Anime Festival Asia 13 – Indonesia 2013

Uwaaah … Akhirnya semalem jadi juga nonton live performance di AFA ID 2013.

AFAID-13

Anime Festival Asia adalah event akbar yang diadakan untuk memuaskan para penggemar anime di Asia. AFA ID 13 ini adalah AFA kedua yang diadakan di Indonesia, di mana yang pertama adalah tahun lalu, 2012. Mungkin karena melihat yang 2012 antusi
asme penggemar anime di Indonesia cukup tinggi, maka yang tahun ini diadain lagi AFA ID nya. Cuma, dibanding ama yang tahun lalu, untuk AFA ID yang kali ini, ada tanggung jawab moral di mana gue harus nonton konsernya, minimal satu hari yang tanggal 7 September. Why? Jawabannya simple, ada Kalafina.

anisong-ticket

Pagi-pagi gue harus ngurus keperluan dulu di sebuah hotel di daerah Lapangan Banteng yang kebetulan agak menyita waktu soalnya ada ‘kesalahan teknis’ (urusan ilmu, bukan urusan aneh-aneh ya …  ), langsung buru-buru cabuts ke Jakarta Convention Center di Senayan karena harus nukerin printout dari vendor tiket online. Tiket udah pre-order dari jaman kapan itu ya? Dari sebelum dibuka pemesanannya juga kalo bisa udah gue beli itu tiket (lho?). Sampe di Senayan sekitar jam 9, udah penuh dengan orang yang mengantri untuk mendapatkan tiket juga. Segitu juga vendor tiket SMS pemberitahuannya ngasih tau kalau penukaran dimulai pada jam 9, sesuai tanggal pertunjukan yang dibeli. Cuma ya, nggak heran juga kalo liat para fans udah rela antri sejak pagi. Dan antriannya juga nggak nanggung-nanggung. Panjaaaang banget.

IMG_1598

Yang paling menyebalkan adalah, dan sebenernya gue udah tau karena ini udah kebiasaan sejak lama, banyak sekali petugas parkiran partikelir yang seenak jidatnya aja nentuin tarif parkir. Masuk area JCC aja udah bayar sekitar Rp. 5.000,- (yang ini resmi), gue sengaja parkir di spot yang sepi, nggak ada si petugas itu, eh, pas lagi jalan, langsung disamperin “Bayar parkirnya, bang”. Ya udah siap-siap juga sih, secara itu udah rutinitas di parkiran situ setiap ada event. Pas ngerogoh kantong, bunyi uang receh, dia langsung ngemeng “Sepuluh ribu”. Udah antisipasi dia supaya gue nggak ngeluarin uang di bawah 5 ribu. Dan kalo liat duit yang dia genggam, cuma ada pecahan 10 ribu ama 20 ribu. Hahaha. Nggak heran juga, dulu jaman masuk Senayan masih di bawah 5 ribu, mereka udah minta 6 ribu. Makanya gue suka males bawa kendaraan ke sana, mending naik angkutan umum, atau ya mobil dititip tempat temen di deket situ, dan jalan kaki ke venue-nya. (Selamat pagi, bos djt, tempat gue biasa nitip mobil. ) Tapi ya nggak apa-apa lah, namanya juga lagi buru-buru, karen
a setelah tuker tiket, gue masih harus cabuts lagi. It was a busy day.

IMG_1599

Sampe di depan gerombolan fans, sempet bingung juga, ini kalo
antrian sepanjang jalan kenangan begini, kapan nyampe-nya ya ke loket … Eh, tiba-tiba tatapan mataku terarah kepada t
ukang gorengan
… mbak-mbak panitia yang bawa-bawa papan redeem-ticket-queue-here-or-something. Gue samperin aja dia, dan hebat lho dia. Liat gue langsung teriak, “Yang VIP ada nggak?”  Hahaha … Ya udah pas banget, gue tunjukin printout dari vendor dan dia bilang “Ikutin saya kak”. One of the perks of being a VIP, I guess. Ada line tersendiri buat yang tiket VIP, lumayan. Nggak terlalu panjang meskipun butuh waktu juga untuk ngantri, cuma dibanding dengan yang panjang itu, masih beruntung lah. Setelah dapet tiket, gue langsung cabuts lagi untuk urusan lain, yang … nggak bisa gue tinggalin dengan mudah meskipun sebenernya pengen banget masuk dari pagi ke acara. Tapi ya sudahlah. Semua ada waktu dan tempatnya.

Sorenya, setelah acara tunggu-tungguan karena rombongan harus lengkap pas berangkat, akhirnya masuk juga ke AFA ID 13. Dan berhubung masih ada waktu sekitar 1.5 jam, lumayan lah buat muter-muter liat stand yang ada dan para cosplayer. Sempet ada yang foto-foto juga sama mereka. Kayaknya sejauh mata memandang, untuk event kali ini paling banyak sih anak buahnya Erwin Smith alias pada cosplay jadi tokoh dari Shingeki no Kyojin. Ada Misaka ama Kuroko dari To Aru Kagaku no Railgun, Kakashi dari Naruto, sampe Pedobear juga ada …  *maaf fo
to kurang jelas, namanya juga amatir pake henpon …

Mendekati jam 18.00, udah mulai deh perjuangan membesarkan otot betis alias ngantri masuk. Dan itu nggak sebentar, antrian yang VIP aja panjang, apalagi yang non VIP ya. Cuma kemarin ada sedikit problem juga, ada yang jual minuman paketan isi 4 botol, lha sampe di pintu antrian dilarang dibawa masuk.

IMG_1614

IMG_1611

Terpaksa deh itu 4 botol masih utuh ditinggalin, soalnya kalo mau dihabisin dulu ntar gue pas nonton bisa jadi udah kayak sapi glonggongan … isinya cairan mulu, dan pasti bisa jadi bolak-balik ke toilet.  Sama satu masukan buat panitianya, kayaknya ngasih nomor seat-nya agak ngawur ya. Gue beli 4 tiket, asumsinya kan sama si petugas pasti dikasihnya yang duduk dalam row atau column yang sama, ternyata 2-2 alias kepisah alley. Memang sih masih dalam row yang sama, cuma lucu aja jadinya, 2 di sisi kiri, 2 di sisi kanan dari alley. Mbok ya dideretkan gitu lho, namanya juga satu rombongan. Mungkin karena banyaknya orang juga kali, dan itu juga nggak terlalu masalah sih sebenernya. Anyway, on with the show …

img_ila_djkazu

Opening the stage adalah DJ Kazu. Dia ini dinobatkan sebagai Japanese #1 Ani-song DJ. Namanya mulai mencuat di blantika musik Jepang pada tahun 2008 dan sejak itu sudah banyak tampil di beberapa festival anime di seluruh dunia seperti di event ANIMAX MUSIX dan Lucca Comics and Games di Italia. Lagu-lagu anime yang di-mix sama beliaunya ini memang bisa memompa antusias penonton. Diawali dengan HEART OF SWORD ~夜明け前~ nya T.M. Revolution (ending song Rurouni Kenshin) dan diikuti oleh lagu-lagu populer anime lainnya, seperti Believe in Wonderland nya Folder5 (opening song One Piece), Kimi no Shiranai Monogatari nya supercell (ending Bakemonogatari), Namae no Nai Kaibutsu nya Egoist (ending Psycho Pass), Sanbunnoichi Junjou na Kanjou nya Siam Shade (ending song Rurouni Kenshin), sampe (maunya) lagu opening Shingeki no Kyoujin, Guren no Yumiya nya Linked Horizon … tapi … sayangnya cuma sampe kalimat pembuka aja abis itu pettt … mati lagunya. Kayaknya Kazu-san ingin lagu ini jadi lagu pamungkas dari penampilannya tapi ya … apa mau dikata, akhirnya ya penampilan beliau harus ended agak kurang enak. Tapi, you did your best Kazu-san! Arigato gozaimasu! That was quite an opening you gave us there, thank you.

img_ila_fripside

Performer pertama setelah Kazu-san adalah fripSide. Duo yang terbentuk tahun 2002 ini awalnya terdiri dari Yaginuma Satoshi dan Nao, tapi waktu itu mereka banyak merilis lagu di komunitas amatir dan indie. Setelah Nao menempuh jalur solo karir, Satoshi kemudian berkolaborasi dengan Yoshino Nanjo dan menjadi fripSide yang sekarang. Debut Nanjo di fripSide ditandai dengan dirilisnya only my railgun yang merupakan lagu pembuka anime To Aru Kagaku no Railgun dan berhasil menduduki peringkat #3 di tangga lagu Oricon. Setelah lagu only my railgun, single kedua mereka yaitu LEVEL 5 – Judgelight juga dipakai sebagai lagu pembuka To Aru Kagaku no Railgun yang kemudian diikuti dengan single future gazer, yang dipakai sebagai opening To Aru Kagaku no Railgun OVA
. Sejak itu, fripSide mulai banyak merilis lagu-lagu dengan aliran synthpop dan trance untuk proyek anime lain seperti Heaven is a Place on Earth yang dipakai di anime Hayate no Gotoku – Heaven is a Place on Earth. Dan di tahun 2013 ini mereka kembali “reuni” dengan Misaka dkk dalam lagu sister’s noise yang merupakan lagu pembuka To Aru Kagaku no Railgun S, di mana lagu ini berhasil menduduki peringkat pertama di tangga lagu Oricon.

Setelah Nanjo-san dan Sat mundur dari panggung, kita disuguhi iklan dulu … yang mengiklankan AFA berikutnya di bulan November yang akan diadakan di Singapore. Sama juga seperti biasa, ada segmen I ♥ anisong. Yang diiklankan adalah Hachioji P, livetune, motsu x DJ KAYA. Selain mereka, ada Egoist, Eir Aoi, May’n, LiSA, dll (nggak inget hahaha … ). Abisnya si iklan, bakalan muncul yang kayaknya paling ditunggu-tunggu ama penonton.

img_ila_babymetal

Ehem. Performer kedua yang mengisi panggung adalah yang paling ditunggu kayaknya ama sebagian besar penonton konser. BABYMETAL. Mereka ini terdiri dari 3 orang cewek usia antara 14-15 tahun yaitu Nakamoto Suzuka alias SU-METAL, Kikuchi Moa alias MOAMETAL, dan Mizuno Yui alias YUIMETAL. Personally, gue nggak gitu ngikutin sih musik BABYMETAL ini, karena kalo menurut gue (lagi-lagi, pendapat pribadi), ya memang kalo BABYMETAL, kurang pas kalo cuma didengerin alias cuma audio doang. Bagusnya itu kalo sambil liat stage act mereka. Sepanjang pertunjukan, stage act mereka itu memang membuat penonton nggak bisa ngelepasin pandangan. Dinamik dan energik, disertai musik yang mencampur antara pop dan metal (power pop, power metal dan ada death metal nya juga). Hebatnya lagi, itu penggemar BABYMETAL dari cowok-cowok remaja sampe ada penonton yang udah senior bener-bener semangat 45 ngikutin setiap lagu yang mereka bawakan.

Abisnya mereka, ada pengumuman lagi tentang upcoming AFA November nanti dan kali ini iklannya … angela. Hahaha … jadi pengen ketawa ngeliat salah satu ‘sesepuh’ animindo mau lempar kursi.  Dan iklan kedua ini menunjukkan adanya event Valvrave Night, yang diisi oleh T.M. Revolution, Elisa, Mizuki Nana dan angela itu. Ya gue sih sebenernya yang paling tertarik angela nya itu. Lainnya ya … oke lah. Abisnya si iklan, kalo gue sih, jelas ngarep Kalafina segera mulai, cuman …

img_ila_dempagumi

Tiba-tiba di panggung muncul surprise guest yaitu Dempagumi.inc. Idol group yang terdiri enam cewek, Furukawa Mirin, Aizawa Risa, Yumemi Nemu, Naruse Eimi, Fujisaki Ayane, dan Mogami Moga. Mereka adalah grup dari Dear Stage, idol live house and bar yang terkenal di Akihabara tempat mereka biasa manggung. Ke-6 anggotanya adalah penggemar anime, manga, games dan kostum. Mereka pernah melakukan konser solo di Zepp, Tokyo dan tiketnya sold out. Cuma kalo buat gue … suaranya yang nggak nahan.  Langsung berasa perlu ke Spesialis THT segera. Hahaha. No offense ya buat yang suka. Yang jelas makin lama makin penasaran nungguin kapan mbak-mbak Kalafina muncul.

Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kalafina!!

img_ila_kalafina

Mereka membuka performance dengan debut single mereka Oblivious yang merupakan lagu dari anime Kara no Kyoukai. Ini sih lagu wajib, harus dinyanyikan dalam pertunjukan Kalafina. Oblivious disambung dengan lagu yang menjadi title album mereka yang terbaru, Consolation. Gue nggak bisa describe suara mereka bertiga di sini. Padahal baru 2 lagu yang mereka bawakan cuma rasanya kuping gue udah dimanjain setelah sebelumnya digempur ama lagu-lagu dari fripSide dan BABYMETAL plus suara unik dari Dempagumi.inc. Obviously, suara Kalafina is in a different league kalo buat gue. Sono tame ni gue ada di situ bayar tiket VIP kan.

Abis chit-chat sedikit, mereka ngelanjutin show dengan menyanyikan lagu ballad, Hikari Furu. Beuh … suara Wakana … Udah gitu di layar belakang mereka nampilin adegan-adegan dari Puella Magi ★ Madoka Magica (yang kalo di layar ditulisnya Puella Nagi … ) dan berasa pas banget adegan yang diambil dengan lagu yang dinyanyikan. Selesai lagu Hikari Furu … Ini yang gue tunggu-tunggu, mereka bawain lagu favorit gue di album Consolation …  満天 (manten/The Whole Sky) Hahaha … gue speechless. Itu suara emang luar biasa gila. Dan berhubung gue nggak tau gimana deskripsiinnya, jadi ya … pokoknya gitu deh. Hahaha. Lagu ini dipakai di anime Fate/Zero dan setelah selesai, mereka sambung dengan satu lagu lagi yang dipakai di Fate/Zero, to the beginning. Abisnya to the beginning, mereka ambil satu lagu dari Seventh Heaven (album pertama), Ongaku, ini lagu juga kayaknya sering banget mereka bawain. Setelah Ongaku, mereka bawain Mirai, lagu dari Puella Magi ★ Madoka Magica lagi dan ternyata ini adalah lagu penutup mereka …  Memang sih ini bukan konser tunggal mereka. Kalo konser tunggal biasanya lagu yang ada video clip nya di special edition, akan mereka bawain sebagai penutup, biasanya encore. Cuma kali ini mungkin karena bukan konser tunggal, mereka cuma bawain yang bener-bener ada kaitannya ama anime plus satu atau dua lagu non-anime related, dan itu adalah si Ongaku. Sedih sih … berasa cepet dan sebentar banget, tapi ya puas lah. Secara nggak ada satupun lagunya yang mengecewakan (kayaknya sih bawain yang mana aja juga nggak apa kalo Kalafina … hahaha). Sempet ngarep ada encore, tapi ya itu tadi, kalo dipikir, ini kan bukan konser tunggal mereka jadi ya nggak mungkin ada lah. Jadi ngarep mudah-mudahan mereka mau konser tunggal di Indonesia lain kali. Hahaha.

Anyway, akhirnya terpuaskan juga melihat penampilan mereka bertiga secara live. Mungkin bukan their best performance secara musiknya bukan diiringi band mereka dan nggak ada Kajiura sensei nya, tapi gue happy lah bisa nonton Kalafina. Dan berharap akan ada event di mana mereka hadir dan manggung lagi.

 

Sore ja … mata aimashou Kalafina

Poll: Anime Musim Gugur 2013

Agak tumben uda
h bulan September, yang berarti beberapa judul anime musim gugur akan muncul, tapi biglobe belum mengumumkan hasil polling pendapat soal
“Most Anticipated” seperti biasanya (atau jangan-jangan malah nggak ada?). Jadi ya iseng mau
nyobain kalo versi penggemar anime Indonesia kayak apa hasilnya. *semoga ada yang vote … 

Sekedar info, di beberapa situs asing, 5 anime yang paling ditunggu untuk musim gugur ini adalah (urutan tidak mencerminkan tingkat antisipasi, cuma secara abjad aja)

  • Hajime no Ippo 3
  • Kill la Kill
  • Kuro
    ko no Basket 2
  • Little Busters! Refrain
  • Magi 2nd Season

And yours?

[poll id=”2″]

*List anime ada di SINI
**boleh pilih lebih dari satu judul
***untuk anime yang “bundled with BD“, nggak gue masukin soalnya itu kan sebenernya udah berjalan animenya. Tapi yang bundled with manga gue masukin karena baru muncul sebaga
i bonus manga terbaru.

Anime, Pajak Bea Masuk, dan Bajakan

NB: berdasarkan masukan dari beberapa komen, meskipun sama-sama pungutan yang diberlakukan oleh negara, tapi ada perbedaan definisi ‘bea masuk’ dan ‘pajak’ . Di surat yang gue pajang di sini ada rincian bea masuk dan pajak. Karena waktu kejadian semua petugas yang berinteraksi dengan gue (personally atau by phone) nyebut biaya yang harus dibayar itu sebagai ‘pajak’, sebagai awam ya gue ikutin itu. Terima kasih atas informasinya.

Kalimat pembukanya sok puitis biar agak dramatis dikit hehehe… Jadi begini ceritanya … *auuuuu … BGM: musik pelem horor …

tiket

Sekitar pertengahan bulan Maret 2013, kalo masih pada inget, kan ada tuh event di Jakarta yang berkaitan dengan dunia per-anime-an, yang disebut dengan JIMPACT. Sebagai penggemar anime, tentunya gue menyempatkan diri untuk nonton salah satu film yang ditayangkan, yaitu 009 RE:CYBORG. Lagipula, itu salah satu anime yang gue tonton waktu awal-awal kenal anime jaman dulu. Malah sempet juga nonton Cyborg 009 yang masih item putih (!). Singkat kata singkat cerita, abis nonton Francoise err … 009 itu, jadi kepingin punya alias mengkoleksi filmnya. Sebagai penggemar yang baik, tentunya pengen mengkoleksi barang aslinya, bukan copy-an atau ya … bajagan. Kebetulan juga udah sering beli barang sejenis dari Jepun lewat toko online langganan yang, for me, the best. Setelah browsing di toko itu, mereka bilang deluxe edition akan dirilis tanggal 22 Mei 2013 jadi kalau mau pesen dulu. Lagi-lagi karena udah biasa, ya sudah oke saja. Apalagi ada embel-embel Deluxe Edition, dapet bonus berisi 1 BD 2D, 1 BD 3D, 1 lagi dokumenternya, dapet booklet, dan dapet bonus 2 foto. Excited dong. Orderan sudah oke, tinggal tunggu tanggal rilis.

deluxe-009

Sampai suatu ketika hari yang dinantikan pun tiba! *jreeengggg… eng-ing-eng… Dapet e-mail dari tokonya, barang udah dikirim dan karena itu lumayan mahal (buat gue ya mahal, maklum gaji rakyat jelata), nggak berani lah ambil resiko lewat pos biasa. Takutnya kalo lost, nggak bisa dilacak. Jadilah minta dikirim pake pos tercatat alias E*S (ciee… pake disensor. Sok misterius). Udah gitu, kalo pake pos biasa, biasanya baru nyampe paling cepet 2 minggu (paling lama sebulan) dari sejak dikirim, kalo lewat kurir akan lebih cepet sampainya. Dan bener aja, seperti biasanya, gue akan dapat surat panggilan dari kantor pos yang menerima barang itu. Di surat itu biasanya tertulis jumlah pajak yang harus gue bayar untuk “menebus” paket itu di kantor pos. Selama ini, biasanya pajak yang dikenakan ke gue itu di kisaran 10%-20% dari harga yang tertera di nota yang disertakan oleh si toko. Nah, katakanlah barang itu harganya sekitar 10.000¥ berarti kalo rupiahnya sekitar 1 jutaan, maka pajaknya biasanya (yang gue tau) sekitar Rp. 200.000,- (yah, kurang lebih lah). Sebagai warga negara yang baik, dan penggemar yang juga baik, tentunya udah siap dong bayar pajak itu. No problemo. Orang bijak taat pajak. (so they say).

Tetapi betapa terkejutnya diriku bukan alang kepalang (halah!) ketika melihat rincian pajak yang harus dibayarkan menurut surat panggilan itu. Di surat itu tertulis, pajak yang harus gue bayar untuk ‘menebus’ barang tersebut adalah Rp. 4.631.975,- !!!! Itu sama dengan sekitar 5 (lima!) kali lipat dari harga barangnya sendiri. Jadi untuk bayar pajaknya aja, itu sama dengan gue bayar/beli barang itu + 5 lagi barang yang sama. This is insane. Gue juga bukan baru pertama kali ini beli barang beginian dari Jepun, dan selama ini semuanya make sense aja pajaknya. Dan gue bukannya nggak mau bayar pajak. Mau. Tapi mbok ya yang manusiawi pajaknya.

Gue coba telpon ke kantor posnya untuk konfirmasi, apa memang bener seperti itu perhitungan pajaknya? Siapa tau keliru, itu sebenernya pajak yang buat importir film atau perusahaan distributor film atau layar tancep gitu. Pihak kantor pos sih jawabannya,

Wah pak, itu yang bikin perhitungan pajaknya pihak bea di bandara. Kami di kantor pos hanya menerima paket beserta hasil perhitungan. Kalau bapak keberatan dengan pajaknya, silahkan ditanyakan langsung saja pak ke kantor yang di bandara. Tapi memang aneh sih ini pak, ap
a iya pajaknya segini? Harga barangnya padahal nggak seberapa dibanding pajaknya. Coba diurus aja pak ke bandara.

Ya gue juga sekalian tanya, nasib barang itu bagaimana seandainya gue nggak bayar pajaknya/nggak nebus. Katanya ya akan dikirim kembali ke Jepang kalo dalam jangka waktu tertentu (sekitar 1 bulan) nggak ada yang bayar pajak. Hmm … dengan segala hormat, gue merasa nggak yakin juga itu barang bakalan dikembaliin kalo udah selama itu. Yang ada mungkin malah hilang itu barang. *maap pak pos, berburuk sangka nih… Dengan pertimbangan itu, ya gue minta aja untuk dikembalikan karena ya … nggak mampu lah bayar pajaknya. Wong buat bayar barang + ongkos kirimnya aja udah keringet dingin, lha kalo ditambah bayar pajaknya ini ya bisa keringet berlian jadinya …

Tapi yang namanya penasaran, meskipun minta dikembaliin, tetep aja gue sowan ke bandara, dan betapa mengharukannya ketika sampai di sana gue disambut banyak orang … … … yang ternyata calo semua … Konyolnya, nggak nampak satupun petugas bandara, atau orang yang berseragam lah minimal, di sana. Jadi mau nanya informasi itu nggak jelas ke mana atau kepada siapa. Yang ada, dan sedikit memaksa, itu ya para petugas freelance itu tadi. Ditanya tempatnya di mana, nggak ada yang mau nunjukin arah selain jawaban “Mau ambil barang apa? Ikut saya aja” yang berarti, “gue yang antar lu ke sana, jadi nanti ada fee nya buat gue karena udah (minimal) anter lu ke sana”.

cargo

Sampai di kantor bandara, ternyata masih masuk ke dalam lagi dan harus jalan agak jauh dari tempat gue parkir kendaraan. Lha wong papan petunjuknya ke arah situ, pas udah parkir, ternyata si kantor yang dimaksud itu masih masuk ke dalam lagi, dan di dalam ada tempat parkirnya juga … Terus di dalam, guide dadakan gue itu masuk ke dalam ruangan yang ada di situ setelah nanya barang apa yang mau gue urus. Gue pikir ya udah lah, mau gimana lagi, gue ngemeng apa aja juga dia bakalan tetep stick around di situ ngeyel menawarkan jasa ngurusin. Nggak lama dia keluar dari ruangan itu, katanya memang pajaknya segitu. Kalo gue nggak percaya disuruh ketemu aja ama wakil kepala bea nya, soalnya ibu kepala nya nggak masuk hari itu.

Ya sudah, masuklah gue ke ruangan itu, ketemu dengan Bapak Yang Terhormat. Begitu ketemu, beliaunya langsung bilang

Kenapa ini? Nggak terima sama pajaknya?

Ya gue sih jujur aja bilang, “Ya iya sih pak. Apa iya pajaknya semahal itu? Itu kan pajaknya aja hampir 5 kali lipat harga barang aslinya.” *Bukan gak mau, gak masuk akal aja buat gue. Dan beliau menjawab dengan penuh wibawa,

Ya bisa aja pajaknya segitu. Sepuluh kali lipat pun bisa saja. Kalo nggak percaya, ini buku tarif yang berlaku. Trus ketemu situ sama bapak yang itu. Dia yang hitung semua. (sambil manggil bapak yang satu lagi) Nih, tunjukin aja ke bapak ini itungannya.

Karena disuruh ke situ, ya gue temuin lah bapak itu. Bapak itu mempersilahkan gue duduk, dan bilang, sebentar ya pak, kita coba cek sama-sama di komputer. Trus mulailah dicari datanya barang itu (sambil ditungguin Bapak Yang Terhormat berdiri di belakang gue). Ketemu datanya, si bapak yang ngitung itu bilang

Bp : “Ini DVD ya pak?
Gue: “Iya. Blu-ray tepatnya.

Bp: “Isinya film apa ya pak?
Gue: “Film kartun

Bp: “Bapak tau durasinya nggak pak?
Gue: “Di website tokonya kalo nggak salah sekitar 107 menit ditulisnya

Bp: “Di sini infonya durasi 180 menit pak, berarti ini paketnya sudah dibuka dan disetel
Gue: Lho? Berarti itu segelnya dibuka dong kalo gitu?
Bp: “Ya mestinya pak. Kalo nggak ini mana bisa di sini diinput 180 menit sama petugasnya.”
Gue: Lalu?

Bp: “Berdasarkan peraturan baru pak, per 2012, film itu pajaknya bukan dihitung berdasarkan persen, tapi berdasarkan durasi. Dan perhitungannya adalah Rp. 21.450,- / menit. Total ya 21.450 x 180 pak, jadi sekitar 3 juta sekian, ditambah dengan lain-lain.” (seperti rincian di gambar atas)
Gue: Aturannya kok gitu ya pak? Ini kan untuk pemakaian pribadi, bahkan dari negara pengirimnya pun statement nya ada di situ “For Personal Use”, artinya bukan untuk didistribusikan atau dikomersialkan.

Bp: “Mungkin peraturan ini maksudnya untuk melindungi distributor film pak
Gue: “Tapi ini nggak melindungi pribadi yang ingin beli barang pak. dan distributor film kita juga nggak ada yang mau masukin film begini.

Bp: “Ya gimana ya pak, peraturannya sekarang begitu. Gimana pak? Barangnya mau diambil?
Gue: “Wah. Nggak pak. Nggak sanggup saya bayar pajaknya. Kembaliin aja ke Jepang. Nanti saya beli bajakannya aja pak. Lebih murah.
Bp: “Ya memang sih pak. Makanya pembajakan di Indonesia susah hilangnya …
Gue: “” *hey, it’s your rules

Bp: “Atau gini deh pak, ini film kartun ya? Dari amerika?
Gue: “Bukan. Dari Jepang.
Bp: “Oo. Ini bukan produksi Hollywood gitu pak?
Gue: “Ya bukan. Jepang nggak punya Hollywood.
Bp: “Sebentar deh pak. Coba saya lihat dulu barangnya di bagian paket

Gue akhirnya nunggu di bangku di luar ruangan tadi, dan si Bp itu datang sama temannya satu lagi. Dia bilang ini orang yang bagian ngurus paket, si orang ini bilang ke gue “Pak, kemarin bilang sama pihak kantor pos untuk dikembaliin aja ya? Barangnya barusan pagi ini berangkat ke Jepang itu pak. Gimana ya?” Gue jawab “Oh ya nggak apa-apa. Malah lebih bagus kok kalo kembali ke sana“. Dan mereka berdua heran ngeliat gue, lalu si Bp nanya gue “Kok bapak kayaknya malah lebih seneng barangnya balik ke Jepang ya pak?” Hahaha… gue bilang, “Ya mendingan balik ke sana aja. Nasibnya lebih jelas.

Pulang dari bandara, gue langsung e-mail ke
Jepangnya, ngasih tau kalo barangnya ada trouble in custom, jadi terpaksa dikirim balik ke sana. Nggak gue ceritain sih kenapa-nya. Dan karena gue udah langganan, mereka ok-ok aja, sambil info kalo misalnya gue tetep mau minta dikirim lagi, mereka akan kirim lagi itu barang. Ya sudah, setidaknya di sisi sana udah beres.

Tapi … Tiba-tiba muncul kabar buruk. Pihak Jepang e-mail gue. Mereka bilang barang sudah sampai CUMA(!) sudah dalam kondisi segel dibuka (ya berarti bener si Bp itu, dibuka) , ada yang cacat , dan yang paling keren, bonus item-nya hilang.

Hi
Thank you for your e-mail.
We can send it again, but the item is opened by someone, it doesn’t look new, some damaged.
And bonus item was missing on your package.

Kalo begini, seandainya gue mau cancel pembelian dan minta refund kan jadinya nggak bisa, wong barangnya udah rusak dan udah ada yang hilang. Yang ada ya gue harus ucapkan selamat tinggal sama duit yang udah dipake bayar itu. Dan itu nggak bisa ditolak, karena itu udah ada di terms and condition tokonya (dan setau gue, semua toko juga seperti itu. Wajar aja.).

Jepangnya bilang, barang itu sudah nggak mungkin mereka kirimkan balik karena sudah menjadi kebijakan perusahaan untuk tidak mengirimkan barang yang kondisinya cacat, tapi mereka menjanjikan akan mengirimkan barang yang sama seandainya nanti ada lagi karena yang “First Press Edition” sudah nggak ada lagi alias sold out. Dan hebatnya, mereka nggak minta gue bayar apa-apa selain ongkos kirim aja. Jadi gue nggak diitung beli barang baru, tapi dituker barang baru ama mereka. Meskipun mereka bilang nggak bisa kirimin yang seperti First Press Edition, buat gue dengan mereka menjanjikan sesuatu seperti itu aja udah luar biasa banget.

Sekarang ya … itu jadi pelajaran. Bahwa film, kalo beli di luar negeri lewat online store kayak gini, harus udah siap ama pajaknya. Malah sempet coba browsing-browsing, ternyata ada juga yang kena kasus serupa cuma ya lebih parah. Orang itu ceritanya beli DVD trilogi Lord of the Rings seharga sekitar US$60.00 (sekitar Rp. 600-700 ribu-an), cuma kan tau sendiri durasi satu filmnya lama (sekitar 3 jam), udah gitu ini tiga-tiganya sekaligus. Lalu setelah dihitung oleh pihak bea, maka pajak yang harus dibayar sekitar: 3 jam = 3 x 60 menit = 180 menit. 180 menit x 3 film = 540 menit. Pajaknya: 540 menit x Rp. 21.450,- = 11 juta-an (minimal, karena biaya lain-lain belum dihitung). Luar biasa.

Lalu pertanyaannya, bagaimana caranya penetapan besaran pajak itu bisa melindungi hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual dari pembajakan? Kalo menurut gue sih, itu malah menyuburkan pembajakan. Karena orang yang ingin mengikuti ‘jalur yang legal’ akhirnya malah ‘dijegal’ oleh pajak peraturan, jadi ya bukan tidak mungkin pada akhirnya orang banyak yang beralih ke jalur bajagan…

NB: buat yang penasaran, bisa dicoba kunjungi situs resmi beacukai,

http://www.beacukai.go.id  di menu bagian atas pilih Home > Aplikasi & Layanan, lalu di bagian menu sebelah kiri Browse Tarif Bea Masuk, pilih “Uraian Bahasa Indonesia” trus masukin aja “film”, ada banyak yang keluar, tapi di kolom “BM” atau “TAX” cari aja yang angkanya 21,45 (21.450 rupiah/menit).

bmtax

Hiduplah Indonesia Raya …