Kantai Collection

Atau KanColle.

Suatu ketika dari kedalaman laut, muncul armada tak dikenal yang menyerang dan mendesak manusia ‘keluar’ dari wilay
ah laut. Mereka disebut sebagai “Abyssal Fleet”. Kekuatan Abyssal Fleet jauh lebih besar daripada kekuatan militer manusia. Tetapi kemudian muncullah armada manusia yang terdiri dari perempuan yang bisa ‘bergabung’ dengan mesin peran
g angkatan laut. Armada ini disebut sebagai Kantai Collection. Hanya mere
ka yang terlahir dengan kemampuan tertentu yang bisa menjadi anggota KanColle dan mereka adalah representasi dari mesin/kapal perang tertentu.

Fubuki (seiyuu: Uesaka Sumire) adalah murid baru di akademi KanColle. Dia sama sekali belum pernah diterjunkan ke medan perang sesungguhnya, tetapi pada saat dia baru datang ke akademi, ternyata muncul perintah dari Nagato (seiyuu: Sakura Ayane) untuk berangkat bersama dengan armada Akagi (seiyuu: Fujita Saki) yang sangat dikagumi oleh Fubuki. Sejak itu Fubuki berjanji akan berusaha sekuat tenaga agar suatu hari nanti dia dapat bergabung dengan armada Akagi.

 

My thoughts?

Ini termasuk salah satu yang gue tunggu sebenernya. Model-model mecha musume kayak Strike Witches series di mana karakter cewek (yang biasanya moe) “digabungkan” dengan mesin perang. Dan kebetulannya, KanColle ini temanya naval battle, alias pertempuran yang melibatkan kapal laut, my favorite battle theme (speaking of which, subconsciously, gue juga sukanya Sakamoto Mio dari Strike Witches, and she’s w
ith the Navy … )

FYI (yang muncul di episode 1 aja. Kalo semuanya … )

  • Fubuki, Mutsuki, dan Yuudachi adalah destroyer class ship
  • Nagato dan Mutsu adalah dreadnought battleship class ship
  • Akagi dan Kaga adalah aircraft carrier class ship
  • Sendai, Jintsu, dan Naka adalah cruiser class ship

LINKS

Military!

Salah satu TV Short yang muncul musim ini.

Ceritanya, suatu hari Souhei Yano (seiyuu: Yamaya Yoshitaka) dikejutkan oleh adanya sebuah tank yang menerobos masuk ke rumahnya. Dari dalam tank muncul seorang anak perempuan bernama Letnan Lutgalnikov (seiyuu: Touyama Nao) yang menodongkan senjata ke Yano sementara satu orang lagi, Letnan Dua Haruka (seiyuu: Sakura Ayane) tersungkur karena terlempar keluar dari tank.

Mereka berdua mengatakan bahwa ayah Yano-lah yang telah mengirim me
reka ke situ untuk melindungi Yano. Ternyata ayah Yano, yang
sebenarnya hanyalah seorang salesman, secara tidak sengaja terlibat dalam peperangan antara dua negara dan dia dikira adalah seorang tentara bayaran. Lucunya, ayah Yano sepertinya justru malah mengubah arah peperangan sehingga dia malah dianggap sebagai seseorang yang berperan penting. Oleh karena itu, maka banyak pihak yang ingin mengincar Yano.

My thoughts?

Ya … ini sih seperti kebanyakan TV Shorts, lucu-lucuan. Kayak dulu ada juga tuh model-model Kill Me Baby!

Yang menarik adalah di ending credits-nya muncul lagi Creators in Pack YOGYAKARTA dan Creators in Pack JAKARTA. Mereka ini adalah orang-orang yang tergabung dalam sebuah studio (Yogyakarta dan Jakarta) yang memfokuskan di
ri pada bidang coloring. Sebelumnya mereka juga sudah terlibat dalam proyek Grisaia no Kajitsu (musim lalu, which is gue lupa untuk masukin ke bagian TRIVIA)

 

Anyway, mudah-m
udahan ini adalah pembuka jalan untuk pengembangan bakat-bakat baru di Indonesia terutama di bidang animasi.

GO INDONESIA! 

LINKS

Scarlett Johansson / Kusanagi Motoko

Coba aja deh masukin dua nama itu ke search engine

Hasilnya?

You’ve probably guessed it.

Yep. Udah dikonfirmasi oleh beberapa situs berita bahwa memang beneran Scarlett Johansson dipastikan akan memegang peran utama dalam upcoming movie Ghost In The Shell buatan Dreamworks. Dan kalo bicara Ghost in the Shell, berarti tokoh utamanya adalah Lt. Kusanagi Motoko.

 

Rumor soal akan ‘diboyong’-nya GITS ke Hollywood sebenernya sudah beredar cukup lama dan awalnya yang berminat adalah Sony dan Universal Studios tetapi pada akhirnya malah jatuh ke ‘tangan’ Dreamworks, dan waktu itu disebut-sebut Steven Spielberg (yang juga merupakan Co-Founder Dreamworks) ikut berperan serta dalam mewujudkan hal itu. Tapi sepertinya berita ini nggak terlalu menonjol karena waktu itu yang lebih ‘bergaung’ beritanya adalah (rencana) adaptasi AKIRA yang katanya akan dilakukan oleh perusahaan milik Leonardo di Caprio. Disusul dengan berita ‘bocornya’ script AKIRA versi Hollywood yang dengan sukses menuai protes dan kecaman dari para fans anime terutama fans AKIRA. Gelombang protes itu muncul karena kalau memang bener script bocor itu adalah yang akan dipakai, maka para penonton (yang pastinya akan didominasi mereka-mereka yang suka AKIRA) nantinya akan disuguhi sebuah tontonan live action AKIRA yang menampilkan karakter-karakter yang … berbeda dengan AKIRA aslinya. 

Sampai saat ini, menurut kabar, produksi film ini belum mendapat persetujuan penuh. Tapi dengan direkrutnya Scar-Jo, sepertinya nggak lama lagi hal itu akan terwujud. Dan selain pemeran utama, proyek ini juga sudah mempunyai sutradara yaitu Rupert Sanders (Snow White and the Huntsman), William Wheeler sebagai penulis naskah, dan Avi Arad (Marvel) sebagai salah satu produser.

 

Ghost in the Shell sendiri adalah hasil karya Masamune Shirow dengan judul Jepang “Koukaku Kidou-tai”. Shirow lebih menyukai judul Ghost in the Shell tetapi pihak penerbit lebih memilih menggunakan Koukaku Kidou-tai. Pada tahun 1995 diangkat ke dalam format anime yang muncul pertama kali sebagai sebuah movie. Menceritakan tentang kesatuan khusus anti cyberterrorist yang disebut sebagai Section9. Kesatuan ini dipimpin oleh seorang letnan perempuan bernama Kusanagi Motoko, yang seluruh tubuhnya sudah direkayasa dengan menggunakan teknologi cyborg. Pada masa itu, manusia sudah bisa menciptakan teknologi yang memungkinkan otak (pikiran) manusia terhubung dengan cyberspace, bahkan bisa ‘transfer’ pikiran seperti layaknya sebuah data. Kemajuan teknologi ini juga memicu munculnya kejahatan baru di mana seorang hacker bisa memanipulasi pikiran seseorang melalui cyberspace.

 

Pada tahun 2002 dirilis sebuah serial televisi dengan judul Ghost in the Shell: Stand Alone Complex, yang menampilkan cerita yang sedikit berbeda tetapi tetap dengan karakter yang sama. Pada tahun 2004 dirilis Ghost in the Shell: Innocence yang mengambil bab Man-Machine Interface dari manga. Tahun 2006, dirilis Ghost in the Shell: Solid State Society yang merupakan penutup dari serial televisi. Dan yang terbaru adalah pada tahun 2013, Ghost in the Shell: ARISE yang dirilis dalam bentuk movie dan terdiri dari 4 movie.

My thoughts?

Masih lebih banyak khawatir-nya daripada excited-nya. Let’s face it. Anime sama Hollywood itu sering (selalu?) nggak ‘sejalan’. Banyak judul-judul yang kabarnya sudah “dipegang” seperti Shinseiki Evangelion (Shinseiki Evangelion), Cowboy Bebop (yang katanya mas Keanu udah berminat memeran
kan Spike Spiegel), Kite (ini juga katanya udah ngontrak Samuel L. Jackson jadi salah satu pemeran), Daiku Maryu Gaiking (yang heboh waktu muncul trailernya di Youtube), sampe ke Uchuu Senkan Yamato (seriously? Ini kan kapal “musuh besar” jaman Perang Dunia dan so far yang buatan Jepang udah bagus banget). Atau ya yang tadi disebutin misalnya, AKIRA. Belum sampe kejadian sih, tapi kalo script itu memang beneran ada … 

Pernah ada yang liat versi live action Hokuto no Ken (Fist of the North Star)? Atau Mach Go Go Go (Speed Racer)? Contoh lainnya ya … Dragonball: Evolution. Ada yang sampe berminat nonton 2x kah? Ada temen yang komentar setelah nonton film itu:

Gue telah menyia-nyiakan satu jam dalam hidup gue dengan nonton film ini

Belum lagi yang diangkat dari game, sepert
i: Street Fighter (halloo, hadou-ken nya kok cuma kayak kilatan lampu blitz numpang le
wat?), atau yang belakangan Street Fighter yang fokus ke Chun Li? Mortal Kombat mungkin?

Dari dunia manga juga sebenernya ada, seperti Oldboy karya Minegishi Nobuaki dan Tsuchiya Goron yang diadaptasi oleh Spike Lee dengan judul sama. Review yang lumayan bagus mungkin baru muncul di Edge of Tomorrow – nya Tom Cruise. Meskipun bukan diangkat dari anime atau manga, film yang diangkat dari novel (yang belakangan juga muncul versi manga-nya) karya Sakurazaka Hiroshi dengan judul asli All You Need Is Kill ini nggak terlalu parah, meskipun ya … nggak tau juga kenapa judulnya harus diganti. Toh “All You Need Is Kill” juga udah ‘barat’ ini.

Kalo liat judul-judul di atas itu, gue rasa sih wajar kalo banyak yang khawatir (termasuk gue). Scar-Jo mungkin memang nama yang bisa diandalkan dan gue rasa teknologi perfilman Hollywood mampu memvisualisasikan dunia Ghost in the Shell dengan apik, tapi (!), seberapa ‘setia’nya cerita Ghost in the Shell ini nanti kepada karya aslinya? Hal yang simpel misalnya, apakah Scar-Jo akan menjadi Kusanagi Motoko? Atau tiba-tiba menjadi Letnan Entah-siapa dengan nama yang lebih “Hollywood”?