Quanzhi Gaoshou

The King’s Avatar

Bukan buatan Jepang atau anime, tapi secara hakikat ini masih animasi atau animeshon juga, dan menurut gue bisa dijadikan salah satu alternatif tontonan yang menarik

Quanzhi Gaoshou menceritakan tentang dunia eSports, sebuah fenomena ‘olah raga’ yang belakangan ini memang lagi marak dan booming karena main game itu ternyata bukan lagi sesuatu yang dianggap tidak berguna, malah bisa menjadi komoditas bisnis yang menghasilkan uang, dan dalam jumlah banyak pula.

Ye Qiu adalah nama seorang player eSports yang disebut sebagai Battle God dari game Glory. Dia tergabung dalam tim Excellent Era, dan berhasil memimpin tim tersebut untuk menjadi juara bertahan selama 3 periode berturut-turut. Keahliannya dalam mengendalikan karakter battle mage yang diberi nama One Autumn Leaf menjadi legenda dalam dunia Glory, selain kemampuannya untuk menyusun strategi dan memimpin rekan-rekan satu timnya dalam pertandingan.

Sebagai bisnis yang berkembang pesat, peranan sponsor dan penghasilan tim akhirnya menjadi faktor penentu yang mempengaruhi pengambilan keputusan di dalam tim. Ye Qiu akhirnya memilih untuk mundur dari tim karena keinginannya tidak sejalan dengan manajemen tim dan digantikan oleh Sun Xiang, seorang pemain baru yang dijuluki Rookie King.

Keluar dari Excellent Era, Ye Qiu yang bernama asli Ye Xiu kemudian mencoba mencari pekerjaan di luar eSports karena dengan memutuskan keluar berarti dia dianggap melanggar perjanjian kontrak sehingga tidak bisa berpartisipasi dalam pertandingan eSports untuk minimal 1 tahun ke depan.

Ketika dia mampir ke sebuah internet cafe yang letaknya berseberangan dengan kantor Excellent Era, dia melihat bahwa cafe itu sedang membutuhkan seorang administrator. Dia pun memutuskan untuk bekerja di situ sambil terus bermain Glory yang kebetulan saat itu membuka sebuah server baru untuk para pemain yang baru mulai bergabung dengan Glory.

Di server baru ini Ye Xiu menggunakan sebuah karakter yang dia beri nama Lord Grim, sebuah karakter yang dia kembangkan tanpa memilih kelas tertentu, dia pun menggunakan sebuah senjata yang unik yang merupakan senjata custom made berbentuk dasar seperti sebuah payung yang mempunyai multi fungsi sehingga bisa disesuaikan dengan karakternya yang memang tidak terikat pada salah satu kelas profesi dalam Glory.

Keahlian Lord Grim akhirnya menjadi perbincangan karena kemampuannya sebagai player ‘biasa’ tetapi mampu memecahkan berbagai rekor dalam Glory. Dia pun kemudian bertemu dengan beberapa player baru yang mempunyai potensi dan dia pun dengan sukarela memberikan bimbingan kepada mereka sehingga mereka bisa menguasai karakter yang mereka miliki dan mengeluarkan potensi yang ada. Secara tidak sadar, player-player yang terkumpul ini lama-lama menjadi semacam tim yang saling membantu satu sama lain di bawah pimpinan Ye Xiu.

Sementara itu di dunia Glory, kehadiran Lord Grim sebagai pemain baru yang menonjol melebihi kemampuan player-player yang ada saat itu membuat para pemimpin tim besar yang dulunya adalah teman dan rival Ye Qiu menyadari bahwa sang Battle God belum mundur, dan telah kembali ke dunia Glory.

My thoughts?
Not bad. Not bad at all. Gue awalnya iseng nonton animasinya. Nggak gue bandingin sama anime, tapi menurut gue bagus. Gue juga suka background story-nya, dan dia muncul di saat di mana dunia anime lagi kebanjiran isekai yang sama-sama menyangkut game online, tapi Quanzhi Gaoshou nggak perlu memindahkan tokoh utama ke dalam game-nya, tapi cukup mengasyikkan untuk diikuti dan tetap bisa membuat penonton paham kalo main Glory itu berasa kayak you’re inside it. Dan sejauh yang gue inget, gue belum pernah nonton yang temanya eSports di anime. Kalo ada yang tau, mungkin boleh kasih masukan.

Memang terasa agak out of this world banget ketika ngeliat jari-jari tangan mencet sana sini sambil geser dan klik mouse berkali akan bisa menghasilkan gerakan-gerakan seperti yang digambarkan dalam game-nya, tapi dengan teknologi yang terus berkembang, rasanya malah lebih bisa diterima dan terasa lebih dekat. Coba aja liat gamers sekarang ini, gimana cara mereka mengendalikan permainan dengan tombol keyboard dan mouse, atau joystick. Banyak game-game kompetitif yang memerlukan kecepatan mata dan jari tangan, jadi rasanya sih untuk diwujudkan di dunia nyata masih memungkinkan.

Konfliknya juga terasa masih ‘manusiawi’, ketika eSports menjadi sebuah komoditas bisnis yang menghasilkan keuntungan besar, ya tentunya benturan antara idealisme dan profitabilitas menjadi semakin keras. Hampir di semua bidang olah raga yang menghasilkan banyak uang, kejadian ini bisa ditemukan. Apalagi ketika seorang atlit (atau player) dianggap sudah tidak menghasilkan atau terlalu idealis sehingga tidak atau mempersulit datangnya ‘uang’, tentu nasibnya akan berada di ujung tanduk.

Gue semakin tertarik setelah melihat kalo serial ini dibuat versi live actionnya. Begitu muncul di Netflix ya gue langsung coba nonton. Dan bagi gue sangat tidak mengecewakan. Kenapa? Secara garis besar cerita masih sama, modifikasi ada, tapi yang paling utama adalah : VISUALISASI IN GAME GLORY -nya. Yes. Keren banget. Kalo di adegan yang orang ok lah, lagipula gue nggak kenal aktor/aktrisnya hahaha, tapi ketika menggambarkan dunia Glory, man, niat banget bikinnya dan beneran bagus. Animasinya halus banget, pembuatan wajah-wajah karakternya juga bagus (secara mereka adalah visualisasi virtual dari playernya), adegan fighting scene-nya juga keren.

Overall, gue suka sama serial ini. Bukan anime, kalo memang anime hanya ‘khusus’ untuk animasi Jepang, tapi sebagai sebuah tayangan animasi, gue rasa Quanzhi Gaoshou bagus. Secara cerita juga menurut gue bagus, nggak seperti mainstream pada saat dia muncul. Dalam bentuk live action juga bagus, visualisasi Glory-nya terutama buat gue yang bagus. Kalo downside, secara pribadi nggak ada, paling ya kedengeran asing aja dialognya karena bahasa Mandarin, bukan sesuatu yang biasa gue denger. Tapi bukan masalah juga sih sebenernya. Kalo nyari tontonan animasi selain buatan Jepang, gue bilang sih ini recommended.

Kenapa baru sekarang nulis? Telat amat. Karena gue baru kelarin yang live action di Netflix hahaha, tadinya bermaksud sambil nunggu season 2 serial animasi. Tapi sayangnya, mundur ke bulan November dari rencana awal…. 😥