk mengenai quest, tampak tidak menyetujui hal tersebut karena terlalu berbahaya untuk level porcelain.

Mereka berempat kemudian masuk ke dalam gua yang merupakan tempat persembunyian goblin yang diduga telah menculik para gadis dari sebuah desa di dekat situ. Pada awalnya mereka penuh dengan keyakinan akan mampu menghadapi para goblin di gua tersebut tetapi apa yang terjadi kemudian adalah hal yang mengerikan di mana swordsman dan mage akhirnya terbunuh oleh sementara nasib monk tidak lebih baik, karena dia tidak langsung dibunuh tetapi disiksa oleh para goblin.

Saat Priestess terpojok oleh para goblin, dia ditolong oleh seseorang yang mengaku bernama Goblin Slayer (seiyuu: Umehara Yuuichiro), seorang adventurer dengan rank Silver. Goblin Slayer dengan mudah (dan sadis) menghabisi semua goblin yang ada dalam gua tersebut termasuk anak-anak mereka. Meskipun dia tidak menyangkal ada kemungkinan goblin yang baik, tetapi dia tetap memilih untuk menghabisi mereka sampai dia menemukan bukti bahwa memang benar ada goblin yang baik.

Setelah kejadian itu, Priestess memutuskan untuk tetap menjadi seorang adventurer dan memulai petualangannya bersama dengan Goblin Slayer.

My thoughts?

Wow … just wow. 😮

Tapi sebelum ngomongin lebih jauh, gue harus mengakui agak bingung bagaimana menterjemahkan istilah-istilah yang dipake tanpa harus keliatan “kaku” ketika ditranslasikan ke bahasa Indonesia. Mungkin yang pekerjaannya memang khusus sebagai penerjemah bisa menemukan kata-kata yang lebih pas. Karena gue bukan profesional di bidang bahasa tadi, jadi ya gue pilih tetap mempertahankan istilah kayak adventurer, Priestess, swordsman, fighter/monk, mage, dst. Dan khusus untuk yang tangan kosong, ada beberapa karakter di MMORPG yang bertarung dengan tangan kosong/fighter, yang populer biasanya sih memang kelas Monk, lainnya lagi ada Pugilist, Taekwon, dll.

Satu catatan lagi, memang dari sononya para karakter ini nggak dikasih nama. Mereka cuma diperkenalkan dengan sebutan sesuai deskripsi karakternya (yang mungkin buat para penggemar MMORPG atau sejenisnya pasti udah sangat familiar). Seperti Priestess ya tetep aja dinamain Priestess, nggak ada nama karakternya. Bahkan “NPC” nya pun cuma disebut Guild Girl atau Cow Girl. Dan nggak disebutin juga apakah ini isekai, atau ya memang ini cerita di dunia itu, bukan program transmigrasi. 😅

Back to the story

Ini episode pertama udah langsung dark and gory. Tanpa basa basi anggota party dibantai dan ehem… dilecehkan sama para goblin itu. Deskripsi pertarungannya sendiri sih kalo pas melibatkan korbannya manusia, nggak diliatin secara langsung moncrotnya tapi kalo pas hajar goblin keliatan lebih dramatis.

Goblin Slayer sendiri juga digambarkan nggak terlalu banyak basa-basi dan datar tanpa emosi. Dia juga dengan mudah membunuh si mage yang memang sebenarnya sudah nggak mungkin tertolong lagi. Dilihat dari sudut pandang lain, memang sebenernya si GS justru malah menyelamatkan si mage dari siksaan akibat racun yang menyebar dalam tubuhnya secara perlahan dan menyiksa si mage (sampai mati).

Anyway, gue pengen coba liat ini anime sampai at least 5 episode dulu deh sebelum memutuskan akan ikutin atau nggak. Kalo ini isekai, ya ini berarti isekai yang agak beda karena karakternya nggak jadi dewa di dunia alternatif. Si GS sendiri juga bisa menjadi seperti itu karena dia memang mengkhususkan dirinya hanya mengambil quest yang berkaitan dengan pembantaian goblin, jadi dia punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup luas mengenai goblin, bukan karena browsing internet. 🙃

 

LINKS

Tensei Shitara Slime Datta Ken

That time I got reincarnated as a … slime

Mikami Satoru (seiyuu: Terashima Takuma) adalah seorang laki-laki biasa berusia 37 tahun yang secara tragis terbunuh oleh seorang perampok yang melarikan diri. Di saat-saat menjelang kematiannya, dalam pikirannya terlintas bermacam-macam keinginan dan sepertinya ada suara yang mengatakan bahwa keinginannya terpenuhi, seperti ketika dia merasa tubuhnya mulai dingin, maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap dingin, ketika dia merasa nyeri maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap rasa sakit, dst.

Setelah meninggal, Satoru ternyata mengalami reinkarnasi tetapi kali ini dia tidak menjadi manusia tetapi menjadi semacam slime, tidak punya mata, tidak punya telinga, tangan maupun kaki. Tetapi karena banyak ‘keinginan sebelum mati’nya terpenuhi, Satoru yang kini berupa slime, mempunyai kemampuan untuk menyerap benda di sekitarnya, mempelajarinya, dan meniru semua karakteristik dari benda tersebut. Dalam kondisinya yang sekarang ini, Satoru kemudian dikenal sebagai Rimuru Tempest (seiyuu: Okazaki Miho). Sejak itu dimulailah petualangan Rimuru, slime yang mempunyai kekuatan istimewa.

My thoughts?

Seperti gue bilang, isekai masih sangat populer. Ini juga bentuk isekai alias ‘pindah’ ke dunia lain. Tapi lucu juga, dia reinkarnasi, pindah ke dunia lain dalam bentuk slime. 😆 Cuma ya tetep, dia powerful, tapi at least dia nggak pake henpon di isekai. Hahaha.

Mood cerita kayaknya nyantai, kalo judul yang sebelumnya berkesan kayak mau dibikin serius mikir (sotoy mode), tapi berhubung nggak pernah baca LN, jadi ya ngandalin impresi dari anime aja.

Yang jelas waktu gue ke official websitenya, langsung rada khawatir sama jumlah karakter di daftarnya … banyak! 😲 Dan nggak tau kenapa, di list karakter itu, setelah karakter nomer 15 langsung skip ke 20, lalu dari 26 tiba-tiba skip langsung ke 34 dan terakhir di 35. Ke mana karakter nomer 16 – 19 dan 27 – 33? Btw, untuk gambar di atas, karakter nomer 2 memang nggak dimasukin karena karakter nomer 2 adalah Satoru. 😅

LINKS

Akanesasu Shoujo

たの日常は、だれかの非日常だ

Tsuchimiya Asuka (seiyuu: Kurosawa Tomoyo), Tounaka Yu (seiyuu: LYNN), Mia Silverstone (seiyuu: Touyama Nao), Nanase Nana (seiyuu: Koshimizu Ami), dan Chloe Morisu (seiyuu: Inoue Marina) adalah anggota “Crystal Radio Club”. Atas ajakan Asuka, kelima anak ini mencoba melakukan ritual yang dipercaya akan membawa mereka ke sebuah dunia lain.

Awalnya mereka menganggap semua itu hanya sebagai sebuah permainan, sampai suatu hari Chloe menemukan sebuah kristal di halaman kuil tempat mereka biasa melakukan ritual tersebut. Chloe mengatakan bahwa kristal itu menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu. Asuka kemudian mengatakan bahwa frekuensi itu kemungkinan adalah frekuensi yang bisa membuka gerbang ke dunia lain dan untuk membuktikannya mereka berlima kembali mencoba ritual tersebut.

Di luar dugaan mereka, ternyata frekuensi tersebut memang membuka portal ke dunia lain dan di dunia tersebut mereka diserang oleh monster. Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Asuka datang dan mengalahkan monster tersebut. Dia kemudian membawa Asuka dkk kembali ke dunia asal mereka, tetapi kemudian pingsan sebelum bisa kembali ke dunia lain.

Asuka memutuskan untuk membawa anak perempuan itu pulang dan membiarkannya istirahat. Asuka mengatakan bahwa di rumahnya selalu dibuat 1 porsi makanan ekstra untuk ‘seseorang yang sudah tidak ada’ di rumah mereka. Anak perempuan itu sebenarnya mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh Asuka karena dia adalah ‘Asuka’ juga tetapi dari dunia lain, dan orang yang dimaksud itu adalah saudara Asuka yaitu Tsuchimiya Kyohei.

‘Asuka’ dari dunia lain kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah Asuka dan kembali ke dunia tempat di mana dia bertarung melawan monster, tetapi secara tidak sengaja dia meninggalkan liontin berisi foto Kyohei di kamar Asuka, dan ketika Asuka menemukannya dia pun menyadari bahwa anak perempuan yang mirip dengan dirinya itu adalah Asuka juga tetapi dari dunia yang berbeda.

My thoughts? 

Varian lain dari isekai? Dan kayaknya memang tema isekai masih banyak sekali dan mungkin masih akan ‘laku’ sampai 1-2 tahun ke depan? Mungkin aja sih, toh tema harem yang udah ada sejak jaman kapan sampai sekarang juga masih eksis terus (dan laku).

Jadi kayaknya ini inter-dimensional travel kali ya maksudnya. Di mana Asuka dan ‘Asuka’ bertemu di satu tempat, dan di situ nanti mungkin akan ada semacam konflik yang kemungkinan melibatkan hilangnya Tsuchimiya Kyohei. Berhubung dua-duanya pake nama Asuka jadi paling bedainnya Asuka (Crystal Radio Club) dan ‘Asuka’ (isekai) aja.

Perbedaan dari kedua Asuka, selain penampilan dan attitude, kalo yang ‘Asuka’ kayaknya lebih ke solo player, nggak keliatan temen-temennya di isekai (atau belum?). Kalo Asuka, dia masuk ke isekainya bareng rombongan temen-temennya. Mungkin yang ‘Asuka’ memang sengaja memilih ke isekai sendirian atau temennya nggak ada yang mau. Atau mungkin di dunia ‘Asuka’ mereka malah jadi musuh dan nanti salah satu dari ber-4 itu jadi last boss, atau ya last boss nya si Kyohei juga bisa. Alternatif lain ya Crystal Radio Club ini bakalan jadi mahou shoujo kayak Madoka. Yah gue bisa sebutin banyak kemungkinan … karena itu plot twist yang bisa (dan biasanya) terjadi. 😅

Yang jelas anime ini kalo nggak salah dia ‘original’, belum pernah muncul dalam media lain selain anime karena memang ini ditayangkan oleh Animax sebagai peringatan usianya yang ke-20. Congratulations Animax!

LINKS

Magical Girl Lyrical Nanoha : Reflection

Sebagai fans dari Nanoha franchise sebetulnya saya agak malu untuk mereview movie ini,karena movie ini keluar kurang lebih setahun yang lalu, dan saya seperti enggan untuk melihat ataupun mendengar apapun mengenai film ini. Namun gelombang nostalgia membuat saya memberanikan diri untuk menonton cerita original pertama untuk movie timeline dari Magical Girl Lyrical Nanoha.

Nama Magical Girl Lyrical Nanoha bagi saya adalah sebuah kenangan indah, berawal dari spin-off dari game dewasa Triangle Hearts 3 yang nantinya menjadi anime Sweet Songs Forever, Nanoha menjadi salah satu anime magical girls ternama. Season 1 dan 2 (A’s) nya mendapat sambutan baik dari penggemar anime karena mengusung tema yang cukup dewasa, gelap dan kompleks serta koreografi layak nya anime mecha, sesuatu yang langka untuk ukuran anime magical girls. Namun sayang nya semenjak StrikerS (season 3) berakhir, rasanya Nanoha sudah melewati masa-masa emas nya.

Dalam dunia manga pun situasi tidak juga lebih baik dimana the true heir dari Nanoha franchise, manga Nanoha Force yang ditulis sendiri oleh Tsuzuki Masaki (creator dari Nanoha franchise) mengalami hiatus.

Memang masih ada series seperti ViviD dan Vivid Strike, namun serial ini lebih tepat disebut spin off dan sama sekali tidak mencerminkan Nanoha sebagai sebuah setting dunia, hanya ada….. cute girls, fight each other, in a tournament….this is Nanoha, not a Street Fighter…. 🙁

Satu-satunya yang masih berlanjut dan menjadi harapan para fans lama Nanoha adalah movie series, dan untung nya Nanoha Movie 1st dan Nanoha Movie 2nd Ace, cukup mumpuni walau dengan perubahan dan kompresi kiri dan kanan. Jeda cukup lama mulai dari 2012 ke 2017 antara movie 2 (2nd AceS) dan 3 (Reflection) membuat banyak orang lupa atau enggan untuk melirik movie ini, namun pendapatan (ekuivalen) sebesar USD 1,4 juta dollar sepertinya membuat studio Nanoha yaitu Seven Arcs yakin untuk melanjutkan movie series ini menuju ke movie 4.

Movie 3 bercerita mengenai sepasang kakak-adik Amitie dan Kyrie Florian yang berusaha untuk mengembalikan kehidupan di planet mereka Eltria dan juga mencari pengobatan untuk ayah mereka yang sakit secara misterius. Ketika Amitie dan sang ibu berusaha untuk mencari solusi dengan cara logis, sang adik Kyrie mencarinya dari sumber yang tidak wajar, dia menemukan sebuah artifak dengan AI didalam nya, Iris. Artifak tersebut menuntun nya untuk pergi ke Non-administrated World no.79 atau yang kita kenal sebagai Bumi, untuk mencari Eternal Crystal, benda magis yang kuat yang akan mengabulkan permintaan Kyrie untuk menolong planet dan ayahnya. Namun Iris berpesan kepada Kyrie bahwa yang mereka lakukan akan membuat kekacauan di bumi, dan para agen Time and Space Administration Bureau (TSAB) tentu tidak akan tinggal diam, terlebih untuk trio Aces mereka, Takamachi Nanoha, Fate Tesstarosa H. dan Yagami Hayate.

Secara teknis, movie 3 (Reflection) ini adalah peningkatan dari movie 1 dan 2. Beberapa adegan terlihat bahwa hand drawn animation berpadu sempurna dengan digital background dan effects. Materi dari cerita Reflection ini pun di presentasikan dengan gaya yang lebih dewasa dimana darah dan mild violence terlihat cukup sering (Angry Nanoha FTW) serta adanya sentuhan realistis dimana ada warga sipil non mage yang terlibat bencana, ada pihak berwajib (polisi) yang bereaksi kepada kejadin dan juga pihak TSAB yang ikut membantu disaster relief, semua ini absen di movie 1 dan 2 btw. Yang menarik adalah tidak seperti movie 1 dan 2 yang lebih kepada reimagining dari Nanoha season 1 dan 2, movie 3 ini adalah cerita original, karakter Amitie dan Kyrie Florian (dan beberapa karakter lain) diambil dari game PSP, Nanoha A’s Portable : Gears of Destiny. Nanoha Force menyumbangkan design baru untuk Bardische dan Raising Heart, Nanoha Formula Suit barrier jacket dan juga senjata2 baru (Reflection adalah representasi animasi device terbaik dalam Nanoha franchise) yang dipakai oleh TSAB, hanya Iris yang merupakan karakter khusus dari movie ini.

Sayangnya, walaupun dari segi materi dan animasi serta penyajian dari movie ini bisa dianggap luar biasa, namun faktor story dan pacing dari movie ini tergolong lebih lemah daripada movie 1 dan 2. Plot cerita yang diambil langsung dari game Gears of Destiny menurut saya tidak di translasikan dengan baik kedalam format film. Pacing yang lambat di awal, lalu non-stop action hingga akhir film juga tidak memberikan kita waktu untuk appreciated the character atau the enviroment dengan baik. Beberapa adegan di awal movie berasa hanya pajangan dan tidak mempunyai real weight bagi cerita keseluruhan, sehingga seakan mengaburkan point dari movie ini.

Namun paling tidak saya masih menghargai usaha Seven Arcs untuk stay true kepada franchise di Reflection, dimana semuanya masih berasa Nanoha, bahkan karakter-karakter yang terlupakan seperti Arf dan Zafira atau bahkan Amy, Shari dan keluarga Bannings, Takamachi serta Tsukimura muncul walau hanya 1-2 scenes.

In the end, saya masih bersyukur kepada Reflection, walaupun bukan Nanoha yang seperti saya harapkan, namun paling tidak Reflection memberi nafas baru kepada franchise ini. Sekarang nasib keberlanjutan franchise ini ada di pundak movie 4, Nanoha Detonation.

B: The Beginning

ご無沙汰しています … Abis silent cukup lama … lagi banyak kerjaan IRL jadi ya lama (banget) nggak nyentuh ini website.

Belakangan ini lagi rada rajin mantengin Netflix karena nggak tau kenapa mereka lagi demen banget ngasih embel-embel “Netflix Original Series” ke beberapa judul serial mereka. Salah satunya ya itu, B: The Beginning. 

SPOILER ALERT

B: The Beginning menceritakan tentang kejadian pembunuhan berantai yang terjadi di sebuah negeri bernama Cremona. Polisi dibuat kebingungan dengan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seseorang yang mereka sebut sebagai “Killer B” karena di setiap lokasi kejadian, polisi menemukan tanda yang dibuat oleh si pembunuh yang menyerupai huruf B dan 4 buah garis vertikal. Uniknya lagi, semua korban pembunuhan adalah para kriminal yang sadis dan tidak segan-segan membunuh korban-korban mereka.

RIS (Royal Investigation Service) adalah kesatuan polisi yang ditugaskan menyelidiki kasus pembunuhan oleh Killer B ini. Suatu ketika saat sedang menyelidiki tempat kejadian kasus pembunuhan, Lily Hoshina (seiyuu: Seto Asami) salah satu anggota RIS , melihat seorang pria tak dikenal ikut meneliti lokasi kejadian. Saat menegur orang itu, Lily diberitahu bahwa orang itu adalah Keith Kazama Flick (seiyuu: Hirata Hiroaki), seorang penyelidik yang sudah lama tidak terdengar kabarnya. Keith terkenal sebagai seorang penyelidik yang jenius sehingga teman-teman lama memanggilnya “Genie” (jenius dalam bahasa Jerman). Kasus yang mereka selidiki kali itu adalah kematian 2 dari 3 orang bersaudara yang semuanya merupakan pembunuh berdarah dingin, mereka menikmati membunuh orang yang mereka perlakukan seperti binatang buruan sementara adik bungsu mereka menonton melalui monitor di dalam mobil. Kedua kakaknya dibunuh oleh Killer B tetapi si bungsu berhasil melarikan diri.

Keith datang ke situ atas permintaan Eric Toga (seiyuu: Toochi Hiroki), pemimpin RIS, yang dulu merupakan rekan kerja Keith. Dia sengaja mengundang Keith untuk membantu mereka memecahkan kasus Killer B. Keith sendiri bersedia kembali ke Cremona karena dia mempunyai tujuan lain yaitu mencari kebenaran dari kasus pembunuhan terhadap adiknya yang terjadi 8 tahun yang lalu. Meskipun sudah ada pelaku yang mengakui kejahatannya, Keith tidak percaya bahwa orang itu lah yang telah membunuh adiknya. Selain itu, Keith juga bersedia menyelidiki kasus Killer B ini karena hal itu berkaitan dengan masa lalunya.

Setelah dari lokasi kejadian Keith kemudian mengikuti briefing bersama anggota RIS yang lain. Mereka semua heran mengapa seseorang yang tampak tidak peduli dan malah tidur saat briefing dianggap bisa membantu mereka memecahkan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Killer B. Tanpa mereka ketahui sebenarnya Keith mempunyai cara sendiri dalam mengolah data yang diperoleh dari lokasi kejadian. Satu hal yang menarik perhatiannya adalah ketika mereka membahas ‘lambang’ yang ditinggalkan oleh Killer B, dia melihat coret-coretan sketsa yang dibuat Lily dalam buku catatannya.

Keith kemudian menyempatkan diri menemui Gilbert Ross (seiyuu: Morikawa Toshiyuki), seorang ahli forensik yang merupakan sahabat sejak jaman kuliah. Gilbert adalah orang yang melakukan otopsi atas jenazah adik Keith, Erika yang tewas dibunuh dan jenazahnya ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di mana wajah dan tubuhnya penuh sayatan. Seorang pembunuh sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan tetapi menurut Keith, orang itu bukanlah pembunuh Erika yang sebenarnya. Dia yakin ada orang lain yang melakukan pembunuhan itu dan entah bagaimana caranya dia bisa membuat orang lain mengakui perbuatan tersebut.

Sementara di sisi lain, di kota tersebut tinggal seorang anak muda bernama Koku (seiyuu: Kaji Yuuki) yang bekerja untuk ayah Lily di toko alat musik. Koku sangat menyukai biola dan sangat ahli dalam melakukan perbaikan dan perawatan biola. Meskipun tampak seperti anak muda biasa, Koku sebenarnya bukan manusia normal. Mata kirinya mempunyai kekuatan magis yang dapat memanipulasi memori orang lain dan dia mempunyai sepasang sayap hitam yang keluar dari punggungnya. Koku adalah Killer B yang selama ini dicari oleh kepolisian.

Tidak lama dari kejadian pembunuhan yang melibatkan pembunuh bersaudara itu, terjadi pencurian kendaraan tempur terbaru milik pihak militer. Pelakunya adalah si bungsu dari pembunuh bersaudara itu yang berkeinginan membalas dendam kematian kakaknya. Dia dibantu oleh seseorang yang misterius yang menjanjikan akan membantu mencari Killer B.  Orang itu memanfaatkan si bungsu untuk memancing Killer B keluar karena dia juga ingin menangkap Killer B untuk kepentingan sekelompok orang yang bernaung di bawah organisasi bernama Market Maker. Setelah Killer B (Koku) muncul, orang itu kemudian membunuh si bungsu dan bertarung melawan Koku. Sementara di tempat lain, Keith berhasil menemukan kendaraan militer yang dicuri berdasarkan kemampuannya membaca situasi dan menganalisa semua data yang berhasil dikumpulkan dengan cepat. Keith mulai berpikir bahwa pencurian kendaraan militer itu hanya kedok untuk mengalihkan perhatian pihak kepolisian.

Dalam kesempatan lain, RIS ditugaskan untuk mengatasi ancaman yang diterima Walikota yang akan mengadakan sebuah pesta di salah satu gedung di kota tersebut. Seorang pemuda yang menyamar menjadi pelayan di pesta itu mengatakan bahwa dia telah memasang gas beracun dalam saluran ventilasi gedung. Dia pun mengancam akan melepas gas beracun dalam ruangan pesta yang sudah dikunci oleh rekannya yang melakukan hacking terhadap sistem keamanan gedung. Dia bersedia membatalkan rencananya itu apabila ada orang di dalam pesta itu yang mau membunuh sang walikota. Anggota RIS yang ditugaskan di situ segera melindungi walikota dan mencoba mengambil alih sistem keamanan gedung.

Ternyata kejadian itu pun sebenarnya diatur oleh Market Maker dengan tujuan memancing Koku. Mereka bahkan membunuh pelaku yang menyamar sebagai pelayan dan rekannya yang melakukan hacking. Keith yang berjaga di luar gedung bersama teman lamanya Boris Meier (seiyuu: Inaba Minoru) melihat Koku dan segera mengikutinya bersama dengan Boris. Mereka kehilangan jejak dan tidak sempat melihat Koku bertarung melawan salah satu anggota Market Maker yang ternyata merupakan teman masa kecil Koku, tetapi Koku tidak bisa mengingatnya karena dia telah menggunakan kemampuannya untuk menghapus ingatan masa kecilnya.

Di kantor RIS, Brian Brandon (seiyuu: Toyonaga Toshiyuki) salah satu anggota RIS secara tidak sengaja menemukan bahwa semua perangkat komunikasi digital mereka ternyata telah dimata-matai oleh seseorang yang menggunakan sebuah aplikasi yang mampu meretas peralatan elektronik dan digunakan untuk mendapatkan informasi gerak gerik RIS. Brandon kemudian berusaha memberi tahu Boris tetapi dia diserang oleh seseorang di elevator kantor. Kaela Yoshinaga (seiyuu: Koshimizu Ami) ahli komputer RIS yang memeriksa laptop milik Brandon menemukan informasi tersebut dan segera memberitahu Lily, ketika mereka berusaha menelusuri siapa yang menggunakan aplikasi mata-mata itu, tiba-tiba program tersebut terhapus sebelum Kaela sempat melakukan apa-apa. Kaela juga menceritakan kepada Lily bahwa Keith meneleponnya dan meminta daftar nama anggota RIS yang memenuhi kriteria yang disebutkan Keith.

Keith ternyata sudah memperkirakan siapa yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Brandon, dan malam itu dia datang ke kamar Brandon untuk mencegah hal itu. Keith juga sudah mengetahui bahwa pelakunya adalah teman lamanya di RIS tetapi Keith gagal mendapatkan informasi lebih jauh mengenai siapa dalang di belakang semua kasus yang terjadi itu, karena pelakunya keburu melakukan bunuh diri. Dan pada saat yang bersamaan Koku datang dan mengambil Keith. Keith sudah tahu bahwa Koku akan datang menemuinya dan dia pun kemudian menceritakan semua kejadian termasuk asal usul Koku dan anak-anak lain yang mempunyai kemampuan istimewa seperti dirinya.

Berawal dari penemuan sebuah artefak kuno berupa tablet (batu prasasti) raksasa yang berisi semacam kode dan gambaran tengkorak manusia dan mahluk yang mempunyai sayap. Banyak yang memperkirakan bahwa tablet itu berisi kode rahasia yang bisa mengungkapkan “mahluk” yang diduga adalah “tuhan”. Kerajaan Cremona kemudian mengumpulkan para ilmuwan dalam sebuah organisasi yang bertujuan untuk mempelajari tablet itu, memecahkan kodenya dan merekayasa mahluk yang dianggap lebih superior dari manusia (alias tuhan). Tetapi pada kenyataannya banyak percobaan yang dilakukan namun menemui kegagalan dan pada akhirnya justru kebanyakan menghasilkan manusia hasil rekayasa yang kemudian disebut sebagai “Reggie”. Para Reggie ini kemudian direkrut oleh pihak militer dan dijadikan tentara, namun kelemahan para Reggie ini adalah perilaku mereka cenderung ganas dan sadis. Untuk mengendalikannya, secara rutin mereka harus mengkonsumsi sejenis obat yang diproduksi khusus untuk mereka.

Ayah Keith, Prof. Kazama, menggunakan informasi dari Keith yang telah berhasil memecahkan kode dalam tablet itu, untuk membesarkan anak-anak yang sudah direkayasa secara genetik sambil terus berupaya agar anak-anak itu tidak dijadikan senjata seperti para Reggie. Salah satu anak yang dibesarkan oleh Prof. Kazama adalah Koku, dan Koku adalah anak yang membawa gen mahluk bersayap yang ada dalam cerita di tablet itu, yang disebut sebagai “The Black King”, sementara manusia yang bersama dengan mahluk bersayap itu adalah seorang anak perempuan yang bernama Yuna (seiyuu: ?…  belum ketemu infonya, maap). Berdasarkan ‘ramalan’ dalam tablet itu, Koku seharusnya menjadi ‘raja’ bagi anak-anak yang merupakan hasil rekayasa genetik tersebut.

Pada suatu malam, yayasan tempat Prof. Kazama diserbu oleh sekelompok pasukan bersenjata, Prof. Kazama menyuruh Koku untuk lari sementara dia sendiri dibunuh oleh salah satu anak asuhnya yang bernama Minatsuki (seiyuu: Ishikawa Kaito). Minatsuki sebenarnya adalah Reggie tetapi dia satu-satunya Reggie yang dianggap “stabil” karena ketika mata kanannya diimplan dengan mata kanan Koku, dia tidak menunjukkan reaksi penolakan atau mengalami gangguan kejiwaan. Dengan menggunakan mata yang sama dengan Koku, Minatsuki mempunyai kemampuan untuk memanipulasi pikiran sama seperti Koku. Karena hal ini lah maka Minatsuki dipisahkan dari anak-anak yang lain.

Sejak kejadian itu, Koku kemudian berusaha mencari Yuna dan untuk memberitahu Yuna bahwa dia masih hidup, dia membunuh orang-orang yang terlibat dalam penyerangan malam itu sambil meninggalkan lambang yang merupakan angka 13 (nomor kode Koku) dan 4 (nomor kode Yuna). Kebanyakan dari mereka adalah para Reggie yang apabila tidak mendapat obat khusus akan berperilaku ganas dan berubah menjadi pembunuh. Koku meninggalkan lambang itu di lokasi kejadian dengan harapan Yuna akan tahu bahwa Koku masih hidup dan mencari dirinya.

Keith kemudian memberi tahu Koku bahwa markas Market Maker (tempat Yuna berada) adalah sebuah balon zeppelin yang bersembunyi di atas awan. Keith juga memberitahu Koku bagaimana caranya supaya dia bisa terbang jauh tinggi ke atas awan dengan memanfaatkan tekanan udara dan angin. Sementara Keith sendiri memilih untuk menghadapi Gilbert yang ternyata adalah pembunuh Erika yang sebenarnya. Keith sudah mencurigai Gilbert sejak lama, tetapi selama ini Keith tidak menemukan bukti yang cukup.

Untuk mendapatkan bukti, Keith kemudian dibantu oleh Eric dan beberapa anggota RIS. Mereka berencana menjebak Gilbert dengan memanfaatkan Lily yang mempunyai wajah mirip dengan Erika. Lily bertugas mendekati Gilbert dan berusaha untuk menjebak Gilbert tetapi penyamaran Lily terbongkar. Gilbert langsung menyadari hal itu dan melumpuhkan Lily kemudian membawanya ke tempat rahasia Gilbert.

Dengan kemampuan analisanya, Keith berhasil menemukan lokasi rahasia Gilbert, yaitu di dalam gedung RIS sendiri di mana dia mempunyai semacam fasilitas forensik dan di situ dia “mengkoleksi” jenasah para korbannya termasuk ayahnya yang ternyata dulu dia bunuh sendiri. Keith berhasil menyelamatkan Lily tetapi Gilbert sudah lebih dulu melarikan diri. Dia meninggalkan pesan kepada Keith melalui sebutir kapsul yang diselipkan di mulut Lily yang tidak sadarkan diri, dan meminta Keith untuk menemuinya di tempat yang disebutkan dalam pesan itu.

Koku yang mendapat petunjuk dari Keith, berhasil terbang tinggi dan menemukan pesawat (balon udara) yang merupakan markas Market Maker. Ketika berhasil masuk, Koku langsung disambut oleh Minatsuki dan mereka pun berduel. Koku akhirnya menyadari bahwa Minatsuki yang dia kalahkan itu ternyata adalah seorang Reggie. Minatsuki yang asli selama ini berpura-pura menjadi salah satu anak buah Minatsuki yang bernama Laica dan ketika Koku berhasil mengalahkan “Minatsuki” yang palsu, Laica sudah kabur membawa Yuna dan meledakkan balon udara itu.

Sementara itu, Keith bertemu dengan Gilbert di kampus lama mereka yang merupakan tempat terjadinya pembunuhan terhadap Erika. Di situ Gilbert menceritakan semua kepada Keith termasuk fakta bahwa pemimpin penyerbuan ke tempat pengasuhan anak yang menewaskan ayah Keith adalah Gilbert. Target utama mereka sebenarnya bukan Koku, melainkan Minatsuki karena mereka ingin mempelajari bagaimana Minatsuki yang sebenarnya hanyalah Reggie biasa, bisa “menerima” implan kekuatan Koku dan tidak menimbulkan gejala penolakan. Gilbert pula yang menghasut Minatsuki dengan mengatakan bahwa Prof. Kazama sengaja ‘menciptakan’ Minatsuki untuk dijadikan tumbal seandainya Koku memerlukan organ tubuhnya. Selain itu, Gilbert juga mengatakan bahwa semua pembunuhan itu dia lakukan karena Keith pernah mengatakan kepadanya bahwa satu-satunya hal yang dia tidak habis mengerti adalah “pembunuhan”. Bagi Gilbert semua pembunuhan yang dia lakukan selain untuk memuaskan nafsu membunuhnya juga untuk menantang Keith yang mengatakan bahwa pembunuhan adalah sesuatu yang dia tidak mengerti padahal Keith adalah seorang jenius.

Pada saat yang bersamaan, Koku mengejar Minatsuki yang membawa Yuna ke tempat di mana tablet kode yang dipecahkan oleh Keith berada. Keith sudah memperingatkan Koku agar tidak mendekati tablet itu karena ada kemungkinan kekuatan Koku akan berkurang atau hilang akibat pengaruh dari tablet. Tetapi karena melihat Yuna yang terluka parah, Koku tetap maju dan menyerang Minatsuki. Ketika Minatsuki akan membunuh Koku yang terluka parah, dia tidak menduga bahwa Koku telah “mengambil” kaki kiri Izanami, salah satu rekan Minatsuki, yang bisa berubah menjadi sebilah pedang dan menggunakannya untuk membunuh Minatsuki.

Lily yang menyusul Keith ke tempat pertemuannya dengan Gilbert segera berlari ke dalam gedung untuk mencari Keith. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya oleh Gilbert dan dia pun mengatakan kepada Keith bahwa dia akan menembak orang pertama yang masuk ke ruangan tempat mereka berada. Keith yang tidak ingin membunuh, akhirnya menembak kepala Gilbert untuk menyelamatkan Lily.

 

My thoughts?

Agak panjang dan njelimet ya? Memang agak sulit menceritakan ulang kejadian di anime ini ke dalam tulisan. Soalnya dalam serial ini ada 2 fokus cerita yang secara tidak langsung berkaitan. Satu cerita berfokus di Koku vs. Minatsuki, sementara yang satu lagi berfokus di Keith vs. Gilbert. Dan apa kedua konflik itu semuanya berkaitan satu sama lain karena semua tokohnya terlibat dalam suatu lingkaran kejadian yang sama.

Keith adalah orang yang berhasil memecahkan ‘teka teki’ tablet, jadi semua penelitian soal ‘tuhan’ yang menghasilkan Koku, Yuna, Minatsuki dan Reggie bisa dibilang dimulai oleh Keith. Gilbert adalah sahabat Keith semasa kuliah dan dia juga yang memimpin penyerbuan ke tempat ayah Keith, menghasut Minatsuki untuk membunuh ayah Keith dan membunuh Erika. Meskipun dia sempat menjadi “pemimpin” Market Maker, tetapi akhirnya Minatsuki pun tidak lagi mematuhi perintah Gilbert.

Buat gue sih nonton anime ini menarik, bahkan seandainya Koku bukan ‘mahluk supranatural’ pun menurut gue juga masih tetap menarik. Gue seneng sama bagaimana alur ceritanya dibuat untuk menampilkan tokoh-tokoh utama yang ada tanpa harus ada tokoh yang “ketinggalan” untuk diceritakan. Biasanya dengan banyaknya tokoh utama, lantas akan ada tokoh yang expendable alias dia nggak ada pun cerita akan berjalan dengan baik dan nobody remembers him/her.

The quest for “supreme being” sebenernya bukan konsep yang baru dalam anime, dan ide semacam ini juga bukan baru sekali ini dipake. Ambil aja contoh Evangelion, di mana manusia ingin mencapai evolusi yang lebih tinggi dan semua itu dilakukan berdasarkan semacam prophecy atau ramalan dari sebuah naskah yang ditemukan oleh manusia. Dan di dalam anime ini, elemen itu dicampur sama elemen psikopat ala Hannibal Lecter, atau kalo sesama anime yang agak deketan itu ya Psycho Pass. Jadi di dalam anime ini kita akan ketemu sama 2 sisi yang berbeda, yang satunya supranatural, sementara yang lain ya natural alias bisa terjadi secara nyata.

Dan Keith? Yang menarik dari karakter Keith adalah cara dia berpikir logis dan menarik kesimpulan dari data yang tersedia. Dan yang lebih menarik adalah dalam pikirannya yang selalu logis dan sistematis, dia masih mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mungkin hanya bisa dijawab oleh “Tuhan”. Meskipun nampaknya itu bukan sesuatu yang dia yakini sepenuhnya, tetapi menarik untuk melihat bahwa dalam pikirannya yang selalu rasional dan berdasarkan logika, Keith seolah-olah masih membuka dirinya untuk sebuah konsep yang sifatnya “di luar logika”.

Di sisi lain, Gilbert digambarkan bahwa dia menikmati setiap pembunuhan yang dia lakukan, tapi dalam twisted mind nya, dia merasa dengan melakukan pembunuhan yang sulit dipecahkan, dia telah membantu Keith dengan cara memberi (otak) Keith sesuatu yang harus dipecahkan. Sehingga dalam pikiran Gilbert, apa yang dia lakukan adalah memberi kesenangan kepada Keith karena dengan adanya kasus sulit maka Keith akan mempunyai sesuatu yang menantang kejeniusannya dan hal itulah yang akan membuat Keith merasa lebih hidup.

Sementara bagi Koku dan anak-anak hasil percobaan yang diasuh oleh Prof. Kazama, mereka mungkin tidak tahu apa sebenarnya yang diharapkan dunia kepada mereka. Koku yang harus melihat teman-temannya mati dibunuh, dan harus terpisah dari Yuna yang merupakan ‘pasangan hidupnya’. Kemudian dalam pencariannya dia membunuh orang-orang yang terlibat dalam pembantaian teman-temannya untuk memberi tanda kepada Yuna. Tetapi pertanyaannya apakah memang membunuh itu sesuatu yang diharapkan oleh Prof. Kazama saat dia membesarkan anak-anak itu? Dan apa sebenarnya tujuan dari diciptakannya Koku dan teman-temannya? Seandainya Koku dan Yuna memenuhi ramalan tablet itu, lalu apa yang diharapkan akan terjadi kepada umat manusia? Akan lahir “tuhan” baru? Tapi kayaknya nggak bakalan kejawab juga karena seperti yang diceritakan Keith, pada akhirnya “para pencari tuhan” itu nggak nyari tuhan lagi tapi malah sibuk menciptakan mesin pembunuh.

Overall ya gue suka ini anime. Nggak tau lagi kalo dibuat lanjutannya, so far kalo ada yang kayak gitu biasanya lanjutannya gue drop karena (sekali lagi) biasanya cerita lanjutannya agak-agak nggak memuaskan dan cenderung maksa. Kalo suka Evangelion most likely suka ini, kalo suka Psycho Pass (season 1) most likely juga suka ini. Kalo sukanya anime harem, nggak bakal suka anime ini.

 

LINKS

Youjo Senki

Pada era 1910-an ada sebuah kerajaan yang disebut Empire dan kerajaan ini mempunyai kemajuan teknologi dan militer yang cukup pesat, tetapi meskipun demikian, lambat laun kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya pun semakin lama semakin kuat. Pada awalnya, Empire menerapkan apa yang mereka sebut sebagai Plan 315, di mana pihak militer menempatkan basis-basis militer kecil di sepanjang perbatasan sementara kekuatan utama militer bersifat mobile dan bergerak menuju masing-masing basis sesuai kebutuhan. Dengan makin kuatnya kerajaan-kerajaan lain, strategi ini mulai mengalami kesulitan untuk diterapkan dan Empire mengalami kesulitan mempertahankan wilayahnya.

Di daerah perbatasan yang bernama Rhine, pasukan Empire mulai terdesak mundur. Ketika mereka sedang dalam kondisi yang parah, datang pasukan mage yang dikirim untuk membantu mereka menarik mundur pasukan. Pasukan mage tersebut dipimpin oleh seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Tanya Degurechaff (seiyuu: Yuki Aoi). Tanya adalah seorang mage berpangkat letnan dua dengan kekuatan sihir yang mampu meledakkan pasukan artileri musuh dan memukul mundur pasukan mereka sementara pasukan Empire mundur ke garis belakang. Meskipun masih sangat muda, tetapi Tanya menunjukkan sikap yang sangat dingin kepada anak buahnya dan cenderung tampak kejam. Kekuatan dan sifatnya itu membuat dirinya dijuluki sebagai Rhine no Akuma (the Devil of Rhine).

Kejadian yang sesungguhnya adalah, pada tahun 2013 ada seorang pegawai kantoran yang hidup di Jepang. Dia adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan dan lebih memilih untuk menyebut Tuhan sebagai ‘Being X’. Sebagai hukumannya, Tuhan kemudian me-reinkarnasi pria itu ke sebuah dunia yang menyerupai Eropa pada era 1910-an sebagai Tanya, seorang anak 9 tahun yang mempunyai kekuatan magis. Dia ‘dihukum’ dan ‘diharuskan’ untuk meninggal secara wajar dan jika tetap tidak percaya kepada Tuhan, maka dia akan dimasukkan ke neraka. Untuk menyelamatkan dirinya dari hal tersebut, Tanya kemudian berusaha keras untuk mencapai posisi yang tinggi sehingga dia tidak perlu maju dan tewas di medan perang.

 

My thoughts?

War. Magic/witchcraft. Europe. “Germany”. 1910-ish. Okay … gue pernah baca kalo salah seorang pelaku sejarah pada jaman tahun segitu ada yang sangat percaya pada hal-hal yang bersifat legenda/mistis/supranatural. Dan setelah season lalu nonton Izetta, sekarang muncul lagi dengan latar belakang era yang sama. Nggak, nggak ngebandingin kok. Basic ceritanya juga beda, cuma kebetulan ada beberapa tema yang mirip.

Nonton episode pertama pasti belum ada info soal paragraf terakhir di atas, dan kenapa tetep ditulis juga, karena pada saat ini ditulis udah episode 4 dan penjelasan soal salaryman itu adanya di episode 2. Agak bersyukur juga nggak nulis dari awal, soalnya agak ribet ngejelasinnya di awal kalo sebenernya Tanya itu adalah reinkarnasi dari orang Jepang yang hidup di tahun 2000-an (2013). Kenapa ke era PD I? Nggak tau juga. Mungkin untuk dikaitkan ama seorang tokoh yang mirip-mirip sama pelaku sejarah yang tadi disebut? Atau mungkin kalo dijamankan sekarang, susah menggambarkan perangnya, udah pada pake tombol jadi kemunculan mage nggak ada tempatnya lagi. 

Intinya, Tanya harus bisa menyelamatkan dirinya, tetapi di dunia yang sedang dilanda peperangan itu, ya udah pasti nggak mudah. Ditambah lagi, ‘campur tangan’ Tuhan membuat Tanya yang tadinya berharap bisa mundur dari medan perang setelah terluka harus kecewa. Dia ternyata harus kembali lagi ke medan perang karena jewel type 95, batu sihir yang tadinya dianggap tidak stabil, berkat ‘campur tangan’ Tuhan menjadi stabil dan hanya bisa digunakan oleh Tanya, jadi ya oleh pihak militer dia dikaryakan lagi.

Mungkin di sini ceritanya ingin menunjukkan bahwa si salaryman (sebagai Tanya) itu akan menggunakan cara-cara yang keliatannya ‘kejam’ dan tidak berperasaan demi mencapai apa yang dia inginkan. Dan itu sebenernya menggambarkan apa yang terjadi bahkan di masa sekarang, di mana banyak orang mau dan mampu melakukan apapun untuk kepentingannya sendiri … karena ya si salaryman ini bahkan ngejorokin supervisor nya ke depan kereta yang sedang melaju  (School Days anyone?) … Hmm … definitely not your typical salaryman, right? 

 

LINKS

ACCA: 13-ku Kansatsu-ka

Dowa adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari 13 negara bagian. Sekitar 100 tahun yang lalu pernah terjadi kudeta dan akhirnya setelah sebuah perjanjian perdamaian, dibentuklah ACCA, sebuah organisasi yang membawahi semua negara bagian tersebut dan bertugas menjaga perdamaian dan ketertiban di seluruh kerajaan. ACCA mempunyai beberapa cabang organisasi dan salah satu diantaranya adalah Departemen Pengawasan (Inspection Agency) yang tugasnya adalah mengawasi dan mengaudit para personil dalam organisasi-organisasi di bawah ACCA dan mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan yang dilakukan oleh para personilnya.

Jean Otus (seiyuu: Shimono Hiro) adalah salah satu anggota Departemen Pengawasan ACCA dan merupakan wakil ketua dalam organisasi itu. Jean tinggal bersama dengan adiknya, Lotta Otus (seiyuu: Yuuki Aoi) di sebuah apartemen mewah di mana adiknya adalah pengurus gedung apartemen. Dia adalah seorang pemuda yang selalu tampak seperti orang yang tidak peduli, suka merokok (tembakau adalah salah satu komoditas yang dianggap mewah di Dowa, jadi tidak semua orang bisa menikmati), tetapi sebenarnya dia sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya.

Suatu hari Departemen Pengawasan mendapat kabar bahwa 5 orang pejabat tertinggi ACCA yang dipimpin oleh Grossular (seiyuu: Suwabe Junichi) memutuskan untuk menutup Departemen Pengawasan karena dianggap bahwa kondisi kerajaan saat ini berada dalam situasi yang damai dan tertib sehingga tidak perlu lagi diadakan pengawasan rutin. Pada saat yang bersamaan, sebagai ‘tugas terakhir’, Jean membongkar pelanggaran yang dilakukan oleh personil ACCA di salah satu kantor cabang Departemen Pengawasan sendiri.

Setelah kasus tersebut terbongkar, tiba-tiba diputuskan bahwa Departemen Pengawasan tidak jadi dibubarkan dan dilanjutkan kembali tetapi Jean mendapat tugas yang lebih berat. Ketika Jean sedang menjalankan tugasnya, dia melihat bahwa salah satu pejabat ACCA, Mauve (seiyuu: Tanaka Atsuko) juga sedang melakukan inspeksi mendadak. Sementara itu, di kota tempat tinggal Jean sedang marak kasus pembakaran yang misterius dan Jean sendiri merasa dirinya selalu diawasi oleh seseorang.

Grossular menyatakan kepada ke-4 pimpinan yang lain bahwa perubahan-perubahan yang terjadi saat ini memang sudah diawasi sebelumnya dan dia mengatakan bahwa dia telah mendapat informasi yang menyatakan bahwa saat ini sedang ada rencana kudeta lagi dan bahwa Jean Otus merupakan salah satu orang yang dicurigai mendalangi rencana kudeta tersebut.

 

My thoughts?

Kayaknya seru nih.  Most likely gue ngikutin, karena gue biasanya suka yang model beginian, apalagi kalo dibumbui pake plot conspiracy theory hehehe. Dan pace-nya agak cepet juga sih, kayak misalnya baru episode awal udah dikasih teaser berupa siluet orang yang akan diutus oleh Top 5 untuk ‘memata-matai’ Jean. 

Mungkin sengaja dibikin cepet karena akan dibikin cuma 13-an episode aja kali ya? … tapi kalo eksekusinya bagus dan nggak terburu-buru, why not? 

 

LINKS

ChaoS;Child

Pada tanggal 6 November 2009 telah terjadi sebuah gempa yang memporak porandakan Shibuya dalam semalam. Bencana tersebut menimbulkan banyak pertanyaan karena daerah-daerah di sekitar gempa sama sekali tidak terpengaruh dan tidak mengalami kerusakan padahal kerusakan yang terjadi di Shibuya sangat parah. Banyak teori yang bermunculan mengenai fenomena tersebut bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kejadian itu bukanlah bencana alam tetapi merupakan perbuatan manusia/seseorang. Selain itu, banyak korban selamat yang mengatakan bahwa pada malam kejadian itu mereka melihat sebuah cahaya yang sangat terang tepat sebelum gempa terjadi tetapi banyak pula yang meragukan hal tersebut dan cenderung menganggap bahwa kesaksian itu hanya merupakan khayalan orang-orang yang mengalami stres akibat kejadian yang menimpa mereka.

6 tahun setelah kejadian itu, Miyoshita Takuru (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu) yang merupakan salah satu anggota klub koran sekolah sedang terobsesi dengan menyelidiki kasus-kasus kematian aneh yang terjadi di sekitar kota tempat dia dan teman-temannya bersekolah. Sejauh ini dia sudah mendapatkan 2 kasus kematian yang misterius di mana kasus yang pertama adalah seorang video blogger menayangkan secara live streaming kegiatannya di depan webcam, dan tanpa ada yang tahu apa yang terjadi, tiba-tiba dia sudah kembali ke depan kamera, membawa potongan tangannya sendiri kemudian memakan jari-jarinya. Setelah itu dia ditemukan tewas karena kehabisan darah dan hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kasus tersebut adalah kasus bunuh diri. Kejadian kedua adalah kematian seorang musisi jalanan yang tiba-tiba meninggal ketika sedang menyanyi di depan para pejalan kaki. Hasil penyelidikan dan otopsi jenazah menemukan bahwa ternyata korban sebelumnya telah membeli cutter dan lakban, kemudian menyayat perutnya sendiri lalu memasukkan sebuah speaker ke dalamnya kemudian menutup luka tersebut dengan lakban.

Obsesi Takuru untuk menyelidiki kasus-kasus ini membuat khawatir saudara angkatnya, Kurusu Nono (seiyuu: Sarah Emi Bridcutt) yang juga merupakan wakil ketua organisasi siswa di sekolah mereka. Nono mengkhawatirkan keselamatan Takuru yang selalu memburu kasus-kasus sejenis bahkan sampai mendatangi tempat kejadian untuk mendapatkan foto atau apapun yang bisa dijadikan bahan untuk dibahas di klub mereka. Ketika sedang berdebat dengan Nono, Takuru kemudian menyadari bahwa 6 tahun yang lalu, pada tanggal-tanggal tertentu telah terjadi 7 kasus kematian misterius di Shibuya. Dan ketika tanggal-tanggal tersebut dicocokkan, ternyata 2 kasus kematian yang sedang mereka bicarakan telah terjadi pada tanggal dan urutan yang sama seperti 6 tahun lalu. Berdasarkan pemikiran ini, Takuru memperkirakan bahwa hari itu akan terjadi kasus kematian misterius yang ketiga.

Untuk membuktikan ‘teori’nya itu, Takuru dibantu oleh Onoe Serika (seiyuu: Uesaka Sumire) sesama anggota klub-nya mencoba menyelidiki sebuah kasus yang baru saja terjadi di sebuah hotel. Mereka berdua menyusup masuk ke dalam kamar yang dicurigai sebagai lokasi kejadian dan menemukan 2 orang laki-laki yang sudah tewas dan seorang anak perempuan yang masih hidup. Takuru dan Onoe yang panik segera berusaha keluar dari kamar itu tetapi pintunya tidak bisa dibuka, sementara Takuru sendiri sempat merekam semua kejadian itu ke dalam ponselnya sebelum dia pingsan dan ditemukan oleh polisi. Tanpa sepengetahuan polisi, Onoe sempat mengupload video tersebut ke penyimpanan daring sehingga mereka tetap memiliki rekaman tersebut meskipun polisi telah menghapus semua data dalam ponsel Takuru. Ketika Takuru dan Onoe melihat kembali rekaman tersebut mereka menemukan semacam stiker di dinding lokasi kejadian yang berbentuk gambar seorang pesumo yang sebelumnya pernah dilihat Takuru dalam kasus-kasus yang lain.

Sementara itu, anak perempuan yang ada di lokasi kejadian adalah seorang siswa sekolah Takuru yang bernama Arimura Hinae (seiyuu: Mimori Suzuko). Mengetahui hal itu, Takuru pun kemudian mencoba mencari tahu tentang Hinae di sekolah dan ternyata dia adalah ketua klub literatur, dan ketika tahu bahwa Takuru adalah orang yang berada di lokasi kejadian pada waktu itu, Hinae mengatakan bahwa Takuru tindakannya itu akan mengakibatkan dia terbunuh.

 

My thoughts?

Ini sebenernya kelanjutan dari ChaoS;Head, jadi kalo dulu ada yang suka ChaoS;Head ya mungkin akan berminat nonton ini. Atau yang seneng cerita model bizarre atau agak-agak mind-bending dan njelimet.  Cuma pastiin aja nggak keberatan sama kepusingan dan keruwetan jalan ceritanya. Kalo soal pembunuhannya sih nggak terlalu terang-terangan kok deskripsinya, tapi ya ada lah adegan darah-darah muncrat nya. Not suitable for children underage.

Terus terang dulu nggak ngikutin ChaoS;Head, so untuk yang ini ya ragu-ragu mau nonton apa nggak. Hahaha.

Btw, episode pertama memang panjang, karena isinya ada 2 cerita, separuh awal menceritakan 7 pembunuhan misterius di tahun 2009, separuh yang kedua menceritakan 6 tahun kemudian pas Takuru sudah gede.

 

LINKS

Fuuka

Haruna Yuu (seiyuu: Kobayashi Yuusuke) adalah seorang anak laki-laki yang ‘kecanduan’ Twitter. Dia menghabiskan kebanyakan waktunya membaca dan membuat cuitan di media sosial tersebut melalui ponsel-nya sehingga kadang-kadang tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Sebagai akibatnya, suatu hari secara tidak sengaja dia bertabrakan dengan seorang anak perempuan bernama Akitsuki Fuuka (seiyuu: Lynn). Fuuka mengira bahwa Yuu dengan sengaja menggunakan ponselnya untuk memotret pakaian dalam Fuuka dan segera merebut kemudian membanting ponsel Yuu.

Yuu baru saja pindah ke Tokyo dan tinggal bersama kedua kakak dan satu orang adik yang semuanya adalah perempuan. Dia pindah ke Tokyo karena kedua orang tua mereka pergi ke luar negeri sehingga akhirnya diputuskan bahwa Yuu dan adiknya yang selama ini tinggal bersama kedua orang tua, pindah untuk tinggal bersama kedua kakaknya yang sudah tinggal di Tokyo sebelumnya.

Di sekolah yang baru, Yuu ternyata ditempatkan di kelas yang sama dengan Fuuka. Meskipun awalnya terasa canggung, tetapi akhirnya kesalahpahaman mereka mulai bisa terselesaikan. Dan Yuu pun terheran-heran ketika mengetahui bahwa Fuuka adalah seorang anak yang tidak mempunyai ponsel karena dia lebih menyukai ‘komunikasi langsung’ dan lebih suka mendengarkan musik dari CD. Suatu hari, Yuu mendapatkan tiket nonton dari kakaknya dan ketika dia sedang bingung akan mengajak siapa, Fuuka yang kebetulan mengetahui hal itu, mengajak Yuu untuk nonton dengannya karena dia sangat mengidolakan penyanyi yang mengisi lagu soundtrack film tersebut.

Fuuka tidak tahu bahwa penyanyi yang dia idolakan itu sebenarnya adalah Hinashi Koyuki (seiyuu: Hayami Saori), teman masa kecil Yuu …

 

My thoughts?

Buat para penggemar romance-drama, gue rasa sih ini bisa direkomendasikan untuk ditonton. Not exactly my forte though. Buat yang udah baca manga-nya pasti udah tau ceritanya ke depan kayak apa. Atau buat yang penasaran, bisa coba browsing untuk dapetin spoiler-nya.  It’s your choice, really.

 

LINKS

Demi-chan wa Kataritai

Diceritakan bahwa manusia sudah mulai menerima keberadaan “ajin” atau demi-human. Mereka sudah mulai mencoba untuk hidup berdampingan dengan mahluk yang selama ini ada dalam mitos atau legenda seperti vampire, dullahanyuki-onnasuccubus, dll.

Takahashi Tetsuo (seiyuu: Suwabe Junichi) adalah seorang guru biologi di sebuah SMU. Dia sangat tertarik dengan keberadaan ajin dan ingin mempelajari kehidupan ajin lebih jauh. Untuk itu dia sangat berharap untuk mendapat kesempatan mewawancarai salah satu dari ajin yang ada dalam masyarakat. Tetapi sampai saat ini keinginannya itu belum bisa tercapai sampai pada suatu hari di sekolah tempat dia bekerja ada seorang guru wanita baru yang bernama Sato Sakie (seiyuu: Hikasa Yoko) yang ternyata adalah seorang succubus. Karena Sakie adalah succubus dan Tetsuo adalah seorang manusia laki-laki biasa, Sakie berusaha untuk sangat menjaga jarak dengan Tetsuo (succubus adalah penggoda manusia laki-laki, kebalikan dari incubus).

Sementara itu, Tetsuo bertemu dengan salah satu murid perempuan baru di sekolah tersebut yang bernama Takanashi Hikari (seiyuu: Hondo Kaede) yang ternyata adalah seorang vampire. Hikari meminta tolong kepada Tetsuo untuk membantu teman sekelasnya yang tiba-tiba lemah untuk dibawa ke ruang UKS. Tetsuo terkejut ketika melihat bahwa teman sekelas yang dimaksud Hikari adalah tubuh tanpa kepala dari seorang anak perempuan bernama Machi Kyoko (seiyuu: Shinoda Minami). Kyoko adalah seorang dullahan yang pemalu karena banyak orang yang merasa canggung untuk bergaul dengan dirinya. Hikari adalah salah satu orang yang membuat Kyoko merasa senang karena Hikari tidak merasa canggung ketika bersama Kyoko.

Sebagai seorang vampire, Hikari selalu merasa tidak nyaman berada di tempat yang panas atau terekspos sinar matahari terlalu banyak, itu sebabnya dia senang sekali ketika mengetahui bahwa Tetsuo ingin sekali mewawancara ajin. Hikari menawarkan diri secara sukarela untuk menjadi orang yang diwawancara oleh Tetsuo dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Tetsuo seputar kehidupannya sebagai seorang vampire. Dia mengatakan bahwa istilah ajin sudah tidak populer lagi dan lebih suka disebut sebagai demi-chan. Selain Hikari, Kyoko pun kemudian menyatakan bersedia untuk menjadi salah satu nara sumber untuk memenuhi keingintahuan Tetsuo seputar kehidupan ajin atau demi-human.

 

My thoughts?

Hmm … slice of life yang kayaknya sederhana aja sih. Gue belum bisa melihat plot nya mau ke arah apa. Mungkin ya cuma school life, dengan permasalahan remaja pada umumnya tapi dengan ‘bumbu’ tambahan bahwa remaja-nya bukan remaja biasa tapi demi-human.

Nggak terlalu tertarik sih sebenernya. Mungkin gue pass aja dulu.

 

LINKS

Page 1 of 12

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén