animindo

anime . indonesia

Tag: blog Page 2 of 3

Watch List

Okey… udah sempat lihat beberapa episode 1-nya anime musim ini. Dan kayaknya mulai memilih dan memilah nih…  😀

List yang udah sempat ditonton dan kemungkinan melanjutkannya (in no particular order):

  • Sword Art Online – so far : 99% ngikutin. No reason.
  • Arcana Famigila err… Famiglia – so far : 30% ngikutin – 70% ngedrop. malah sempet mikir 10% ikutin – 90% nggak. not too fond of (reverse) harem, tapi mafia premises, mungkin menarik. mungkin.
  • Muv-Luv – so far : 95% ngikutin … for the sake of mecha anime.
  • Tari Tari – so far : 80% ngikutin … karakternya kayaknya menarik.
  • Chitose Get You! – so far : nggak ngikutin. I’m open to suggestion on this one.
  • Jinrui wa Suitai Shimashita – so far : interested ama background art and color-nya. masih 50-50.
  • Campione! – so far : 50-50 juga. although kayaknya kok agak cheesy… maybe I spoke too soon.
  • Mahou Tsukai miso shiru… – so far : kayaknya lucu sih, tapi kok … belum punya keputusan.
  • Kono Naka ni Hitori Imouto ga Iru – so far : okay, another imouto theme anime. Hmm… 40% go, 60% no go.
  • Estetica – so far : boobs. ^^ 50-50.
  • Asa Made Jugyo Chu – so far : another boobs. ^^ 50-50. Although biasanya yang model beginian gue nge-drop 1/4 jalan. hahaha.
  • Lainnya belum liat.

Kalo ada suggestion, mana yang bagus (mungkin ada yang pernah baca versi manga-nya atau novel-nya) please let me know. 😉

Aquarion EVOL end…

Sekarang giliran Aquarion EVOL yang tamat.  T_T

Yah, berhubung sudah mendekati dimulainya anime-anime summer, jadi ya wajar aja kalo yang satu ini tamat juga.

*spoiler alert*

Read More

Fate/Zero Final

Tamat.  :sedih:

Read More

Person Of Interest

Person of Interest

Hehehe. Bukan anime. Obviously. Tapi ini salah satu serial TV yang gue ikutin.

Person Of Interest

Interesting concept. Bayangkan kalau ada sebuah mesin yang mengawasi semua orang setiap saat, tanpa ada yang menyadari, dan sedemikian canggihnya sampai dia bisa menggunakan apa saja yang dia amati, sadap, dengar, lihat, dll sebagai data kemudian dia mengolahnya menjadi sebuah kesimpulan apakah hal atau orang tersebut merupakan ancaman atau bukan. No more privacy itu jelas. Tidak ada satu pun pembicaraan telepon yang tidak didengar, tidak ada satu transaksi pun yang tidak diketahui, ibaratnya tidak ada satu rahasia pun yang terlewatkan oleh mesin itu. Apalagi di era elektronik sekarang ini.  ^^;

Menyeramkan.  :omg:

Apabila mesin ini menyimpulkan bahwa seseorang potensial menjadi ancaman (yang lebih mengarah ke kemungkinan tindakan teroris), maka ia akan mengirim data ke lembaga atau institusi keamanan negara untuk segera diambil tindakan preventif. Tetapi untuk kesimpulan berupa tindak kriminal sederhana, lembaga atau institusi keamanan negara cenderung mengabaikannya dengan alasan “tidak relevan”.

Serial ini menceritakan tentang seorang jenius, kaya raya tetapi sangat tertutup yang menyebut dirinya sebagai Harold Finch dan seorang mantan agen rahasia yang dipanggil sebagai John Reese. Finch adalah orang yang menciptakan mesin itu, dan Reese adalah seorang agen yang telah kehilangan tujuan hidup akibat kehilangan orang yang disayangi dan merasa ‘dikhianati’ oleh lembaga yang dulu memperkerjakan dirinya.

Berdua mereka berusaha menyelamatkan orang-orang yang menurut mesin tersebut (akan) terancam keselamatannya. Orang-orang yang dianggap “tidak relevan” itu tadi.  Tetapi sayangnya, mesin tersebut diciptakan oleh Finch untuk menjadi sebuah super komputer yang mampu bertindak, dan bila perlu mempertahankan dirinya sendiri, sehingga tidak mungkin ada orang yang mampu meretasnya. Finch sendiri hanya bisa mendapatkan data berupa nomor jaminan sosial (social security number) seseorang yang potensial terancam keselamatannya atau akan terlibat suatu tindak kriminal.

Sayangnya, untuk kasus-kasus tidak relevan ini, tidak ada data lain yang bisa diperoleh selain nomor tersebut. Bahkan dalam beberapa kasus, seringkali nomor yang muncul justru bukan nomor korban, melainkan malah pelakunya. ^^;

Selain upaya keduanya dalam menyelamatkan atau menghindarkan seseorang dari sebuah kejahatan, yang lebih menarik adalah bahwa kedua orang ini masing-masing mempunyai rahasia yang saling ditutupi satu sama lain. Menarik untuk melihat bagaimana Finch bisa mengetahui masa lalu Reese, dan bagaimana Reese berusaha untuk mencari tahu siapa sebenarnya Finch.

I would definitely recommend the series.

[spoiler]di episode 23 (eps terakhir season 1), Finch tertangkap oleh ‘root’. Tokoh misterius yang berupaya mengalahkan mereka dalam beberapa kasus. Reese terpaksa harus mencari Finch sendirian, dan eps ini ditutup dengan adegan yang cukup menarik. Reese ‘berbicara’ kepada si mesin dan mengatakan bahwa Finch dalam bahaya, oleh karena itu ia meminta si mesin untuk membantunya. :D[/spoiler]

Spamming Homunculus

Hebat. Untuk pertama kalinya menemukan spammer menggunakan nama karakter yang dikenal. Irisviel. Nama homunculus/istri/ibu dari anime/novel Fate/Zero. *wih… banyak pake tanda ‘/’* ^^;

Biasanya spammer itu pake nama yang gajebo atau nama produk yang pengen diiklankan ditebar kayak sampah ke mana-mana. Lha ini kok pake nama yang familiar sekali. Pencemaran nama baik nih. Jangan-jangan nanti ke depannya Doraemon pun ikutan nge-spam ke mana-mana. :p

New Theme & Fate/Zero 18 & 満天

Akhirnya jadi juga ini theme. Nggak sebagus premium themes atau free yang beredar di internet, tapi at least hasil bikinan sendiri. 😀

And then there’s Fate/Zero episode 18. Cerita dalam episodenya sendiri cukup menarik karena ini kayaknya ditujukan untuk menjadi jawaban atas pertanyaan Saber ke Kerry Kiritsugu tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu Kiritsugu yang membuatnya menjadi seseorang yang berdarah dingin seperti sekarang. Jadi bisa dibilang agak-agak ‘dark’. Tapi ya karena ini menceritakan Kiritsugu muda, jadi no servants (battle) in this episode. Cuma entah kenapa, rasanya kok alasan Kiritsugu berubah menjadi cold-blooded ini agak… kurang. Rasanya terlalu mudah bagi anak seusia dia untuk mengambil keputusan seperti itu, dan melakukannya tanpa keraguan sama sekali, tanpa ada pertanyaan yang mendalam, atau dialog yang mencoba memahami situasi, atau sejenisnya. Mungkin, kalau ceritanya hubungan dia dengan korban memang sangat buruk (lebih buruk dari sekedar nggak komunikasi), bisa saja terjadi. Tapi ini nggak. Agak … kurang. *nggak tau gimana deskripsiinnya* atau semua ini terjadi karena … time slot. Semua dipepetin dalam 25-30 menit. ^^;

On another note, 満天 dimunculkan sebagai ending Fate/Zero episode 18!! Nice. Kirain tadinya lagu yang ada di single “to the beginning” ini nggak ikutan jadi soundtrack F/Z. Dan soal enak atau nggaknya, itu sangat relatif… Tapi ini Kalafina. Jadi ya, for me, enak. 😀

Dan… sepertinya zombies memang lagi nge-trend ya? They’re everywhere. Memang F/Z sudah lama novelnya, tapi timing keluarnya dalam bentuk anime kok ya pas banget sama trending zombie.

^^;

End of a Season

Yak, satu per satu anime musim lalu mulai habis. Agak tumben ya rasanya. Bisa berbondong-bondong pada mencapai tamat (atau “tamat”?). Cuma menyisakan sedikit judul yang masih berlanjut, kayak Aquarion EVOL misalnya. Lainnya udah pada kelar di episode 12 atau 13. Sepertinya sekarang jadi kayak gitu ya, “setengah” season.

Read More

Fate/Zero Episode 7

Ayah Kirei sebagai pengawas dari gereja menggunakan haknya untuk mengubah peraturan Holy Grail War setelah mengetahui bahwa Caster dan masternya adalah pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap anak-anak kecil.

Ia memerintahkan master-servant yang lain untuk sementara waktu bersama-sama mengalahkan Caster agar kasus penculikan anak bisa dihentikan. Sementara itu Caster sendiri berupaya menyerang kastil Einzbern untuk menemui Saber yang dikiranya sebagai Jeanne d’Arc.

Ketika Saber mencoba menghadapi Caster, dan mengalami kesulitan dengan cedera tangannya, Lancer datang dan menolongnya. Lancer mengatakan bahwa dia menolong Saber karena hanya dia lah yang berhak mengalahkan Saber dan bahwa dirinya diperintahkan oleh masternya untuk mengalahkan Caster.

Sementara itu Kenneth, mencoba mneyerang kastil untuk membunuh master dari Saber. Kiritsugu yang sudah bisa memperkirakan langkah musuh, segera menyuruh Irisviel lari dengan ditemani Maia sementara dirinya tetap tinggal di kastil menunggu Kenneth.

Episode ini juga action-nya kurang seru dibanding pertarungan Saber-Lancer atau kemunculan Berserker. Tapi yang menarik adalah upaya Kiritsugu menghadapi Kenneth. Dan bahwa Saber di Fate/Zero ini jadi kelihatan lebih “lemah”. Tapi mestinya setelah ini bakalan menarik karena Lancer akan menemui nasib “tragis”… 😀

Fate/Zero Episode 6

A bit late to write,

Nggak banyak yang terjadi di episode ini selain bahwa Caster dengan terang-terangan muncul di depan Saber dan Irisviel. Dia mengaku siapa dirinya, tapi dia salah mengenali Saber. Dia mengira Saber adalah Jeanne d’Arc dan meskipun Saber sudah memperkenalkan dirinya sebagai Arthur Pendragon, Caster tetep aja yakin kalo dia “dipengaruhi” oleh Tuhan.

Sementara itu Kiritsugu dan Maia berusaha membunuh Kayneth, master dari Lancer dengan cara meledakkan gedung hotel tempat mereka menginap. Maia yang sedang mengawasi dari atas gedung lain, diserang oleh Kirei tetapi berhasil melarikan diri meskipun terluka. Setelah berdiskusi dengan Tokiomi, Kirei bertemu dengan Gilgamesh yang mengatakan bahwa dirinya agak kecewa dengan Tokiomi dan langkah-langkah yang ditempuhnya. Gilgamesh mengatakan bahwa dia justru lebih tertarik dengan kepribadian Kirei.

Berserker dan masternya nggak muncul di episode ini. Dan kayaknya memang not much happened. Rider dan masternya juga nggak banyak diceritakan. Emang bener-bener not much happened in this episode. ^^;

Guilty Crown Episode 4

Shu yang dijebak oleh temannya, dibawa ke penjara GHQ. Di sana dia diinterogasi mengenai hubungannya dengan Gai. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tetapi GHQ yakin bahwa dia terlibat dengan kegiatan Undertaker. Sementara itu, Gai mengirim pesan ke GHQ mengatakan bahwa Undertaker akan membebaskan seorang tahanan yang disebut sebagai tahanan yang berbahaya dari penjara yang sama dengan Shu.

Shu yang dipengaruhi oleh GHQ mulai meragukan tindakan yang diambil oleh Gai. Apalagi setelah itu Shu diajak melihat tempat yang dikatakan sebagai tempat untuk menolong para korban Apocalypse Virus, dan bila Undertaker mengalahkan GHQ maka para korban tersebut tidak akan terselamatkan. Di antara para korban itu adalah adik dari Yahiro, teman yang mengkhianati Shu. Dalam kebimbangannya, ia menerima alat yang diberikan GHQ di mana dia diminta untuk memberitahukan lokasi markas Undertaker kepada GHQ.

 

Tiba-tiba Shu mendapat kunjungan dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara yang ditunjuk oleh ibu Shu. Orang itu ternyata adalah Gai yang sedang menyamar. Ketika Gai mengatakan rencananya kepada Shu, Shu mulai menunjukkan keraguannya kepada Gai. Ia menanyakan mengapa Gai ingin membebaskan orang yang dikatakan berbahaya itu. Gai hanya minta kepada Shu untuk mengambil Void orang tersebut. Di tengah keributan akibat serangan Undertaker ke penjara, Inori bertindak sendiri dan berusaha menyelamatkan Shu. Shu yang saat itu sedang tidak berada dalam sel-nya segera lari menuju tempat Inori. Pada saat yang bersamaan, tahanan yang diinginkan terjatuh di depan Shu. Shu segera menggunakan kekuatannya untuk mengambil Void orang itu yang ternyata adalah sebuah senjata berbentuk pistol yang mampu mengendalikan gravitasi.

Shu yang melihat Inori terjun dari atap, menggunakan kekuatan Void itu untuk mengendalikan gravitasi dan menangkap Inori. Ia kemudian menggunakan kekuatan Void Inori untuk melarikan diri dari penjara itu. Di luar, ia ditanya oleh Gai, apakah dia akan kembali ke kehidupannya, atau bergabung dengan Undertaker. Shu memutuskan untuk ikut dengan Gai, tetapi ia tetap membawa alat yang diberikan oleh GHQ…

Obviously, bukan Gai yang ‘menggerakkan’ Shu, tapi Inori. Dan sekarang kita masuk dalam fase, persimpangan jalan buat Shu. Dia masih mencoba untuk memilih, which is which and who is who. Selain itu, masih belum dijelaskan kenapa Gai menaruh minat pada si tahanan itu, tapi yang jelas, perkiraan episode lalu bahwa keputusan Shu dan Inori untuk melepaskan si Yahiro (or whatever, lupa… ^^; ) sudah diperhitungkan oleh Gai. Mungkin juga memang Gai mengharapkan si Shu dimasukin juga ke penjara itu. Kalo si GHQ itu sudah ketauan, dia pasti akan “bermain-main” dengan kebimbangan Shu. Cuma memang kadang-kadang tokoh ‘naif’ model Shu gini, to some extent kadang berasa annoying juga. Tapi overall, sepertinya script writer pengen mengeksplorasi character development untuk para tokohnya. Which is, might be interesting. *fingers-crossed* 😀

Fate/Zero Episode 5

Pertarungan Saber dengan Lancer terhenti karena kedatangan Rider (Iskandar), yang dengan tenang menawarkan kepada Saber dan Lancer untuk menjadi anak buahnya dalam memperebutkan Holy Grail. Namun bisa ditebak, keduanya tidak tertarik dengan tawaran tersebut. Di tengah pembicaraan itu, Rider menyebutkan bahwa di situ ada ‘pihak lain’ yang juga tertarik dengan pertarungan antara Saber dan Lancer.

Ketika Rider mengatakan hal itu, muncullah Archer (Gilgamesh) yang kemudian bermaksud mengalahkan ketiga Servant yang ada. Namun ketika ia mulai membuka Gate of Babylon untuk mengeluarkan Hougu (Noble Phantasm), tiba-tiba muncul sosok bayangan hitam. Ia adalah Berserker, yang berwujud seorang knight yang mengenakan armor tetapi diselimuti oleh hawa kegelapan. Archer kemudian menyerang Berserker yang menurutnya tidak sopan karena mengangkat wajahnya dan melihat dirinya ^^;

Berserker ternyata adalah Servant yang tidak bisa dianggap remeh. Dia mampu menangkap Noble Phantasm Archer dan menggunakannya sebagai senjata. Hal itu adalah kemampuan Berserker di mana apapun yang ia pegang bisa ia jadikan senjata sekaligus Noble Phantasm-nya. Archer yang mulai kesal pun diperintah oleh Tokiomi untuk mundur. Ketika Archer mundur dan Berserker melihat Saber, ia pun mendadak menjadi liar dan menyerang Saber. Saber yang tangannya terluka, mengalami kesulitan dan ketika ia dalam keadaan terdesak, Lancer menolongnya. Sebagai sesama ksatria, Lancer mengatakan bahwa Saber sedang dalam pertempuran dengan dengan dirinya, oleh karena itu dia tidak ingin Berserker menyerang Saber sebelum ia menyelesaikan pertarungannya.

Meskipun Lancer bersikap ksatria, tetapi Master-nya, berpendapat lain. Ia justru menggunakan perintahnya untuk memaksa Lancer bekerja sama dengan Berserker untuk membunuh Saber. Meskipun tidak setuju tetapi Lancer tidak bisa menolak perintah tersebut. Pada saat Saber terdesak untuk kedua kalinya, Rider tiba-tiba menolong dan menyerang Berserker. Ia pun mengatakan kepada Master Lancer untuk segera mundur kalau tidak ingin Lancer ia serang bersama dengan Saber, dan bahwa keputusannya itu telah merendahkan martabat Lancer sebagai seorang ksatria.

Satu lagi episode yang bagus dari Fate/Zero. Menarik sekali melihat bagaimana para staf animasi menggambarkan Berserker yang dengan kecepatan dan kemampuannya bisa mengatasi semua serangan Gilgamesh dengan menggunakan senjata milik Gilgamesh sendiri. Spirit yang di-summon di Fate/Zero kebanyakan memang merupakan tokoh penguasa/raja, seperti Gilgamesh, Arthur, dan Iskandar. Dan di episode ini, Rider menunjukkan ‘kualitas’-nya sebagai seorang raja sekaligus ksatria. Dari ke-7 Servant, hanya Caster saja yang tidak ‘hadir’ di tempat pertarungan. Tetapi dia mengawasi dari jauh, dan kalau di Fate/Stay Night yang terobsesi pada Saber adalah Gilgamesh, sementara di Fate/Zero Caster-lah yang terobsesi pada Saber. ^^;

 

[spoiler intro=”About” title=”Berserker”]

Yang jelas di Fate/Zero ini Berserkernya lebih keren bentuknya dibandingkan Heracles di Fate/Stay Night. Dan di situ jelas bahwa Berserker menjadi ‘ganas’ ketika melihat Saber. Di sisa-sisa kesadarannya dia masih mengenali orang yang pernah menjadi rajanya. Yep, Berserker di Fate/Zero adalah Lancelot du Lac (Lancelot of the Lake), First Knight-nya King Arthur yang menurut legenda pada akhirnya berselingkuh dengan Guinevere. Penggambaran gaya bertarung Lancelot/Berserker sangat menarik, di mana dia mampu menggunakan apa saja sebagai senjata, yang menunjukkan keahlian Lancelot sebagai seorang knight.

[/spoiler]

Persona 4 Episode 4

Meyambung minggu lalu, kali ini Narukami dan Yosuke serta Kuma kembali menjelajahi dunia dalam televisi. Kali ini, kelompok mereka bertambah satu tenaga tempur, yakni Chie.

[spoiler]Shadow Yukiko terlahir dari perasaan Yukiko yang merasa terkekang oleh kehidupannya sebagai calon penerus penginapan keluarganya. Satu-satunya ‘harapan’ bagi Yukiko selama ini hanyalah Chie, yang selalu menemani dan melindunginya dari berbagai hal. Tapi, ketika suatu hari Chie berkomentar ‘apa boleh buat’, Yukiko merasa Chie tidak peduli lagi padanya. Tapi, Narukami mengingatkan Yukiko bahwa Chie menghadapi bahaya di dunia dalam TV demi menolong Yukiko, dan seharusnya perhatian itu sudah merupakan jawaban baginya. Shadow Yukiko pun menghilang setelah Yukiko mengakui itu bagian dari dirinya, dan menjadi Persona Konohana Sakuya.

Uwah, walaupun sudah main gamenya, anime ini memang nggak bisa dianggap sama persis. Banyak penambahan detail, seperti perasaan Yukiko mengasosiasikan diri dengan anak burung yang ditolongnya, atau apesnya Yosuke yang dicuekin habis-habisan oleh Chie (sampai diketawai Kuma).

Adapun Persona baru Narukami yang digunakan dalam episode kali ini adalah Aramitama – yang terlahir lewat arcana Chariot (simbol dari pertemanan dengan Chie).[/spoiler]
Menilik trailer episode berikut, sepertinya bukan pola ‘Ada orang di mayonaka – Orang hilang – Party in action’, tapi akan menyorot kehidupan sekolah Narukami. Mungkin, kegiatan klub dan cewek mencurigakan?

Page 2 of 3

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén