animindo

anime . indonesia

Page 3 of 32

ChaoS;Child

Pada tanggal 6 November 2009 telah terjadi sebuah gempa yang memporak porandakan Shibuya dalam semalam. Bencana tersebut menimbulkan banyak pertanyaan karena daerah-daerah di sekitar gempa sama sekali tidak terpengaruh dan tidak mengalami kerusakan padahal kerusakan yang terjadi di Shibuya sangat parah. Banyak teori yang bermunculan mengenai fenomena tersebut bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kejadian itu bukanlah bencana alam tetapi merupakan perbuatan manusia/seseorang. Selain itu, banyak korban selamat yang mengatakan bahwa pada malam kejadian itu mereka melihat sebuah cahaya yang sangat terang tepat sebelum gempa terjadi tetapi banyak pula yang meragukan hal tersebut dan cenderung menganggap bahwa kesaksian itu hanya merupakan khayalan orang-orang yang mengalami stres akibat kejadian yang menimpa mereka.

6 tahun setelah kejadian itu, Miyoshita Takuru (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu) yang merupakan salah satu anggota klub koran sekolah sedang terobsesi dengan menyelidiki kasus-kasus kematian aneh yang terjadi di sekitar kota tempat dia dan teman-temannya bersekolah. Sejauh ini dia sudah mendapatkan 2 kasus kematian yang misterius di mana kasus yang pertama adalah seorang video blogger menayangkan secara live streaming kegiatannya di depan webcam, dan tanpa ada yang tahu apa yang terjadi, tiba-tiba dia sudah kembali ke depan kamera, membawa potongan tangannya sendiri kemudian memakan jari-jarinya. Setelah itu dia ditemukan tewas karena kehabisan darah dan hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kasus tersebut adalah kasus bunuh diri. Kejadian kedua adalah kematian seorang musisi jalanan yang tiba-tiba meninggal ketika sedang menyanyi di depan para pejalan kaki. Hasil penyelidikan dan otopsi jenazah menemukan bahwa ternyata korban sebelumnya telah membeli cutter dan lakban, kemudian menyayat perutnya sendiri lalu memasukkan sebuah speaker ke dalamnya kemudian menutup luka tersebut dengan lakban.

Obsesi Takuru untuk menyelidiki kasus-kasus ini membuat khawatir saudara angkatnya, Kurusu Nono (seiyuu: Sarah Emi Bridcutt) yang juga merupakan wakil ketua organisasi siswa di sekolah mereka. Nono mengkhawatirkan keselamatan Takuru yang selalu memburu kasus-kasus sejenis bahkan sampai mendatangi tempat kejadian untuk mendapatkan foto atau apapun yang bisa dijadikan bahan untuk dibahas di klub mereka. Ketika sedang berdebat dengan Nono, Takuru kemudian menyadari bahwa 6 tahun yang lalu, pada tanggal-tanggal tertentu telah terjadi 7 kasus kematian misterius di Shibuya. Dan ketika tanggal-tanggal tersebut dicocokkan, ternyata 2 kasus kematian yang sedang mereka bicarakan telah terjadi pada tanggal dan urutan yang sama seperti 6 tahun lalu. Berdasarkan pemikiran ini, Takuru memperkirakan bahwa hari itu akan terjadi kasus kematian misterius yang ketiga.

Untuk membuktikan ‘teori’nya itu, Takuru dibantu oleh Onoe Serika (seiyuu: Uesaka Sumire) sesama anggota klub-nya mencoba menyelidiki sebuah kasus yang baru saja terjadi di sebuah hotel. Mereka berdua menyusup masuk ke dalam kamar yang dicurigai sebagai lokasi kejadian dan menemukan 2 orang laki-laki yang sudah tewas dan seorang anak perempuan yang masih hidup. Takuru dan Onoe yang panik segera berusaha keluar dari kamar itu tetapi pintunya tidak bisa dibuka, sementara Takuru sendiri sempat merekam semua kejadian itu ke dalam ponselnya sebelum dia pingsan dan ditemukan oleh polisi. Tanpa sepengetahuan polisi, Onoe sempat mengupload video tersebut ke penyimpanan daring sehingga mereka tetap memiliki rekaman tersebut meskipun polisi telah menghapus semua data dalam ponsel Takuru. Ketika Takuru dan Onoe melihat kembali rekaman tersebut mereka menemukan semacam stiker di dinding lokasi kejadian yang berbentuk gambar seorang pesumo yang sebelumnya pernah dilihat Takuru dalam kasus-kasus yang lain.

Sementara itu, anak perempuan yang ada di lokasi kejadian adalah seorang siswa sekolah Takuru yang bernama Arimura Hinae (seiyuu: Mimori Suzuko). Mengetahui hal itu, Takuru pun kemudian mencoba mencari tahu tentang Hinae di sekolah dan ternyata dia adalah ketua klub literatur, dan ketika tahu bahwa Takuru adalah orang yang berada di lokasi kejadian pada waktu itu, Hinae mengatakan bahwa Takuru tindakannya itu akan mengakibatkan dia terbunuh.

 

My thoughts?

Ini sebenernya kelanjutan dari ChaoS;Head, jadi kalo dulu ada yang suka ChaoS;Head ya mungkin akan berminat nonton ini. Atau yang seneng cerita model bizarre atau agak-agak mind-bending dan njelimet.  Cuma pastiin aja nggak keberatan sama kepusingan dan keruwetan jalan ceritanya. Kalo soal pembunuhannya sih nggak terlalu terang-terangan kok deskripsinya, tapi ya ada lah adegan darah-darah muncrat nya. Not suitable for children underage.

Terus terang dulu nggak ngikutin ChaoS;Head, so untuk yang ini ya ragu-ragu mau nonton apa nggak. Hahaha.

Btw, episode pertama memang panjang, karena isinya ada 2 cerita, separuh awal menceritakan 7 pembunuhan misterius di tahun 2009, separuh yang kedua menceritakan 6 tahun kemudian pas Takuru sudah gede.

 

LINKS

Trivia: Akiba’s Trip The Animation

Dalam anime Akiba’s Trip The Animation episode 2, diceritakan Tamotsu, Matome, dan Arisa mengunjungi sebuah toko yang menjual segala sesuatu yang berbau militer. Menurut Arisa, hal-hal yang berbau militer memang sedang populer karena orang-orang sedang menyukai Admiral Connection dan Tank Girls. Kedua judul yang disebut Arisa itu kemungkinan dimaksudkan untuk menyebutkan 2 anime yang memang berbau militer dan sepertinya memang cukup populer di dunia nyata yaitu Girls und Panzer dan Kantai Collection.

Fuuka

Haruna Yuu (seiyuu: Kobayashi Yuusuke) adalah seorang anak laki-laki yang ‘kecanduan’ Twitter. Dia menghabiskan kebanyakan waktunya membaca dan membuat cuitan di media sosial tersebut melalui ponsel-nya sehingga kadang-kadang tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Sebagai akibatnya, suatu hari secara tidak sengaja dia bertabrakan dengan seorang anak perempuan bernama Akitsuki Fuuka (seiyuu: Lynn). Fuuka mengira bahwa Yuu dengan sengaja menggunakan ponselnya untuk memotret pakaian dalam Fuuka dan segera merebut kemudian membanting ponsel Yuu.

Yuu baru saja pindah ke Tokyo dan tinggal bersama kedua kakak dan satu orang adik yang semuanya adalah perempuan. Dia pindah ke Tokyo karena kedua orang tua mereka pergi ke luar negeri sehingga akhirnya diputuskan bahwa Yuu dan adiknya yang selama ini tinggal bersama kedua orang tua, pindah untuk tinggal bersama kedua kakaknya yang sudah tinggal di Tokyo sebelumnya.

Di sekolah yang baru, Yuu ternyata ditempatkan di kelas yang sama dengan Fuuka. Meskipun awalnya terasa canggung, tetapi akhirnya kesalahpahaman mereka mulai bisa terselesaikan. Dan Yuu pun terheran-heran ketika mengetahui bahwa Fuuka adalah seorang anak yang tidak mempunyai ponsel karena dia lebih menyukai ‘komunikasi langsung’ dan lebih suka mendengarkan musik dari CD. Suatu hari, Yuu mendapatkan tiket nonton dari kakaknya dan ketika dia sedang bingung akan mengajak siapa, Fuuka yang kebetulan mengetahui hal itu, mengajak Yuu untuk nonton dengannya karena dia sangat mengidolakan penyanyi yang mengisi lagu soundtrack film tersebut.

Fuuka tidak tahu bahwa penyanyi yang dia idolakan itu sebenarnya adalah Hinashi Koyuki (seiyuu: Hayami Saori), teman masa kecil Yuu …

 

My thoughts?

Buat para penggemar romance-drama, gue rasa sih ini bisa direkomendasikan untuk ditonton. Not exactly my forte though. Buat yang udah baca manga-nya pasti udah tau ceritanya ke depan kayak apa. Atau buat yang penasaran, bisa coba browsing untuk dapetin spoiler-nya.  It’s your choice, really.

 

LINKS

Demi-chan wa Kataritai

Diceritakan bahwa manusia sudah mulai menerima keberadaan “ajin” atau demi-human. Mereka sudah mulai mencoba untuk hidup berdampingan dengan mahluk yang selama ini ada dalam mitos atau legenda seperti vampire, dullahanyuki-onnasuccubus, dll.

Takahashi Tetsuo (seiyuu: Suwabe Junichi) adalah seorang guru biologi di sebuah SMU. Dia sangat tertarik dengan keberadaan ajin dan ingin mempelajari kehidupan ajin lebih jauh. Untuk itu dia sangat berharap untuk mendapat kesempatan mewawancarai salah satu dari ajin yang ada dalam masyarakat. Tetapi sampai saat ini keinginannya itu belum bisa tercapai sampai pada suatu hari di sekolah tempat dia bekerja ada seorang guru wanita baru yang bernama Sato Sakie (seiyuu: Hikasa Yoko) yang ternyata adalah seorang succubus. Karena Sakie adalah succubus dan Tetsuo adalah seorang manusia laki-laki biasa, Sakie berusaha untuk sangat menjaga jarak dengan Tetsuo (succubus adalah penggoda manusia laki-laki, kebalikan dari incubus).

Sementara itu, Tetsuo bertemu dengan salah satu murid perempuan baru di sekolah tersebut yang bernama Takanashi Hikari (seiyuu: Hondo Kaede) yang ternyata adalah seorang vampire. Hikari meminta tolong kepada Tetsuo untuk membantu teman sekelasnya yang tiba-tiba lemah untuk dibawa ke ruang UKS. Tetsuo terkejut ketika melihat bahwa teman sekelas yang dimaksud Hikari adalah tubuh tanpa kepala dari seorang anak perempuan bernama Machi Kyoko (seiyuu: Shinoda Minami). Kyoko adalah seorang dullahan yang pemalu karena banyak orang yang merasa canggung untuk bergaul dengan dirinya. Hikari adalah salah satu orang yang membuat Kyoko merasa senang karena Hikari tidak merasa canggung ketika bersama Kyoko.

Sebagai seorang vampire, Hikari selalu merasa tidak nyaman berada di tempat yang panas atau terekspos sinar matahari terlalu banyak, itu sebabnya dia senang sekali ketika mengetahui bahwa Tetsuo ingin sekali mewawancara ajin. Hikari menawarkan diri secara sukarela untuk menjadi orang yang diwawancara oleh Tetsuo dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Tetsuo seputar kehidupannya sebagai seorang vampire. Dia mengatakan bahwa istilah ajin sudah tidak populer lagi dan lebih suka disebut sebagai demi-chan. Selain Hikari, Kyoko pun kemudian menyatakan bersedia untuk menjadi salah satu nara sumber untuk memenuhi keingintahuan Tetsuo seputar kehidupan ajin atau demi-human.

 

My thoughts?

Hmm … slice of life yang kayaknya sederhana aja sih. Gue belum bisa melihat plot nya mau ke arah apa. Mungkin ya cuma school life, dengan permasalahan remaja pada umumnya tapi dengan ‘bumbu’ tambahan bahwa remaja-nya bukan remaja biasa tapi demi-human.

Nggak terlalu tertarik sih sebenernya. Mungkin gue pass aja dulu.

 

LINKS

Masamune-kun no Revenge

Saat masih kecil, Makabe Masamune (seiyuu: Hanae Natsuki) mengalami trauma psikologis ketika gadis yang dia sukai menyebut dirinya sebagai “tonsoku” (pig’s foot). Gadis kaya itu bagi Masamune adalah orang yang telah menyelamatkan dirinya dari gangguan anak-anak lain meskipun sebenarnya tidak terlalu jelas apakah memang benar anak gadis itu datang karena ingin menolong Masamune atau hanya sekedar merasa terganggu oleh keributan yang terjadi di depan rumahnya. Sebagai akibatnya, Masamune kemudian berjanji kepada dirinya sendiri untuk mengubah segala sesuatu tentang dirinya baik secara fisik maupun mental. Dia pun kemudian mulai membentuk fisiknya secara ekstrim dan juga meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga ketika memasuki usia SMU dia telah menjadi seorang anak laki-laki yang mempunyai tubuh atletis, pandai dan agak narsis.

Di sekolahnya yang baru, Masamune dengan mudah menjadi idola para gadis dan dia pun sengaja berakting cool untuk mendapatkan perhatian yang menurutnya dulu tidak akan pernah dia dapatkan seandainya dia tetap menjadi anak yang gendut dan tidak populer. Suatu hari ketika dia sedang menuju sekolah, dia melihat para siswa berkerumun di depan gerbang karena melihat kakak kelas mereka sedang berusaha menyatakan cintanya kepada gadis paling populer di sekolah mereka yang diberi julukan “Brutal Princess“. Gadis itu mendapat julukan kejam karena dia selalu menolak setiap anak laki-laki yang menyatakan cintanya dan tidak segan-segan untuk mencela si anak laki-laki serta memberi mereka nama julukan yang memalukan. Hal yang sama pun terjadi kepada teman sekelas Masamune, yang terang-terangan dihina oleh si gadis di depan kelas.

Masamune bertanya kepada teman sekelasnya siapa sebenarnya anak gadis itu dan terkejut ketika temannya mengatakan bahwa dia adalah Adagaki Aki (seiyuu: Ohashi Ayaka), gadis cantik putri keluarga Adagaki yang kaya raya dan … anak yang dulu pernah menyakiti hati Masamune saat dia masih kecil dan gendut. Setelah mengetahui hal itu, Masamune pun kemudian menetapkan bahwa dia akan menggunakan semua kemampuannya untuk membuat Aki jatuh cinta kepadanya kemudian akan mencampakkannya sebagai balas dendam atas apa yang telah dilakukan Aki kepadanya di masa kecil. Untuk melaksanakan niatnya itu, Masamune kemudian melakukan pendekatan dan menyelidiki semua sifat dan kebiasaan Aki di sekolah.

 

My thoughts?

Belum sempet searching mendalam di internet, mungkin nanti.  Kalo udah baca manga-nya (belum pun bisa juga sih, kayak ginian kan obvious banget) biasanya udah pada tau arah-arah rencana balas dendamnya nanti bakalan ke mana dan gue rasa sih udah banyak spoilernya di internet, termasuk bahwa sebenernya bukan Aki yang menghina Masamune dan nanti bakalan ada rival buat Masamune dalam memperebutkan Aki.

Yah… kalo dipersentasi nonton apa nggak, mungkin 70-30% lah. Tapi kalo sekitaran Desember lalu browsing, kayaknya sih ini salah satu anime yang ditunggu-tunggu ya? Let’s see how good the plot twist goes

 

LINKS

Akiba’s Trip The Animation

Denkigai Tamotsu (seiyuu: Ishiya Haruki) adalah seorang remaja yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan dunia anime dan manga. Suatu hari ketika sedang menemani adiknya, Denkigai Niwaka (seiyuu: Kouno Marika) di distrik Akihabara, mereka melihat seorang gadis berambut merah jatuh dari ketinggian dan ketika sampai di bawah, dia langsung diserang oleh sekelompok orang. Mereka kemudian bertarung dan anak perempuan berambut merah itu merenggut pakaian pemimpin gerombolan tersebut untuk mengalahkannya.

Tamotsu dan adiknya kemudian membahas mengenai kejadian itu dan Niwaka mengatakan bahwa ada kemungkinan kejadian tadi bukan merupakan suatu rekayasa. Dia menceritakan kepada Tamotsu mengenai rumor yang beredar di seputaran Akihabara mengenai adanya “Bugged Ones” (dalam game aslinya disebut sebagai Synthister, dan kayaknya enakan disebut ini daripada diterjemahin ke bugged ones ). Dikabarkan bahwa belakangan ini di Akihabara terjadi fenomena yang aneh di mana banyak orang yang dipengaruhi sebuah kekuatan misterius yang membuat mereka menjadi manusia super, tetapi kemudian menjadi berperilaku ganas. Para synthister ini kemudian menyerang orang-orang lain dan membuat korbannya menjadi seperti mereka (mirip-mirip cara kerja vampire dan zombie).

Ketika Tamotsu sedang mencari figur tokoh kesukaannya, dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis asing yang juga menginginkan figur yang sama. Anehnya, ketika sedang berebut figur itu, Tamotsu merasakan bahwa gadis ber-cosplay sebagai maid itu mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa. Gadis berambut pirang itu berbicara dengan bahasa Jepang tetapi dengan aksen kebarat-baratan, dan karena Tamotsu ingin mendapatkan figur yang mereka perebutkan, dia akhirnya memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa gadis yang bernama Arisa Ahokainen (seiyuu: Nagaku Yuki) merupakan teman sesama penggemar figur. Tiba-tiba gadis berambut merah yang dilihat Tamotsu sebelumnya muncul dan menyerang Arisa karena dia mencurigai Arisa sebagai salah satu dari synthister (karena kekuatan fisik Arisa).

Setelah mereka berdua keluar dari situ, Tamotsu mendengar kabar bahwa kafe tempat adiknya berada sedang mengalami musibah. Dia pun bergegas menuju kafe tersebut dan di dalamnya dia diserang oleh sekelompok synthister. Saat terdesak, gadis berambut merah datang dan menolongnya disusul dengan Arisa. Tamotsu kemudian menitipkan Niwaka yang sedang tidak sadarkan diri kepada Arisa sementara dia sendiri pergi untuk menolong gadis berambut merah. Di atap gedung kafe itu, gadis berambut merah sedang dikeroyok oleh synthister yang menyebut dirinya sebagai pengkhianat, dan ketika mereka akan membunuhnya, Tamotsu secara reflek melindungi gadis itu sehingga dia tertusuk potongan kayu di bagian dadanya.

Untuk menyelamatkan nyawa Tamotsu, gadis itu kemudian menggunakan kekuatannya sehingga Tamotsu pun akhirnya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang sama dengan dirinya. Bahkan Tamotsu pun secara tidak sadar langsung mengetahui bahwa untuk mengalahkan musuh-musuhnya, dia harus merenggut pakaian mereka karena tubuh yang terekspos merupakan kelemahan mereka. Ketika pakaian mereka terlepas, maka hawa kegelapan yang ada dalam tubuh mereka akan keluar dan mereka akan kembali menjadi manusia biasa. Setelah berhasil mengalahkan para penyerangnya, gadis itu memperkenalkan dirinya kepada Tamotsu sebagai Mayonaka Matome (seiyuu: Takahashi Rie) dan dia mengatakan bahwa mulai sekarang, mereka berdua harus bekerja sama untuk menghadapi para synthister yang mengancam Akihabara.

 

My thoughts?

Gue main sih game-nya Akiba’s Trip ini.  Weird. I know. Hahaha. Sebenernya sih lucu juga pas dijadiin anime, dan ecchi juga sih. You’ll find lots of underwear shot bahkan sampe di strip abis ama Tamotsu. Dan kok ya kebetulan banget (yea rite…) di animenya yang kena strip kebanyakan cewek. 

Agak beda dikit sih sebenernya di bagian awal. Kalo di gamenya kan si tokoh utama diculik untuk dijadikan salah satu synthister tapi terus ditolong ama si tokoh cewek, dan dalam proses mereka melarikan diri, si tokoh utama terluka parah karena ngelindungin si cewek. Selanjutnya ya sama, dia ditolong oleh si cewek dengan menggunakan kekuatannya, jadilah si cowok punya power kayak dia, dst.

Yaah, kalo buat lucu-lucuan sama ecchi-ecchian ya bisa lah ditonton, toh gue pernah main gamenya juga hahaha. Satu lagi yang agak lucu… Namanya Arisa… Ahokainen … 

 

LINKS

Fate/Grand Order: First Order

Anime pertama yang ditonton di tahun 2017, dan nggak nanggung-nanggung, langsung nonton dengan durasi 1 jam lebih. Soalnya memang sebagai introduksi untuk franchise Fate yang terbaru, yang satu ceritanya ini gabungan dari 3 episode sekaligus. Dan ya memang cuma satu ini aja, belum tau juga apakah ada serial TV nya atau nggak.

Ceritanya diawali dengan pertemuan seorang anak perempuan bernama Mash Kyrielight (seiyuu: Takahashi Rie) yang sedang melamun di jendela sebuah laboratorium dengan Fujimaru Ritsuka (seiyuu: Shimazaki Nobunaga) yang pingsan di salah satu lorong laboratorium itu. Ritsuka adalah salah satu dari 48 orang (dia #48) yang direkrut oleh Chaldea, sebuah organisasi penelitian yang mempelajari dan menggabungkan ilmu pengetahuan dengan ilmu magis untuk menjamin kelangsungan hidup manusia. Ritsuka yang baru bergabung, tidak mengetahui latar belakang Chaldea sehingga akhirnya Mash lah yang berusaha menjelaskan kepada Ritsuka bahwa berkat usaha Chaldea, dikatakan kelangsungan hidup umat manusia bisa dipertahankan sampai 100 tahun yang akan datang. Namun tiba-tiba pada tahun 2015, telah terjadi sesuatu yang membuat semua perkiraan tersebut berubah menjadi kemusnahan manusia pada tahun 2017. Ketika mereka sedang membicarakan hal itu, mereka dihampiri oleh Lev Lainur (Flauros) (seiyuu: Sugita Tomokazu) yang mengajak Mash dan Ritsuka untuk mengikuti briefing mengenai anomali yang diduga menjadi penyebab kehancuran tersebut.

Penyebab perubahan tersebut diperkirakan merupakan akibat dari sebuah fenomena aneh yang diperkirakan terjadi di Fuyuki City pada tahun 2004 (untuk yang nggak tau, Fuyuki City 2004 adalah timeline kejadian Holy Grail dalam Fate Stay/Night, cikal bakal franchise Fate ) yang kemudian disebut sebagai Spatial Singularity F. Untuk mengatasi hal inilah maka Chaldea di bawah pimpinan Olgamally Animusphere (seiyuu: Yonezawa Madoka) kemudian mengumpulkan 48 orang yang merupakan kandidat Master dan dengan menggunakan teknologi time-travel yang mereka sebut sebagai rayshifting di mana mereka akan mengirimkan para kandidat dalam 2 tim untuk mencoba menghentikan keanehan yang terjadi. Ritsuka yang tertidur saat Olga sedang berbicara, akhirnya diusir keluar sehingga dia tidak diijinkan mengikuti misi pertama ini. Setelah diantar oleh Mash ke kamarnya, Ritsuka terkejut karena di dalam kamarnya ternyata ada seorang dokter yang sedang memakan kue. Dia adalah Romani Archaman (seiyuu: Suzumura Kenichi), dokter yang bertugas di Chaldea.

Ketika mereka berdua sedang mengobrol, tiba-tiba Lev memanggil Romani untuk segera ke ruang kontrol. Romani yang menanggapi dengan santai tidak segera bergegas menuju ruang kontrol, dan ketika dia hendak menuju ke sana, tiba-tiba gedung tersebut berguncang. Romani mengatakan bahwa hal itu bukan gempa bumi tetapi sebuah ledakan, dan segera berlari bersama Ritsuka menuju ruang kontrol yang ternyata telah hancur akibat adanya ledakan bom. Akibatnya, ke-47 kandidat Master terluka parah dan sistem rayshifting tetap berjalan tanpa bisa dihentikan. Romani segera berusaha mencari cara menghentikan hal tersebut dan meminta Ritsuka untuk menyelamatkan diri, tetapi Ritsuka justru malah menuju area rayshift karena dia ingin mencari dan menolong Mash.

Ritsuka menemukan Mash yang terluka parah akibat tertimpa puing, dia berusaha mengangkat puing tersebut tetapi tidak kuat sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menemani Mash yang terluka parah karena pintu ruang rayshift sudah menutup secara otomatis. Ternyata akibat rayshift tetap berjalan, Ritsuka terbangun di sebuah kota yang sudah hancur, dan ketika dia melihat ke langit, dia melihat kilatan cahaya merah yang menuju ke arah dirinya. Sebelum dia sempat menghindar, tiba-tiba Mash muncul di hadapannya membawa sebuah perisai besar dan melindungi Ritsuka. Mash pun sudah berubah penampilannya karena dia sudah menjadi seorang Demi-Servant, yaitu seorang manusia yang memang sengaja direkayasa agar bisa ‘bergabung’ dengan Servant dengan tujuan agar bisa lebih mengendalikan kekuatan Servant. Dan ternyata Ritsuka sendiri secara tidak sadar telah membuat ikatan Master-Servant dengan Mash. Tetapi karena mereka berdua sebelumnya terjebak dalam rayshifting yang terjadi tanpa kendali, Mash tidak mengetahui siapa spirit Servant yang sudah bergabung dengan dirinya, jadi dia tidak mengetahui Noble Phantasm yang dimiliki oleh Servant yang asli.

Ritsuka dan Mash kemudian bertemu dengan Olga yang ternyata juga berada di tempat itu dan sedang dikejar oleh segerombolan tengkorak milik Assassin. Mereka kemudian berhasil dikontak oleh Romani yang telah mengambil alih pimpinan di Chaldea karena dia adalah pemegang jabatan tertinggi di organisasi itu pada saat ini. Romani berusaha mengembalikan sistem di Chaldea agar berfungsi normal dan membantu mereka bertiga di Fuyuki City. Ketika sedang menyelidiki situasi, mereka dihadang oleh Dark Lancer yang berusaha mengalahkan Mash yang merupakan Servant. Ketika sedang terdesak, tiba-tiba datang Caster yang membantu dan mengalahkan Dark Lancer. Caster menawarkan bantuan kepada mereka karena dia juga ingin menghentikan kekacauan yang terjadi di Fuyuki City. Menurut Caster, semua Servant yang lain sudah dikalahkan oleh Dark Saber dan untuk mengembalikan situasi seperti semula, mereka harus bisa mengalahkan Dark Saber karena dalam kejadian yang sesungguhnya, seharusnya Saber yang memenangkan Holy Grail War.

Akhirnya dengan bantuan Caster, mereka berhasil mencapai tempat Dark Saber dan ketika Mash mulai terdesak oleh serangan Saber, Ritsuka berhasil membantu Mash untuk mengaktifkan Noble Phantasm-nya meskipun dia masih tetap belum mengetahui nama dari perisai tersebut. Setelah berhasil menghentikan Saber, Caster datang kemudian mengalahkan Dark Saber. Sebagai akibatnya, mereka berdua pun menghilang karena dengan kalahnya Saber, maka anomali di Fuyuki City bisa dihentikan. Sebelum menghilang, Dark Saber sempat mengatakan sesuatu tentang Grand Order yang membuat Olga terkejut karena ternyata Dark Saber mengetahui hal tersebut. Pada saat mereka mengira misi sudah selesai, ternyata Lev muncul dan hal itu membuat Olga senang karena dia selalu merasa bisa mengandalkan Lev.

Tetapi ternyata Lev adalah orang yang menjadi penyebab ledakan di Chaldea. Dia lah yang memasang bom untuk meledakkan Chaldea dan sebagai akibatnya, jasad Olga yang sebenarnya sudah hancur, sehingga jika dia melakukan rayshift kembali ke Chaldea maka dia akan menghilang. Lev juga mengatakan bahwa Olga adalah keturunan Animusphere tetapi dia tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Master dan Lev kemudian menggunakan kekuatan Holy Grail untuk melintasi ruang dan waktu sehingga mereka bisa langsung terhubung dengan Chaldea, dan di situ inti Chaldea telah berubah menjadi seperti bola api dan Lev memasukkan Olga ke dalamnya dan mengatakan bahwa dia akan mengalami ‘kematian abadi’ kemudian meninggalkan Ritsuka dan Mash.

Ritsuka dan Mash akhirnya berhasil ditarik kembali oleh Romani dan mereka berdua sebagai satu-satunya pasangan Master-Servant yang ada, diminta untuk menjalankan sebuah misi yang disebut Grand Order, di mana mereka harus menjelajah ruang dan waktu untuk mengembalikan sejarah ke arah yang seharusnya. Hal ini berarti mereka akan bertemu dengan Master-Servant dari berbagai timeline dan mereka harus bertarung untuk menyelesaikan misi mereka.

 

My thoughts?

Berhubung gue nggak main game-nya, jadi ya agak ribet juga mau nyeritain. Dan semua franchise Fate itu memang lebih enak dipahami kalo main gamenya atau nonton dalam versi yang lengkap dari awal sampai akhir. Kalo cuma sebatas ‘perkenalan’ model begini, agak susah juga bahasnya, soalnya berasa kayak lompat-lompat. Apalagi dulu waktu jamannya TYPE-MOON ngeluarin Kara no Kyoukai movie, secara urutan kronologis nggak bisa diurutin movie 1 – 2 – 3, tapi agak random urutannya.

Tapi intinya sih ini masih keturunannya Fate, jadi ya masih tentang pertarungan antar pasangan Master – Servant di mana Masternya adalah seorang magus dan Servant-nya adalah spirit dari tokoh-tokoh legendaris yang terkenal. Kalau jaman Fate awal, ada 7 kelas Servant: Saber, Archer, Lancer, Caster, Berserker, Rider, dan Assassin, di FGO ini ada kelas Shielder, si Mash ini. [Spoiler Alert!] Kalo di FGO ini ceritanya spirit si Shielder adalah Galahad, salah satu dari Knights of the Round Table nya Arthur (alias Saber). Galahad kalo nggak salah di legendanya itu adalah knight yang berhasil mendapatkan holy grail, dan ‘kelebihan’ dari Galahad adalah sifat baiknya.

Terus Singularity F itu sendiri jadi kayak ‘alternate universe’ dari yang seharusnya terjadi. Sejarahnya kan harusnya yang menang Holy Grail War di Fuyuki City itu Saber, tapi kemudian dia hancurkan atas perintah Shiro. Sementara di Singularity ini, semua Servant nggak pake Master, dan 5 servant udah kalah lalu jadi anak buah Saber, tinggal si Caster sendiri yang masih ‘waras’. Yang lucunya, mungkin memang sama penulisnya disengaja juga sih dikasih semacem ‘trivia’. Kalo di versi FSN, Cu Chulainn disummon sebagai Lancer, sementara di Singularity dia malah jadi Caster. Dan di awal cerita FSN, Lancer bertarung sama Archer. Kedua hal ini sempat disinggung oleh Caster versi Singularity. Waktu dia sedang berduel dengan Dark Archer dia bilang kalo situasi itu seperti sudah pernah dialami (duel antara Cu Chulainn dengan Archer) dan sebelum menghilang setelah mengalahkan Saber, Cu Chulainn (Caster) sempat mengatakan, di lain kesempatan dia minta disummon sebagai Lancer.

Anyway, secara animasi, ya bagus. Meskipun untuk action agak kurang, paling seru sih IMO memang action scene di Fate/Zero. Desain karakter juga masih ‘setia’ sama tipenya TYPE MOON. Karena gue gak main game-nya, tadinya kepikiran kalo ini masih ‘sama’ dengan FSN dalam beberapa aspek, misalnya:

  • Tokoh utama adalah Master underdog, alias nggak diharapkan dan secara kemampuan juga nggak meyakinkan. Dampaknya ya, Servantnya yang keteteran.
  • Kalo waktu FSN tokoh utama (Shiro) dapet Servant yang ‘the best’, di FGO menurut gue juga sama (atau malah ‘lebih kuat’?) karena dia satu-satunya yang bisa ‘menghadang’ Excalibur, yang ceritanya, adalah yang terkuat. Hal ini pun sebenernya sempet disinggung sama Caster, bahwa dengan adanya si Shielder, ada kesempatan untuk menghadapi Excalibur.
  • Olga (tadinya) gue pikir bakalan jadi Rin-nya, karena ya, dere-dere nya ada juga sih. Dia yang ‘knowledgable’ dan ngajarin si tokoh utama. Udah gitu dia juga magus, powerful juga meskipun ternyata ‘kelemahannya’ adalah dia nggak bisa jadi Master. Cuma nggak taunya short-lived dia.
  • Mash di sini jadi kayak gabungan antara Saber sama Archer dari FSN. Sama kayak Saber selain dari sisi Master yang kurang kemampuan, juga dari sisi “kurang sempurna”-nya. Saber di FSN “kurang sempurna” sebagai Servant karena ceritanya dia satu-satunya Servant yang disummon sesaat sebelum dia meninggal (dia masih terkapar nunggu Excaliburnya dikembaliin ama Bedivere ke Vivian, kalo Servant yang lain memang sudah pada meninggal semua) sementara si Mash sendiri juga “kurang sempurna” sebagai Servant karena dia cuma “wadah” makanya disebut sebagai Demi-Servant.
  • Kesamaan Mash dengan Archer dari FSN ya dari memori-nya. Kalo Archer karena ada sedikit kesalahan waktu Rin summon, dia jadi nggak inget dia siapa sebenernya. Kalo si Mash dia nggak inget siapa spirit Servant yang ada di dirinya.

All in all, cukup menghibur sih, cuma ya akan berasa nanggung jadinya. Kecuali kalo ada lanjutan serialnya, tapi belum nemu konfirmasinya. Atau ya main game-nya, mungkin dengan begitu jadi lebih dapet ceritanya. Oh, dan jangan kaget, nama Mash juga bisa ‘dibaca’ sebagai Matthew ya, tapi di dunia Fate kan hal begitu sesuatu yang nggak aneh. Arthur aja bisa jadi cewek kan. Hehehe.

 

LINKS

On another note, tahun 2017 ini, akan dirilis movie FSN yang mengambil alur ke-3 dari gamenya, yaitu alur Heaven’s Feel.

Hello 2017

Akhirnya setelah ‘membeku’ beberapa bulan, dan setelah utak-atik theme yang baru, kita mulai coba ngisi lagi ini blog. 

Terakhir nulis itu cuma satu anime, Shuumatsu no Izetta. Dan memang musim gugur kemarin yang ditonton serius ya cuma itu. Tekketsu no Orphan juga sih, tapi munculnya belakangan dan sebenernya kan ngelanjutin dari season sebelumnya. Judul-judul lain beneran gak minat, tapi kebetulan juga IRL juga lagi penuh dengan tugas dan masalah yang muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang lucu, tapi ada juga yang   But, that’s life. Jadi ya the best that you can do is just do the best that you can. Eh … kok berasa belibet ya? 

Yang jelas 2017 udah tinggal beberapa menit lagi, artinya let us all move forward. Semoga di tahun yang baru ini, semua hal yang baik bisa diraih, dan semua hal yang buruk bisa diatasi dan ditinggalkan. Aamiin.

HAPPY NEW YEAR 2017! WISH YOU ALL THE BEST!

Official Trailer: Ghost in the Shell Movie (Maret 2017)

Shuumatsu no Izetta

Kerajaan Eylstadt adalah sebuah kerajaan di daerah pegunungan Alpen yang kaya dengan keindahan alam dan terkenal dengan legenda tentang Weiss Hexe atau White Witch. Pemimpin kerajaan ini mempunyai seorang putri bernama Ortfine Fredericka von Eylstadt (seiyuu: Hayami Saori) yang biasa dipanggil Fine. Putri ini terkenal sangat tomboy dan mempunyai kualitas sebagai pemimpin yang sudah tampak saat beranjak dewasa.

Pada tahun 1939, kerajaan Germania yang merupakan salah satu kerajaan besar di benua itu mulai melancarkan invasi ke kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Hal ini kemudian menimbulkan perang besar antara Germania dan pihak sekutu yang dipimpin oleh Britania. Tahun 1940, Eylstadt sebagai sebuah kerajaan yang terletak tepat berbatasan dengan wilayah yang dikuasai oleh Germania, dipastikan akan menjadi sasaran invasi berikutnya. Apalagi pada saat itu, pemimpin Eylstadt, ayah Fine, sedang berada dalam kondisi sakit sehingga Fine harus mengambil alih urusan kerajaan.

Demi menyelamatkan kerajaannya dari penjajahan Germania, Fine memutuskan untuk pergi ke daerah netral dan bertemu dengan utusan dari Britania untuk melakukan negosiasi dan meminta bantuan sekutu. Dalam perjalanan menggunakan kereta, Fine dan 2 orang pengawalnya diburu oleh militer Germania. Di situ mereka juga bertemu dengan Mayor Berckmann (seiyuu: Suwabe Junichi), seorang perwira Germania yang berada di kereta itu untuk membawa sebuah barang yang diperoleh di Eylstadt untuk dibawa ke Germania. Ketika mereka berusaha untuk melarikan diri, mereka menemukan semacam kapsul dalam kereta barang, dan Fine merasa tertarik dan berusaha membuka kapsul itu. Fine baru sempat membuka kunci kapsul itu ketika dia dan anak buahnya terpaksa harus melompat keluar dari kereta karena sudah dipojokkan oleh tentara Germania.

Fine akhirnya berhasil menemui utusan dari Britania, tetapi ternyata mereka terlambat karena pada saat yang bersamaan, Germania sudah mulai menginvasi Eylstadt. Fine sendiripun tertangkap oleh musuh dan dibawa ke Germania menggunakan pesawat. Pesawat yang membawa Fine tersebut juga membawa kapsul misterius yang dijaga oleh Berckmann. Kapsul tersebut ternyata berisi Izetta (seiyuu: Akaneya Himika), penyihir terakhir yang ada di Eylstadt. Izetta dan Fine sebenarnya sudah pernah bertemu saat Fine kecil sedang bermain di hutan bersama dengan anjingnya. Izetta yang terbangun karena kapsulnya pernah dibuka oleh Fine, terkejut melihat Fine yang terluka akibat tembakan salah satu tentara Germania. Izetta pun menghancurkan pesawat itu dan menolong Fine yang jatuh dari pesawat.

 

My thoughts?

Menarik sih, meskipun nggak masuk daftar most anticipated yang lalu… then again, nggak harus juga masuk daftar itu.  Menarik sih ketika perang dengan teknologi permesinan yang pada jaman itu sedang berkembang pesat dipertemukan dengan… witchcraft alias sihir. Satunya bersifat ilmiah, satunya metafisik. Kalo secara sederhana, ya mestinya yang sihir lebih berjaya, karena batasnya cuma imajinasi (yang tidak terbatas…) sementara teknologi manusia pasti kepentok sama realita. Jadi pengen tau gimana cara menceritakan ‘pertemuan’ antara keduanya.

Germania sih nama kerajaan penjahatnya, tapi timelinenya disamain ama Perang Dunia II (1939 – 1945), jadi ya… “mirip” lah ama sejarah dunia. Dan nggak tau bener atau nggak, tapi dari dulu selalu beredar rumor kalo salah satu tokoh Perang Dunia II itu sangat getol dengan hal-hal yang bersifat supranatural dan sudah banyak juga sih film yang menceritakan tema itu. Di Shuumatsu no Izetta ini, raja Germania pun diceritakan sama, seperti yang dibilang oleh Berckmann bahwa rajanya selalu tertarik pada hal-hal yang bersifat supranatural dan mengirim banyak anak buahnya untuk mencari dan mendapatkan semua itu. Yang bikin cerita juga kayaknya demen ama yang berbau-bau Deutschland, sampe judul-judul episodenya juga disebutin dalam 2 bahasa.

Anyways, gue sama episode 1 ini masih belum punya keputusan akan ikutin atau nggak. Kita tunggu aja 2 – 3 episode lagi, kalo menarik ya ikutin. Kayaknya sih punya potensial yang cukup bagus untuk diikutin soalnya si Fine keliatannya punya karakter yang bagus, bukan cuma sekedar ‘putri kerajaan’. 

Macross Delta End

Jengjreeeng… Waktunya membahas Macross Delta yang sudah mencapai akhir cerita. Mind you, sudah jelas ini pendapat pribadi, bukan untuk ngajak ribut, tapi tetep terbuka untuk dikomentari. Dan pembahasan berikut sangat mungkin mengandung spoiler, jadi yang belum nonton tapi mau baca ya baca aja at your own riskYou have been warned!

Pertama, karena anime ini membawa nama Macross, kita liat dulu apakah 3 elemen utama Macross dipenuhi oleh serial yang satu ini. Nggak pake urutan khusus, tapi intinya Macross itu pasti terdiri dari: Love Triangle, lagu-lagu keren, dan Valkyrie unit. Tiga unsur ini boleh dibilang harus ada dalam cerita Macross. Dan Delta punya semua itu, jadi poin pertama, lulus.

Kita mulai dari yang paling sederhana dulu, Valkyrie units. Nggak terlalu banyak yang bisa dibahas sebenernya. Udah jelas ini mah, Delta shotai pake generasi terbaru Valkyrie fighters, VF-31 Siegfried sementara musuhnya pake Draken. Dan seperti layaknya Valkyrie units di Macross, semua mecha itu bisa bertransformasi dalam 3 bentuk, bentuk fighter jet, gerwalk mode, dan battroid mode. Secara design, menurut gue tim Kawamori masih belum kehilangan sentuhan mereka. Semua unit, baik unit milik Delta maupun Aerial Knights (AK) didesain dengan baik dan udah pasti bisa transformasi dengan baik juga, which is penting untuk penjualan mainannya nanti. Obvious.  Yang jelas, untuk Draken, desainnya terinspirasi Saab-35 Draken, sementara kalo Siegfried sih kayaknya memang murni didesain untuk anime, soalnya so far nggak ada pesawat tempur beneran yang desainnya mirip dengan forward-swept wing nya itu. Paling banter yang sayapnya begitu cuma Berkut. Beda sama VF-1 jaman dulu yang terinspirasi F-14 Tomcat (mungkin karena jaman itu film Top Gun-nya om Tom Cruise lagi heiittss). Untuk yang ini gue nggak ada komplen, mecha design masih ok buat gue. Oh, tapi missile spam nya agak kurang ramai di Macross Delta, padahal itu salah satu ciri khas perang Macross… Missiles… Missiles everywhere. *pasang gambar meme Woody dan Buzz.

macross-delta-02

Berikutnya adalah lagu. Kalo yang ini, nggak mungkin gue komplen, wong gue aja ampe beli albumnya Walkure yang pertama dan sedang mempertimbangkan beli album berikutnya.  Awalnya adalah ketika nonton episode ‘perkenalan’ yang ditayangkan pada akhir tahun 2015. Episode yang cuma ditayangkan setengah dari episode 1 itu, ditutup dengan lagu yang dinyanyiin sama Walkure saat terjadi pertempuran di planet Ragna di mana Hayate dan Freyja terjebak di dalamnya. Dan lagu itu kayak masuk dalam repeat mode di kepala gue … Hahaha. Akhirnya di bulan Desember 2015, lagu itu dirilis di iTunes Jepang sebagai single Walkure yang pertama. Lagu dengan judul いけないボーダーライン (Ikenai Borderline) itu bener-bener catchy dan menyenangkan untuk didengerin, cuma rada lama juga jeda antara lagu itu dikeluarin sama tayangnya si anime Macross Delta ini. Khawatir udah bosen denger lagunya sementara animenya belum nongol-nongol hahaha. Tapi ternyata nggak sih. Begitu animenya keluar ya dimulailah proses penajaman pendengaran untuk ‘menangkap’ lagu-lagu Macross. Yak Deculture!

Opening song yang pertama, 一度だけの恋なら (Ichido Dake no Koi Nara) juga enak didenger, tipenya seperti Lion di Macross Frontier, lagunya upbeat. Kalo dibandingin sama Macross original ya beda jauh gayanya. Terus lagu-lagu perangnya, 僕らの戦場 (Bokura no Senjou) juga bagus, terus lagu baladanya yang paling sering dinyanyiin, GIRAFFE BLUES juga enak. Jangan tanya kenapa judulnya begitu, gue juga penasaran sebenernya, tapi karena lagunya enak jadi ya udah biarin aja.  Nggak cuma lagu-lagu Walkure dengan format anggota yang sekarang, ceritanya salah satu member Walkure, Kaname, dulunya juga pernah jadi lead sebelum Mikumo bergabung juga punya lagu yang sangat berarti buat Messer, salah satu anggota Delta yang tewas dibunuh sama Keith (anggota AK). Lagunya Kaname itu judulnya AXIA〜ダイスキでダイキライ〜 (AXIA ~Daisuki de Daikirai~), ini juga enak tapi kalo menurut gue sih agak-agak ‘umum’ tipe lagunya. Kalo mau dibahas semua lagunya, yang ada di album pertama aja udah bisa dibilang oke sih sebenernya. Udah gitu, di serial ini tetep nggak lupa untuk memunculkan lagu-lagu dari serial Macross sebelumnya, termasuk lagu wajib: Ai Oboete Imasuka? (Do You Remember Love? Jadi, kesimpulan gue, untuk poin ini Macross Delta juga passed. Dengan nilai yang bagus juga.

macross-delta-09

Nah sekarang unsur ketiga dan unsur yang paling penting… Love Triangle. This is where things become interesting.

Di Macross Delta ini udah keliatan hubungan cinta segitiga dari awal adalah Hayate Immelman – Freyja Wion – Mirage Jenius. Agak-agak mirip sama original di mana si cowok (A) adalah pilot yang awalnya pilot biasa terus ‘kecemplung’ jadi pilot pesawat tempur Valkyrie dan berperang melawan musuh. Di tengah kekacauan dia ketemu sama cewek yang bercita-cita jadi penyanyi (B) dan secara nggak sengaja akhirnya kehidupan si cowok nggak jauh-jauh dari si cewek ini. Dan ketika si cowok masuk ke lingkungan militer, dia ketemu sama cewek satu lagi (C) yang awalnya hubungan mereka nggak bagus-bagus amat, tapi pada akhirnya mulai ada rasa dari salah satu pihak. A-B-C nya udah jelas kalo di Delta urutannya seperti tadi disebut; Hayate – Freyja – Mirage, sementara kalo di original, Ichijo Hikaru – Lin Minmei – Hayase Misa (buat yang nonton Robotech di TV swasta Indonesia waktu itu, ya berarti Rick Hunter – Lynn Minmay – Lisa Hayes). Sampe sini masih bisa gue maklumi dan gue rasa nggak masalah lah, kan bisa kita anggap sebagai homage buat original Macross.

Tapi… (nah… mulai ada ‘tapi’nya nih), sayangnya, menurut gue love triangle nya nggak berkembang. Maksud gue, dari awal udah plain to see kalo ini endingnya diarahkan ke Hayate – Freyja. Mirage itu nggak ada kesempatan apa-apa dalam hubungan segitiga ini. Sudah gitu, terlalu berlarut-larut ‘ketidaktahuan’ Hayate tentang perasaan 2 cewek di sekitar dirinya itu. Sudah lebih dari 20 episode baru dia nyadar di ujung serial. Agak-agak konyol untuk sebuah cerita Macross. Sampe-sampe di beberapa tempat di internet muncul joke kalo yang kali ini kayaknya Macross akan berakhir dengan harem end di mana semua cewek yang ada di serial itu naksir Hayate dan dia bersikap sama ke semua cewek itu. Typical harem lah, yang satu cowok dikelilingin banyak cewek yang terkagum-kagum sama si cowok. 

macross-delta-06

Kalo liat Macross original, hubungan Hikaru – Minmei dan Hikaru – Misa itu dinamis. Hikaru punya awareness bahwa dia tertarik kepada Minmei pada saat mereka berdua terjebak dalam salah satu blok Macross, sementara Minmei memang diceritakan masih polos jadi nggak begitu menanggapi dan ketika dia menjadi idol populer, hubungan mereka jadi renggang. Sebaliknya dengan Misa, awalnya Hikaru selalu bertentangan dengan atasannya itu karena yang satu bertindak sesuai aturan militer, sementara yang satunya karena dasarnya bukan dari militer jadi nggak bisa nerima perintah seperti seorang prajurit. Bahkan nggak cuma di serialnya, sampe di movie-nya pun dinamika hubungan mereka bertiga itu berasa banget, suatu ketika Hikaru dekat dengan Minmei, di lain kesempatan dekat dengan Misa, terus ada galau-galaunya juga. Jadi berasa masuk akal.

Frontier masih lebih bagus sedikit (iya, IMHO, sedikit). Dinamika hubungan Alto – Sheryl – Ranka itu terasa, rivalitas antara 2 penyanyi terkenal (satu well established, satunya soon to be) juga terasa. Alto sendiri juga kadang deket sama Ranka, kadang deket sama Sheryl tapi lebih enak ngeliatnya karena si Alto juga berkembang karakternya karena dia ingin membebaskan diri dari stigma yang melekat pada dirinya. Cuma sayangnya (yep, ini yang membuat jadi ‘sedikit’ tadi) agak-agak drop di akhir, Alto tetep milih tapi terus endingnya berasa aneh. Ranka ditolak, tapi Alto ‘hilang’ dalam ledakan dan Sheryl, dia dipilih, tapi terus koma karena penyakit. Dan yang bisa menolong Sheryl adalah … Ranka. Mau dibikin twist tapi agak nggak enak sih kalo menurut gue. Udah gitu pake diulur-ulur kepanjangan untuk milihnya. Di serial TV dikatungin gitu aja (kalian berdua adalah sayapku … what?!) terus disuruh nonton movie-nya. Nonton movie pertama berasanya cuma kayak episode sisipan dari serial TV, dan baru ada kesimpulan di movie ke-2. Taktik dagang juga mungkin.

macross-delta-01

Kembali ke Delta, Hayate itu dari awal sampe akhir oblivious banget sama kedua tokoh ceweknya, jadi bisa dibilang nggak ada love triangle sepanjang serial ini berjalan. Hayate terlalu sibuk sama menjadi pilot yang bisa ‘mengendarai’ angin, dia nggak punya waktu untuk eksplorasi perasaan kedua cewek yang ada di sekitar dia. Makanya gue bilang nggak ada love triangle, nggak ada dinamikanya, bahkan rasa cemburu pun nggak ada antar karakternya. Bener-bener flat. Dan karena flat itu jadi udah ketauan dari awal, oh Freyja will win him. Sooo obvious. Mirage itu jadi kayak karakter numpang lewat, cuma untuk memenuhi syarat harus ada satu orang lagi supaya terbentuk cinta segitiga. Udah itu doang perannya. Momen untuk Hayate bersama Mirage itu nggak ada, sementara untuk Freyja banyak. Contoh gue tadi, Hikaru pernah menghabiskan waktu sama Minmei, dan pernah juga dengan Misa. Alto juga gitu, ada Ranka time, ada Sheryl time. Dynamic love triangle. Gue nggak nemu itu di Delta. Udah gue bongkar-bongkar tetep gak ketemu juga. Jadi justru untuk porsi utama, Delta malah kedodoran. 

Satu lagi ‘masalah’ di Delta buat gue. Terlalu banyak karakter. Gue bukannya anti banyak karakter. Boleh saja bikin banyak karakter, cuma, jangan sampai itu karakter pada mubazir. Di Delta ini terlalu banyak karakter yang muncul di panggung utama. Dari sisi Hayate misalnya, udah banyak karakternya. Ada Walkure; Kaname, Makina, sama Reina. Ini jadinya banyak yang nggak tersentuh, Makina cuma flashback, Reina nebeng di flashback yang sama dengan Makina. Itupun cuma sekilas aja ceritanya sepanjang serial. Kaname masuk sorotan cuma pas ceritanya mau matiin Messer. Bahkan menurut gue Messer sendiri juga karakter yang kasian. Roy Fokker masih punya nasib yang lebih baik daripada Messer meskipun mereka berdua sama-sama mati di ceritanya. Setidaknya Fokker pacaran sama Claudia, dan jelas kalo Claudia bersedih untuk cowoknya ketika Fokker tewas. Lha kalo Messer? Numpang liwat, lumayan sempet marah-marahin Hayate yang bebal. Udah gitu dia terjangkit Var, dan ujungnya tewas begitu aja. Jadi untuk apa sebenernya karakter Messer dimunculin?

Delta shotai sisanya… Chuck… ya gitu aja. Kapten Arad, sama Kaname cuma ‘so-so’ aja, malah sampe ending Kaname sendirian. Mau dibikin kayak Claudia – Fokker, nggak bisa wong yang mati Messer. Mau bikin Max – Milia baru? Tapi nggak jelas tuh hubungan mereka. Masih mending Makina ama Reina yuri sekalian. Hahahaha.

Karakter lainnya lagi, tuh segerombol Aerial Knights. Bahkan Bogue yang kerjaannya marah-marah pun nggak jelas perannya dia dalam serial ini apa. Selain marah-marah tentunya.  Tapi maksud gue, dampak dia terhadap alur cerita itu apa? Nggak ada. Cuma di ending aja dibikin pada bugil.  Bahkan dibikin salah satu anggotanya mati pun, nggak ngefek apa-apa kalo menurut gue. Belum lagi dimunculin juga kisah bapaknya Hayate, Wright Immelman. Cuma sekilas doang, dan membuktikannya cukup dengan dengerin ‘blackbox’ nya pesawat! Dan itu diambil dari pesawat yang sudah dibangun ulang oleh Raja Windermere! Lha pas nyusun ulang itu pesawat masak iya sih nggak dipretelin ama mereka? Pas nyusun ulang itu bangkai pesawat masak nggak sambil nyari si blackbox itu? Harusnya nggak akan susah buat mereka untuk nemuin benda yang ditemukan Makina di pesawat itu.

macross-delta-10

Jadi? Untuk Valkyrie dan lagu, no complain deh gue. Tapi terus terang gue kecewa sama Delta. Justru elemen paling penting, love triangle, malah nggak tereksplorasi dari awal sampai akhir. Padahal itu yang seharusnya jadi ‘bintang utama’ di serial Macross. 

Ghost in the Shell Trailers

Break lagi dari deretan PV musim gugur karena ada 5 (lima!) PV dari film Ghost in the Shell live action yang dibintangin sama Scarlett Johansson. Meskipun sempet bikin heboh karena (seperti biasa) muncul “keberatan” dari para fans soal “whitewashing“, tapi ternyata untuk kali ini, Hollywood beneran jadi keluarin (salah satu) adaptasi dari anime setelah rumor-rumor seperti Evangelion, Kite, dan yang lumayan heboh, adaptasi AKIRA. Cuma ya agak aneh juga, ngerilis PV-nya dalam 5 potongan, dan masing-masing cuma sekitar 10 – 15 detik.  Mau dibilang “nggak tanggung-tanggung, langsung keluarin 5 PV” kok rasanya ya nggak pas, wong itu lima-limanya berasa nanggung.  10 – 15 detik itu singkat (banget), untung aja nggak jadi kayak iklan di TV yang kadang sampe diulang 3x demi memenuhi slot waktunya. 

Anyway, berikut ini 5 PV yang dimaksud, nggak ada urutan khusus sih, tapi kalo diliat tokoh yang dimunculin adalah Motoko (kalo tetep pake nama itu), sama Aramaki. Gue belum tau siapa cewek yang ditemuin sama Motoko di PV itu, tapi kalo yang Geisha, I’m guessing itu adalah robot/android yang muncul di episode awal Ghost in the Shell: Stand Alone Complex, di mana beberapa robot geisha menyandera pejabat dan Section-9 berhasil melumpuhkan mereka, meskipun ternyata robot-robot itu dikendalikan dari tempat lain oleh si pelaku.

Note: sepertinya oleh pihak Paramount Picture, masing-masing PV diberi ‘nama’ sesuai temanya: Aramaki, Geisha Hallway, Silhouette, Unplug, dan What.

 

Aramaki

Geisha Hallway

Silhouette

Unplug

What

 

My thoughts?

Meskipun banyak yang menyatakan ‘anti’ atau keberatan dari sejak awal diumumin, secara pribadi gue nggak ada masalah sama pemilihan Scar-Jo sebagai pemeran utama dalam GITS ini. Kenapa? Bukan karena masalah rasis atau apa, tapi jujur aja, kalo buat yang pernah nonton GITS (dalam berbagai versinya sejak tahun 90-an sampe sekarang) pasti tau kalo yang namanya Kusanagi Motoko itu, “jasmani”-nya adalah full cyborg. Dan di ‘dunia’ GITS, dia bisa “mentransfer” dirinya ke tubuh sibernetik lain sesuai keinginan dia.

Artinya apa? Nggak relevan kalo Kusanagi Motoko harus orang Asia, harus orang kaukasia, harus orang kulit putih, harus orang kulit hitam, dll. She can be anyone she wants to be if she deems necessary. Dan karakter Motoko dalam GITS itu jelas, dia akan menjadi siapa/apapun yang dibutuhkan dalam menyelesaikan misi/tugasnya, malah kalo perlu dia ‘hack’ badan cyborg lain.

That’s Ghost (mind/soul) in the Shell (body).

Lagipula, kalo mau lebih jujur lagi, emangnya karakter-karakter dalam anime itu kebanyakan wajah-wajahnya menggambarkan wajah orang Jepang ya? I don’t think so… Bahkan mungkin manusia mana pun nggak, unless mereka melakukan ‘modifikasi’ pada wajahnya.

 

Dan sebagai perbandingan, berikut ini adalah pemeran dari Ghost in the Shell: Ghost is Alive, sebuah pertunjukan teatrikal di Jepang tentang anime ini tapi dengan pendekatan lebih ke arah Ghost in the Shell ARISE. Kalo yang ini pemerannya aseli dari Jepang.

List pemerannya:

  • Aono Kaede (Kusanagi Motoko)
  • Juku Ikkyu (Aramaki Daisuke)
  • Yagami Ren (Batou)
  • Matsuzaki Yutaka (Borma)
  • Kanesaki Kentaro (Togusa)
  • Isaka Tatsuya (Ishikawa)
  • Mamoru Asana (Kurutsu)
  • Ibuka Katsuhiko (Paz)
  • Matsumura Ryunosuke (Saito)
  • Takasaki Shungo (Ibachi)
  • Misaki Momose (Tsuda Ema)
  • Yoshikawa Asami (Thied)
  • Minami Keisuke (Hose)

Page 3 of 32

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén