animindo

anime . indonesia

Tag: cooking

Shokugeki no Soma

Yukihira Soma (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu) tinggal bersama ayahnya di restoran kecil milik mereka di sebuah distrik pertokoan. Meskipun kecil, tetapi masakan sang ayah, Yukihira Jouichiro (seiyuu: Koyama Rikiya), terkenal enak dan hal itu memacu Soma untuk bisa menjadi chef yang lebih baik dari ayahnya. Selain sering ‘bertanding’ melawan ayahnya, Soma juga bercita-cita ingin fokus pada belajar memasak setelah lulus SMP.

Saat Soma sedang bersemangat untuk belajar memasak, ayahnya justru mengatakan bahwa dia ingin menutup restorannya untuk sementara karena dia akan pergi ke Eropa dan memasak di sana bersama kawannya. Soma sangat terkejut dengan keputusan ayahnya tersebut. Dan lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa ayahnya telah mendaftarkan dirinya ke sekolah elit untuk para juru masak di Jepang yaitu Tootsuki Saryouryouri Gakuen (Tootsuki Culinary Academy)

Awalnya Soma mengira sekolah itu adalah sebuah sekolah yang membosankan, tetapi ternyata dia baru mengetahui bahwa sekolah itu terkenal sangat ‘elit’ sehingga hanya 10% saja yang mampu lulus sebagai chef. Sekolah ini lah yang memperkenalkan sistem Shokugeki (food wars/cooking wars) di mana siswa-siswanya ‘berduel’ dalam memasak untuk menyelesaikan permasalahan antar mereka. Soma yang memang bersemangat menjadi chef yang handal pun menerima ‘tantangan’ ayahnya untuk lulus dari sekolah tersebut.

 

My thoughts?

Gue ketawa liat episode 1 nya. Ngakak abis pas liat ekspresi para pelanggan yang makan masakan Soma atau bapaknya. Hiperbola abis. Mengingatkan gue ke anime lawas, Mister Ajikko atau yang dulu dikenal di Indonesia dengan judul Born to Cook cerita tentang Ajiyoshi Yoichi. Di situ juga kalo menggambarkan betapa enaknya masakan Yoichi, pelanggan akan melayang, terlempar ke udara, masakannya bersinar terang dst. Kocak banget.

Bedanya dengan Shokugeki no Soma adalah … kalo di Soma, kadang penggambarannya agak-agak ecchi dan berkesan … hentai  in a way, lucu juga sih, cuma mungkin perlu diperhatikan siapa pemirsanya. Not for young children, obviously.

Anyway, dulu Ajikko itu adalah anime memasak yang gue suka, bahkan mungkin satu-satunya yang gue suka, padahal di masanya ada satu lagi tuh yang populer, Chuuka Ichiban (Cooking Master Boy), tapi gue lebih suka ama hiperbola-nya Ajikko.  Jadi si Soma ini mungkin bakalan jadi salah satu yang gue ikutin, meskipun mungkin nggak full attention.

 

LINKS

Ben-to

 

Satou Yo mendapati dirinya terkapar di lantai sebuah toko swalayan dengan ingatan yang hanya sekilas-sekilas. Kebingungannya akan apa yang telah terjadi akhirnya terjawab; Ia kalah dalam “pertarungan” memperebutkan bento (sejenis paket makanan siap saji) yang dijual di swalayan tersebut. Pada jam-jam tertentu, pihak swalayan akan menjual bento-bento tersebut dengan setengah harga asli. Di daerah pemukiman yang banyak berisi siswa sekolah itu, bento murah adalah sesuatu yang sangat berharga untuk diperebutkan oleh gerombolan “serigala” lapar. Sebagai akibatnya, setiap jam-jam tertentu, perebutan bento itu terjadi dan pemenangnya adalah yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya.

Dalam pertarungan itu, Yo bertemu dengan “Ice Witch” seorang anak perempuan yang sangat ahli dalam bertarung memperebutkan bento, dan hampir selalu bisa dipastikan bahwa dialah pemenangnya. Belakangan Yo baru mengetahui bahwa dia adalah kakak kelasnya di sekolah yang bernama Yarizui Sen. Sen pun mengajak Yo untuk bergabung dalam klub sekolah yang diketuainya, Half-priced Food Lovers. Yo ditemani oleh seorang anak perempuan lain yang juga selalu mengikuti kejadian-kejadian di swalayan itu yang bernama Oshiroi Hana. Sementara ketua organisasi siswa, Shiraume Ume, yang tidak suka melihat Yo terlalu dekat dengan Hana, kerap kali menghajarnya atau “menculik” Hana agar tidak terlalu dekat dengan Yo. Sejak bergabung dengan klub ini, Yo pun mulai belajar mengasah kemampuannya sehingga ia bisa “bertarung” dengan para “serigala” lapar lainnya.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén