Tate no Yuusha no Nariagari

the Rising of the Shield Hero

Iwatani Naofumi (seiyuu: Ishikawa Kaito) adalah seorang mahasiswa yang polos dan bersifat baik. Suatu ha ri saat sedang di sebuah perpustakaan umum, dia menemukan buku yang bercerita tentang sebuah dunia fantasi di mana pada saat dunia tersebut terancam oleh kekuatan jahat, akan muncul 4 orang ksatria yang akan menyelamatkan dunia itu. Ke-4 ksatria itu adalah ksatria yang menggunakan pedang, tombak, panah, dan yang ke-4 adalah pengguna perisai.

Tiba-tiba tampak kilatan cahaya dari buku itu dan secara misterius Naofumi berada di sebuah tempat yang asing bersama dengan 3 orang lainnya. Mereka berada di tempat itu karena telah “dipanggil” dengan menggunakan ritual khusus ke kerajaan tersebut sebagai ke-4 ksatria seperti yang ada dalam buku yang sempat dibaca Nao fumi.

Anehnya, saat sedang beraudiensi dengan raja Melromarc, tampak sepertinya keberadaan Naofumi yang ternyata adalah ksatria dengan perisai, tidak mendapatkan respon yang sama seperti ketiga ksatria lainnya yaitu Amaki Ren (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu), ksatria pedang; Kawasumi Itsuki (seiyuu: Yamaya Yoshitaka), ksatria pemanah; dan Kitamura Motoyasu (seiyuu: Takahashi Makoto). Bahkan saat awal pembentukan kelompok petualang yang akan membantu masing-masing ksatria, tidak ada yang mau memilih menjadi anggota kelompok Naofumi karena ksatria perisai dianggap yang paling lemah di antara semua.

Hanya ada satu orang saja yang akhirnya mau menjadi anggota Naofumi yaitu seorang perempuan cantik yang mengaku bernama Myne Suphia (seiyuu: ?). Pada awalnya Naofumi sangat gembira karena ternyata ada yang mau menjadi anggota kelompoknya (meskipun hanya satu). Tetapi semua itu ternyata sebuah jebakan dan Naofumi difitnah telah berusaha memperkosa Myne, sehingga oleh raja dia diusir dan seluruh kerajaan membenci Naofumi.

Naofumi yang tadinya merupakan seseorang yang baik dan ramah berubah menjadi seseorang yang dipenuhi amarah dan rasa dendam kepada semua orang yang dia anggap telah memfitnah dirinya dan berusaha meningkatkan kemampuannya untuk membuktikan kekuatannya dan menyelamatkan dunia tersebut.

Meskipun demikian Naofumi tetap masih harus mengalami kendala lain yaitu bahwa ksatria perisai sama sekali tidak bisa menggunakan senjata. Satu-satunya “senjata” yang bisa dia gunakan hanyalah perisai yang melekat di lengannya. Hal ini menyulitkan Naofumi dalam upayanya meningkatkan level dan mendapatkan kekuatan yang lebih besar. Di sisi lain, akibat kejadian dengan Myne, Naofumi mengalami kesulitan untuk bisa mempercayai orang lain.

Pada saat itu, tiba-tiba seorang pria misterius mendekati Naofumi dan menawarkan solusi untuk mengatasi kesulitan Naofumi. Dia adalah seorang pedagang budak yang mengusulkan kepada Naofumi untuk membeli budak karena secara otomatis budak itu akan “diikat” dengan menggunakan semacam mantra sehingga mereka tidak akan pernah mengkhianati Naofumi. Naofumi menerima tawaran tersebut dan akhirnya memilih untuk membeli budak dari pria itu.

My thoughts?

Ini kayaknya judul yang paling ditunggu sejak diumumin beberapa waktu lalu. Yes, ini another isekai anime di mana protagonisnya transmigrasi ke dunia lain. Yes, twist-nya beda, dan boleh dibilang menarik. Jadi ya harus diakui kalo yang tadinya agak-agak “o h great, another isekai” berubah ke “ok, I’m intrigued“. ????

Dimulai dari perubahan sifat protagonisnya yang langsung drastis, dari orang yang tadinya keliatan naif dan hepi, langsung berubah jadi dark karena dipenuhi dendam amarah, plus kehilangan kepercayaan kepada orang lain. Mudah-mudahan ini pertanda kalo akan ada character development yang bagus dan mengalir lancar. Kalo isekai belakangan ini kan yang penting dia dewa, dan dikelilingi banyak gadis. ????

Agak mengingatkan gue ke isekai jaman dulu, Juuni Kokki, di mana tokoh utamanya mengalami berbagai kejadian yang membuat dia jadi berkembang. Cuma bedanya kalo di Juuni Kokki nggak overnight berubahnya. (Recommended untuk ditonton, tapi IMO cukup sampe sekitar eps 40-41, sisa beberapa eps terakhir gak ditonton gak apa-apa ????)

Kalo dari penerawangan infonya di internet, si Naofumi dan ke-3 ksatria lainnya ini nanti akan jadi personifikasi dari Nanatsu no Taizai alias Seven Deadly Sins. Dari episode awal kan sebenernya si Naofumi udah jadi Wrath, Kitamura di awal keliatannya ke Lust dan Envy, Ren ke Greed dan Gluttony, Itsuki ke Pride. Tinggal Sloth yang belum tau ke siapa. ????

Dengan menonton episode 1 (yang lumayan panjang, 45 menitan), gue rasa gue mulai bisa memaklumi kenapa hype-nya agak tinggi. Protagonisnya pindah dunia tapi cuma semalem doang diperkenalkan, besok paginya dia udah jadi outcast akibat fitnah dan langsung dikucilkan. Sementara ya seperti gue bilang tadi, kalo liat isekai lainnya belakangan ini kan malah kebanyakan jadi “dewa”.

Hero Mask

James Blood (seiyuu: Kase Yasuyuki) adalah seorang anggota Special Service of Crime (SSC) yang merupakan sebuah cabang khusus dari kepolisian London dengan angka keberhasilan menangkap penjahat yang tinggi meskipun dalam melaksanakan tugasnya, James seringkali tidak mengikuti protokol yang baku.

Sarah Sinclair (seiyuu: Kaida Yuuko) adalah seorang pengac ara yang merupakan asisten jaksa Monica Campbell (seiyuu: Shibuya Haruka). Dia menyaksikan sendiri kejadian di mana dia seharusnya bertemu Monica dan ketika akan menyeberang tiba-tiba Monica langsung jatuh dan meninggal.

Di upacara pemakaman Monica, James bertemu dengan Sarah dan Sarah mengatakan bahwa dia melihat Monica membawa tas tetapi ketika dia menghampiri Monica untuk menolongnya, dia tidak melihat tas Monica di situ. Hal ini menimbulkan kecurigaan James tentang kematian Monica yang mendadak. Dia meminta Sarah untuk mencoba mencari petunjuk mengenai kasus yang sedang ditangani Monica.

Sarah yang sedang membereskan ruangan Monica setelah kematiannya, secara tidak sengaja menemukan dokumen rahasia yang disimpan oleh Monica dan dokumen itu berisi foto beberapa orang dengan sejenis ‘topeng’ yang mirip seperti lembaran kertas. Sarah kemudian menghubungi James dan ketika dia sampai di kantor SSC, ternyata di situ muncul Grimm (seiyuu: Karasuma Yuuichi), seorang pembunuh sadis yang pernah ditangkap oleh James, dan dikabarkan sudah meninggal di penjara. Grimm yang muncul di kantor SSC itu secara misterius mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa dan dia bisa mengubah wajahnya sesuai keinginan dengan menggunakan semacam topeng seperti yang ada dalam do kumen Monica.

James dan Sarah kemudian memutuskan untuk menyelidiki kematian Monica sekaligus mencari tahu misteri tentang topeng ‘kertas’ yang digunakan oleh Grimm serta misteri tentang kematian beberapa narapidana yang dipenjara di tempat yang sama dengan Grimm. Dan dalam penyelidikannya, James tidak menduga bahwa dia akan bertemu dengan seseorang yang dikenalnya di masa lalu, dan sekarang dia harus berhadapan dengan orang itu.

My thoughts?

Mirip dengan Psycho-pass di beberapa poin, tapi juga nggak plek sama. Jadi kalo suka dengan tipe crime-fighting dengan twist, mungkin akan seneng ngikutin serial ini. Meskipun menurut pendapat gue ya, yang ini masih kurang greget sih (dan jangan dibandingin sama Psycho-pass S2, karena terus terang gue nggak be gitu suka yang S2. Hahaha)

Penceritaannya lumayan cepet juga, dari mulai menetapkan latar belakang cerita dan memperkenalkan karakter-karakter utamanya, meskipun gue sempet ‘miss’ waktu menceritakan latar belakang Harry Creighton (seiyuu: Uchiyama Kouki) karena memang pas nonton episode itu agak ngantuk ???? tapi cukup jelas untuk diikutin setelahnya.

Kalo ditelusurin lebih jauh, kejadian gue ‘agak ngantuk’ tadi mungkin karena merasa ya agak standar juga sih sebenernya. Maksudnya, dengan memperkenalkan Harry dan ngasih sedikit background kayak gitu, gue udah langsung tau kalo, okay James vs Harry, incoming. Hahaha. Bahkan episode awal yang ‘memperkenalkan’ tokoh Grimm pun rasanya ya datar aja, malah sepertinya setiap kali James menghadapi Grimm, faktor keberuntungan melulu yang berperan, dan berulang. Lucky James. ????

Yang menarik adalah, serial ini diproduksi eksklusif untuk Netflix (lagi). Sepertinya memang Netflix lagi getol-getolnya memproduksi anime-anime untuk ditayangkan, atau tepatnya, di-streaming-kan eksklusif. Ya nggak masalah sih sebenernya, jadi nggak rugi juga langganan. Hahaha. Tapi nggak tau kenapa, kebetulan aja yang gue tonton, aura-nya agak-agak gelap gini (yang lalu gue nonton B the Beginning), naluri kali ya? Atau memang Netflix secara eksklusif milih yang genre-nya begini? ????

Anyway, kalo mau coba nonton, bolehlah. Kan ada gratis 1 bulan tuh dari Netflix. Kebut aja nonton, abis itu terserah mau lanjut langganan atau nggak. Ini bukan iklan Netflix lho ya. ????

Seishun Buta Yarou wa Bunny Girl Senpai no Yume wo Minai

Rascal does not dream of bunny girl senpai

Azusagawa Sakuta (seiyuu: Ishikawa Kaito) sangat terkejut ketika suatu hari sedang berada di perpustakaan melihat seorang anak perempuan yang mengenakan kontum bunny girl (kelinci) berjalan-jalan tetapi anehnya tidak satu orang pun yang menyadari keberadaannya.

Anak perempuan itu adalah Sakurajima Mai (seiyuu: Seto Asami) kakak kelas Sakuta yang dikenal sebagai seorang model dan artis remaja. Pada saat mereka bertemu, Mai sebenarnya sedang berusaha meninggalkan dunia hiburan karena merasa dirinya mengalami banyak tekanan ketika menjalani kehidupan itu. Dia mulai memperhatikan bahwa orang-orang di sekitarnya seperti tidak menyadari keberadaannya, oleh sebab itu dia melakukan eksperimen dengan menggunakan kostum bunny girl dan berjalan-jalan di keramaian.

Keanehan semakin terjadi ketika lambat laun orang-orang di sekitar mereka berdua perlahan-lahan mulai tidak menyadari bahkan tidak mengetahui keberadaan Mai. Seolah-olah tidak pernah ada seseorang yang bernama Sakurajima Mai pernah eksis di dunia.

Apa yang terjadi pada Mai adalah Puberty Syndrome, sebuah fenomena yang terjadi pada orang di usia tertentu dan memberikan dampak pada kehidupan psiko-sosial mereka. Dalam kasus Mai, sebelumnya dia adalah seorang selebrita dan hampir semua orang mengetahui siapa dia, dan ketika dia memutuskan untuk mundur dari dunia hiburan, lambat laun orang seperti “melupakan” dirinya dan dia seolah-olah “menghilang” dari dunia karena tidak ada satu orang pun yang menyadari keberadaannya.

Sakuta sebagai satu-satunya orang yang bisa “melihat” Mai, memutuskan untuk membantu Mai menghadapi sindroma itu. Dia berusaha membuat dunia “mengetahui” bahwa Mai adalah seorang manusia yang hidup dan eksis di dunia mereka sebagai seorang pribadi, bukan hanya sebagai seorang model atau aktris terkenal. Untuk itu, Sakuta pun memberikan dukungan penuh kepada Mai untuk menjalani kehidupannya baik sebagai seorang pelajar, maupun sebagai seorang selebrita yang terkenal.

Setelah kejadian dengan Mai, Sakuta kemudian menghadapi beberapa anak perempuan dengan Puberty Syndrome selain Mai, termasuk adik kandungnya sendiri, tetapi masing-masing dengan manifestasi yang berbeda. Sakuta pun harus menghadapi berbagai macam variasi fenomena psiko-sosial yang ditimbulkan oleh puberty syndrome dari masing-masing anak perempuan itu, dan dalam setiap usahanya, Sakuta selalu bercerita kepada Mai dan kadang bahkan mendapatkan dukungan dan bantuan dari Mai yang pada saat itu sudah menjalin hubungan dengan Sakuta.

My thoughts?

Agak telat bahasnya… hahaha.

Kalo diliat sepintas memang kayak your typical teen-romance-harem anime. Satu cowok dengan banyak cewek, masing-masing dengan problematika sendiri. Sedikit perbedaan yang paling mencolok adalah hubungan antara Sakuta dengan Mai. Dan adanya fenomena “Puberty Syndrome” itu tadi tentunya.

Hubungan Sakuta dengan Mai juga nggak selesai begitu aja setelah Sakuta berhasil “membuat” Mai kembali eksis di dunia dan orang bisa melihatnya lagi. Lalu setelah itu di episode berikutnya Sakuta ganti fokus ke cewek lain. Nggak kayak gitu. Mereka berdua menjalin hubungan yang saling mendukung bahkan saat Sakuta harus “meluangkan” waktu untuk menolong anak perempuan lain (the other harem girls)

Gue pribadi menginterpretasikan “menghilangnya” Mai dari pandangan orang di sekitarnya adalah sebuah manifestasi dari krisis identitas yang dirasakan Mai. Selama ini dia hidup sebagai seorang selebriti di mana semua orang mengenal dia, mengetahui siapa dia, bagaimana kehidupannya, tetapi semua itu adalah apa yang ditampilkan ke publik sebagai ‘wajah’ Sakurajima Mai, sang idola, dengan segala kebaikannya. Sementara ketika dia ingin kembali ke kehidupan pribadinya, sebagai seorang anak remaja bernama Sakurajima Mai, yang biasa saja, bukan seorang selebriti terkenal, dia seperti menjadi ‘bukan siapa-siapa’ yang mudah dilupakan oleh orang, bahkan tidak dikenali sama sekali. Dia berubah dari “selalu menjadi sorotan” menjadi “sama sekali tidak tersorot”.

Di lain sisi, keliatannya penulis Aobuta (iya, itu singkatannya) seneng memasukkan istilah-istilah atau fenomena populer dalam dunia ilmu pengetahuan, seperti: Schroedinger’s Cat, Laplace’s DemonQuantum Teleportation, dll. Meskipun kalo dipikir mungkin ya njelimet nggak jelas, dan IMHO agak terlalu “over” kalo hal-hal seperti itu bisa dicetuskan dari pemikiran anak SMU. Terlalu kompleks untuk dikontraskan dengan cara ‘penyelesaian’ masalah dengan ‘metode’ sederhana yang dipake sama Sakuta. Tapi ya mungkin di situ daya tariknya?

Secara pribadi, gue ngikutin serial ini karena ya itu, untuk ukuran teen romance si penulis berhasil memasukkan elemen-elemen yang bisa dibilang illogical tapi somehow (mungkin) karena njelimet jadinya seolah semua bisa dijejelin ke dalam logika. Bahkan sebenernya reaksi para tokoh yang ada di situ, terutama Sakuta dan Mai (the main charas) menurut gue bisa dibilang abnormal (=illogical) untuk ukuran remaja.

Cara berpikir dan cara mereka berdua dalam menghadapi situasi yang berjalan terasa jauh dari cara berpikir pantaran usia mereka pada umumnya. Contoh sederhana, Sakuta ingin membantu Kaga dengan berpura-pura jadi pacarnya, sementara dia sendiri sedang menjalin hubungan dengan Mai. Dengan level-headed Mai bisa memahami malah cenderung memberikan dukungan, sesuatu yang “ideal”, di mana pasangan bisa saling mendukung, tapi terasa sangat jauh dari kemungkinan bisa terjadi karena dalam hal ini mendukung pasangannya untuk “berpasangan” dengan orang lain meskipun cuma pura-pura dan bukan dalam konteks kerja, misalnya sebagai aktor film berpasangan dengan orang lain dalam melakoni karakter di film yang sedang dikerjakan. Rasanya sih nggak cuma remaja, mungkin yang usianya sudah lebih dewasa juga belum tentu dengan mudah bisa melakukan itu.

Nonetheless, gue bilang sih serial ini bisa direkomendasikan sebagai tontonan untuk genre romance karena ada elemen-elemen yang unik di dalemnya. Agak njelimet kalo ngikutin penjelasan tentang teori-teori ilmiah yang dijejelin ke otak pemirsanya, tapi ya kalo bisa ambil simplifikasi dari teori-teori itu, mungkin akan terlihat ke mana arah yang ingin dituju sama penulisnya. Atau yang lebih sederhana, lupakan istilah-istilah rumitnya, cukup ikutin aja jalan ceritanya, masih bisa kok sebenernya. Cuma ya jangan nyari penjelasan kenapa bisa begitu, cukup dengan “oh ini fenomena ajaib”. Dan sesuatu yang ajaib itu sah-sah aja mau dijelaskan pake gaya apapun. Gitu aja. ????