My Top Anime of 2023

2023 memang telah berakhir, namun kenangan yang saya dapatkan adalah cukup luar biasa. Sajian anime yang mengucur deras bagaikan air bah menghibur hari-hari saya tanpa pernah gagal, dan juga distribusi digital sangat membantu fans untuk menikmati anime yang mereka sukai dengan jauh lebih mudah and in turn, membuat kepopuleran anime meroket secara luar biasa
Diantara ratusan anime yang keluar di 2023, ada 15 anime yang menarik perhatian saya, ntah itu secara cerita, design karakter, animasi, musik atau bahkan sempurna di berbagai sisi, yes…. Perfect anime exists
Anw, inilah 15 anime 2023 versi saya.

Oh and as usual, ini judul2 standalone yah, sekuel is in another post

Top Anime 2023


1. Otonari no Tenshi-sama
2023 dibuka dengan anime paling romantis, Otonari no Tenshi-sama atau the Angel Next Door. Anime yang bercerita tentang keseharian Shiina Mahiru siswi SMA teladan yang cantik dan tetangga nya yang juga teman sekelas nya, Fujimiya Amane. Hubungan mereka dan juga pergeseran dari sekadar tetangga menjadi semakin dekat. Season 2 sedang dalam proses pembuatan.


2. Kubo-san wa Mobu wo Yurusenai
Anime Kubo-san yang diangkat dari manga Yukimori Nene ini sebetulnya mulai tayang pada Januari 2023, namun harus molor hingga Juni 2023 untuk 2nd half terakhir. M enceritakan Shiraishi Junta yang mempunyai sinyal keberadaan yang sangat minim membuat dia susah untuk dikenali di lingkungan sekitar, namun tanpa dia sangka Kubo Nagisa, teman sekelas nya selalu dengan mudah menemukan Junta.


3. Oshi no Ko
Anime dengan hype yang sangat luar biasa, dan untung nya studio Doga Kobo mampu menjawab hype tersebut dengan sangat baik. Mulai dari cast yang luar biasa, animasi jempolan hingga opening dan ending yang luar biasa dengan opening “Idol” dari YOASOBI memecahkan berbagai rekor baik di Jepang maupun Internasional. Oshi no Ko juga memulai tren menayangkan beberapa episode sekaligus di tayangan perdana. Season 2 akan ditayangkan di 2024


4. Edomae Elf
Salah satu series underated di 2023. Edomae Elf adalah anime reverse isekai yang sangat berbeda dari anime isekai biasanya. Edomae Elf lebih berkutat di fakta sejarah, terutama sejarah Edo (Tokyo) di masa lalu dan bagaimana persepsi waktu dari 2 makhluk berbeda umur seperti manusia dan elf. Sangat recommended untuk penggemar sejarah Jepang.


5. Skip and Loafer
Salah satu dari banyak anime romance di 2023, namun Skip and Loafer membawa sesuatu yang berbeda yaitu dialog dan storyline yang realistis dan juga alur slowburn yang tidak tergesa-gesa. Saya sangat berharap kisah Mitsumi dan Sousuke ini segera diangkat menjadi live action.

6. Sukina ko no megane wa wasureta
Gadis yang kusuka tidak membawa kacamatanya, hanya dari premise sederhana ini kisah yang diangkat dari manga karya Fujichika Koume ini berhasil menjadi salah satu cerita romcom terbaik di 2023, selain cerita salah satu kekuatan anime ini adalah grafis gabungan antara 2D dan 3D karya studio GoHands.

7. Undead Girl Murder Farce
Salah satu anime underated di 2023. Bergenre detektif namun membawa banyak karakter fantastik seperti vampire, werewolf dan juga based on real life legends seperti Sherlock Holmes dan Prof.M atau Arsene Lupin hingga Jack the Ripper. Bercerita tentang trio Rindo Aya the immortal, Shinuchi Tsugaru si demon killer dan Hasei Shizuku berpetualang dari rural Jepang hingga ke London dan pegunungan Eropa. Anime ini didukung dengan animasi yang mantap, character design yang cantik dan juga opening song yang menggelegar.


8. Sugar Apple Fairy Tale
Apabila anime Jepang diharuskan untuk bersaing dengan Disney Princess modern yang progresif, jawabannya tentu ada pada Anne Halford dari anime Sugar Apple Fairy Tale, tidak hanya dia cerdas, pemberani dan humanis, tapi juga harus bersaing dengan banyak pria yang mendominasi dunia yang digeluti oleh Anne. Romance dalam anime ini tergambar indah, mungkin para story teller di Disney modern juga perlu belajar bahwa good romance masih sangat diperlukan dalam cerita princess seperti ini. Sugar Apple Fairy sekuel juga ditayangkan pada 2023 pada Juli hingga September.


9. Shiroi Seijyo to Kuro Boshi
Entah mengapa Shiro Seijyo to Kuro Boshi seperti nya hanya lewat begitu saja di 2023. Mungkink arena source material nya yang belum dikenal luas atau karena distribusi nya yang ekslusif hanya pada Aniplus. Well apapun itu seri ini sebetulnya mempunyai banyak potensi seperti karakter design oleh Kazutake Hazano, yang menangani awal2 kelahiran Otonari no Tenshi-sama, artstyle yang manis dan lembut dari studio Doga Kobo, sountrack indah dari ClariS dan yang terpenting kisah cinta yang sangat wholesome antara Cecilia dan Lawrence. Mungkin series underated ini di masa depan lebih mendapatkan perhatian.


10. Synduality Noir
Salah satu dari sedikit anime original pada 2023. Synduality Noir adalah anime mecha produksi studio Sunrise (Bandai Namco Filmworks), jadi sudah dipastikan bahwa backing untuk anime ini adalah cukup luar biasa, dengan desgin mecha oleh designer terkenal Ippei Gyoubu yang telah berpengalaman di dunia Gundam, Sutradara Yamamoto Yuusuke yang pernah menangani Keroro Gunsou serta seabrek voice talent yang luar biasa termasuk Koga Aoi, MAO hingga Ishikawa Yui. Noir part 2 akan tayang pada 2024.


11. Sousou no Frieren
Salah satu anime dengan hype yang luar biasa di 2023. Dan dengan sangat meyakinkan studio MadHouse merealisasikan hype tersebut dengan nilai 10. Frieren, menurut saya adalah anime sempurna di segala lini. Story, dialog, pacing, editing, musik, sound effect hingga voice acting dan ANIMASI semua nya sempurna. Frieren adalah tipe anime yang harus disaksikan sendiri untuk menikmati kesempurnaan nya. Kelanjutan Frieren akan dilanjutkan Januari hingga Maret 2024.


12 . Shangrila Frontier
Anime dengan latar belakang video game VR tentu bukan merupakan hal yang asing. Namun Shangrila Frontier membawa sesuatu yang segar dengan penggambaran yang mendekati sempurna untuk dunia game, terutama untuk mereka yang akrab dengan tipe JRPG. Ditambahlagi dengan animasi yang smooth dan soundtrack yang mantap serta karakter2 yang unik dan juga motivasi si karakter utama untuk memainkan game ini membuat Shanfuro sangat layak untuk ditonton dan ditunggu season berikut nya.


13. Kimi no Koto ga Daidaidaidaisuki na 100-nin Kanojo (Hyakkano)
Anime harem seakan mengalami rennaisance di 2023, dengan season 2 Kanojo mo Kanojo dan juga Hyakkano. Anime yang bercerita tentang Aijou Rentaro yang mengalami nasib buruk soal kehidupan cinta nya, menerima berkah dari Dewa bahwa dia akan ditakdirkan untuk bertemu dengan 100 orang gadis (dan tidak lagi gadis) untuk menjadi pacar Rentaro. Penceritaan bergaya komedi satir, 4th wall breaking dan banyak referensi dari pop culture Jepang membuat Hyakkano adalah contoh how to make a good Harem anime. Hingga akhir Desember sudah 6 pacar yang ada di pelukan Rentaro. Sekuel anime sudah di pastikan untuk diproduksi.

14. Hoshikuzu Telepath
Salah satu entry terunik di 2023, Hoshikuzu Telepath (Stardust Telepath) menceritakan tentang Konohoshi Umika yang sangat pemalu dan socially awkward bermimpi untuk pergi keluar angkasa dan bertemu dengan makhluk asing karena dia merasa tidak diterima oleh manusia bumi. Pada hari pertama dia masuk SMA dia bertemu dengan gadis ekstrovert Akeuchi Yu yang mengaku sebagai alien. Anime dengan aroma yuri yang kuat ini sebetulnya sangat menarik dalam konsep dan eksekusi, namun saying ada sesuatu di cerita Hoshitele yang membuat saya tidak seberapa sreg. Namun design karakter dan musik yang indah masih memberikan kepuasan.


15. 16 bit Sensation
Anime yang berlatar belakang pembuatan suatu kreasi seni sudah banyak, manga, anime, stage play. Namun pembuatan eroge (Erotic Game) ? hanya 16bit Sensation yang punya. Anime yang berdasarkan manga independen karya Tamiki Wakaki, anime ini mengambil jalan cerita berbeda dengan manga nya. Bercerita tentang Akisato Konoha kreator art yang menjadi pegawai di sebuah studio game di tahun 2023, Konoha bercita-cita untuk membuat eroge nya sendiri, tidak disangka kesempatan tersebut datang di tahun 1992. 16bit Sensation adalah passion project, hal ini terlihat dari banyak nya kolaborasi, banyak nya referensi dari dunia eroge dan juga keberanian dari staff untuk menggabungkan berbagai genre dari time travel, production hingga sci-fi. Namun aneh nya genre gabungan ini terasa sangat familier untuk saya yang sangat menikmati eroge di akhir 90 dan awal 2000 an.

A.D. Police, “Sisi Lain” Dari Bubblegum Crisis

Buat yang suka genre cyberpunk, dan suka anime 90-an, pasti tidak asing dengan judul Bubblegum Crisis (okay, yang pertama keluar memang tahun 1987, dikit lagi 90-an lah) karena BGC ini merupakan salah satu anime yang populer di era 90-an. Berlatar belakang tentang kehidupan dunia di masa depan, di mana manusia bisa mendapatkan implan sibernetik dan dibantu oleh ‘manusia buatan’ seperti android atau robot yang disebut Boomers. Teknologi boomers ini terkadang mengalami gangguan dan pada akhirnya boomers yang seharusnya membantu justru akhirnya malah mencelakai manusia. Dalam BGC, tentunya para heroine kita adalah sekelompok orang yang menggunakan semacam combat suit untuk melawan boomers yang berserk itu… di luar jalur hukum. Lah? Iya, karena pihak yang berwenang sebenarnya adalah … AD Police (ADvanced Police). Kebetulan aja di BGC ada tokoh AD Police yang bernama Leon, dan dia ini ceritanya tertarik ke main heroine. Sisanya, ya AD Police itu kayak kesatuan abal-abal yang kerjaannya ya cuman jadi bulan-bulanan boomers.

ini yang namanya Bubblegum Crisis, bukan AD Police

AD Police kemudian dibuatkan OVA (Original Video Animation) pada tahun 1990 dan mengambil setting cerita sekitar 5 tahun sebelum cerita dalam BGC dimulai. Dan tentu saja ada Leon, yang ceritanya masih termasuk anak baru di kesatuan A.D. Police. Terdiri dari 3-episode, yang masing-masing punya cerita terpisah, dengan judul: Maboroshi no Onna (Phantom Woman), Za Rippa (The Ripper), dan Shita o Kamu Otoko (The Man Who Bites His Tongue). Untuk ceritanya, hmm, mungkin lebih baik ditonton sendiri ya.

Sesuai judulnya, AD Police jelas lebih fokus ke kesatuan polisi yang dibentuk untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh boomers. Bahkan dalam hal ini, AD Police OVA malah justru lebih jelas menceritakan bahwa boomers itu ya robot, ya AI, ya punya organ buatan seperti manusia, jadi campur aduk. Dijelaskan juga, kalau manusia yang pasang implan sampai melebihi 70% dari tubuhnya, maka dia kan dikategorikan sebagai … Boomeroid (wow, kreatif sekali). Hal lain yang tidak dijelaskan di BGC (seinget gue) adalah A.D. Police nggak bisa langsung tembak/hancurkan boomers, harus minta persetujuan tertulis dari ownernya baru boleh dihancurin, dan kalau seseorang sudah masuk kategori boomeroid, ya dia akan diperlakukan sama seperti boomers dan ditangani oleh A.D. Police, bukan oleh polisi ‘biasa’.

Tokoh yang dimunculkan di OVA ini, ya bisa dipastikan adalah Leon McNichol yang juga muncul di BGC. Selain Leon, ada juga Gina Marceau, salah satu ‘veteran’ di kesatuan AD Police yang lengan kanannya merupakan implan (tidak dijelaskan juga awalnya kenapa diganti dengan lengan implan). Kedua tokoh ini konsisten muncul di ketiga episode OVA, sementara yang lain, tokohnya ya muncul pas di episode tertentu saja.

Secara karakter, hmm, ini nih. Leon being Leon, ya tetep aja jadi side character, sama aja dengan peran dia di BGC (emang udah nasib dia mungkin). Bahkan rasanya malah beneran nggak signifikan, ibaratnya diganti “Anggota Polisi A” juga nggak apa-apa. Gina juga nggak terlihat sebagai lead character. Di Za Rippa, ada polisi normal yang diperkenalkan, Iris Cara, tapi ini juga cuma karakter lewat aja. OVA ke-2 ini lebih difokuskan ke Caroline Evers, si boomeroid yang merelakan organ-organ kewanitaannya diganti dengan organ sibernetik demi karirnya, tapi akhirnya ditinggal selingkuh oleh suaminya yang lebih memilih pelacur yang dia sebut “real women”. Sementara OVA 3 bercerita di mana seorang anggota AD Police, bernama Billy Fanword, terluka parah sehingga akhirnya seluruh bagian tubuhnya diganti sibernetik kecuali otak dan lidahnya, itu sebabnya dia sering menggigit2 lidahnya karena baginya itu adalah satu-satunya sensasi yang bisa dia rasakan dan mengingatkan bahwa dirinya adalah manusia. Pada akhirnya Billy lepas kendali karena ‘overdosis’ stimulan, dan membantai orang di markas AD Police. Jadi kayak RoboCop tapi gone wrong.

Secara cerita, sebenarnya masih oke. Sebagai prequel, OVA ini berusaha menjelaskan kondisi kehidupan masyarakat yang mulai diperkenalkan ke boomers, dan teknologi implan yang mulai menjadi alternatif ‘solusi’ bagi manusia untuk berbagai alasan atau keperluan. Latar belakang suasananya terasa lebih ‘gelap’ dibandingkan BGC, tentunya dengan adegan kekerasan yang lebih berdarah-darah dan nudity yang sering ditemukan di OVA 90-an. Semua cerita disampaikan tanpa berbelit-belit, mungkin agak membingungkan ketika harus menjelaskan jadinya si boomers itu apa dan dari ketiga episode, bisa dibilang yang memang murni boomers dan going berserk itu cuma Maboroshi no Onna, sementara yang 2 lagi kategorinya boomeroid, alias (at least) 30% (or less) masih manusia.

Overall menurut pendapat pribadi, yang bikin terasa kurang greget adalah AD Police-nya sendiri yang menjadi judul dari anime ini, perannya hambar banget. Bahkan Leon atau Gina (terutama Leon, yang menjadi ‘penghubung’ antara OVA ini dengan BGC) perannya keliatan sedikit lebih banyak di OVA pertama aja, karena si boomer ‘tergila-gila’ sama tembakan Leon (tembakan senjata api beneran ya, bukan tembakan lain). OVA ke-2 ada si Iris tapi juga bukan dia fokusnya, udah gitu dia juga bukan anggota AD Police. Lalu OVA ke-3 lebih fokus ke Billy dan uhh… fetish-nya Takagi (ilmuwan yang mengubah Billy). Gina yang (ternyata) mantannya si Billy ya cuma berperan menyampaikan final blow-nya aja.

Pada akhirnya, sepertinya memang tidak ada ‘tokoh utama’ dalam OVA ini, tapi lebih fokus ke tema/cerita yang menyorot ke ‘menghilangnya’ batas antara manusia dengan mesin, bahkan nyenggol masalah gender dalam persaingan karir.

Mungkin salah satu yang membuat OVA ini rada ‘tanggung’ adalah bahwa produksinya terhenti setelah episode 3 karena Artmix (studionya) mengalami kebangkrutan. Otomatis ya pasti produksi terhenti, dan meskipun akhirnya diambil alih oleh Anime International Company (AIC), tapi sepertinya memang diputuskan untuk tidak diteruskan.

Anyway, kalau pengen tau awal-awal boomers muncul, ya nonton OVA ini sebagai perkenalan dunia yang ada di Bubblegum Crisis. Cerita yang diangkat terasa lebih serius dan dark, dan penyampaiannya nggak bertele-tele. Kalo soal peran AD Police-nya atau khususnya Leon, ya sama aja sih dengan yang di BGC. Gitu-gitu aja.

Terus terang susah nyari streaming legal-nya (nggak ada juga kayaknya), di retrocrush.tv pernah ada (ada iklannya 3 tahun yang lalu), sekarang kayaknya yang ada cuma BGC dan A.D. Police: To Protect and Serve yang berupa serial TV (yang ini kurang tau).

Terakhir, sebelum lupa, ratingnya dewasa ya.

Lagu Anime Tidak Berbahasa Jepang

Soundtrack adalah salah satu daya tarik dari sebuah anime. Kadang malah soundtracknya lebih populer (atau lebih “bagus”) dibanding animenya sendiri. Sejak jaman internet baru mulai ada di Indonesia, dan sejak ada fo rmat .mp3, mulai banyak bertebaran file-file lagu anime di internet (remember winmx, winny, audiogalaxy, mIRC? anyone?). Tentunya kebanyakan adalah lagu berbahasa Jepang karena ya memang animenya berasal dari sana. Tapi, ada juga anime2 yang menggunakan lagu dalam bahasa non-Jepang, seperti bahasa Inggris, Rusia, Latin, bahkan Icelandic (lagu Von dari Zankyou no Terror). Malah ada yang bahasa ‘buatan’ alias pencipta lagunya yang bikin bahasa baru, emang murni dikarang jadi kayak gibberish. Beberapa di antaranya malah merupakan lagu yang dinyanyikan oleh artis dari Barat seperti Duran Duran, Oasis, Mr. Big, dan Radiohead.

Berikut ini mari kita coba untuk bikin daftar lagu dalam anime (belum tentu sebagai opening atau ending) yang menggunakan bahasa non-Jepang. By the way, di list ini ada 30, tapi ya masih ada lagi yang lainnya, cuma kayaknya 30 udah cukup banyak lah ya.

Canta Per Me sung by Kaida Yuriko (Noir, 2001)

Salva Nos sung by Kaida Yuriko (Noir, 2001)

Cras Numquam Scire sung by Yucca (Dantalian no Shoka, 2011)

Falling Down by Oasis (Higashi no Eden, 2009)

Duvet by BOA (Serial Experiments Lain, 1998)

Inner Universe by Origa (Ghost in the Shell – Stand Alone Complex, 2002)

Lithium Flower by Scott Matthews (Ghost in the Shell – Stand Alone Complex, 2002)

Shine by Mr. Big (Hellsing, 2001)

Forest by Emily Bindiger (El Cazador de la Bruja, 2007)

In the Land of Twilight, Under the Moon sung by Emily Bindiger (.hack//SIGN, 2002)

Servante du Feu sung by Matthieu Ladouce (So Ra No Wo To, 2010)

Volevo un Gatto Nero sung by MEG (Norageki!, 2011)

Étoile et Toi (édition le blanc) sung by Clémentine and Ainhoa (Kizumonogatari: Reiketsu, 2017)

Blumenkranz sung by Cyua (KILL la KILL, 2013)

Bratja sung by ? (Hagane no Renkinjutsushi, 2003)

The Light Before We Land by The Delgados (Gunslinger Girl, 2003)

Girls on Film by Duran Duran (Speed Grapher, 2005)

Stray sung by Steve Conte (Wolf’s Rain, 2003)

Gravity sung by Sakamoto Maaya (Wolf’s Rain, 2003)

Katyusha sung by Kanemoto Hisako, Uesaka Sumire (Girls und Panzer, 2012)

Vogel Im Kafig sung Cyua(?) (Shingeki no Kyojin, 2013)

Von sung by ? (Zankyou no Terror, 2014)

The Sore Feet Song sung by Ally Kerr (Mushishi, 2005)

SHIVER sung by Lucy Rose (Mushishi Zoku Shou 2nd Season, 2014)

Lillium sung by Kumiko Noma (Elfen Lied, 2004)

Fly Me to the Moon sung by Claire (Shinseiki Evangelion, 1995)

Scarborough Fair sung by Yamada Tamaru (Shuumatsu Nani Shitemasu ka? Isogashii Desu ka? Sukutte Moratte Ii Desu ka?, 2017)

Rain sung by Yamane Mai (Cowboy Bebop, 1998)

Kiri sung by MONORAL (Ergo Proxy, 2006)

Paranoid Android sung by Radiohead (Ergo Proxy, 2006)