Isekai, Dulu dan Sekarang

Entah kapan pastinya genre ini mulai muncul atau judul (anime) apa yang merupakan pionirnya. Kalau sejauh mata memandang, sepertinya anime genre ini sebenarnya sudah mulai muncul sekitar tahun 80-an. Agak sulit mencari informasi soal anime apa yang pertama kali mengangkat tema isekai, karena mungkin dulu belum disebut sebagai genre khusus seperti sekarang. Pada saat itu animenya memang berlatar belakang isekai, tapi bisa jadi lebih difokuskan atau lebih dikenal dengan genre lain, seperti drama atau mecha.

Dari pengetahuan dan pengalaman pribadi, sepertinya anime dengan sentuhan isekai yang ‘pertama’ (plis, kalo ada yang tau lainnya, feel free to leave a comment) adalah Seisenshi Dunbine yang dirilis tahun 1983. Sinopsis singkatnya bisa dibaca di artikel tsu yang ditulis beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 1980-an, lagi-lagi sejauh pengetahuan pribadi, ada satu judul lagi yang bercerita tentang perpindahan karakter utama dari dunia asli ke dunia alternatif yaitu Chojikuu Seiki Orguss, yang dirilis tahun 1983 juga. Orguss ini boleh dibilang masih ‘sepupu-an’ sama serial Macross, makanya ada beberapa crossover gambar karakter dari Macross muncul di situ.

Popularitas genre isekai ini mulai memuncak di tahun 90-an, di mana muncul judul-judul yang terkenal seperti NG Knight Lamune & 40 (1990), Mahou Kishi RayEarth (Magic Knight RayEarth,1994), Fushigi Yuugi (Curious Play, 1995),
Shinpi no Sekai El-Hazard (El-Hazard: The Magnificent World, 1995), Tenkuu no Escaflowne (The Vision of Escaflowne, 1996), Digimon Adventure (1999), Dual Parallel Lun-lun Monogatari (Dual! Parallel Trouble Adventure, 1999).

Memasuki tahun 2000, anime dengan tema isekai yang terkenal adalah hasil karya Takahashi Rumiko, yaitu Inuyasha (2000) yang menceritakan tentang kisah seorang anak perempuan bernama Kagome yang secara tidak sengaja terjatuh ke dalam sumur misterius di halaman kuil yang ternyata merupakan sebuah lorong yang menghubungkan dunia Kagome dengan dunia yang dihuni oleh manusia dan siluman. Di dunia ‘alternatif’ ini dia bertemu dengan Inuyasha, setengah manusia-setengah siluman anjing.

Selain Inuyasha, judul-judul anime isekai lain yang juga cukup menarik untuk disimak contohnya: Sen to Chihiro no Kamikakushi (Spirited Away, 2001) anime movie besutan Studio Ghibli yang juga merupakan pemenang Academy Award for Best Animated Feature tahun 2002. Anime isekai pilihan pribadi pada masa itu adalah Juuni Kokki (The Twelve Kingdoms, 2002) karena alur cerita dan perkembangan karakter yang diceritakan sangat bagus dan menarik, walaupun itu berarti harus benar-benar memperhatikan kronologi dan jalan cerita karena saling berkaitan satu sama lain, tapi justru di situ letak kelebihan judul ini. Meskipun, sangat disayangkan, di bagian akhir agak mengambang (untuk versi anime).

Atau salah satu pionir anime* isekai tentang “perpindahan” karakter utama dari dunia nyata ke dunia game, yaitu .hack//sign (2002), 10 tahun sebelum Sword Art Online (2012) muncul dalam dunia anime. (*note: penekanan di anime yang dimaksudkan adalah animasi Jepang, karena kalau animasi secara umum, sudah pernah ada tayangan animasi yang menceritakan perpindahan ke dunia game seperti misalnya, Captain N: The Game Master).

Semua judul di atas sampai dengan yang terbaru saat ini semuanya memang mempunyai kesamaan yaitu mengenai perpindahan sang karakter utama ke dunia yang asing bagi dirinya. Tetapi menurut pengamatan pribadi, ada perbedaan yang sangat signifikan dari anime isekai yang lalu dengan yang mulai bermunculan belakangan ini yaitu: latar belakang karakter utama. Memang tidak semua, dan tidak bisa di-generalisir, tapi coba kita perhatikan. Karakter utama di anime isekai yang muncul belakangan kebanyakan adalah orang-orang yang digambarkan dalam kehidupan aslinya dianggap sebagai stereotip gamer, NEET, atau hikikomori, yang pindah lalu menjadi karakter yang “diangankan” atau “dia ciptakan” ketika dia menjadi karakter game. Semacam alter-ego khayalannya, dan otomatis di dunia barunya dia adalah hero. Jadi dengan berpindahnya dia ke dunia baru, semacam ada realisasi pencapaian dia yang baru bisa terwujud di dunia alternatif, dan tidak bisa dia dapatkan di dunianya yang asli.

Berbeda dengan misalnya, karakter Kagome dari Inuyasha. Dia seorang anak perempuan yang aktif, mudah bergaul, pergi sekolah seperti biasa, menjalankan kehidupan anak perempuan remaja pada umumnya. Atau Shido Hikaru dari Mahou Kishi RayEarth, dan banyak karakter lainnya dari generasi yang lama. Bahkan Nakajima Yoko dari Juuni Kokki pun terlihat berbeda kehidupannya dengan kebanyakan tokoh utama isekai belakangan ini. Mungkin inilah yang membuat para karakter ‘lama’ tadi terlihat lebih menarik untuk diikuti bagaimana karakterisasi mereka berkembang dan terlihat lebih dinamis. Ada sesuatu yang membuat mereka berevolusi dan beradaptasi dengan dunia barunya. Sementara untuk yang sekarang, seperti melihat seorang gamer yang sudah khatam skill-skill dewa, lalu pindah ke dunia lain, dan tentunya mudah sekali bagi dia untuk merapal skill-skill tadi karena memang sudah terbiasa.

Secara umum, bukan mau mengatakan kalau genre ini jelek atau sampah, tapi dengan membanjirnya judul dengan tema yang sama, tentunya akan sangat membosankan kalau jalan ceritanya kurang lebih sama dan mudah ditebak. Yes, dia jago main game, yes, dia udah mencapai level sekian, yes, dia mendapat “bonus item”, yes, dia adalah yang terkuat, dst dst. Terkesan monoton dan repetitif.

Mungkin itu sebabnya sampai-sampai ada sebuah lomba mengarang cerita pendek di tahun 2016 mencantumkan larangan tema isekai ikut serta dalam perlombaan. 😅 Penerbit manga/novel besar seperti Kadokawa pun pernah melarang genre yang sama pada perlombaan di tahun 2017. Hal ini menunjukkan adanya semacam “kejenuhan” terhadap isekai. Tapi ya seperti kita ketahui, sampai musim semi 2019 ini, genre isekai masih hidup dan sepertinya masih tetap akan berlanjut. Beberapa judul isekai sebelum tahun 2000-an juga sudah pernah dibahas sebelumnya oleh tsu di animindo. Mungkin bisa jadi acuan untuk memilih judul isekai yang bagus untuk ditonton, bukan sekedar bikin harem di dunia baru. 😋

Bonus Info:
Anime 炎トリッパー (Fire Tripper, 1985) dikatakan sebagai “cikal bakal” anime Inuyasha, meskipun agak berbeda di setting dunianya. Kalau Fire Tripper Suzuko time travel ke masa lalu, kalo Kagome ‘pindah’ dunia.

Tate no Yuusha no Nariagari

the Rising of the Shield Hero

Iwatani Naofumi (seiyuu: Ishikawa Kaito) adalah seorang mahasiswa yang polos dan bersifat baik. Suatu hari saat sedang di sebuah perpustakaan umum, dia menemukan buku yang bercerita tentang sebuah dunia fantasi di mana pada saat dunia tersebut terancam oleh kekuatan jahat, akan muncul 4 orang ksatria yang akan menyelamatkan dunia itu. Ke-4 ksatria itu adalah ksatria yang menggunakan pedang, tombak, panah, dan yang ke-4 adalah pengguna perisai.

Tiba-tiba tampak kilatan cahaya dari buku itu dan secara misterius Naofumi berada di sebuah tempat yang asing bersama dengan 3 orang lainnya. Mereka berada di tempat itu karena telah “dipanggil” dengan menggunakan ritual khusus ke kerajaan tersebut sebagai ke-4 ksatria seperti yang ada dalam buku yang sempat dibaca Naofumi.

Anehnya, saat sedang beraudiensi dengan raja Melromarc, tampak sepertinya keberadaan Naofumi yang ternyata adalah ksatria dengan perisai, tidak mendapatkan respon yang sama seperti ketiga ksatria lainnya yaitu Amaki Ren (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu), ksatria pedang; Kawasumi Itsuki (seiyuu: Yamaya Yoshitaka), ksatria pemanah; dan Kitamura Motoyasu (seiyuu: Takahashi Makoto). Bahkan saat awal pembentukan kelompok petualang yang akan membantu masing-masing ksatria, tidak ada yang mau memilih menjadi anggota kelompok Naofumi karena ksatria perisai dianggap yang paling lemah di antara semua.

Hanya ada satu orang saja yang akhirnya mau menjadi anggota Naofumi yaitu seorang perempuan cantik yang mengaku bernama Myne Suphia (seiyuu: ?). Pada awalnya Naofumi sangat gembira karena ternyata ada yang mau menjadi anggota kelompoknya (meskipun hanya satu). Tetapi semua itu ternyata sebuah jebakan dan Naofumi difitnah telah berusaha memperkosa Myne, sehingga oleh raja dia diusir dan seluruh kerajaan membenci Naofumi.

Naofumi yang tadinya merupakan seseorang yang baik dan ramah berubah menjadi seseorang yang dipenuhi amarah dan rasa dendam kepada semua orang yang dia anggap telah memfitnah dirinya dan berusaha meningkatkan kemampuannya untuk membuktikan kekuatannya dan menyelamatkan dunia tersebut.

Meskipun demikian Naofumi tetap masih harus mengalami kendala lain yaitu bahwa ksatria perisai sama sekali tidak bisa menggunakan senjata. Satu-satunya “senjata” yang bisa dia gunakan hanyalah perisai yang melekat di lengannya. Hal ini menyulitkan Naofumi dalam upayanya meningkatkan level dan mendapatkan kekuatan yang lebih besar. Di sisi lain, akibat kejadian dengan Myne, Naofumi mengalami kesulitan untuk bisa mempercayai orang lain.

Pada saat itu, tiba-tiba seorang pria misterius mendekati Naofumi dan menawarkan solusi untuk mengatasi kesulitan Naofumi. Dia adalah seorang pedagang budak yang mengusulkan kepada Naofumi untuk membeli budak karena secara otomatis budak itu akan “diikat” dengan menggunakan semacam mantra sehingga mereka tidak akan pernah mengkhianati Naofumi. Naofumi menerima tawaran tersebut dan akhirnya memilih untuk membeli budak dari pria itu.

My thoughts?

Ini kayaknya judul yang paling ditunggu sejak diumumin beberapa waktu lalu. Yes, ini another isekai anime di mana protagonisnya transmigrasi ke dunia lain. Yes, twist-nya beda, dan boleh dibilang menarik. Jadi ya harus diakui kalo yang tadinya agak-agak “oh great, another isekai” berubah ke “ok, I’m intrigued“. ????

Dimulai dari perubahan sifat protagonisnya yang langsung drastis, dari orang yang tadinya keliatan naif dan hepi, langsung berubah jadi dark karena dipenuhi dendam amarah, plus kehilangan kepercayaan kepada orang lain. Mudah-mudahan ini pertanda kalo akan ada character development yang bagus dan mengalir lancar. Kalo isekai belakangan ini kan yang penting dia dewa, dan dikelilingi banyak gadis. ????

Agak mengingatkan gue ke isekai jaman dulu, Juuni Kokki, di mana tokoh utamanya mengalami berbagai kejadian yang membuat dia jadi berkembang. Cuma bedanya kalo di Juuni Kokki nggak overnight berubahnya. (Recommended untuk ditonton, tapi IMO cukup sampe sekitar eps 40-41, sisa beberapa eps terakhir gak ditonton gak apa-apa ????)

Kalo dari penerawangan infonya di internet, si Naofumi dan ke-3 ksatria lainnya ini nanti akan jadi personifikasi dari Nanatsu no Taizai alias Seven Deadly Sins. Dari episode awal kan sebenernya si Naofumi udah jadi Wrath, Kitamura di awal keliatannya ke Lust dan Envy, Ren ke Greed dan Gluttony, Itsuki ke Pride. Tinggal Sloth yang belum tau ke siapa. ????

Dengan menonton episode 1 (yang lumayan panjang, 45 menitan), gue rasa gue mulai bisa memaklumi kenapa hype-nya agak tinggi. Protagonisnya pindah dunia tapi cuma semalem doang diperkenalkan, besok paginya dia udah jadi outcast akibat fitnah dan langsung dikucilkan. Sementara ya seperti gue bilang tadi, kalo liat isekai lainnya belakangan ini kan malah kebanyakan jadi “dewa”.

Hero Mask

James Blood (seiyuu: Kase Yasuyuki) adalah seorang anggota Special Service of Crime (SSC) yang merupakan sebuah cabang khusus dari kepolisian London dengan angka keberhasilan menangkap penjahat yang tinggi meskipun dalam melaksanakan tugasnya, James seringkali tidak mengikuti protokol yang baku.

Sarah Sinclair (seiyuu: Kaida Yuuko) adalah seorang pengacara yang merupakan asisten jaksa Monica Campbell (seiyuu: Shibuya Haruka). Dia menyaksikan sendiri kejadian di mana dia seharusnya bertemu Monica dan ketika akan menyeberang tiba-tiba Monica langsung jatuh dan meninggal.

Di upacara pemakaman Monica, James bertemu dengan Sarah dan Sarah mengatakan bahwa dia melihat Monica membawa tas tetapi ketika dia menghampiri Monica untuk menolongnya, dia tidak melihat tas Monica di situ. Hal ini menimbulkan kecurigaan James tentang kematian Monica yang mendadak. Dia meminta Sarah untuk mencoba mencari petunjuk mengenai kasus yang sedang ditangani Monica.

Sarah yang sedang membereskan ruangan Monica setelah kematiannya, secara tidak sengaja menemukan dokumen rahasia yang disimpan oleh Monica dan dokumen itu berisi foto beberapa orang dengan sejenis ‘topeng’ yang mirip seperti lembaran kertas. Sarah kemudian menghubungi James dan ketika dia sampai di kantor SSC, ternyata di situ muncul Grimm (seiyuu: Karasuma Yuuichi), seorang pembunuh sadis yang pernah ditangkap oleh James, dan dikabarkan sudah meninggal di penjara. Grimm yang muncul di kantor SSC itu secara misterius mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa dan dia bisa mengubah wajahnya sesuai keinginan dengan menggunakan semacam topeng seperti yang ada dalam dokumen Monica.

James dan Sarah kemudian memutuskan untuk menyelidiki kematian Monica sekaligus mencari tahu misteri tentang topeng ‘kertas’ yang digunakan oleh Grimm serta misteri tentang kematian beberapa narapidana yang dipenjara di tempat yang sama dengan Grimm. Dan dalam penyelidikannya, James tidak menduga bahwa dia akan bertemu dengan seseorang yang dikenalnya di masa lalu, dan sekarang dia harus berhadapan dengan orang itu.

My thoughts?

Mirip dengan Psycho-pass di beberapa poin, tapi juga nggak plek sama. Jadi kalo suka dengan tipe crime-fighting dengan twist, mungkin akan seneng ngikutin serial ini. Meskipun menurut pendapat gue ya, yang ini masih kurang greget sih (dan jangan dibandingin sama Psycho-pass S2, karena terus terang gue nggak begitu suka yang S2. Hahaha)

Penceritaannya lumayan cepet juga, dari mulai menetapkan latar belakang cerita dan memperkenalkan karakter-karakter utamanya, meskipun gue sempet ‘miss’ waktu menceritakan latar belakang Harry Creighton (seiyuu: Uchiyama Kouki) karena memang pas nonton episode itu agak ngantuk ???? tapi cukup jelas untuk diikutin setelahnya.

Kalo ditelusurin lebih jauh, kejadian gue ‘agak ngantuk’ tadi mungkin karena merasa ya agak standar juga sih sebenernya. Maksudnya, dengan memperkenalkan Harry dan ngasih sedikit background kayak gitu, gue udah langsung tau kalo, okay James vs Harry, incoming. Hahaha. Bahkan episode awal yang ‘memperkenalkan’ tokoh Grimm pun rasanya ya datar aja, malah sepertinya setiap kali James menghadapi Grimm, faktor keberuntungan melulu yang berperan, dan berulang. Lucky James. ????

Yang menarik adalah, serial ini diproduksi eksklusif untuk Netflix (lagi). Sepertinya memang Netflix lagi getol-getolnya memproduksi anime-anime untuk ditayangkan, atau tepatnya, di-streaming-kan eksklusif. Ya nggak masalah sih sebenernya, jadi nggak rugi juga langganan. Hahaha. Tapi nggak tau kenapa, kebetulan aja yang gue tonton, aura-nya agak-agak gelap gini (yang lalu gue nonton B the Beginning), naluri kali ya? Atau memang Netflix secara eksklusif milih yang genre-nya begini? ????

Anyway, kalo mau coba nonton, bolehlah. Kan ada gratis 1 bulan tuh dari Netflix. Kebut aja nonton, abis itu terserah mau lanjut langganan atau nggak. Ini bukan iklan Netflix lho ya. ????