Saat itu terdengar suara Letnan Satu Liendtman di speakerphone
âProses pemisahan Dek 17 akan segera dimulai, hitungan mundur akan segera dilaksanakanâ
â25....24......23.....22â
Suara magical computer bergema di seluruh lorong
Wajah tegang Caro berubah menjadi terkejut. Dia tahu bahwa prosedur utama untuk mengamankan kontaminasi oleh Lost Logia seperti ini adalah dengan membuangnya ke lautan dimensional yang netral, dan Excellion adalah salah satu kapal yang dilengkapi dengan sistem eject yang memungkinkan dia untuk membuang salah satu dek nya apabila diperlukan.
Tapi pemisahan dek memerlukan otorisasi yang cukup rumit, keputusan Kapten harus didukung minimal oleh 2 perwira senior.
Namun Caro segera tersadar, bahwa situasi ini sudah diluar jangkauan prosedur.
Pintu baja didepan Caro pun segera menutup, membatasi Dek 16 tempatnya berdiri dengan Dek 17 dimana Erio berlari. Dengan susah payah, Caro menggedor-gedor pintu itu sambil meneriakan nama Erio
âERIO !!! TIDAKK !! ERIOOO !!!!â
suara hitungan mundur kembali terdengar di telinga Caro â5... 4.... 3... 2.....1â
âPemisahan dimulaiâ Suara komputer itu seakan menjadi trigger bagi Excellion untuk melepaskan Dek 17.
Lambung Excellion membuka perlahan, armor tebal yang melindungi bagian luar kapal dari distorsi dimensi pun menarik diri secara perlahan, terasa goncangan pada kapal karena distorsi dari laut dimensional mempengaruhi kapal.
Dari bagian yang terbuka itu, secara perlahan terlihat suatu platform yang bergerak keluar. Diatas platform itu adalah Dek 17 yang akan segera di buang demi keselamatan kapal.
Dari jendela dek 16 Caro melihat dek 17 perlahan-lahan menjauh darinya. Hatinya tidak menentu membayangkan nasib kekasihnya.
Tiba tiba....
âCaro ! kau dengar aku ?!â terdengar suara Erio di telepati
âErio ? kau dimana ? âCaro menjawab dengan penuh air mata
âCaro dengarkan aku, sudah tidak ada waktu lagi, aku tidak berhasil menyelamatkan mereka... tinggal aku sendiri, aku pasti bisa keluar, percayalah padakuâ Suara Erio terdengar penuh distorsi
âTapi.... dek sudah terpisah ? bagaimana kau akan ?...â tanya Caro, sedikit harapan muncul di dadanya.
âPercayalah padaku.... percayalah padakuâ Kata Erio perlahan âKalaupun aku tidak bisa bertemu lagi denganmu sekarang, percayalah padaku, aku tidak akan melupakanmu, tidak akan pernah !â
âEh ?!â Caro terhenyak, serasa ada ribuan jarum yang menusuk hatinya âErio ! apa maksudmu ?!â
Terlihat ledakan di Dek 17, Caro menatap pemandangan itu dengan pedih
âCaro, ini yang terakhirâ Suara Erio terdengar berat âpercayalah padaku, aku selalu mencintaimuâ
Caro terdiam membisu, mulutnya terlalu pedih untuk menyampaikan isi hatinya sekarang.
âPengait terakhir dilepas, Proses pelepasan Dek 17 telah selesaiâ Pengait pengaman terakhir dari Dek 17 telah dilepas, dan itu berarti Dek 17 telah terlepas dari Excellion
20 detik kemudian, Dek 17 meledak, secercah cahaya putih melesat sesaat sesudah ledakan.
Goncangan keras terjadi di Excellion. Kapten Rouran pun bekerja keras untuk memerintahkan anak buahnya agar menjaga keseimbangan kapal
âKalkulasi kerusakan! Tambahkan thruster tambahan untuk sekitar dek 16! Bawa semua personel yang terluka ke Dek 12, juga pindahkan ruang medis ke Dek itu !â
Kapten Rouran berteriak, lalu dia memanggil Liendtman
âLetnan, tolong konfirmasikan berapa anggota tim eksplorasi kita yang selamat danâ¦.. berapa yang terbawa oleh dek 17â
Wajah Kapten 27 tahun itu berubah menjadi sedih.
Didalam dek 16, Caro terduduk lesu. Namun ada secercah harapan di dadanya.
âStrada.... tolong jaga Erioâ bisiknya perlahan.
Excellion melaju membisu.... kembali ke Midchilda
âProses pemisahan Dek 17 akan segera dimulai, hitungan mundur akan segera dilaksanakanâ
â25....24......23.....22â
Suara magical computer bergema di seluruh lorong
Wajah tegang Caro berubah menjadi terkejut. Dia tahu bahwa prosedur utama untuk mengamankan kontaminasi oleh Lost Logia seperti ini adalah dengan membuangnya ke lautan dimensional yang netral, dan Excellion adalah salah satu kapal yang dilengkapi dengan sistem eject yang memungkinkan dia untuk membuang salah satu dek nya apabila diperlukan.
Tapi pemisahan dek memerlukan otorisasi yang cukup rumit, keputusan Kapten harus didukung minimal oleh 2 perwira senior.
Namun Caro segera tersadar, bahwa situasi ini sudah diluar jangkauan prosedur.
Pintu baja didepan Caro pun segera menutup, membatasi Dek 16 tempatnya berdiri dengan Dek 17 dimana Erio berlari. Dengan susah payah, Caro menggedor-gedor pintu itu sambil meneriakan nama Erio
âERIO !!! TIDAKK !! ERIOOO !!!!â
suara hitungan mundur kembali terdengar di telinga Caro â5... 4.... 3... 2.....1â
âPemisahan dimulaiâ Suara komputer itu seakan menjadi trigger bagi Excellion untuk melepaskan Dek 17.
Lambung Excellion membuka perlahan, armor tebal yang melindungi bagian luar kapal dari distorsi dimensi pun menarik diri secara perlahan, terasa goncangan pada kapal karena distorsi dari laut dimensional mempengaruhi kapal.
Dari bagian yang terbuka itu, secara perlahan terlihat suatu platform yang bergerak keluar. Diatas platform itu adalah Dek 17 yang akan segera di buang demi keselamatan kapal.
Dari jendela dek 16 Caro melihat dek 17 perlahan-lahan menjauh darinya. Hatinya tidak menentu membayangkan nasib kekasihnya.
Tiba tiba....
âCaro ! kau dengar aku ?!â terdengar suara Erio di telepati
âErio ? kau dimana ? âCaro menjawab dengan penuh air mata
âCaro dengarkan aku, sudah tidak ada waktu lagi, aku tidak berhasil menyelamatkan mereka... tinggal aku sendiri, aku pasti bisa keluar, percayalah padakuâ Suara Erio terdengar penuh distorsi
âTapi.... dek sudah terpisah ? bagaimana kau akan ?...â tanya Caro, sedikit harapan muncul di dadanya.
âPercayalah padaku.... percayalah padakuâ Kata Erio perlahan âKalaupun aku tidak bisa bertemu lagi denganmu sekarang, percayalah padaku, aku tidak akan melupakanmu, tidak akan pernah !â
âEh ?!â Caro terhenyak, serasa ada ribuan jarum yang menusuk hatinya âErio ! apa maksudmu ?!â
Terlihat ledakan di Dek 17, Caro menatap pemandangan itu dengan pedih
âCaro, ini yang terakhirâ Suara Erio terdengar berat âpercayalah padaku, aku selalu mencintaimuâ
Caro terdiam membisu, mulutnya terlalu pedih untuk menyampaikan isi hatinya sekarang.
âPengait terakhir dilepas, Proses pelepasan Dek 17 telah selesaiâ Pengait pengaman terakhir dari Dek 17 telah dilepas, dan itu berarti Dek 17 telah terlepas dari Excellion
20 detik kemudian, Dek 17 meledak, secercah cahaya putih melesat sesaat sesudah ledakan.
Goncangan keras terjadi di Excellion. Kapten Rouran pun bekerja keras untuk memerintahkan anak buahnya agar menjaga keseimbangan kapal
âKalkulasi kerusakan! Tambahkan thruster tambahan untuk sekitar dek 16! Bawa semua personel yang terluka ke Dek 12, juga pindahkan ruang medis ke Dek itu !â
Kapten Rouran berteriak, lalu dia memanggil Liendtman
âLetnan, tolong konfirmasikan berapa anggota tim eksplorasi kita yang selamat danâ¦.. berapa yang terbawa oleh dek 17â
Wajah Kapten 27 tahun itu berubah menjadi sedih.
Didalam dek 16, Caro terduduk lesu. Namun ada secercah harapan di dadanya.
âStrada.... tolong jaga Erioâ bisiknya perlahan.
Excellion melaju membisu.... kembali ke Midchilda

