90’s Underated Mecha Anime (part 1)

Dekade 90an adalah tahun yang fenomenal bagi anime bergenre mecha. Banyak mecha anime yang mencapai status legendary memulai episode perdana nya di dekade ini. Periode ini juga pakem-pakem yang biasanya menjadi ciri khas mecha anime yang terbagi begitu jelas antara real robot – super robot di tahun-tahun sebelum nya mulai kabur dan menyatu sehingga menjadi suatu yang baru. Namun diluar judul-judul mainstream dan legendaris seperti Neon Genesis Evangelion, Gundam Wing atau Vision of Escaflowne, ada banyak mecha anime dengan kualitas yang sebetulnya not bad namun sering tidak begitu dilirik karena kurang nya hype atau promosi atau malah dianggap sebagai produk gagal.

Berikut ini adalah beberapa mecha anime underrated rekomendasi saya

Gundam X

After War Gundam X bercerita soal Garroad Ran, seorang junk dealer yang rela melakukan apapun demi uang, termasuk mencuri mobile suit, menculik orang dan sebagai nya. Dunia sedang dalam kondisi post apocalypse akibat 7th Space War yang terjadi bertahun2 sebelum nya, banyak pihak mencari newtype, seseorang dengan kekuatan psikis luar biasa untuk dijadikan senjata demi menguasai sumber daya dunia yang tersisa. Nasib mempertemukan Garroad dengan Tifa seorang newtype muda dan dengan Jamile Neate, mantan newtype yang mempunyai misi untuk melindungi para newtype yang tersisa.

Anime buatan tahun 1996 ini tidak sepopuler pendahulu nya Gundam Wing. Ada banyak penyebab kenapa Gundam X mengalami rating drop yang begitu parah sehingga harus dipindah dari timeslot prime-time menjadi timeslot anak-anak (sabtu pagi), yaitu persaingan dengan Evangelion, kesuksesan luar biasa Gundam Wing dan cerita yang begitu depresi. Namun di apabila di lihat secara lebih detail, Gundam X menawarkan sesuatu yang belum pernah ada di dunia Gundam, misal motivasi Garroad yang bertempur demi Tifa, bukan kedamaian dunia atau survival atau yang lain. Selain itu Gundam X juga menawarkan cerita dewasa yang cukup sesuai dengan tema post apocalypse dan militer dimana urusan perang, bunuh membunuh dan politik adalah urusan orang dewasa, dan juga Gundam X menawarkan salah satu opening song terbaik di Gundam Universe dengan Resolution dari group ROM.

Verdict, Gundam X tidaklah sejelek yang dikatakan orang

Dai-Guard

Bagaimana jika sebuah mecha super diperlakukan seperti real machines ? pertanyaan sederhana itulah yang mendasari anime buatan tahun 1999 ini. Dai Guard bercerita soal bagaimana Jepang bertahan dari serangan fenomena masif bernama Heterodyne, Pihak militer membuat robot raksaksa bernama Dai Guard untuk melawan Heterodyne, namun pada saat Dai Guard selesai dibuat, krisis Heterodyne telah teratasi, hal ini membuat Dai Guard menjadi tidak berguna dan hanya menambah beban anggaran. 12 tahun kemudian Dai Guard kemudian di kelola oleh perusahaan swasta 21st Century Defense Corp. Banyak dari pegawai perusahaan yang berkata bahwa Dai Guard hanya berguna untuk publisitas namun tidak dengan Akagi Shunsuke dan 2 pilot lainnya yang yakin bahwa Dai Guard akan segera dibutuhkan, dan mereka tidak salah.

Dai Guard adalah sebuah karya unik dan cukup jarang di jagad mecha anime. Super Robot biasanya adalah sebuah personifikasi dari kegagahan, serangan brutal dan yang terpenting adalah unlimited support baik secara finansial maupun secara legal dari pemerintah. Namun Dai Guard sering kali dibatasi oleh berbagai permasalahan sehingga hanya untuk bisa berdiri dan bertarung dengan Heterodyne seringkali dianggap sebuah keajaiban. Satu-satu nya yang mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah anime super robot adalah pilot utama Dai Guard, Akagi Shunsuke adalah otaku mecha kelas berat yang seringkali (berupaya) mengatasi segala permasalahan dengan hotblood dan juga meneriakan nama serangan Dai Guard ala pilot super robot klasik.

Paruh pertama dari 26 episode Dai Guard menurut saya adalah salah satu yang terbaik (dan terunik) di anime super robot modern. Kita bisa melihat bagaimana Dai Guard diperlakukan sebagai aset perusahaan, bagaimana Heterodyne dilihat bukan sebagai monster namun semacam bencana alam, dan juga yang terpenting terbangunnya karakterisasi  yang baik diantara pilot pilot Dai Guard. Akagi yang super antusias untuk mengendarai DaiGuard, Ibuki yang sering menjadi voice of reason dari tim, dan Aoyama yang terlihat ogah-ogahan dan playboy namun menyimpan sesuatu yang pedih.

Sementara paruh kedua tidaklah jelek, namun ada beberapa faktor yang membuat intensitas cerita agak turun, seperti Dai Guard  yang menerima upgrade sehingga bisa bergabung secara otomatis ala Voltes V (sebelumnya Dai Guard membutuhkan perakitan on-site ala mobile crane) dan juga intrik dengan pihak militer.

In the end, jika mencari sesuatu yang unik dan jarang ada di dunia anime mecha, saya bisa merekomendasikan Dai Guard sebagai tontonan yang cukup berkualitas.

Oh and… jangan lupa untuk keep your ears (and eyes) open to that great opening song !

Verdict : MUST TRY !

Dendoh

Era 90an adalah era dimana anime mecha (terutama super robot) mulai mengalami perubahan dalam struktur cerita, tidak ada lagi cerita simpel penyerangan makhluk asing dan super robot membela bumi. Namun ada 1 anime yang masih percaya bahwa premis klasik tersebut masih punya peminat, dan mereka tidak salah.

Anime itu adalah Gear Fighter Dendoh, bercerita mengenai Izumo Ginga dan Kusanagi Hokuto dua remaja yang secara tidak sengaja menjadi pilot dari Dendoh, sebuah robot yang membutuhkan koordinasi yang baik antara bagian kiri dan kanan untuk berfungsi. Melawan mereka adalah alien Galva yang ingin menguasai bumi untuk mencari sesuatu. Ginga dan Hokuto didukung oleh GEAR sebuah organisasi rahasia dibawah pimpinan Vega, wanita bertopeng misterius yang bertempur menggunakan motor. Situasi jadi semakin rumit karena ternyata Galva pun mempunyai robot serupa bernama Night Ouga yang kemampuannya jauh diatas Dendoh.

Dendoh adalah buah karya dari sutradara Fukuda Mitsuo dan istrinya (alm) penulis Morosawa Chiaki, yang terkenal dengan Cyber Formula dan (kemudian) Gundam SEED. Secara cerita umum tidak banyak yang ditawarkan oleh Dendoh, namun cukup banyak gimmick dan twist yang terjadi sehingga cukup untuk saya betah menonton hingga 38 episode. Gimmick yang ditawarkan antara lain Dendoh harus di kontrol oleh 2 orang, sehingga menimbulkan potensi konflik yang baik, juga senjata Dendoh adalah sepasukan mecha berbentuk binatang yang berkekuatan luar biasa, dan Dendoh harus mencari mereka satu per satu dan itupun tidak selalu berhasil untuk memperoleh mereka, dan fakta bahwa Ginga dan Hokuto adalah lahir dari keluarga baik baik, dan sangat supportive kepada kegiatan mereka sebagai pilot super robot, hal yang sangat jarang di dunia anime 90an yang penuh dengan emo-story. Belum lagi twist seperti siapakah Vega, siapakah Emperor Galva, siapa pilot Ouga dan darimana dia berasal. Semua ini di akhiri dengan cukup baik di episode2 akhir, walaupun jelas berasa bahwa Dendoh seperti mengalami pemotongan episode.

Verdict : Simple story and familiar tropes adalah kekuatan sebenarnya dari Dendoh, anime ini terasa begitu humble dan sederhana apabila dibandingkan dengan super robot heavyweight seperti MazinKaizer atau Getter Armageddon. Namun ditengah kesederhanaan itu ada fun adventures, kehangatan keluarga dan aksi robot klasik yang sudah jarang terlihat. Saya merekomendasikan Dendoh untuk fans super robot untuk nostalgia.

Brain Powerd

Sebuah kapal makhluk asing yang terbenam di dasar Samudra Pacific bernama Orphan menyebabkan banyak bencana di bumi, namun didalamnya ada orang-orang yang bekerjasama dengan Orphan dengan imbalan pengetahuan yang sangat luar biasa. Orphan akhirnya pergi keluar angkasa dan meninggalkan bumi dalam keadaan rusak. Anak buah Orphan, para Reclaimer kembali ke bumi dengan mengendarai mecha yang disebut Antibody untuk mengumpulkan relic yang ditinggalkan Orphan berbentuk disc. Utsumiya Hime seorang rebel yang menentang Orphan menemukan salah satu disc tersebut dan membangkitkan Antibody yang dia beri nama “Brain Powerd”. Bersama dengan Isami Yu, mantan Reclaimer yang melarikan diri, Hime dan Yu terlibat petualangan untuk menentukan nasib umat manusia.

Jika kalian bingung membaca premis diatas, ya, seperti itulah rasanya sepanjang 26 episode. Sesuai ciri khas Yoshiyuki Tomino, Brain Powerd mengawali episode pertamanya dengan sederet eksposisi DAN event yang membuat kita hanya melongo.

Pada awal pre-release, Brain Powerd sering dikatakan sebagai anime dengan super talent dibelakangnya, Sutradara Yoshiyuki Tomino, Karakter Designer Mitsumi Inomata (Tales series), Mecha Designer Nagano Mamoru (Five Star Stories), Music Director Yoko Kanno (Macross Plus). Tomino pernah berkata bahwa Brain Powerd adalah jawaban dia untuk Evangelion. Untuk beberapa aspek seperti tema “love is the answer” , memang Brain Powerd dirasa lebih mumpuni, namun itu akan terasa berbeda untuk tiap orang.

Kekuatan utama dari Brain Powerd adalah karakter, karakter2 seperti Isami Yu dan Utsumiya Hime tergambar secara lugas dan jelas, namun karena ini anime Tomino, diperlukan waktu khusus untuk mendalami mereka, mencari motif dan tujuan mereka di anime ini, begitu juga dengan puluhan karakter lain yang terkesan numpang lewat. Karakter design oleh Mitsumi Inomata dan design mecha oleh sang legenda Nagano Mamoru juga ikut menambah dinamis sesuai dengan alur cerita

Kekuatan kedua adalah musik, digawangi oleh Yoko Kanno, musik dari Brain Powerd berasa a class of its own, musik ambient yang kadang berasa surreal ini mengiringi kita selama 26 episode, dan ending anime ini “Field of Love” oleh Kokia, adalah salah satu lagu anime terindah yang pernah ada.

Verdict : Brain Powerd sangat disarankan untuk para die-hard fans Tomino, fans anime dengan banyak filosofi ala Evangelion dan anime-anime apocalypse lainnya, terutama mereka dengan kesabaran yang lebih.

Dual

Saya yakin rata-rata fans anime secara umum mengenal apa itu Neon Genesis Evangelion, anime yang sangat fenomenal bahkan saat di re-run oleh Netflix, masih menimbulkan gelombang keingin-tahuan dari banyak orang, bahkan setelah lebih dari setengah dekade penayangan originalnya. Evangelion juga membuat ramai trend anime dengan setting depresi dan karakter utama yang juga tidak kalah kelam, namun tahukah ada anime serupa Evangelion namun dengan setting ceria dan juga mendekati harem anime ?

Ya, anime itu adalah Dual, Pararel Trouble Adventure

Jika Brain Powerd adalah jawaban serius untuk Evangelion maka Dual adalah relaksasi. Hampir semua astetik Evangelion ada pada Dual, termasuk tiga mecha humanoid kurus dengan pilot khusus.

Di tayangkan pada April 1999, anime ini memang tidak mempunyai kredibilitas yang mengagumkan seperti Evangelion, namun menurut saya cukup lumayan untuk diikuti. Kekuatan dari Dual, tentu bukan pada psikologis dan pendalaman karakter, namun kepada komedi dan sedikit action serta kehidupan harem si Kazuki, si karakter utama. Aksi pertempuran antar mecha, menurut saya cukup mengasyikan di awal dan akhir cerita, namun komedi nya tersebar di sepanjang serial. Satu poing menarik yang diberikan oleh Dual adalah, dunia pararel dan point of divergence, dan inilah yang akhirnya menjadi titik awal pembeda dari Dual dan Evangelion.

Verdict, jangan berharap terlalu banyak, nikmati apa yang ditawarkan oleh anime ini dengan ringan, karena anime ini memang menjanjikan ringan, dan itulah yang akan kita dapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.