GENEZ

Wadatsumi Gakuen adalah sekolah berasrama yang sepintas terlihat biasa saja, namun, di sekolah ini ada kurikulum khusus. Ya, sekolah ini mendidik remaja untuk menjadi tentara bayaran yang tangguh.

Taiga Kengo, siswa kurikulum khusus adalah putra perdana menteri Jepang. Namun, Kengo membenci ayahnya. Sejak ibunya meninggal dalam ledakan bom, ayah Kengo terobsesi membalas dendam dan membuang semua yang dianggapnya pengganggu; Kengo dan Suzuha, adiknya. Suzuha yang dianggap cukup cerdas dikirim ke luar negeri untuk belajar, sementara Kengo yang tak ada gunanya dikirim ke Timur Tengah, Kamp Pelatihan Legiun Asing. Kengo bertahan hingga ‘lulus’ di sana, kemudian kembali ke Jepang, dan bergabung ke Wadatsumi.

Iwashimizu Yukina hidup di pedalaman sejak kecil. Tempat terpencil, dimana saluran TV yang bisa ditangkap satelit hanyalah NHK. Ketika menginjak bangku SMA, Yukina dikirim ke Tokyo oleh kedua orang tuanya, dan masuk ke Wadatsumi Gakuen. Di sana, dia bertemu kembali dengan teman masa kecilnya; Taiga Kengo. ‘Kebetulan’ ini, ditambah kenyataan bahwa Yukina adalah seorang Nightingale – ras misterius yang bisa menyembuhkan luka-lukanya, serta mengubah orang yang diciumnya menjadi Gilgamesh¬†– Ksatria Immortal selama 7 menit. Pertemuan mereka di Wadatsumi mengawali kehidupan sekolah yang unik dan penuh action, dan melibatkan banyak pihak – terutama mereka yang merencanakan sesuatu dengan kekuatan¬†Nightingale.

Guilty Crown

Di masa depan, terjadi sebuah wabah “Apocalypse Virus” yang dianggap membawa kehancuran bagi Jepang. Untuk mengatasinya, Jepang meminta bantuan organisasi asing dengan nama GHQ, namun dalam kenyataannya GHQ justru menekan Jepang dan mengendalikannya dengan hukum militer.

Ouma Shu adalah seorang anak remaja lebih suka menyendiri dalam kesehariannya dan ia adalah penggemar Inori, seorang penyanyi yang suatu ketika tanpa sengaja ditemukannya dalam keadaan terluka.

Inori adalah anggota “Undertaker”, kelompok pemberontak yang berusaha memerdekakan Jepang dari kekuasaan GHQ. Ia terluka saat mencoba mengambil suatu hasil penelitian yang dilakukan oleh GHQ. Dalam pelariannya yang dibantu Shu, Inori kemudian menyerahkan “The Power of Kings” kepada Shu.

Kekuatan yang ada di tangan kanan Shu adalah kemampuan untuk mewujudkan sebuah senjata yang berada “dalam” tubuh manusia. Setiap manusia mempunyai semacam “senjata” yang bisa dimaterialisasi oleh orang yang mempunyai kemampuan “The Power of Kings”.

Dengan kekuatan barunya, Shu kemudian membantu “Undertaker” untuk melawan kekuasaan GHQ.