animindo

anime . indonesia

Month: March 2012

Ozuma, Sebuah Homage?

Ozuma/Ozma (オズマ) adalah salah satu karya terbaru Matsumoto Leiji, berupa serial anime sebanyak 6 episode yang menceritakan petualangan Sam Coin, seorang pemuda yang hidup di bumi masa depan yang pada saat itu sudah mengalami perubahan akibat bencana alam sehingga lautan mengering dan berubah menjadi hamparan pasir (alat yang dari Iskandal lagi rusak kayaknya… if you know what I mean. hehehe.). Secara tidak sengaja, ketika ia sedang berusaha mencari Ozuma, ia bertemu dan menolong seorang perempuan bernama Maya yang pada saat itu tengah dikejar oleh pasukan militer Theseus. Lalu tiba-tiba Ozuma, yang disebut sebagai sand whale, muncul ke permukaan dan hampir ‘menenggelamkan’ Maya.

Read More

Spring 2012 Anime

Memasuki musim baru lagi, artinya muncul judul² anime baru juga. Beberapa sepertinya memang bermaksud melanjutkan franchise dari judul sebelumnya yang pernah dikenal. Ada bagusnya mulai diintip dulu seperti apa.

Pengalaman musim terakhir, banyak sih judul yang pengen diliat, tapi pada akhirnya sampe mau abis musim, yang masih ditonton cuma 2 judul aja. Parah. Nggak cuma karena faktor waktu yang makin kesita ama real life, tapi memang story-wise rasanya nggak minat lanjutin. ^^;

Lihat list gambar di : www.moetron.com

Uchuu Senkan Yamato 2199

Woo-hoo!! Yamato rises again! 😀

Ini yang paling bikin excited untuk pembukaan tahun 2012. Rencananya tanggal 7 April nanti ini anime akan tayang perdana. Hehehe. Ya buat yang baru kenal anime belakangan, memang mungkin nggak gitu tau yah ini anime apaan. Mungkin kalo liat yang originalnya pun akan berasa ngeliat sesuatu yang katrok… ^^; Cuma (!), ini adalah salah satu anime favorit yang wajib ditonton.

Uchuu Senkan Yamato (Space Battleship Yamato) ini adalah salah satu anime yang legendaris. Judul ini termasuk salah satu judul yang pada masanya meraih kesuksesan tidak hanya di negeri asalnya, Jepang, tapi juga di Amerika Serikat. Cuma aja pada waktu itu, Yamato banyak sekali merasakan ‘ketajaman’ gunting sensor AS karena dianggap menonjolkan kekerasan *lha namanya juga perang…* dan namanya pun berubah menjadi… Starblazers ^^;

Kilas balik sebentar…

Uchuu Senkan Yamato ini mengisahkan tentang bumi yang diserang oleh alien yang disebut sebagai Gamilas (kayaknya ini ejaan yang paling umum dipake). Bangsa Gamilas menggunakan bom meteor yang mengakibatkan permukaan bumi tertutup oleh radiasi dan membuat permukaan itu menjadi tandus sehingga tidak dapat ditinggali oleh manusia. Sebagai akibatnya, manusia terpaksa mengungsi dan hidup di bawah tanah, tetapi hal ini pun tidak menyelesaikan masalah karena diperkirakan manusia hanya mempunyai waktu sekitar satu tahun untuk bertahan hidup sebelum akhirnya tingkat radiasi yang tinggi akan mencapai tempat mereka tinggal.

Perlawanan pasukan pertahanan bumi pun terasa sia-sia melawan kekuatan lawan yang mempunyai teknologi jauh lebih maju daripada yang dimiliki oleh manusia. Di tengah keputusasaan itu, tiba-tiba datanglah seorang utusan dari planet Iskandal (atau Iskandar… tapi kalo Iskandar berarti deket dong… tinggal dateng ke Indonesia aja.) yang mengatakan bahwa Stasha, sang ratu, mempunyai teknologi yang mampu mengembalikan bumi seperti sedia kala dan bahwa ia ingin membantu manusia bumi. Masalahnya adalah, Iskandal terletak cukup jauh, sekitar 150.000 tahun cahaya dari bumi. Dengan teknologi manusia bumi, tentunya jarak tersebut tidak akan mampu mereka tempuh dalam waktu 1 tahun saja.

Ternyata Stasha juga mengirimkan skema rancangan mesin yang disebut Hadou Engine/Wave Motion Engine (inget jaman dulu ada yang nerjemahinnya jadi Undulation Wave Engine… es-we-te banget… hahaha). Tapi karena kapal di bumi udah pada ancur semua dan semua basis militer juga udah pada almarhum, akhirnya manusia mencoba ‘membangunkan’ kembali kapal Yamato yang dulu tenggelam pada jaman Perang Dunia dan mencangkokkan WME itu ke dalamnya. Yamato yang sudah ‘tertidur’ di dasar laut yang sekarang mengering itu pun bangun, lalu dimulailah perjalanan penuh perjuangan para awak kapal Yamato ke Iskandal sekaligus sambil menghadapi Gamilas yang selalu berusaha menggagalkan upaya mereka.

Soal karakter, ada banyak sih. Namanya juga satu kapal perang gede… ^^;

Karakter utamanya ya, pak kapten Jyuzo Okita, bagian persenjataan Susumu Kodai, pilot Daisuke Shima, Mori Yuki di bagian radar dan kadang bantuin dokter Sado Sakezo, Shiro Sanada seorang ilmuwan yang ikut dalam pengembangan dan penerapan teknologi dalam Yamato, dan masih ada beberapa lagi tokoh lain.

Kalo liat judul dari Yamato ini, sepertinya memang akan mencoba melakukan remake dari cerita original. Yang pasti sih, desain karakter jelas berubah. Cuma pak kapten aja tuh yang wajahnya masih mirip ama yang versi jadul. Kalo yang lain udah pada berubah. Terutama yang jelas kelihatan adalah … gambar karakter ceweknya! Hahaha. Buat penggemar karya Matsumoto Leiji, pasti pada tau deh apa yang dimaksud. 😀

Yamato ini begitu legendarisnya sampe-sampe pada tahun 2010 lalu, dibuat versi live action nya dengan pemeran utama Kimura Takuya sebagai Kodai, dan Kuroki Meisa sebagai Mori Yuki. Agak sedikit berbeda di bagian endingnya, tapi secara overall movie ini nggak terlalu mengecewakan. Apalagi visualisasi Yamato terutama saat pertama ‘bangkit’ dari dasar laut yang mengering, dan saat menembakkan Hadou-ou, senjata andalannya.

Yang jelas, can’t wait to see this one. 😀

Guilty Crown – revisited

 

Cuma pengen nulis aja kalo beberapa episode Guilty Crown belakangan ini bisa dibilang merupakan episode-episode yang menunjukkan kalo anime ini memang masih layak ditonton setelah cerita tentang Shu sang raja yang notabene menurut gue sangat menyebalkan. Hahaha. Agak-agak mengingatkan kepada Luke yang juga menyebalkan sebelum akhirnya “belajar”. ^^;

Meskipun banyak yang bilang sekarang ini GC lagi masuk fase “geass-sisasi” (nggak tau kenapa juga ada yang membuat Geass sebagai standar baru untuk anime dengan tipe cerita kompleks), tapi at least, menurut gue di sini penulis cerita mulai memberikan “deskripsi” untuk nama “guilty crown” itu sendiri.

Startnya dari sejak Shu mulai menjabat jadi raja buat para siswa, bagaimana dia lalu membuat keputusan-keputusan yang menurut gue sih cocok untuk ngegambarin emosi seorang anak usia remaja yang suddenly mempunyai power of the king, yang mana dia sendiri sebenernya ya nggak tau, what it takes to be a king.

And then, ada the loss of a dear friend. Impactnya jelas, meskipun sebenernya pada saat nonton, buat gue, predictable. Lalu ada si ibu mantan seito-kaichou, yang sebenernya, merasa dia harus berbuat sesuatu, tapi pada akhirnya malah jadi kayak… Err… Slut. *sorry*. Dan… Kita bisa melihat “sisi” lain dari Inori. 😀

Even di episode 19, sang ibu pun mulai keliatan perannya dalam semua ini, selain cuma emak-emak cantik… Eh… Maksudnya istri merangkap asisten ilmuwan… ^^;

Tapi dari semua itu, dengan semakin dekatnya ending dari serial ini, mudah-mudahan tidak terjadi “pemaksaan” cerita, soalnya sayang juga kalo tense yang udah dibangun dalam beberapa episode ini harus berakhir kurang bagus. Mengingat yang tersisa (mungkin) hanya sekitar 5-6 episode lagi. 🙂

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén