To Everyone Who Loves Manga and Anime

Sekitar seminggu yang lalu, pemerintah Jepang barengan sama 15 perusahaan pembuat anime dan penerbit manga bergabung untuk mendeklarasikan dimulainya kampanye pilpres anti pembajakan. Ke-15 perusahaan itu kemudian menyebut diri mereka sebagai Manga – Anime – Guardians (MAG). Bahkan mereka sudah membuat situs resmi dan di dalamnya ada sebuah video yang ditujukan sebagai media pendukung kampanye kegiatan anti pembajakan ini.

manga-anime-here-1

Seperti yang disebutin di dalam situs resmi Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang, aksi yang didukung pemerintah Jepang ini dimulai sejak 28 Juli 2014 dengan diluncurkannya situs resmi MAG yaitu www.manga-anime-here.com yang berisikan tautan-tautan ke informasi seputar judul-judul anime atau manga yang resmi. Ya memang sih belum segabreg isinya, tapi katanya akan terus berkembang. Dan seperti tadi udah disebutin, mereka juga bikin yang namanya MAG, the guardians. METI nyebutin kalau program mereka akan dimulai per 1 Agustus 2014 dan mereka akan memonitor sebanyak 500 judul anime populer dan 80 judul manga populer (juga) dan memantau distribusi ke-580 hasil karya tadi terutama melalui internet.

Mereka juga sudah punya list daftar situs-situs anime/manga yang mempunyai angka kunjungan yang cukup tinggi. Mereka sih klaim akan menutup situs-situs yang menyebarkan secara ilegal. Yang menarik untuk disimak lebih lanjut (ceileee bahasanya) sebenernya bukan di list para-website-calon-anumerta itu. Kenapa? Karena menurut gue, ya situs internet itu immortal, dibunuh satu domain di sini, muncul domain yang lain dst. Dan sepertinya mereka juga tau itu, maka mereka mencoba pendekatan reverse-psychology kayaknya (me: sotoy mode), daripada membuat video yang “Katakan Tidak Pada(hal) Membajak!”, mereka justru sebaliknya, mengatakan “terima kasih”.

To everyone who loves Manga and Anime,

Thank you for loving these products.
Thank you for having good taste in content.
Thank you for protecting the future of Manga and Anime.

Keep on stop piracy.
We are Manga-Anime Guardians.

“Keep on stop piracy” … … bukannya mau sok pinter … dan bukan mau ngeklaim fansub itu 100% legal, tapi kalo anime/manga versi legal atau original translasinya ke bahasa Inggris jadinya model-model “keep on stop piracy”, kayaknya malah jadi meragukan ya? Dan bukannya mau bilang kalo piracy itu bener/legal/boleh-boleh aja/lebih baik, karena ya memang harus diakui itu salah.

Kalo menurut gue ini memang dilematis. Di satu sisi memang bener juga kalo download hasil fansubbing itu dianggap sebagai tindakan ilegal (malah kalo nggak salah pernah disebutkan juga kalau fansubbing itu sendiri sebenernya juga ilegal). Apalagi kalo sampe dijual lagi, itu jelas-jelas masuk kategori pembajakan. Yang ngejual itu bukan yang bikin anime (obviously), udah gitu dia juga bukan yang nge-sub, tapi dia yang dapet duit. Ini yang paling penjahat dari yang lainnya. Dan bukannya mau menimpakan kesalahan ke orang lain, tapi sebenernya ya mereka-mereka ini yang menjadi “pemicu” utama kalo menurut gue (lemparbody.com)

manga-anime-here-2

No, seriously. Soalnya kalo kit
a liat di situs manga-anime-here.com itu, mereka tulis di bagian “Shocking Fact of Piracy” mereka sebutkan bahwa lebih dari 50% fans animanga di Amerika Serikat dan 12% di Jepang sendiri menonton/membaca barang bajakan. (seriously? The US? *untung Indonesia nggak ketauan/kesebut berapa % ada yang tau? ). Situs itu juga mengklaim bahwa dari data mereka, didapatkan perhitungan kayak gini:

The estimated cost of damage from online piracy is as much as JPY 2 trillion (approximately US$ 20 billion).
Beside, a report of Agency for Cultural Affairs of Japan indicates that in major cities of China (Beijing, Shanghai, Guangzhou, and Chongqing) the damage cost to Japanese contents is JPY 560 billion (approximately US$ 5.6 billion) per year.

manga-anime-here-3

Gue nggak tau itu hasil lembaga Quick Count yang mana, tapi ya memang angka-angkanya luar biasa. Gue juga inget sekitar tahun 2000-an awal, pernah iseng e-mail ke Bandai nanyain kok mereka nggak distribusiin anime ke Indonesia. E-mail gue panjang karena ngarang pake bahasa Inggris biar keliatan resmi dan terpelajar pake kalimat-kalimat yang penuh tata bahasa dan grammar tingkat nyontek. Eh, jawaban e-mail gue pendek sekali:

We cannot tolerate the high counterfeit and piracy rate in Indonesia thus we do not have any intention of distributing our products.

Bagi mereka para pengusaha animanga jelas itu angka yang menohok. Jadi ya masuk akal juga kalo mereka “kebakaran”. Siapa yang mau kehilangan duit sebanyak itu? Mau itu kaum kapitalis, mau itu pembajaknya, atau siapapun gue rasa ya nggak akan ada yang rela kehilangan uang segitu. Apalagi kalo di-rupiah-kan.

manga-anime-here-4

Selain perhitungan itu, mereka juga tampilkan gambar pemberitahuan “penjualan” situs yang menyediakan file bajakan dan di situ, si owner yang menawarkan situs itu jelas-jelas mengatakan bahwa dengan membeli situs itu dan menjalankannya secara reguler, seseorang bisa memperoleh penghasilan seperti layaknya “white collar employee” atau boleh dibilang karyawan kantoran bonafide lah. Menggiurkan? Maybe.

Yang perlu dicatat adalah di situs itu mereka juga menjelaskan bahwa yang dimaksud “penghasilan” nggak cuma sebatas menjual produk-produk mereka dalam bentuk bajakan, tetapi juga dengan mendapatkan penghasilan dari link-link atau banner-banner yang mereka pasang di situs-situs mereka. Model-model yang dapet duit per klik itu misalnya. Karena dengan memajang produk-produk mereka di situ, traffic yang dihasilkan situs “ilegal” itu menjadi tinggi yang berarti juga pendapatan dari iklan/link itu jadi meningkat.

manga-anime-here-5

Lucunya, mereka menyebutkan di situ bahwa sampai satu dekade yang lalu, banyak anime/manga yang diupload karena para “pembajak” (baca: fansubber, manga translator, etc) ingin mendapatkan ketenaran. Kalo gue pikir-pikir, kayaknya ini ada benernya. Alasan awalnya sih memang dibilang mereka melakukan itu (fansubbing, dkk) untuk “membantu” para fans yang: 1. Nggak bisa bahasa Jepang, 2. Sulit mendapatkan anime/manga yang mereka sukai. Noble reason?

Tapi nggak bohong juga kalo ada yang bersikap arogan dan membuat seolah-o
lah fans yang nunggu rilis mereka jadi mau nggak mau harus nurutin “kebaikan hati” mereka untuk merilis. Dengan dalih: “Udah bagus gue bantuin translate, upload dll”. Padahal ya kalo kita mau jujur juga, itu bukan hasil karya mereka, dan nggak ada juga yang maksa nyuruh mereka ngerjain pada awalnya.

Di satu sisi, kalo kita ngomongin masalah legalitas, ya apa yang terjadi selama ini memang bisa dibilang ilegal semua. Dan itu harus dengan jujur diakui. Dikemas kayak apa juga, disebut gimana juga … legalnya di mana? Tapi di sisi lain, penggemar anime dan manga yang tidak tinggal di Jepang, tidak bisa berbahasa Jepang, dan/atau tidak punya akses ke Jepang, cuma bisa gigit jari karena belum tentu mudah bagi mereka untuk ngedapetin anime/manga. Download dari internet memang menjadi “solusi” yang paling top markotop.

Di Indonesia?

Kalo untuk manga, mungkin di Indonesia masih lebih tertolong kali ya? Karena kayaknya populasi manga di Indonesia lumayan juga terbantu dengan munculnya penerbit-penerbit yang memegang lisensi resmi, terutama untuk judul-judul yang termasuk “big names” seperti Detective Conan, Naruto, Bleach, dll. Setidaknya kita masih bisa menikmati beberapa judul secara legal. Kalo ngomong semua judul ya susah juga.

Masalahnya mungkin yang lebih sulit adalah anime. Anime di Indonesia kayaknya nggak banyak yang beredar secara resmi/legal. Beberapa tahun yang lalu, gue sempet mendapatkan beberapa judul anime muncul di toko-toko yang terkemuka (yang gue pikir kecil kemungkinan mereka mau jual barang bajakan … hopefully I’m right) , seperti misalnya: Card Captor Sakura, Cowboy Bebop the Movie (yang kedua, yang Knockin’ on Heaven’s Door), Magic Knight Rayearth OVA, malah sempet nemu Shinseiki Evangelion Gekijouban yang kedua di salah satu swalayan terkemuka. Apakah semua itu barang legal? I sure hope so, karena yang jual ya itu tadi, toko-toko terkemuka. Tapi belakangan agak susah nyarinya atau mungkin sekarang malah nggak ada lagi? Terakhir sempat lihat ada judu
l kayak Nodame Cantabile di toko CD/DVD yang ada outletnya di hampir semua mal Jakarta.

photo-2

Dulu juga sempat ada stasiun televisi swasta yang menayangkan Evangelion, dan pada saat yang bersamaan, mereka rilis VCD (yeah… masih VCD) resminya. Malahan waktu itu sempat dijadiin quiz di radio juga dengan hadiah satu (keping, bukan satu set ya…) VCD originalnya. But that’s just about it. Kayaknya mencari anime (legal) di Indonesia itu memang masih sulit, malah kesannya agak impossibru. Belum lagi kejadian seperti postingan waktu itu, bikin agak-agak ngedrop juga meskipun pada akhirnya ends well (for me).

photo-1

The way out? Tough question. Hahaha. Karena untuk Indonesia memang bisa dibilang nggak punya pilihan. Bahkan situs resmi seperti Crunchyroll nggak bisa diakses dari Indonesia (no, gue nggak ngomongin ‘cara lain’ ya). Paling kalau mau ya beli dari luar negeri, tapi itu pun bukan tanpa kerugian. Selain kerugian materiil (baca: duit), juga berarti ada kemungkinan besar kita baru bisa dapetin setelah si anime lewat masa tayangnya dan keluar DVDnya, karena belum tentu anime itu keluar berbarengan dengan rilis DVDnya. Jadi ya nggak update lah (emang status, update? )

Last thought

Hmm … pada dasarnya gue nggak akan bahas mana yang benar, yang seharusnya dilakukan, yang salah, yang nggak boleh, dll. Itu gue kembaliin aja ke diri masing-masing lah. Ada yang “gue donlod, tapi kalo gue suka gue akan beli ori-nya”, “jiah, ngapain beli, donlod aja juga bisa kaleee. gratis tis tis!”, “buset donlod, uang jajan gue aja masih sisa banyak abis borong semua judul tahun 2012”, “alaah, palingan juga cuma hebohnya doang, donlod mah tetep jalan terus”, “selama glodok masih ada, pasti masih ada jalan”, “miskin nggak usah nonton anime”, dst. Tapi gue welcome kalo ada yang punya pendapat seputar aturan baru itu.

Ironisnya, video di atas juga tiba-tiba sudah muncul versi fansub nya (bukan subtitle seperti yang ada di website resmi ya, tapi yang pake efek-efek karaoke juga seperti anime-anime hasil fansub)

Farewell to the Spring

Banyak anime musim semi yang udah pada (di)selesai(kan). Dan seperti biasa, ada yang memang ceritanya sampai di situ, ada juga yang hung over alias masih ngegantung. Ada beberapa judul yang gue nggak sempat bikin ulasannya karena ya … real life rea
sons
. Banyak kerjaan … 

Anyways … Berikut ini judul-judul yang sudah gue tonton dan sudah mencapai ending, atau setidaknya episode terakhir di musim semi. Yang belum pernah gue ulas ya … dirapel aja di sini.

Akuma no Riddle

Akuma-chibis

Secara keseluruhan sebenernya cukup menarik. 12 pembunuh dengan berbagai latar belakang disatukan dalam sebuah kelas dan mereka mempunyai misi membunuh satu orang yaitu murid ke-13, Ichinose Haru. Salah satu dari 12 pembunuh tadi yaitu Azuma Tokaku berubah pikiran dan memutuskan untuk menjadi pelindung Haru, melawan ke-11 pembunuh yang lain. Pada akhirnya alasan mengapa satu kelas itu berisi pembunuh adalah untuk membangkitkan kemampuan ‘queen bee’ dari Haru yang ternyata merupakan anggota sebuah clan yang terkenal dengan kemampuan untuk memanipulasi orang agar melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya, seperti halnya seekor ratu lebah yang dikelilingi oleh lebah pekerja yang setia kepada sang ratu.

Endingnya … hmm … agak gimana ya … kurang greget? Soalnya ini cerita tentang kehidupan yang ‘keras’ dan berbahaya. Kehilangan nyawa itu sudah bukan sesuatu yang aneh kalo buat orang yang pekerjaannya membunuh orang lain kan? Tapi ya dari ke-11 pembunuh yang tersingkir, ternyata nggak ada satu pun yang mati.
Bahkan pasangan-romeo-and-juliet yang ceritanya si juliet ditusuk pisau dan romeo minum racun, nggak mati. Amazing. Mungkin maksudnya supaya jadi happily ever after kali ya. Medetashi … Medetashi …

Soredemo Sekai wa Utsukushii

soreseka-chibi

Anime drama/romance ini sebenernya buat gue one of the best romance anime untuk musim semi. Overall meskipun sifatnya drama, tapi nggak cengeng. Padahal sebenernya ya sederhana banget sih ceritanya, tentang kisah cinta raja muda yang menguasai kerajaan terbesar dengan seorang putri yang berasal dari salah satu kerajaan kecil di negeri itu dan bagaimana hubungan mereka bisa terjalin. Tentunya dengan berbagai halangan sepert
i adanya upaya membunuh sang raja, atau si putri, dan usaha untuk memisahkan mereka yang dilakukan oleh seseorang yang sangat dekat dengan si putri, dll.

Endingnya … not bad. Bahkan masih terbuka kemungkinan untuk season 2. Lagu pemanggil hujannya lumayan juga. Ended nicely. At least for now. Hehehe.

Sidonia no Kishi

Sidonia-Izana

Endingnya? Nggak cocok kalo dibilang ending juga. End of a battle yes, tapi end of story? Not. Masih nggantung banget. Masih banyak yang belum diceritakan meskipun sudah disinggung-singgung seperti misalnya Ochiai’s mind, lalu sekelompok “dewan” yang mirip SEELE di Evangelion, kelanjutan kehidupan Kunato, dll. Season 2 mungkin? 

No Game No Life

NGNL-Jibril-drool

Endingnya, ya belum ending juga pastinya. Sora d
an Shiro baru berhasil “mengalahkan” (karena pada akhirnya mereka kerja sama) Exceed Flugel dan Warbeast. Baru sampe situ aja. Masih banyak Exceed yang lainnya, jadi ya bolehlah expecting season 2. Tapi nggak tau kenapa Noge Nora ini rasanya seru aja diikutin. Mungkin karena gue tertarik sama strategi Sora dan Shiro dalam menyelesaikan suatu permainan, meskipun kadang kemampuan intelejensia Shiro memang rasanya terlalu hebat, but hey, it was fun. Dan ini satu-satunya yang ada Sawashiro-nya di spring yang gue tonton 

Bokura wa Minna Kawaisou

Boku-Mayumi

Menurut gue sih ini potensial jadi cerita never ending, alias ya muter-muter aja begitu, tanpa ‘penutup’. Kecuali mungkin kalo suatu waktu nanti, penulisnya pengen menyelesaikan, atau ya kondisi ‘pasar’ yang mengharuskan untuk tamat dengan status to be or not to be buat Ritsu x Usa.

Gokukoku no Brynhildr

brynhildr-chibis

Excited with the opening. Itu awalnya sih, tapi makin ke belakang makin berasa ini anime ngos-ngosan alias diburu-buru. Setelah episode 9 deh atau setelah lagu openingnya ganti. Langsung berasa banget semuanya serba cepet-cepet jadi berasa nggak enak nontonnya. Cerita jadi berasa nggak karuan. Hexenjagd juga dimunculinnya kayak last minute banget sampe nggak berasa peran mereka di situ apa. Udah gitu endingnya … hmm … terutama Kazumi. Itu udah kebelah dua kok masih idup ya? Luar biasa. Abis itu masih tertolong pula ama Hatsuna. Lebih hebat lagi kan? Buat gue ini ending yang paling nggak bagus buat anime spring. Sayang aja semuanya diburu-buru supaya selesai.

Black Bullet

BB-chibis

Hmm … Gue penasaran sebenernya pengen liat kelanjutan Black Bullet, terutama setelah Kisara menunjukkan ‘sisi gelap’-nya. Pengen tau aja bagaimana Rentaro menghadapi “Queen”-nya setelah dia melihat sendiri kekejaman Kisara terhadap kakaknya. Endingnya … ya sama seperti yang lain-lain di atas … itu bukan final ending.

 

All in all, gue yang paling enjoy nontonnya itu adalah Noge Nora dan Soreseka. Anyway … that’s all for spring.  Untuk yang summer … mudah-mudahan banyak yang ceritanya bagus, dan hopefully nggak ada yang keburu-buru namatin, jadi berasa nggak enak liatnya.

Top 20 Most Anticipated Summer Anime 2014

Sambil menunggu anime Spring lewat, seperti biasa di Jepang sudah diadakan polling pendapat para fans mengenai anime apa yang paling ditunggu di musim Summer ini. Yang mengadakan polling adalah sebuah situs yang bernama CHARAPEDIA, dengan total responden 10.000 orang. Survei dimulai tanggal 22 Mei 2014 dan ditutup 28 Mei 2014, dan berdasarkan jenis kelamin pemilih, Laki-laki 53,4% dan Perempuan 46,6% dengan rentang usia Remaja s/d 20-an sebesar 85,2% dan usia 30 tahun ke atas sebesar 14,8% (seperti tertulis di situs mereka)

charapedia-stats

Dan hasil poll nya sendiri adalah
[table id=3 /]

 NOTE:

  • Semua PV dipilih yang bersumber dari channel Youtube official masing-masing.
  • Yang ada link ke official website itu karena tidak ada PV resmi, atau PV Resmi-nya diblokir khusus untuk Jepang aja.
    Untuk yang seperti itu, link di bawahnya (yang pakai icon) adalah link dari sumber lain.
  • Kalau ada yang punya info atau ada link yang salah silahkan informasikan melalui komentar. Thanks

Source