Granbelm

Granbelm, anime original karya studio Nexus ini merupakan anime dengan premise menarik dan genre yang sangat unusual sehingga saya tergelitik untuk mengintip dan mencoba beberapa episode

dan hasilnya, amazing, i liked it !

all the fighters in Granbelm

Granbelm lahir dari hasil kolaborasi sutradara Watanabe Masaharu, character designer Otsuka Shinichiro dan penata musik Suehiro Kenichiro yang berpengalaman di anime seperti Golden Kamuy dan Hataraku Saibou.

Granbelm mempunyai premise yang cukup menarik, battle royale antara para magical girls yang masing masing mewakili keturunan garis keluarga ke-7 penyihir terakhir di Dunia, untuk mengendari mecha yang bernama Armanox, di dunia isekai bernama Granbelm yang hanya ada dikala bulan mencapai purnama,

Thats an insane premise.

Kohinata Mangetsu adalah anak sekolah biasa yang disuatu hari terjebak di dunia lain, dunia penuh reruntuhan dimana robot magis bernama Armanox saling membunuh satu sama lain. Disitu dia bertemu dengan Shingetsu Ernesta Fukami, salah seorang partisipan battle royale tersebut dan akhirnya berteman dengannya di dunia nyata. Melalui Shingetsu diketahui bahwa Granbelm adalah dunia magis yang hanya akan muncul dikala bulan purnama, dan selama beberapa waktu para robot yang dinamakan Armanox akan saling bertempur untuk menjatuhkan satu sama lain. Mengendalikan Armanox adalah para keturunan magician kuno untuk memperebutkan kursi Princeps Magician yang akan mempunyai kuasa penuh akan tenaga magis yang tersegel di Bumi.

Anna versus Shingetsu

Misteri lalu mengalir satu demi satu, seperti dari keluarga magician yang mana Mangetsu berasal, apa motif sesuhngguhnya Shingetsu mengikuti ritual Granbelm, kenapa keturunan para magician harus saling mengalahkan satu sama lain.

Sampai dengan episode 5, saat artikel ini ditulis, Granbelm tidaklah mengecewakan. Cerita dan misteri mengalir flawlessly, walau sifat kekanakan generik Mangetsu sedikit menganggu, namun sepertinya ada sesuatu dibalik itu. Design karakter memang agak sedikit sugary seperti nya dirancang untuk memancing simpati dan setting yuri . Namun performa dari masing-masing voice actor menutupi hal itu

In the end, im gonna recommend this one to anyone who are mecha fans and magical girls fans, or simply just an anime fans looking some original anime

give it a try !

WHITE LILY with Mangetsu/ Shingetsu

90’s Underated Mecha Anime (part 1)

Dekade 90an adalah tahun yang fenomenal bagi anime bergenre mecha. Banyak mecha anime yang mencapai status legendary memulai episode perdana nya di dekade ini. Periode ini juga pakem-pakem yang biasanya menjadi ciri khas mecha anime yang terbagi begitu jelas antara real robot – super robot di tahun-tahun sebelum nya mulai kabur dan menyatu sehingga menjadi suatu yang baru. Namun diluar judul-judul mainstream dan legendaris seperti Neon Genesis Evangelion, Gundam Wing atau Vision of Escaflowne, ada banyak mecha anime dengan kualitas yang sebetulnya not bad namun sering tidak begitu dilirik karena kurang nya hype atau promosi atau malah dianggap sebagai produk gagal.

Berikut ini adalah beberapa mecha anime underrated rekomendasi saya

Gundam X

After War Gundam X bercerita soal Garroad Ran, seorang junk dealer yang rela melakukan apapun demi uang, termasuk mencuri mobile suit, menculik orang dan sebagai nya. Dunia sedang dalam kondisi post apocalypse akibat 7th Space War yang terjadi bertahun2 sebelum nya, banyak pihak mencari newtype, seseorang dengan kekuatan psikis luar biasa untuk dijadikan senjata demi menguasai sumber daya dunia yang tersisa. Nasib mempertemukan Garroad dengan Tifa seorang newtype muda dan dengan Jamile Neate, mantan newtype yang mempunyai misi untuk melindungi para newtype yang tersisa.

Anime buatan tahun 1996 ini tidak sepopuler pendahulu nya Gundam Wing. Ada banyak penyebab kenapa Gundam X mengalami rating drop yang begitu parah sehingga harus dipindah dari timeslot prime-time menjadi timeslot anak-anak (sabtu pagi), yaitu persaingan dengan Evangelion, kesuksesan luar biasa Gundam Wing dan cerita yang begitu depresi. Namun di apabila di lihat secara lebih detail, Gundam X menawarkan sesuatu yang belum pernah ada di dunia Gundam, misal motivasi Garroad yang bertempur demi Tifa, bukan kedamaian dunia atau survival atau yang lain. Selain itu Gundam X juga menawarkan cerita dewasa yang cukup sesuai dengan tema post apocalypse dan militer dimana urusan perang, bunuh membunuh dan politik adalah urusan orang dewasa, dan juga Gundam X menawarkan salah satu opening song terbaik di Gundam Universe dengan Resolution dari group ROM.

Verdict, Gundam X tidaklah sejelek yang dikatakan orang

Dai-Guard

Bagaimana jika sebuah mecha super diperlakukan seperti real machines ? pertanyaan sederhana itulah yang mendasari anime buatan tahun 1999 ini. Dai Guard bercerita soal bagaimana Jepang bertahan dari serangan fenomena masif bernama Heterodyne, Pihak militer membuat robot raksaksa bernama Dai Guard untuk melawan Heterodyne, namun pada saat Dai Guard selesai dibuat, krisis Heterodyne telah teratasi, hal ini membuat Dai Guard menjadi tidak berguna dan hanya menambah beban anggaran. 12 tahun kemudian Dai Guard kemudian di kelola oleh perusahaan swasta 21st Century Defense Corp. Banyak dari pegawai perusahaan yang berkata bahwa Dai Guard hanya berguna untuk publisitas namun tidak dengan Akagi Shunsuke dan 2 pilot lainnya yang yakin bahwa Dai Guard akan segera dibutuhkan, dan mereka tidak salah.

Dai Guard adalah sebuah karya unik dan cukup jarang di jagad mecha anime. Super Robot biasanya adalah sebuah personifikasi dari kegagahan, serangan brutal dan yang terpenting adalah unlimited support baik secara finansial maupun secara legal dari pemerintah. Namun Dai Guard sering kali dibatasi oleh berbagai permasalahan sehingga hanya untuk bisa berdiri dan bertarung dengan Heterodyne seringkali dianggap sebuah keajaiban. Satu-satu nya yang mengingatkan kita bahwa ini adalah sebuah anime super robot adalah pilot utama Dai Guard, Akagi Shunsuke adalah otaku mecha kelas berat yang seringkali (berupaya) mengatasi segala permasalahan dengan hotblood dan juga meneriakan nama serangan Dai Guard ala pilot super robot klasik.

Paruh pertama dari 26 episode Dai Guard menurut saya adalah salah satu yang terbaik (dan terunik) di anime super robot modern. Kita bisa melihat bagaimana Dai Guard diperlakukan sebagai aset perusahaan, bagaimana Heterodyne dilihat bukan sebagai monster namun semacam bencana alam, dan juga yang terpenting terbangunnya karakterisasi  yang baik diantara pilot pilot Dai Guard. Akagi yang super antusias untuk mengendarai DaiGuard, Ibuki yang sering menjadi voice of reason dari tim, dan Aoyama yang terlihat ogah-ogahan dan playboy namun menyimpan sesuatu yang pedih.

Sementara paruh kedua tidaklah jelek, namun ada beberapa faktor yang membuat intensitas cerita agak turun, seperti Dai Guard  yang menerima upgrade sehingga bisa bergabung secara otomatis ala Voltes V (sebelumnya Dai Guard membutuhkan perakitan on-site ala mobile crane) dan juga intrik dengan pihak militer.

In the end, jika mencari sesuatu yang unik dan jarang ada di dunia anime mecha, saya bisa merekomendasikan Dai Guard sebagai tontonan yang cukup berkualitas.

Oh and… jangan lupa untuk keep your ears (and eyes) open to that great opening song !

Verdict : MUST TRY !

Dendoh

Era 90an adalah era dimana anime mecha (terutama super robot) mulai mengalami perubahan dalam struktur cerita, tidak ada lagi cerita simpel penyerangan makhluk asing dan super robot membela bumi. Namun ada 1 anime yang masih percaya bahwa premis klasik tersebut masih punya peminat, dan mereka tidak salah.

Anime itu adalah Gear Fighter Dendoh, bercerita mengenai Izumo Ginga dan Kusanagi Hokuto dua remaja yang secara tidak sengaja menjadi pilot dari Dendoh, sebuah robot yang membutuhkan koordinasi yang baik antara bagian kiri dan kanan untuk berfungsi. Melawan mereka adalah alien Galva yang ingin menguasai bumi untuk mencari sesuatu. Ginga dan Hokuto didukung oleh GEAR sebuah organisasi rahasia dibawah pimpinan Vega, wanita bertopeng misterius yang bertempur menggunakan motor. Situasi jadi semakin rumit karena ternyata Galva pun mempunyai robot serupa bernama Night Ouga yang kemampuannya jauh diatas Dendoh.

Dendoh adalah buah karya dari sutradara Fukuda Mitsuo dan istrinya (alm) penulis Morosawa Chiaki, yang terkenal dengan Cyber Formula dan (kemudian) Gundam SEED. Secara cerita umum tidak banyak yang ditawarkan oleh Dendoh, namun cukup banyak gimmick dan twist yang terjadi sehingga cukup untuk saya betah menonton hingga 38 episode. Gimmick yang ditawarkan antara lain Dendoh harus di kontrol oleh 2 orang, sehingga menimbulkan potensi konflik yang baik, juga senjata Dendoh adalah sepasukan mecha berbentuk binatang yang berkekuatan luar biasa, dan Dendoh harus mencari mereka satu per satu dan itupun tidak selalu berhasil untuk memperoleh mereka, dan fakta bahwa Ginga dan Hokuto adalah lahir dari keluarga baik baik, dan sangat supportive kepada kegiatan mereka sebagai pilot super robot, hal yang sangat jarang di dunia anime 90an yang penuh dengan emo-story. Belum lagi twist seperti siapakah Vega, siapakah Emperor Galva, siapa pilot Ouga dan darimana dia berasal. Semua ini di akhiri dengan cukup baik di episode2 akhir, walaupun jelas berasa bahwa Dendoh seperti mengalami pemotongan episode.

Verdict : Simple story and familiar tropes adalah kekuatan sebenarnya dari Dendoh, anime ini terasa begitu humble dan sederhana apabila dibandingkan dengan super robot heavyweight seperti MazinKaizer atau Getter Armageddon. Namun ditengah kesederhanaan itu ada fun adventures, kehangatan keluarga dan aksi robot klasik yang sudah jarang terlihat. Saya merekomendasikan Dendoh untuk fans super robot untuk nostalgia.

Brain Powerd

Sebuah kapal makhluk asing yang terbenam di dasar Samudra Pacific bernama Orphan menyebabkan banyak bencana di bumi, namun didalamnya ada orang-orang yang bekerjasama dengan Orphan dengan imbalan pengetahuan yang sangat luar biasa. Orphan akhirnya pergi keluar angkasa dan meninggalkan bumi dalam keadaan rusak. Anak buah Orphan, para Reclaimer kembali ke bumi dengan mengendarai mecha yang disebut Antibody untuk mengumpulkan relic yang ditinggalkan Orphan berbentuk disc. Utsumiya Hime seorang rebel yang menentang Orphan menemukan salah satu disc tersebut dan membangkitkan Antibody yang dia beri nama “Brain Powerd”. Bersama dengan Isami Yu, mantan Reclaimer yang melarikan diri, Hime dan Yu terlibat petualangan untuk menentukan nasib umat manusia.

Jika kalian bingung membaca premis diatas, ya, seperti itulah rasanya sepanjang 26 episode. Sesuai ciri khas Yoshiyuki Tomino, Brain Powerd mengawali episode pertamanya dengan sederet eksposisi DAN event yang membuat kita hanya melongo.

Pada awal pre-release, Brain Powerd sering dikatakan sebagai anime dengan super talent dibelakangnya, Sutradara Yoshiyuki Tomino, Karakter Designer Mitsumi Inomata (Tales series), Mecha Designer Nagano Mamoru (Five Star Stories), Music Director Yoko Kanno (Macross Plus). Tomino pernah berkata bahwa Brain Powerd adalah jawaban dia untuk Evangelion. Untuk beberapa aspek seperti tema “love is the answer” , memang Brain Powerd dirasa lebih mumpuni, namun itu akan terasa berbeda untuk tiap orang.

Kekuatan utama dari Brain Powerd adalah karakter, karakter2 seperti Isami Yu dan Utsumiya Hime tergambar secara lugas dan jelas, namun karena ini anime Tomino, diperlukan waktu khusus untuk mendalami mereka, mencari motif dan tujuan mereka di anime ini, begitu juga dengan puluhan karakter lain yang terkesan numpang lewat. Karakter design oleh Mitsumi Inomata dan design mecha oleh sang legenda Nagano Mamoru juga ikut menambah dinamis sesuai dengan alur cerita

Kekuatan kedua adalah musik, digawangi oleh Yoko Kanno, musik dari Brain Powerd berasa a class of its own, musik ambient yang kadang berasa surreal ini mengiringi kita selama 26 episode, dan ending anime ini “Field of Love” oleh Kokia, adalah salah satu lagu anime terindah yang pernah ada.

Verdict : Brain Powerd sangat disarankan untuk para die-hard fans Tomino, fans anime dengan banyak filosofi ala Evangelion dan anime-anime apocalypse lainnya, terutama mereka dengan kesabaran yang lebih.

Dual

Saya yakin rata-rata fans anime secara umum mengenal apa itu Neon Genesis Evangelion, anime yang sangat fenomenal bahkan saat di re-run oleh Netflix, masih menimbulkan gelombang keingin-tahuan dari banyak orang, bahkan setelah lebih dari setengah dekade penayangan originalnya. Evangelion juga membuat ramai trend anime dengan setting depresi dan karakter utama yang juga tidak kalah kelam, namun tahukah ada anime serupa Evangelion namun dengan setting ceria dan juga mendekati harem anime ?

Ya, anime itu adalah Dual, Pararel Trouble Adventure

Jika Brain Powerd adalah jawaban serius untuk Evangelion maka Dual adalah relaksasi. Hampir semua astetik Evangelion ada pada Dual, termasuk tiga mecha humanoid kurus dengan pilot khusus.

Di tayangkan pada April 1999, anime ini memang tidak mempunyai kredibilitas yang mengagumkan seperti Evangelion, namun menurut saya cukup lumayan untuk diikuti. Kekuatan dari Dual, tentu bukan pada psikologis dan pendalaman karakter, namun kepada komedi dan sedikit action serta kehidupan harem si Kazuki, si karakter utama. Aksi pertempuran antar mecha, menurut saya cukup mengasyikan di awal dan akhir cerita, namun komedi nya tersebar di sepanjang serial. Satu poing menarik yang diberikan oleh Dual adalah, dunia pararel dan point of divergence, dan inilah yang akhirnya menjadi titik awal pembeda dari Dual dan Evangelion.

Verdict, jangan berharap terlalu banyak, nikmati apa yang ditawarkan oleh anime ini dengan ringan, karena anime ini memang menjanjikan ringan, dan itulah yang akan kita dapat.

Buddy Complex

bc-key

Serial mecha baru dari Sunrise. Rencananya tayang reguler mulai tanggal 6 Januari 2014, tapi udah ada penayangan awal di salah satu channel televisi Jepang beberapa waktu yang lalu.

Menceritakan tentang Watase Aoba (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu), seorang murid SMU biasa (deja vu!  ). Setelah menjalani liburan musim panas, ia mulai kembali ke sekolah dan tempat duduk di kelasnya sudah dirotasi sehingga sekarang ia duduk di sebelah Yumihara Hina (seiyuu: Hayami Saori), anak perempuan yang juga masuk ke sekolah itu bersamaan dengan Aoba setelah sebelumnya tinggal di luar Jepang.

Hina tampaknya sering sekali memperhatikan Aoba sehingga teman-teman Aoba menganggap bahwa dia menyukai Aoba. Suatu hari, ketika Aoba dan teman-temannya sedang bermain basket, Hina yang mengamati mereka mendapat peringatan dari alat yang dimilikinya bahwa ada bahaya yang datang. Sementara pada saat yang bersamaan, di atas laut, muncul semacam pusaran cahaya dan dari dalamnya muncul sebuah robot raksasa.

Pilot robot itu memeriksa data di komputernya dan dia terkejut mengetahui bahwa saat ini dia sedang berada di tahun 2014. Dia ternyata berasal dari masa depan dan ketika mengetahui bahwa Aoba ada di masa itu, dia pun segera menuju tempat Aoba berada. Robot itu berusaha menyerang Aoba yang kemudian berusaha memancing robot itu agar tidak melukai teman-temannya. Hina yang melihat hal itu meminta Aoba untuk mengikutinya ke sebuah bangunan seperti gudang.

Di dalam gudang itu ada sebuah robot yang dikendalikan oleh Hina dan digunakan untuk menyelamatkan Aoba. Melihat robot itu, pilot robot segera mengetahui bahwa Hina adalah orang yang menyelamatkan Aoba. Setelah berhasil mengalahkan robot tersebut, Hina mengatakan kepada Aoba bahwa dia harus pergi karena semua kejadian ini pasti akan menimbulkan masalah di masa itu karena baik Hina maupun pilot robot tadi adalah orang-orang dari masa depan. Dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali ke masa depan atau bagaimana orang dari masa depan bisa berada di masa sekarang.

Ternyata pilot robot itu belum berhenti melawan. Dia mengunci robotnya ke robot Hina dan mengaktifkan mode meledakkan diri dengan tujuan membunuh Hina beserta Aoba. Saat berusaha melepaskan diri, Hina melihat bahwa pusaran cahaya kembali muncul dan Hina memutuskan untuk membawa kedua robot itu ke dalamnya.

Pusaran cahaya itu ternyata adalah semacam portal time travel. Setelah berhasil melepaskan diri dari robot musuh, Hina mengatakan bahwa setelah ini Aoba harus menemui seseorang bernama Dio, sementara perlahan-lahan dia mulai menghilang dan Aoba kehilangan kesadaran.

Ketika sadar, Aoba ternyata sudah berada di dalam kokpit sebuah robot dan dia mendengar melalui alat komunikasi, seseorang bernama Dio sedang berbicara dan di luar Aoba melihat sedang terjadi sebuah peperangan …

 

My thoughts?

Mecha anime. Hopefully yang kali ini penceritaannya lebih bagus dari awal sampai akhir. Mecha design-nya agak mengingatkan gue kepada design Knightmare di Geass. Mungkin karena bentuk muka robotnya.

Karakternya, hmm … kayak di artikel sebelumnya, ada satu anak SMU ‘biasa’ yang sebenernya ‘nggak biasa’. Ceweknya menghilang, dan kayaknya si cowok bakalan berupaya mencari cara untuk ketemu lagi. Cowok yang satunya, hmm … kayaknya sih tipe-tipe yang sarkastik, yang tidak mudah ‘berteman’, dan akan ‘dicairkan’ oleh si tokoh utama. Typical anime robot? *sotoy.com

Hmm … kalo biasanya orang masa depan datang ke masa lalu, kalo ini orang masa lalu yang datang ke masa depan? Atau sebenernya si Aoba juga aslinya dari masa depan? Soalnya yang jelas Hina tau siapa Aoba, dan mereka sepertinya seumuran. Tapi ya itu mungkin yang bakalan jadi topik utama di serial ini.

Kalo ngeliat orang dari masa depan mencoba membunuh Aoba, ya agak-agak kayak filmnya mbah Suasanasegar yang tentang robot dari masa depan dikirim ke masa lalu untuk membunuh tokoh (yang nantinya) penting di masa depan. Meskipun ini nyampenya ke masa lalu lebih cenderung ke ‘kecelakaan’.

Dan kayaknya sih, Hina ini mestinya jadi pihak lawannya Aoba dalam perang yang terjadi di masa depan itu. Jadi kemungkinan juga itu akan jadi ‘bumbu’ konfliknya. Romeo-and-Juliet-esque? Jadi inget Shiro ama Aina … 

Oh … dan satu hal lagi … Tokohnya ada yang bernama SOEHARTO! Dari Indonesia kah? Kalo iya, nambah satu lagi koleksi tokoh Indonesia di anime … 

Soeharto (CV: Miyashita Eiji)
Soeharto (CV: Miyashita Eiji)

Pacific Rim

And so I wow-ed. It was awesome.

Spoiler alert below!

pacific-rim-poster

Pacific Rim adalah sebuah film besutan sutradara Guillermo del Toro yang menceritakan tentang pertempuran antara manusia melawan mahluk raksasa yang disebut sebagai ‘Kaiju’ (dalam bahasa Jepang berarti binatang/monster raksasa). Kaiju ini awalnya muncul dari sebuah celah yang ada di dasar Samudra Pasifik di mana sebenarnya celah itu adalah semacam portal penghubung antara bumi dan dimensi para kaiju. Ketika kaiju pertama kali muncul, manusia baru bisa mengalahkannya setelah melalui pertempuran yang panjang.

Dari hasil pertempuran tersebut, manusia kemudian menciptakan mesin tempur baru untuk mengalahkan para kaiju. Mesin itu disebut dengan nama ‘Jaeger’ (dalam bahasa Jerman artinya pemburu). Jaeger ini adalah mesin tempur yang berwujud robot raksasa, yang dikendalikan oleh 2 orang pilot yang sistem syarafnya terhubung ke sistem gerak Jaeger sehingga gerakan para pilotnya ‘diterjemahkan’ sebagai gerakan si robot. Pada awal pengembangannya, Jaeger diuji coba dengan satu orang pilot, tetapi ternyata beban yang ditanggung oleh susunan syaraf pusat sang pilot justru malah mengancam jiwanya. Oleh karena itu kemudian diciptakan sistem yang memungkinkan Jaeger dikendalikan oleh 2 orang pilot yang terhubung dengan pembagian: satu pilot terhubung dengan anggota gerak sebelah kiri, dan yang lain terhubung dengan anggota gerak kanan. Karena sistem syaraf kedua pilot tersebut terhubung satu sama lain saat mengaktifkan Jaeger, maka secara otomatis mereka saling berbagi ingatan satu sama lain.

American-Jaeger-Gipsy-Danger

Yancy Becket dan Raleigh Becket adalah kakak beradik yang mengendalikan Jaeger milik AS yaiut Gipsy Danger. Suatu ketika mereka dikirim untuk mengalahkan kaiju tetapi di tengah pertempuran ada sebuah kapal nelayan yang terjebak. Mereka berusaha menyelamatkan kapal nelayan itu sambil mengalahkan kaiju, namun ternyata kaiju yang mereka hadapi pada akhirnya malah berhasil mengalahkan Jaeger mereka dan hal itu mengakibatkan kematian sang kakak. Raleigh akhirnya berhasil mengalahkan kaiju itu sendirian kemudian dia sendiri menghilang selama hampir 5 tahun. Sementara itu, selama 5 tahun, Jaeger dianggap sudah bukan lagi alat yang efektif melawan kaiju karena serangan kaiju semakin lama semakin meningkat dan semakin cepat dibandingkan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah Jaeger yang jumlahnya juga semakin berkurang akibat pertempuran. Para pemimpin dunia memutuskan bahwa proyek Jaeger dihentikan dan digantikan dengan proyek pembangunan tembok raksasa untuk menahan serangan kaiju. Mereka memerintahkan Jaeger yang tersisa untuk melindungi pekerja yang membangun tembok sebelum kemudian memerintahkan mereka untuk mundur ke Shatterdome, markas besar Jaeger di Hong Kong. Meskipun ternyata proyek tembok raksasa ini terbukti tidak mampu menahan serangan kaiju tetapi proyek tersebut tetap dijalankan karena dianggap lebih masuk akal daripada menggunakan Jaeger.

Russian-Jaeger-Cherno-Alpha

Marsekal Stacker Pentecost, pemimpin proyek Jaeger, memutuskan untuk tetap melakukan perlawanan dengan sisa Jaeger yang mereka punya dan merekrut kembali Raleigh yang sekarang berprofesi sebagai pekerja konstruksi yang ikut membangun tembok raksasa. Raleigh diminta untuk kembali mengendalikan Gipsy Danger yang telah berhasil dibangun ulang oleh Mako Mori, tetapi Raleigh belum mendapatkan pasangan untuk bersinkronisasi dengan Gipsy Danger. Sesampainya di Shatterdome Hong Kong, Raleigh bertemu dengan para pilot Jaeger yang lain seperti Sasha dan Alexis Kaidonovsky, pilot Cherno Alpha (Rusia), kembar tiga Wei bersaudara (Cheung, Hu, Jin) pilot Crimson Typhoon (China), dan pasangan ayah-anak dari Australia, Herc dan Chuck Hansen pilot Striker Eureka (Australia) yang merupakan Jaeger generasi terbaru dan tercatat paling efektif mengalahkan kaiju. Dan sejak generasi Mark IV (Crimson Typhoon), semua Jaeger telah terdigitalisasi dan tidak menggunakan reaktor nuklir lagi karena dalam perkembangan teknologi Jaeger, para pilotnya mengalami masalah kesehatan akibat terpapar radiasi nuklir dari inti robot tersebut. Raleigh sendiri masih harus mencari partner yang sesuai untuk bisa bersinkronisasi dengan Gipsy Danger, dan dia memilih Mako. Namun pada saat latihan percobaan, Mako ternyata terbawa ke dalam ingatan masa lalunya dan hampir menghancurkan Shatterdome dengan plasma cannon Gipsy.

Chinese-Jaeger-Crimson-Typhoon

Sementara itu, 2 orang ilmuwan jenius, Dr. Newton Geizler dan Dr. Hermann Gottlieb, berupaya meneliti kaiju untuk membantu Pentecost menjalankan misi terakhir para Jaeger, yaitu meledakkan portal di dasar Samudra Pasifik dengan bom nuklir sehingga serangan kaiju dapat dihentikan. Dr. Gottlieb memprediksikan dari pola penyerangan kaiju, maka bisa dikalkulasikan bahwa akan ada serangan lebih dari satu kaiju secara bersamaan, mula-mula 2 kaiju bersamaan, kemudian diikuti 3 kaiju dan seterusnya. Sementara Dr. Geizler melakukan sebuah eksperimen dengan cara memanfaatkan teknologi sinkronisasi Jaeger dan menghubungkan dirinya dengan otak kaiju yang berhasil mereka dapatkan dari sisa-sisa kaiju. Eksperimen ini hampir memberikan hasil tetapi Dr. Geizler membutuhkan jaringan otak yang masih baru agar bisa mendapatkan lebih banyak informasi, untuk itu dia menghubungi seseorang bernama Hannibal Chau yang mengambil keuntungan dari jual beli benda-benda yang diperoleh dari jasad kaiju. Ketika Dr. Geizler sedang berada di kota, tiba-tiba  2 kaiju menyerang Hong Kong secara bersamaan. Pentecost mengirimkan Cherno Alpha dan Crimson Typhoon untuk menghadapi kedua kaiju itu dan meminta Striker Eureka untuk bertahan di garis pantai. Hal ini dilakukan karena Striker “disimpan” untuk digunakan sebagai pembawa bom nuklir ke dasar Samudra Pasifik sementara ketiga Jaeger yang lain bertugas melindunginya. Tetapi ternyata kedua kaiju yang menyerang mampu mengalahkan Cherno Alpha dan Crimson Typhoon dengan mudah, serta mampu melumpuhkan Striker dengan menggunakan gelombang listrik yang membuat Striker tidak bisa bergerak karena semua peralatannya bersifat digital.

Australian-Jaeger-Striker-Eureka

Pentecost akhirnya mengirimkan Gipsy Danger yang merupakan generasi lama (Mark III) dengan Raleigh dan Mako sebagai pilotnya. Mereka berdua berhasil mengalahkan kedua kaiju tersebut, dan ternyata salah satu kaiju yang mereka kalahkan sedang dalam kondisi hamil. ‘Bayi’ kaiju yang lahir akhirnya mati karena terlilit tali pusatnya sendiri dan Dr. Geizler memanfaatkan jaringan otaknya untuk melanjutkan eksperimen. Kali ini dia dibantu oleh Dr. Gottlieb yang pada awalnya menentang eksperimen tersebut. Sementara itu, kedua Jaeger yang tersisa bergerak menuju lubang portal untuk menjalankan misi mereka, meledakkan portal tersebut dengan bom nuklir. Herc yang terluka akibat pertempuran terakhir tidak bisa mengendalikan Jaeger. Pentecost yang dulunya adalah pilot Jaeger akhirnya menggantikan posisinya meskipun dia tahu bahwa tindakan ini akan mengakibatkan kematian bagi dirinya yang sudah ‘ter-racuni’ radiasi akibat inti Jaeger generasi awal. Ketika mereka mencapai tempat tujuan, kedua ilmuwan tadi memberitahukan bahwa dari hasil eksperimen mereka, ternyata diketahui bahwa portal tersebut mempunyai semacam sensor yang bisa mendeteksi DNA kaiju sehingga yang bisa melewatinya hanya kaiju saja. Benda atau mahluk lain tidak bisa melewati portal tersebut, itu sebabnya berbagai upaya yang dilakukan selama ini selalu menemui kegagalan. Untuk bisa masuk dan membawa bom ke dalam portal, para Jaeger harus bisa menyembunyikan ‘keberadaan’ mereka dan membuat portal tersebut mengira yang lewat adalah kaiju.

Japanese-Jaeger-Coyote-Tango

Tiba-tiba kedua Jaeger ini dihadang oleh 3 kaiju sekaligus dan salah satunya adalah kaiju kategori 5, kategori yang baru pertama kali ini mereka temui. Akibat pertempuran ini kedua Jaeger mengalami kerusakan cukup parah, Striker tidak mampu melepas bom yang dipanggulnya dan mengalami kerusakan sistem yang serius. Akhirnya Pentecost dan Chuck mengorbankan diri mereka dengan cara meledakkan diri sambil membunuh 2 kaiju yang besar, sementara Gipsy Danger menghabisi kaiju yang ketiga meskipun hal itu mengakibatkan kerusakan parah. Sebelum meledak, Pentecost mengatakan bahwa misi masih bisa dijalankan karena inti dari Gipsy adalah reaktor nuklir yang bisa mereka gunakan sebagai bom. Raleigh dan Mako menggunakan sisa-sisa kaiju untuk masuk ke dalam portal, kemudian Raleigh meledakkan inti nuklir Gipsy setelah mengirim Mako dan dirinya keluar dengan menggunakan kapsul penyelamat.

 

Gue enjoy banget melihat film karya del Toro ini. Bener-bener fun to watch, dan eksekusi action antara Jaeger dan Kaiju nya mantap. Animasinya halus, nggak terasa kaku baik itu gerakan Kaiju maupun gerakan Jaeger-nya. Secara cerita ya memang simple aja, kaiju mau menjajah bumi, maka para pahlawan bumi bersatu untuk melawan mereka, nggak perlu twist politik yang terlalu ribet, romance yang terlalu mellow, buat gue sih balance semua. Adegan-adegan heroik pasti ada, itu komponen pendukung film bergenre kayak gini, tapi juga nggak ada karakter yang overpowered jadi menutupi yang lain. Mereka semua hero, dan mereka semua bekerja sama.

Yang paling menarik adalah, gue berasa menonton beberapa anime campur jadi satu di film ini. Beberapa materi-nya mengingatkan gue pada judul-judul anime yang pernah gue tonton. Bukan berarti gue nge-klaim del Toro nggak kreatif ya, menurut gue Pacific Rim punya style sendiri dan bukan jiplakan, tapi sepanjang film pikiran gue berasa seperti “eh, kayaknya pernah tau ada yang kayak gini ya”. Ada yang anime mainstream, ada juga yang nggak, tapi memang mirip sih, and they are:

Tetsujin 28-go

tetsujin

Why? Ya jelas-jelas del Toro bilang ini anime yang dia tonton semasa kecil, jadi bolehlah kalo dibilang ini salah satu yang memberi influence ke beliau. Cuma memang di US, dikenalnya dengan nama Gigantor. Tetsujin yang berarti “Iron Man” bisa dibilang ya para unit Jaeger itu, mahluk metal berukuran raksasa.

Shinseiki Evangelion (Neon Genesis Evangelion)

Neon_Genesis_Evangelion

Why?  Karena ada plug suit, neural synchronization, dan cairan (LCL?). Para pilot Jaeger harus bersinkronisasi dengan ‘mecha‘ mereka sehingga Jaeger tersebut menjadi ‘bagian tubuh’ yang bisa bergerak sesuai dengan kemauan sang pilot. Pada awalnya dicoba dengan satu orang pilot tetapi ternyata beban bagi susunan saraf pusat sang pilot terlalu besar sehingga kemudian dikembangkan menjadi 2 pilot. Dan untuk bisa ‘terhubung’ dengan sistem Jaeger, pilot harus menggunakan baju khusus. Di dalam helm yang digunakan Yancy dan Raleigh, tampak ada semacam cairan, yang tentunya mengingatkan gue akan cairan LCL. Meskipun Evangelion hanya perlu 1 orang pilot per unit EVA, tetapi pada salah satu episodenya (episode 9, “Both of You, Dance Like You Want to Win!”), dua pilot Evangelion Asuka dan Shinji harus mengendalikan EVA mereka secara harmonis untuk melakukan serangan.

 

Kishin Taisen Gigantic Formula

Kishin_Taisen_Gigantic_Formula_Logo

Why?  Karena ada 2 pilot dalam satu robot, dan masing-masing negara punya robot sendiri. Robot dalam Gigantic Formula adalah robot yang dipiloti 2 orang sekaligus, 1 bertindak sebagai pengendali, 1 lagi bertindak sebagai ‘penghubung’ antara pilot dengan robotnya. Artinya, masih ada lah semacam konektivitas antara manusia dengan robot yang dikendalikan. Yang paling menonjol ‘persamaannya’ adalah ya, masing-masing negara punya robot representatif sendiri. Bedanya adalah, kalau di Gigantic Formula, robot-robot ini bukan untuk melawan alien, tapi untuk bertempur satu sama lain …

 

Tosho Daimos

tosho_daimos

Why?  Karena cara pengendalian robotnya. Ini anime jadul, tapi mungkin yang paling pertama menggambarkan manusia terhubung dengan robot, dan robot bergerak sesuai dengan gerakan yang dilakukan oleh si manusia. Lebih ‘deket’ dengan visualisasi cara pengendalian Jaeger dibanding Evangelion sebenernya. Cuma ya visualisasi koneksinya hanya kayak ada corong vacuum cleaner nempel ke badan si pilot sih … harap maklum, tapi setidaknya apa yang ingin disampaikan tercapai lah, dan yang perlu dicatat adalah, “teknologi” tersebut sudah terpikirkan pada masa itu.

 

Kalo soal robot lawan alien/kaiju, gue rasa sih banyak lah ya yang tema-nya gitu, jadi ya nggak mungkin juga semuanya dikaitkan. Bahkan kalo kita bicara soal kaiju nya sendiri, bisa aja sih dibahas sampe ke Godzilla atau Ultraman dan musuh-musuhnya. Tapi seperti tadi gue bilang, Pacific Rim bukan/nggak jiplak kok, dan gue really enjoyed watching the movie. Yang jelas komentar gue cuma satu pas selesai nonton …

Kalo ini film yang bikin Jepang, pasti si cowoknya mati meledakkan diri demi menyelamatkan semua.

 

Pacific Rim Official Website : http://www.pacificrimmovie.com
Additional Website: Pan Pacific Defense Corps

Guilty Crown

Di masa depan, terjadi sebuah wabah “Apocalypse Virus” yang dianggap membawa kehancuran bagi Jepang. Untuk mengatasinya, Jepang meminta bantuan organisasi asing dengan nama GHQ, namun dalam kenyataannya GHQ justru menekan Jepang dan mengendalikannya dengan hukum militer.

Ouma Shu adalah seorang anak remaja lebih suka menyendiri dalam kesehariannya dan ia adalah penggemar Inori, seorang penyanyi yang suatu ketika tanpa sengaja ditemukannya dalam keadaan terluka.

Inori adalah anggota “Undertaker”, kelompok pemberontak yang berusaha memerdekakan Jepang dari kekuasaan GHQ. Ia terluka saat mencoba mengambil suatu hasil penelitian yang dilakukan oleh GHQ. Dalam pelariannya yang dibantu Shu, Inori kemudian menyerahkan “The Power of Kings” kepada Shu.

Kekuatan yang ada di tangan kanan Shu adalah kemampuan untuk mewujudkan sebuah senjata yang berada “dalam” tubuh manusia. Setiap manusia mempunyai semacam “senjata” yang bisa dimaterialisasi oleh orang yang mempunyai kemampuan “The Power of Kings”.

Dengan kekuatan barunya, Shu kemudian membantu “Undertaker” untuk melawan kekuasaan GHQ.