Nobunaga the Fool

the-fool-newtype

Apa yang terjadi ketika tokoh-tokoh legendaris dari dunia Barat, bertemu dengan tokoh-tokoh yang berasal dari dunia Timur? Ditambah lagi dengan setting latar belakang budaya dan teknologi yang benar-benar berbeda dengan yang kita kenal di dunia nyata?

Dikisahkan bahwa pada awal penciptaan, terbentuklah 2 planet yaitu planet Timur dan planet Barat yang terhubung dengan Amanohashidate (Bridge of Heaven). Masing-masing planet mengalami perubahan sejarah dan akhirnya hubungan antara keduanya terputus. Planet Barat mengalami peperangan panjang sebelum akhirnya mereka mencapai perdamaian dan bernaung di bawah satu raja, King Arthur. Dengan begitu, planet Barat mengalami kemajuan lebih pesat dalam berbagai bidang.

the-fool-west-dragon

Sementara itu di planet Timur, peperangan masih terus terjadi antara para pemimpin yang ingin saling menguasai. Sebagai akibatnya, planet Timur cenderung masih berada dalam masa-masa kekacauan dan selalu berperang satu sama lain.

Jeanne Kaguya D’Arc (seiyuu: Hikasa Youko) adalah seorang perempuan dari planet Barat yang selalu bermimpi bahwa dia akan bertemu dengan y
ang disebut sebagai penyelamat dunia (Star Messiah) yang akan menyelamatkan kedua dunia itu. Dia sendiri diramalkan akan menjadi seseorang yang akan menyelamatkan dunia meskipun sebagian besar masyarakat tidak mempercayainya. Sebagai akibatnya, Jeanne sering dikucilkan oleh masyarakat karena dianggap sebagai orang sesat.

Suatu ketika datang seorang pria yang mengajak Jeanne untuk menyelidiki kebenaran mimpi-mimpi Jeanne dengan cara mendatangi planet Timur. Dia adalah Leonardo da Vinci (seiyuu: Sugita Tomokazu), orang yang dikatakan sebagai “The One Who Observes The World“, di mana bagi Leonardo, apa yang terjadi (dan akan terjadi) merupakan sesuatu yang ingin dia pelajari dan dia mendapatkan ijin dari Kin
g Arthur untuk melaksanakan hal itu. Sekaligus dia ingin menguji coba sebuah mecha buatannya yang dikatakan merupakan salah satu mecha terkuat yang pernah dicipt
akan. Dengan bantuan Magellan (seiyuu: Matsuoka Yoshitsugu), mereka pergi ke planet Timur tetapi tiba-tiba Jeanne merasa mendapat sebuah ‘panggilan’. Da Vinci pun membantunya untuk pergi sekaligus membawa mecha buatannya. Hal ini membuat mereka berdua dikejar oleh pasukan planet Barat.

the-fool-east-dragon

Di planet Timur sendiri pada saat yang bersamaan, Oda Nobunaga (seiyuu: Miyano Mamoru), salah satu putra pemimpin klan Oda sedang bersantai di hutan bersama kedua orang sahabatnya. Dia berada di sana untuk menghindari upacara adat yang sedang diadakan oleh orang tuanya. Nobunaga mendapat julukan “Nobunaga the Fool” (the greatest fool of the day) dari orang-orang karena dia sepertinya sama sekali tidak menunjukkan perilaku yang ‘seharusnya’ sebagai putra dari pemimpin sebuah klan. Nobunaga sendiri juga sering mengalami mimpi-mimpi yang dia sendiri tidak mengerti apa maknanya, tetapi di antara mimpi itu, dia mer
asa melihat seorang perempuan yang wajahnya mirip dengan Jeanne.

Tiba-tiba Toyotomi Hideyoshi (seiyuu: Kaji Yuuki) salah satu sahabat dekatnya mengatakan bahwa dia melihat pasukan dari klan lain sedang mendekati salah satu benteng milik klan Oda. Nobunaga segera menuju benteng yang dimaksud dengan tujuan untuk memperingatkan mereka, tetapi orang-orang di sana tidak mempercayainya. Sebagai akibatnya, peperangan di situ tidak dapat dihindari dan akhirnya banyak korban yang jatuh dari pihak klan Oda. Melihat hal itu, Nobunaga kemudian bersumpah bahwa dia akan mencari kekuatan untuk mengubah dunia dan dia didukung oleh 2 orang sahabatnya, Hideyoshi dan Akechi Mitsuhide (seiyuu: Sakurai Takahiro).

Pada saat itulah mereka melihat pesawat yang ditumpangi oleh Jeanne dan Da Vinci jatuh tidak jauh dari tempat mereka berada. Nobunaga segera menghampiri pesawat itu dan mencoba menolong Jeanne. Pasukan planet Barat yang mengejar mereka menyerang pesawat tersebut karena mereka ingin menghancurkan semuanya supaya mecha terbaru yang ada di dalam pesawat tersebut tidak jatuh ke tangan orang lain.

Nobunaga yang berusaha menolong Jeanne akhirnya membawa Jeanne ke dalam mecha tersebut dan ketika dia berada di dalam kokpitnya, terdengar suara yang mengatakan bahwa mecha tersebut adalah mecha istimewa yang hanya akan dapat diaktifkan oleh orang yang terpilih, dan Nobunaga pun berhasil mengaktifkannya untuk melawan pasukan yang menyerang mereka.

charas-nobu-the-fool

 

My thoughts?

Ternyata sebenernya Nobunaga the Fool ini bukan cuma muncul dalam bentuk anime tapi juga semacam pementasan teatrikal yang dua-duanya dibua
t oleh Kawamori Shouji yang terkenal sebagai pembuat anime dan mecha designer dari banyak anime dan game; seperti Macross series, Sousei no Aquarion, Vision of Escaflowne, dll

Dari sisi cerita, menarik juga sih konsepnya menggabungkan tokoh-tokoh terkenal di dunia barat dan timur (tapi tetep penyelamatnya dunia ada di timur …  sama juga kalo holiwut ya yang nyelamatin ada di barat). Cuma konsep 2 dunia yang misah ini agak-agak ngingetin ama konsep dasarnya Aquarion.

Ditambah lagi ama mecha di bawah supervisi Kawamori, yang so far gue selalu suka ama designnya.  Lalu beberapa seiyuu beken juga ikutan ngisi di anime ini, itu juga punya nilai tersendiri.

Anyway, kayaknya gue bakal nonton yang ini, karena faktor Kawamori-nya. 

 

LINKS:

Witch Craft Works

wcw-key

Takamiya Honoka (seiyuu: Kobayashi Yusuke) adalah seorang murid SMU biasa yang cenderung suka menyendiri dan pendiam. Dia jarang berinteraksi dengan teman-teman sekolah dan sekelasnya. Setiap hari saat berangkat sekolah dia selalu berada dalam satu bus dengan Kagari Ayaka (seiyuu: Seto Asami), teman sekelasnya yang merupakan anak perempuan paling populer di sekolah. Postur tubuhnya tinggi dan wajahnya cantik tetapi cenderung tidak menunjukkan ekpresi apa-apa. Kedua anak ini tidak pernah berbicara satu sama lain. Bahkan di kelas, meskipun Ayaka duduk di sebelah Honoka tetapi keduanya hampir tidak pernah berinteraksi. Selain karena keduanya memang pendiam, bagi Honoka interaksi sekecil apapun bisa berakibat dirinya di-bully oleh para “penggemar” sang “Princess”.

 

Suatu hari, Honoka yang kebagian tugas piket sekolah, mendapat tugas membawa sampah keluar. Tiba-tiba dalam keranjang sampah yang dibawanya, muncul sesuatu seperti telinga kelinci. Ketika Honoka mengangkatnya, ternyata telinga tersebut memang telinga dari boneka kelinci dengan tulisan di badannya yang mengatakan bahwa akan ada “bangunan sekolah yang jatuh”, kemudian ketika melihat ke atas, Honok
a sangat terkejut karena menara jam sekolahnya rubuh dan akan segera menimpa dirinya.

wcw-bunny-note

Ketika membuka matanya, Honoka ternyata sedang digendong oleh Ayaka dan keduanya … terbang. Ayaka memakai kostum yang menyerupai penyihir (witch), dan mereka be
rdua mengapung di udara di atas sapu terbang milik Ayaka. Selain bangunan yang runtuh, mereka berdua juga diserang oleh sekelompok robot kelinci. Gerombolan kelinci itu, tanpa alasan yang jelas (bagi Honoka), berusaha untuk menangkap Honoka. Ayaka mengatakan bahwa dia akan melind
ungi Honoka dan untuk itu dia menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan api.

wcw-bunny-army

Ayaka mengatakan kepada Honoka bahwa Honoka adalah princess-nya dan dia akan melindungi Honoka dari witch lain yang berusaha menangkap Honoka. Meskipun belum mendapatkan penjelasan dari Ayaka mengenai semua kejadian itu, Honoka akhirnya mau menerima perlindungan dari Ayaka. Dia pun baru menyadari bahwa selama ini Ayaka telah melakukan hal itu dengan diam-dia
m, jadi keberadaan Ayaka yang selalu dekat dengan Honoka sebenarnya dilakukan untuk bisa berada tidak jauh dari Honoka.  Dan karena sekarang Honoka sudah tahu tentang hal itu, maka Ayaka sendiri merasa bahwa sekarang dia tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi dan lebih banyak menemani Honoka. Bagi Honoka hal ini tentu punya ‘efek samping’ yang kurang menyenangkan, dia dimusuhi oleh sebagian besar murid di sekolah yang merupakan penggemar berat Ayaka.

wcw-transfer-witches

Suatu hari, datang lima orang murid transfer baru ke kelas Honoka, dan Ayaka mengatakan bahwa kelima orang itu adalah para witch yang mengincar Honoka …

wcw-ed

 

My thoughts?

Ini salah satu anime yang ditunggu banyak orang kayaknya. Di animenya belum dijelaskan kenapa para witch itu mengincar Honoka (kalo di manga udah … Spoiler!). Yang bisa gue sebutin di sini mungkin adalah bahwa ceritanya di dunia WCW ini para witch itu terbagi dalam 2 kelompok, “Workshop Witches” dan “Tower Witches”. Kelompok yang pertama adalah kelompok penyihir yang menggunakan kemampuan mereka untuk melindungi dunia dari Tower Witches yang menggunakan kemampuan mereka untuk membuat kekacauan.

Secara sepintas, pembukanya sangat-sangat generik. “Seorang murid sekolah biasa, tidak populer … Seorang murid sekolah ‘luar biasa’ populer … dst”. Yang sebenernya udah ketauan kalo yang murid sekolah
biasa itu pasti akan jadi nggak biasa. Deshou?

Kalo gue liat, yang bikin menarik, atau bikin orang pada suka, mungkin adalah konsepnya yang … ‘terbalik’. Si Ayaka digambarkan sebagai cewek dengan fisik yang tinggi dan Honoka, yang cowok, lebih pendek (sebenernya Ayaka-nya yang lebih tinggi dari rata-rata anak sekolah mereka). Dan Ayaka menyebut Honoka sebagai princess (tuan putri)-nya. Biasanya kan yang cewek yang dilindungi oleh si cowok dan yang cowok ya physically pasti beda dengan yang cewek. Jadi yang satu ini termasuk yang nggak ngikuti stereotype.

Dan … kalo melihat ke ‘keterbalikan’ itu tadi, bisa jadi si cowoknya bakalan keliatan kayak Damsel in Distress kalo nggak mau dibilang PITA … 

And expect trivia coming soon …

LINKS:

Anime, Pajak Bea Masuk, dan Bajakan

NB: berdasarkan masukan dari beberapa komen, meskipun sama-sama pungutan yang diberlakukan oleh negara, tapi ada perbedaan definisi ‘bea masuk’ dan ‘pajak’ . Di surat yang gue pajang di sini ada rincian bea masuk dan pajak. Karena waktu kejadian semua petugas yang berinteraksi dengan gue (personally atau by phone) nyebut biaya yang harus dibayar itu sebagai ‘pajak’, sebagai awam ya gue ikutin itu. Terima kasih atas informasinya.

Kalimat pembukanya sok puitis biar agak dramatis dikit hehehe… Jadi begini ceritanya … *auuuuu … BGM: musik pelem horor …

tiket

Sekitar pertengahan bulan Maret 2013, kalo masih pada inget, kan ada tuh event di Jakarta yang berkaitan dengan dunia per-anime-an, yang disebut dengan JIMPACT. Sebagai penggemar anime, tentunya gue menyempatkan diri untuk nonton salah satu film yang ditayangkan, yaitu 009 RE:CYBORG. Lagipula, itu salah satu anime yang gue tonton waktu awal-awal kenal anime jaman dulu. Malah sempet juga nonton Cyborg 009 yang masih item putih (!). Singkat kata singkat cerita, abis nonton Francoise err … 009 itu, jadi kepingin punya alias mengkoleksi filmnya. Sebagai penggemar yang baik, tentunya pengen mengkoleksi barang aslinya, bukan copy-an atau ya … bajagan. Kebetulan juga udah sering beli barang sejenis dari Jepun lewat toko online langganan yang, for me, the best. Setelah browsing di toko itu, mereka bilang deluxe edition akan dirilis tanggal 22 Mei 2013 jadi kalau mau pesen dulu. Lagi-lagi karena udah biasa, ya sudah oke saja. Apalagi ada embel-embel Deluxe Edition, dapet bonus berisi 1 BD 2D, 1 BD 3D, 1 lagi dokumenternya, dapet booklet, dan dapet bonus 2 foto. Excited dong. Orderan sudah oke, tinggal tunggu tanggal rilis.

deluxe-009

Sampai suatu ketika hari yang dinantikan pun tiba! *jreeengggg… eng-ing-eng… Dapet e-mail dari tokonya, barang udah dikirim dan karena itu lumayan mahal (buat gue ya mahal, maklum gaji rakyat jelata), nggak berani lah ambil resiko lewat pos biasa. Takutnya kalo lost, nggak bisa dilacak. Jadilah minta dikirim pake pos tercatat alias E*S (ciee… pake disensor. Sok misterius). Udah gitu, kalo pake pos biasa, biasanya baru nyampe paling cepet 2 minggu (paling lama sebulan) dari sejak dikirim, kalo lewat kurir akan lebih cepet sampainya. Dan bener aja, seperti biasanya, gue akan dapat surat panggilan dari kantor pos yang menerima barang itu. Di surat itu biasanya tertulis jumlah pajak yang harus gue bayar untuk “menebus” paket itu di kantor pos. Selama ini, biasanya pajak yang dikenakan ke gue itu di kisaran 10%-20% dari harga yang tertera di nota yang disertakan oleh si toko. Nah, katakanlah barang itu harganya sekitar 10.000¥ berarti kalo rupiahnya sekitar 1 jutaan, maka pajaknya biasanya (yang gue tau) sekitar Rp. 200.000,- (yah, kurang lebih lah). Sebagai warga negara yang baik, dan penggemar yang juga baik, tentunya udah siap dong bayar pajak itu. No problemo. Orang bijak taat pajak. (so they say).

Tetapi betapa terkejutnya diriku bukan alang kepalang (halah!) ketika melihat rincian pajak yang harus dibayarkan menurut surat panggilan itu. Di surat itu tertulis, pajak yang harus gue bayar untuk ‘menebus’ barang tersebut adalah Rp. 4.631.975,- !!!! Itu sama dengan sekitar 5 (lima!) kali lipat dari harga barangnya sendiri. Jadi untuk bayar pajaknya aja, itu sama dengan gue bayar/beli barang itu + 5 lagi barang yang sama. This is insane. Gue juga bukan baru pertama kali ini beli barang beginian dari Jepun, dan selama ini semuanya make sense aja pajaknya. Dan gue bukannya nggak mau bayar pajak. Mau. Tapi mbok ya yang manusiawi pajaknya.

Gue coba telpon ke kantor posnya untuk konfirmasi, apa memang bener seperti itu perhitungan pajaknya? Siapa tau keliru, itu sebenernya pajak yang buat importir film atau perusahaan distributor film atau layar tancep gitu. Pihak kantor pos sih jawabannya,

Wah pak, itu yang bikin perhitungan pajaknya pihak bea di bandara. Kami di kantor pos hanya menerima paket beserta hasil perhitungan. Kalau bapak keberatan dengan pajaknya, silahkan ditanyakan langsung saja pak ke kantor yang di bandara. Tapi memang aneh sih ini pak, ap
a iya pajaknya segini? Harga barangnya padahal nggak seberapa dibanding pajaknya. Coba diurus aja pak ke bandara.

Ya gue juga sekalian tanya, nasib barang itu bagaimana seandainya gue nggak bayar pajaknya/nggak nebus. Katanya ya akan dikirim kembali ke Jepang kalo dalam jangka waktu tertentu (sekitar 1 bulan) nggak ada yang bayar pajak. Hmm … dengan segala hormat, gue merasa nggak yakin juga itu barang bakalan dikembaliin kalo udah selama itu. Yang ada mungkin malah hilang itu barang. *maap pak pos, berburuk sangka nih… Dengan pertimbangan itu, ya gue minta aja untuk dikembalikan karena ya … nggak mampu lah bayar pajaknya. Wong buat bayar barang + ongkos kirimnya aja udah keringet dingin, lha kalo ditambah bayar pajaknya ini ya bisa keringet berlian jadinya …

Tapi yang namanya penasaran, meskipun minta dikembaliin, tetep aja gue sowan ke bandara, dan betapa mengharukannya ketika sampai di sana gue disambut banyak orang … … … yang ternyata calo semua … Konyolnya, nggak nampak satupun petugas bandara, atau orang yang berseragam lah minimal, di sana. Jadi mau nanya informasi itu nggak jelas ke mana atau kepada siapa. Yang ada, dan sedikit memaksa, itu ya para petugas freelance itu tadi. Ditanya tempatnya di mana, nggak ada yang mau nunjukin arah selain jawaban “Mau ambil barang apa? Ikut saya aja” yang berarti, “gue yang antar lu ke sana, jadi nanti ada fee nya buat gue karena udah (minimal) anter lu ke sana”.

cargo

Sampai di kantor bandara, ternyata masih masuk ke dalam lagi dan harus jalan agak jauh dari tempat gue parkir kendaraan. Lha wong papan petunjuknya ke arah situ, pas udah parkir, ternyata si kantor yang dimaksud itu masih masuk ke dalam lagi, dan di dalam ada tempat parkirnya juga … Terus di dalam, guide dadakan gue itu masuk ke dalam ruangan yang ada di situ setelah nanya barang apa yang mau gue urus. Gue pikir ya udah lah, mau gimana lagi, gue ngemeng apa aja juga dia bakalan tetep stick around di situ ngeyel menawarkan jasa ngurusin. Nggak lama dia keluar dari ruangan itu, katanya memang pajaknya segitu. Kalo gue nggak percaya disuruh ketemu aja ama wakil kepala bea nya, soalnya ibu kepala nya nggak masuk hari itu.

Ya sudah, masuklah gue ke ruangan itu, ketemu dengan Bapak Yang Terhormat. Begitu ketemu, beliaunya langsung bilang

Kenapa ini? Nggak terima sama pajaknya?

Ya gue sih jujur aja bilang, “Ya iya sih pak. Apa iya pajaknya semahal itu? Itu kan pajaknya aja hampir 5 kali lipat harga barang aslinya.” *Bukan gak mau, gak masuk akal aja buat gue. Dan beliau menjawab dengan penuh wibawa,

Ya bisa aja pajaknya segitu. Sepuluh kali lipat pun bisa saja. Kalo nggak percaya, ini buku tarif yang berlaku. Trus ketemu situ sama bapak yang itu. Dia yang hitung semua. (sambil manggil bapak yang satu lagi) Nih, tunjukin aja ke bapak ini itungannya.

Karena disuruh ke situ, ya gue temuin lah bapak itu. Bapak itu mempersilahkan gue duduk, dan bilang, sebentar ya pak, kita coba cek sama-sama di komputer. Trus mulailah dicari datanya barang itu (sambil ditungguin Bapak Yang Terhormat berdiri di belakang gue). Ketemu datanya, si bapak yang ngitung itu bilang

Bp : “Ini DVD ya pak?
Gue: “Iya. Blu-ray tepatnya.

Bp: “Isinya film apa ya pak?
Gue: “Film kartun

Bp: “Bapak tau durasinya nggak pak?
Gue: “Di website tokonya kalo nggak salah sekitar 107 menit ditulisnya

Bp: “Di sini infonya durasi 180 menit pak, berarti ini paketnya sudah dibuka dan disetel
Gue: Lho? Berarti itu segelnya dibuka dong kalo gitu?
Bp: “Ya mestinya pak. Kalo nggak ini mana bisa di sini diinput 180 menit sama petugasnya.”
Gue: Lalu?

Bp: “Berdasarkan peraturan baru pak, per 2012, film itu pajaknya bukan dihitung berdasarkan persen, tapi berdasarkan durasi. Dan perhitungannya adalah Rp. 21.450,- / menit. Total ya 21.450 x 180 pak, jadi sekitar 3 juta sekian, ditambah dengan lain-lain.” (seperti rincian di gambar atas)
Gue: Aturannya kok gitu ya pak? Ini kan untuk pemakaian pribadi, bahkan dari negara pengirimnya pun statement nya ada di situ “For Personal Use”, artinya bukan untuk didistribusikan atau dikomersialkan.

Bp: “Mungkin peraturan ini maksudnya untuk melindungi distributor film pak
Gue: “Tapi ini nggak melindungi pribadi yang ingin beli barang pak. dan distributor film kita juga nggak ada yang mau masukin film begini.

Bp: “Ya gimana ya pak, peraturannya sekarang begitu. Gimana pak? Barangnya mau diambil?
Gue: “Wah. Nggak pak. Nggak sanggup saya bayar pajaknya. Kembaliin aja ke Jepang. Nanti saya beli bajakannya aja pak. Lebih murah.
Bp: “Ya memang sih pak. Makanya pembajakan di Indonesia susah hilangnya …
Gue: “” *hey, it’s your rules

Bp: “Atau gini deh pak, ini film kartun ya? Dari amerika?
Gue: “Bukan. Dari Jepang.
Bp: “Oo. Ini bukan produksi Hollywood gitu pak?
Gue: “Ya bukan. Jepang nggak punya Hollywood.
Bp: “Sebentar deh pak. Coba saya lihat dulu barangnya di bagian paket

Gue akhirnya nunggu di bangku di luar ruangan tadi, dan si Bp itu datang sama temannya satu lagi. Dia bilang ini orang yang bagian ngurus paket, si orang ini bilang ke gue “Pak, kemarin bilang sama pihak kantor pos untuk dikembaliin aja ya? Barangnya barusan pagi ini berangkat ke Jepang itu pak. Gimana ya?” Gue jawab “Oh ya nggak apa-apa. Malah lebih bagus kok kalo kembali ke sana“. Dan mereka berdua heran ngeliat gue, lalu si Bp nanya gue “Kok bapak kayaknya malah lebih seneng barangnya balik ke Jepang ya pak?” Hahaha… gue bilang, “Ya mendingan balik ke sana aja. Nasibnya lebih jelas.

Pulang dari bandara, gue langsung e-mail ke
Jepangnya, ngasih tau kalo barangnya ada trouble in custom, jadi terpaksa dikirim balik ke sana. Nggak gue ceritain sih kenapa-nya. Dan karena gue udah langganan, mereka ok-ok aja, sambil info kalo misalnya gue tetep mau minta dikirim lagi, mereka akan kirim lagi itu barang. Ya sudah, setidaknya di sisi sana udah beres.

Tapi … Tiba-tiba muncul kabar buruk. Pihak Jepang e-mail gue. Mereka bilang barang sudah sampai CUMA(!) sudah dalam kondisi segel dibuka (ya berarti bener si Bp itu, dibuka) , ada yang cacat , dan yang paling keren, bonus item-nya hilang.

Hi
Thank you for your e-mail.
We can send it again, but the item is opened by someone, it doesn’t look new, some damaged.
And bonus item was missing on your package.

Kalo begini, seandainya gue mau cancel pembelian dan minta refund kan jadinya nggak bisa, wong barangnya udah rusak dan udah ada yang hilang. Yang ada ya gue harus ucapkan selamat tinggal sama duit yang udah dipake bayar itu. Dan itu nggak bisa ditolak, karena itu udah ada di terms and condition tokonya (dan setau gue, semua toko juga seperti itu. Wajar aja.).

Jepangnya bilang, barang itu sudah nggak mungkin mereka kirimkan balik karena sudah menjadi kebijakan perusahaan untuk tidak mengirimkan barang yang kondisinya cacat, tapi mereka menjanjikan akan mengirimkan barang yang sama seandainya nanti ada lagi karena yang “First Press Edition” sudah nggak ada lagi alias sold out. Dan hebatnya, mereka nggak minta gue bayar apa-apa selain ongkos kirim aja. Jadi gue nggak diitung beli barang baru, tapi dituker barang baru ama mereka. Meskipun mereka bilang nggak bisa kirimin yang seperti First Press Edition, buat gue dengan mereka menjanjikan sesuatu seperti itu aja udah luar biasa banget.

Sekarang ya … itu jadi pelajaran. Bahwa film, kalo beli di luar negeri lewat online store kayak gini, harus udah siap ama pajaknya. Malah sempet coba browsing-browsing, ternyata ada juga yang kena kasus serupa cuma ya lebih parah. Orang itu ceritanya beli DVD trilogi Lord of the Rings seharga sekitar US$60.00 (sekitar Rp. 600-700 ribu-an), cuma kan tau sendiri durasi satu filmnya lama (sekitar 3 jam), udah gitu ini tiga-tiganya sekaligus. Lalu setelah dihitung oleh pihak bea, maka pajak yang harus dibayar sekitar: 3 jam = 3 x 60 menit = 180 menit. 180 menit x 3 film = 540 menit. Pajaknya: 540 menit x Rp. 21.450,- = 11 juta-an (minimal, karena biaya lain-lain belum dihitung). Luar biasa.

Lalu pertanyaannya, bagaimana caranya penetapan besaran pajak itu bisa melindungi hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual dari pembajakan? Kalo menurut gue sih, itu malah menyuburkan pembajakan. Karena orang yang ingin mengikuti ‘jalur yang legal’ akhirnya malah ‘dijegal’ oleh pajak peraturan, jadi ya bukan tidak mungkin pada akhirnya orang banyak yang beralih ke jalur bajagan…

NB: buat yang penasaran, bisa dicoba kunjungi situs resmi beacukai,

http://www.beacukai.go.id  di menu bagian atas pilih Home > Aplikasi & Layanan, lalu di bagian menu sebelah kiri Browse Tarif Bea Masuk, pilih “Uraian Bahasa Indonesia” trus masukin aja “film”, ada banyak yang keluar, tapi di kolom “BM” atau “TAX” cari aja yang angkanya 21,45 (21.450 rupiah/menit).

bmtax

Hiduplah Indonesia Raya …