Okusama ga Seitokaichou!

First moe of the summer … Anime moe pertama yang muncul di musim ini maksudnya.

Izumi Hayato (seiyuu: Okitsu Kazuyuki) yang mencalonkan diri menjadi ketua organisasi siswa ternyata harus menerima kekalahan dari Wakana Ui (seiyuu: Taketatsu Ayana) yang memang lebih populer di sekolah karena kemampuan akademis dan penampilan fisiknya. Ditambah lagi dengan program kerja Ui yang menyatakan akan membebaskan hubungan asmara di sekolah sambil … menaburkan kondom di pidato kampanyenya.

Yang lebih mengejutkan lagi bagi Ha
yato adalah ketika pada malam harinya, Ui datang ke rumah Hayato dan mengatakan bahwa dia akan tinggal di situ bersama Hayato karena dia adalah calon istri Hayato hasil dari perjanjian antara kedua orang tua mereka ketika mereka berdua masih berusia 3 tahun.

 

My thoughts?

Pendek resensinya? Ya gue rasa sih dari segitu aja udah kebaca lanjutannya bakal gimana. Paling ya seputaran gimana mereka hidup berdua, tapi masih ada ‘batasan’ moral(?) jadi kayak iya-iya-nggak-nggak gitu. Lalu gimana kehidupan mereka di sekolah, antara men
gakui kalo tinggal berdua atau nggak ngaku (which is mungkin kurang bagus buat ‘citra’ mereka sebagai ketua dan wakil ketua organisasi?), dst.

Of course, I could be wrong meskipun untuk saat ini gue rasa sih itu yang bakalan terjadi ceritanya. Yang jelas, bukan tipe anime yang niat gue ikutin sih, tapi mungkin bisa jadi guilty pleasure aja. Dan perlu diingat juga, anime ini mungkin nuansanya rom-com tapi(
!) definitely not for the underage alias 17 tahun ke atas!

 

LINKS

GANGSTA.

Ergastulum adalah sebuah kota yang penuh dengan mafia, preman, pelacur dan bermacam-macam kriminal lainnya. Kehidupan di kota itu penuh dengan kekerasan dan kejahatan, yang bahkan polisi pun terlibat dan kadang malah memanfaatkan situasi yang terjadi.

Di antara para penghuni kota itu, ada 2 orang yang menyebut diri mereka sebagai “handymen” yang bersedia melakukan pekerjaan ‘kotor’ apapun dari siapapun dengan imbalan uang. Mereka sangat hebat dalam melakukan pekerjaannya sehingga banyak pihak yang sering memanfaatkan “jasa” mereka.

Kedua orang itu adalah Nicolas Brown (seiyuu: Tsuda Kenjiro) dan Worick Arcangelo (seiyuu: Suwabe Junichi). Nicolas atau Nic, adalah seorang “Twilight” yaitu seseorang d
engan kekuatan yang melebihi manusia biasa akibat hasil uji coba obat. Meskipun sangat kuat, Nic adalah seorang tuna rungu, dia tidak bisa mendengar tetapi mempunyai mata yang sangat tajam dan bisa membaca gerak bibir seseorang. Selalu tampak diam dan membawa samurai, Nic adalah seseorang yang mampu membunuh dengan cepat dan tanpa ekspresi. Sementara Worick adalah partner kerja Nic yang juga berprofesi sebagai gigolo. Worick adalah orang yang biasanya menerima pekerjaan dan bernegosiasi dengan polisi atau pihak yang membutuhkan jasa mereka. Selain itu, Worick juga ahli dalam menggunakan senjata api.

Suatu hari, Kapten Chad Adkins (seiyuu: Kanao Tetsuo) dari kepolisian setempat memberi mereka tugas untuk membasmi satu kelompok baru yang dianggap mengganggu oleh para mafia besar. Dalam prosesnya, Nic dan Worick berhasil menghabisi seluruh anggota geng itu dan meninggalkan Alex Benedetto (seiyuu: Noto Mamiko), seorang pelacur yang tadinya merupakan “milik” geng tersebut. Worick dan Nic memutuskan untuk merekrut Alex (yang nantinya mereka
panggil Ally) dan menjadi ‘rekan kerja’ mereka.

 

My thoughts?

Pertama, jelas ini bukan untuk penonton muda, alias 17 tahun ke atas kalo standar Indonesia. Alasannya jelas, dari tema dan lingkungan yang diceritakan, kekerasan, adegan berdarah-darah, dst. Definitely not for the underage. 

Kedua, Ergastulum mengingatkan kepada Roanapur … Hahaha. Kota yang isinya … hmm … ya gitu deh. Crime, sex, and violence is your everyday menu. Secara cerita feel-nya sih memang ke arah dark and mature. Intinya di sini nggak ada pihak yang ‘benar’ dan ‘salah’, yang ada ya siapa yang bisa bertahan hidup. Jadi ya gue rasa kalo kita mengharapkan action, bakalan bisa dapet, t
api kalo untuk filosofi, ya paling dapetnya cuma itu, nggak ada konsep bener/salah atau konsep moralitas. Pacing nya cukup cepet, langsung perkenalan dengan tokoh utama, terus ‘para pemain’ besar di kota (para don mafia) udah dimunculkan, nyisain misteri tentang istilah “dog tag” yang kayaknya ditakutin banget (ini ada kaitannya
dengan istilah “Twilight” … *spoiler alert). Jadi kalo dulu suka ama Black Lagoon atau Jormungand, kayaknya serial ini akan memberikan nuansa yang hampir sama.

Maa… tonikaku, kayaknya gue bakalan ikutin ini serial.

 

LINKS

Hibike! Euphonium

Kumiko Oumae (seiyuu: Tomoyo Kurosawa), memulai hari pertamanya bersekolah di SMA Kitauji. Pagi harinya telah disambut dengan penampilan dari klub Wind Ensemble(吹奏楽部). Bersama dua teman sekelasnya Sapphire Kawashima (seiyuu: Moe Toyota) dan Hazuki Katou (seiyuu: Ayaka Asai), mereka berkunjung ke ruang klub Wind Ensemble. Di ruang klub, tak disangka Kumiko melihat Reina Kousaka (seiyuu: Chika Anzai) dan teringat kembali konflik dengannya, saat masih di klub brass band sewaktu SMP.

吹奏楽 (= suisougakubu), klub Wind Ensemble.

Wind Ensemble kadang disebut wind orches
tra atau wind symphony. Sebuah grup musik yang dominan dengan alat musik tiup karena terdiri dari brasswind, woodwind, beberapa instrumen perkusi, dan double bass (contrabass). Wind ensemble hampir mirip dengan brass band, namun brass band tidak memakai woodwind (clarinet, flute, oboe, dll) sebanyak di wind ensemble.

 

Sedikit Opini penulis:

Anime Hibike! Euphonium menghadirkan sesuatu yang baru, wind ensemble menjadi sorotan di anime ini, dan juga menghadirkan sesuatu yang berbeda karena Kumiko sebagai Euphonist (sebutan untuk pemain Euphonium). Euphonium adalah alat musik dari keluarga brasswind bernada rendah. Jarang-jarang ada anime/manga yang karakter utamanya menggunakan alat musik bernada rendah “bass”. Alat-alat musik yang akan muncul dalam anime ini khususnya alat tiup kemungkinan memunculkan model dari alat-alat musik buatan Yamaha.

 

2 hal yang membuat episode pertama dari anime ini menarik bagi penulis selain kualitas gambar ya
ng bagus a la KyoAni:

PERTAMA
Orpheus in the Underworld(地獄のオルフェ)atau kadang disebut “Can can” karya Jacques Offenbach saat adegan flashback kejuaraan

KEDUA

 

Penjelasan dasar mengenai dasar memainkan alat musik brasswind. “Buzzing”, meniup dan mengontrol bibir hingga membuat bibir bergetar untuk menghasilkan suara.

 

ADMIN’s NOTE: Artikel ini ditulis oleh Yoshida -kun. Terima kasih atas partisipasinya dalam menulis artikel untuk animindo.net 

 

LINKS