animindo

anime . indonesia

Saint Seiya: Saintia Shou

Saint Seiya … shounen wa minna …

Saint Seiya: Saintia Shou ini menceritakan tentang Kyoko (seiyuu: Ichimichi Mao) dan Shoko (seiyuu: Suzuki Aina), kakak beradik yang pada masa kecilnya secara misterius bertemu dengan seseorang yang menawarkan sebuah apel emas kepada Shoko. Kyoko berusaha mencegah Shoko agar tidak menerima apel itu tetapi Shoko tidak mendengarkannya dan ketika dia menyadari adanya bahaya, datanglah Scorpio Milo (seiyuu: Seki Toshihiko) yang menghentikan Shoko. Milo mengatakan bahwa Shoko berpotensi untuk menjadi jelmaan kejahatan dan akan membunuhnya tetapi Kyoko bersikeras melindungi adiknya. Melihat hal itu, Milo meninggalkan mereka berdua dan berpesan agar mereka berusaha menjadi kuat agar bisa mengubah takdir dengan kekuatan mereka sendiri.

Setelah beranjak remaja, Shoko yang tinggal bersama ayahnya telah ditinggalkan oleh Kyoko selama beberapa tahun untuk berlatih. Shoko sendiri di rumah melatih dirinya bersama sang ayah. Suatu hari di sekolah, tiba-tiba para murid kehilangan kesadarannya kecuali Shoko, dan dari balik semak muncul perempuan yang menyerang Shoko. Ketika Shoko dalam bahaya, tiba-tiba Kyoko muncul dalam jubah Saint dan menyelamatkannya. Shoko baru mengetahui bahwa selama ini Kyoko berlatih untuk menjadi seorang Saint dan telah berhasil mendapatkan jubah Equuleus. Shoko juga baru mengetahui bahwa murid terpopuler di sekolah itu, Kido Saori (seiyuu: Minase Inori) ternyata adalah titisan Athena dan bahwa Kyoko merupakan salah satu Saint yang bertugas melindungi Athena (bukannya ini kerjaan Seiya dkk ya?)

Malam harinya, ketika Kyoko dan Shoko sedang mengobrol di halaman rumah Saori, mereka kembali diserang oleh musuh yang sama dengan yang mereka hadapi di sekolah, tetapi kali ini dia muncul dalam wujud utamanya yang lebih kuat dan bernama, Dryad Ate. Dia ingin menjadikan Shoko sebagai ‘wadah’ bagi Eris, penguasa kekacauan. Dalam usahanya melindungi Shoko, Kyoko akhirnya mengorbankan dirinya sehingga dia lah yang akhirnya dijadikan wadah Eris, meninggalkan Shoko dan jubah Saintnya. Melihat hal itu, Shoko kemudian memutuskan untuk mengikuti latihan agar dia bisa menjadi seorang Saint dan menyelamatkan kakaknya.

My thoughts?

Agak-agak kontradiktif sih ya jadinya. Dulu seinget gue, di universe Saint Seiya itu dikatakan kalo populasi warrior cewek itu sangat-sangat langka, dan kalaupun ada, mereka diwajibkan memakai topeng. Itupun mereka juga sepertinya nggak punya jubah Saint, lebih ke armor warrior aja.

Waktu munculnya anime Saintia ini juga terkesan nge-pas banget setelah beberapa waktu terakhir rame-rame soal Shun yang menjadi cewek di versi Netflix, sekarang dirilis Saintia yang isinya cewek semua. Nah loh. Mungkin ini sekalian juga untuk “menjawab” alasan Eugene Son mengubah gender Shun (dia bilang karena isinya dudes semua) bahwa ada kok Saint cewek.

Bisa jadi serial ini ditujukan untuk “menjaring” fans generasi baru, eksplorasi untuk perluasan universe atau ya tetep … sama kayak pemikiran Son, untuk memberikan kesetaraan gender? Hey, ada Saint cowok, kenapa cewek nggak bisa? Seperti itukah? Apa memang ada “demand” seperti itu? Soalnya gue liat di jawaban Eugene Son masalah Shun yang dijadiin cewek, kok seolah-olah ada desakan untuk memunculkan bahwa karakter cewek juga jagoan. Tapi kenapa cerita ini dimasukin dalam alur cerita Seiya? Bisa kita liat di beberapa kilasan ada Gold Saints (Milo malah beneran nongol di awal), bayi Saori yang diselamatkan Aioros, dan Saga yang nyamar jadi ‘Paus’ … itu semua alur Sanctuary Chapter, dan si Saintia ini dimasukin sebagai … Prekuel? Apa nggak lebih baik dibikin stand alone aja? 🤔

Bukan bermaksud negatif, tapi penasaran aja. Soalnya ya itu tadi, di universe Saint Seiya sudah well-established kalo warrior cewek itu ada, mereka bukan non-existent kok, bahkan bukan yang kategori lemah juga, para Saint jagoan itu hasil didikan mereka. Cuma ya di situ mereka semua bertopeng, dan tidak memakai jubah Saint. Lalu sekarang mendadak, Saints cewek ada, dan mereka ada di posisi yang nantinya akan diisi oleh Seiya dkk. Apakah sudah se-mendesak itu untuk memasukkan unsur kesetaraan gender?

Btw, kenapa gue bilang nantinya? Ya kalo dari yang gue liat, di situ kayaknya digambarkan Saori masih sekitaran SMP, belum jadi Miss Kido Saori yang ada di era Seiya dkk. Apakah ini juga berarti kalo Shoko dkk adalah senpai-nya Seiya dkk? Atau mereka ini angkatannya (cikal bakal?) Marin sama Shaina? Tapi sekilas juga liat ada Jabu dkk, dan mereka itu angkatannya Seiya dkk. Jadi? Jadi? … Bingung. Hahaha. 🤔

Ya gue berharap, nggak jadi terkesan maksa-masuk aja sih. Dan harapan itu nggak ada hubungannya sama masalah gender atau feminisme atau apalah itu. Lagipula, gak kesian apa sama Athena? Udah berapa dewa/dewi yang harus dia hadapin coba? Sekarang ditambahin Eris. Kesannya setiap dewa/dewi yang pernah dikenal di dunia ini semua pengen nantang Athena. 😅

Anime dan Borobudur


Dalam episode 13 (season 2 episode 1) anime Souten no Ken: Re-Genesis, bisa kita lihat adegan di mana salah satu karakternya mengatakan bahwa dia lari ke Indonesia, dan di sekitar menit ke 18:00 tampak pemandangan candi “Borobudur” (gambar di atas).

Note:
Repost, karena ada error waktu backup database. Sekalian edit judul. 😅

Goblin Slayer

Seorang Priestess (seiyuu: Ogura Yui) muda yang baru saja selesai menjalani latihan ingin mencoba menjadi seorang adventurer dan mendatangi guild untuk mendaftarkan dirinya. Di situ dia mendapatkan informasi mengenai tingkatan para adventurer dan karena dia adalah seorang pemula, maka rank atau peringkatnya adalah Porcelain.

Setelah mendaftar, dia dihampiri oleh beberapa adventurer lain, (sepertinya) mereka adalah seorang swordsman (pengguna pedang), fighter (bela diri tangan kosong, monk?),dan mage (penyihir pemula) yang juga masih merupakan rank porcelain. Mereka mengajak Priestess untuk berburu goblin meskipun Guild Girl (seiyuu: Uchida Maaya), yang memberikan petunjuk mengenai quest, tampak tidak menyetujui hal tersebut karena terlalu berbahaya untuk level porcelain.

Mereka berempat kemudian masuk ke dalam gua yang merupakan tempat persembunyian goblin yang diduga telah menculik para gadis dari sebuah desa di dekat situ. Pada awalnya mereka penuh dengan keyakinan akan mampu menghadapi para goblin di gua tersebut tetapi apa yang terjadi kemudian adalah hal yang mengerikan di mana swordsman dan mage akhirnya terbunuh oleh sementara nasib monk tidak lebih baik, karena dia tidak langsung dibunuh tetapi disiksa oleh para goblin.

Saat Priestess terpojok oleh para goblin, dia ditolong oleh seseorang yang mengaku bernama Goblin Slayer (seiyuu: Umehara Yuuichiro), seorang adventurer dengan rank Silver. Goblin Slayer dengan mudah (dan sadis) menghabisi semua goblin yang ada dalam gua tersebut termasuk anak-anak mereka. Meskipun dia tidak menyangkal ada kemungkinan goblin yang baik, tetapi dia tetap memilih untuk menghabisi mereka sampai dia menemukan bukti bahwa memang benar ada goblin yang baik.

Setelah kejadian itu, Priestess memutuskan untuk tetap menjadi seorang adventurer dan memulai petualangannya bersama dengan Goblin Slayer.

My thoughts?

Wow … just wow. 😮

Tapi sebelum ngomongin lebih jauh, gue harus mengakui agak bingung bagaimana menterjemahkan istilah-istilah yang dipake tanpa harus keliatan “kaku” ketika ditranslasikan ke bahasa Indonesia. Mungkin yang pekerjaannya memang khusus sebagai penerjemah bisa menemukan kata-kata yang lebih pas. Karena gue bukan profesional di bidang bahasa tadi, jadi ya gue pilih tetap mempertahankan istilah kayak adventurer, Priestess, swordsman, fighter/monk, mage, dst. Dan khusus untuk yang tangan kosong, ada beberapa karakter di MMORPG yang bertarung dengan tangan kosong/fighter, yang populer biasanya sih memang kelas Monk, lainnya lagi ada Pugilist, Taekwon, dll.

Satu catatan lagi, memang dari sononya para karakter ini nggak dikasih nama. Mereka cuma diperkenalkan dengan sebutan sesuai deskripsi karakternya (yang mungkin buat para penggemar MMORPG atau sejenisnya pasti udah sangat familiar). Seperti Priestess ya tetep aja dinamain Priestess, nggak ada nama karakternya. Bahkan “NPC” nya pun cuma disebut Guild Girl atau Cow Girl. Dan nggak disebutin juga apakah ini isekai, atau ya memang ini cerita di dunia itu, bukan program transmigrasi. 😅

Back to the story

Ini episode pertama udah langsung dark and gory. Tanpa basa basi anggota party dibantai dan ehem… dilecehkan sama para goblin itu. Deskripsi pertarungannya sendiri sih kalo pas melibatkan korbannya manusia, nggak diliatin secara langsung moncrotnya tapi kalo pas hajar goblin keliatan lebih dramatis.

Goblin Slayer sendiri juga digambarkan nggak terlalu banyak basa-basi dan datar tanpa emosi. Dia juga dengan mudah membunuh si mage yang memang sebenarnya sudah nggak mungkin tertolong lagi. Dilihat dari sudut pandang lain, memang sebenernya si GS justru malah menyelamatkan si mage dari siksaan akibat racun yang menyebar dalam tubuhnya secara perlahan dan menyiksa si mage (sampai mati).

Anyway, gue pengen coba liat ini anime sampai at least 5 episode dulu deh sebelum memutuskan akan ikutin atau nggak. Kalo ini isekai, ya ini berarti isekai yang agak beda karena karakternya nggak jadi dewa di dunia alternatif. Si GS sendiri juga bisa menjadi seperti itu karena dia memang mengkhususkan dirinya hanya mengambil quest yang berkaitan dengan pembantaian goblin, jadi dia punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup luas mengenai goblin, bukan karena browsing internet. 🙃

 

LINKS

Tensei Shitara Slime Datta Ken

That time I got reincarnated as a … slime

Mikami Satoru (seiyuu: Terashima Takuma) adalah seorang laki-laki biasa berusia 37 tahun yang secara tragis terbunuh oleh seorang perampok yang melarikan diri. Di saat-saat menjelang kematiannya, dalam pikirannya terlintas bermacam-macam keinginan dan sepertinya ada suara yang mengatakan bahwa keinginannya terpenuhi, seperti ketika dia merasa tubuhnya mulai dingin, maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap dingin, ketika dia merasa nyeri maka dia mendapatkan kekuatan untuk kebal terhadap rasa sakit, dst.

Setelah meninggal, Satoru ternyata mengalami reinkarnasi tetapi kali ini dia tidak menjadi manusia tetapi menjadi semacam slime, tidak punya mata, tidak punya telinga, tangan maupun kaki. Tetapi karena banyak ‘keinginan sebelum mati’nya terpenuhi, Satoru yang kini berupa slime, mempunyai kemampuan untuk menyerap benda di sekitarnya, mempelajarinya, dan meniru semua karakteristik dari benda tersebut. Dalam kondisinya yang sekarang ini, Satoru kemudian dikenal sebagai Rimuru Tempest (seiyuu: Okazaki Miho). Sejak itu dimulailah petualangan Rimuru, slime yang mempunyai kekuatan istimewa.

My thoughts?

Seperti gue bilang, isekai masih sangat populer. Ini juga bentuk isekai alias ‘pindah’ ke dunia lain. Tapi lucu juga, dia reinkarnasi, pindah ke dunia lain dalam bentuk slime. 😆 Cuma ya tetep, dia powerful, tapi at least dia nggak pake henpon di isekai. Hahaha.

Mood cerita kayaknya nyantai, kalo judul yang sebelumnya berkesan kayak mau dibikin serius mikir (sotoy mode), tapi berhubung nggak pernah baca LN, jadi ya ngandalin impresi dari anime aja.

Yang jelas waktu gue ke official websitenya, langsung rada khawatir sama jumlah karakter di daftarnya … banyak! 😲 Dan nggak tau kenapa, di list karakter itu, setelah karakter nomer 15 langsung skip ke 20, lalu dari 26 tiba-tiba skip langsung ke 34 dan terakhir di 35. Ke mana karakter nomer 16 – 19 dan 27 – 33? Btw, untuk gambar di atas, karakter nomer 2 memang nggak dimasukin karena karakter nomer 2 adalah Satoru. 😅

LINKS

Akanesasu Shoujo

たの日常は、だれかの非日常だ

Tsuchimiya Asuka (seiyuu: Kurosawa Tomoyo), Tounaka Yu (seiyuu: LYNN), Mia Silverstone (seiyuu: Touyama Nao), Nanase Nana (seiyuu: Koshimizu Ami), dan Chloe Morisu (seiyuu: Inoue Marina) adalah anggota “Crystal Radio Club”. Atas ajakan Asuka, kelima anak ini mencoba melakukan ritual yang dipercaya akan membawa mereka ke sebuah dunia lain.

Awalnya mereka menganggap semua itu hanya sebagai sebuah permainan, sampai suatu hari Chloe menemukan sebuah kristal di halaman kuil tempat mereka biasa melakukan ritual tersebut. Chloe mengatakan bahwa kristal itu menghasilkan suara dengan frekuensi tertentu. Asuka kemudian mengatakan bahwa frekuensi itu kemungkinan adalah frekuensi yang bisa membuka gerbang ke dunia lain dan untuk membuktikannya mereka berlima kembali mencoba ritual tersebut.

Di luar dugaan mereka, ternyata frekuensi tersebut memang membuka portal ke dunia lain dan di dunia tersebut mereka diserang oleh monster. Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Asuka datang dan mengalahkan monster tersebut. Dia kemudian membawa Asuka dkk kembali ke dunia asal mereka, tetapi kemudian pingsan sebelum bisa kembali ke dunia lain.

Asuka memutuskan untuk membawa anak perempuan itu pulang dan membiarkannya istirahat. Asuka mengatakan bahwa di rumahnya selalu dibuat 1 porsi makanan ekstra untuk ‘seseorang yang sudah tidak ada’ di rumah mereka. Anak perempuan itu sebenarnya mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh Asuka karena dia adalah ‘Asuka’ juga tetapi dari dunia lain, dan orang yang dimaksud itu adalah saudara Asuka yaitu Tsuchimiya Kyohei.

‘Asuka’ dari dunia lain kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah Asuka dan kembali ke dunia tempat di mana dia bertarung melawan monster, tetapi secara tidak sengaja dia meninggalkan liontin berisi foto Kyohei di kamar Asuka, dan ketika Asuka menemukannya dia pun menyadari bahwa anak perempuan yang mirip dengan dirinya itu adalah Asuka juga tetapi dari dunia yang berbeda.

My thoughts? 

Varian lain dari isekai? Dan kayaknya memang tema isekai masih banyak sekali dan mungkin masih akan ‘laku’ sampai 1-2 tahun ke depan? Mungkin aja sih, toh tema harem yang udah ada sejak jaman kapan sampai sekarang juga masih eksis terus (dan laku).

Jadi kayaknya ini inter-dimensional travel kali ya maksudnya. Di mana Asuka dan ‘Asuka’ bertemu di satu tempat, dan di situ nanti mungkin akan ada semacam konflik yang kemungkinan melibatkan hilangnya Tsuchimiya Kyohei. Berhubung dua-duanya pake nama Asuka jadi paling bedainnya Asuka (Crystal Radio Club) dan ‘Asuka’ (isekai) aja.

Perbedaan dari kedua Asuka, selain penampilan dan attitude, kalo yang ‘Asuka’ kayaknya lebih ke solo player, nggak keliatan temen-temennya di isekai (atau belum?). Kalo Asuka, dia masuk ke isekainya bareng rombongan temen-temennya. Mungkin yang ‘Asuka’ memang sengaja memilih ke isekai sendirian atau temennya nggak ada yang mau. Atau mungkin di dunia ‘Asuka’ mereka malah jadi musuh dan nanti salah satu dari ber-4 itu jadi last boss, atau ya last boss nya si Kyohei juga bisa. Alternatif lain ya Crystal Radio Club ini bakalan jadi mahou shoujo kayak Madoka. Yah gue bisa sebutin banyak kemungkinan … karena itu plot twist yang bisa (dan biasanya) terjadi. 😅

Yang jelas anime ini kalo nggak salah dia ‘original’, belum pernah muncul dalam media lain selain anime karena memang ini ditayangkan oleh Animax sebagai peringatan usianya yang ke-20. Congratulations Animax!

LINKS

End of Summer 2018

Okey, ini emang bener-bener out of nowhere, soalnya nggak ada cerita tentang summer anime (malas) dan judul apa aja yang gue tonton tau-tau udah kelar musim panasnya. 😅

Dari banyak judul musim panas ini, secara pribadi, nggak ada anime yang menurut gue bagus untuk ditonton. 😅 Nggak tau kenapa, tapi nggak ada aja yang membuat gue penasaran untuk ikutin per episodenya, nggak sampe nunggu-nunggu next week supaya bisa segera tau lanjutannya, nggak ada rasa cliffhanger di ending tiap episode, atau ya hal-hal sejenisnya lah. 😉

Jadi kalo ada beberapa judul musim panas yang dibahas di sini, berarti gue nontonnya ya so-so aja, malah rasanya ya kayak sambil lewat aja. Mungkin bisa dibilang kalo nontonnya ya murni karena (nyari) hiburan aja. Bukan jadi kewajiban juga sih tapi kayak berasa “daripada nggak ada tontonan”. 🤣

Lupin III Part V

Sebagai awal bahasan, ada peninggalan musim semi yang gue tonton (iya bukan anime musim panas, tau…) tapi malahan menurut gue lebih menarik daripada anime-anime musim panas, yaitu Lupin III – Part V. Yup, ini judul klasik tapi kali ini ceritanya Lupin ada di Eropa dan lebih banyak berada di Perancis, negeri asal muasal tokoh Arsène Lupin (gentleman thief karya Maurice Leblanc) yang (ceritanya) merupakan leluhur Lupin III. Cerita Lupin III sebenernya ya sederhana aja, cerita tentang pencuri legendaris yang selalu berhasil mencuri apapun yang dia inginkan dan itu nggak cuma terbatas di uang, perhiasan atau benda seni. Serunya ya karena si Lupin III ini nggak “ketinggalan jaman”, dia nggak cuma bermusuhan sama Inspektur Zenigata yang berusaha nangkep dia, tapi juga harus berhadapan dengan kejamnya media sosial alias sosmed. Sesuatu yang memang umum terjadi di masa sekarang, dan di dunia nyata. 😁

Overlord III

Boring. Jujur season 3 ini tadinya gue harapkan bisa membuat anime summer lebih greget karena ya gue ngikutin season 1 dan 2, tapi sepanjang musim panas (saat ini ditulis udah sampe episode 11, mungkin 1 episode lagi sebelum tutup musim), ceritanya agak boring, banyakan ngomong, dan … boring. 😅 Mungkin karena gue nggak baca versi media cetaknya, tapi justru itu intinya, anime kan dibuat untuk bisa dinikmati secara audio visual dan ‘hidup’, kalo datar aja ya jadinya membosankan. Kalo dibilang di novel/manga nya lebih seru, bisa jadi, tapi karena gue liatnya media anime ya otomatis bilang: nggak seru. Kalo dibilang baca aja novel/manga nya, ya … itu di luar konteks animindo. 😛

Angolmois – Genkou Kassenki

Okey, gue nonton ini karena tertarik sama background ceritanya yang berkaitan dengan samurai dan era di mana mereka masih berjaya. Dan di sini samurainya nggak pake basa-basi, kill or be killed. Dicampur sama cerita tentang invasi Mongolia ke Jepang, tapi sejauh pengetahuan gue nggak berkaitan ama tokoh-tokoh sejarah yang beneran ada, jadi cenderung lebih bebas. Yang jelas gue suka sih di sini tokoh utamanya nggak cengeng dan nggak kebanyakan drama. Dia digambarkan berpikir praktis seperti seorang petarung yang sedang berhadapan dengan musuh, dia nggak ragu untuk menebas musuh, dan bahkan memenggal kepala orang yang bertarung bersama dia melawan musuh tapi akhirnya berkhianat. Itupun dia lakukan dengan tetap menjaga kehormatan seorang samurai. Begitu juga dengan yang dia penggal, dia sadar penuh sudah berkhianat dan dia juga bertanggung jawab atas perbuatannya. Secara umum, buat gue ini layak tonton meskipun bukan yang bagus banget karena ya pada akhirnya jujur aja, agak generik, nggak ada sesuatu yang istimewa. 😅

Kalopun ada yang gue anggap menarik, adalah karakterisasi tuan putrinya. Yang jelas dia bukan tipe pasrahan, tapi di sini digambarkan juga kalo dia berani mengambil inisiatif pendekatan ke tokoh utama (meskipun dilakukan kalo pas dia lagi tidur, dan nggak cuma satu kali). Nah gue nggak tau apakah memang budaya atau sejarah atau karakter perempuan Jepang di masa itu memang seperti itu, atau ceritanya tuan putri ini memang agak beda dibandingin perempuan lain di masanya. Karena tadinya gue pikir sebagai tuan putri itu dia nggak akan mau/berani ngambil inisiatif seperti itu, paling minimal dia menahan diri sekuat tenaga. Mungkin yang lebih paham budaya Jepang lebih tau (dan yang gue maksud yang beneran mempelajari ilmu budaya, bukan yang cuma kyaa kyaa doang bisanya. 😛)

Isekai Maou to Shoukan Shoujo no Dorei Majutsu

Lagi-lagi isekai, alias transmigrasi ke dunia lain. 😩 Tema yang mendadak booming (lagi). Padahal sebenernya udah ada sejak lama. Serius. Coba aja baca tulisan tsu beberapa waktu lalu.

Kenapa gue nonton ini? Karena eh karena, liat di medsos katanya di musim panas kali ini, judul isekai inilah yang dibilang masih layak tonton dibanding ama isekai yang satu lagi (ntar gue sebut juga kok 😛). Berhubung penasaran ya akhirnya nonton, dan … ya gitu deh. Intinya pindah dunia lain, punya harem, tapi jagoannya orang yang socially awkward alias gak gaul dan skill komunikasinya dengan orang lain sangat buruk karena di kehidupan aslinya dia memang menutup diri. Ceritanya? Biasa aja. Tipikal, player level tinggi masuk dunia seperti gamenya tapi yang lain levelnya di bawah dia, lalu dia harus lawan ‘demon lord’ nya, dikasih twist pengkhianatan dikit di ujung pas mau tamat, but all’s forgiven, trus ya udah, kelar. 🤣

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria

Nah ini yang sempat disebutkan sebelumnya, berdasarkan sabda para netijen, ini isekai yang terburuk di musim panas. Yang mana dalam hal ini gue setuju. Loh, berarti gue tonton? Iyes, gue tonton. 😅 For objectivity! 🤣 Kalo yang di atas gue bilang ceritanya biasa aja, nah kalo yang ini … gue nggak tau kategorinya apa. 😆 Cerita langsung dimulai dengan si jagoan udah ada di isekai, udah ada haremnya, tinggal nambahin beberapa cewek lagi. Kenapa dia bisa sampe ke dunia itu nggak dijelasin, cuma diliatin sekilas-sekilas di opening song. 🤨 Sepanjang serial juga dijelasinnya cuma seiprit doang. Supaya lebih gajebo, si jagoan bisa komunikasi ama ceweknya di dunia lain dengan menggunakan henpon nya! Damn. Itu providernya canggih banget bisa komunikasi antar dimensi. Hebatnya, itu henpon bisa dicharge tanpa listrik di isekai-nya. Lebih hebat konyolnya lagi, si jagoan bisa “cheat” dengan cara browsing lewat hpnya untuk bisa mengatasi situasi yang dia hadapi. 🙄 Saran gue sih sederhana, nggak usah ditonton. Hahaha.

Shichisei no Subaru

Anohana dikawin silang ama SAO. Kayaknya itu udah cukup jelas. Geng anak-anak, demen main game online yang model virtual. Coba gue cek daftar hadirnya dulu. Satu cewek meninggal, gang leader-nya jadi menutup diri karena sebenernya dia seneng ama yang meninggal, satu cowok yang seneng ama yang meninggal nyalahin dia, satu cewek yang pendiam seneng ama cowok yang nyalahin leader, satu cewek yang seksi seneng ama leader tapi leader nggak, satu cowok yang easy going. Yang meninggal, tiba-tiba diketahui masih ‘hidup’ di dunia virtual. Dia muncul di hadapan si leader dan punya 1 keinginan: mengumpulkan lagi teman-teman se-geng-nya. Gimana mau nggak kepikiran Anohana coba? 🙄

Buat yang nonton Anohana pasti bisa sebutin karakter-karakter itu siapa aja, dan mereka semua ada di anime ini. Cuma di sini hantu yang meninggal bukan keliaran di dunia nyata tapi di dunia virtual. Terus ceritanya ada plot twist di mana ada organisasi/perusahaan yang berusaha mewujudkan kekuatan ‘senses’ para player dunia virtual ke kehidupan nyata. Tapi dangkal banget penjelasan dan upayanya, malah sepanjang serial nggak ada apa-apanya jadi kayak PvP aja. (buat yang biasa main game online, pasti tau kan PvP apaan, kalo nggak ya bisa tanya kakek Wiki). Udah gitu konklusinya cuma ada mereka berhasil reunian lalu di suatu tempat ada berita kalo ada organisasi yang diselidiki ama pihak berwajib karena melakukan percobaan itu. That’s it.

Mungkin anime ini harusnya nggak kayak gini, nggak tau ada hubungannya apa nggak dengan berita bahwa produser anime ini ditangkap pihak berwajib karena diduga menculik seorang remaja … 🙄

Want to watch

Ada judul yang belum gue liat lebih jauh tapi ada rencana mau gue tonton, Tenrou: Sirius the Jaeger, belum tau bakalan kayak apa, baru sempat liat 2 episode awal jadi belum bisa komen juga. Cuma kok kayaknya netijen adem ayem aja ama judul satu ini. Mungkin kurang menarik? Atau karena bukan isekai, nggak ada harem dan no moe-moe jadi nggak diminati? Nggak tau juga.

Thus ended the summer of 2018

Magical Girl Lyrical Nanoha : Reflection

Sebagai fans dari Nanoha franchise sebetulnya saya agak malu untuk mereview movie ini,karena movie ini keluar kurang lebih setahun yang lalu, dan saya seperti enggan untuk melihat ataupun mendengar apapun mengenai film ini. Namun gelombang nostalgia membuat saya memberanikan diri untuk menonton cerita original pertama untuk movie timeline dari Magical Girl Lyrical Nanoha.

Nama Magical Girl Lyrical Nanoha bagi saya adalah sebuah kenangan indah, berawal dari spin-off dari game dewasa Triangle Hearts 3 yang nantinya menjadi anime Sweet Songs Forever, Nanoha menjadi salah satu anime magical girls ternama. Season 1 dan 2 (A’s) nya mendapat sambutan baik dari penggemar anime karena mengusung tema yang cukup dewasa, gelap dan kompleks serta koreografi layak nya anime mecha, sesuatu yang langka untuk ukuran anime magical girls. Namun sayang nya semenjak StrikerS (season 3) berakhir, rasanya Nanoha sudah melewati masa-masa emas nya.

Dalam dunia manga pun situasi tidak juga lebih baik dimana the true heir dari Nanoha franchise, manga Nanoha Force yang ditulis sendiri oleh Tsuzuki Masaki (creator dari Nanoha franchise) mengalami hiatus.

Memang masih ada series seperti ViviD dan Vivid Strike, namun serial ini lebih tepat disebut spin off dan sama sekali tidak mencerminkan Nanoha sebagai sebuah setting dunia, hanya ada….. cute girls, fight each other, in a tournament….this is Nanoha, not a Street Fighter…. 🙁

Satu-satunya yang masih berlanjut dan menjadi harapan para fans lama Nanoha adalah movie series, dan untung nya Nanoha Movie 1st dan Nanoha Movie 2nd Ace, cukup mumpuni walau dengan perubahan dan kompresi kiri dan kanan. Jeda cukup lama mulai dari 2012 ke 2017 antara movie 2 (2nd AceS) dan 3 (Reflection) membuat banyak orang lupa atau enggan untuk melirik movie ini, namun pendapatan (ekuivalen) sebesar USD 1,4 juta dollar sepertinya membuat studio Nanoha yaitu Seven Arcs yakin untuk melanjutkan movie series ini menuju ke movie 4.

Movie 3 bercerita mengenai sepasang kakak-adik Amitie dan Kyrie Florian yang berusaha untuk mengembalikan kehidupan di planet mereka Eltria dan juga mencari pengobatan untuk ayah mereka yang sakit secara misterius. Ketika Amitie dan sang ibu berusaha untuk mencari solusi dengan cara logis, sang adik Kyrie mencarinya dari sumber yang tidak wajar, dia menemukan sebuah artifak dengan AI didalam nya, Iris. Artifak tersebut menuntun nya untuk pergi ke Non-administrated World no.79 atau yang kita kenal sebagai Bumi, untuk mencari Eternal Crystal, benda magis yang kuat yang akan mengabulkan permintaan Kyrie untuk menolong planet dan ayahnya. Namun Iris berpesan kepada Kyrie bahwa yang mereka lakukan akan membuat kekacauan di bumi, dan para agen Time and Space Administration Bureau (TSAB) tentu tidak akan tinggal diam, terlebih untuk trio Aces mereka, Takamachi Nanoha, Fate Tesstarosa H. dan Yagami Hayate.

Secara teknis, movie 3 (Reflection) ini adalah peningkatan dari movie 1 dan 2. Beberapa adegan terlihat bahwa hand drawn animation berpadu sempurna dengan digital background dan effects. Materi dari cerita Reflection ini pun di presentasikan dengan gaya yang lebih dewasa dimana darah dan mild violence terlihat cukup sering (Angry Nanoha FTW) serta adanya sentuhan realistis dimana ada warga sipil non mage yang terlibat bencana, ada pihak berwajib (polisi) yang bereaksi kepada kejadin dan juga pihak TSAB yang ikut membantu disaster relief, semua ini absen di movie 1 dan 2 btw. Yang menarik adalah tidak seperti movie 1 dan 2 yang lebih kepada reimagining dari Nanoha season 1 dan 2, movie 3 ini adalah cerita original, karakter Amitie dan Kyrie Florian (dan beberapa karakter lain) diambil dari game PSP, Nanoha A’s Portable : Gears of Destiny. Nanoha Force menyumbangkan design baru untuk Bardische dan Raising Heart, Nanoha Formula Suit barrier jacket dan juga senjata2 baru (Reflection adalah representasi animasi device terbaik dalam Nanoha franchise) yang dipakai oleh TSAB, hanya Iris yang merupakan karakter khusus dari movie ini.

Sayangnya, walaupun dari segi materi dan animasi serta penyajian dari movie ini bisa dianggap luar biasa, namun faktor story dan pacing dari movie ini tergolong lebih lemah daripada movie 1 dan 2. Plot cerita yang diambil langsung dari game Gears of Destiny menurut saya tidak di translasikan dengan baik kedalam format film. Pacing yang lambat di awal, lalu non-stop action hingga akhir film juga tidak memberikan kita waktu untuk appreciated the character atau the enviroment dengan baik. Beberapa adegan di awal movie berasa hanya pajangan dan tidak mempunyai real weight bagi cerita keseluruhan, sehingga seakan mengaburkan point dari movie ini.

Namun paling tidak saya masih menghargai usaha Seven Arcs untuk stay true kepada franchise di Reflection, dimana semuanya masih berasa Nanoha, bahkan karakter-karakter yang terlupakan seperti Arf dan Zafira atau bahkan Amy, Shari dan keluarga Bannings, Takamachi serta Tsukimura muncul walau hanya 1-2 scenes.

In the end, saya masih bersyukur kepada Reflection, walaupun bukan Nanoha yang seperti saya harapkan, namun paling tidak Reflection memberi nafas baru kepada franchise ini. Sekarang nasib keberlanjutan franchise ini ada di pundak movie 4, Nanoha Detonation.

Full Metal Panic! Invisible Victory – the victory is not (yet) visible?

Full Metal Panic! adalah salah satu judul anime dengan genre action, mecha, romance, dan sedikit comedy yang terkenal dan easily lovable karena baik cerita maupun karakter-karakternya menyenangkan untuk diikuti. Serial buatan Gato Shoji ini muncul dalam berbagai bentuk media, berawal dari light novel, kemudian dibuat versi anime dan manga. Untuk versi non-anime sudah mencapai ending, sementara untuk versi anime masih bersifat ongoing.

Dimulai dari serial anime (di sini hanya dibahas versi anime saja) dengan judul Full Metal Panic! yang dirilis Gonzo pada tahun 2002 di mana penonton diperkenalkan kepada kedua tokoh utama yaitu Kaname Chidori dan Sagara Sousuke serta keterlibatan mereka dalam perang melawan teroris, diikuti dengan Full Metal Panic! Fumoffu tahun 2003 yang lebih difokuskan pada kehidupan sehari-hari kedua remaja itu bersama teman-teman mereka tanpa ada unsur kekerasan dan intrik yang berat, kemudian Full Metal Panic! The Second Raid pada tahun 2005 yang merupakan kelanjutan dari serial pertama di mana mereka akan berhadapan dengan organisasi rahasia yang merupakan dalang dari semua kejadian yang menimpa mereka. Kedua judul ini digarap oleh Kyoto Animation. Sempat dirilis satu OVA pada tahun 2006 yang isinya hanya side story saja kemudian judul ini vakum dari dunia per-anime-an lebih dari 10 tahun, sampai pada akhirnya di musim semi 2018, dirilis serial terbarunya yang diberi judul Full Metal Panic! Invisible Victory yang dikerjakan oleh Xebec.

Anime ini menceritakan tentang Chidori Kaname (seiyuu: Yukino Satsuki), seorang anak SMA biasa sampai suatu hari sekolahnya kedatangan seorang anak baru bernama Sagara Sousuke (seiyuu: Seki Tomokazu). Sousuke yang canggung dan selalu berkelakuan seperti seorang anggota militer awalnya dianggap menyebalkan dan dikira adalah seorang remaja yang terobsesi dengan segala sesuatu yang berbau militer, tetapi sesungguhnya dia memang anggota dari sebuah organisasi anti teroris internasional yang bergerak secara diam-diam dan didukung oleh teknologi militer yang canggih dengan nama “Mithril”. Mithril dipimpin oleh seorang anak perempuan berusia 16 tahun yang bernama Teletha “Tessa” Testarossa (seiyuu: Yukana), seorang jenius yang menciptakan sebuah kapal selam super canggih yang menjadi markas berjalan Mithril, Tuatha de Danaan. Selain kapal selam ini, Mithril juga dipersenjatai dengan robot tempur yang disebut “Arm Slave” atau disingkat AS.

Sousuke disusupkan ke sekolah itu untuk mengawasi dan menjaga Chidori karena diketahui bahwa Chidori sebenarnya adalah seorang “whispered”, yaitu seseorang yang mempunyai rahasia teknologi yang dikenal sebagai “Black Technology” tertanam di dalam alam bawah sadarnya. Karena kemampuannya inilah Chidori kemudian menjadi incaran banyak pihak, termasuk organisasi rahasia bernama “Amalgam” yang merupakan musuh besar Mithril.

Dengan bantuan Chidori, Mithril akhirnya berhasil menciptakan sebuah Arm Slave canggih yang dilengkapi dengan “Lambda Driver” sebuah teknologi yang memungkinkan AS untuk memprediksi dan melindungi diri dari serangan musuh dengan akurat. Arm Slave itu kemudian diberi kode ARX-7 Arbalest dan menjadi AS pribadi Sousuke. AI (artificial intelligence) yang ditanam di dalamnya menyatakan bahwa Sousuke adalah satu-satunya orang yang bisa menggunakan AS tersebut.

Hubungan Sousuke dan Chidori digambarkan oleh Gatoh sebagai sesuatu yang ingin dia buat berbeda dari kebanyakan light novel di mana biasanya karakter perempuan menjadi karakter yang harus ditolong oleh karakter laki-laki. Dalam hubungan Sousuke dan Chidori, dia membuat karakter Chidori sebagai seseorang yang menolak menjadi pihak yang lemah dan justru dia memilih untuk menjadi support dan melindungi Sousuke dengan caranya sendiri. Gatoh juga menyisipkan unsur komedi dalam menggambarkan hubungan antara Chidori dengan Sousuke yang mempunyai latar belakang berbeda.

FMP! Invisible Victory

Full Metal Panic! Invisible Victory adalah serial TV ke-4 di mana diceritakan bahwa Amalgam, yang ternyata dikendalikan oleh kakak kandung Tessa yaitu Leonard Testarossa (seiyuu: Namikawa Daisuke) telah berhasil menghancurkan Mithril dan sisa anggota Mithril di bawah pimpinan Tessa harus melarikan diri dengan Tuatha de Danaan dan mulai mengatur serangan balik. Sementara Sousuke yang sedang bersama Chidori harus bertarung melawan Amalgam yang menyerang dan menyandera teman-teman mereka di sekolah. Dalam pertempuran ini, Sousuke kehilangan Arbalest yang dihancurkan oleh Amalgam dan Chidori yang bersedia ikut dengan Leonard agar Sousuke tidak dibunuh.

Selama 6 bulan Sousuke berusaha melacak keberadaan Chidori dan akhirnya dia berhasil menemukan petunjuk dan mendapat “teman baru” yaitu ARX-8 Laevatein yang dibangun menggunakan AI dari Arbalest yang berhasil diamankan oleh Wraith (seiyuu: Ohara Sayaka) salah satu anggota intelijen Mithril yang membantu Sousuke saat terjadi pertempuran di sekolah.

Sousuke yang akhirnya menemukan Chidori terpaksa harus terpisah lagi karena Chidori dibawa pergi oleh Amalgam yang sekarang dibantu oleh Andrei Sergeivich Kalinin (seiyuu: Ootsuka Akio) mantan atasan Sousuke dan mantan anggota Mithril yang sekarang bergabung dengan Amalgam dengan sebutan Mr. Kalium. Chidori yang (masih) menjadi sandera, mengatakan kepada Sousuke bahwa apapun yang terjadi dia ingin agar Sousuke berjanji untuk menemukannya di mana pun dan dia akan menunggu.

 

My thoughts?

Lebih dari 10 tahun nunggu kelanjutannya dan muncul dengan judul Invisible Victory … hmm … I would expect some conclusion, no? NO! Ternyata nggak ada ending yang diharapkan! Ujungnya ya cuma “Come find me, I’ll be waiting for you no matter how long will it takes“. Does this mean another 10 years or so waiting for a visible victory? Wadaw. 🙁

Rage? Harus diakui, iya sih. Selain “tamat” yang kayak gitu, di serial ini kita nggak akan temuin chemistry antara kedua tokoh utama seperti biasanya. Oke lah karena mereka terpisah world’s apart dan effort Sousuke untuk melacak keberadaan Chidori yang jadi fokus utama. Tapi nggak cuma itu, Chidori yang biasanya digambarkan strong willed girl di sini jadi kayak plin plan nggak jelas dan akhirnya malah jadi karakter cewek seperti karakter cewek yang ingin dihindari Gatoh di awal dia menciptakan FMP!. Karena gue nggak baca full light novel atau manga-nya, jadi nggak tau apakah di kedua media itu Chidori memang digambarkan sama seperti yang ada di anime FMP! IV ini.

Kemudian ada karakter Nami yang sepertinya di anime singkat ini jadi cuma kayak batu loncatan untuk trigger Sousuke supaya kembali fokus ke tujuan awal dia yaitu melacak Amalgam dan menyelamatkan Chidori. Nami sendiri umurnya pendek banget, cuma beberapa episode dan abis itu dia dibunuh sama Amalgam. Short-lived chara. Mungkin kalo di Avengers dia kayak Coulson yang dimatiin karena “they (he) needed the push“. Entah signifikansinya Nami di sini seberapa besar, tapi ya kasian aja, sempet ditampilkan kalo dia terampil dalam setting AS dsb, tapi nggak berdampak juga pada akhirnya.

Overall gue merasa FMP! IV ini serba nanggung, actionnya nanggung, romancenya nanggung, plotnya nanggung, dst. Mungkin gue terlalu cepat menilai karena bisa saja ini separuh pertama, dan nanti akan ada episode 13 dst. Tapi sayangnya so far, belum ada kabar apakah itu akan terjadi atau tidak. Padahal di media yang lain, FMP! sudah tamat (bahkan kayaknya banyak yang suka dengan endingnya, belum pernah baca juga soalnya hahaha). Dan kalopun ada, please jangan nunggu 10 tahunan lagi baru dikeluarin…

Great Pre-2000 Isekai Anime

Isekai (異世界, literally tranlated as Different World) anime akhir-akhir ini menjadi genre tersendiri yang mempunyai banyak penggemar. Unsur petualangan di dunia asing, bertemu dengan banyak karakter yang tidak dikenal, dan akhirnya berusaha menyelamatkan dunia tersebut banyak merupakan daya tarik yang cukup besar. Banyak dari penggemar anime isekai tidak menyadari bahwa genre isekai telah lama ada di dunia anime. Tahun 2000 kebawah menyimpan cukup banyak anime isekai yang bisa dikatakan masterpiece. Berikut ini adalah beberapa anime yang menurut saya cukup bagus untuk rekomendasi ditonton bagi para penggemar anime isekai

PS

Banyak dari anime isekai dari tahun dibawah 2000 yang tidak saya sebutkan karena simply saya belum melihat nya secara utuh seperti Corrector Yui, Juuni Kokuki dll. Saya cenderung untuk memasukan anime dengan unsur fantasy/ scifi time travel sebagai isekai apabila time period yang mereka kunjungi mengakibatkan mereka merasa terasing dan sangat berbeda dari dunia asal mereka. Daftar ini adalah untuk series (OVA, TV series), sedangkan anime movie seperti Spirited Away is deserved its own list.

1. The Vision of Escaflowne

The Vision of Escaflowne (天空のエスカフローネ, Tenkuu no Escaflowne) adalah anime hasil karya Kawamori Shoji yang tersohor dengan serial Macross nya. Bercerita tentang Kanzaki Hitomi, seorang gadis SMA biasa yang secara tiba-tiba berpindah tempat ke dunia pararel bernama Gaia, Hitomi harus berusaha mencari jalan pulang ditengah-tengah perang besar yang melanda Gaia.

Anime ini menurut saya adalah paket lengkap, menggabungkan genre mecha, fantasy, romance dan isekai Kualitas cerita, animasi, voice acting (merupakan debut dari seiyuu terkenal Sakamoto Maaya) dan musik spektakuler racikan Yoko Kanno menjadikan Escaflowne sebuah classic yang sayang untuk dilewatkan.

this is my fave isekai anime, only an inch better than the next recommendation

2. Magic Knight Rayearth

Magic Knight Rayearth (魔法騎士(マジックナイト)レイアース, Mahou Kishi Rayearth) adalah adaptasi apik dari manga grup mangaka terkenal CLAMP. Bercerita tentang tiga orang gadis Shidou Hikaru, Ryuzaki Umi dan Houoji Fuu yang terlempar di Cephiro, dunia penuh magis dan fantasi ketika mereka bertiga berada di Tokyo Tower. Disana mereka bertiga diberi tugas oleh Clef, guru sihir istana untuk membebaskan Putri Emeraude, penguasa Cephiro dari tangan High Priest Zagato, sebuah premise standar yang sudah biasa ada di dunia game JRPG, namun bukan CLAMP namanya kalau tidak ada twist.

Anime sepanjang 49 eps ini mengadaptasi cerita manga CLAMP cukup faithfull dengan tambahan beberapa original character dan plot cerita. Menggabungkan genre magical girls, fantasy dan mecha, anime ini merupakan suguhan yang really aged well like a fine wine.

PS. Cobalah untuk menonton sendiri dan hindari spoiler apapun, twist Rayearth ini adalah yang salah satu yang cukup mengejutkan apabila tidak melihat spoiler.

3. Aura Battler Dunbine

Dunbine (聖戦士ダンバイン, Seishenshi Dunbine) merupakan anime mecha di awal 80an (1983) racikan pencipta genre Real Robot, Yoshiyuki Tomino. Berbeda dari anime karya Tomino sebelum nya (Gundam, Ideon) Dunbine bercerita mengenai Shou Zama, pemuda Jepang yang berpindah ke dunia Byston Wells, dunia pararel yang mirip Eropa jaman pertengahan lengkap dengan makhluk legenda seperti unicorn , kesatria berpedang dan mecha yang disebut Aura Battler, robot berbentuk humanoid insect (?) yang menggunakan tenaga Aura seseorang. Bersama dengan Aura Battler bernama Dunbine, Sho terlibat dengan intrik Byston Wells sambil berusaha mencari jalan untuk kembali ke Bumi.

Dunbine adalah salah satu serial real robot yang cukup berpengaruh di Jepang, namun sering luput dari perhatian penggemar anime di negara lain. Serial ini akhirnya mendapatkan highlight yang layak ketika masuk kedalam roster game Super Robot Wars. Salah satu kekuatan Dunbine adalah karakterisasi yang kompleks (Sho merupakan salah satu karakter anime pertama yang keturunan Amerika-Jepang, salah satu isu sosial yang diangkat Tomino) dan juga tingkat fatalitas yang signifikan menjadikan Yoshiyuki Tomino sebagai sutradara yang terkenal sebagai Mr. Kill Em All.

4. Digimon Adventure

Digimon Adventure adalah anime pertama dari franchise Digital Monster, suatu franchise yang bermula dari game virtual pet dengan nama yang sama. Bercerita tentang para DigiDestinied, anak anak terpilih yang harus bertualang di dunia digital yang dihuni oleh Digital Monster atau Digimon untuk melindungi dunia digital dari berbagai kekuatan jahat. Para DigiDestinied mempunyai partner Digimon masing-masing yang akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih kuat seiring dengan makin kuat nya hubungan antara DigiDestinied dan Digimon nya.

Jujur pertama kali melihat anime ini di televisi nasional saya kurang tertarik, karena menganggap anime ini hanya tiruan Pokemon (saya tahu Pokemon lebih dulu), namun adegan Greymon berubah menjadi Metal Greymon yang merubah pandangan saya terhadap anime ini, akhir nya saya menjadi fans dari franchise ini, walaupun yang saya lihat cuman Digimon, Digimon 02 dan Digimon tri haha. Selain cerita petualangan dan animasi para Digital Monster yang cukup bagus dijamannya, hal yang tetap melekat tentu saja lagu pembuka anime ini, Butterfly oleh alm. Wada Koji yang hingga sekarang masih setia berada di ponsel saya. Untuk saya, nilai nostalgia dari Digimon Adventure tiada tergantikan

5. Dual ! Pararel Trouble Adventure

Dual ! (デュアル!ぱられルンルン物語, Dual Pararel RunRun Monogatari) adalah anime buatan Studio AIC dan Kajishima Masaki yang lebih dahulu terkenal dengan franchise Tenchi Muyo. Meski Dual adalah anime dengan konsep dunia pararel, namun mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda dengan menceritakan dunia yang terpisah menjadi dua akibat keputusan diawal series. Yotsuga Kazuki merupakan siswa SMA biasa yang dianggap aneh oleh teman-temannya karena Kazuki sering melihat vision atau penglihatan aneh dimana robot-robot raksaksa bertarung. Kazuki menuangkan semua penglihatannya didalam blog pribadinya menjadi sebuah cerita berseri. Suatu hari secara tiba-tiba penglihatannya menjadi nyata, Robot raksaksa benar-benar bertarung didepannya, salah satu robot jatuh didepannya dengan kokpit terbuka, Kazuki pun naik ke kokpit dan memulai petualangan di dunia pararel.

Dual mempunyai reputasi yang tidak begitu meyakinkan di dunia anime, salah satunya adalah tuduhan merupakan rip-off dari anime terkenal Neon Genesis Evangelion, while this is true on the exterior, Dual merupakan anime yang berbeda didalam, bercerita mengenai lore yang berbeda, tingkat humor yang jauh lebih banyak dan harem yang menyaingi level Love Hina sekalipun. Namun Dual masih cukup layak dicoba untuk penggemar mecha (dan harem) karena mecha action yang dihadirkan cukup menarik untuk dinikmati, terutama di akhir serial.

6. El-Hazard series

El-Hazard (神秘の世界エルハザード, The Magnificent World El Hazard) adalah sebuah franchise isekai yang meliputi OVA, serial TV dan manga. Kisah El-Hazard secara garis besar dapat dipisahkan menjadi 2 kontinuitas, TV Series (El Hazard Wanderers) dan OVA series (El Hazard Magnificent-Alternative World). Premis umum El Hazard adalah Mizuhara Makoto, Jinnai Katsuhiko dan Nanami serta guru mereka Fujisawa-sensei terlempar ke dunia El-Hazard setelah Makoto menemukan artifak kuno yang tersegel dibawah tanah sekolah mereka.

Secara umum, El Hazard adalah anime yang menyenangkan, dengan unsur petualangan dan tidak terlalu serius over the top. Walaupun juga mempunyai unsur harem anime, namun Makoto hanya menunjukan affection ke salah satu dari banyak wanita yang ditemui nya di El Hazard, sedikit pembeda dari protagonis harem anime kebanyakan. El Hazard adalah salah satu dari anime pertama localized di US yang mempunyai karakter LGBT yang cukup signifikan perannya.

7.Strange Dawn

Strange Dawn (ストレンジドーン Strange Dawn) adalah anime isekai singkat (13 episode) yang sering overlooked. Hal ini cukup wajar mengingat tema, konflik dan protagonis yang terbilang cukup sederhana apabila disandingkan dengan berbagai anime isekai lainnya. Kekuatan dari Strange Dawn adalah dari interaksi antar karakter. Yuko dan Eri adalah dua siswi SMA yang secara tidak sengaja teleport ke dunia asing yang dihuni oleh makhluk humanoid mini. Yuko dan Eri harus berjuang bersama teman-teman mini mereka untuk mencari jalan pulang ke dunia asal.

Butuh sedikit kesabaran untuk dapat menikmati Strange Dawn, selain alur cerita yang berjalan cukup lambat, sub-konflik yang mengiringi cerita utama pun juga tidak bisa dibilang spektakuler, tidak ada naga, tidak ada robot raksaksa, tidak ada artifak kuno, hanya ada keseharian Yuko dan Eri di dunia asing, dan perjuangan serta persahabatan mereka dengan para penghuni asli dunia tersebut.

8.Fushigi Yugi

Fushigi Yugi (ふしぎ遊戯, Fushigi Yugi Mysterious Play) berawal dari manga karya mangaka Watase Yuu kemudian berkembang menjadi franchise meliputi TV series, OVA, Light Novel dan 2 manga prekuel. Fushigi Yugi menceritakan Yuki Miaka dan Hongo Yui yang tersedot masuk ke dunia didalam buku Universe of the Four Gods. Miaka ternyata adalah Suzaku no Miko, pendeta wanita yang mewakili faction Suzaku (Vermilion Bird) dan Yui adalah Seiryuu no Miko, mewakili faction Seiryu ( Azure Dragon). Kedua nya akan saling bertempur satu sama lain sebagai akibat dari serangkaian peristiwa dan kesalahpahaman.

Fushigi Yugi merupakan anime isekai dengan detailed background, kultur dan lore yang kuat. Watase Yuu menggunakan latar belakang kisah empat Divine Beast dan China kuno dengan baik dalam cerita ini, ditambah dengan kisah cinta segitiga yang menggemaskan khas Watase-sensei. Anime ini sangat populer di tahun 90-an, yang menyebabkan Watase Yuu melanjutkan cerita ini hingga prekuel yang mencertakan faction Byakko (White Tiger) dan Genbu (Green Turtle) yang secara atmosfir lebih gelap dan dewasa dibanding cerita Suzaku dan Seiryu. Anime wajib untuk penggemar isekai.

9.Starship Girl Yamamoto Yohko

Starship Girl Yamamoto Yohko (それゆけ!宇宙戦艦ヤマモト・ヨーコ, Soreyuke ! Uchu Senkan Yamamoto Yoko) adalah anime unik yang menggabungkan time travel, isekai dan space combat. Premis utama adalah di abad ke -30, dua fraksi manusia, TERRA dan NESS berperang untuk dominasi luar angkasa, peperangan dilakukan dengan wargame menggunakan pesawat tempur 4 lawan 4. Karena refleks manusia di abad ke 30 sudah jauh berkurang maka ilmuwan TERRA, Curtis Wilson, mencari pilot ke abad ke 20 untuk bertarung dibawah panji panji TERRA, disanalah dia bertemu dengan Yamamoto Yoko, si pilot jenius jago game yang akan menyelamatkan TERRA dari kekalahan.

Berbeda dari anime isekai kebanyakan, Yoko dan teman temannya mampu kembali ke dunia asal nya dengan mudah, dan isu utama adalah bukan bagaimana mencari jalan pulang, namun memenangkan pertempuran demi TERRA. Untuk anime tahun 1997, level animasi dari Yamamoto Yohko ini cukup bagus mengingat studio JC Staff yang menggawangi, entah kenapa Yohko mengingatkan saya akan Mikoto Misaka dari ToAru Kagaku no Railgun. Banyak style dan gaya penceritaan dari anime ini yang terasa berbeda untuk ukuran tahun 1997, seperti contohnya final card pada tiap akhir episode. Dengan segala keanehanya, saya rasa anime ini cukup layak untuk dicoba.

10.Inuyasha

Inuyasha (戦国御伽草子 犬夜叉, Inuyasha the Feudal Fairy tale)adalah anime terkenal hasil adaptasi dari manga karya Takahashi Rumiko, mangaka dibelakang cerita legendaris seperti Urusei Yatsura (Lamu the Invader Girl) dan Ranma ½. Bercerita tentang Higurashi Kagome, siswi SMP 15 tahun yang transported ke twisted version of dunia Jepang kuno (jaman Sengoku) dimana demon datang dan menterror manusia. Disana Kagome bertemu dengan half-demon dog, Inuyasha. Berdua mereka bertualang untuk mencari pecahan Shikon no tama, artifak kuno yang dapat mengabulkan permintaan si pemegang artifak.

Anime Inuyasha merupakan anime yang cukup populer saat pertama kali tayang di Indonesia. Cerita memikat, petualangan yang solid, karakter2 kompleks khas Takahashi Rumiko mampu membuat banyak anak saat itu selalu menunggu Inuyasha didepan televisi (including me). Selain itu daya tarik anime ini adalah soundtrack nya yang berisi artis artis Jpop yang saat itu tengah populer seperti Hamasaki Ayumi, Dreams, V6 dan Do As Infinity. Seperti karya Takahashi Rumiko yang lain Inuyasha juga termasuk anime yang panjang dengan 167 episode plus 26 episode Final Act dan 4 anime movie, cukup panjang apabila diikuti dari awal, tapi saya bisa pastikan bahwa its worth it.

11.Hack// SIGN

.Hack//SIGN merupakan anime pertama dari .Hack franchise yang nantinya akan berkembang meliputi video games, tv series, OVA dll. Sebagai salah satu anime pertama yang based on video games, fokus dari SIGN adalah bukan action dan adventure seperti kebanyakan anime isekai, namun lebih ke studi mengenai kejiwaan dan sosial. Bercerita tentang Tsukasa yang terjebak di dunia The World, MMORPG terkenal dimana player dapat berinteraksi satu sama lain menggunakan VR Headset. Tsukasa lalu bertemu dengan banyak teman dan lawan dan bersama-sama mereka mengungkap kejadian demi kejadian yang terjadi di The World.

Boring. Itu yang saya alami saat pertama kali melihat anime ini, karena action yang minim, dialog penuh petunjuk dan ending yang menurut saya kurang rewarding. Namun secara retrospektif anime ini akan terlihat bagus apabila ditonton sekarang, apalagi dijaman anime isekai game world seperti Sword Art Online menjadi anime favorite banyak orang. Satu hal yang membuat saya tertarik akan SIGN adalah lore/ myth yang ada di belakang cerita utama, mengenai siapa itu Aura, siapa itu Harold Hoewick, siapa Helba dll dan pengalaman tersebut akan semakin lengkap apabila memainkan juga game .Hack yang menceritakan karakter berbeda namun bersetting di dunia yang sama.

12.Shulato

Shulato (天空戦記 シュラトShurato Legend of the Heaven Wars)adalah anime isekai yang sedikit berbeda dari yang lain, Shurato merupakan anime full action dengan mystical armor ala Saint Seiya dan mengangkat mitologi Hindu sebagai latar belakang. Adaptasi dari manga karya Kawamoto Hiroshi yang diproduksi oleh studio anime kenamaan Tatsunoko Pro. Bercerita mengenai Hidaka Shurato seorang remaja jago beladiri yang bersama sahabatnya Kuroki Gai yang transported ke Tenkukai, dunia mistis dimana manusia mengandalkan Sohma untuk kegiatan sehari. Shurato sebagai salah satu titisan dari Prajurit Legendaris Sula Ou mendapati dirinya terjebak diantara perang dua fraksi Tenkukai, Vishnu yang baik hati dan Asura, sekumpulan dewa yang ingin menghancurkan dunia.

Salah satu anime favorit di akhir 90-an, Shurato awalnya sering dituduh menjiplak Saint Seiya. Namun setelah menghabiskan 1 season anime dan 6 eps OVA maka dapat disimpulkan bahwa Shurato adalah anime yang sangat berbeda dari Saint Seiya. Daya tarik Shulato adalah pertarungan antara para Hachibusu dan Asura, persahabatan antara Shulato dan kawan-kawannya dan perjuangan mereka yang tanpa henti diterpa berbagai masalah menjadikan anime ini sangat seru untuk diikuti hingga tamat.

Shokugeki no Soma San no Sara ~ Tootsuki no Ressha-hen PV

Ginga Eiyuu Densetsu ~ Die Neue These ~ PV

Full Metal Panic! Invisible Victory PV

Page 1 of 32

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén