Categories
Blog

Summer 2019 Isekai

Anime (isekai) musim panas hampir selesai, dan dari deretan judul yang akan muncul di musim berikut, keliatan kalau masih belum pada bosen bikin cerita pindah dunia, padahal di musim ini anime-anime isekainya … not so good. 😑

Terus terang sampai detik ini, kayaknya udah hampir semua orang yang nonton anime atau baca manga/LN, pasti udah tau apa yang namanya ‘isekai’. Tapi kalo emang ada yang belum tau beneran, isekai adalah tema di mana tokoh utama/protagonis-nya secara ajaib ‘pindah’ dari dunia manusia, masuk ke sebuah dunia fantasi/dunia lain/dimensi lain. Dunia lain ini kadang merupakan sesuatu yang sudah diketahui sama tokoh utama, misalnya dia masuk ke dunia game yang biasa dia mainkan, dari sesuatu yang dia tonton/baca, atau sesuatu yang dia ciptakan sendiri. Bisa juga si tokoh utama ini masuk ke dunia yang sama sekali dia nggak kenal.

Kembali ke judul di atas, di musim panas tahun ini, atau musim kemarau kalo di Indonesia, yang kering bukan cuma cuacanya aja. Cerita anime dengan genre isekainya juga ‘kering’ semua, sepertinya karena udah diperes abis-abisan, tapi masih dipaksain ada karena dianggap masih ‘laku’. Judul-judul di bawah ini yang gue tonton, diurutin sesuai alfabet judul aja, karena TBH, rata-rata ‘kering’ itu tadi.

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyo

Arifureta Shokugyo de Sekai Saikyo

Seperti udah gue tulis sebelumnya, secara kronologi dibuat, harusnya ini anime udah ada tahun lalu, tapi nasib membawanya ke daftar ini. 😂

Cerita tentang pindah dunia (lha iya, menurut ngana?) tapi bedanya (eh? ada bedanya? waw…) sama isekai lain-lainnya sejauh ini adalah … yang pindah satu kelas! Nggak tanggung-tanggung kan. Nggak cuma si tokoh utama (kadang +1 sih), ini sekalian ama temen-temen sekelasnya bedol desa ke isekai, bonus sama gurunya sekalian. 😅

Keliatannya ini satu kelas pada demen main game yang sama jadi mereka semua bisa leveling dengan baik dan cepat. Pasti mereka main di kelas pake smartphone semua. Dan seperti biasa, tokoh utama dapet profesi paling culun, saking culunnya cuma bisa 1 magic spell (ini game pas fase pembuatan developernya mabok kali, mosok 1 class bisa cuma punya 1 spell doang? Perasaan NPC aja nggak seculun itu). Tinggal tunggu episode berikutnya dan BAM! Dia menjadi yang terkuat di dunia alternatif itu. Biasa lah ya, wajib malah hukumnya.

Cop Craft

Cop Craft

Kalo di genre harem ada yang namanya reverse harem, mungkin judul ini lebih tepat disebut reverse isekai dibanding isekai (aja).

Sementara anime lain sibuk memindahkan tokoh utama dari dunia manusia ke dunia lain, Cop Craft justru mendatangkan tokoh dari dunia lain ke dunia manusia. Bukan sesuatu yang original sebenernya karena konsep ini pernah diusung oleh Re:Creators tahun 2017 (link ke MAL aja, karena ini termasuk di salah satu judul anime yang hilang dari database lama dan terlalu males untuk nulis ulang… good OST tho, it’s Sawano Hiroyuki. I’m biased. Obviously.)

Re:Creators

Jadi ceritanya suatu ketika ada portal kebuka yang menghubungkan dunia peri dan dunia manusia. Kalo dibandingin sama Arifureta yang mindahin sekelas secara satu arah, yang ini malah membuka hubungan bilateral antara 2 dunia. Original? Nggak juga, coba tonton Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakeri. Dan ya seperti biasa, problem culture shock sama masalah sosial yang muncul. Tokoh utamanya ya, biasa, typical lone wolf yang barusan kehilangan partnernya kemudian dipasangkan dengan tokoh dari ‘dunia sebelah’ dan bagaimana mereka menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan pelaku dari dunia manusia dan dunia lain.

GATE

Anehnya, kasus selalu terjadi di sisi dunia manusia, transmigrasi pun terjadinya dari dunia peri ke dunia manusia tapi nggak sebaliknya. Ini malah semuanya tumplek blek di dunia manusia, mau yang ningratnya, yang rakyat jelatanya, yang penjahatnya. Kenapa ya? Bukannya manusia malah harusnya seneng ya pindah ke dunia peri? đŸ€”

Granbelm

Granbelm

Hi tsu 👋😀

Ini mungkin yang namanya commuter isekai, “pindah”nya bolak balik dunia biasa-isekai-dunia biasa kayak kereta commuter. 😂

Supaya tema pindah dunianya nggak generik dan biasa aja kayak yang lain, yang ini lebih kreatif dengan memasukkan unsur mecha ke dalemnya. Eh… tunggu…

…. 💡

Aura Battler Dunbine

Yah, iya sih. Tapi setidaknya cerita kali ini nggak seperti biasa yang diisi dengan cowok-cowok pindah dunia dan ngendaliin mecha tapi diisi dengan cewek-cewek bersama mecha (magical mecha) mereka dong. 👍 … eeeh …

…. 💡💡

Magic Knight Rayearth

Sorry tsu 🙏😀

Isekai Cheat Magician

Isekai Cheat Magician

Woohoo… yang ini udah jelas banget luar biasa karena udah langsung terang-terangan dari awal pake 2 kata sakti: isekai dan cheat 😎 Ini pasti yang paling top kan? Ya kan? Ya kan?

Jujur aja, ini menurut gue anime isekai musim panas yang paling ‘kering’. Tokoh utamanya yang katanya seharusnya biasanya lebih kuat di sini digambarkannya ya memang seperti itu. What else? đŸ€Ł Tapi seperti biasa lah, harus melewati ‘pendewasaan’ mental dan fisik dulu baru deh dapet pencerahan. Cuma ya itu, kering banget. Tokoh utamanya flat aja, osananajimi nya yang ikut kebawa (kontras sama yang mamaknya kebawa juga ke isekai dari judul sebelah) juga biasa aja. Ketemu ama tokoh cewek elf di isekainya, biasa aja. Guru magic-nya yang wise and knowledgeable juga biasa aja. Ketemu cewek assassin yang dulunya mau bunuh dia, dengan baik hatinya dia nggak masalah (cheat banget emang ini karakter utamanya). Dan … nyebut dirinya “trained assassin” tapi kok ya … biasa aja, dan cuma muncul 2 episode, abis itu dead.

Terbunuhnya si assassin oleh naga juga berasa nggak sesuai sama image si naga yang seolah-olah ditampilkan di situ sebagai mahluk luar biasa yang bijak dan tidak mudah untuk dipengaruhi, tapi kok ya itu cewek modyar nya se… remeh itu Padahal ke si tokoh utama si naga bisa lho ngatur powernya untuk cukup sebatas menguji, tidak membunuh. Apa si naga itu emang sengaja mau bunuh itu cewek? Apa emang karakter dia dimunculkan sebagai tumbal? Kenapa nggak si MYURA yang setelah episode 6, bikin bubur merah putih terus ganti nama jadi MULLER? Abis operasi kelamin kah dia? Jadi kan pas tuh, mati sebagai Myura, melanjutkan hidup sebagai Muller.

Tapi mungkin penontonnya (baca: gue) yang salah interpretasi. Di sini cheat-nya bukan berarti si tokoh utama itu overpowered atau luar biasa hebat dibandingin rakyat jelata di dunia itu kayak Kenja no Mago, atau Smartphone, atau Einherjar. Cheat itu bisa berarti bukan tokoh utama/ceritanya yang ‘curang’ kepada penduduk isekai di anime itu, tapi justru kepada penontonnya. Dipikir ini anime bukan-isekai-biasa tapi ternyata bukan, isekai-biasa.

Maou-sama Retry!

Maou-sama Retry!

Wa ini… gue rada bingung juga. đŸ€Ł

Di awal gue pikir ini anime menceritakan kalo si tokoh utama masuk ke dunia (game) yang dia ciptakan. Jadi beda ama isekai kebanyakan di mana tokoh utama masuk ke dunia yang dibuat oleh orang/dewa lain. Mungkin maunya bikin yang nggak biasa, tapi di tengah-tengah, ternyata jadi kayak campuran antara dunia yang dia buat sama dunia yang dia nggak tau dari mana asalnya.

Gue rasa waktu bikin ceritanya, pengarangnya juga bingung sendiri. Kalo masuk ke dunia ciptaan tokoh utama sendiri, ya jadi nya cheat-se-cheat-cheat-nya cheat. Lha wong dia yang bikin, suka-suka dia juga itu dunia mau gimana, tinggal ngobrol ama Haruhi aja itu mau dibikin apa. No need for story, dia bisa bikin story menurut dia di situ. Jadi supaya dia nggak over segala-galanya, dibikinlah dunia yang dia masuki itu punya elemen-elemen cerita dia tapi nyampur sama sesuatu yang tidak biasa.

Tapi menurut gue sih, itu jadinya sia-sia juga. Wong dia tetep punya fasilitas admin, bahkan bisa summon karakter buatan dia yang … tetep punya kekuatan sama seperti bagaimana dia menciptakan mereka. Kalo di Overlord, si Momonga nggak punya panel administrator, dia player biasa yang punya skill, anak buah dan item yang luar biasa at his disposal. Lha kalo ini, dia bahkan bisa berubah ke ‘alter ego’ nya dengan bebas, kapan pun dia mau.

Kering juga sih, tapi nggak tau kenapa, masih lebih tonton-able meskipun secara desain karakter agak-agak kurang menarik, dan kadang-kadang yang ngerjain mungkin sambil ngantuk jadi muka karakternya nggak konsisten, pletat pletot bentuknya. đŸ€Ł Gue rasa ini layak disebut sebagai guilty pleasure, ditonton ya biasa, nggak ditonton nggak berasa apa-apa juga.

Other titles

Nggak itu bukan judul anime, segmen ini cuma mau nyebutin beberapa judul anime isekai musim panas yang … udah nggak gue tonton lagi setelah episode 1 atau nontonnya skip-skip episode.

  • Tsuujou Kougeki ga Zentai Kougeki de 2-kai Kougeki no Okaasan wa Suki desu ka? – dari panjang judulnya udah berasa capek duluan. 😅 Ini yang tadi gue bilang masuk isekai (game) sama mamaknya. Ya masih sama-sama juga sih, cuma twistnya mamak si tokoh utama ikutan masuk dan dia jadi lebih powerful dari anaknya. Jadi tokoh utama sebenernya si mamak ini kayaknya. 😄
  • Nakanohito Genome [Jikkyouchuu] – Kayak Danganroppa, atau kalo film barat mungkin Saw kali ya? Intinya sekelompok anak (pemain game dari berbagai genre?) dikarantina di suatu tempat dan dikasih semacam game/tantangan yang harus diselesaikan supaya bisa selamat. Tentunya ada plot twist kalo salah satu atau salah dua dari mereka ada yang punya rahasia terkait ‘game’ itu.
  • Kono Yo no Hate de Koi wo Utau Shoujo YU-NO – nggak ngikutin ini, tapi kalo nggak salah tokoh utama nemu portal yang bisa membuat dia traveling antara 2 dunia/dimensi. Please CMIIW.

Autumn is coming

Sudah bisa ditebak, isekai belum ada tanda-tanda surut. Dari daftar judul yang rencananya tayang musim gugur ini, tema isekai masih bermunculan. Nggak tau bakalan kering kerontang kayak yang ada di musim ini atau nggak, tapi sejauh ini IMO, tema isekai itu sudah mentok, sumurnya udah kering. Mau digali apanya lagi? Terutama yang temanya masuk dunia game. Kenapa? Yang ketarik ke dunia game-nya rata-rata (if not all) tokoh utama udah familiar ama gamenya, jadi ya dia super power dibandingin sama “penduduk asli” game itu. Yang masuk ke dunia masa lalu, udah tau sejarah yang seharusnya terjadi gimana, tinggal dia maintain aja. Yang masuk ke dunia yang serba baru, bisa browsing lewat hp ya dia dipanggil ke situ karena memang dia penyelamatnya kan, nggak mungkin dia dibawa ke situ untuk nambah populasi doang. Point is, sejauh ini semuanya sama aja, repeated again and again. Mungkin di musim gugur nanti mulai pada berguguran? 🍂

PS: Featured image itu cuma representasi anime-anime isekai. Harus diperjelas dulu di sini supaya nggak ditanyain kok nggak ada judulnya di artikel. hahaha.

Categories
Blog

Granbelm

Granbelm, anime original karya studio Nexus ini merupakan anime dengan premise menarik dan genre yang sangat unusual sehingga saya tergelitik untuk mengintip dan mencoba beberapa episode

dan hasilnya, amazing, i liked it !

all the fighters in Granbelm

Granbelm lahir dari hasil kolaborasi sutradara Watanabe Masaharu, character designer Otsuka Shinichiro dan penata musik Suehiro Kenichiro yang berpengalaman di anime seperti Golden Kamuy dan Hataraku Saibou.

Granbelm mempunyai premise yang cukup menarik, battle royale antara para magical girls yang masing masing mewakili keturunan garis keluarga ke-7 penyihir terakhir di Dunia, untuk mengendari mecha yang bernama Armanox, di dunia isekai bernama Granbelm yang hanya ada dikala bulan mencapai purnama,

Thats an insane premise.

Kohinata Mangetsu adalah anak sekolah biasa yang disuatu hari terjebak di dunia lain, dunia penuh reruntuhan dimana robot magis bernama Armanox saling membunuh satu sama lain. Disitu dia bertemu dengan Shingetsu Ernesta Fukami, salah seorang partisipan battle royale tersebut dan akhirnya berteman dengannya di dunia nyata. Melalui Shingetsu diketahui bahwa Granbelm adalah dunia magis yang hanya akan muncul dikala bulan purnama, dan selama beberapa waktu para robot yang dinamakan Armanox akan saling bertempur untuk menjatuhkan satu sama lain. Mengendalikan Armanox adalah para keturunan magician kuno untuk memperebutkan kursi Princeps Magician yang akan mempunyai kuasa penuh akan tenaga magis yang tersegel di Bumi.

Anna versus Shingetsu

Misteri lalu mengalir satu demi satu, seperti dari keluarga magician yang mana Mangetsu berasal, apa motif sesuhngguhnya Shingetsu mengikuti ritual Granbelm, kenapa keturunan para magician harus saling mengalahkan satu sama lain.

Sampai dengan episode 5, saat artikel ini ditulis, Granbelm tidaklah mengecewakan. Cerita dan misteri mengalir flawlessly, walau sifat kekanakan generik Mangetsu sedikit menganggu, namun sepertinya ada sesuatu dibalik itu. Design karakter memang agak sedikit sugary seperti nya dirancang untuk memancing simpati dan setting yuri . Namun performa dari masing-masing voice actor menutupi hal itu

In the end, im gonna recommend this one to anyone who are mecha fans and magical girls fans, or simply just an anime fans looking some original anime

give it a try !

WHITE LILY with Mangetsu/ Shingetsu
Categories
Blog

Isekai, Dulu dan Sekarang

Entah kapan pastinya genre ini mulai muncul atau judul (anime) apa yang merupakan pionirnya. Kalau sejauh mata memandang, sepertinya anime genre ini sebenarnya sudah mulai muncul sekitar tahun 80-an. Agak sulit mencari informasi soal anime apa yang pertama kali mengangkat tema isekai, karena mungkin dulu belum disebut sebagai genre khusus seperti sekarang. Pada saat itu animenya memang berlatar belakang isekai, tapi bisa jadi lebih difokuskan atau lebih dikenal dengan genre lain, seperti drama atau mecha.

Dari pengetahuan dan pengalaman pribadi, sepertinya anime dengan sentuhan isekai yang ‘pertama’ (plis, kalo ada yang tau lainnya, feel free to leave a comment) adalah Seisenshi Dunbine yang dirilis tahun 1983. Sinopsis singkatnya bisa dibaca di artikel tsu yang ditulis beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 1980-an, lagi-lagi sejauh pengetahuan pribadi, ada satu judul lagi yang bercerita tentang perpindahan karakter utama dari dunia asli ke dunia alternatif yaitu Chojikuu Seiki Orguss, yang dirilis tahun 1983 juga. Orguss ini boleh dibilang masih ‘sepupu-an’ sama serial Macross, makanya ada beberapa crossover gambar karakter dari Macross muncul di situ.

Popularitas genre isekai ini mulai memuncak di tahun 90-an, di mana muncul judul-judul yang terkenal seperti NG Knight Lamune & 40 (1990), Mahou Kishi RayEarth (Magic Knight RayEarth,1994), Fushigi Yuugi (Curious Play, 1995),
Shinpi no Sekai El-Hazard (El-Hazard: The Magnificent World, 1995), Tenkuu no Escaflowne (The Vision of Escaflowne, 1996), Digimon Adventure (1999), Dual Parallel Lun-lun Monogatari (Dual! Parallel Trouble Adventure, 1999).

Memasuki tahun 2000, anime dengan tema isekai yang terkenal adalah hasil karya Takahashi Rumiko, yaitu Inuyasha (2000) yang menceritakan tentang kisah seorang anak perempuan bernama Kagome yang secara tidak sengaja terjatuh ke dalam sumur misterius di halaman kuil yang ternyata merupakan sebuah lorong yang menghubungkan dunia Kagome dengan dunia yang dihuni oleh manusia dan siluman. Di dunia ‘alternatif’ ini dia bertemu dengan Inuyasha, setengah manusia-setengah siluman anjing.

Selain Inuyasha, judul-judul anime isekai lain yang juga cukup menarik untuk disimak contohnya: Sen to Chihiro no Kamikakushi (Spirited Away, 2001) anime movie besutan Studio Ghibli yang juga merupakan pemenang Academy Award for Best Animated Feature tahun 2002. Anime isekai pilihan pribadi pada masa itu adalah Juuni Kokki (The Twelve Kingdoms, 2002) karena alur cerita dan perkembangan karakter yang diceritakan sangat bagus dan menarik, walaupun itu berarti harus benar-benar memperhatikan kronologi dan jalan cerita karena saling berkaitan satu sama lain, tapi justru di situ letak kelebihan judul ini. Meskipun, sangat disayangkan, di bagian akhir agak mengambang (untuk versi anime).

Atau salah satu pionir anime* isekai tentang “perpindahan” karakter utama dari dunia nyata ke dunia game, yaitu .hack//sign (2002), 10 tahun sebelum Sword Art Online (2012) muncul dalam dunia anime. (*note: penekanan di anime yang dimaksudkan adalah animasi Jepang, karena kalau animasi secara umum, sudah pernah ada tayangan animasi yang menceritakan perpindahan ke dunia game seperti misalnya, Captain N: The Game Master).

Semua judul di atas sampai dengan yang terbaru saat ini semuanya memang mempunyai kesamaan yaitu mengenai perpindahan sang karakter utama ke dunia yang asing bagi dirinya. Tetapi menurut pengamatan pribadi, ada perbedaan yang sangat signifikan dari anime isekai yang lalu dengan yang mulai bermunculan belakangan ini yaitu: latar belakang karakter utama. Memang tidak semua, dan tidak bisa di-generalisir, tapi coba kita perhatikan. Karakter utama di anime isekai yang muncul belakangan kebanyakan adalah orang-orang yang digambarkan dalam kehidupan aslinya dianggap sebagai stereotip gamer, NEET, atau hikikomori, yang pindah lalu menjadi karakter yang “diangankan” atau “dia ciptakan” ketika dia menjadi karakter game. Semacam alter-ego khayalannya, dan otomatis di dunia barunya dia adalah hero. Jadi dengan berpindahnya dia ke dunia baru, semacam ada realisasi pencapaian dia yang baru bisa terwujud di dunia alternatif, dan tidak bisa dia dapatkan di dunianya yang asli.

Berbeda dengan misalnya, karakter Kagome dari Inuyasha. Dia seorang anak perempuan yang aktif, mudah bergaul, pergi sekolah seperti biasa, menjalankan kehidupan anak perempuan remaja pada umumnya. Atau Shido Hikaru dari Mahou Kishi RayEarth, dan banyak karakter lainnya dari generasi yang lama. Bahkan Nakajima Yoko dari Juuni Kokki pun terlihat berbeda kehidupannya dengan kebanyakan tokoh utama isekai belakangan ini. Mungkin inilah yang membuat para karakter ‘lama’ tadi terlihat lebih menarik untuk diikuti bagaimana karakterisasi mereka berkembang dan terlihat lebih dinamis. Ada sesuatu yang membuat mereka berevolusi dan beradaptasi dengan dunia barunya. Sementara untuk yang sekarang, seperti melihat seorang gamer yang sudah khatam skill-skill dewa, lalu pindah ke dunia lain, dan tentunya mudah sekali bagi dia untuk merapal skill-skill tadi karena memang sudah terbiasa.

Secara umum, bukan mau mengatakan kalau genre ini jelek atau sampah, tapi dengan membanjirnya judul dengan tema yang sama, tentunya akan sangat membosankan kalau jalan ceritanya kurang lebih sama dan mudah ditebak. Yes, dia jago main game, yes, dia udah mencapai level sekian, yes, dia mendapat “bonus item”, yes, dia adalah yang terkuat, dst dst. Terkesan monoton dan repetitif.

Mungkin itu sebabnya sampai-sampai ada sebuah lomba mengarang cerita pendek di tahun 2016 mencantumkan larangan tema isekai ikut serta dalam perlombaan. 😅 Penerbit manga/novel besar seperti Kadokawa pun pernah melarang genre yang sama pada perlombaan di tahun 2017. Hal ini menunjukkan adanya semacam “kejenuhan” terhadap isekai. Tapi ya seperti kita ketahui, sampai musim semi 2019 ini, genre isekai masih hidup dan sepertinya masih tetap akan berlanjut. Beberapa judul isekai sebelum tahun 2000-an juga sudah pernah dibahas sebelumnya oleh tsu di animindo. Mungkin bisa jadi acuan untuk memilih judul isekai yang bagus untuk ditonton, bukan sekedar bikin harem di dunia baru. 😋

Bonus Info:
Anime 炎トăƒȘăƒƒăƒ‘ăƒŒ (Fire Tripper, 1985) dikatakan sebagai “cikal bakal” anime Inuyasha, meskipun agak berbeda di setting dunianya. Kalau Fire Tripper Suzuko time travel ke masa lalu, kalo Kagome ‘pindah’ dunia.