The Robotech Saga part 1

Robotech merupakan kartun animasi yang tayang di Amerika pada 1985, namun masih banyak belum mengetahui bahwa kartun tersebut adalah gabungan dari 3 anime Jepang berbeda, seperti halnya Voltron. Saya dulu sempat melihat beberapa episode Robotech di televisi lokal sebelum saya melihat Macross (yang juga di televisi lokal). Setelah memasuki jaman internet ternyata banyak timbul konflik terutama di fans Amerika Serikat untuk fans purist bahwa Robotech hanya merusak esensi Macross dan anime Jepang lainnya, untuk fans Robotech melakukan pembelaan bahwa dengan narasi dan kepopuleran Robotech mampu memperkenalkan anime di Amerika Serikat .

Robotech adalah cerita mengenai passion, perjuangan, liku liku bisnis, litigasi dan copyrights yang berlansung mulai 1980an hingga sekarang. Saya akan coba menceritakan mengenai Robotech mulai dari awal penciptaan, cerita dan lore didalam nya, pertempuran di medan mainan dan juga litigasi dan berbagai project Robotech lainnya, baik yang berhasil maupun gagal

Selamat Datang di Robotech Saga review, part 1

Tahun 1982, Dunia animasi dikejutkan oleh penayangan pertama Super Dimensional Macross (Chōjikū Yōsai Makurosu) di Jepang, seri pertama dari trilogi Super Dimensional yang nantinya akan berisikan Macross, Orguss dan Southern Cross. Macross selain menyajikan aksi perang angkasa yang dahsyat, juga menyajikan human drama yang umum di genre space opera DAN menyajikan 1 hal yang baru di dunia animasi Jepang, music as its center story. Singkat cerita Macross adalah instant hit dan akan melahirkan franchise besar yang tetap terjaga hingga sekarang.

The Super Dimensional Fortress Macross (1982)

Tahun 1984, dunia animasi Amerika diperkenalkan untuk pertama kali dengan tv series Transformers, diadaptasi dari properti mainan Jepang Diaclone dan Microman, dan audiens menyukainya. Produsen mainan lalu berlomba-lomba untuk mencari dan melisensi apapun yang dapat berubah bentuk dari Jepang.

Perusahaan kecil bernama Harmony Gold melihat peluang besar disitu, dan sesuai dengan keahlian mereka sekarang. Harmony Gold adalah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak di production and licensing rights untuk program televisi dan film. Mereka mempunyai lisensi untuk beberapa anime seperti Macross, Southern Cross dan Mospeada. Para eksekutif Harmony Gold berencana mengeluarkan versi lokalisasi dari Macross untuk diedarkan di Amerika, dan berharap dari lisensi penjualan mainan dari merchendise tersebut.

the late Carl Macek

Mereka lalu mencari seseorang dengan pengetahuan mengenai produksi animasi dan anime Jepang, mereka lalu bertemu dengan Carl Macek, pemilik galeri dan juga beberapa cell artwork anime, terutamanya Macross. Macek lalu menyarankan Harmony Gold untuk membuat versi dub dan uncut dari Macross karena Macek meyakinkan mereka bahwa target audiens teens dan young adult masih merupakan untapped market saat itu dan Macross dengan multi layered characters dan real world problems seperti death, betrayal dan sebagainya sangat cocok untuk demografi tersebut. Pihak Harmony Gold menyukai ide itu dan meng-hire Carl Macek untuk membuat versi uncut dari Macross untuk konsumsi Amerika.

Namun setelah pilot episode 1 dari dubbing Macross selesai dibuat, Harmony Gold sadar bahwa tidak cukup episode Macross untuk memenuhi minimal 65 episode aturan untuk dapat ditayangkan secara weekday syndication, 5 episode seminggu, 65 episode dalam 1 season. Macross hanya mempunyai 36 episodes karena di Jepang, anime seperti Macross ditayangkan seminggu sekali.

Harmony Gold lalu memerintahkan Carl Macek untuk membuat episode baru bagi Macross, namun alih alih membuat animasi baru, Harmony Gold menyerahkan dua anime yang berbeda kepada Carl Macek untuk di potong dan di edit ulang menjadi seolah satu kontinuitas agar dapat memenuhi quota 65 episode. Dua anime tersebut adalah Super Dimensional Cavalry Southern Cross (Chōjikū Kidan Sazan Kurosu) dan Genesis Climber MOSPEADA (Kikō Sōseiki Mosupīda). Southern Cross adalah bagian dari Super Dimensional trilogy yang semuanya featuring transforming mechs dan overall similar tone, tapi selain itu tidak ada hubungan antara ketiga Super Dimensional trilogy. MOSPEADA adalah satu satu nya yang tidak mempunyai hubungan kecuali beberapa staff Southern Cross yang bekerja untuk project MOSPEADA seperti produser Tatsunoko (dan juga co-founder) Yoshida Kenji.

Super Dimensional Cavalry Southern Cross (1984)
Genesis Climber MOSPEADA (1983)

Carl Macek menyanggupi hal tersebut dan membuat 3 part berbeda untuk Robotech saga, part 1 the Macross Saga yang diambil dari Macross, part 2 the Masters (yang diambil dari Southern Cross) dan part 3 the New Generation (yang diambil dari MOSPEADA). Sebuah lore cerita baru diciptakan untuk menhubungkan ketiga cerita anime yang berbeda tersebut, sebagian besar melanjutkan cerita dari Macross. Fokus awal Carl Macek untuk tidak menurunkan level cerita menjadi konsumsi anak-anak tetap di jaga, bahkan tone cerita dan hubungan karakter dan bahkan kematian karakter tetap utuh terjaga, or at least, hingga Macross Saga. Harmony Gold juga menciptakan musik dan single original karena Macross dan MOSPEADA merupakan anime dengan banyak fokus kepada musik atau karakter musisi dan tidak mungkin mereka menggunakan musik asli dari anime. Reba West didapuk sebagai singing voice Lin Minmei di Macross Saga dan Michael Bradley untuk Lance Belmont di The Next Generation

Robotech The Masters
The Next Generation

Robotech pertama kali tayang di TV Amerika Serikat pada 4 Maret 1985 hingga 28 Juni 1985. Respons saat itu sebagian besar positif terutama dari target audiens yang diharapkan oleh Harmony Gold yaitu teen dan young adult. Untuk pertama kalinya publik Amerika diperkenalkan dengan konsep anime story driven yang tidak mengikuti cerita per episode melainkan menjadi satu kesatuan, dan juga untuk pertama kalinya mereka melihat bahwa kartun bisa dikonsumsi untuk dewasa dan tidak featuring pornografi sedetikpun, ada konsekuensi fatal dalam cerita Robotech (Macross terutama) akibat perang bahwa karakter bisa mati secara permanen, dan Harmony Gold serta Carl Macek cukup berani untuk tidak membuat cerita bodoh menceritakan karakter2 tersebut hilang karena rotasi tugas atau apa.

Singkat cerita, Robotech terbilang sukses di tahun pertama nya, hal ini membuat Harmony Gold juga ingin mengembangkan sayap untuk masuk ke pasar yang paling menggiurkan, pasar merchendise dan mainan, namun alih alih gemerincing dollar ternyata rintangan dan drama yang menyambut Harmony Gold disana.

More on that in part 2

Winter 2021 di Muse Indonesia

Sejak 2020 kemarin, pilihan tontonan anime sekarang jadi lebih menyenangkan karena adanya kanal streaming anime resmi di YouTube seperti Muse Indonesia, Ani-One Asia, iQiyi, dan mungkin masih ada lagi yang lain yang belum kesebut. Tinggal berlangganan gratis (“subscribe gaeess”) dan kita bisa menyaksikan simulcast alias tayang bersamaan dengan di Jepang, atau ya nonton di lain waktu kalo pas lagi nggak sempat.

Kanal-kanal itu menayangkan anime-anime baru dan beberapa judul dari tahun-tahun sebelumnya secara resmi dan gratis-tis-tis 👌. Bahkan untuk Muse Indonesia, mereka sudah menyediakan takarir bahasa Indonesia (yes, takarir adalah bahasa baku untuk subtitle), yang menurut pendapat pribadi, pas banget. Top notch.

Kali ini mau bahas yang ada di kanal Muse Indonesia dulu. Dari judul-judul yang ditonton, isekai memang masih tetep ada aja, tapi yaa.. nggak apa-apa lah ya. Bukan sesuatu yang harus dibenci juga, cuma memang bisa bikin bosen kalo diulang-ulang gitu lagi.


Tenchi Souzou Design-bu

alias Heaven’s Design Team (天地創造デザイン部) ini menceritakan tentang sebuah tim kreatif yang punya klien istimewa yaitu : “God”. Tugas yang diberikan kepada mereka adalah mendesain spesies mahluk hidup yang akan menghuni bumi. Mereka ini kemudian rapat dan mengajukan model-model spesies mahluk hidup, lalu menyerahkan desainnya ke bagian produksi untuk dibuat prototype-nya.

Anime ini menarik untuk ditonton karena selain lucu, ada juga segmen ilmiahnya yang menerangkan mengenai spesies-spesies mahluk hidup yang memang beneran ada. Jadi nggak semata-mata khayalan semua. 😁


Sempak Badak Mushoku Tensei: Isekai Ittara Honki Dasu

Jap: 無職転生 〜異世界行ったら本気だす〜, atau kalo di kanalnya disebut: Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation. Ceritanya tentang seorang NEET yang selama hidupnya hanya mengurung diri di kamar, tidak pernah mau keluar rumah atau bekerja. Sampai suatu hari dia diusir dari rumah oleh keluarganya karena dianggap tidak berguna. Di jalan dia melihat sekelompok remaja yang tidak menyadari kalau ada truk (TRUCK-KUUUN~!!) yang mengarah ke mereka. Dia pun berusaha menolong mereka dan sebagai akibatnya terluka parah dan tidak sadarkan diri (kemudian meninggal)

Ketika dia membuka matanya, dia masih punya ingatan sebagai seorang laki-laki dewasa tetapi ternyata dia sekarang berinkarnasi menjadi seorang bayi yang baru lahir dari pasangan ksatria dan penyihir. Di dunia yang baru ini dia berjanji kepada dirinya untuk menjalani kehidupan ‘kedua’-nya dengan lebih baik.

Meskipun settingan isekainya kayak biasa, tapi cerita Mushoku Tensei ini nggak sesederhana anime isekai di mana si tokoh utama pindah ke dunia lain kemudian jadi overpowered dibanding orang lain. Dia memang punya ‘bakat’ lebih tapi dia harus menjalani semuanya dari bayi, belajar ilmu sihir, belajar ilmu pedang, dst.

Belum lagi plot cerita yang ada di dalemnya. Sempat baca di internet tentang cerita dalam manga-nya dan yaa… ada konflik-konflik atau plot yang cukup kompleks. Bahkan kehidupan dalam keluarga kecil di mana si tokoh utama dilahirkan pun ada juga problematikanya. Cukup menarik sih, jadi nggak sekedar reinkarnasi/teleport ke dunia lain, langsung level up, powerful, lawan darkness atau maou.

Satu nilai plus dari anime yang ditayangin sama Muse Indonesia ini adalah: takarirnya! 😂 dikasih contoh aja deh, biar gampang. Dan sekedar peringatan, anime ini kategorinya : UNTUK DEWASA.


Kemono Jihen

Ceritanya tentang seorang detektif yang mengkhususkan diri menangani kasus-kasus yang menyangkut hal-hal yang bersifat misterius. Umumnya menyangkut mahluk seperti binatang atau monster.

Suatu hari Inugami Kohachi, seorang detektif, diminta oleh seorang pemilik penginapan di sebuah desa untuk datang dan menyelidiki misteri kematian binatang ternak warga. Binatang-binatang itu mati dalam kondisi yang mengerikan dan tidak diketahui siapa atau apa pelakunya.

Sesampainya di desa itu, Inugami tertarik melihat seorang anak yang sedang bekerja di ladang. Anak itu bernama Kusaka Kabane, seorang anak yatim piatu yang diadopsi oleh pemilik penginapan. Dari Kabane inilah Inugami memperoleh informasi yang dia perlukan dan dia pun kemudian mengetahui bahwa Kabane bukanlah manusia biasa.

Buat yang suka misteri atau yang berkaitan sama mahluk-mahluk supranatural, boleh coba nonton ini.


-snip-

Berhubung judulnya panjang, ditulis di sini aja biar nggak keliatan penuh satu layar: Suppose a Kid from the Last Dungeon Boonies Moved to a Starter Town atau Tatoeba Rasuto Danjon Mae no Mura no Shōnen ga Joban no Machi de Kurasu Yō na Monogatari atau たとえばラストダンジョン前の村の少年が序盤の街で暮らすような物語 (buat yang jago baca tulisan Jepang 😆)

Ceritanya ada seorang anak yang sebenernya super power banget, tapi dia nggak menyadari itu. Dia malah dengan polosnya merasa dia itu kurang banget dalam hal kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan sihir.

Suatu hari dia memutuskan untuk merantau ke kota besar dan ingin mendaftar menjadi pasukan kerajaan. Pada saat yang bersamaan di kerajaan sendiri sedang terjadi intrik dalam istana yang kemungkinan akan berujung pada perang antara 2 kerajaan besar. Ada pihak tertentu dalam kerajaan yang ingin mencetuskan perang, sementara ada yang ingin menggagalkan upaya itu, termasuk salah satunya adalah putri kerajaan yang dikabarkan menghilang.

Sebenernya nggak terlalu tertarik banget ngikutin, tapi mungkin ini bisa jadi masuk kategori guilty pleasure? Entahlah. Nontonnya paling kalo pas sempet aja, toh cuma modal buka YT. 😉


Bonus: TenSura

Ya jelas ngikutin. Buat yang nggak tau, TenSura ini adalah Tensei Shitara Suraimu Datta Ken alias That Time I Got Reincarnated as a Slime. Ini season 2-nya jadi nggak ada yang perlu diceritain lah ya.

Kenapa Bonus? Karena ini adanya di kanal Muse Asia. Jangan khawatir, gratis juga kok, cuma pake subtitle enggres, bukan takarir Indonesia. 😅

Soo… jangan lupa subscribe ya gaeesss… legal and free. 👍

Free Streaming Evangelion Movies

Setelah ada penundaan tanggal rilis Shin Evangelion Gekijouban 3.0+1.0 Thrice Upon a Time, pihak Studio Khara mengumumkan bahwa mereka akan menayangkan Shin Evangelion Gekijouban 1.0 You Are (Not) Alone, Shin Evangelion Gekijouban 2.0 You Can (Not) Advanced, dan Shin Evangelion Gekijouban 3.0 You Can (Not) Redo di kanal resmi YouTube mereka. Rencananya ketiga movie ini akan tersedia sampai dengan tanggal 30 April 2020.

Granbelm

Granbelm, anime original karya studio Nexus ini merupakan anime dengan premise menarik dan genre yang sangat unusual sehingga saya tergelitik untuk mengintip dan mencoba beberapa episode

dan hasilnya, amazing, i liked it !

all the fighters in Granbelm

Granbelm lahir dari hasil kolaborasi sutradara Watanabe Masaharu, character designer Otsuka Shinichiro dan penata musik Suehiro Kenichiro yang berpengalaman di anime seperti Golden Kamuy dan Hataraku Saibou.

Granbelm mempunyai premise yang cukup menarik, battle royale antara para magical girls yang masing masing mewakili keturunan garis keluarga ke-7 penyihir terakhir di Dunia, untuk mengendari mecha yang bernama Armanox, di dunia isekai bernama Granbelm yang hanya ada dikala bulan mencapai purnama,

Thats an insane premise.

Kohinata Mangetsu adalah anak sekolah biasa yang disuatu hari terjebak di dunia lain, dunia penuh reruntuhan dimana robot magis bernama Armanox saling membunuh satu sama lain. Disitu dia bertemu dengan Shingetsu Ernesta Fukami, salah seorang partisipan battle royale tersebut dan akhirnya berteman dengannya di dunia nyata. Melalui Shingetsu diketahui bahwa Granbelm adalah dunia magis yang hanya akan muncul dikala bulan purnama, dan selama beberapa waktu para robot yang dinamakan Armanox akan saling bertempur untuk menjatuhkan satu sama lain. Mengendalikan Armanox adalah para keturunan magician kuno untuk memperebutkan kursi Princeps Magician yang akan mempunyai kuasa penuh akan tenaga magis yang tersegel di Bumi.

Anna versus Shingetsu

Misteri lalu mengalir satu demi satu, seperti dari keluarga magician yang mana Mangetsu berasal, apa motif sesuhngguhnya Shingetsu mengikuti ritual Granbelm, kenapa keturunan para magician harus saling mengalahkan satu sama lain.

Sampai dengan episode 5, saat artikel ini ditulis, Granbelm tidaklah mengecewakan. Cerita dan misteri mengalir flawlessly, walau sifat kekanakan generik Mangetsu sedikit menganggu, namun sepertinya ada sesuatu dibalik itu. Design karakter memang agak sedikit sugary seperti nya dirancang untuk memancing simpati dan setting yuri . Namun performa dari masing-masing voice actor menutupi hal itu

In the end, im gonna recommend this one to anyone who are mecha fans and magical girls fans, or simply just an anime fans looking some original anime

give it a try !

WHITE LILY with Mangetsu/ Shingetsu

90’s Underated Mecha Anime (part 1)

Dekade 90an adalah tahun yang fenomenal bagi anime bergenre mecha. Banyak mecha anime yang mencapai status legendary memulai episode perdana nya di dekade ini. Periode ini juga pakem-pakem yang biasanya menjadi ciri khas mecha anime yang terbagi begitu jelas antara real robot – super robot di tahun-tahun sebelum nya mulai kabur dan menyatu sehingga menjadi suatu yang baru. Namun diluar judul-judul mainstream dan legendaris seperti Neon Genesis Evangelion, Gundam Wing atau Vision of Escaflowne, ada banyak mecha anime dengan kualitas yang sebetulnya not bad namun sering tidak begitu dilirik karena kurang nya hype atau promosi atau malah dianggap sebagai produk gagal.

Berikut ini adalah beberapa mecha anime underrated rekomendasi saya

Gundam X

After War Gundam X bercerita soal Garroad Ran, seorang junk dealer yang rela melakukan apapun demi uang, termasuk mencuri mobile suit, menculik orang dan sebagai nya. Dunia sedang dalam kondisi post apocalypse akibat 7th Space War yang terjadi bertahun2 sebelum nya, banyak pihak mencari newtype, seseorang dengan kekuatan psikis luar biasa untuk dijadikan senjata demi menguasai sumber daya dunia yang tersisa. Nasib mempertemukan Garroad dengan Tifa seorang newtype muda dan dengan Jamile Neate, mantan newtype yang mempunyai misi untuk melindungi para newtype yang tersisa.

Anime buatan tahun 1996 ini tidak sepopuler pendahulu nya Gundam Wing. Ada banyak penyebab kenapa Gundam X mengalami rating drop yang begitu parah sehingga harus dipindah dari timeslot prime-time menjadi timeslot anak-anak (sabtu pagi), yaitu persaingan dengan Evangelion, kesuksesan luar biasa Gundam Wing dan cerita yang begitu depresi. Namun di apabila di lihat secara lebih detail, Gundam X menawarkan sesuatu yang belum pernah ada di dunia Gundam, misal motivasi Garroad yang bertempur demi Tifa, bukan kedamaian dunia atau survival atau yang lain. Selain itu Gundam X juga menawarkan cerita dewasa yang cukup sesuai dengan tema post apocalypse dan militer dimana urusan perang, bunuh membunuh dan politik adalah urusan orang dewasa, dan juga Gundam X menawarkan salah satu opening song terbaik di Gundam Universe dengan Resolution dari group ROM.

Verdict, Gundam X tidaklah sejelek yang dikatakan orang

Dai-Guard

Bagaimana jika sebuah mecha super diperlakukan seperti real machines ? pertanyaan sederhana itulah yang mendasari anime buatan tahun 1999 ini. Dai Guard bercerita soal bagaimana Jepang bertahan dari serangan fenomena masif bernama Heterodyne, Pihak militer membuat robot raksaksa bernama Dai Guard untuk melawan Heterodyne, namun pada saat Dai Guard selesai dibuat, krisis Heterodyne telah teratasi, hal ini membuat Dai Guard menjadi tidak berguna dan hanya menambah beban anggaran. 12 tahun kemudian Dai Guard kemudian di kelola oleh perusahaan swasta 21st Century Defense Corp. Banyak dari pegawai perusahaan yang berkata bahwa Dai Guard hanya berguna untuk publisitas namun tidak dengan Akagi Shunsuke dan 2 pilot lainnya yang yakin bahwa Dai Guard akan segera dibutuhkan, dan mereka tidak salah.

Dai Guard adalah sebuah karya unik dan cukup jarang di jagad mecha anime. Super Robot biasanya adalah sebuah personifikasi dari kegagahan, serangan brutal dan yang terpenting adalah unlimited support baik secara finansial maupun secara legal dari pemerintah. Namun Dai Guard sering kali dibatasi oleh berbagai permasalahan sehingga hanya untuk bisa berdiri dan bertarung dengan Heterodyne seringkali dianggap sebuah keajaiban. Satu-satu nya yang mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah anime super robot adalah pilot utama Dai Guard, Akagi Shunsuke adalah otaku mecha kelas berat yang seringkali (berupaya) mengatasi segala permasalahan dengan hotblood dan juga meneriakan nama serangan Dai Guard ala pilot super robot klasik.

Paruh pertama dari 26 episode Dai Guard menurut saya adalah salah satu yang terbaik (dan terunik) di anime super robot modern. Kita bisa melihat bagaimana Dai Guard diperlakukan sebagai aset perusahaan, bagaimana Heterodyne dilihat bukan sebagai monster namun semacam bencana alam, dan juga yang terpenting terbangunnya karakterisasi  yang baik diantara pilot pilot Dai Guard. Akagi yang super antusias untuk mengendarai DaiGuard, Ibuki yang sering menjadi voice of reason dari tim, dan Aoyama yang terlihat ogah-ogahan dan playboy namun menyimpan sesuatu yang pedih.

Sementara paruh kedua tidaklah jelek, namun ada beberapa faktor yang membuat intensitas cerita agak turun, seperti Dai Guard  yang menerima upgrade sehingga bisa bergabung secara otomatis ala Voltes V (sebelumnya Dai Guard membutuhkan perakitan on-site ala mobile crane) dan juga intrik dengan pihak militer.

In the end, jika mencari sesuatu yang unik dan jarang ada di dunia anime mecha, saya bisa merekomendasikan Dai Guard sebagai tontonan yang cukup berkualitas.

Oh and… jangan lupa untuk keep your ears (and eyes) open to that great opening song !

Verdict : MUST TRY !

Dendoh

Era 90an adalah era dimana anime mecha (terutama super robot) mulai mengalami perubahan dalam struktur cerita, tidak ada lagi cerita simpel penyerangan makhluk asing dan super robot membela bumi. Namun ada 1 anime yang masih percaya bahwa premis klasik tersebut masih punya peminat, dan mereka tidak salah.

Anime itu adalah Gear Fighter Dendoh, bercerita mengenai Izumo Ginga dan Kusanagi Hokuto dua remaja yang secara tidak sengaja menjadi pilot dari Dendoh, sebuah robot yang membutuhkan koordinasi yang baik antara bagian kiri dan kanan untuk berfungsi. Melawan mereka adalah alien Galva yang ingin menguasai bumi untuk mencari sesuatu. Ginga dan Hokuto didukung oleh GEAR sebuah organisasi rahasia dibawah pimpinan Vega, wanita bertopeng misterius yang bertempur menggunakan motor. Situasi jadi semakin rumit karena ternyata Galva pun mempunyai robot serupa bernama Night Ouga yang kemampuannya jauh diatas Dendoh.

Dendoh adalah buah karya dari sutradara Fukuda Mitsuo dan istrinya (alm) penulis Morosawa Chiaki, yang terkenal dengan Cyber Formula dan (kemudian) Gundam SEED. Secara cerita umum tidak banyak yang ditawarkan oleh Dendoh, namun cukup banyak gimmick dan twist yang terjadi sehingga cukup untuk saya betah menonton hingga 38 episode. Gimmick yang ditawarkan antara lain Dendoh harus di kontrol oleh 2 orang, sehingga menimbulkan potensi konflik yang baik, juga senjata Dendoh adalah sepasukan mecha berbentuk binatang yang berkekuatan luar biasa, dan Dendoh harus mencari mereka satu per satu dan itupun tidak selalu berhasil untuk memperoleh mereka, dan fakta bahwa Ginga dan Hokuto adalah lahir dari keluarga baik baik, dan sangat supportive kepada kegiatan mereka sebagai pilot super robot, hal yang sangat jarang di dunia anime 90an yang penuh dengan emo-story. Belum lagi twist seperti siapakah Vega, siapakah Emperor Galva, siapa pilot Ouga dan darimana dia berasal. Semua ini di akhiri dengan cukup baik di episode2 akhir, walaupun jelas berasa bahwa Dendoh seperti mengalami pemotongan episode.

Verdict : Simple story and familiar tropes adalah kekuatan sebenarnya dari Dendoh, anime ini terasa begitu humble dan sederhana apabila dibandingkan dengan super robot heavyweight seperti MazinKaizer atau Getter Armageddon. Namun ditengah kesederhanaan itu ada fun adventures, kehangatan keluarga dan aksi robot klasik yang sudah jarang terlihat. Saya merekomendasikan Dendoh untuk fans super robot untuk nostalgia.

Brain Powerd

Sebuah kapal makhluk asing yang terbenam di dasar Samudra Pacific bernama Orphan menyebabkan banyak bencana di bumi, namun didalamnya ada orang-orang yang bekerjasama dengan Orphan dengan imbalan pengetahuan yang sangat luar biasa. Orphan akhirnya pergi keluar angkasa dan meninggalkan bumi dalam keadaan rusak. Anak buah Orphan, para Reclaimer kembali ke bumi dengan mengendarai mecha yang disebut Antibody untuk mengumpulkan relic yang ditinggalkan Orphan berbentuk disc. Utsumiya Hime seorang rebel yang menentang Orphan menemukan salah satu disc tersebut dan membangkitkan Antibody yang dia beri nama “Brain Powerd”. Bersama dengan Isami Yu, mantan Reclaimer yang melarikan diri, Hime dan Yu terlibat petualangan untuk menentukan nasib umat manusia.

Jika kalian bingung membaca premis diatas, ya, seperti itulah rasanya sepanjang 26 episode. Sesuai ciri khas Yoshiyuki Tomino, Brain Powerd mengawali episode pertamanya dengan sederet eksposisi DAN event yang membuat kita hanya melongo.

Pada awal pre-release, Brain Powerd sering dikatakan sebagai anime dengan super talent dibelakangnya, Sutradara Yoshiyuki Tomino, Karakter Designer Mitsumi Inomata (Tales series), Mecha Designer Nagano Mamoru (Five Star Stories), Music Director Yoko Kanno (Macross Plus). Tomino pernah berkata bahwa Brain Powerd adalah jawaban dia untuk Evangelion. Untuk beberapa aspek seperti tema “love is the answer” , memang Brain Powerd dirasa lebih mumpuni, namun itu akan terasa berbeda untuk tiap orang.

Kekuatan utama dari Brain Powerd adalah karakter, karakter2 seperti Isami Yu dan Utsumiya Hime tergambar secara lugas dan jelas, namun karena ini anime Tomino, diperlukan waktu khusus untuk mendalami mereka, mencari motif dan tujuan mereka di anime ini, begitu juga dengan puluhan karakter lain yang terkesan numpang lewat. Karakter design oleh Mitsumi Inomata dan design mecha oleh sang legenda Nagano Mamoru juga ikut menambah dinamis sesuai dengan alur cerita

Kekuatan kedua adalah musik, digawangi oleh Yoko Kanno, musik dari Brain Powerd berasa a class of its own, musik ambient yang kadang berasa surreal ini mengiringi kita selama 26 episode, dan ending anime ini “Field of Love” oleh Kokia, adalah salah satu lagu anime terindah yang pernah ada.

Verdict : Brain Powerd sangat disarankan untuk para die-hard fans Tomino, fans anime dengan banyak filosofi ala Evangelion dan anime-anime apocalypse lainnya, terutama mereka dengan kesabaran yang lebih.

Dual

Saya yakin rata-rata fans anime secara umum mengenal apa itu Neon Genesis Evangelion, anime yang sangat fenomenal bahkan saat di re-run oleh Netflix, masih menimbulkan gelombang keingin-tahuan dari banyak orang, bahkan setelah lebih dari setengah dekade penayangan originalnya. Evangelion juga membuat ramai trend anime dengan setting depresi dan karakter utama yang juga tidak kalah kelam, namun tahukah ada anime serupa Evangelion namun dengan setting ceria dan juga mendekati harem anime ?

Ya, anime itu adalah Dual, Pararel Trouble Adventure

Jika Brain Powerd adalah jawaban serius untuk Evangelion maka Dual adalah relaksasi. Hampir semua astetik Evangelion ada pada Dual, termasuk tiga mecha humanoid kurus dengan pilot khusus.

Di tayangkan pada April 1999, anime ini memang tidak mempunyai kredibilitas yang mengagumkan seperti Evangelion, namun menurut saya cukup lumayan untuk diikuti. Kekuatan dari Dual, tentu bukan pada psikologis dan pendalaman karakter, namun kepada komedi dan sedikit action serta kehidupan harem si Kazuki, si karakter utama. Aksi pertempuran antar mecha, menurut saya cukup mengasyikan di awal dan akhir cerita, namun komedi nya tersebar di sepanjang serial. Satu poing menarik yang diberikan oleh Dual adalah, dunia pararel dan point of divergence, dan inilah yang akhirnya menjadi titik awal pembeda dari Dual dan Evangelion.

Verdict, jangan berharap terlalu banyak, nikmati apa yang ditawarkan oleh anime ini dengan ringan, karena anime ini memang menjanjikan ringan, dan itulah yang akan kita dapat.