Saint Seiya: Saintia Shou

Saint Seiya … shounen wa minna …

Saint Seiya: Saintia Shou ini menceritakan tentang Kyoko (seiyuu: Ichimichi Mao) dan Shoko (seiyuu: Suzuki Aina), kakak beradik yang pada masa kecilnya secara misterius bertemu dengan seseorang yang menawarkan sebuah apel emas kepada Shoko. Kyoko berusaha mencegah Shoko agar tidak menerima apel itu tetapi Shoko tidak mendengarkannya dan ketika dia menyadari adanya bahaya, datanglah Scorpio Milo (seiyuu: Seki Toshihiko) yang menghentikan Shoko. Milo mengatakan bahwa Shoko berpotensi untuk menjadi jelmaan kejahatan dan akan membunuhnya tetapi Kyoko bersikeras melindungi adiknya. Melihat hal itu, Milo meninggalkan mereka berdua dan berpesan agar mereka berusaha menjadi kuat agar bisa mengubah takdir dengan kekuatan mereka sendiri.

Setelah beranjak remaja, Shoko yang tinggal bersama ayahnya telah ditinggalkan oleh Kyoko selama beberapa tahun untuk berlatih. Shoko sendiri di rumah melatih dirinya bersama sang ayah. Suatu hari di sekolah, tiba-tiba para murid kehilangan kesadarannya kecuali Shoko, dan dari balik semak muncul perempuan yang menyerang Shoko. Ketika Shoko dalam bahaya, tiba-tiba Kyoko muncul dalam jubah Saint dan menyelamatkannya. Shoko baru mengetahui bahwa selama ini Kyoko berlatih untuk menjadi seorang Saint dan telah berhasil mendapatkan jubah Equuleus. Shoko juga baru mengetahui bahwa murid terpopuler di sekolah itu, Kido Saori (seiyuu: Minase Inori) ternyata adalah titisan Athena dan bahwa Kyoko merupakan salah satu Saint yang bertugas melindungi Athena (bukannya ini kerjaan Seiya dkk ya?)

Malam harinya, ketika Kyoko dan Shoko sedang mengobrol di halaman rumah Saori, mereka kembali diserang oleh musuh yang sama dengan yang mereka hadapi di sekola h, tetapi kali ini dia muncul dalam wujud utamanya yang lebih kuat dan bernama, Dryad Ate. Dia ingin menjadikan Shoko sebagai ‘wadah’ bagi Eris, penguasa kekacauan. Dalam usahanya melindungi Shoko, Kyoko akhirnya mengorbankan dirinya sehingga dia lah yang akhirnya dijadikan wadah Eris, meninggalkan Shoko dan jubah Saintnya. Melihat hal itu, Shoko kemudian memutuskan untuk mengikuti latihan agar dia bisa menjadi seorang Saint dan menyelamatkan kakaknya.

My thoughts?

Agak-agak kontradiktif sih ya jadinya. Dulu seinget gue, di universe Saint Seiya itu dikatakan kalo populasi warrior cewek itu sangat-sangat langka, dan kalaupun ada, mereka diwajibkan memakai topeng. Itupun mereka juga sepertinya nggak punya jubah Saint, lebih ke armor warrior aja.

Waktu munculnya anime Saintia ini juga terkesan nge-pas banget setelah beberapa waktu terakhir rame-rame soal Shun yang menjadi cewek di versi Netflix, sekarang dirilis Saintia yang isinya cewek semua. Nah loh. Mungkin ini sekalian juga untuk “menjawab” alasan Eugene Son mengubah gender Shun (dia bilang karena isinya dudes semua) bahwa ada kok Saint cewek.

Bisa jadi serial ini ditujukan untuk “menjaring” fans generasi baru, eksplorasi untuk perluasan universe atau ya tetep … sama kayak pemikiran Son, untuk memberikan kesetaraan gender? Hey, ada Sa int cowok, kenapa cewek nggak bisa? Seperti itukah? Apa memang ada “demand” seperti itu? Soalnya gue liat di jawaban Eugene Son masalah Shun yang dijadiin cewek, kok seolah-olah ada desakan untuk memunculkan bahwa karakter cewek juga jagoan. Tapi kenapa cerita ini dimasukin dalam alur cerita Seiya? Bisa kita lia t di beberapa kilasan ada Gold Saints (Milo malah beneran nongol di awal), bayi Saori yang diselamatkan Aioros, dan Saga yang nyamar jadi ‘Pa us’ … itu semua alur Sanctuary Chapter, dan si Saintia ini dimasukin sebagai … Prekuel? Apa nggak lebih baik dibikin stand alone aja? ????

Bukan bermaksud negatif, tapi penasaran aja. Soalnya ya itu tadi, di universe Saint Seiya sudah well-established kalo warrior cewek itu ada, mereka bukan non-existent kok, bahkan bukan yang kategori lemah juga, para Saint jagoan itu hasil didikan mereka. Cuma ya di situ mereka semua bertopeng, dan tidak memakai jubah Saint. Lalu sekarang mendadak, Saints cewek ada, dan mereka ada di posisi yang nantinya akan diisi oleh Seiya dkk. Apakah sudah se-mendesak itu untuk memasukkan unsur kesetaraan gender?

Btw, kenapa gue bilang nantinya? Ya kalo dari yang gue liat, di situ kayaknya digambarkan Saori masih sekitaran SMP, belum jadi Miss Kido Saori yang ada di era Seiya dkk. Apakah ini juga berarti kalo Shoko dkk adalah senpai-nya Seiya dkk? Atau mereka ini angkatannya (cikal bakal?) Marin sama Shaina? Tapi sekilas juga liat ada Jabu dkk, dan mereka itu angkatannya Seiya dkk. Jadi? Jadi? … Bingung. Hahaha. ????

Ya gue berharap, nggak jadi terkesan maksa-masuk aja sih. Dan harapan itu nggak ada hubungannya sama masalah gender atau feminisme atau apalah itu. Lagipula, gak kesian apa sama Athena? Udah berapa dewa/dewi yang harus dia hadapin coba? Sekarang ditambahin Eris. Kesannya setiap dewa/dewi yang pernah diken al di dunia ini semua pengen nantang Athena. ????

Anime dan Borobudur


Dalam episode 13 (season 2 episode 1) anim
e So
uten no Ken: Re-Genesis
, bisa kita lihat adegan di mana salah satu karakternya mengatakan bahwa dia lari ke Indonesia, dan di seki
tar menit
ke 18:00 tampak pemandangan candi “Borobudur” (gambar di atas).

Note:
Repost, karena ada error waktu backup database. Sekalian edit judul. ???
?

Goblin Slayer

Seorang Priestess (seiyuu: Ogura Yui) muda yang baru saja selesai menjalani latihan ingin mencoba menjadi seorang adventurer dan mendatangi guild untuk mendaftarkan dirinya. Di situ dia mendapatkan informasi mengenai tingkatan para adventurer dan karena dia adalah seorang pemula, maka rank atau peringkatnya adalah Porcelain.

Setelah mendaftar, dia dihampiri oleh beberapa adventurer lain, (sepertinya) mereka adalah seorang swordsman (pengguna pedang), fighter (bela diri tangan kosong, monk?),dan mage (penyihir pemula) yang juga masih merupakan rank porcelain. Mereka mengajak Priestess untuk berburu goblin meskipun Guild Girl (seiyuu: Uchida Maaya), yang memberikan petunjuk mengenai quest, tampak tidak menyetujui hal tersebut karena terlalu berbahaya untuk level porcelain.

Mereka berempat kemudian masuk ke dalam gua yang merupakan tempat persembunyian goblin yang diduga telah menculik para gadis dari sebuah desa di dekat situ. Pada awalnya mereka penuh dengan keyakinan akan mampu menghadapi para goblin di gua tersebut tetapi apa yang terjadi kemudian adalah hal yang mengerikan di mana swordsman dan mage akhirnya terbunuh oleh sementara nasib monk tidak lebih baik, karena dia tidak langsung dibunuh tetapi disiksa oleh para goblin.

Saat Priestess terpojok oleh para goblin, dia ditolong oleh seseorang yang mengaku bernama Goblin Slayer (seiyuu: Umehara Yuuichiro), seorang adventurer dengan rank Silver. Goblin Slayer dengan mudah (dan sadis) menghabisi semua goblin yang ada dalam gua tersebut termasuk anak-anak mereka. Meskipun dia tidak menyangkal ada kemungkinan goblin yang baik, tetapi dia tetap memilih untuk menghabisi mereka sampai dia menemukan bukti bahwa memang benar ada goblin yang baik.

Setelah kejadian itu, Priest
ess memutuskan untuk tetap menjadi seorang adventurer dan memulai petualangannya bersama dengan Goblin Slayer.

My thoughts?

Wow … just wow. ????

Tapi sebelum ngomongin lebih jauh, gue harus mengakui agak bingung bagaimana menterjemahkan istilah-istilah yang dipake tanpa harus keliatan “kaku” ketika ditranslasikan ke bahasa Indonesia. Mungkin yang pekerjaannya memang khusus sebagai penerjemah bisa menemukan kata-kata yang lebih pas. Karena gue bukan profesional di bidang bahasa tadi, jadi ya gue pilih tetap mempertahankan istilah kayak adventurer, Priestess, swordsman, fighter/monk, mage, dst. Dan khusus untuk yang tangan kosong, ada beberapa karakter di MMORPG yang bertarung dengan tangan kosong/fighter, yang populer biasanya sih memang kelas Monk, lainnya lagi ada Pugilist, Taekwon, dll.

Satu catatan lagi, memang dari sononya para karakter ini nggak dikasih nama. Mereka cuma diperkenalkan dengan sebutan sesuai deskripsi karakternya (yang mungkin buat para penggemar MMORPG atau sejenisnya pasti udah sangat familiar). Seperti Priestess ya tetep aja dinamain Priestess, nggak ada nama karakternya. Bahkan “NPC” nya pun cuma disebut Guild Girl atau Cow Girl. Dan nggak disebutin juga apakah ini isekai, atau ya memang ini cerita di dunia itu, bukan program transmigrasi. ????

Back to the story

Ini episode pertama udah langsung dark
and gory
. Tanpa basa basi anggota party dibantai dan ehem… dilecehkan sama para goblin itu. Deskripsi pertarungannya sendiri sih kalo pas melibatkan korbannya manusia, nggak diliatin secara langsung moncrotnya tapi kalo pas hajar goblin keliatan lebih dramatis.

Goblin Slayer sendiri juga digambarkan nggak terlalu banyak basa-basi dan datar tanpa emosi. Dia juga dengan mudah membunuh si mage yang memang sebenarnya sudah nggak mungkin tertolong lagi. Dilihat dari sudut pandang lain, memang sebenernya si GS justru malah menyelamatkan si mage dari siksaan akibat racun yang menyebar dalam tubuhnya secara perlahan dan menyiksa si mage (sampai mati).

Anyway, gue pengen coba liat ini anime sampai at least 5 episode dulu deh sebelum memutuskan akan ikutin atau nggak. Kalo ini isekai, ya ini berarti isekai yang agak beda karena karakternya nggak jadi dewa di dunia alternatif. Si GS sendiri juga bisa menjadi seperti itu karena dia memang mengkhususkan dirinya hanya mengambil quest yang berkaitan dengan pembantaian goblin, jadi dia punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup luas mengenai goblin, bukan karena browsing internet. ????

 

LINKS