Winter Recap

I must say, untuk rilis musim winter ini malah gue nggak terlalu ngikutin anime-animenya. Nggak tau kenapa, tapi ya cuma donlod aja, nggak “ditindaklanjuti” …  Dan kayaknya juga nggak berasa ada judul yang ditunggu-tunggu untuk didonlod. Yang ada malah nungguin judul yang lanjutan dari musim sebelumnya. 

Yang lanjutan dari musim lalu dan masih gue ikutin adalah Log Horizon sama Strike The Blood. Kalo untuk yang winter, yang gue ikutin masih nonton adalah: Buddy Complex, Mahou Sensou, Nisekoi, Hamatora, Nobunaga The Fool, Witch Craft Works, dan surprisingly, Mikakunin de Shinkoukei. Yang terakhir ini malah yang gue prioritaskan dibanding yang lain … hahaha.

Log Horizon

Log_Horizon_Anime

Ini anime waktu awal-awal banyak yang komentar katanya niru-niru Sword Art Online, karena sama-sama masuk ke dunia game dst… seriously? Emangnya SAO adalah yang pertama kali bawa konsep itu? TET TOOOT!!! Bukannya gue mau belain LH, tapi seriously, konsep manusia masuk ke dalam dunia game itu bukan sesuatu yang fresh from the oven waktu SAO keluar. Pernah denger .hack series? Di luar animasi Jepun dan lebih kuno lagi juga ada kok kartun tentang manusia masuk dunia game, Captain N: The Game Master. Atau film Hollywood, Tron.

Dan secara mendasar, konsep Log Horizon berbeda jauh dengan SAO. SAO intinya how to get out from Aincrad alive (ya … sampe situ doang, kalo di ALO kan udah gak ngadu nyawa). Kalo Log Horizon lebih seperti “pindah dunia”, jadi bagaimana para player itu akhirnya nggak sekedar menjadi player tapi menjadi penghuni. Di LH mereka juga menjadi ‘immortal’ alias setiap mati mereka akan dihidupkan kembali seperti dalam game jadi nggak perlu khawatir kalo terbunuh, hanya saja untuk setiap ‘kematian’, mereka akan kehilangan memori mereka tentang kehidupan di dunia nyata.

Jadi problematika LH, selain mencari tahu apa yang terjadi kepada diri mereka dan apakah ada jalan ‘keluar’ dari game, mereka juga harus memikirkan cara untuk beradaptasi dan menjadi penduduk dunia game itu. Mereka harus “menciptakan” politik, sosial, ekonomi, hukum, dll. Singkatnya, membangun sebuah sistem kemasyarakatan. Kompleks. 

Strike The Blood

Strike-The-Blood

Harem dengan cewek yang mukanya mirip semua … hahaha. Nggak bisa banyak komen karena secara cerita ya … nggak ada yang istimewa sih. Soalnya ya … bisa ditebak dari awal, Himeragi memang sengaja “dipasangkan” dengan Koujo. Paling tinggal nunggu penjelasan resminya aja kenapa bisa begitu. Soal cerita yang lainnya gue rasa cuma bumbu doang, toh juga cuma gitu-gitu aja kasus yang dihadapi, dan semua anggota harem bisa dipastikan kebagian peran dalam menyelesaikan masalah.

Winter 2013 – 2014

Buddy Complex

Buddy-complex-crew

Hmm … mungkin guenya aja yang udah negative thinking duluan, tapi nggak tau kenapa, kok rasanya BC ini kayak kurang greget aja. Jadi mikir, kayaknya Sunrise lagi berusaha keras untuk bikin serial mecha yang bisa, setidaknya, mendekati yang namanya Gundam. Sebelumnya mereka sempet keluarin Valvrave, yang … ehem … gue agak yah … katakanlah, kecewa di beberapa poin.

Kalo Buddy Complex ini, begitu Aoba “dibawa” ama Hina ke masa depan, yang paling pertama terlintas di pikiran gue … “Pasti di ‘dunia’ ini, Aoba dan Hina akan berada di pihak yang berlawanan” daaa~n … survei membuktikan: ting tong! Hehehe. Obvious isn’t it?

Cuma konsepnya yang masih agak rancu (banget). Let me get this straight, kan Aoba dan Hina sama-sama masuk vortex atau mungkin worm hole, lalu terlempar ke masa depan. Nah … di situ, si Hina menghilang. Padahal mestinya, Hina yang membawa Aoba itu adalah Hina yang datang dari masa depan k
an? Buktinya dia punya mecha dari masa depan di masanya Aoba. Berarti mestinya selama Hina ada di “masa lalu” (masanya Aoba), di masa depan jadi nggak ada Hina. Kenapa? Karena dia time travel ke masa lalu.

Kemudian dari usianya, Hina di masa depan adalah seorang remaja. Berarti kalo dia pergi ke masa lalu (masanya Aoba), mestinya di masa itu dia belum lahir atau masih sangat kecil. Tapi di anime itu dia nggak ketemu sama Hina-versi-masa-lalu (atau mungkin memang ceritanya waktu kecil tinggalnya nggak di kota tempat Aoba). Atau mungkin harusnya begitu masuk ‘lorong waktu’ dan time travel ke masa lalu, mestinya Hina menghilang tengah jalan. Kenapa? Karena dia kan time travel ke masa lalu … masa di mana kemungkinan manusia yang namanya Hina itu belum ada/belum lahir.

Tapi anehnya, yang terjadi justru sebaliknya, Hina menghilang justru ketika kembali ke masanya dia yang benar … lhaa? Dan tiba-tiba muncul lagi sebagai anggota musuh. Lhaa? Hebatnya lagi kenapa tiba-tiba Aoba munculnya langsung di kokpit Luxon? Padahal seinget gue, mecha yang dinaikin Aoba sama Hina, bukan Luxon. Lagipula, si Hina kan mestinya di masa depan ada di pihak lawan, kok si Aoba bisa dengan kebetulannya masuk kokpit Luxon, bukan ke mecha lawan … Nah … membingungkan. So, I cannot get it straight … 

Dan … kenapa pose di bawah ini rasanya familiar sekali ya? 

bc-ed

Nisekoi

nisekoi-key

Ya … buat romcom lah. Mosok nonton satu season nggak ada romcomnya. *lah, siapa juga yang mengharuskan? 

Situasinya ya typical romcom sih. Raku (protagonis) pernah buat janji ama temen masa kecil, tapi lupa nama dan wajahnya (ya masih satu aliran lah ama Love Hina). Gedenya, dia naksir Onodera tapi nggak belum kesampaian mau ngomong, tapi karena situasi dia harus pura-pura pacaran dengan Chitoge. Sifat kedua cewek ini bertolak belakang (as usual), tapi ya ujung-ujungnya sih bisa ketebak gimana perasaan keduanya kepada Raku. Terus ya, belum ketauan siapa yang punya kunci ke kalung yang diterima Raku sebagai kenang-kenangan dari anak perempuan yang dulu. Repetitif? Yes. Akan ada endingnya? Dunno.

Mungkin akan ketemu pemilik kunci kalung-nya, atau mungkin dibikin never ending loop terus, atau ya Raku akhirnya memilih satu cewek, tapi ternyata dia bukan pemilik kunci, sementara pemilik kunci yang sebenarnya juga akhirnya ketauan siapa, tapi ya tetep si Raku memilih cewek yang dia senengin meskipun bukan pemegang kunci. That’ll be cool. 

Witch Craft Works

wcw-transfer-witches

Hype-nya tinggi waktu belum mulai … setelah mulai … Yang gue seneng malah ngeliatin ending clip-nya, pas para witch dibikin berbentuk chibi dan kepalanya gerak-gerak ngikutin lagunya. Hahaha… kocak. Kalo anime-nya sendiri … euh … ya biasa aja sih kalo buat gue. 

Hamatora

hamatora-chara

Awalnya nonton biasa aja, trus pas udah merasa kayaknya lumayan menarik nih, eeh … di episode 5, pas si musuh ngeluarin “jurus mautnya” … NGGAK BANGEEEEETTT!!! @($#*$@(@!#*%$#&%^!!!

50

Tapi jujur aja, kalo bisa jadi dokter kayak si Ratio, sepertinya asik juga. Punya mata yang bisa lihat kondisi organ tubuh tanpa harus pake x-ray. That’ll be nice.  Anyway, udah mulai dikasih satu musuh utama, jadi bukan cuma sekedar nyelidikin kasus per episode. Setidaknya jadi punya ‘target’ utama lah. Cuma ya berharap dengan sangat, kejadian episode 5 jangan sampe berulang.

Nobunaga The Fool

the-fool-newtype

Rasanya sih mulai kendor nonton yang satu ini. Bener-bener campur aduk ceritanya. Malah sekarang ada Gaius Julius Caesar yang naksir Ichihime … poor Cleopatra.  Rasanya kok jadi kayak gajebo ya. Dan kayaknya slow-moving banget, udah sampe sejauh ini, si Nobunaga masih aja berkutat di situ-situ terus. Nggak cuma Nobu-nya, si Jane juga sama aja. Malah berkesan stagnant. Tapi nggak tau lagi deh abis episode lalu setelah si chibi-hime ketembak. Mungkin ada perubahan drastis kali (atau lebih tepatnya, gue yang ngarep ada perubahan drastis … hahaha)

Mahou Sensou

mahosen

Ini … not even sure mau ikutin lagi apa nggak setelah nulis ini. Hahaha.

Mikakunin de Shinkoukei

Mikakunin-de-Shinkoukei

Nah yang ini bener-bener out of the blue banget. Seperti sudah gue bilang tadi, yang ini malah jadinya prioritas dibandingin yang lain hahaha. Yang jelas pas pertama kali denger lagu openingnya, berasa menyenangkan. Hahaha. Malahan ada orang yang iseng bikin remix-nya dan I must admit, bagus jadinya. Kalo si WCW kocak di ending, yang ini kocak di opening. 

Memang belum pernah ditulis sih, jadi buat yang pengen tau, Mikakunin de Shinkoukei (Engaged to the Unidentified) ini bercerita tentang Yonomori Kobeni (seiyuu: Terui Haruka) yang berulang tahun ke-16 dan di ulang tahunnya ini ternyata sudah dijodohkan dengan Mitsumine Hakuya (seiyuu: Hatano Wataru) oleh kakeknya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, Hakuya dan adiknya, Mashiro (seiyuu: Yoshida Yuri), datang ke rumah Kobeni dan ikut tinggal di rumah keluarga Yonomori. Lebih aneh lagi, Mashiro yang berpenampilan seperti anak kecil berusia sembilan tahun bisa masuk ke sekolah dan kelas yang sama dengan Kobeni dan Hakuya, bahkan tidak ada satu orangpun yang mempertanyakan hal itu.

Sehari-harinya, Kobeni adalah seorang anak yang rajin dan biasa melakukan pekerjaan rumah tangga, tetapi kadang fisiknya tiba-tiba lemah dan demam. Dia mempunyai seorang kakak yang bernama Benio (seiyuu: Matsui Eriko), dan Benio sangat menyayangi Kobeni bahkan berlebihan. Hal ini dipicu oleh perasaan bersalah Benio kepada Kobeni karena pada waktu masih kecil, Kobeni pernah jatuh ke jurang dan Benio merasa hal itu adalah kesalahannya. Kobeni sendiri tidak terlalu ingat kejadian tersebut, sehingga dia tidak ingat bahwa Hakuya-lah yang dulu menolongnya ketika dia jatuh ke jurang.

Tetapi di balik semua itu, Kobeni merasakan ada banyak kejanggalan yang menyangkut Hakuya dan Mashiro, seperti misalnya tidak ada yang curiga atau mempertanyakan keberadaan Mashiro di kelas Kobeni, kemudian kemampuan Hakuya untuk melesat secepat kilat. Kecurigaan Kobeni itu akhirnya terjawab oleh kehadiran Mitsumine Shiroyuki, ibu Hakuya dan Mashiro yang mengatakan bahwa sebenarnya keluarga Mitsumine bukanlah manusia dan bahwa saat Kobeni jatuh, Hakuya memberikan sebagian kekuatannya untuk menolong Kobeni. Hal ini lah yang menyebabkan Kobeni yang manusia biasa, kadang tiba-tiba lemas dan demam.

Sebenernya anime ini kalo mau dibi
lang yaa … biasa juga, cuma kayaknya yang ini lebih menghibur aja. Mashiro yang selalu merasa ‘diteror’ oleh Benio yang selain siscon ternyata juga lolicon. Apalagi si Benio paling alergi sama “adegan romcom” … hahaha.

Remix Mode 

Tinggal nunggu musim depan nih …

Spring Anime 2014

Bulan April sebentar lagi dan itu berarti line up anime spring bakalan dimulai. Ada be
berapa judul
lama muncul kembali, ada juga yang masih merupakan kelanjutan sebelumnya. Dan kayaknya harapan u
ntuk banya
k yang ditonton agak naik (dan semoga nggak drop).

Source: neregate.com ( *Warning: big image file (size)! )

spring_2014_neregate

[table
id=1 /]

 

Look
s interesting … Jadi pengen segera musim semi. 

Mecha Expo

Hari ini menyempatkan diri untuk melihat pameran mecha yang sebagian besar sih memang robot, tapi tidak terbatas yang dari anime saja, dari tokusatsu juga ada, dari game juga ada. Event ini diadain di Grand Indonesia lantai 5, mulai tanggal 8 – 12 Januari 2014.

Yang menyambut di “pintu gerbang” sudah bisa dipastikan ya Voltes V, yang buat kebanyakan pemirsa anime di Indonesia adalah mecha paling legendaris. Meskipun tiket masuknya lumayan mahal juga, tapi ya mau gimana lagi. Event kayak gini belum tentu 5 tahun sekali (lha iya, wong ini juga kayaknya baru pertama kali), paling-paling biasanya yang ada Toys Fair, bukan pameran.

Begitu masuk ke area pameran, di samping kiri dan kanan kita bisa langsung lihat ada timeline dari anime-anime yang bertemakan mecha atau setidaknya menampilkan mecha dalam alur ceritanya, dimulai dengan ‘moyangnya’ mecha yaitu Tetsujin 28-go (manga: 1956; anime: 1963) karya Mitsuteru Yokoyama yang merupakan peletak batu dasar untuk genre mecha dalam dunia anime dan manga.

Di “mading” selanjutnya, kita bisa lihat di era tahun 70-an ada banyak mecha anime bermunculan, dan beberapa di antaranya pernah masuk ke Indonesia pada era kaset video Beta atau VHS seperti Mazinger Z (nggak tau kenapa di Indonesia dulu dijudulin “Red Shadow“), Getta Robo (masih nggak tau juga kenapa di Indonesia dulu dijudulin “Shogun Geta“), Kotetsu Jeeg (alias Jeeg the Steel Robot), Daiku Maryuu Gaiking (di Indonesia jadi “Captain Giking” … padahal Sanshiro nggak punya pangkat kapten … ), termasuk the legendary “Voltus 5” alias Chodenji Mashin Voltes V dan di penghujung era 70-an ada Kidou Senshi Gundam (the first Gundam).

Di bagian tahun 80-an masih ada beberapa judul mecha yang dulu juga booming di Indonesia, seperti Sengoku Majin Goshogun (uchuu supeesu namba wan, sengoku majin namba wan …), Uchuu Taitei God Sigma (siguma siguma gotto sig
uma …
), Ginga Shippuu Sasuraiger (sasuraigaa … sasuraigaa … yay .
.. good luck!
) yang di Indonesia judulnya berubah jadi “Wonder Six“, lalu ada anime berumur pendek Cho Kosoku Galvion (mister lonely chaser … ), dan ada Chojiku Yosai Macross (oboete imasuka … ?  ) yang muncul belakangan waktu sudah mulai ada stasiun televisi swasta di Indonesia, cuma dulu yang ditayangkan yang sudah di-amerika-nisasi alias Robotech.

Masuk ke bagian era 90-an anime mecha agak kurang populasi-nya kalo seinget gue sih. Yang paling gue suka adalah Shinseiki Evangelion (obviously), tapi ya masih tetep ada juga yang lainnya, terutama dari franchise Gundam (termasuk Gundam Wing, yang pernah muncul juga di tayangan televisi Indonesia dengan “Omae o korosu …” yang legendaris … hihihi). Kalo dari aliran super robot gue rasa yang paling to
p di era 90-an ya GaoGaiGar … 

Di bagian era tahun 2000-an udah mulai banyak lagi anime yang ‘melibatkan’ mecha dalam ceritanya, seperti Code Geass ( ruruuuuuushu … ), atau Full Metal Panic! dan robot segede galaksi … Tengen Toppa Gurren Lagann. Selain itu juga muncul anime-anime yang merupakan lanjutan atau menggunakan nama dari anime lama seperti Shin Mazinger Z, Shin Getta Robo, dan beberapa judul Gundam (lagi).

Semakin masuk ke dalam area pameran, semakin
banyak yang bisa dilihat. Yang paling menarik ya tentunya bagian ini, di mana dipamerkan berbagai macam mainan robot dari berbagai era yang keliatannya merupakan koleksi pribadi para anggota komunitas yang mendukung terselenggaranya acara ini. Seneng aja sih ngeliatinnya, sambil agak-agak sedih juga karena dari beberapa koleksi itu, sebenernya ada yang gue juga punya tapi karena dulu sering berpindah-pindah jadi ya koleksi itu ‘menyusut’ … 

Anyway, it was fun karena ya lumayan bisa ngeliat macam-macam mainan yang gue juga nggak tau kalo sekarang harganya berapa … yang pasti sih sampe jutaan juga ada. Cuma kalo bisa sih, itu tiket masuknya jangan semahal itu kali ya. Hahaha.

Oh, sama satu lagi, kalo ada yang baca, boleh dong koreksi sedikit. Ada yang salah itu di timeline. Di situ Babiru Nisei (Babel Nisei atau Babel II) dimasukkan dalam timeline 1982. Nggak ada Babiru Nisei di tahun 1982, Babiru Nisei itu yang pertama kali serial televisi tahun 1973, kemudian dibuat OVA tahun 1992, dan terakhir dibuat lagi sebagai serial pendek tahun 2001.

Come to t
hink of it … dulu tahun 2002-an waktu animindo baru pertama kali pake nama animindo.net, gue pernah bikin list anime dengan tema robot. Dan setelah nanya-nanya sama mbah Gugel, ternyata masih ada arsipnya di web.archive.org

Yah … semoga tahun-tahun berikutnya makin banyak expo tentang anime dan semoga juga harga-harga collectibles-nya makin terjangkau … Aamiin.