Categories
Anime

Tensei Shitara Slime Datta Ken

That time I got reincarnated as a … slime

Mikami Satoru (seiyuu: Terashima Takuma) adalah seorang laki-laki biasa berusia 37 tahun yang secara tragis terbunuh oleh seorang perampok yang melarikan diri. Di saat-saat menjelang kematiannya, dalam pikirannya terlintas bermacam-macam keinginan dan sepertinya ada suara yang mengatakan bahwa keinginannya terpenuhi, seperti ketika dia merasa tubuhnya mulai dingin, maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap dingin, ketika dia merasa nyeri maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap rasa sakit, dst.

Setelah meninggal, Satoru ternyata mengalami reinkarnasi tetapi kali ini dia tidak menjadi manusia tetapi menjadi semacam slime, tidak punya mata, tidak punya telinga, tangan maupun kaki. Tetapi karena banyak ‘keinginan sebelum mati’nya terpenuhi, Satoru yang kini berupa slime, mempunyai kemampuan untuk menyerap benda di sekitarnya, mempelajarinya, dan meniru semua karakteristik dari benda tersebut. Dalam kondisinya yang sekarang ini, Satoru kemudian dikenal sebagai Rimuru Tempest (seiyuu: Okazaki Miho). Sejak itu dimulailah petualangan Rimuru, slime yang mempunyai kekuatan istimewa.

My thoughts?

Seperti gue bilang, isekai masih sangat populer. Ini juga bentuk isekai alias ‘pindah’ ke dunia lain. Tapi lucu juga, dia reinkarnasi, pindah ke dunia lain dalam bentuk slime. ???? Cuma ya tetep, dia powerful, tapi at least dia nggak pake henpon di isekai. Hahaha.

Mood cerita kayaknya nyantai, kalo judul yang sebelumnya berkesan kayak mau dibikin serius mikir (sotoy mode), tapi berhubung nggak pernah baca LN, jadi ya ngandalin impresi dari anime aja.

Yang jelas waktu gue ke official websitenya, langsung rada khawatir sama jumlah karakter di daftarnya … banyak! ???? Dan nggak tau kenapa, di list karakter itu, setelah karakter nomer 15 langsung skip ke 20, lalu dari 26 tiba-tiba skip langsung ke 34 dan terakhir di 35. Ke mana karakter nomer 16 – 19 dan 27 – 33? Btw, untuk gambar di atas, karakter nomer 2 memang nggak dimasukin karena karakter nomer 2 adalah Satoru. ????

LINKS

Categories
Anime

Akanesasu Shoujo

たの日常は、だれかの非日常だ

Tsuchimiya Asuka (seiyuu: Kurosawa Tomoyo), Tounaka Yu (seiyuu: LYNN), Mia Silverstone (seiyuu: Touyama Nao), Nanase Nana (seiyuu: Koshimizu Ami), dan Chloe Morisu (seiyuu: Inoue Marina) adalah anggota “Crystal Radio Club”. Atas ajakan Asuka, kelima anak ini mencoba melakukan ritual yang dipercaya akan membawa mereka ke sebuah dunia lain.

Awalnya mereka menganggap semua itu hanya sebagai sebuah permainan, sampai suatu hari Chloe menemukan sebuah kristal di halaman kuil tempat mereka biasa melakukan ritual tersebut. Chloe mengatakan bahwa kristal itu menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu. Asuka kemudian mengatakan bahwa frekuensi itu kemungkinan adalah frekuensi yang bisa membuka gerbang ke dunia lain dan untuk membuktikannya mereka berlima kembali mencoba ritual tersebut.

Di luar dugaan mereka, ternyata frekuensi tersebut memang membuka portal ke dunia lain dan di dunia tersebut mereka diserang oleh monster. Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Asuka datang dan mengalahkan monster tersebut. Dia kemudian membawa Asuka dkk kembali ke dunia asal mereka, tetapi kemudian pingsan sebelum bisa kembali ke dunia lain.

Asuka memutuskan untuk membawa anak perempuan itu pulang dan membiarkannya istirahat. Asuka mengatakan bahwa di rumahnya selalu dibuat 1 porsi makanan ekstra untuk ‘seseorang yang sudah tidak ada’ di rumah mereka. Anak perempuan itu sebenarnya mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh Asuka karena dia adalah ‘Asuka’ juga tetapi dari dunia lain, dan orang yang dimaksud itu adalah saudara Asuka yaitu Tsuchimiya Kyohei.

‘Asuka’ dari dunia lain kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah Asuka dan kembali ke dunia tempat di mana dia bertarung melawan monster, tetapi secara tidak sengaja dia meninggalkan liontin berisi foto Kyohei di kamar Asuka, dan ketika Asuka menemukannya dia pun menyadari bahwa anak perempuan yang mirip dengan dirinya itu adalah Asuka juga tetapi dari dunia yang berbeda.

My thoughts? 

Varian lain dari isekai? Dan kayaknya memang tema isekai masih banyak sekali dan mungkin masih akan ‘laku’ sampai 1-2 tahun ke depan? Mungkin aja sih, toh tema harem yang udah ada sejak jaman kapan sampai sekarang juga masih eksis terus (dan laku).

Jadi kayaknya ini inter-dimensional travel kali ya maksudnya. Di mana Asuka dan ‘Asuka’ bertemu di satu tempat, dan di situ nanti mungkin akan ada semacam konflik yang kemungkinan melibatkan hilangnya Tsuchimiya Kyohei. Berhubung dua-duanya pake nama Asuka jadi paling bedainnya Asuka (Crystal Radio Club) dan ‘Asuka’ (isekai) aja.

Perbedaan dari kedua Asuka, selain penampilan dan attitude, kalo yang ‘Asuka’ kayaknya lebih ke solo player, nggak keliatan temen-temennya di isekai (atau belum?). Kalo Asuka, dia masuk ke isekainya bareng rombongan temen-temennya. Mungkin yang ‘Asuka’ memang sengaja memilih ke isekai sendirian atau temennya nggak ada yang mau. Atau mungkin di dunia ‘Asuka’ mereka malah jadi musuh dan nanti salah satu dari ber-4 itu jadi last boss, atau ya last boss nya si Kyohei juga bisa. Alternatif lain ya Crystal Radio Club ini bakalan jadi mahou shoujo kayak Madoka. Yah gue bisa sebutin banyak kemungkinan … karena itu plot twist yang bisa (dan biasanya) terjadi. ????

Yang jelas anime ini kalo nggak salah dia ‘original’, belum pernah muncul dalam media lain selain anime karena memang ini ditayangkan oleh Animax sebagai peringatan usianya yang ke-20. Congratulations Animax!

LINKS

Categories
Anime

Magical Girl Lyrical Nanoha : Reflection

Sebagai fans dari Nanoha franchise sebetulnya saya agak malu untuk mereview movie ini,karena movie ini keluar kurang lebih setahun yang lalu, dan saya seperti enggan untuk melihat ataupun mendengar apapun mengenai film ini. Namun gelombang nostalgia membuat saya memberanikan diri untuk menonton cerita original pertama untuk movie timeline dari Magical Girl Lyrical Nanoha.

Nama Magical Girl Lyrical Nanoha bagi saya adalah sebuah kenangan indah, berawal dari spin-off dari game dewasa Triangle Hearts 3 yang nantinya menjadi anime Sweet Songs Forever, Nanoha menjadi salah satu anime magical girls ternama. Season 1 dan 2 (A’s) nya mendapat sambutan baik dari penggemar anime karena mengusung tema yang cukup dewasa, gelap dan kompleks serta koreografi layak nya anime mecha, sesuatu yang langka untuk ukuran anime magical girls. Namun sayang nya semenjak StrikerS (season 3) berakhir, rasanya Nanoha sudah melewati masa-masa emas nya.

Dalam dunia manga pun situasi tidak juga lebih baik dimana the true heir dari Nanoha franchise, manga Nanoha Force yang ditulis sendiri oleh Tsuzuki Masaki (creator dari Nanoha franchise) mengalami hiatus.

Memang masih ada series seperti ViviD dan Vivid Strike, namun serial ini lebih tepat disebut spin off dan sama sekali tidak mencerminkan Nanoha sebagai sebuah setting dunia, hanya ada….. cute girls, fight each other, in a tournament….this is Nanoha, not a Street Fighter…. 🙁

Satu-satunya yang masih berlanjut dan menjadi harapan para fans lama Nanoha adalah movie series, dan untung nya Nanoha Movie 1st dan Nanoha Movie 2nd Ace, cukup mumpuni walau dengan perubahan dan kompresi kiri dan kanan. Jeda cukup lama mulai dari 2012 ke 2017 antara movie 2 (2nd AceS) dan 3 (Reflection) membuat banyak orang lupa atau enggan untuk melirik movie ini, namun pendapatan (ekuivalen) sebesar USD 1,4 juta dollar sepertinya membuat studio Nanoha yaitu Seven Arcs yakin untuk melanjutkan movie series ini menuju ke movie 4.

Movie 3 bercerita mengenai sepasang kakak-adik Amitie dan Kyrie Florian yang berusaha untuk mengembalikan kehidupan di planet mereka Eltria dan juga mencari pengobatan untuk ayah mereka yang sakit secara misterius. Ketika Amitie dan sang ibu berusaha untuk mencari solusi dengan cara logis, sang adik Kyrie mencarinya dari sumber yang tidak wajar, dia menemukan sebuah artifak dengan AI didalam nya, Iris. Artifak tersebut menuntun nya untuk pergi ke Non-administrated World no.79 atau yang kita kenal sebagai Bumi, untuk mencari Eternal Crystal, benda magis yang kuat yang akan mengabulkan permintaan Kyrie untuk menolong planet dan ayahnya. Namun Iris berpesan kepada Kyrie bahwa yang mereka lakukan akan membuat kekacauan di bumi, dan para agen Time and Space Administration Bureau (TSAB) tentu tidak akan tinggal diam, terlebih untuk trio Aces mereka, Takamachi Nanoha, Fate Tesstarosa H. dan Yagami Hayate.

Secara teknis, movie 3 (Reflection) ini adalah peningkatan dari movie 1 dan 2. Beberapa adegan terlihat bahwa hand drawn animation berpadu sempurna dengan digital background dan effects. Materi dari cerita Reflection ini pun di presentasikan dengan gaya yang lebih dewasa dimana darah dan mild violence terlihat cukup sering (Angry Nanoha FTW) serta adanya sentuhan realistis dimana ada warga sipil non mage yang terlibat bencana, ada pihak berwajib (polisi) yang bereaksi kepada kejadin dan juga pihak TSAB yang ikut membantu disaster relief, semua ini absen di movie 1 dan 2 btw. Yang menarik adalah tidak seperti movie 1 dan 2 yang lebih kepada reimagining dari Nanoha season 1 dan 2, movie 3 ini adalah cerita original, karakter Amitie dan Kyrie Florian (dan beberapa karakter lain) diambil dari game PSP, Nanoha A’s Portable : Gears of Destiny. Nanoha Force menyumbangkan design baru untuk Bardische dan Raising Heart, Nanoha Formula Suit barrier jacket dan juga senjata2 baru (Reflection adalah representasi animasi device terbaik dalam Nanoha franchise) yang dipakai oleh TSAB, hanya Iris yang merupakan karakter khusus dari movie ini.

Sayangnya, walaupun dari segi materi dan animasi serta penyajian dari movie ini bisa dianggap luar biasa, namun faktor story dan pacing dari movie ini tergolong lebih lemah daripada movie 1 dan 2. Plot cerita yang diambil langsung dari game Gears of Destiny menurut saya tidak di translasikan dengan baik kedalam format film. Pacing yang lambat di awal, lalu non-stop action hingga akhir film juga tidak memberikan kita waktu untuk appreciated the character atau the enviroment dengan baik. Beberapa adegan di awal movie berasa hanya pajangan dan tidak mempunyai real weight bagi cerita keseluruhan, sehingga seakan mengaburkan point dari movie ini.

Namun paling tidak saya masih menghargai usaha Seven Arcs untuk stay true kepada franchise di Reflection, dimana semuanya masih berasa Nanoha, bahkan karakter-karakter yang terlupakan seperti Arf dan Zafira atau bahkan Amy, Shari dan keluarga Bannings, Takamachi serta Tsukimura muncul walau hanya 1-2 scenes.

In the end, saya masih bersyukur kepada Reflection, walaupun bukan Nanoha yang seperti saya harapkan, namun paling tidak Reflection memberi nafas baru kepada franchise ini. Sekarang nasib keberlanjutan franchise ini ada di pundak movie 4, Nanoha Detonation.