Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou

From Commonplace to World’s Strongest

Nagumo Hajime (seiyuu: Fukamachi Toshinari) adalah seorang anak yang sangat menyukai anime, manga, dan game. Dia biasa begadang dan tertidur di kelas keesokan harinya. Suatu ketika Hajime dan teman sekelasnya secara misterius “berpindah” ke Tortus, sebuah dunia fantasy di mana manusia berperang melawan monster.

Anehnya, ketika berpindah ke Tortus, Hajime justru menjadi Synergist, kelas yang dianggap paling tidak berguna dan hanya mempunyai 1 skill saja, sementara teman-temannya yang lain menjadi kelas yang jauh lebih baik dari dirinya. Meskipun sering diejek oleh teman-temannya, Hajime tetap berusaha menolong teman-temannya saat sedang dalam kesulitan. Hingga suatu ketika di sebuah dungeon, dalam keadaan terdesak, salah satu dari teman-temannya ternyata berusaha membunuh Hajime.

Hajime yang terjatuh ke dalam jurang harus kehilangan lengan kirinya karena diserang oleh monster-monster dalam dungeon itu. Dalam keadaan luka parah, kelaparan, dan kesakitan Hajime yang tadinya merupakan anak yang baik hati dan selalu berusaha menolong temannya mengalami mental breakdown dan akhirnya berubah menjadi sadis dan berdarah dingin. Dia menemukan kristal kekuatan yang menghasilkan air yang penuh berisi kekuatan magis di dalam gua. Berkat air itu dia bisa bertahan dan dia menggunakan akalnya untuk membunuh monster kemudian memakan dagingnya demi bertahan hidup.

Ternyata akibat dari daging monster yang dia makan, seluruh tubuhnya menjadi berubah dan dia bisa menggunakan skill atau kekuatan yang dimiliki oleh monster tersebut. Hal ini menimbulkan nyeri dan sakit yang luar biasa tetapi berkat air dari kristal tadi, Hajime akhirnya memburu semua monster yang dia temui, memakannya dan mendapatkan kekuatan yang sama seperti monster tersebut. Selain itu, pengetahuan Hajime mengenai beberapa hal juga membantunya untuk menciptakan senjata dari b ahan atau mineral yang dia temukan dalam gua. Dia membuat sebuah senjata berbentuk seperti pistol yang dia beri nama Donner.

My thoughts?

Kalo liat di beberapa tempat diskusi di internet, banyak yang kecewa dengan episode pertama anime ini. ????

(Who) Dia itu siapa? (What) A pa yang terjadi sebelumnya? (When) Kapan dia sampe ke situ? (Why) Kenapa tiba-tiba ada orang yang pengen bunuh dia? (How) Gimana caranya dia punya pengetahuan untuk bikin senjata?

Yang semua itu harusnya ada di light novel nya (kalo nggak salah LN, atau mungkin malah WN ya?). Jadi ya wajar aja kalo rata-rata pada kecewa. Gimana mau relate ke Hajime kalo nggak tau asal muasalnya. Memang ada kilasan-kilasan dikit adegan pas mereka terbawa ke Tortus, terus adegan beberapa jam/hari sebelum mereka masuk dungeon, tapi cuma potongan-potongan adegan yang ya mungkin bisa dibilang nggak memberikan informasi yang signifikan.

Sebenernya banyak juga anime yang episode pertama langsung ke tengah cerita, sambil ada flashback nantinya. Tapi kalo liat di MAL, ini adalah anime 13 episode, termasuk pendek sebenernya. Kebanyakan flashback nanti malah ngabisin slot.

Memang sih kalo dikronologiin secara tayang anime, kayaknya Arifureta yang “ngikutin” anime-anime yang belum lama ini tayang, tapi mungkin perlu disebutin juga, anime ini sebenernya di rencanakan tayang April 2018, alias 1 tahun yang lalu ????, dugaannya adalah terlalu banyak adegan sadis dan berdarah-darah jadi akhirnya harus dikerjakan ulang dan dikurangi elemen kekerasannya, bahkan ada yang komplain karena darah mosternya… bukan merah. Bisa aja sih alasannya, it’s monster’s blood, not humans … ????‍♂️

Masih belum jelas ini layak diikutin atau nggak, mau coba cari source materials-nya tapi kok kayaknya agak males juga mau baca ????. Coba ikutin animenya dulu aja deh sambil liat situasi.

Isekai, Dulu dan Sekarang

Entah kapan pastinya genre ini mulai muncul atau judul (anime) apa yang merupakan pionirnya. Kalau sejauh mata memandang, sepertinya anime genre ini sebenarnya sudah mulai muncul sekitar tahun 80-an. Agak sulit mencari informasi soal anime apa yang pertama kali mengangkat tema isekai, karena mungkin dulu belum disebut sebagai genre khusus seperti sekarang. Pada saat itu animenya memang berlatar belakang isekai, tapi bisa jadi lebih difokuskan atau lebih dikenal dengan genre lain, seperti drama atau mecha.

Dari pengetahuan dan pengalaman pribadi, sepertinya anime dengan sentuhan isekai yang ‘pertama’ (plis, kalo ada yang tau lainnya, feel free to leave a comment) adalah Seisenshi Dunbine yang dirilis tahun 1983. Sinopsis singkatnya bisa dibaca di artikel tsu yang ditulis beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 1980-an, lagi-lagi sejauh pengetahuan pribadi, ada satu judul lagi yang bercerita tentang perpindahan karakter utama dari dunia asli ke dunia alternatif yaitu Chojikuu Seiki Orguss, yang dirilis tahun 1983 juga. Orguss ini boleh dibilang masih ‘sepupu-an’ sama serial Macross, makanya ada beberapa crossover gambar karakter dari Macross muncul di situ.

Popularitas genre isekai ini mulai memuncak di tahun 90-an, di mana muncul judul-judul yang terkenal seperti NG Knight Lamune & 40 (1990), Mahou Kishi RayEarth (Magic Knight RayEarth,1994), Fushigi Yuugi (Curious Play, 1995),
Shinpi no Sekai El-Hazard (El-Hazard: The Magnificent World, 1995), Tenkuu no Escaflowne (The Vision of Escaflowne, 1996), Digimon Adventure (1999), Dual Parallel Lun-lun Monogatari (Dual! Parallel Trouble Adventure, 1999).

Memasuki tahun 2000, anime dengan tema isekai yang terkenal adalah hasil karya Takahashi Rumiko, yaitu Inuyasha (2000) yang menceritakan tentang kisah seorang anak perempuan bernama Kagome yang secara tidak sengaja terjatuh ke dalam sumur misterius di halaman kuil yang ternyata merupakan sebuah lorong yang menghubungkan dunia Kagome dengan dunia yang dihuni oleh manusia dan siluman. Di dunia ‘alternatif’ ini dia bertemu dengan Inuyasha, setengah manusia-setengah siluman anjing.

Selain Inuyasha, judul-judul anime isekai lain yang juga cukup menarik untuk disimak contohnya: Sen to Chihiro no Kamikakushi (Spirited Away, 2001) anime movie besutan Studio Ghibli yang juga merupakan pemenang Academy Award for Best Animated Feature tahun 2002 . Anime isekai pilihan pribadi pada masa itu adalah Juuni Kokki (The Twelve Kingdoms, 2002) karena alur cerita dan perkembangan karakter yang diceritakan sangat bagus dan menarik, walaupun itu berarti harus benar-benar memperhatikan kronologi dan jalan cerita karena saling berkaitan satu sama lain, tapi justru di situ letak kelebihan judul ini. Meskipun, sangat disayangkan, di bagian akhir agak mengambang (untuk versi anime).

Atau salah satu pionir anime* isekai tentang “perpindahan” karakter utama dari dunia nyata ke dunia game, yaitu .hack//sign (2002), 10 tahun sebelum Sword Art Online (2012) muncul dalam dunia anime. (*note: penekanan di anime yang dimaksudkan adalah animasi Jepang, karena kalau animasi secara umum, sudah pernah ada tayangan animasi yang menceritakan perpindahan ke dunia game seperti misalnya, Captain N: The Game Master).

Semua judul di atas sampai dengan yang terbaru saat ini semuanya memang mempunyai kesamaan yaitu mengenai perpindahan sang karakter utama ke dunia yang asing bagi dirinya. Tetapi menurut pengamatan pribadi, ada perbedaan yang sangat signifikan dari anime isekai yang lalu dengan yang mulai bermunculan belakangan ini yaitu: latar belakang karakter utama. Memang tidak semua, dan tidak bisa di-generalisir, tapi coba kita perhatikan. Karakter utama di anime isekai yang muncul belakangan kebanyakan adalah orang-orang yang digambarkan dalam kehidupan aslinya dianggap sebagai stereotip gamer, NEET, atau hikikomori, yang pindah lalu menjadi karakter yang “diangankan” atau “dia ciptakan” ketika dia menjadi karakter game. Semacam alter-ego khayalannya, dan otomatis di dunia barunya dia adalah hero. Jadi dengan berpindahnya dia ke dunia baru, semacam ada realisasi pencapaian dia yang baru bisa terwujud di dunia alternatif, dan tidak bisa dia dapatkan di dunianya yang asli.

Berbeda dengan misalnya, karakter Kagome dari Inuyasha. Dia seorang anak perempuan yang aktif, mudah bergaul, pergi sekolah seperti biasa, menjalankan kehidupan anak perempuan remaja pada umumnya. Atau Shido Hikaru dari Mahou Kishi RayEarth, dan banyak karakter lainnya dari generasi yang lama. Bahkan Nakajima Yoko dari Juuni Kokki pun terlihat berbeda kehidupannya dengan kebanyakan tokoh utama isekai belakangan ini. Mungkin inilah yang membuat para karakter ‘lama’ tadi terlihat lebih menarik untuk diikuti bagaimana karakterisasi mereka berkembang dan terlihat lebih dinamis. Ada sesuatu yang membuat mereka berevolusi dan beradaptasi dengan dunia barunya. Sementara untuk yang sekarang, seperti melihat seorang gamer yang sudah khatam skill-skill dewa, lalu pindah ke dunia lain, dan tentunya mudah sekali bagi dia untuk merapal skill-skill tadi karena memang sudah terbiasa.

Secara umum, bukan mau mengatakan kalau genre ini jelek atau sampah, tapi dengan membanjirnya judul dengan tema yang sama, tentunya akan sangat membosankan kalau jalan ceritanya kurang lebih sama dan mudah ditebak. Yes, dia jago main game, yes, dia udah mencapai level sekian, yes, dia mendapat “bonus item”, yes, dia adalah yang terkuat, dst dst. Terkesan monoton dan repetitif.

Mungkin itu sebabnya sampai-sampai ada sebuah lomba mengarang cerita pendek di tahun 2016 mencantumkan larangan tema isekai ikut serta dalam perlombaan. ???? Penerbit manga/novel besar seperti Kadokawa pun pernah melarang genre yang sama pada perlombaan di tahun 2017. Hal ini menun jukkan adanya semacam “kejenuhan” terhadap isekai. Tapi ya seperti kita ketahui, sampai musim semi 2019 ini, genre isekai masih hidup dan sepertinya masih tetap akan berlanjut. Beberapa judul isekai sebelum tahun 2000-an juga sudah pernah dibahas sebelumnya oleh tsu di animindo. Mungkin bisa jadi acuan untuk memilih judul isekai yang bagus untuk ditonton, bukan sekedar bikin harem di dunia baru. ????

Bonus Info:
Anime 炎トリッパー (Fire Tripper, 1985) dikatakan sebagai “cikal bakal” anime Inuyasha, meskipun agak berbeda di setting dunianya. Kalau Fire Tripper Suzuko time travel ke masa lalu, kalo Kagome ‘pindah’ dunia.

End of Summer 2018

Okey, ini emang bener-bener out of nowhere, soalnya nggak ada cerita tentang summer anime (malas) dan judul apa aja yang gue tonton tau-tau udah kelar musim panasnya. ????

Dari banyak judul musim panas ini, secara pribadi, nggak ada anime yang menurut gue bagus untuk ditonton. ???? Nggak tau kenapa, tapi nggak ada aja yang membuat gue penasaran untuk ikutin per episodenya, nggak sampe nunggu-nunggu next week supaya bisa segera tau lanjutannya, nggak ada rasa cliffhanger di ending tiap episode, atau ya hal-hal sejenisnya lah. ????

Jadi kalo ada beberapa judul musim panas yang dibahas di sini, berarti gue nontonnya ya so-so aja, malah rasanya ya kayak sambil lewat aja. Mungkin bisa dibilang kalo nontonnya ya murni karena (nyari) hiburan aja. Bukan jadi kewajiban juga sih tapi kayak berasa “daripada nggak ada tontonan”. ????

Lupin III Part V

Sebagai awal bahasan, ada peninggalan musim semi yang gue tonton (iya bukan anime musim panas, tau…) tapi malahan menurut gue lebih menarik daripada anime-anime musim panas, yaitu Lupin III – Part V. Yup, ini judul klasik tapi kali ini ceritanya Lupin ada di Eropa dan lebih banyak berada di Perancis, negeri asal muasal tokoh Arsène Lupin (gentleman thief karya Maurice Leblanc) yang (ceritanya) merupakan leluhur Lupin III. Cerita Lupin III sebenernya ya sederhana aja, cerita tentang pencuri legendaris yang selalu berhasil mencuri apapun yang dia inginkan dan itu nggak cuma terbatas di uang, perhiasan atau benda seni. Serunya ya karena si Lupin III ini nggak “ketinggalan jaman”, dia nggak cuma bermusuhan sama Inspektur Zenigata yang berusaha nangkep dia, tapi juga harus berhadapan dengan kejamnya media sosial alias sosmed. Sesuatu yang memang umum terjadi di masa sekarang, dan di dunia nyata. ????

Overlord III

Boring. Jujur season 3 ini tadinya gue harapkan bisa membuat anime summer lebih greget karena ya gue ngikutin season 1 dan 2, tapi sepanjang musim panas (saat ini ditulis udah sampe episode 11, mungkin 1 episode lagi sebelum tutup musim), ceritanya agak boring, banyakan ngomong, dan … boring. ???? M
ungkin karena gue nggak baca versi media cetaknya, tapi justru itu intinya, anime kan dibuat untuk bisa dinikmati secara audio visual dan ‘hidup’, kalo datar aja ya jadinya membosankan. Kalo dibilang di novel/manga nya lebih seru, bisa jadi, tapi karena gue liatnya media anime ya otomatis bilang: nggak seru. Kalo dibilang baca aja novel/manga nya, ya … itu di luar konteks animindo. ????

Angolmois – Genkou Kassenki

Okey, gue nonton ini karena tertarik sama background ceritanya yang berkaitan dengan samurai dan era di mana mereka masih berjaya. Dan di sini samurainya nggak pake basa-basi, kill or be killed. Dicampur sama cerita tentang invasi Mongolia ke Jepang, tapi sejauh pengetahuan gue nggak berkaitan ama tokoh-tokoh sejarah yang beneran ada, jadi cenderung lebih bebas. Yang jelas gue suka sih di sini tokoh utamanya nggak cengeng dan nggak kebanyakan drama. Dia digambarkan berpikir praktis seperti seorang petarung yang sedang berhadapan dengan musuh, dia nggak ragu untuk menebas musuh, dan bahkan memenggal kepala orang yang bertarung bersama dia melawan musuh tapi akhirnya berkhianat. Itupun dia lakukan dengan tetap menjaga kehormatan seorang samurai. Begitu juga dengan yang dia penggal, dia sadar penuh sudah berkhianat dan dia juga bertanggung jawab atas perbuatannya. Secara umum, buat gue ini layak tonton meskipun bukan yang bagus banget karena ya pada akhirnya jujur aja, agak generik, nggak ada sesuatu yang istimewa. ????

Kalopun ada yang gue anggap menarik, adalah karakterisasi tuan putrinya. Yang jelas dia bukan tipe pasrahan, tapi di sini digambarkan juga kalo dia berani mengambil inisiatif pendekatan ke tokoh utama (meskipun dilakukan kalo pas dia lagi tidur, dan nggak cuma satu kali). Nah gue nggak tau apakah memang budaya atau sejarah atau karakter perempuan Jepang di masa itu memang seperti itu, atau ceritanya tuan putri ini memang agak beda dibandingin perempuan lain di masanya. Karena tadinya gue pikir sebagai tuan putri itu dia nggak akan mau/berani ngambil inisiatif seperti itu, paling minimal dia menahan diri sekuat tenaga. Mungkin yang lebih paham budaya Jepang lebih tau (dan yang gue maksud yang beneran mempelajari ilmu budaya, bukan yang cuma kyaa kyaa doang bisanya. ????)

Isekai Maou to Shoukan Shoujo no Dorei Majutsu

Lagi-lagi isekai, alias transmigrasi ke dunia lain. ???? Tema yang mendadak booming (lagi). Padahal sebenernya udah ada sejak lama. Serius. Coba aja baca tulisan tsu beberapa waktu lalu.

Kenapa gue nonton ini? Karena eh karena, liat di medsos katanya di musim panas kali ini, judul isekai inilah yang dibilang masih layak tonton dibanding ama isekai yang satu lagi (ntar gue sebut juga kok ????). Berhubung penasaran ya akhirnya nonton, dan … ya gitu deh. Intinya pindah dunia lain, punya harem, tapi jagoannya orang yang socially awkward alias gak gaul dan skill komunikasinya dengan orang lain sangat buruk karena di kehidupan aslinya dia memang menutup diri. Ceritanya? Biasa aja. Tipikal, player level tinggi masuk dunia seperti gamenya tapi yang lain levelnya di bawah dia, lalu dia harus lawan ‘demon lord’ nya, dikasih twist pengkhianatan dikit di ujung pas mau tamat, but all’s forgiven, trus ya udah, kelar. ????

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria

Nah ini yang sempat disebutkan sebelumnya, berdasarkan sabda para netijen, ini isekai yang terburuk di musim panas. Yang mana dalam hal ini gue setuju. Loh, berarti gue tonton? Iyes, gue tonton. ???? For objectivity! ???? Kalo yang di atas gue bilang ceritanya biasa aja, nah kalo yang ini … gue nggak tau kategorinya apa. ???? Cerita langsung dimulai dengan si jagoan udah ada di isekai, udah ada haremnya, tinggal nambahin beberapa cewek lagi. Kenapa dia bisa sampe ke dunia itu nggak dijelasin, cuma diliatin sekilas-sekilas di opening song. ???? Sepanjang serial juga dijelasinnya cuma seiprit doang. Supaya lebih gajebo, si jagoan bisa komunikasi ama ceweknya di dunia lain dengan menggunakan henpon nya! Damn. Itu providernya canggih banget bisa komunikasi antar dimensi. Hebatnya, itu henpon bisa dicharge tanpa listrik di isekai-nya. Lebih hebat konyolnya lagi, si jagoan bisa “cheat” dengan cara browsing lewat hpnya untuk bisa mengatasi situasi yang dia hadapi. ???? Saran gue sih sederhana, nggak usah ditonton. Hahaha.

Shichisei no Subaru

Anohana dikawin silang ama SAO. Kayaknya itu udah cukup jelas. Geng anak-anak, demen main game online yang model virtual. Coba gue cek daftar hadirnya dulu. Satu cewek meninggal, gang leader-nya jadi menutup diri karena sebenernya dia seneng ama yang meninggal, satu cowok yang seneng ama yang meninggal nyalahin dia, satu cewek yang pendiam seneng ama cowok yang nyalahin leader, satu cewek
yang seksi seneng ama leader tapi leader nggak, satu cowok yang easy going. Yang meninggal, tiba-tiba diketahui masih ‘hidup’ di dunia virtual. Dia muncul di hadapan si leader dan punya 1 keinginan: mengumpulkan lagi teman-teman se-geng-nya. Gimana mau nggak kepikiran Anohana coba? ????

Buat yang nonton Anohana pasti bisa sebutin karakter-karakter itu siapa aja, dan mereka semua ada di anime ini. Cuma di sini hantu yang meninggal bukan keliaran di dunia nyata tapi di dunia virtual. Terus ceritanya ada plot twist di mana ada organisasi/perusahaan yang berusaha mewujudkan kekuatan ‘senses’ para player dunia virtual ke kehidupan nyata. Tapi dangkal banget penjelasan dan upayanya, malah sepanjang serial nggak ada apa-apanya jadi kayak PvP aja. (buat yang biasa main game online, pasti tau kan PvP apaan, kalo nggak ya bisa tanya kakek Wiki). Udah gitu konklusinya cuma ada mereka berhasil reunian lalu di suatu tempat ada berita kalo ada organisasi yang diselidiki ama pihak berwajib karena melakukan percobaan itu. That’s it.

Mungkin anime ini harusnya nggak kayak gini, nggak tau ada hubungannya apa nggak dengan berita bahwa produser anime ini ditangkap pihak berwajib karena diduga menculik seorang remaja … ????

Want to watch

Ada judul yang belum gue liat lebih jauh tapi ada rencana mau gue tonton, Tenrou: Sirius the Jaeger, belum tau bakalan kayak apa, baru sempat liat 2 episode awal jadi belum bisa komen juga. Cuma kok kayaknya netijen adem ayem aja ama judul satu ini. Mungkin kurang menarik? Atau karena bukan isekai, nggak ada harem dan no moe-moe jadi nggak diminati? Nggak tau juga.

Thus ended the summer of 2018