Granbelm

Granbelm, anime original karya studio Nexus ini merupakan anime dengan premise menarik dan genre yang sangat unusual sehingga saya tergelitik untuk mengintip dan mencoba beberapa episode

dan hasilnya, amazing, i liked it !

all the fighters in Granbelm

Granbelm lahir dari hasil kolaborasi sutradara Watanabe Masaharu, character designer Otsuka Shinichiro dan penata musik Suehiro Kenichiro yang berpengalaman di anime seperti Golden Kamuy dan Hataraku Saibou.

Granbelm mempunyai premise yang cukup menarik, battle royale antara para magical girls yang masing masing mewakili keturunan garis keluarga ke-7 penyihir terakhir di Dunia, untuk mengendari mecha yang bernama Armanox, di dunia isekai bernama Granbelm yang hanya ada dikala bulan mencapai purnama,

Thats an insane premise.

Kohinata Mangetsu adalah anak sekolah biasa yang disuatu hari terjebak di dunia lain, dunia penuh reruntuhan dimana robot magis bernama Armanox saling membunuh satu sama lain. Disitu dia bertemu dengan Shingetsu Ernesta Fukami, salah seorang partisipan battle royale tersebut dan akhirnya berteman dengannya di dunia nyata. Melalui Shingetsu diketahui bahwa Granbelm adalah dunia magis yang hanya akan muncul dikala bulan purnama, dan selama beberapa waktu para robot yang dinamakan Armanox akan saling bertempur untuk menjatuhkan satu sama lain. Mengendalikan Armanox adalah para keturunan magician kuno untuk memperebutkan kursi Princeps Magician yang akan mempunyai kuasa penuh akan tenaga magis yang tersegel di Bumi.

Anna versus Shingetsu

Misteri lalu mengalir satu demi satu, seperti dari keluarga magician yang mana Mangetsu berasal, apa motif sesuhngguhnya Shingetsu mengikuti ritual Granbelm, kenapa keturunan para magician harus saling mengalahkan satu sama lain.

Sampai dengan episode 5, saat artikel ini ditulis, Granbelm tidaklah mengecewakan. Cerita dan misteri mengalir flawlessly, walau sifat kekanakan generik Mangetsu sedikit menganggu, namun sepertinya ada sesuatu dibalik itu. Design karakter memang agak sedikit sugary seperti nya dirancang untuk memancing simpati dan setting yuri . Namun performa dari masing-masing voice actor menutupi hal itu

In the end, im gonna recommend this one to anyone who are mecha fans and magical girls fans, or simply just an anime fans looking some original anime

give it a try !

WHITE LILY with Mangetsu/ Shingetsu

90’s Underated Mecha Anime (part 1)

Dekade 90an adalah tahun yang fenomenal bagi anime bergenre mecha. Banyak mecha anime yang mencapai status legendary memulai episode perdana nya di dekade ini. Periode ini juga pakem-pakem yang biasanya menjadi ciri khas mecha anime yang terbagi begitu jelas antara real robot – super robot di tahun-tahun sebelum nya mulai kabur dan menyatu sehingga menjadi suatu yang baru. Namun diluar judul-judul mainstream dan legendaris seperti Neon Genesis Evangelion, Gundam Wing atau Vision of Escaflowne, ada banyak mecha anime dengan kualitas yang sebetulnya not bad namun sering tidak begitu dilirik karena kurang nya hype atau promosi atau malah dianggap sebagai produk gagal.

Berikut ini adalah beberapa mecha anime underrated rekomendasi saya

Gundam X

After War Gundam X bercerita soal Garroad Ran, seorang junk dealer yang rela melakukan apapun demi uang, termasuk mencuri mobile suit, menculik orang dan sebagai nya. Dunia sedang dalam kondisi post apocalypse akibat 7th Space War yang terjadi bertahun2 sebelum nya, banyak pihak mencari newtype, seseorang dengan kekuatan psikis luar biasa untuk dijadikan senjata demi menguasai sumber daya dunia yang tersisa. Nasib mempertemukan Garroad dengan Tifa seorang newtype muda dan dengan Jamile Neate, mantan newtype yang mempunyai misi untuk melindungi para newtype yang tersisa.

Anime buatan tahun 1996 ini tidak sepopuler pendahulu nya Gundam Wing. Ada banyak penyebab kenapa Gundam X mengalami rating drop yang begitu parah sehingga harus dipindah dari timeslot prime-time menjadi timeslot anak-anak (sabtu pagi), yaitu persaingan dengan Evangelion, kesuksesan luar biasa Gundam Wing dan cerita yang begitu depresi. Namun di apabila di lihat secara lebih detail, Gundam X menawarkan sesuatu yang belum pernah ada di dunia Gundam, misal motivasi Garroad yang bertempur demi Tifa, bukan kedamaian dunia atau survival atau yang lain. Selain itu Gundam X juga menawarkan cerita dewasa yang cukup sesuai dengan tema post apocalypse dan militer dimana urusan perang, bunuh membunuh dan politik adalah urusan orang dewasa, dan juga Gundam X menawarkan salah satu opening song terbaik di Gundam Universe dengan Resolution dari group ROM.

Verdict, Gundam X tidaklah sejelek yang dikatakan orang

Dai-Guard

Bagaimana jika sebuah mecha super diperlakukan seperti real machines ? pertanyaan sederhana itulah yang mendasari anime buatan tahun 1999 ini. Dai Guard bercerita soal bagaimana Jepang bertahan dari serangan fenomena masif bernama Heterodyne, Pihak militer membuat robot raksaksa bernama Dai Guard untuk melawan Heterodyne, namun pada saat Dai Guard selesai dibuat, krisis Heterodyne telah teratasi, hal ini membuat Dai Guard menjadi tidak berguna dan hanya menambah beban anggaran. 12 tahun kemudian Dai Guard kemudian di kelola oleh perusahaan swasta 21st Century Defense Corp. Banyak dari pegawai perusahaan yang berkata bahwa Dai Guard hanya berguna untuk publisitas namun tidak dengan Akagi Shunsuke dan 2 pilot lainnya yang yakin bahwa Dai Guard akan segera dibutuhkan, dan mereka tidak salah.

Dai Guard adalah sebuah karya unik dan cukup jarang di jagad mecha anime. Super Robot biasanya adalah sebuah personifikasi dari kegagahan, serangan brutal dan yang terpenting adalah unlimited support baik secara finansial maupun secara legal dari pemerintah. Namun Dai Guard sering kali dibatasi oleh berbagai permasalahan sehingga hanya untuk bisa berdiri dan bertarung dengan Heterodyne seringkali dianggap sebuah keajaiban. Satu-satu nya yang mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah anime super robot adalah pilot utama Dai Guard, Akagi Shunsuke adalah otaku mecha kelas berat yang seringkali (berupaya) mengatasi segala permasalahan dengan hotblood dan juga meneriakan nama serangan Dai Guard ala pilot super robot klasik.

Paruh pertama dari 26 episode Dai Guard menurut saya adalah salah satu yang terbaik (dan terunik) di anime super robot modern. Kita bisa melihat bagaimana Dai Guard diperlakukan sebagai aset perusahaan, bagaimana Heterodyne dilihat bukan sebagai monster namun semacam bencana alam, dan juga yang terpenting terbangunnya karakterisasi  yang baik diantara pilot pilot Dai Guard. Akagi yang super antusias untuk mengendarai DaiGuard, Ibuki yang sering menjadi voice of reason dari tim, dan Aoyama yang terlihat ogah-ogahan dan playboy namun menyimpan sesuatu yang pedih.

Sementara paruh kedua tidaklah jelek, namun ada beberapa faktor yang membuat intensitas cerita agak turun, seperti Dai Guard  yang menerima upgrade sehingga bisa bergabung secara otomatis ala Voltes V (sebelumnya Dai Guard membutuhkan perakitan on-site ala mobile crane) dan juga intrik dengan pihak militer.

In the end, jika mencari sesuatu yang unik dan jarang ada di dunia anime mecha, saya bisa merekomendasikan Dai Guard sebagai tontonan yang cukup berkualitas.

Oh and… jangan lupa untuk keep your ears (and eyes) open to that great opening song !

Verdict : MUST TRY !

Dendoh

Era 90an adalah era dimana anime mecha (terutama super robot) mulai mengalami perubahan dalam struktur cerita, tidak ada lagi cerita simpel penyerangan makhluk asing dan super robot membela bumi. Namun ada 1 anime yang masih percaya bahwa premis klasik tersebut masih punya peminat, dan mereka tidak salah.

Anime itu adalah Gear Fighter Dendoh, bercerita mengenai Izumo Ginga dan Kusanagi Hokuto dua remaja yang secara tidak sengaja menjadi pilot dari Dendoh, sebuah robot yang membutuhkan koordinasi yang baik antara bagian kiri dan kanan untuk berfungsi. Melawan mereka adalah alien Galva yang ingin menguasai bumi untuk mencari sesuatu. Ginga dan Hokuto didukung oleh GEAR sebuah organisasi rahasia dibawah pimpinan Vega, wanita bertopeng misterius yang bertempur menggunakan motor. Situasi jadi semakin rumit karena ternyata Galva pun mempunyai robot serupa bernama Night Ouga yang kemampuannya jauh diatas Dendoh.

Dendoh adalah buah karya dari sutradara Fukuda Mitsuo dan istrinya (alm) penulis Morosawa Chiaki, yang terkenal dengan Cyber Formula dan (kemudian) Gundam SEED. Secara cerita umum tidak banyak yang ditawarkan oleh Dendoh, namun cukup banyak gimmick dan twist yang terjadi sehingga cukup untuk saya betah menonton hingga 38 episode. Gimmick yang ditawarkan antara lain Dendoh harus di kontrol oleh 2 orang, sehingga menimbulkan potensi konflik yang baik, juga senjata Dendoh adalah sepasukan mecha berbentuk binatang yang berkekuatan luar biasa, dan Dendoh harus mencari mereka satu per satu dan itupun tidak selalu berhasil untuk memperoleh mereka, dan fakta bahwa Ginga dan Hokuto adalah lahir dari keluarga baik baik, dan sangat supportive kepada kegiatan mereka sebagai pilot super robot, hal yang sangat jarang di dunia anime 90an yang penuh dengan emo-story. Belum lagi twist seperti siapakah Vega, siapakah Emperor Galva, siapa pilot Ouga dan darimana dia berasal. Semua ini di akhiri dengan cukup baik di episode2 akhir, walaupun jelas berasa bahwa Dendoh seperti mengalami pemotongan episode.

Verdict : Simple story and familiar tropes adalah kekuatan sebenarnya dari Dendoh, anime ini terasa begitu humble dan sederhana apabila dibandingkan dengan super robot heavyweight seperti MazinKaizer atau Getter Armageddon. Namun ditengah kesederhanaan itu ada fun adventures, kehangatan keluarga dan aksi robot klasik yang sudah jarang terlihat. Saya merekomendasikan Dendoh untuk fans super robot untuk nostalgia.

Brain Powerd

Sebuah kapal makhluk asing yang terbenam di dasar Samudra Pacific bernama Orphan menyebabkan banyak bencana di bumi, namun didalamnya ada orang-orang yang bekerjasama dengan Orphan dengan imbalan pengetahuan yang sangat luar biasa. Orphan akhirnya pergi keluar angkasa dan meninggalkan bumi dalam keadaan rusak. Anak buah Orphan, para Reclaimer kembali ke bumi dengan mengendarai mecha yang disebut Antibody untuk mengumpulkan relic yang ditinggalkan Orphan berbentuk disc. Utsumiya Hime seorang rebel yang menentang Orphan menemukan salah satu disc tersebut dan membangkitkan Antibody yang dia beri nama “Brain Powerd”. Bersama dengan Isami Yu, mantan Reclaimer yang melarikan diri, Hime dan Yu terlibat petualangan untuk menentukan nasib umat manusia.

Jika kalian bingung membaca premis diatas, ya, seperti itulah rasanya sepanjang 26 episode. Sesuai ciri khas Yoshiyuki Tomino, Brain Powerd mengawali episode pertamanya dengan sederet eksposisi DAN event yang membuat kita hanya melongo.

Pada awal pre-release, Brain Powerd sering dikatakan sebagai anime dengan super talent dibelakangnya, Sutradara Yoshiyuki Tomino, Karakter Designer Mitsumi Inomata (Tales series), Mecha Designer Nagano Mamoru (Five Star Stories), Music Director Yoko Kanno (Macross Plus). Tomino pernah berkata bahwa Brain Powerd adalah jawaban dia untuk Evangelion. Untuk beberapa aspek seperti tema “love is the answer” , memang Brain Powerd dirasa lebih mumpuni, namun itu akan terasa berbeda untuk tiap orang.

Kekuatan utama dari Brain Powerd adalah karakter, karakter2 seperti Isami Yu dan Utsumiya Hime tergambar secara lugas dan jelas, namun karena ini anime Tomino, diperlukan waktu khusus untuk mendalami mereka, mencari motif dan tujuan mereka di anime ini, begitu juga dengan puluhan karakter lain yang terkesan numpang lewat. Karakter design oleh Mitsumi Inomata dan design mecha oleh sang legenda Nagano Mamoru juga ikut menambah dinamis sesuai dengan alur cerita

Kekuatan kedua adalah musik, digawangi oleh Yoko Kanno, musik dari Brain Powerd berasa a class of its own, musik ambient yang kadang berasa surreal ini mengiringi kita selama 26 episode, dan ending anime ini “Field of Love” oleh Kokia, adalah salah satu lagu anime terindah yang pernah ada.

Verdict : Brain Powerd sangat disarankan untuk para die-hard fans Tomino, fans anime dengan banyak filosofi ala Evangelion dan anime-anime apocalypse lainnya, terutama mereka dengan kesabaran yang lebih.

Dual

Saya yakin rata-rata fans anime secara umum mengenal apa itu Neon Genesis Evangelion, anime yang sangat fenomenal bahkan saat di re-run oleh Netflix, masih menimbulkan gelombang keingin-tahuan dari banyak orang, bahkan setelah lebih dari setengah dekade penayangan originalnya. Evangelion juga membuat ramai trend anime dengan setting depresi dan karakter utama yang juga tidak kalah kelam, namun tahukah ada anime serupa Evangelion namun dengan setting ceria dan juga mendekati harem anime ?

Ya, anime itu adalah Dual, Pararel Trouble Adventure

Jika Brain Powerd adalah jawaban serius untuk Evangelion maka Dual adalah relaksasi. Hampir semua astetik Evangelion ada pada Dual, termasuk tiga mecha humanoid kurus dengan pilot khusus.

Di tayangkan pada April 1999, anime ini memang tidak mempunyai kredibilitas yang mengagumkan seperti Evangelion, namun menurut saya cukup lumayan untuk diikuti. Kekuatan dari Dual, tentu bukan pada psikologis dan pendalaman karakter, namun kepada komedi dan sedikit action serta kehidupan harem si Kazuki, si karakter utama. Aksi pertempuran antar mecha, menurut saya cukup mengasyikan di awal dan akhir cerita, namun komedi nya tersebar di sepanjang serial. Satu poing menarik yang diberikan oleh Dual adalah, dunia pararel dan point of divergence, dan inilah yang akhirnya menjadi titik awal pembeda dari Dual dan Evangelion.

Verdict, jangan berharap terlalu banyak, nikmati apa yang ditawarkan oleh anime ini dengan ringan, karena anime ini memang menjanjikan ringan, dan itulah yang akan kita dapat.

Tate no Yuusha no Nariagari

the Rising of the Shield Hero

Iwatani Naofumi (seiyuu: Ishikawa Kaito) adalah seorang mahasiswa yang polos dan bersifat baik. Suatu hari saat sedang di sebuah perpustakaan umum, dia menemukan buku yang bercerita tentang sebuah dunia fantasi di mana pada saat dunia tersebut terancam oleh kekuatan jahat, akan muncul 4 orang ksatria yang akan menyelamatkan dunia itu. Ke-4 ksatria itu adalah ksatria yang menggunakan pedang, tombak, panah, dan yang ke-4 adalah pengguna perisai.

Tiba-tiba tampak kilatan cahaya dari buku itu dan secara misterius Naofumi berada di sebuah tempat yang asing bersama dengan 3 orang lainnya. Mereka berada di tempat itu karena telah “dipanggil” dengan menggunakan ritual khusus ke kerajaan tersebut sebagai ke-4 ksatria seperti yang ada dalam buku yang sempat dibaca Naofumi.

Anehnya, saat sedang beraudiensi dengan raja Melromarc, tampak sepertinya keberadaan Naofumi yang ternyata adalah ksatria dengan perisai, tidak mendapatkan respon yang sama seperti ketiga ksatria lainnya yaitu Amaki Ren (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu), ksatria pedang; Kawasumi Itsuki (seiyuu: Yamaya Yoshitaka), ksatria pemanah; dan Kitamura Motoyasu (seiyuu: Takahashi Makoto). Bahkan saat awal pembentukan kelompok petualang yang akan membantu masing-masing ksatria, tidak ada yang mau memilih menjadi anggota kelompok Naofumi karena ksatria perisai dianggap yang paling lemah di antara semua.

Hanya ada satu orang saja yang akhirnya mau menjadi anggota Naofumi yaitu seorang perempuan cantik yang mengaku bernama Myne Suphia (seiyuu: ?). Pada awalnya Naofumi sangat gembira karena ternyata ada yang mau menjadi anggota kelompoknya (meskipun hanya satu). Tetapi semua itu ternyata sebuah jebakan dan Naofumi difitnah telah berusaha memperkosa Myne, sehingga oleh raja dia diusir dan seluruh kerajaan membenci Naofumi.

Naofumi yang tadinya merupakan seseorang yang baik dan ramah berubah menjadi seseorang yang dipenuhi amarah dan rasa dendam kepada semua orang yang dia anggap telah memfitnah dirinya dan berusaha meningkatkan kemampuannya untuk membuktikan kekuatannya dan menyelamatkan dunia tersebut.

Meskipun demikian Naofumi tetap masih harus mengalami kendala lain yaitu bahwa ksatria perisai sama sekali tidak bisa menggunakan senjata. Satu-satunya “senjata” yang bisa dia gunakan hanyalah perisai yang melekat di lengannya. Hal ini menyulitkan Naofumi dalam upayanya meningkatkan level dan mendapatkan kekuatan yang lebih besar. Di sisi lain, akibat kejadian dengan Myne, Naofumi mengalami kesulitan untuk bisa mempercayai orang lain.

Pada saat itu, tiba-tiba seorang pria misterius mendekati Naofumi dan menawarkan solusi untuk mengatasi kesulitan Naofumi. Dia adalah seorang pedagang budak yang mengusulkan kepada Naofumi untuk membeli budak karena secara otomatis budak itu akan “diikat” dengan menggunakan semacam mantra sehingga mereka tidak akan pernah mengkhianati Naofumi. Naofumi menerima tawaran tersebut dan akhirnya memilih untuk membeli budak dari pria itu.

My thoughts?

Ini kayaknya judul yang paling ditunggu sejak diumumin beberapa waktu lalu. Yes, ini another isekai anime di mana protagonisnya transmigrasi ke dunia lain. Yes, twist-nya beda, dan boleh dibilang menarik. Jadi ya harus diakui kalo yang tadinya agak-agak “oh great, another isekai” berubah ke “ok, I’m intrigued“. ????

Dimulai dari perubahan sifat protagonisnya yang langsung drastis, dari orang yang tadinya keliatan naif dan hepi, langsung berubah jadi dark karena dipenuhi dendam amarah, plus kehilangan kepercayaan kepada orang lain. Mudah-mudahan ini pertanda kalo akan ada character development yang bagus dan mengalir lancar. Kalo isekai belakangan ini kan yang penting dia dewa, dan dikelilingi banyak gadis. ????

Agak mengingatkan gue ke isekai jaman dulu, Juuni Kokki, di mana tokoh utamanya mengalami berbagai kejadian yang membuat dia jadi berkembang. Cuma bedanya kalo di Juuni Kokki nggak overnight berubahnya. (Recommended untuk ditonton, tapi IMO cukup sampe sekitar eps 40-41, sisa beberapa eps terakhir gak ditonton gak apa-apa ????)

Kalo dari penerawangan infonya di internet, si Naofumi dan ke-3 ksatria lainnya ini nanti akan jadi personifikasi dari Nanatsu no Taizai alias Seven Deadly Sins. Dari episode awal kan sebenernya si Naofumi udah jadi Wrath, Kitamura di awal keliatannya ke Lust dan Envy, Ren ke Greed dan Gluttony, Itsuki ke Pride. Tinggal Sloth yang belum tau ke siapa. ????

Dengan menonton episode 1 (yang lumayan panjang, 45 menitan), gue rasa gue mulai bisa memaklumi kenapa hype-nya agak tinggi. Protagonisnya pindah dunia tapi cuma semalem doang diperkenalkan, besok paginya dia udah jadi outcast akibat fitnah dan langsung dikucilkan. Sementara ya seperti gue bilang tadi, kalo liat isekai lainnya belakangan ini kan malah kebanyakan jadi “dewa”.

Hero Mask

James Blood (seiyuu: Kase Yasuyuki) adalah seorang anggota Special Service of Crime (SSC) yang merupakan sebuah cabang khusus dari kepolisian London dengan angka keberhasilan menangkap penjahat yang tinggi meskipun dalam melaksanakan tugasnya, James seringkali tidak mengikuti protokol yang baku.

Sarah Sinclair (seiyuu: Kaida Yuuko) adalah seorang pengacara yang merupakan asisten jaksa Monica Campbell (seiyuu: Shibuya Haruka). Dia menyaksikan sendiri kejadian di mana dia seharusnya bertemu Monica dan ketika akan menyeberang tiba-tiba Monica langsung jatuh dan meninggal.

Di upacara pemakaman Monica, James bertemu dengan Sarah dan Sarah mengatakan bahwa dia melihat Monica membawa tas tetapi ketika dia menghampiri Monica untuk menolongnya, dia tidak melihat tas Monica di situ. Hal ini menimbulkan kecurigaan James tentang kematian Monica yang mendadak. Dia meminta Sarah untuk mencoba mencari petunjuk mengenai kasus yang sedang ditangani Monica.

Sarah yang sedang membereskan ruangan Monica setelah kematiannya, secara tidak sengaja menemukan dokumen rahasia yang disimpan oleh Monica dan dokumen itu berisi foto beberapa orang dengan sejenis ‘topeng’ yang mirip seperti lembaran kertas. Sarah kemudian menghubungi James dan ketika dia sampai di kantor SSC, ternyata di situ muncul Grimm (seiyuu: Karasuma Yuuichi), seorang pembunuh sadis yang pernah ditangkap oleh James, dan dikabarkan sudah meninggal di penjara. Grimm yang muncul di kantor SSC itu secara misterius mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa dan dia bisa mengubah wajahnya sesuai keinginan dengan menggunakan semacam topeng seperti yang ada dalam dokumen Monica.

James dan Sarah kemudian memutuskan untuk menyelidiki kematian Monica sekaligus mencari tahu misteri tentang topeng ‘kertas’ yang digunakan oleh Grimm serta misteri tentang kematian beberapa narapidana yang dipenjara di tempat yang sama dengan Grimm. Dan dalam penyelidikannya, James tidak menduga bahwa dia akan bertemu dengan seseorang yang dikenalnya di masa lalu, dan sekarang dia harus berhadapan dengan orang itu.

My thoughts?

Mirip dengan Psycho-pass di beberapa poin, tapi juga nggak plek sama. Jadi kalo suka dengan tipe crime-fighting dengan twist, mungkin akan seneng ngikutin serial ini. Meskipun menurut pendapat gue ya, yang ini masih kurang greget sih (dan jangan dibandingin sama Psycho-pass S2, karena terus terang gue nggak begitu suka yang S2. Hahaha)

Penceritaannya lumayan cepet juga, dari mulai menetapkan latar belakang cerita dan memperkenalkan karakter-karakter utamanya, meskipun gue sempet ‘miss’ waktu menceritakan latar belakang Harry Creighton (seiyuu: Uchiyama Kouki) karena memang pas nonton episode itu agak ngantuk ???? tapi cukup jelas untuk diikutin setelahnya.

Kalo ditelusurin lebih jauh, kejadian gue ‘agak ngantuk’ tadi mungkin karena merasa ya agak standar juga sih sebenernya. Maksudnya, dengan memperkenalkan Harry dan ngasih sedikit background kayak gitu, gue udah langsung tau kalo, okay James vs Harry, incoming. Hahaha. Bahkan episode awal yang ‘memperkenalkan’ tokoh Grimm pun rasanya ya datar aja, malah sepertinya setiap kali James menghadapi Grimm, faktor keberuntungan melulu yang berperan, dan berulang. Lucky James. ????

Yang menarik adalah, serial ini diproduksi eksklusif untuk Netflix (lagi). Sepertinya memang Netflix lagi getol-getolnya memproduksi anime-anime untuk ditayangkan, atau tepatnya, di-streaming-kan eksklusif. Ya nggak masalah sih sebenernya, jadi nggak rugi juga langganan. Hahaha. Tapi nggak tau kenapa, kebetulan aja yang gue tonton, aura-nya agak-agak gelap gini (yang lalu gue nonton B the Beginning), naluri kali ya? Atau memang Netflix secara eksklusif milih yang genre-nya begini? ????

Anyway, kalo mau coba nonton, bolehlah. Kan ada gratis 1 bulan tuh dari Netflix. Kebut aja nonton, abis itu terserah mau lanjut langganan atau nggak. Ini bukan iklan Netflix lho ya. ????

Saint Seiya: Saintia Shou

Saint Seiya … shounen wa minna …

Saint Seiya: Saintia Shou ini menceritakan tentang Kyoko (seiyuu: Ichimichi Mao) dan Shoko (seiyuu: Suzuki Aina), kakak beradik yang pada masa kecilnya secara misterius bertemu dengan seseorang yang menawarkan sebuah apel emas kepada Shoko. Kyoko berusaha mencegah Shoko agar tidak menerima apel itu tetapi Shoko tidak mendengarkannya dan ketika dia menyadari adanya bahaya, datanglah Scorpio Milo (seiyuu: Seki Toshihiko) yang menghentikan Shoko. Milo mengatakan bahwa Shoko berpotensi untuk menjadi jelmaan kejahatan dan akan membunuhnya tetapi Kyoko bersikeras melindungi adiknya. Melihat hal itu, Milo meninggalkan mereka berdua dan berpesan agar mereka berusaha menjadi kuat agar bisa mengubah takdir dengan kekuatan mereka sendiri.

Setelah beranjak remaja, Shoko yang tinggal bersama ayahnya telah ditinggalkan oleh Kyoko selama beberapa tahun untuk berlatih. Shoko sendiri di rumah melatih dirinya bersama sang ayah. Suatu hari di sekolah, tiba-tiba para murid kehilangan kesadarannya kecuali Shoko, dan dari balik semak muncul perempuan yang menyerang Shoko. Ketika Shoko dalam bahaya, tiba-tiba Kyoko muncul dalam jubah Saint dan menyelamatkannya. Shoko baru mengetahui bahwa selama ini Kyoko berlatih untuk menjadi seorang Saint dan telah berhasil mendapatkan jubah Equuleus. Shoko juga baru mengetahui bahwa murid terpopuler di sekolah itu, Kido Saori (seiyuu: Minase Inori) ternyata adalah titisan Athena dan bahwa Kyoko merupakan salah satu Saint yang bertugas melindungi Athena (bukannya ini kerjaan Seiya dkk ya?)

Malam harinya, ketika Kyoko dan Shoko sedang mengobrol di halaman rumah Saori, mereka kembali diserang oleh musuh yang sama dengan yang mereka hadapi di sekolah, tetapi kali ini dia muncul dalam wujud utamanya yang lebih kuat dan bernama, Dryad Ate. Dia ingin menjadikan Shoko sebagai ‘wadah’ bagi Eris, penguasa kekacauan. Dalam usahanya melindungi Shoko, Kyoko akhirnya mengorbankan dirinya sehingga dia lah yang akhirnya dijadikan wadah Eris, meninggalkan Shoko dan jubah Saintnya. Melihat hal itu, Shoko kemudian memutuskan untuk mengikuti latihan agar dia bisa menjadi seorang Saint dan menyelamatkan kakaknya.

My thoughts?

Agak-agak kontradiktif sih ya jadinya. Dulu seinget gue, di universe Saint Seiya itu dikatakan kalo populasi warrior cewek itu sangat-sangat langka, dan kalaupun ada, mereka diwajibkan memakai topeng. Itupun mereka juga sepertinya nggak punya jubah Saint, lebih ke armor warrior aja.

Waktu munculnya anime Saintia ini juga terkesan nge-pas banget setelah beberapa waktu terakhir rame-rame soal Shun yang menjadi cewek di versi Netflix, sekarang dirilis Saintia yang isinya cewek semua. Nah loh. Mungkin ini sekalian juga untuk “menjawab” alasan Eugene Son mengubah gender Shun (dia bilang karena isinya dudes semua) bahwa ada kok Saint cewek.

Bisa jadi serial ini ditujukan untuk “menjaring” fans generasi baru, eksplorasi untuk perluasan universe atau ya tetep … sama kayak pemikiran Son, untuk memberikan kesetaraan gender? Hey, ada Saint cowok, kenapa cewek nggak bisa? Seperti itukah? Apa memang ada “demand” seperti itu? Soalnya gue liat di jawaban Eugene Son masalah Shun yang dijadiin cewek, kok seolah-olah ada desakan untuk memunculkan bahwa karakter cewek juga jagoan. Tapi kenapa cerita ini dimasukin dalam alur cerita Seiya? Bisa kita liat di beberapa kilasan ada Gold Saints (Milo malah beneran nongol di awal), bayi Saori yang diselamatkan Aioros, dan Saga yang nyamar jadi ‘Paus’ … itu semua alur Sanctuary Chapter, dan si Saintia ini dimasukin sebagai … Prekuel? Apa nggak lebih baik dibikin stand alone aja? ????

Bukan bermaksud negatif, tapi penasaran aja. Soalnya ya itu tadi, di universe Saint Seiya sudah well-established kalo warrior cewek itu ada, mereka bukan non-existent kok, bahkan bukan yang kategori lemah juga, para Saint jagoan itu hasil didikan mereka. Cuma ya di situ mereka semua bertopeng, dan tidak memakai jubah Saint. Lalu sekarang mendadak, Saints cewek ada, dan mereka ada di posisi yang nantinya akan diisi oleh Seiya dkk. Apakah sudah se-mendesak itu untuk memasukkan unsur kesetaraan gender?

Btw, kenapa gue bilang nantinya? Ya kalo dari yang gue liat, di situ kayaknya digambarkan Saori masih sekitaran SMP, belum jadi Miss Kido Saori yang ada di era Seiya dkk. Apakah ini juga berarti kalo Shoko dkk adalah senpai-nya Seiya dkk? Atau mereka ini angkatannya (cikal bakal?) Marin sama Shaina? Tapi sekilas juga liat ada Jabu dkk, dan mereka itu angkatannya Seiya dkk. Jadi? Jadi? … Bingung. Hahaha. ????

Ya gue berharap, nggak jadi terkesan maksa-masuk aja sih. Dan harapan itu nggak ada hubungannya sama masalah gender atau feminisme atau apalah itu. Lagipula, gak kesian apa sama Athena? Udah berapa dewa/dewi yang harus dia hadapin coba? Sekarang ditambahin Eris. Kesannya setiap dewa/dewi yang pernah dikenal di dunia ini semua pengen nantang Athena. ????