Anime dan Borobudur


Dalam episode 13 (season 2 episode 1) anime Souten no Ken: Re-Genesis, bisa kita lihat adegan di mana salah satu karakternya mengatakan bahwa dia lari ke Indonesia, dan di sekitar menit ke 18:00 tampak pemandangan candi “Borobudur” (gambar di atas).

Note:
Repost, karena ada error waktu backup database. Sekalian edit judul. ????

Goblin Slayer

Seorang Priestess (seiyuu: Ogura Yui) muda yang baru saja selesai menjalani latihan ingin mencoba menjadi seorang adventurer dan mendatangi guild untuk mendaftarkan dirinya. Di situ dia mendapatkan informasi mengenai tingkatan para adventurer dan karena dia adalah seorang pemula, maka rank atau peringkatnya adalah Porcelain.

Setelah mendaftar, dia dihampiri oleh beberapa adventurer lain, (sepertinya) mereka adalah seorang swordsman (pengguna pedang), fighter (bela diri tangan kosong, monk?),dan mage (penyihir pemula) yang juga masih merupakan rank porcelain. Mereka mengajak Priestess untuk berburu goblin meskipun Guild Girl (seiyuu: Uchida Maaya), yang memberikan petunjuk mengenai quest, tampak tidak menyetujui hal tersebut karena terlalu berbahaya untuk level porcelain.

Mereka berempat kemudian masuk ke dalam gua yang merupakan tempat persembunyian goblin yang diduga telah menculik para gadis dari sebuah desa di dekat situ. Pada awalnya mereka penuh dengan keyakinan akan mampu menghadapi para goblin di gua tersebut tetapi apa yang terjadi kemudian adalah hal yang mengerikan di mana swordsman dan mage akhirnya terbunuh oleh sementara nasib monk tidak lebih baik, karena dia tidak langsung dibunuh tetapi disiksa oleh para goblin.

Saat Priestess terpojok oleh para goblin, dia ditolong oleh seseorang yang mengaku bernama Goblin Slayer (seiyuu: Umehara Yuuichiro), seorang adventurer dengan rank Silver. Goblin Slayer dengan mudah (dan sadis) menghabisi semua goblin yang ada dalam gua tersebut termasuk anak-anak mereka. Meskipun dia tidak menyangkal ada kemungkinan goblin yang baik, tetapi dia tetap memilih untuk menghabisi mereka sampai dia menemukan bukti bahwa memang benar ada goblin yang baik.

Setelah kejadian itu, Priestess memutuskan untuk tetap menjadi seorang adventurer dan memulai petualangannya bersama dengan Goblin Slayer.

My thoughts?

Wow … just wow. ????

Tapi sebelum ngomongin lebih jauh, gue harus mengakui agak bingung bagaimana menterjemahkan istilah-istilah yang dipake tanpa harus keliatan “kaku” ketika ditranslasikan ke bahasa Indonesia. Mungkin yang pekerjaannya memang khusus sebagai penerjemah bisa menemukan kata-kata yang lebih pas. Karena gue bukan profesional di bidang bahasa tadi, jadi ya gue pilih tetap mempertahankan istilah kayak adventurer, Priestess, swordsman, fighter/monk, mage, dst. Dan khusus untuk yang tangan kosong, ada beberapa karakter di MMORPG yang bertarung dengan tangan kosong/fighter, yang populer biasanya sih memang kelas Monk, lainnya lagi ada Pugilist, Taekwon, dll.

Satu catatan lagi, memang dari sononya para karakter ini nggak dikasih nama. Mereka cuma diperkenalkan dengan sebutan sesuai deskripsi karakternya (yang mungkin buat para penggemar MMORPG atau sejenisnya pasti udah sangat familiar). Seperti Priestess ya tetep aja dinamain Priestess, nggak ada nama karakternya. Bahkan “NPC” nya pun cuma disebut Guild Girl atau Cow Girl. Dan nggak disebutin juga apakah ini isekai, atau ya memang ini cerita di dunia itu, bukan program transmigrasi. ????

Back to the story

Ini episode pertama udah langsung dark and gory. Tanpa basa basi anggota party dibantai dan ehem… dilecehkan sama para goblin itu. Deskripsi pertarungannya sendiri sih kalo pas melibatkan korbannya manusia, nggak diliatin secara langsung moncrotnya tapi kalo pas hajar goblin keliatan lebih dramatis.

Goblin Slayer sendiri juga digambarkan nggak terlalu banyak basa-basi dan datar tanpa emosi. Dia juga dengan mudah membunuh si mage yang memang sebenarnya sudah nggak mungkin tertolong lagi. Dilihat dari sudut pandang lain, memang sebenernya si GS justru malah menyelamatkan si mage dari siksaan akibat racun yang menyebar dalam tubuhnya secara perlahan dan menyiksa si mage (sampai mati).

Anyway, gue pengen coba liat ini anime sampai at least 5 episode dulu deh sebelum memutuskan akan ikutin atau nggak. Kalo ini isekai, ya ini berarti isekai yang agak beda karena karakternya nggak jadi dewa di dunia alternatif. Si GS sendiri juga bisa menjadi seperti itu karena dia memang mengkhususkan dirinya hanya mengambil quest yang berkaitan dengan pembantaian goblin, jadi dia punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup luas mengenai goblin, bukan karena browsing internet. ????

 

LINKS

Tensei Shitara Slime Datta Ken

That time I got reincarnated as a … slime

Mikami Satoru (seiyuu: Terashima Takuma) adalah seorang laki-laki biasa berusia 37 tahun yang secara tragis terbunuh oleh seorang perampok yang melarikan diri. Di saat-saat menjelang kematiannya, dalam pikirannya terlintas bermacam-macam keinginan dan sepertinya ada suara yang mengatakan bahwa keinginannya terpenuhi, seperti ketika dia merasa tubuhnya mulai dingin, maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap dingin, ketika dia merasa nyeri maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap rasa sakit, dst.

Setelah meninggal, Satoru ternyata mengalami reinkarnasi tetapi kali ini dia tidak menjadi manusia tetapi menjadi semacam slime, tidak punya mata, tidak punya telinga, tangan maupun kaki. Tetapi karena banyak ‘keinginan sebelum mati’nya terpenuhi, Satoru yang kini berupa slime, mempunyai kemampuan untuk menyerap benda di sekitarnya, mempelajarinya, dan meniru semua karakteristik dari benda tersebut. Dalam kondisinya yang sekarang ini, Satoru kemudian dikenal sebagai Rimuru Tempest (seiyuu: Okazaki Miho). Sejak itu dimulailah petualangan Rimuru, slime yang mempunyai kekuatan istimewa.

My thoughts?

Seperti gue bilang, isekai masih sangat populer. Ini juga bentuk isekai alias ‘pindah’ ke dunia lain. Tapi lucu juga, dia reinkarnasi, pindah ke dunia lain dalam bentuk slime. ???? Cuma ya tetep, dia powerful, tapi at least dia nggak pake henpon di isekai. Hahaha.

Mood cerita kayaknya nyantai, kalo judul yang sebelumnya berkesan kayak mau dibikin serius mikir (sotoy mode), tapi berhubung nggak pernah baca LN, jadi ya ngandalin impresi dari anime aja.

Yang jelas waktu gue ke official websitenya, langsung rada khawatir sama jumlah karakter di daftarnya … banyak! ???? Dan nggak tau kenapa, di list karakter itu, setelah karakter nomer 15 langsung skip ke 20, lalu dari 26 tiba-tiba skip langsung ke 34 dan terakhir di 35. Ke mana karakter nomer 16 – 19 dan 27 – 33? Btw, untuk gambar di atas, karakter nomer 2 memang nggak dimasukin karena karakter nomer 2 adalah Satoru. ????

LINKS

Akanesasu Shoujo

たの日常は、だれかの非日常だ

Tsuchimiya Asuka (seiyuu: Kurosawa Tomoyo), Tounaka Yu (seiyuu: LYNN), Mia Silverstone (seiyuu: Touyama Nao), Nanase Nana (seiyuu: Koshimizu Ami), dan Chloe Morisu (seiyuu: Inoue Marina) adalah anggota “Crystal Radio Club”. Atas ajakan Asuka, kelima anak ini mencoba melakukan ritual yang dipercaya akan membawa mereka ke sebuah dunia lain.

Awalnya mereka menganggap semua itu hanya sebagai sebuah permainan, sampai suatu hari Chloe menemukan sebuah kristal di halaman kuil tempat mereka biasa melakukan ritual tersebut. Chloe mengatakan bahwa kristal itu menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu. Asuka kemudian mengatakan bahwa frekuensi itu kemungkinan adalah frekuensi yang bisa membuka gerbang ke dunia lain dan untuk membuktikannya mereka berlima kembali mencoba ritual tersebut.

Di luar dugaan mereka, ternyata frekuensi tersebut memang membuka portal ke dunia lain dan di dunia tersebut mereka diserang oleh monster. Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Asuka datang dan mengalahkan monster tersebut. Dia kemudian membawa Asuka dkk kembali ke dunia asal mereka, tetapi kemudian pingsan sebelum bisa kembali ke dunia lain.

Asuka memutuskan untuk membawa anak perempuan itu pulang dan membiarkannya istirahat. Asuka mengatakan bahwa di rumahnya selalu dibuat 1 porsi makanan ekstra untuk ‘seseorang yang sudah tidak ada’ di rumah mereka. Anak perempuan itu sebenarnya mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh Asuka karena dia adalah ‘Asuka’ juga tetapi dari dunia lain, dan orang yang dimaksud itu adalah saudara Asuka yaitu Tsuchimiya Kyohei.

‘Asuka’ dari dunia lain kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah Asuka dan kembali ke dunia tempat di mana dia bertarung melawan monster, tetapi secara tidak sengaja dia meninggalkan liontin berisi foto Kyohei di kamar Asuka, dan ketika Asuka menemukannya dia pun menyadari bahwa anak perempuan yang mirip dengan dirinya itu adalah Asuka juga tetapi dari dunia yang berbeda.

My thoughts? 

Varian lain dari isekai? Dan kayaknya memang tema isekai masih banyak sekali dan mungkin masih akan ‘laku’ sampai 1-2 tahun ke depan? Mungkin aja sih, toh tema harem yang udah ada sejak jaman kapan sampai sekarang juga masih eksis terus (dan laku).

Jadi kayaknya ini inter-dimensional travel kali ya maksudnya. Di mana Asuka dan ‘Asuka’ bertemu di satu tempat, dan di situ nanti mungkin akan ada semacam konflik yang kemungkinan melibatkan hilangnya Tsuchimiya Kyohei. Berhubung dua-duanya pake nama Asuka jadi paling bedainnya Asuka (Crystal Radio Club) dan ‘Asuka’ (isekai) aja.

Perbedaan dari kedua Asuka, selain penampilan dan attitude, kalo yang ‘Asuka’ kayaknya lebih ke solo player, nggak keliatan temen-temennya di isekai (atau belum?). Kalo Asuka, dia masuk ke isekainya bareng rombongan temen-temennya. Mungkin yang ‘Asuka’ memang sengaja memilih ke isekai sendirian atau temennya nggak ada yang mau. Atau mungkin di dunia ‘Asuka’ mereka malah jadi musuh dan nanti salah satu dari ber-4 itu jadi last boss, atau ya last boss nya si Kyohei juga bisa. Alternatif lain ya Crystal Radio Club ini bakalan jadi mahou shoujo kayak Madoka. Yah gue bisa sebutin banyak kemungkinan … karena itu plot twist yang bisa (dan biasanya) terjadi. ????

Yang jelas anime ini kalo nggak salah dia ‘original’, belum pernah muncul dalam media lain selain anime karena memang ini ditayangkan oleh Animax sebagai peringatan usianya yang ke-20. Congratulations Animax!

LINKS

End of Summer 2018

Okey, ini emang bener-bener out of nowhere, soalnya nggak ada cerita tentang summer anime (malas) dan judul apa aja yang gue tonton tau-tau udah kelar musim panasnya. ????

Dari banyak judul musim panas ini, secara pribadi, nggak ada anime yang menurut gue bagus untuk ditonton. ???? Nggak tau kenapa, tapi nggak ada aja yang membuat gue penasaran untuk ikutin per episodenya, nggak sampe nunggu-nunggu next week supaya bisa segera tau lanjutannya, nggak ada rasa cliffhanger di ending tiap episode, atau ya hal-hal sejenisnya lah. ????

Jadi kalo ada beberapa judul musim panas yang dibahas di sini, berarti gue nontonnya ya so-so aja, malah rasanya ya kayak sambil lewat aja. Mungkin bisa dibilang kalo nontonnya ya murni karena (nyari) hiburan aja. Bukan jadi kewajiban juga sih tapi kayak berasa “daripada nggak ada tontonan”. ????

Lupin III Part V

Sebagai awal bahasan, ada peninggalan musim semi yang gue tonton (iya bukan anime musim panas, tau…) tapi malahan menurut gue lebih menarik daripada anime-anime musim panas, yaitu Lupin III – Part V. Yup, ini judul klasik tapi kali ini ceritanya Lupin ada di Eropa dan lebih banyak berada di Perancis, negeri asal muasal tokoh Arsène Lupin (gentleman thief karya Maurice Leblanc) yang (ceritanya) merupakan leluhur Lupin III. Cerita Lupin III sebenernya ya sederhana aja, cerita tentang pencuri legendaris yang selalu berhasil mencuri apapun yang dia inginkan dan itu nggak cuma terbatas di uang, perhiasan atau benda seni. Serunya ya karena si Lupin III ini nggak “ketinggalan jaman”, dia nggak cuma bermusuhan sama Inspektur Zenigata yang berusaha nangkep dia, tapi juga harus berhadapan dengan kejamnya media sosial alias sosmed. Sesuatu yang memang umum terjadi di masa sekarang, dan di dunia nyata. ????

Overlord III

Boring. Jujur season 3 ini tadinya gue harapkan bisa membuat anime summer lebih greget karena ya gue ngikutin season 1 dan 2, tapi sepanjang musim panas (saat ini ditulis udah sampe episode 11, mungkin 1 episode lagi sebelum tutup musim), ceritanya agak boring, banyakan ngomong, dan … boring. ???? Mungkin karena gue nggak baca versi media cetaknya, tapi justru itu intinya, anime kan dibuat untuk bisa dinikmati secara audio visual dan ‘hidup’, kalo datar aja ya jadinya membosankan. Kalo dibilang di novel/manga nya lebih seru, bisa jadi, tapi karena gue liatnya media anime ya otomatis bilang: nggak seru. Kalo dibilang baca aja novel/manga nya, ya … itu di luar konteks animindo. ????

Angolmois – Genkou Kassenki

Okey, gue nonton ini karena tertarik sama background ceritanya yang berkaitan dengan samurai dan era di mana mereka masih berjaya. Dan di sini samurainya nggak pake basa-basi, kill or be killed. Dicampur sama cerita tentang invasi Mongolia ke Jepang, tapi sejauh pengetahuan gue nggak berkaitan ama tokoh-tokoh sejarah yang beneran ada, jadi cenderung lebih bebas. Yang jelas gue suka sih di sini tokoh utamanya nggak cengeng dan nggak kebanyakan drama. Dia digambarkan berpikir praktis seperti seorang petarung yang sedang berhadapan dengan musuh, dia nggak ragu untuk menebas musuh, dan bahkan memenggal kepala orang yang bertarung bersama dia melawan musuh tapi akhirnya berkhianat. Itupun dia lakukan dengan tetap menjaga kehormatan seorang samurai. Begitu juga dengan yang dia penggal, dia sadar penuh sudah berkhianat dan dia juga bertanggung jawab atas perbuatannya. Secara umum, buat gue ini layak tonton meskipun bukan yang bagus banget karena ya pada akhirnya jujur aja, agak generik, nggak ada sesuatu yang istimewa. ????

Kalopun ada yang gue anggap menarik, adalah karakterisasi tuan putrinya. Yang jelas dia bukan tipe pasrahan, tapi di sini digambarkan juga kalo dia berani mengambil inisiatif pendekatan ke tokoh utama (meskipun dilakukan kalo pas dia lagi tidur, dan nggak cuma satu kali). Nah gue nggak tau apakah memang budaya atau sejarah atau karakter perempuan Jepang di masa itu memang seperti itu, atau ceritanya tuan putri ini memang agak beda dibandingin perempuan lain di masanya. Karena tadinya gue pikir sebagai tuan putri itu dia nggak akan mau/berani ngambil inisiatif seperti itu, paling minimal dia menahan diri sekuat tenaga. Mungkin yang lebih paham budaya Jepang lebih tau (dan yang gue maksud yang beneran mempelajari ilmu budaya, bukan yang cuma kyaa kyaa doang bisanya. ????)

Isekai Maou to Shoukan Shoujo no Dorei Majutsu

Lagi-lagi isekai, alias transmigrasi ke dunia lain. ???? Tema yang mendadak booming (lagi). Padahal sebenernya udah ada sejak lama. Serius. Coba aja baca tulisan tsu beberapa waktu lalu.

Kenapa gue nonton ini? Karena eh karena, liat di medsos katanya di musim panas kali ini, judul isekai inilah yang dibilang masih layak tonton dibanding ama isekai yang satu lagi (ntar gue sebut juga kok ????). Berhubung penasaran ya akhirnya nonton, dan … ya gitu deh. Intinya pindah dunia lain, punya harem, tapi jagoannya orang yang socially awkward alias gak gaul dan skill komunikasinya dengan orang lain sangat buruk karena di kehidupan aslinya dia memang menutup diri. Ceritanya? Biasa aja. Tipikal, player level tinggi masuk dunia seperti gamenya tapi yang lain levelnya di bawah dia, lalu dia harus lawan ‘demon lord’ nya, dikasih twist pengkhianatan dikit di ujung pas mau tamat, but all’s forgiven, trus ya udah, kelar. ????

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria

Nah ini yang sempat disebutkan sebelumnya, berdasarkan sabda para netijen, ini isekai yang terburuk di musim panas. Yang mana dalam hal ini gue setuju. Loh, berarti gue tonton? Iyes, gue tonton. ???? For objectivity! ???? Kalo yang di atas gue bilang ceritanya biasa aja, nah kalo yang ini … gue nggak tau kategorinya apa. ???? Cerita langsung dimulai dengan si jagoan udah ada di isekai, udah ada haremnya, tinggal nambahin beberapa cewek lagi. Kenapa dia bisa sampe ke dunia itu nggak dijelasin, cuma diliatin sekilas-sekilas di opening song. ???? Sepanjang serial juga dijelasinnya cuma seiprit doang. Supaya lebih gajebo, si jagoan bisa komunikasi ama ceweknya di dunia lain dengan menggunakan henpon nya! Damn. Itu providernya canggih banget bisa komunikasi antar dimensi. Hebatnya, itu henpon bisa dicharge tanpa listrik di isekai-nya. Lebih hebat konyolnya lagi, si jagoan bisa “cheat” dengan cara browsing lewat hpnya untuk bisa mengatasi situasi yang dia hadapi. ???? Saran gue sih sederhana, nggak usah ditonton. Hahaha.

Shichisei no Subaru

Anohana dikawin silang ama SAO. Kayaknya itu udah cukup jelas. Geng anak-anak, demen main game online yang model virtual. Coba gue cek daftar hadirnya dulu. Satu cewek meninggal, gang leader-nya jadi menutup diri karena sebenernya dia seneng ama yang meninggal, satu cowok yang seneng ama yang meninggal nyalahin dia, satu cewek yang pendiam seneng ama cowok yang nyalahin leader, satu cewek yang seksi seneng ama leader tapi leader nggak, satu cowok yang easy going. Yang meninggal, tiba-tiba diketahui masih ‘hidup’ di dunia virtual. Dia muncul di hadapan si leader dan punya 1 keinginan: mengumpulkan lagi teman-teman se-geng-nya. Gimana mau nggak kepikiran Anohana coba? ????

Buat yang nonton Anohana pasti bisa sebutin karakter-karakter itu siapa aja, dan mereka semua ada di anime ini. Cuma di sini hantu yang meninggal bukan keliaran di dunia nyata tapi di dunia virtual. Terus ceritanya ada plot twist di mana ada organisasi/perusahaan yang berusaha mewujudkan kekuatan ‘senses’ para player dunia virtual ke kehidupan nyata. Tapi dangkal banget penjelasan dan upayanya, malah sepanjang serial nggak ada apa-apanya jadi kayak PvP aja. (buat yang biasa main game online, pasti tau kan PvP apaan, kalo nggak ya bisa tanya kakek Wiki). Udah gitu konklusinya cuma ada mereka berhasil reunian lalu di suatu tempat ada berita kalo ada organisasi yang diselidiki ama pihak berwajib karena melakukan percobaan itu. That’s it.

Mungkin anime ini harusnya nggak kayak gini, nggak tau ada hubungannya apa nggak dengan berita bahwa produser anime ini ditangkap pihak berwajib karena diduga menculik seorang remaja … ????

Want to watch

Ada judul yang belum gue liat lebih jauh tapi ada rencana mau gue tonton, Tenrou: Sirius the Jaeger, belum tau bakalan kayak apa, baru sempat liat 2 episode awal jadi belum bisa komen juga. Cuma kok kayaknya netijen adem ayem aja ama judul satu ini. Mungkin kurang menarik? Atau karena bukan isekai, nggak ada harem dan no moe-moe jadi nggak diminati? Nggak tau juga.

Thus ended the summer of 2018