Tsurugi Clan adalah sebuah suku yang mempunyai keahlian dalam melakukan pembunuhan secara terselubung dan aksi-aksi intelijen. Mereka sangat terkenal efektif dan efisien dalam menghabisi lawan-lawannya dengan ciri khas, membunuh dengan sayatan di leher yang dilakukan dalam gerakan yang sangat cepat. Dikatakan pula bahwa anggota Tsurugi Clan adalah orang-orang yang tidak pernah menunjukkan ekspresi ataupun emosi sehingga mereka bisa menjalankan tugas tanpa ada keragu-raguan.
Pada suatu masa, kerajaan Param mulai melakukan invasi ke desa dan kota untuk memperluas wilayah mereka. Untuk mencapai hal itu, mereka tidak segan-segan melakukan kekerasan. Suatu ketika, para prajurit Param mengejar seorang perempuan bernama Aruka (seiyuu: Takao Yuki) dan ketika mereka akan membunuhnya, Aruka dengan secepat kilat menghabisi mereka semua dengan sekali tebas pada daerah leher yang merupakan ciri khas Tsurugi Clan.
Ketika Aruka sedang beristirahat, ia bertemu dengan 2 orang warga sebuah desa yang melihat keahlian Aruka dan memutuskan untuk menawarkan pekerjaan kepada Aruka. Mereka meminta Aruka menjadi pengawal pemimpin desa mereka yaitu seorang perempuan muda bernama Mori. Mori membutuhkan pengawal karena mereka akan didatangi oleh utusan dari kerajaan Param yang ingin membeli wilayah desa mereka.
Mori mengatakan bahwa Param ingin membeli desa mereka karena lahannya yang subur karena Param berencana untuk menggunakan desa tersebut sebagai tempat untuk menanam bunga yang dikenal sebagai “Sky Spirit”. Bunga berwarna biru tersebut dipercaya mempunyai kekuatan misterius yang dikatakan dapat memberikan seseorang kekuatan yang luar biasa. Param dikabarkan telah berhasil memanfaatkan Sky Spirit dan oleh karena itulah mereka kemudian mulai memperluas wilayah.
Ketika berhadapan dengan para utusan Param, Aruka akhirnya membunuh 2 dari 3 utusan sebelum mereka mencoba membunuh Mori, tetapi Koga melihat ada perubahan pada ekspresi wajah utusan Param yang mengindikasikan bahwa mereka tahu siapa Aruka. Koga menyarankan kepada Mori untuk mengusir Aruka karena dengan membunuh utusan Param, maka bisa dipastikan pasukan Param akan tetap datang. Ketika Mori sedang mempertimbangkan hal itu, Param telah memulai serangannya kepada desa tersebut yang berakibat kematian para warga dan kehancuran desa.
Aruka berusaha menghabisi pasukan Param ketika dia dihadang oleh salah seorang anggota musuh yang menggunakan semacam ramuan yang dibuat dari Sky Spirit dan memberikan kekuatan fisik yang luar biasa. Aruka berhasil menghabisi pria tersebut tetapi warga dan desanya telah dihabisi oleh Param. Aruka mengatakan kepada Mori untuk membalas dendam atas apa yang terjadi, sama halnya seperti Aruka yang ‘berperang’ melawan Param untuk membalaskan dendam kepada Jin Varel (seiyuu: Yuuki Aoi), pemimpin pasukan Param yang telah menghabisi master-nya.
Hmm … anime ini diadaptasi dari sebuah Massively Multiplayer Online Role-playing Game (MMORPG) buatan Korea dengan judul/nama yang sama yang sepertinya sebentar lagi (atau udah?) akan mencapai para gamers di US. Karakter Aruka didasarkan pada tipe karakter Assassin yang bersenjatakan belati dan mempunyai keahlian membunuh yang hebat. Dan kayaknya abis ini dia bakalan ketemu sama karakter-karakter lain dari game itu yang terdiri dari 4 ras, Gon, Jin, Kun dan Lyn (bisa dilihat di sini).
My thoughts?
Belum kepikiran mau ikutin atau nggak. Somehow gue merasa artwork-nya agak-agak kurang konsisten dan mungkin mendingan main game-nya kali ya? Kalo liat demo-demonya di yutup, detail karakternya bener-bener … detil. Ditambah lagi, isinya bakalan banyakan cewek kayaknya, plus hawa-hawa fanservice-nya rada lumayan kenceng.
Seperti biasanya setiap tahun selalu ada event Toys Fair di Jakarta. Dan seperti biasa juga, selalu crowded alias rame banget. Yang namanya jalan-jalan di dalem itu udah kayak ikan sarden dipepet-pepetin di dalem kaleng. Kebetulan juga, yang kali ini adalah 10th Anniversary Toys Fair. Nggak terasa juga udah 10 kali acara ini diadakan sejak pertama kali dulu. Buat yang nggak tau, acar
a diadakan di Balai Kartini, pada tanggal 15-16 Maret 2014.
Lessee … kita mulai ceritanya dari … tempat parkir. Gue sampe TKP, which is at Balai Kartini itu sekitar jam 13:00. Padahal berangkat dari rumah jam 10:30. Perjuangan abis. Dan sampe di tempat, perjuangan belum selesai, bahkan masih panjang. Nggak dapet parkir!! Udah sempet mutung pengen pulang, lha wong di jalan kena macet, eh ini di halamannya BK kok ya macet juga. Tapi (!!), ternyata ada seorang superhero yang muncul dan membukakan pagar pembatas dan memberi gue tempat parkir. Terima kasih kepada bapak petugas pengaman yang memberikan diriku yang malang ini sebuah slot parkir. *terharu
Masuk ke dalam acara, itu pun masih harus ngantri dan sampe di dalem … again, masih macet. Tapi nggak apa-apa karena langsung disambut LEGO® karya Komunitas LEGO Indonesia (KLI). Boleh dibilang, spot mereka yang paling besar di Toys Fair ini. Tapi yang dipajang pun memang bagus-bagus dan ya memang pantes juga kalo butuh space yang luas. Yang dipajang tentunya LEGO-LEGO dengan berbagai tema, ada yang (as usual) Star Wars, Medieval, sampai yang LEGO untuk anak-anak. Ada juga yang bertema bangunan di Indonesia seperti Bandara Kemayoran, Museum Fatahilah (Kota Tua), trus ada juga Jam Gadang … eh bukan … itu temanya Lord of the Rings.
Jam Gadang
Kemayoran Airport (photo by djt)
Ewok Village (photo by djt)
Museum Fatahilah (photo by djt)
LEGO Technic
Area lain yang lumayan luas adalah area-nya Hot Toys (as you might have guessed, pasti didominasi ama tokoh-tokoh Avengers, especially Iron Man dan Captain America) dan Tamashii
Nation -nya BANDAI. Di area Tamashii Nation, ya banyak pajangan Kamen Rider, dari berbagai era dan seri. Mulai dari Kamen Rider Ichigo sampe ke Kamen Rider Gaim. Tapi di antara ‘belantara’ Kamen Rider itu, ada satu tempat display di pojokan yang bukan Kamen Rider… SAILORMOON!! (btw, halo halo kapan nih Sailormoon 20th Anniversary dirilis?)
Road Sector
RX Robo
Kamen Rider Black
Sailormoon
Sailormoon (photo by djt)
Sisanya ya … berbagai macam stand, baik itu yang jualan, maupun yang cuma display aja. Nggak cuma koleksi-koleksi terbaru, mainan-mainan lama pun ada yang menjual dan dilelang. Koleksi-koleksi vintage nya ada banyak, dan nggak sedikit yang masih dalam kondisi bagus. Tapi kalo soal harganya … hahaha … datang dan buktikan sendiri aja.
Lelang Mainan
Nendo Saber
Goggle V & Gardian
Unicorn Girl (photo by djt)
(photo by djt)
Nendo Miku (photo by djt)
Nendo Miku (photo by djt)
Mikus (photo by djt)
Nendo Miku (photo by djt)
Mazinkaiser (photo by djt)
Kirito & Asuna
Getta Robo Family
Event kali ini memang luar biasa rame, karena diadakan pada hari dan tempat yang sama dengan … konser JKT48. Jadi ya masuk akal kalo yang datang nonton Toys Fair, nggak pergi-pergi sambil nunggu acara berikutnya, si konser itu. Udah gitu, di tempat yang sama juga, ada acara pernikahan. Ya sudah, itu tempat parkir menjadi barang paling berharga untuk diperebutkan oleh orang-orang.
All in all, sebenernya sih selalu menyenangkan mengunjungi Toys Fair. Walaupun ada yang missing menurut gue. Entah gue yang nggak liat, atau memang nggak ada. Gue nggak ngeliat satupun merchandise MACROSS. Kok bisa ya? Biasanya mainan Macross nggak pernah absen dari Toys Fair, tapi kemarin muter-muter berapa kali nggak nemu satupun!
Anyway kalo diliat-liat, harga mainan jaman sekarang memang luar biasa. Mau dibilang mahal, mungkin untuk ukuran jaman sekarang harga yang dipatok memang udah termasuk biasa. Kisarannya mungkin untuk barang-barang yang populer antara 500.000 – jutaan. Padahal dulu yang namanya robot Voltes sama Golion yang keluaran Godaikin harga 100.000 itu udah paling top mahalnya. Tapi yang namanya seneng, orang tetep aja pada berdatangan dan … spend some money. Sampe secara nggak sengaja ngedenger ada seorang bapak berkata pada anaknya (lha … kok kayak lagu ya?) :
“Kamu tadi udah beli x, harganya Rp. #, beli y harganya Rp. #, udah hampir # juta lho total. Sudah dulu ya.”
(ada lowongan untuk anak satu lagi nggak om? )
Satu lagi, karena hari ini adalah hari terakhir, silahkan buru-buru ke sana. Dan saran gue, either berangkat early in the morning, atau naik kendaraan umum aja ke sananya.
I must say, untuk rilis musim winter ini malah gue nggak terlalu ngikutin anime-animenya. Nggak tau kenapa, tapi ya cuma donlod aja, nggak “ditindaklanjuti” … Dan kayaknya juga nggak berasa ada judul yang ditunggu-tunggu untuk didonlod. Yang ada malah nungguin judul yang lanjutan dari musim sebelumnya.
Yang lanjutan dari musim lalu dan masih gue ikutin adalah Log Horizon sama Strike The Blood. Kalo untuk yang winter, yang gue ikutin masih nonton adalah: Buddy Complex, Mahou Sensou, Nisekoi, Hamatora, Nobunaga The Fool, Witch Craft Works, dan surprisingly, Mikakunin de Shinkoukei. Yang terakhir ini malah yang gue prioritaskan dibanding yang lain … hahaha.
Ini anime waktu awal-awal banyak yang komentar katanya niru-niru Sword Art Online, karena sama-sama masuk ke dunia game dst… seriously? Emangnya SAO adalah yang pertama kali bawa konsep itu? TET TOOOT!!! Bukannya gue mau belain LH, tapi seriously, konsep manusia masuk ke dalam dunia game itu bukan sesuatu yang fresh from the oven waktu SAO keluar. Pernah denger .hack series? Di luar animasi Jepun dan lebih kuno lagi juga ada kok kartun tentang manusia masuk dunia game, Captain N: The Game Master. Atau film Hollywood, Tron.
Dan secara mendasar, konsep Log Horizon berbeda jauh dengan SAO. SAO intinya how to get out from Aincrad alive (ya … sampe situ doang, kalo di ALO kan udah gak ngadu nyawa). Kalo Log Horizon lebih seperti “pindah dunia”, jadi bagaimana para player itu akhirnya nggak sekedar menjadi player tapi menjadi penghuni. Di LH mereka juga menjadi ‘immortal’ alias setiap mati mereka akan dihidupkan kembali seperti dalam game jadi nggak perlu khawatir kalo terbunuh, hanya saja untuk setiap ‘kematian’, mereka akan kehilangan memori mereka tentang kehidupan di dunia nyata.
Jadi problematika LH, selain mencari tahu apa yang terjadi kepada diri mereka dan apakah ada jalan ‘keluar’ dari game, mereka juga harus memikirkan cara untuk beradaptasi dan menjadi penduduk dunia game itu. Mereka harus “menciptakan” politik, sosial, ekonomi, hukum, dll. Singkatnya, membangun sebuah sistem kemasyarakatan. Kompleks.
Harem dengan cewek yang mukanya mirip semua … hahaha. Nggak bisa banyak komen karena secara cerita ya … nggak ada yang istimewa sih. Soalnya ya … bisa ditebak dari awal, Himeragi memang sengaja “dipasangkan” dengan Koujo. Paling tinggal nunggu penjelasan resminya aja kenapa bisa begitu. Soal cerita yang lainnya gue rasa cuma bumbu doang, toh juga cuma gitu-gitu aja kasus yang dihadapi, dan semua anggota harem bisa dipastikan kebagian peran dalam menyelesaikan masalah.
Hmm … mungkin guenya aja yang udah negative thinking duluan, tapi nggak tau kenapa, kok rasanya BC ini kayak kurang greget aja. Jadi mikir, kayaknya Sunrise lagi berusaha keras untuk bikin serial mecha yang bisa, setidaknya, mendekati yang namanya Gundam. Sebelumnya mereka sempet keluarin Valvrave, yang … ehem … gue agak yah … katakanlah, kecewa di beberapa poin.
Kalo Buddy Complex ini, begitu Aoba “dibawa” ama Hina ke masa depan, yang paling pertama terlintas di pikiran gue … “Pasti di ‘dunia’ ini, Aoba dan Hina akan berada di pihak yang berlawanan” daaa~n … survei membuktikan: ting tong! Hehehe. Obvious isn’t it?
Cuma konsepnya yang masih agak rancu (banget). Let me get this straight, kan Aoba dan Hina sama-sama masuk vortex atau mungkin worm hole, lalu terlempar ke masa depan. Nah … di situ, si Hina menghilang. Padahal mestinya, Hina yang membawa Aoba itu adalah Hina yang datang dari masa depan k
an? Buktinya dia punya mecha dari masa depan di masanya Aoba. Berarti mestinya selama Hina ada di “masa lalu” (masanya Aoba), di masa depan jadi nggak ada Hina. Kenapa? Karena dia time travel ke masa lalu.
Kemudian dari usianya, Hina di masa depan adalah seorang remaja. Berarti kalo dia pergi ke masa lalu (masanya Aoba), mestinya di masa itu dia belum lahir atau masih sangat kecil. Tapi di anime itu dia nggak ketemu sama Hina-versi-masa-lalu (atau mungkin memang ceritanya waktu kecil tinggalnya nggak di kota tempat Aoba). Atau mungkin harusnya begitu masuk ‘lorong waktu’ dan time travel ke masa lalu, mestinya Hina menghilang tengah jalan. Kenapa? Karena dia kan time travel ke masa lalu … masa di mana kemungkinan manusia yang namanya Hina itu belum ada/belum lahir.
Tapi anehnya, yang terjadi justru sebaliknya, Hina menghilang justru ketika kembali ke masanya dia yang benar … lhaa? Dan tiba-tiba muncul lagi sebagai anggota musuh. Lhaa? Hebatnya lagi kenapa tiba-tiba Aoba munculnya langsung di kokpit Luxon? Padahal seinget gue, mecha yang dinaikin Aoba sama Hina, bukan Luxon. Lagipula, si Hina kan mestinya di masa depan ada di pihak lawan, kok si Aoba bisa dengan kebetulannya masuk kokpit Luxon, bukan ke mecha lawan … Nah … membingungkan. So, I cannot get it straight …
Dan … kenapa pose di bawah ini rasanya familiar sekali ya?
Ya … buat romcom lah. Mosok nonton satu season nggak ada romcomnya. *lah, siapa juga yang mengharuskan?
Situasinya ya typical romcom sih. Raku (protagonis) pernah buat janji ama temen masa kecil, tapi lupa nama dan wajahnya (ya masih satu aliran lah ama Love Hina). Gedenya, dia naksir Onodera tapi nggak belum kesampaian mau ngomong, tapi karena situasi dia harus pura-pura pacaran dengan Chitoge. Sifat kedua cewek ini bertolak belakang (as usual), tapi ya ujung-ujungnya sih bisa ketebak gimana perasaan keduanya kepada Raku. Terus ya, belum ketauan siapa yang punya kunci ke kalung yang diterima Raku sebagai kenang-kenangan dari anak perempuan yang dulu. Repetitif? Yes. Akan ada endingnya? Dunno.
Mungkin akan ketemu pemilik kunci kalung-nya, atau mungkin dibikin never ending loop terus, atau ya Raku akhirnya memilih satu cewek, tapi ternyata dia bukan pemilik kunci, sementara pemilik kunci yang sebenarnya juga akhirnya ketauan siapa, tapi ya tetep si Raku memilih cewek yang dia senengin meskipun bukan pemegang kunci. That’ll be cool.
Hype-nya tinggi waktu belum mulai … setelah mulai … Yang gue seneng malah ngeliatin ending clip-nya, pas para witch dibikin berbentuk chibi dan kepalanya gerak-gerak ngikutin lagunya. Hahaha… kocak. Kalo anime-nya sendiri … euh … ya biasa aja sih kalo buat gue.
Awalnya nonton biasa aja, trus pas udah merasa kayaknya lumayan menarik nih, eeh … di episode 5, pas si musuh ngeluarin “jurus mautnya” … NGGAK BANGEEEEETTT!!! @($#*$@(@!#*%$#&%^!!!
Tapi jujur aja, kalo bisa jadi dokter kayak si Ratio, sepertinya asik juga. Punya mata yang bisa lihat kondisi organ tubuh tanpa harus pake x-ray. That’ll be nice. Anyway, udah mulai dikasih satu musuh utama, jadi bukan cuma sekedar nyelidikin kasus per episode. Setidaknya jadi punya ‘target’ utama lah. Cuma ya berharap dengan sangat, kejadian episode 5 jangan sampe berulang.
Rasanya sih mulai kendor nonton yang satu ini. Bener-bener campur aduk ceritanya. Malah sekarang ada Gaius Julius Caesar yang naksir Ichihime … poor Cleopatra. Rasanya kok jadi kayak gajebo ya. Dan kayaknya slow-moving banget, udah sampe sejauh ini, si Nobunaga masih aja berkutat di situ-situ terus. Nggak cuma Nobu-nya, si Jane juga sama aja. Malah berkesan stagnant. Tapi nggak tau lagi deh abis episode lalu setelah si chibi-hime ketembak. Mungkin ada perubahan drastis kali (atau lebih tepatnya, gue yang ngarep ada perubahan drastis … hahaha)
Ini … not even sure mau ikutin lagi apa nggak setelah nulis ini. Hahaha.
Mikakunin de Shinkoukei
Nah yang ini bener-bener out of the blue banget. Seperti sudah gue bilang tadi, yang ini malah jadinya prioritas dibandingin yang lain hahaha. Yang jelas pas pertama kali denger lagu openingnya, berasa menyenangkan. Hahaha. Malahan ada orang yang iseng bikin remix-nya dan I must admit, bagus jadinya. Kalo si WCW kocak di ending, yang ini kocak di opening.
Memang belum pernah ditulis sih, jadi buat yang pengen tau, Mikakunin de Shinkoukei (Engaged to the Unidentified) ini bercerita tentang Yonomori Kobeni (seiyuu: Terui Haruka) yang berulang tahun ke-16 dan di ulang tahunnya ini ternyata sudah dijodohkan dengan Mitsumine Hakuya (seiyuu: Hatano Wataru) oleh kakeknya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, Hakuya dan adiknya, Mashiro (seiyuu: Yoshida Yuri), datang ke rumah Kobeni dan ikut tinggal di rumah keluarga Yonomori. Lebih aneh lagi, Mashiro yang berpenampilan seperti anak kecil berusia sembilan tahun bisa masuk ke sekolah dan kelas yang sama dengan Kobeni dan Hakuya, bahkan tidak ada satu orangpun yang mempertanyakan hal itu.
Sehari-harinya, Kobeni adalah seorang anak yang rajin dan biasa melakukan pekerjaan rumah tangga, tetapi kadang fisiknya tiba-tiba lemah dan demam. Dia mempunyai seorang kakak yang bernama Benio (seiyuu: Matsui Eriko), dan Benio sangat menyayangi Kobeni bahkan berlebihan. Hal ini dipicu oleh perasaan bersalah Benio kepada Kobeni karena pada waktu masih kecil, Kobeni pernah jatuh ke jurang dan Benio merasa hal itu adalah kesalahannya. Kobeni sendiri tidak terlalu ingat kejadian tersebut, sehingga dia tidak ingat bahwa Hakuya-lah yang dulu menolongnya ketika dia jatuh ke jurang.
Tetapi di balik semua itu, Kobeni merasakan ada banyak kejanggalan yang menyangkut Hakuya dan Mashiro, seperti misalnya tidak ada yang curiga atau mempertanyakan keberadaan Mashiro di kelas Kobeni, kemudian kemampuan Hakuya untuk melesat secepat kilat. Kecurigaan Kobeni itu akhirnya terjawab oleh kehadiran Mitsumine Shiroyuki, ibu Hakuya dan Mashiro yang mengatakan bahwa sebenarnya keluarga Mitsumine bukanlah manusia dan bahwa saat Kobeni jatuh, Hakuya memberikan sebagian kekuatannya untuk menolong Kobeni. Hal ini lah yang menyebabkan Kobeni yang manusia biasa, kadang tiba-tiba lemas dan demam.
Sebenernya anime ini kalo mau dibi
lang yaa … biasa juga, cuma kayaknya yang ini lebih menghibur aja. Mashiro yang selalu merasa ‘diteror’ oleh Benio yang selain siscon ternyata juga lolicon. Apalagi si Benio paling alergi sama “adegan romcom” … hahaha.