Pada akhirnya …

Huff … setelah berjalan 2-3 episode, pada akhirnya ya cuma sedikit sekali yang membuat gue tertarik untuk nonton anime di musim ini. 

That being said, dengan menyebut ‘sedikit’, bener-bener cuma 2 judul untuk musim ini yang sudah pasti (bakalan) gue tonton full. Judul-judul lain, sampai detik ini sih on halt, alias stop ditonton, bahkan ada yang sama sekali nggak tertarik untuk nonton . Belum mastiin juga apakah kapan-kapan ketika ada yang bilang ‘itu bagus lho’, bakalan ‘ditoel’ lagi atau nggak, tapi untuk saat ini memang nggak gue tonton. Nge-drop abis dibanding ama season sebelumnya yang berderet-deret judul yang ditonton di weekend. Tentunya yang dari season lalu dan masih berlanjut ya tetep ditonton, cuma yang memang tayang di musim panas ini beneran cuma 2 judul aja. Itupun yang satu karena ngelanjutin dari season yang dulu.

Stella Jogakuin Koutou-ka C³-bu

shikyubu-all

Menurut gue unik aja ini anime. Tema-nya lucu, sekelompok anak cewek yang hobi main airsoft guns. Bisa dibilang kategori/genre sport sebenernya, sebuah kategori yang jaraaang sekali gue ikutin. Paling mentoknya sport yang bentuknya balapan. Lainnya bisa dibilang nggak pernah gue ikutin yang model tenis, sepak bola, sepeda, renang … apalagi yang isinya cowok melulu, kalo sebaliknya I might consider watching. 

Secara desain karakter ya memang ini bisa dibilang ‘moe’. Jadi kayak masa-masa K-On! muncul. Secara basic type karakter-karakternya juga sedikit banyak mirip ama K-On!. Udah gitu ada Sawashiro Miyuki di sini. We’ve got theme, characters, and Sawashiro, lengkaplah alasan untuk ngikutin. 

 

Misoshiru Kami Nomi zo Shiru Sekai: Megami-hen

kaminomi

Nah ini yang gue maksud ngelanjutin dari season lalu. Meskipun kalo diliat dari alur dalam manga, ini udah nge-skip banyak sekali chapter karena di sini tiba-tiba diceritakan secara singkat bahwa sejak akhir dari season 2, Keima sudah ‘menaklukkan’ beberapa cewek untuk melepaskan ‘loose soul’ dari dalam diri mereka. Memang di season ini nggak ada karakter cewek baru (selain pihak lawannya) karena yang muncul adalah mereka-mereka yang pernah ditolong Keima.

Yang masih melanjutkan dari sebelumnya,

Shingeki no Kyoujin
Atarimae da, yang ini memang udah pasti diikutin sampe habis (tamat ceritanya atau nggak ya belum tau…)

Majestic Prince
Masih ada Sawashiro-nya di sini. Hehehe. Tapi boleh dibilang mulai ada perubahan di ceritanya. Cuma kok ya mesti nunggu setengah jalan dulu gitu lho. Asal nggak terus dipepet-pepetin ceritanya supaya pas jumlah episodenya.

To Aru Kagaku no Railgun S
Nggak perlu dijelasin sih yang ini … 

 

And the rest? Ini yang udah gue liat …

Monogatari Series 2nd Season
As much as I like the first Bakemonogatari, kok makin lama gue merasa makin menurun interestnya. Mungkin karena gue bukan seperti para penggemar Monogatari series seperti yang lain, jadi ya kurang bisa ngikutin.

Fate Kaleid Liner PRISM Ilya
TYPE-MOON. Ada “kewajiban moral” untuk yang ini, jadi mungkin ditonton. Sekali-sekali. 

Danganronpa: The Animation
Salah satu anime yang paling ditunggu (berdasarkan polling), tapi setelah nonton episode awal … nggak pengen lanjutin lagi. Mungkin it’s the characters, terlalu out of this world banget buat gue. Hehehe.

Gatchaman Crowds
Waktu denger nama Gatchaman, sempet terpikir juga untuk ngikutin full. Tapi pas liat preview dan nonton episode awal … hmm … jadi mikir-mikir lagi. Untuk bikin ‘breakthrough’ supaya nggak berkesan monoton sih bagus. Cuma mungkin lebih tepat ditujukan untuk menjaring fanbase baru buat franchise Gatchaman barangkali. Kalo untuk penggemar old school Gatchaman, ya berasa aneh.

Servant x Service
Like I said before, ini joke tentang kehidupan pegawai pemerintahan di kantor administrasi milik pemerintah. Yah, paling tidak menunjukkan kalo hal-hal seperti itu cukup umum terjadi di kalangan pegawai pemerintah bahkan di negara maju. Iya nggak sih? 

InuHasa
Hmm… Dari awal sih memang cenderung 50-50. Jadi ya wajar aja kalo nggak terlalu ‘ngoyo’. Mungkin kalo ada yang bilang ini lucu dan layak dilanjutkan, I might consider it.

Blood Lad
Yang ini kurang lebih sama sih posisinya kayak InuHasa. Meskipun gue tadinya nge-rate 7/10 (kalo nggak salah inget), tapi setelah liat-liat lagi… ya… gitu lah.

Kaminai
Sampe sekarang gue masih agak bingung ama konsepnya. Hehehe. Tapi ada yang bilang interesting sih. Mungkin memang character developmentnya (akan) mengalir dengan baik. I’m keeping this one for later viewing. I think.

Watamote
Judul yang panjang … Okey, jadi ini anime isinya orang-orang kurang tidur. Mata pada ‘ngantong’ kelopaknya. Cerita tentang anak cewek yang canggung karena hidupnya sebenernya kayak hikikomori. Cuma yang ini punya keberanian untuk keluar dan (mencoba) menjalani hidup normal. Banyak yang bilang ini lucu sekali, tapi gue nggak ngerasa lucu-lucu amat. Lha namanya juga anak yang jarang keluar, atau kuper, ya kayaknya sih apa yang dia lakukan itu malah jadinya ‘normal’. *hmm … atau gue yang nggak normal? 

Love Lab
Sebenernya ini lucu juga sih. In a way. Tapi belum sampe membuat gue interested untuk ikutin.

Gifuu Doudou!! Kanetsugu to Keiji
Cerita tentang samurai. Gue suka cerita tentang warriors of the past. Tapi gue nggak enjoy kalo liat satu layar monitor penuh ama gumpalan otot, dari satu orang aja, dan itu cowok. Mungkin untuk menegaskan kekekarannya, tapi please …

Gin no Saji
Ceritanya sederhana (so far). Istilahnya, anak kota belajar hidup di pedesaan. Ya meskipun bukan pedesaan banget. Cuma belajar cara/gaya hidup petani/peternak/agrikultural. Tapi ya di Jepang sana, kehidupan farmers ya nggak sama ama Indonesia. Malah di sini diceritakan seperti apa sekolah/pendidikan untuk menjadi ahli agrikultural. Di Indonesia kayaknya ada juga deh sekolah/perguruan yang mengkhususkan diri dalam bidang ini … Where are the graduates now? Kok negara kita kayak kekurangan bahan pangan dan ternak sampe ngimpor ya? *tet tot!! Maaf, melenceng.

Rescue Me
Jangan ditonton saat berpuasa! That’s all I can say. Dan tidak direkomendasikan untuk yang masih di bawah umur.

Selain dari itu semua, ya artinya gue nggak liat. Anyway, tolong diinget buat yang baca (kalo ada), ini semua preferensi pribadi, jadi ya gue nggak open for debate. Kalo suka salah satu dari yang gue nggak tonton, nggak apa-apa. Good for you, nggak jelek. Tapi ya gue nggak nonton. Itu aja.

Dan tunggu bentar lagi … sebuah daftar baru akan nongol di animindo. 

Blood Lad

Wokey … ini salah satu anime yang hype nya lumayan tinggi selain Silver Spoon.

Blood-Lad

Cerita tentang Blood Charlie Staz atau Staz (seiyuu: Osaka Ryota), penguasa daerah timur di dunia Demon. Staz adalah seorang vampir, tapi dia tidak tertarik untuk minum darah manusia (hmm … sounds familiar … tapi yang ini kayaknya nggak dideskripsikan sebagai cowok-pucet-ganteng-setengah-mampus-yang-digilai-banyak-wanita … ). Staz hanya tertarik pada barang-barang buatan manusia, terutama buatan Jepang yaitu semua hal yang berkaitan dengan dunia game, anime, dan manga. Layaknya seorang otaku, Staz mempunyai berbagai macam koleksi barang-barang tersebut di kamarnya.

Suatu ketika, Staz mendapat kabar dari Deku, anak buahnya, bahwa mereka menemukan seorang manusia, yang kebetulan juga perempuan, di dunia Demon. Staz langsung meminta Deku untuk membawa manusia itu, yang bernama Yanagi Fuyumi (seiyuu: Nomizu Iori) ke rumahnya. Sampai di rumah, Staz sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk meminum darah Fuyumi, tetapi justru sebaliknya dia malah menyukai Fuyumi.

Fuyumi-Staz

Pada saat yang sama, muncul demon yang ingin mengalahkan Staz dan mengambil alih kepemimpinan daerah timur. Fuyumi mengatakan kepada Staz bahwa tampaknya teman-teman Staz membutuhkan bantuannya, oleh karena itu Staz kemudian pergi untuk menghadapi demon tersebut. Tetapi pada saat Staz sedang menghadapi demon tadi, salah satu tanaman pemangsa milik demon itu justru malah membunuh Fuyumi. Sebagai akibatnya, Fuyumi yang terbunuh di dunia demon, berubah dari manusia menjadi hantu.

Staz-Deku

Staz yang merasa terpukul atas kejadian itu kemudian bersumpah akan mencari cara untuk menghidupkan kembali Fuyumi dan dia juga bersedia menjadi pengawal Fuyumi. Mereka kemudian berusaha mencari cara untuk mengembalikan Fuyumi ke dunia manusia, dan Staz ingin ikut ke dunia manusia untuk mencari barang-barang yang diinginkan (selama ini yang dimiliki Staz adalah buatan dunia Demon … mungkin maksudnya versi KW … )

My thoughts?

Hmm … begitu liat pertama langsung yang terpikir Soul Eater. Kedua, karena liat giginya Staz, inget ama Viral (Tengen Toppa Guren Lagann). Story-wise masih oke lah, meskipun gue jarang sih nonton yang soal dunia demon begini, dulu aja Ao no Exorcist gue stop setengah jalan.  Dan nggak tau kenapa, gue merasa Blood Lad ini sepertinya memang sengaja nampilin image atau karakterisasi vampire-nya dibikin … out of ordinary, di mana yang namanya ‘ordinary’ untuk vampire sepertinya belakangan udah berubah image-nya.

Soal rating, hmm … Sekarang ini I’d say 7/10. Mungkin ini juga bawaan mood untuk musim ini. Start musim-nya gue kurang ngerasa greget. But that’s just me. Not too fond of the art, tapi story-nya menarik, ada lucu-lucunya juga. Masih besar kemungkinan ke depannya I might change my mind.

Oh, dan ada sedikit Trivia juga di anime ini … 

Stella Jogakuin Koutou-ka C³-bu

Shikyubu

Yamato Yura (seiyuu: Makino Yui) adalah murid baru di Stella Jogakuin alias Stella Women’s Academy. Meskipun datang dengan khayalan yang berbunga-bunga, Yura ternyata terlalu pemalu untuk bisa langsung akrab dengan anak-anak yang lain. Ketika sampai di asrama, dia diberitahu oleh kepala asrama bahwa dia akan tinggal di kamar bersama dengan kakak kelasnya yang bernama Kashima Sonora (seiyuu: Sawashiro Miyuki), tetapi saat itu dia sedang tidak berada di tempat. Yura sangat terkejut ketika di kamar tersebut dia menemukan sebuah pistol di bawah bantal, dan lebih terkejut lagi ketika melihat barang-barang koleksi Sonora yang semuanya berupa senjata dan hal-hal yang berkaitan dengan militer. Bahkan koleksi film yang dimiliki Sonora semuanya bertema perang (termasuk ada Rambo juga … )

Sementara itu di sisi lain sekolah, C³-bu (atau Shikyubu), salah satu klub di Stella Academy yang berisikan para penggemar airsoft gun (pistol replika dengan peluru pellet) sedang mengadakan rapat. Mereka terdiri dari Kirishima Rento (seiyuu: Nishizaki Rima), Hatsuse Karila (seiyuu: Kayano Ai), Hinata Yachiyo (seiyuu: Yonezawa Madoka), dan Mutsu Honoka (seiyuu: Saito Chiwa). Keempat anak ini sedang merencanakan untuk merekrut murid baru agar klub mereka memiliki jumlah anggota yang diperlukan sehingga klub mereka tidak akan dibubarkan oleh pihak sekolah karena kekurangan anggota. Mereka membutuhkan seseorang yang ‘aneh’ dan menyukai airsoft untuk mau bergabung dengan Shikyubu. Ketika Rento pergi ke kamar Sonora untuk mengambil senjata, dia melihat Yura sedang menonton salah satu film koleksi Sonora dan menirukan gaya para tokoh di dalamnya, dan Rento pun langsung yakin bahwa Yura adalah ‘orang aneh’ yang mereka cari.

Yura yang memang ingin sekali bisa berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya, senang sekali dengan tawaran Rento untuk ikut bergabung dengan Shikyubu. Pada awalnya dia merasa telah menemukan teman dan klub yang sesuai dengan imajinasinya, di mana mereka berkumpul, minum teh sambil menikmati kue dan ngobrol seperti layaknya para ‘lady’. Tetapi pikiran itu segera berubah dan dia meninggalkan tempat itu karena ternyata Shikyubu tidak sesuai dengan imajinasinya sama sekali. Meskipun demikian, Rento tetap tidak menyerah dan akhirnya dia berhasil “menjebak” Yura dengan menggunakan cake sebagai umpan karena dia melihat bahwa cake-lah yang membuat Yura menunjukkan minat.

My thoughts?

Lucu. Sempet ngirain ini anime bakalan kayak Upotte!!, karena berhubungan ama anak sekolah cewek dan senjata (tapi liat tampangnya nggak gloomy kayak Gunslinger Girls ), keliatannya bakalan lucu dan seru. Apalagi di openingnya ditampilkan ada beberapa karakter dan tim lain, mungkin nanti akan ada semacam turnamen juga kali. Dan ini Gainax, been a while juga sih nonton produksi Gainax yang bukan Evangelion. Meskipun dalam beberapa aspek malah mengingatkan gue ama K-On!, kayak misalnya sebuah klub sekolah yang butuh 1 orang anggota lagi supaya nggak dibubarkan, anak baru yang direkrut mudah terpancing dengan cake, Rento yang karakterisasinya agak mirip Mugi di K-On! (termasuk kebiasaan mensuplai cake dan kue-kue lainnya), satu anggota yang tomboy yaitu Karila (Ritsu K-On!), dan Yura yang mudah tergoda oleh cake (Yui K-On!). Kalau nantinya si Yura ini cepat sekali beradaptasinya dengan airsoft guns, ya klop sudah, Yui banget. . Kalo karakter Sonora belum tau karena belum banyak keluar di episode ini. Why Sonora? Sawashiro, that’s why.

Gue bilang ini sih 8/10, soalnya gue demen liat ngayal ‘military action’ nya, meskipun itu cuma sekedar ‘game’. Omoshiroi.

Servant x Service

Anime kategori slice-of-life ini cerita tentang 3 orang karyawan baru di semacam kantor administrasi pemerintah (kantor catatan sipil kali ya kalo di Indonesia … ). Satu cowok, Hasebe Yutaka (seiyuu: Suzuki Tatsuhisa) yang kerjanya selalu tebar pesona dan main-main tetapi selalu bisa mengatasi situasi terutama komplain dari para pengunjung. Satu cewek, Miyoshi Saya (seiyuu: Nakahara Mai) yang baru pertama kali ini bekerja dan baru lulus sekolah. Lalu yang terakhir adalah seorang cewek yang selalu menyebutkan hanya nama keluarganya saja yaitu Yamagami (seiyuu: Kayano Ai) dan menghindar untuk menyebut atau menuliskan nama depannya.

ServantxService

Ketiganya berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka yang baru, meskipun untuk Hasebe sepertinya dia tidak mengalami masalah untuk ‘beradaptasi’. Dari ketiga orang ini, Yamagami sepertinya adalah orang yang paling serius mengerjakan tugas-tugasnya. Ketika mereka sedang ngobrol, Saya mengatakan bahwa sepertinya Yamagami adalah orang yang paling serius menjalankan pekerjaannya. Yamagami kemudian mengakui bahwa dia memilih bekerja di kantor tersebut karena alasan balas dendam.

servantxservicexchar

Waktu lahir, kedua orang tua Yamagami kebingungan ketika memilih nama untuk dirinya. Mereka kemudian memutuskan untuk menanyakan pendapat orang lain, yang ternyata justru malah membuat mereka makin bingung untuk menentukan nama bagi sang bayi di antara sekian banyak usulan nama. Akhirnya yang mereka lakukan adalah menggunakan semua usulan nama itu sebagai nama depan Yamagami kecil. Dan konyolnya, petugas catatan sipil yang ditemui kedua orang tuanya dengan santai mengatakan bahwa hal itu tidak masalah dan mendaftarkan nama ‘ajaib’ itu. Menurut Yamagami, seandainya dulu si petugas itu tidak ‘asal kerja’ mungkin petugas itu akan setidaknya menanyakan kepada kedua orang tuanya apakah mereka yakin ingin menamai anak mereka seperti itu. Yamagami ingin membalas dendam dengan mengerjakan tugas sebagai petugas administrasi pemerintahan dengan benar dan tidak ngawur seperti petugas yang mencatatkan namanya itu.

My thoughts?

Seriously, ini beneran joke PNS. Cerita tentang pegawai pemerintahan dengan segala kelakuan mereka di kantor pelayanan masyarakat. Gue rasa untuk bisa ‘menikmati’ joke-nya ya paling nggak harus punya gambaran dunia kerja terutama jasa pelayanan masyarakat, yang dikelola oleh pemerintah. Apalagi kalo bukan kerjaan PNS? Ada yang udah 8 tahun kerja ya masih gitu-gitu aja, ada yang nggak bisa handle komplain warga, ada yang ‘datar’ aja waktu melayani warga, ada yang ya … kayak Hasebe itu. Paling cepet bereaksi kalo waktunya istirahat, kerjaannya ngeluyur ke sana ke mari … Sounds familiar doesn’t it?

Not much to say, really, A-1 Pictures sih bagus kerjaannya, gue biasanya memang suka artwork mereka, dan di anime ini background sama karakter designnya bagus, tapi … Gue kurang dapet joke-nya, jadi most likely gue nggak lanjut nonton. Nggak kasih rating karena chance untuk gue tonton kecil.

Kamisama no Inai Nichiyoubi

Di anime ini dikisahkan kalau God atau Tuhan itu euh … tidak ada pada hari Minggu. Jadi pada hari Minggu, nggak ada yang bisa mati ataupun mempunyai keturunan. Dan sepertinya di dunia ini ada orang-orang tertentu yang disebut sebagai “Gravekeeper” di mana mereka adalah orang-orang yang bertugas menjaga dan memelihara makam agar mereka yang memang meninggal dunia dapat beristirahat dengan tenang.

kaminai-1

Di sebuah desa kecil, Lady Alfa, seorang gravekeeper, meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak perempuan bernama Ai. Sebagai keturunan dari Lady Alfa, penduduk desa mengangkat Ai sebagai gravekeeper di desa itu. Sebelum meninggal, Ai diberitahu ibunya bahwa ayahnya adalah seseorang bernama Hampnie Hambart.  Ai kemudian dibesarkan oleh penduduk desa dan ia pun berusaha menjadi gravekeeper yang baik. Semua berjalan normal bagi Ai sampai suatu ketika dia menemukan penduduk desa sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Di desa dia bertemu dengan seorang pemuda yang mengaku bernama Hampnie Hambart. Ai pun mengira orang itu adalah ayahnya dan betapa terkejutnya Ai ketika mengetahui bahwa pemuda yang bernama sama seperti ayahnya itu adalah orang yang menghabisi penduduk desa.

kaminai-2

Setelah membunuh penduduk desa, Hampnie meminta Ai untuk memakamkan mereka semua di pemakaman di mana Ai sudah mempersiapkan 47 liang kubur bagi semua warga desa tersebut. Karena kebingungan, Ai kemudian memutuskan untuk mengikuti Hampnie. Dan betapa terkejutnya Ai ketika Hampnie mengatakan bahwa nama Hampnie Hambart itu adalah nama tokoh karangan. Hampnie juga mengatakan bahwa Ai bukan seorang gravekeeper karena gravekeeper yang sesungguhnya tidak mempunyai orang tua dan tidak mempunyai anak/keturunan. Lantas siapa sebenarnya Ai? Mengapa penduduk desa mengatakan bahwa dia adalah penerus Lady Alfa yang selama ini dia kenal sebagai ibunya? Belum hilang kagetnya, Ai diberitahu bahwa di belakangnya telah berdiri salah seorang gravekeeper yang sesungguhnya.

kaminai-3

Terus terang gue nggak ngerti premise-nya anime ini. Tuhan tidak ada pada hari Minggu. Lalu tidak ada yang bisa mati atau mempunyai keturunan di hari Minggu. Lalu ada ‘profesi’ gravekeeper, yang nggak tau maksudnya apa selain tukang gali makam. Terus karena nggak ada yang bisa mati, lalu berarti penduduk desa itu semua the living dead alias zombi? Tapi meskipun nggak bisa mati di hari Minggu, tapi bisa dimatiin sama orang lain (Hampnie)? Lalu bagaimana dengan hari Senin besoknya? Kembali seperti biasa?

My thoughts?

Nggak tau ratingnya, soalnya gue masih bingung sama konsep ceritanya. Bukan bilang jelek, cuma gue terus terang masih belum nangkep ceritanya secara menyeluruh.