Servant x Service

Anime kategori slice-of-life ini cerita tentang 3 orang karyawan baru di semacam kantor administrasi pemerintah (kantor catatan sipil kali ya kalo di Indonesia … ). Satu cowok, Hasebe Yutaka (seiyuu: Suzuki Tatsuhisa) yang kerjanya selalu tebar pesona dan main-main tetapi selalu bisa mengatasi situasi terutama komplain dari para pengunjung. Satu cewek, Miyoshi Saya (seiyuu: Nakahara Mai) yang baru pertama kali ini bekerja dan baru lulus sekolah. Lalu yang terakhir adalah seorang cewek yang selalu menyebutkan hanya nama keluarganya saja yaitu Yamagami (seiyuu: Kayano Ai) dan menghindar untuk menyebut atau menuliskan nama de
pannya.

ServantxService

Ketiganya berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka yang baru, meskipun untuk Hasebe sepertinya dia tidak mengalami masalah untuk ‘beradaptasi’. Dari ketiga orang ini, Yamagami sepertinya adalah orang yang paling serius mengerjakan tugas-tugasnya. Ketika mereka sedang ngobrol, Saya mengatakan bahwa sepertinya Yamagami adalah orang yang paling serius menjalankan pekerjaannya. Yamagami kemudian mengakui bahwa dia memilih bekerja di kantor tersebut karena alasan balas dendam.

servantxservicexchar

Waktu lahir, kedua orang tua Yamagami kebingungan ketika memilih nama untuk dirinya. Mereka kemudian memutuskan untuk menanyakan pendapat orang lain, yang ternyata justru malah membuat mereka makin bingung untuk menentukan nama bagi sang bayi di antara sekian banyak usulan nama. Akhirnya yang mereka lakukan adalah menggunakan semua usulan nama itu sebagai nama depan Yamagami kecil. Dan konyolnya, petugas catatan sipil yang ditemui kedua orang tuanya dengan santai mengatakan bahwa hal itu tidak masalah dan mendaftarkan nama ‘ajaib’ itu. Menurut Yamagami, seandainya dulu si petugas itu tidak ‘asal kerja’ mungkin petugas itu akan setidaknya menanyakan kepada kedua orang tuanya apakah mereka yakin ingin menamai anak mereka seperti itu. Yamagami ingin membalas dendam dengan menge
rjakan tugas sebagai petugas administrasi pemerintahan dengan benar dan tidak ngawur seperti petugas yang mencatatkan namanya itu.

My thoughts?

Seriously, ini beneran joke PNS. Cerita tentang pegawai pemerintahan dengan segala kelakuan mereka di kantor pelayanan masyarakat. Gue rasa untuk bisa ‘menikmati’ joke-nya ya paling nggak harus punya gambaran dunia kerja terutama j
asa pelayanan masyarakat, yang dikelola oleh pemerintah. Apalagi
kalo bukan kerjaan PNS? Ada yang udah 8 tahun kerja ya masih gitu-gitu aja, ada yang nggak bisa handle komplain warga, ada yang
‘datar’ aja waktu melayani warga, ada yang ya … kayak Hasebe itu. Paling cepet bereaksi kalo waktunya istirahat, kerjaannya ngeluyur ke sana ke mari … Sounds familiar doesn’t it?

Not much to say, really, A-1 Pictures sih bagus kerjaannya, gue biasanya memang suka artwork mereka, dan di anime ini background sama karakter designnya bagus, tapi … Gue kurang dapet joke-nya, jadi most likely gue nggak lanjut nonton. Nggak kasih rating karena chance untuk gue tonton kecil.

Kamisama no Inai Nichiyoubi

Di anime ini dikisahkan kalau God atau Tuhan itu euh … tidak ada pada hari Minggu. Jadi pada hari Minggu, nggak ada yang bisa mati ataupun mempunyai keturunan. Dan sepertinya di dunia ini ada orang-orang tertentu yang disebut sebagai “Gravekeeper” di mana mereka adalah orang-orang yang bertugas menjaga dan memelihara makam agar mereka yang memang meninggal dunia d
apat beristirahat dengan tenang.

kaminai-1

Di sebuah desa kecil, Lady Alfa, seorang gravekeeper, meninggal duni
a dan meninggalkan seorang anak perempuan bernama Ai. Sebagai keturunan dari Lady Alfa, penduduk desa mengangkat Ai sebagai gravekeeper di desa itu. Sebelum meninggal, Ai diberitahu ibunya bahwa ayahnya adalah seseorang bernama Hampnie Hambart.  Ai kemudian dibesarkan oleh penduduk desa dan ia pun berusaha menjadi gravekeeper yang baik. Semua berjalan normal bagi Ai sampai suatu ketika dia menemukan penduduk desa sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Di desa dia bertemu dengan seorang pemuda yang mengaku bernama Hampnie Hambart. Ai pun mengira orang itu adalah ayahnya dan betapa terkejutnya Ai ketika mengetahui bahwa pemuda yang bernama sama seperti ayahnya itu adalah orang yang menghabisi penduduk desa.

kaminai-2

Setelah membunuh penduduk desa, Hampnie meminta Ai untuk memakamkan mereka semua di pemakaman di mana Ai sudah mempersiapkan 47 liang kubur bag
i semua warga desa tersebut. Karena kebingungan, Ai kemudian memutuskan untuk mengikuti Hampnie. Dan betapa terkejutnya Ai ketika Hampnie mengatakan bahwa nama Hampnie Hambart itu adalah nama tokoh karangan. Hampnie juga mengatakan bahwa Ai bukan seorang gravekeeper karena gravekeeper yang sesungguhnya tidak mempunyai orang tua dan tidak mempunyai anak/keturunan. Lantas siapa sebenarnya Ai? Mengapa penduduk desa mengatakan bahwa dia adalah penerus Lady Alfa yang selama ini dia kenal sebagai ibunya? Belum hilang
kagetnya, Ai diberitahu bahwa di belakangnya telah berdiri salah seorang gravekeeper yang sesungguhnya.

kaminai-3

Terus terang gue nggak ngerti premise-nya anime ini. Tuhan tidak ada pada hari Minggu. Lalu tidak ada yang bisa mati atau mempunyai keturunan di hari Minggu. Lalu ada ‘profesi’ gravekeeper, yang nggak tau maksudnya apa selain tukang gali makam. Terus karena nggak ada yang bisa mati, lalu berarti penduduk desa itu semua the living dead alias zombi? Tapi meskipun nggak bisa mati di hari Minggu, tapi bisa dimatiin sama orang lain (Hampnie)? Lalu bagaimana dengan hari Senin besoknya? Ke
mbali seperti biasa?

My thoughts?

Nggak tau ratingnya, soalnya gue masih bingung sama konsep ceritanya. Bukan bilang jelek, cuma gue terus terang masih belum nangkep ceritanya secara menyeluruh.

Inu to Hasami wa Tsukaiyou

Anime pertama yang gue tonton di deretan summer 2013, meskipun ad
a 2 lagi yang udah gue unduh. (not exactly juga sih sebenernya. Sebelum ini udah sempet liat GITS: ARISE).

inu-10

Cerita anime ini adalah tentang buku … eh bukan, ternyata ini adalah cerita tentang seorang pemuda bernama Harumi Kazuhito (seiyuu: Sakurai Takahito) yang sangat terobsesi terhadap buku. Sampai dia rela hidup terpisah dari keluarganya hanya demi buku karena di tempat tinggalnya yang baru, dia akan kesulitan mendapatkan edisi terbaru dari sebuah buku. Apalagi di antara buku-buku itu dia sangat ngefans terhadap karya-karya seorang penulis bernama Akiyama Shinobu. Hampir semua karya Akiyama sudah dibacanya, dan dia masih penasaran menunggu sebuah buku karya Akiyama yang berjudul “Lust” dipublikasikan.

inu-7

Suatu hari ketika Kazuhito sedang berada di sebuah cafe, terjadi perampokan. Di dalam cafe itu duduk seorang wanita yang sedang sibuk menulis sesuatu dan ketika si perampok akan melukainya, Kazuhito berusaha menolong tetapi malah berakhir dengan kematian Kazuhito akibat tembakan si perampok. Kazuhito yang berada dalam kondisi antara hidup d
an mati merasa masih belum siap untuk mati karena dia masih ingin membaca buku, terutama membaca “Lust” karangan Akiyama. Begitu kuatnya keinginan itu, dia pun akhirnya ‘hidup kembali’.

inu-6

Tetapi alangkah terkejutnya Kazuhito ketika dia mengetahui bahwa dirinya ‘hidup’ lagi bukan sebagai manusia, melainkan sebagai seorang seekor anjing. Ternyata pada saat yang kurang lebih bersamaan dengan kejadian perampokan itu, di suatu tempat, seorang pemilik pet shop, dengan rambut gaya afro, menemukan seekor anjing dachshund yang
ditinggalkan di sebuah kardus dalam kondisi yang menyedihkan. Si Afro kemudian memungut anjing itu dan merawatnya. Dan secara ajaib ya … si Kazuhito lah yang akhirnya menjadi si anjing itu.

inu-5

Meskipun si Afro cukup baik dan merawat Kazuhito (dan menurut Kazuhito si Afro ini juga punya selera buku yang bagus) tapi Kazuhito mengalami stress karena dia tidak bisa lagi membaca buku, kegiatan yang sangat digemarinya. Sampai suatu ketika datang Natsuno Kirihime (seiyuu: Inoue Marina), cewek eksentrik yang langsung menghampiri Kazuhito dan menanyakan harga anjing itu kepada si Afro. Awalnya si Afro mengatakan bahwa Kazuhito tidak dijual tapi dengan ajaibnya si cewek mengeluarkan Crime Edge, sebuah gunting yang mampu memotong segala sesua … eh … bukan. Tapi ini gunting sakti juga, bisa memotong apa saja termasuk jeruji kandang Kazuhito, sehingga akhirnya Kazuhito pun dibawanya pulang.

inu-4

Di rumah, barulah Natsuno menjelaskan bahwa dia “terpanggil” ke pet shop itu karena dia bisa mendengar pikiran Kazuhito. Dia ‘dihantui’ suara-suara yang ada dalam pikiran Kazuh
ito sehingga dia kemudian mencari sumber suara itu dan akhirnya mereka bertemu. Kazuhito juga baru menyadari bahwa Natsuno adalah perempuan yang berusaha dia lindungi dari si perampok yang kemudian mengakibatkan kematian dirinya.

inu-3

Natsuno akhirnya memutuskan untuk tetap memelihara Kazuhito, dan Kazuhito sendiri pun merasa bahagia karena rumah tempat tinggal Natsuno adalah sebuah apartment dengan ruangan perpustakaan yang luas dan penuh dengan buku (tentunya buat Kazuhito ini adalah sebuah ‘surga’). Dan betapa terkejutnya Kazuhito ketika mengetahui bahwa Akiyama Shinobu ternyata adalah nama samaran dari Natsuno. Sejak itu dimulailah kehidupan Kazuhito di rumah Natsuno alias Akiyama Shinobu, dan hari-hari yang penuh dengan ‘penyiksaan’ bagi Kazuhito yang dilakukan oleh Natsuno dengan Crim … gunting kesayangannya.

inu-9

 

My thoughts?

5/10. Tengah-tengah aja. Dan tolong diingat, ini pendapat pribadi.

Not exactly tipe anime yang ‘stand out’ buat gue. Lucu sih, premise-nya ane
h, meskipun gak seperti Maou-sama yang dari episode 1 langsung membuat gue tertarik untuk melanjutkan. Rasanya sih nggak akan rutin lanjutin, maybe yang satu ini bakalan jatuh ke kategori ‘guilty pleasure’, soalnya masih ada satu hal dari episode awal ini yang membuat gue cukup tertarik. Natsuno sepertinya masih punya satu sisi kepribadian lain yang agak ‘dark’, selain dari hobi mainan gunting. Which is gue agak heran juga, why in the world seorang penulis kaya raya hobinya mainan gunting? Kalau mainan pena atau pensil atau rautan pensil misalnya, kayaknya masih nyambung ama profesinya. Tapi mungkin itu yang nantinya akan menjadi misteri dalam perkembangan ceritanya. Who knows?

Oh, dan ada sedikit Trivia-nya, meskipun gue nggak tau kenapa pake ‘homage’ itu, mungkin penulisnya memang seorang penggemar.