animindo

anime . indonesia

Tag: tv series

Person Of Interest

Person of Interest

Hehehe. Bukan anime. Obviously. Tapi ini salah satu serial TV yang gue ikutin.

Person Of Interest

Interesting concept. Bayangkan kalau ada sebuah mesin yang mengawasi semua orang setiap saat, tanpa ada yang menyadari, dan sedemikian canggihnya sampai dia bisa menggunakan apa saja yang dia amati, sadap, dengar, lihat, dll sebagai data kemudian dia mengolahnya menjadi sebuah kesimpulan apakah hal atau orang tersebut merupakan ancaman atau bukan. No more privacy itu jelas. Tidak ada satu pun pembicaraan telepon yang tidak didengar, tidak ada satu transaksi pun yang tidak diketahui, ibaratnya tidak ada satu rahasia pun yang terlewatkan oleh mesin itu. Apalagi di era elektronik sekarang ini.  ^^;

Menyeramkan.  :omg:

Apabila mesin ini menyimpulkan bahwa seseorang potensial menjadi ancaman (yang lebih mengarah ke kemungkinan tindakan teroris), maka ia akan mengirim data ke lembaga atau institusi keamanan negara untuk segera diambil tindakan preventif. Tetapi untuk kesimpulan berupa tindak kriminal sederhana, lembaga atau institusi keamanan negara cenderung mengabaikannya dengan alasan “tidak relevan”.

Serial ini menceritakan tentang seorang jenius, kaya raya tetapi sangat tertutup yang menyebut dirinya sebagai Harold Finch dan seorang mantan agen rahasia yang dipanggil sebagai John Reese. Finch adalah orang yang menciptakan mesin itu, dan Reese adalah seorang agen yang telah kehilangan tujuan hidup akibat kehilangan orang yang disayangi dan merasa ‘dikhianati’ oleh lembaga yang dulu memperkerjakan dirinya.

Berdua mereka berusaha menyelamatkan orang-orang yang menurut mesin tersebut (akan) terancam keselamatannya. Orang-orang yang dianggap “tidak relevan” itu tadi.  Tetapi sayangnya, mesin tersebut diciptakan oleh Finch untuk menjadi sebuah super komputer yang mampu bertindak, dan bila perlu mempertahankan dirinya sendiri, sehingga tidak mungkin ada orang yang mampu meretasnya. Finch sendiri hanya bisa mendapatkan data berupa nomor jaminan sosial (social security number) seseorang yang potensial terancam keselamatannya atau akan terlibat suatu tindak kriminal.

Sayangnya, untuk kasus-kasus tidak relevan ini, tidak ada data lain yang bisa diperoleh selain nomor tersebut. Bahkan dalam beberapa kasus, seringkali nomor yang muncul justru bukan nomor korban, melainkan malah pelakunya. ^^;

Selain upaya keduanya dalam menyelamatkan atau menghindarkan seseorang dari sebuah kejahatan, yang lebih menarik adalah bahwa kedua orang ini masing-masing mempunyai rahasia yang saling ditutupi satu sama lain. Menarik untuk melihat bagaimana Finch bisa mengetahui masa lalu Reese, dan bagaimana Reese berusaha untuk mencari tahu siapa sebenarnya Finch.

I would definitely recommend the series.

[spoiler]di episode 23 (eps terakhir season 1), Finch tertangkap oleh ‘root’. Tokoh misterius yang berupaya mengalahkan mereka dalam beberapa kasus. Reese terpaksa harus mencari Finch sendirian, dan eps ini ditutup dengan adegan yang cukup menarik. Reese ‘berbicara’ kepada si mesin dan mengatakan bahwa Finch dalam bahaya, oleh karena itu ia meminta si mesin untuk membantunya. :D[/spoiler]

Mirai Nikki

Amano Yukiteru (Yuki) adalah seorang anak yang tertutup dan selalu menyendiri. Sebisa mungkin dia menghindari berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dan selalu menyibukkan dirinya dengan menulis sebuah diary/jurnal menggunakan telepon selularnya. Yuki juga mempunyai teman khayalan yang disebut Deus ex Machina, penguasa ruang dan waktu.

Ternyata Deus bukan sekedar teman khayalan Yuki, dan Deus mengubah diary Yuki yang selama ini berisi cerita tentang apa yang dilihat/diamati oleh Yuki menjadi sebuah diary yang menceritakan apa yang akan terjadi di masa depan. Pada awalnya Yuki menikmati “kehebatan” diary-nya, tetapi kemudian Deus mengatakan bahwa Yuki harus berpartisipasi dalam sebuah survival game, di mana Yuki dan sebelas orang lain yang diberi diary istimewa juga, harus bertarung satu sama lain sehingga tinggal tersisa satu pemenang yang akan menjadi penerus Deus.

Dalam permainan tersebut, ke-12 partisipan harus menggunakan keistimewaan diary masing-masing untuk bisa mengalahkan dan membunuh lawan-lawannya. Yuki pada awalnya berusaha untuk tidak terlibat, tetapi nyawanya terus menerus terancam. Dalam keadaan terancam ini, Yuki selalu ditolong oleh Gasai Yuno, teman sekelas yang terobsesi pada dirinya. Yuki akhirnya setuju untuk bekerja sama dengan Yuno yang ternyata juga seorang pemegang diary di mana diary-nya berisi segala sesuatu yang terjadi atas Yuki. Tetapi di balik itu semua, ternyata Yuno juga mempunyai sebuah rahasia yang lebih dalam.

[spoiler]
Yuki yang semula ingin menyerah dalam permainan ini, akhirnya berubah setelah kedua orang tuanya menjadi korban. Yuno mengatakan bahwa bila Yuki berhasil membunuh semua peserta yang lain, ia akan menjadi penguasa ruang dan waktu, sehingga ia akan bisa menghidupkan kembali kedua orang tuanya. Atas dorongan Yuno ini, Yuki kemudian berubah menjadi seseorang yang menggunakan segala cara untuk memenangkan permainan itu. Setelah tinggal dirinya dan Yuno yang tersisa, Yuki mulai mengetahui identitas Yuno yang asli dan apa tujuannya mendorong Yuki untuk menjadi pemenang.
[/spoiler]

Guilty Crown Episode 3

Inori tiba-tiba muncul jadi murid baru di sekolah Shu. Dan, ternyata Inori juga dengan mudah bisa masuk ke apartemen Shu dan mengatakan akan tinggal di situ juga. Kedatangan Inori ke sekolah Shu sebenarnya bukan untuk memata-matai Shu, tetapi justru untuk mencari seseorang yang ternyata merupakan saksi dari kejadian di mana Shu menunjukkan kekuatannya untuk mengalahkan GHQ. Gai mengatakan kepada Shu bahwa hal itu bisa membahayakan nyawa Shu sendiri karena saksi tersebut bisa melaporkan identitas Shu kepada GHQ.

Di episode ini juga diungkapkan bahwa Gai ternyata mempunyai kemampuan untuk melihat “Void” seseorang. Ia bisa melihat Void yang dimiliki oleh seseorang tetapi tidak bisa mewujudkan/menggunakannya seperti Shu. Saat kejadian, Gai melihat ada Void lain yang ada di tempat itu. Orang tersebut diketahui adalah salah seorang murid sekolah Shu. Ia sedang berada di sana untuk mendapatkan obat terlarang yang disebut “Norma Gene”, tetapi mereka hanya bisa mengetahui nama julukannya saja yaitu “Sugar”.

Shu dan Inori pun mulai mencari Sugar dengan cara mencoba menarik Void dari teman-teman di sekolahnya. Shu yang awalnya enggan akhirnya mau melakukan setelah mengetahui bahwa ternyata orang yang Voidnya “ditarik” keluar oleh Shu, tidak akan ingat apa yang telah terjadi. Namun Shu sendiri juga belum terbiasa melakukan hal itu sehingga sempat terjadi kekacauan. Shu pun akhirnya mengetahui siapa sebenarnya Sugar, tetapi ia meminta Inori untuk tidak membunuhnya. Hal tersebut ternyata pada akhirnya membuat Shu harus berhadapan dengan GHQ…

Tidak banyak action-nya, tapi ada unsur komedi sedikit. Mungkin maksudnya calm before the storm. Tapi ada beberapa hal yang menarik seperti: Gai yang ternyata mempunyai kemampuan untuk melihat Void tetapi tidak bisa “mengambil”-nya. Seandainya waktu itu ia mendapatkan kekuatan yang sekarang dimiliki Shu, tentunya dia akan menjadi hebat sekali. ^^;

Hal lain yang juga menarik, ternyata ibu Shu adalah salah satu peneliti senior di laboratorium GHQ. Sepertinya ke depan nanti, kenyataan ini bakalan menjadi konflik buat Shu yang sekarang “bekerja” untuk Undertaker, lawan GHQ.

Dan ternyata Shu juga tidak bodoh atau terlalu apatis terhadap sekitar.(Thank God :D) Dia bisa mendeduksi bahwa Gai mempunyai kekuatan tersembunyi, dia juga bisa menemukan Sugar sebelum Inori mengidentifikasi Voidnya. Walaupun pada akhirnya dia harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang dia ambil. Gai pun sepertinya juga memberikan Shu dan Inori kebebasan untuk menentukan langkah yang diambil, tetapi belum diketahui juga apakah ada rencana tertentu di balik semua itu mengingat bahwa dia adalah seorang ahli strategi yang hebat…

Boku ha Tomodachi ga Sukunai

Hasegawa Kodaka adalah seorang murid pindahan di St. Chronica Academy. Dia selalu mengalami kesulitan untuk mendapatkan teman karena penampilannya yang menurut kebanyakan orang terlihat “menakutkan” bahkan dianggap seperti berandalan. Hal ini dikarenakan Kodaka adalah seorang anak blasteran sehingga ia mempunyai rambut pirang dan tatapan mata yang tajam, padahal sebenarnya dia adalah anak yang baik hati.

Suatu hari, tanpa sengaja ia memergoki Mikazuki Yozora, salah satu murid di kelasnya, sedang berbicara dengan “teman khayalan”-nya. Seperti halnya Kodaka, Yozora juga tidak punya teman dan ia sendiri cenderung sinis kepada orang lain. Menyadari adanya kesamaan antara keduanya, mereka (lebih tepatnya, Yozora) memutuskan untuk membuat klub kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka dan untuk memperoleh lebih banyak teman.

Klub ini kemudian mendapat beberapa anggota tambahan seperti Kashiwazaki Sena, gadis yang populer di antara para murid laki-laki tetapi dijauhi oleh murid perempuan. Ia ingin bisa mendapatkan teman yang sesungguhnya (terutama perempuan), bukan seperti para murid laki-laki yang mendekatinya karena suka kepadanya. Selain Sena, ada Kusunoki Yukimura, adik kelas Kodaka yang bergabung dengan harapan bisa mencontoh Kodaka yang dianggap sebagai “jagoan” yang ditakuti. Serta beberapa anggota lain seperti adik Kodaka sendiri yaitu Hasegawa Kobato.

Un-Go

Yuki Shinjuro adalah seorang detektif yang pernah mengalami kecelakaan dan hampir tewas tetapi ditolong oleh Inga. Dalam keseharian, Inga berpenampilan seperti seorang anak remaja, tetapi dalam keadaan tertentu ia dapat berubah menjadi sosok wanita dewasa dengan kekuatan misterius yaitu, ia dapat “memaksa” seseorang untuk menjawab satu pertanyaan darinya dengan jujur. Kekuatan ini membantu Shinjuro dalam menyelesaikan kasus-kasus yang tengah ia selidiki.

Suatu ketika, Shinjuro dan Inga datang ke sebuah pesta yang diadakan oleh seorang tokoh yang sedang diduga melakukan kejahatan oleh kepolisian. Di pesta ini Shinjuro bertemu dengan Kaisho Rie, putri dari Kaisho Rinroku, seorang detektif terkenal yang biasa memecahkan sebuah kasus dari ruang kerjanya dengan bantuan komputer. Keadaan dalam pesta mendadak berubah ketika sang tokoh ditemukan tewas tertusuk pisau, dan seorang polisi wanita yang diduga pelakunya juga ditemukan tewas di kamar mandi. Rie yang pada awalnya tidak percaya pada kemampuan Shinjuro, yang dikenal dengan julukan “The Defeated Detective”, akhirnya mengakui kemampuan deduksi Shinjuro yang berhasil memecahkan kasus tersebut.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén