Barakamon

barakamon-splash

Handa Seishuu (seiyuu: Ono Daisuke) adalah seorang seniman kaligrafi muda yang berbakat, tetapi sayangnya, dia juga seorang yang sangat emosional. Pada saat seorang ahli kaligrafi senior mengatakan bahwa karyanya tidak menunjukkan suatu orisinalitas, Handa kehilangan kendali emosi dan langsung meninju orang tersebut. Sebagai hukuman, ayah Handa mengirim Handa ke pulau Gotou, sebuah pulau kecil dekat Kyushu dengan harapan Handa bisa belajar untuk mengendalikan diri.

Sesampainya di pulau itu, Handa benar-benar harus berusaha untuk menyesuaikan diri terutama dengan gaya kehidupan masyarakat setempat yang tentunya sangat berbeda dengan suasana kota besar. Di antara semua keunikan masyarakat setempat, ada seorang anak kecil yang dengan polosnya berusaha untuk berinteraksi dengan Handa. Bahkan anak kecil yang bernama Kotoishi Naru (seiyuu: Hara Suzuko) itu bisa mengomentari hasil karya Handa dan hal itu menyadarkan Handa. Sejak hari itu, kehidupan Handa mulai berubah sedikit demi sedikit.

My thoughts?

Ini slice-of-life yang menarik, jarang juga sih gue ngikutin yang beginian, makanya nggak bisa nyeritain panjang lebar. Hahaha. Tapi untuk Barakamon ini kayaknya bakalan gue coba ikutin. Baru episode 1 memang, tapi kayaknya tema yang diangkat sederhana aja, city boy, pindah ke pulau, hidup ala pedesaan, pertemanan dengan anak kecil, anger management, dst. Belum tau apakah akan ada cerita yang kompleks atau nggak ke depannya.

 

LINKS

Zankyou no Terror

Watanabe Shinichiro dan Kanno Yoko. Mengingatkan kembali ke Cowboy Bebop. 

zankyou-splash

Di sebuah fasilitas pemrosesan bahan bakar nuklir di Jepang, terjadi pencurian plutonium oleh 2 orang yang tak dikenal. Sebelum pergi, mereka sempat menuliskan kata “VON” dengan menggunakan cat merah.

Enam bulan setelah kejadian itu, di Tokyo tiba-tiba terjadi serangan teroris yang sebelumnya diawali dengan sebuah video yang diunggah di internet berisikan rekaman 2 orang yang mengaku berasal dari organisasi “Sphinx”. Mereka mengatakan bahwa pada jam 3 sore, Tokyo akan diselimuti oleh awan gelap. Dan pada kenyataannya pada jam 3 sore terjadi ledakan beruntun di sebuah gedung yang menimbulkan asap tebal.

Pencurian dan serangan itu direncanakan dan dilaksanakan oleh 2 orang anak laki-laki yang menyamar sebagai murid SMU. Mereka adalah Nine (seiyuu: Ishikawa Kaito) dan Twelve (seiyuu: Saitou Souma), di sekolah mereka menggunakan nama samaran Kokonoe Arata (Nine) dan Hisami Touji (Twelve). Pada hari pertama mereka masuk sekolah, Twelve melihat seorang anak perempuan sedang dibully oleh teman sekelasnya. Anak perempuan yang bernama Mishima Lisa (seiyuu: Tanezaki Atsumi) itu adalah seorang anak yang cenderung menutup diri dan selain menghadapi masalah di sekolah, tampaknya dia juga mengalami masalah di rumah. Selain itu, Lisa juga tampaknya mengalami gangguan makan (bulimia?).

Sesaat sebelum Nine dan Twelve melakukan aksi mereka, Lisa sempat memergoki Twelve. Twelve memberikan sebuah boneka kepada Lisa dan minta Lisa untuk memegang boneka tersebut sampai dia memberi perintah sebaliknya. Boneka itu adalah salah satu bom yang mereka buat dan akan mereka ledakkan. Twelve sengaja melakukan hal itu dan memberitahu Nine. Dia meminta Nine untuk memutuskan apa yang akan terjadi pada Lisa. Twelve sengaja membuat situasi seperti itu karena dia tahu bahwa terkadang Nine masih dihantui oleh masa lalu mereka di mana salah satu rekan mereka tidak berhasil mereka selamatkan ketika mereka melarikan diri dari suatu tempat. Dia ingin Nine bisa mengatasi hal itu dengan menghadapkannya pada situasi di mana Lisa terlibat.

Nine menghubungi Lisa melalui telepon dan memberinya dua pilihan, tetap di situ dan ikut menjadi korban atau bekerja sama dengan mereka berdua. Lisa mengatakan bahwa dia tidak ingin mati, maka Nine kemudian memberikan instruksi secara detail kepada Lisa dan Twelve datang untuk menjemputnya.

My thoughts?

Kayaknya seru nih. Siapa sebenernya Nine dan Twelve masih misterius, dan kilas balik yang ditunjukin mengindikasikan bahwa mereka tidak hanya berdua. Dari nama mereka yang hanya berupa nomor juga jelas bahwa mereka tidak sendirian, setidaknya masih ada 10 anak lagi. Tujuan dari aksi teror mereka pun belum ketauan untuk apa. Jadi ya … most likely, ngikutin. 

 

LINKS

Tokyo ESP

Gasp! Kagura dan Yomi! The famous Pocky-kissu! 

Tokyo-ESP

Nggak heran juga sih kalau ada mereka berdua di anime ini. Tokyo ESP adalah salah satu hasil karya dari Segawa Hajime, pencipta Ga-Rei. Jadi ya wajar aja kalau di Tokyo ESP (akan) muncul beberapa tokoh yang familiar buat yang pernah ngikutin manga Ga-Rei atau anime Ga-Rei:Zero. Dan sebenernya Tokyo ESP masih nggak jauh beda tema-nya dengan Ga-Rei.

Suatu hari di Tokyo, tiba-tiba muncul benda asing yang melayang di atas kota. ‘Benda’ itu ternyata adalah “Diet Building” alias gedung parlemen Jepang. Gedung itu bisa ‘terbang’ karena sedang dikuasai oleh para Espers, orang-orang dengan kekuatan supranatural. Mereka menyandera para anggota parlemen dan berencana menjatuhkan gedung tersebut di suatu tempat.

Selain Espers yang menguasai gedung parlemen, di tengah kota mulai terjadi kekacauan yang juga disebabkan oleh para Espers. Mereka membuat kekacauan dan mencelakai banyak orang yang mereka sebut sebagai “ningen” (manusia). Di tengah kekacauan itu, beberapa orang mulai mengharapkan datangnya “Shiroi Shoujo” ( = gadis putih), seorang anak perempuan berambut putih yang misterius. Dia selalu datang untuk menolong orang tetapi tidak ada satupun yang tau siapa dirinya yang sebenarnya. Orang hanya mempunyai fotonya dari belakang, tidak pernah terlihat wajahnya.

Shiroi Shoujo itu sebenarnya adalah Urushiba Rinka (seiyuu: Kidou Ibuki). Dia adalah seorang anak perempuan yang tinggal bersama ayahnya, Urushiba Rindo (seiyuu: Inada Tetsu) yang merupakan pensiunan polisi. Mereka hidup dalam kondisi yang pas-pasan sehingga Rinka harus bekerja sambilan di sebuah restoran.

Suatu hari, Rinka merasa dia berhalusinasi dan melihat banyak ikan beterbangan. Dan ketika dia bersentuhan dengan salah satu ikan itu, Rinka mendadak tidak sadarkan diri. Pada saat bangun, dia baru menyadari bahwa dirinya sekarang mempunyai kemampuan untuk menembus benda-benda mati, seperti dinding ataupun peluru.

Bersama dengan Kyotaro Azuma (seiyuu: Koumoto Keisuke), teman sekolahnya, yang juga mempunyai kekuatan supranatural berupa kemampuan untuk melakukan teleport, Rinka yang dididik oleh ayahnya untuk selalu menegakkan kebenaran dan keadilan menggunakan kekuatan yang mereka miliki untuk melawan Espers yang menggunakan kemampuan mereka untuk kejahatan. Tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka akan berhadapan dengan sebuah organisasi Espers yang jauh lebih berbahaya daripada sekedar penjahat biasa.

My thoughts?

Gue dulu suka banget ikutin karya Segawa Hajime yang Ga-Rei, both anime dan manga. Jaman-jamannya Kagura dengan Byakuei-nya dan Ken-chan vs Yomi. Apalagi di opening Ga-Rei:Zero itu orang-orang berbaju orange langsung dibantai Yomi di episode 1. Hahaha. Short-lived characters.  Tapi di Tokyo ESP mereka hidup lamaan dikit. Hahaha. Jadi ya most likely, I’ll follow this one.  Dan … Ogata Megumi? Hisashiburi …

 

LINKS

aldnoah.zero

aldnoah-zero

Pada tahun 1972, dalam sebuah misi eksplorasi bulan, manusia menemukan adanya sebuah portal yang memungkinkan manusia melakukan perjalanan antar planet menuju Mars (lho? terus reruntuhan pesawatnya Sentinel Prime ke mana?) Dengan adanya penemuan ini, manusia memulai kolonisasi Mars. Ternyata di Mars, mereka menemukan teknologi asing dan kemudian manusia yang tinggal di Mars mengklaim semua teknologi itu untuk kepentingan mereka lalu mendirikan kerajaan Vers. Selain itu mereka juga memulai penyerangan terhadap manusia yang ada di bumi karena mereka merasa lebih superior.

Pada tahun 1999, terjadi peperangan besar di bulan dan mengakibatkan portal tadi meledak sehingga menimbulkan kehancuran sebagian permukaan bulan. Serpihan-serpihan bulan menjadi sekelompok asteroid yang berada di orbit bumi. Sementara itu orang-orang kerajaan Vers yang tidak dapat kembali ke Mars membuat koloni di antara asteroid tadi. Selama 15 tahun lamanya pihak Vers dan bumi mengadakan gencatan senjata, dan pada tahun 2014, putri Asseylum Vers Allusia (seiyuu: Amamiya Sora) memutuskan untuk turun ke bumi dengan tujuan membicarakan perdamaian antara Vers dan bumi, tetapi di bumi, iring-iringan mobil mereka diserang dengan menggunakan rudal dan salah satu rudal tersebut menghancurkan mobil Asseylum. Mengetahui hal itu, pihak Vers yang berada di orbit bumi segera melakukan penyerangan ke bumi dan berencana untuk membunuh semua “old humans”.

My thoughts?

Udah tahun 2014 tapi bumi masih adem ayem aja tuh…  ehem… Kalo liat trailer dan image yang beredar sebelum animenya nongol, sepertinya tokoh utama adalah Kaizuka Inaho (seiyuu: Hanae Natsuki), tapi di episode 1 nya, masih belum terfokus ke dia dan malah sepertinya lebih fokus ke Slaine Troyard (seiyuu:Ono Kensho) dan si putri. Atau memang mau memperkenalkan karakter yang lain dulu?   Dan kalo ngeliat list of characters … so many of them. Ada banyak banget karakter yang dimuat di official website! Tapi tenang, ada Urobuchi Gen. Jumlah itu bisa menyusut tajam.  *just kidding.

Anyway, kayaknya sih bakalan ngikutin yang ini, at least since it has mecha on it. And Kalafina. Hehehe.

 

LINKS

Akame ga Kill!

Akame-ga-Kill-splash

Tatsumi (seiyuu: Saitou Souma) adalah seorang pemuda dari sebuah desa yang terpencil dan miskin. Dia bersama kedua temannya, Ieyasu (seiyuu: Takahashi Kouji) dan Sayo (seiyuu: Komatsu Mikako), berangkat menuju ibukota dengan harapan bisa bergabung dengan pasukan kerajaan dan membawa pulang penghasilan mereka untuk membantu desa mereka yang kekurangan. Tetapi dalam perjalanan mereka terpisah akibat serangan para penjahat. Tatsumi akhirnya berkelana sendirian dengan harapan bisa bertemu mereka kembali di ibukota nantinya.

Sesampainya di ibukota, Tatsumi yang berasal dari pedesaan tertipu oleh seorang perempuan sehingga kehilangan semua uangnya dan ia pun ditolak masuk sebagai anggota pasukan kerajaan. Ketika dia sedang istirahat di pinggir jalan, datang seorang putri bangsawan bernama Aria (seiyuu: Satou Kanami) yang menawarkan tempat untuk tinggal kepada Tatsumi. Sesampainya di rumah Aria, Tatsumi diterima dan diperlakukan dengan baik oleh keluarga Aria. Ketika sedang menemani Aria ke kota, Tatsumi melihat ada poster kriminal yang sedang dicari.

Mereka adalah kelompok pembunuh (assassin) yang disebut “Night Raid”. Night Raid dikenal sebagai kelompok pembunuh yang sadis dan sasaran mereka umumnya adalah para bangsawan. Dan pada malam harinya, Night Raid ternyata datang menghampiri rumah keluarga Aria. Satu per satu anggota keluarga Aria dibantai oleh Night Raid dan tersisa Aria yang dibawa lari oleh salah satu pengawal ke sebuah gudang di halaman belakang rumah.

Tatsumi tiba di halaman itu bersamaan dengan salah satu anggota Night Raid yaitu Akame (seiyuu: Amamiya Sora) yang dengan cepat membunuh si pengawal dan berniat membunuh Aria. Tatsumi yang merasa sudah ditolong oleh Aria, mencoba melindungi Aria dari serangan Akame. Awalnya Akame sama sekali tidak menyerang Tatsumi dan mengatakan bahwa Tatsumi bukanlah sasarannya, tetapi karena Tatsumi mencoba menghalangi Akame, akhirnya Akame menyerangnya. Ketika Akame hampir membunuh Tatsumi, tiba-tiba serangan Akame dihentikan oleh seorang perempuan yang ternyata adalah perempuan yang telah menipu Tatsumi.

Leone (seiyuu: Asakawa Yuu), perempuan itu, mengatakan kepada Tatsumi bahwa orang yang dia lindungi (Aria) sebenarnya bukan orang yang layak untuk dilindungi. Leone mendobrak pintu gudang dan Tatsumi sangat terkejut ketika melihat bahwa gudang itu berisi banyak sekali mayat manusia yang telah disiksa. Tatsumi sangat terkejut ketika melihat bahwa salah satu mayat itu adalah mayat Sayo. Dan dia lebih terkejut lagi ketika melihat bahwa salah satu tahanan di situ adalah Ieyasu yang berada dalam kondisi mengenaskan. Ieyasu mengatakan bahwa Aria-lah yang telah menyiksa mereka berdua dan membunuh Sayo.

Mengetahui hal itu dan setelah mendengar sendiri pengakuan Aria, Tatsumi menghentikan Akame yang akan membunuh Aria dan langsung membunuh Aria dengan tangannya sendiri. Melihat hal itu, Leone menjadi tertarik kepada Tatsumi dan mengajaknya bergabung dengan Night Raid (setengah memaksa).

My thoughts?

Menurut gue ini menarik. Terutama penceritaannya, yang di awal sepertinya kayak petualangan yang happy-go-lucky, gaya Tatsumi ketika berhasil membantai Danger Beast (sebutan untuk monster), kemudian ekspresi teman-temannya saat dia menceritakan bahwa Ieyasu mungkin tersesat, dst. Tapi semua itu berubah drastis begitu Night Raid muncul. Si ibu dibunuh dengan menggunakan senjata seperti gunting raksasa (dipotong jadi 2 ), si ayah yang dicekik sampai mati, dan yang terakhir, si anak langsung ditebas oleh Tatsumi tanpa ragu, padahal pada awalnya dia pikir bahwa Aria adalah penolongnya. Dan gue nggak akan terlalu kaget kalo nanti ada anggota Night Raid yang tewas, ya namanya juga pembunuh, pasti suatu ketika bisa terbunuh juga. Kalo yang kemarin kan pembunuhnya nggak ada yang mati. 

Additional info

Para anggota Night Raid (dan musuh-musuh mereka nanti) mempunyai senjata yang istimewa. Senjata-senjata itu disebut sebagai Teigu. Diceritakan bahwa ada 48 Teigu yang diciptakan 900 tahun yang lalu menggunakan ilmu alkimis dan menggunakan sisa dari Danger Beast. Masing-masing Teigu hanya bisa digunakan oleh orang yang ‘cocok’. Bentuk Teigu sendiri bermacam-macam, ada yang pedang seperti milik Akame, atau baju zirah seperti yang digunakan salah satu anggota Night Raid, sampai ke sesuatu yang berbentuk mahluk.

 

LINKS