[1800 Mid-time â Kapal Observasi Naval TSAB âExcellionâ]
Terlihat bridge kapal observasi andalan TSAB itu tengah dilanda hiruk pikuk.
Suara alarm meraung-raung terdengar dimana-mana, layar-layar menunjukan status bewarna merah terlihat di masing-masing konsol dari setiap perwira yang berada di bridge.
Ditengah-tengah bridge berbentuk persegi itu, terlihat Kapten Kei Rouran tengah sibuk memerintahkan anak buahnya.
âKapten, ruang kargo nomor 6 sudah tidak kuat menahan !â seru seorang perwira
âapi menyebar dengan cepat, sistem magical-hydrant tidak berfungsi karena efek dari Lost Logiaâ
Wajahnya seolah ingin meminta atasannya memberikan perintah secepatnya.
Kapten Kei Rouran menatap galau kepada perwira itu, kedua mata mereka saling beradu, sebutir keringat jatuh melewati pipi sang Kapten.
â Letnan, kunci Dek 17, putuskan semua hubungan, kecuali monitor pengamatan !â teriak sang Kapten
âCepat !!â
Wajah tidak percaya nampak pada perwira itu
âTapi Maam ?!â kata perwira itu sambil berdiri âmasih ada beberapa perwira kita yang berada disanaâ
âLetnan Satu Liendtman !!â Bentak sang Kapten
âini perintah !â
sejurus kemudian, wajah marah sang kapten berubah menjadi sayu.
â Kita tidak punya pilihan lainâ¦â¦â
Letnan Satu Liendtman terpaku, lalu beberapa detik kemudian jari-jarinya menyentuh beberapa tombol.
âKosongkan area Dek 17, semua personil segera menyingkir dari area !â
Didalam lorong Excellion, kepanikan pun segera menyebar, terutama untuk para anggota tim eksplorasi. Alarm dan suara Letnan Satu Liendtman terdengar di seluruh lorong Excellion melalui pengeras suara.
Di Lorong dekat Deck 17, terlihat seorang perwira muda lengkap dengan Barrier Jacket terpasang tengah berlari menuju kearah dek bermasalah tersebut. Dibelakangnya terlihat seorang perwira wanita menyusul dengan terengah-engah.
âErio !â
Letnan Erio Mondial pun menoleh
âada apa Caro ? kenapa belum berpindah dari dek ini ?" Erio bertanya sambil memegang pipi Letnan Dua Caro Ru Lushie yang basah oleh keringat.
âAku sudah mengamankan beberapa sampel yang kita ambil dari Rion tiga hari yang lalu, Cuma aku tidak bisa mengamankan DS yang ada di kargo ituâ Mata bening Caro nampak berkaca-kaca menatap kekasihnya tersebut.
âMaafkan akuâ Sebutir air mata menetes dipipinya
âSudahlah, sampel masih bisa diambil lagi, tapi tidak dengan nyawa para anggota timâ Erio menghapus airmata di pipi Caro, lalu dengan penuh kasih sayang dia mencium kening Caro
âaku akan kembali masuk, masih ada beberapa orang disanaâ
Caro terhenyak kaget âErio ! bukankah sudah ada tim penyelamat yang dikirim ?!â
Erio menggeleng pelan, tangannya diletakan di pundak Caro.
âMereka teman-teman kita, aku tidak akan meninggalkan mereka sendiriâ
Setelah berkata itu, Erio lalu pergi kembali ke area Dek 17
âErio, Kembali Erio ! ERIOO !!! â
Suara Caro pun menghilang seiring dengan api yang menelan bayangan tubuh Erio.
Terlihat bridge kapal observasi andalan TSAB itu tengah dilanda hiruk pikuk.
Suara alarm meraung-raung terdengar dimana-mana, layar-layar menunjukan status bewarna merah terlihat di masing-masing konsol dari setiap perwira yang berada di bridge.
Ditengah-tengah bridge berbentuk persegi itu, terlihat Kapten Kei Rouran tengah sibuk memerintahkan anak buahnya.
âKapten, ruang kargo nomor 6 sudah tidak kuat menahan !â seru seorang perwira
âapi menyebar dengan cepat, sistem magical-hydrant tidak berfungsi karena efek dari Lost Logiaâ
Wajahnya seolah ingin meminta atasannya memberikan perintah secepatnya.
Kapten Kei Rouran menatap galau kepada perwira itu, kedua mata mereka saling beradu, sebutir keringat jatuh melewati pipi sang Kapten.
â Letnan, kunci Dek 17, putuskan semua hubungan, kecuali monitor pengamatan !â teriak sang Kapten
âCepat !!â
Wajah tidak percaya nampak pada perwira itu
âTapi Maam ?!â kata perwira itu sambil berdiri âmasih ada beberapa perwira kita yang berada disanaâ
âLetnan Satu Liendtman !!â Bentak sang Kapten
âini perintah !â
sejurus kemudian, wajah marah sang kapten berubah menjadi sayu.
â Kita tidak punya pilihan lainâ¦â¦â
Letnan Satu Liendtman terpaku, lalu beberapa detik kemudian jari-jarinya menyentuh beberapa tombol.
âKosongkan area Dek 17, semua personil segera menyingkir dari area !â
Didalam lorong Excellion, kepanikan pun segera menyebar, terutama untuk para anggota tim eksplorasi. Alarm dan suara Letnan Satu Liendtman terdengar di seluruh lorong Excellion melalui pengeras suara.
Di Lorong dekat Deck 17, terlihat seorang perwira muda lengkap dengan Barrier Jacket terpasang tengah berlari menuju kearah dek bermasalah tersebut. Dibelakangnya terlihat seorang perwira wanita menyusul dengan terengah-engah.
âErio !â
Letnan Erio Mondial pun menoleh
âada apa Caro ? kenapa belum berpindah dari dek ini ?" Erio bertanya sambil memegang pipi Letnan Dua Caro Ru Lushie yang basah oleh keringat.
âAku sudah mengamankan beberapa sampel yang kita ambil dari Rion tiga hari yang lalu, Cuma aku tidak bisa mengamankan DS yang ada di kargo ituâ Mata bening Caro nampak berkaca-kaca menatap kekasihnya tersebut.
âMaafkan akuâ Sebutir air mata menetes dipipinya
âSudahlah, sampel masih bisa diambil lagi, tapi tidak dengan nyawa para anggota timâ Erio menghapus airmata di pipi Caro, lalu dengan penuh kasih sayang dia mencium kening Caro
âaku akan kembali masuk, masih ada beberapa orang disanaâ
Caro terhenyak kaget âErio ! bukankah sudah ada tim penyelamat yang dikirim ?!â
Erio menggeleng pelan, tangannya diletakan di pundak Caro.
âMereka teman-teman kita, aku tidak akan meninggalkan mereka sendiriâ
Setelah berkata itu, Erio lalu pergi kembali ke area Dek 17
âErio, Kembali Erio ! ERIOO !!! â
Suara Caro pun menghilang seiring dengan api yang menelan bayangan tubuh Erio.

