Anime

Rampo Kitan: Game of Laplace

Kobayashi Yoshio (seiyuu: Takahashi Rie) adalah seorang anak sekolah biasa yang karena perawakannya, sering disangka anak perempuan oleh orang-orang. Meskipun demikian dia adalah seorang anak yang cerdas dan tenang. Yoshio mempunyai sahabat baik yaitu Hashiba Souji (seiyuu: Yamashita Daiki), putra seorang konglomerat yang sangat perhatian dan protektif kepada Yoshio.

Kehidupan Yoshio berubah drastis suatu hari ketika dia tersadar di ruang kelasnya, dengan tangan memegang sebuah gergaji yang berlumuran darah. Tidak jauh dari tempatnya sadar, tampak jenazah wali kelas mereka yang sudah dimutilasi dan disusun ulang seperti layaknya sebuah patung pajangan.

Sebagai satu-satunya saksi sekaligus satu-satunya tersangka, Yoshio tetap tenang dan justru sepertinya merasa senang atas terjadinya kasus tersebut karena dia menganggap kejadian ini sebagai sesuatu yang menarik di saat dia merasa bosan dengan keseharian yang dijalaninya. Dan rasa tertarik itu semakin kuat ketika Akechi Kogorou (seiyuu: Sakurai Takahiro), seorang detektif muda yang jenius, datang ke tempat kejadian dan ikut dilibatkan dalam penyelidikan kasus tersebut.

Yoshio bahkan mencoba mencari di mana tempat tinggal Akechi dan mengatakan bahwa dia ingin menjadi asisten Akechi, meskipun Souji menentang keinginan sahabatnya itu. Akechi yang ditemui di rumahnya, mengatakan bahwa ‘permainan’ baru saja dimulai dan dia mengatakan akan menjadikan Yoshio asistennya apabila dia berhasil memecahkan kasus yang sedang dihadapinya.

 

My thoughts?

Menarik juga sebenernya. Apalagi di sini tokoh utamanya diperkenalkan sebagai satu-satunya tersangka dalam kasus pembunuhan. Metode pembunuhannya mengingatkan gue ke kasusnya PSYCHO-PASS yang cerita tentang pembunuhan berantai di mana mayat korban dimutilasi kemudian disusun ulang oleh si pembunuh, seolah-olah sebagai hasil karya seni.

Yang gue tau ini memang terinspirasi karya-karya Edogawa Ranpo, seorang penulis novel misteri dari Jepang dan sekaligus memperingati 50 tahun meninggalnya sang penulis.

Sepertinya gue akan ikutin, meskipun tokoh utamanya terlalu ‘cantik’ penggambarannya dan sahabatnya overprotective … kayak sengaja banget ‘dibuka’ untuk di-salahterjemah-kan …

LINKS

Standard
Anime

Okusama ga Seitokaichou!

First moe of the summer … Anime moe pertama yang muncul di musim ini maksudnya.

Izumi Hayato (seiyuu: Okitsu Kazuyuki) yang mencalonkan diri menjadi ketua organisasi siswa ternyata harus menerima kekalahan dari Wakana Ui (seiyuu: Taketatsu Ayana) yang memang lebih populer di sekolah karena kemampuan akademis dan penampilan fisiknya. Ditambah lagi dengan program kerja Ui yang menyatakan akan membebaskan hubungan asmara di sekolah sambil … menaburkan kondom di pidato kampanyenya.

Yang lebih mengejutkan lagi bagi Hayato adalah ketika pada malam harinya, Ui datang ke rumah Hayato dan mengatakan bahwa dia akan tinggal di situ bersama Hayato karena dia adalah calon istri Hayato hasil dari perjanjian antara kedua orang tua mereka ketika mereka berdua masih berusia 3 tahun.

 

My thoughts?

Pendek resensinya? Ya gue rasa sih dari segitu aja udah kebaca lanjutannya bakal gimana. Paling ya seputaran gimana mereka hidup berdua, tapi masih ada ‘batasan’ moral(?) jadi kayak iya-iya-nggak-nggak gitu. Lalu gimana kehidupan mereka di sekolah, antara mengakui kalo tinggal berdua atau nggak ngaku (which is mungkin kurang bagus buat ‘citra’ mereka sebagai ketua dan wakil ketua organisasi?), dst.

Of course, I could be wrong meskipun untuk saat ini gue rasa sih itu yang bakalan terjadi ceritanya. Yang jelas, bukan tipe anime yang niat gue ikutin sih, tapi mungkin bisa jadi guilty pleasure aja. Dan perlu diingat juga, anime ini mungkin nuansanya rom-com tapi(!) definitely not for the underage alias 17 tahun ke atas!

 

LINKS

Standard
Anime

GANGSTA.

Ergastulum adalah sebuah kota yang penuh dengan mafia, preman, pelacur dan bermacam-macam kriminal lainnya. Kehidupan di kota itu penuh dengan kekerasan dan kejahatan, yang bahkan polisi pun terlibat dan kadang malah memanfaatkan situasi yang terjadi.

Di antara para penghuni kota itu, ada 2 orang yang menyebut diri mereka sebagai “handymen” yang bersedia melakukan pekerjaan ‘kotor’ apapun dari siapapun dengan imbalan uang. Mereka sangat hebat dalam melakukan pekerjaannya sehingga banyak pihak yang sering memanfaatkan “jasa” mereka.

Kedua orang itu adalah Nicolas Brown (seiyuu: Tsuda Kenjiro) dan Worick Arcangelo (seiyuu: Suwabe Junichi). Nicolas atau Nic, adalah seorang “Twilight” yaitu seseorang dengan kekuatan yang melebihi manusia biasa akibat hasil uji coba obat. Meskipun sangat kuat, Nic adalah seorang tuna rungu, dia tidak bisa mendengar tetapi mempunyai mata yang sangat tajam dan bisa membaca gerak bibir seseorang. Selalu tampak diam dan membawa samurai, Nic adalah seseorang yang mampu membunuh dengan cepat dan tanpa ekspresi. Sementara Worick adalah partner kerja Nic yang juga berprofesi sebagai gigolo. Worick adalah orang yang biasanya menerima pekerjaan dan bernegosiasi dengan polisi atau pihak yang membutuhkan jasa mereka. Selain itu, Worick juga ahli dalam menggunakan senjata api.

Suatu hari, Kapten Chad Adkins (seiyuu: Kanao Tetsuo) dari kepolisian setempat memberi mereka tugas untuk membasmi satu kelompok baru yang dianggap mengganggu oleh para mafia besar. Dalam prosesnya, Nic dan Worick berhasil menghabisi seluruh anggota geng itu dan meninggalkan Alex Benedetto (seiyuu: Noto Mamiko), seorang pelacur yang tadinya merupakan “milik” geng tersebut. Worick dan Nic memutuskan untuk merekrut Alex (yang nantinya mereka panggil Ally) dan menjadi ‘rekan kerja’ mereka.

 

My thoughts?

Pertama, jelas ini bukan untuk penonton muda, alias 17 tahun ke atas kalo standar Indonesia. Alasannya jelas, dari tema dan lingkungan yang diceritakan, kekerasan, adegan berdarah-darah, dst. Definitely not for the underage. 

Kedua, Ergastulum mengingatkan kepada Roanapur … Hahaha. Kota yang isinya … hmm … ya gitu deh. Crime, sex, and violence is your everyday menu. Secara cerita feel-nya sih memang ke arah dark and mature. Intinya di sini nggak ada pihak yang ‘benar’ dan ‘salah’, yang ada ya siapa yang bisa bertahan hidup. Jadi ya gue rasa kalo kita mengharapkan action, bakalan bisa dapet, tapi kalo untuk filosofi, ya paling dapetnya cuma itu, nggak ada konsep bener/salah atau konsep moralitas. Pacing nya cukup cepet, langsung perkenalan dengan tokoh utama, terus ‘para pemain’ besar di kota (para don mafia) udah dimunculkan, nyisain misteri tentang istilah “dog tag” yang kayaknya ditakutin banget (ini ada kaitannya dengan istilah “Twilight” … *spoiler alert). Jadi kalo dulu suka ama Black Lagoon atau Jormungand, kayaknya serial ini akan memberikan nuansa yang hampir sama.

Maa… tonikaku, kayaknya gue bakalan ikutin ini serial.

 

LINKS

Standard