Hamatora

hamatora-key

Hamatora adalah nama sebuah biro detektif yang beranggotakan orang-orang yang disebut sebagai “Minimum Holder”. Para Minimum Holder ini adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan supranatural, dan masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda. Belum ada kejelasan mengenai asal-usul para Minimum Holder ini, tetapi beberapa dari mereka menggunakan kekuatannya untuk berbuat kejahatan.

Hamatora terdiri dari Nice (seiyuu: Ousaka
Ryouta), seorang minimum holder yang mempunyai kemampuan untuk ‘melihat’ dan memanfaatkan gelombang suara. Nice mempunyai idealisme yang tinggi sehingga dia lebih sering memilih pekerjaan bukan karena upahnya yang besar tetapi karena dia ingin membantu orang yang kesulitan. Partner Nice adalah Murasaki (seiyuu: Hatano Wataru), yang berbeda dengan Nice, Murasaki lebih memilih pekerjaan sesuai dengan upahnya. Hal ini berkaitan dengan kondisi keuangan biro detektif mereka yang hanya berkantor di sebuah meja yang mereka sewa di dalam sebuah cafe yang bernama Nowhere Cafe.

 

Selain mereka berdua, di dalam ‘grup’ Hamatora ini ada Koneko (seiyuu: Yasuno Kiyono) yang bertugas mencarikan pekerjaan dan melakukan negosiasi dengan klien; Hajime (seiyuu: Katou Emiri), seorang anak perempuan yang sering terlihat bersama Nice dan selalu makan terus menerus; Birthday (seiyuu: Fukuyama Jun), seorang pemuda yang selalu bertingkah aneh dan mempunyai kekuatan yang berhubungan dengan listrik; dan Ratio (seiyuu: Nakamura Yuichi), satu-satunya anggota Hamatora yang mempunyai gelar akademis. Kemampuan minimum holder-nya adalah bisa melihat bagian tubuh manusia dan mengetahui titik kelemahannya.

hamatora-chara

Dalam menangani kasus, kadang-kadang Nice dkk berurusan dengan polisi yang dipimpin oleh Art (seiyuu: Kamiya Hiroshi), yang merupakan teman Nice. Dan Art kadang membantu Nice bahkan Art pernah membiarkan Nice membawa barang bukti dan memberi Nice waktu untuk menggunakan barang bukti tersebut untuk penyelidikannya sebelum memintanya kembali.

Dalam setiap episodenya, anggota Hamatora akan menerima beberapa kasus yang tampak seperti dua kasus yang berbeda, tetapi ternyata kasus-kasus yang mereka hadapi mempunyai hubungan antara satu sama lain. Sehingga meskipun pada awalnya mereka menyelidiki kasus secara terpisah, pada akhirnya ternyata kasus-kasus tadi saling berkaitan. Sementara itu, Art memberitahu Nice dan Murasaki bahwa selain kasus-kasus yang mereka tangani, ada sebuah kasus pembunuhan berantai yang sepertinya mengincar para minimum holder.

My thoughts?

Hmm … gue sih berharap (mudah-mudahan) jangan sampe sepanjang serial, modelnya ya gitu itu. Nice/Murasaki terima kasus A, Birthday/Ratio menangani kasus B, nggak taunya kasus A ama B berkaitan. Kalo diulang-ulang gitu terus ya bisa jadi monoton. Tapi kayaknya memang ‘menu utamanya’ bukan di kasus harian itu, tapi di kasus pembunuhan berantai di mana korban-korbannya adalah para minimum holder, dan semua jenazah mereka mempunyai kesamaan yaitu otaknya telah diambil oleh sang pembunuh.

Honestly, gue masih agak bingung ama [special power] mereka. Yang Nice itu, apa mungkin maksudnya dia bisa ‘surfing’ atau ‘riding’ the soundwave? Soalnya kok tiba-tiba bisa kayak teleport gitu? Atau bisa menggunakan soundwave untuk memukul musuh? Yang Murasaki juga nggak gitu jelas sih …

Yang jelas ya kalo Nice untuk mengaktifkan kekuatannya harus pake headphone, kalo Murasaki harus lepas kacamata (kayaknya). Ratio setelah ngeliat ‘kelemahan’ lawan, langsung hajar pake sarung tangan lengan logam. Kalo Birthday … euh … nyetrum lidahnya sendiri pake taser… untung nggak pake aki kayak posternya “Crank: High Voltage” … 

LINKS

Mahou Sensou

Nanase Takeshi adalah seorang murid SMU biasa … halaaah … 

Nanase Takeshi (seiyuu: Miyano Mamoru) adalah seorang murid SMU yang puny
a keinginan untuk bisa pergi menjauh dari keluarganya. Hal itu dikarenakan telah terjadi sesuatu dalam keluarganya yang membuat hubungan Takeshi dengan anggota keluarga yang lain menjadi renggang. Dia dan Isoshima Kurumi (seiyuu: Seto Asami), teman masa kecilnya, menjalin hubungan yang tampaknya juga merupakan salah satu hal yang menimbulkan konflik antara Takeshi dengan Gekkou, adiknya.

mahosen_key

Suatu hari Takeshi secara tidak sengaja bertemu dengan seorang anak perempuan yang tidak sadarkan diri di sekolah. Takeshi kemudian membawa anak itu ke ruang perawatan di sekolah, dan ketika sadar, anak perempuan itu langsung menyerang Takeshi dengan senjata seperti pistol. Anak perempuan yang b
ernama Aiba Mui (seiyuu: Touyama Nao) itu adalah seorang penyihir, dan secara tidak sengaja, dengan menyerang Takeshi, Mui telah mengubah Takeshi menjadi seorang penyihir juga. Pada saat Takeshi masih mempertanyakan siapa sebenarnya Mui, tiba-tiba mereka berdua diserang oleh beberapa orang yang juga merupakan penyihir. Mui baru mengetahui bahwa sihir yang “dimiliki” oleh Takeshi adalah evasive magic, di mana dia bisa seolah-olah membaca gerakan lawan dan kemudian menghindarinya.

Takeshi dan Mui yang sedang dikejar-kejar oleh para penyihir itu bertemu dengan Kurumi. Kurumi yang penasaran ingin tahu siapa sebenarnya Mui dan apa hubungannya dengan Takeshi ikut diserang oleh para penyihir itu dan sama seperti Takeshi, secara tidak sengaja diapun ikut berubah menjadi penyihir dan kek
uatan sihir yang diperoleh Kurumi adalah transformation magic. Sementara itu di bagian lain dari sekolah, Ida Kazumi (seiyuu: Suzumura Kenichi) teman sekolah Takeshi, bertemu dengan salah satu penyihir yang mengejar Takeshi, dan dia juga (  ) secara tidak sengaja berubah menjadi penyihir yang mempunyai destruction magic.

Mui akhirnya membawa mereka bertiga ke Subaru Magic Academy yang berada di sebuah dimensi yang berbeda dengan dunia ketiga anak tersebut. Mui juga sempat menceritakan bahwa lawan mereka adalah kelompok yang disebut sebagai Trailer dan salah satu dari para pengejar itu adalah kakaknya sendiri, Aiba Tsugan
ashi (seiyu
u:
Morikawa Toshiyuki) yang telah dihapus ingatannya ol
eh “Ghost Trailer”

My thoughts?

Yak … satu lagi cerita tentang anak SMU biasa yang berubah menjadi luar biasa dst … So far udah ada beberapa yang seperti ini dalam satu season. Mungkin karena SMU dianggap masa-masa paling bagus untuk dibikin cerita kali ya? Kalo kuliah udah ketuaan, kalo SMP masih terlalu muda. 

Masih belum diceritain di anime tentang masa lalu Takeshi yang gelap dan membuat hubungan antara dia dan keluarganya berantakan. Termasuk juga hubungan antara Takeshi, Kurumi, dan Gekkou. Meskipun Takeshi dan Kurumi selalu bersama, tapi sepertinya hubungan mereka itu hanya kedok.

Selain konflik personal Takeshi, konflik lain ya tentunya Trailer dengan Subaru Magic Academy, dan ya otomatis, Mui dengan kakaknya, Tsuganashi. Ditambah dengan berubahnya ketiga orang itu menjadi penyihir juga. Tapi perubahan pada Kurumi sih yang paling bikin ngakak … 

Considerable untuk diikutin sih. Semoga aja nggak boring ceritanya.

 

LINKS

Mecha Expo

Hari ini menyempatkan diri untuk melihat pameran mecha yang sebagian besar sih memang robot, tapi tidak terbatas yang dari anime saja, dari tokusatsu juga ada, dari game juga ada. Event ini diadain di Grand Indonesia lantai 5, mulai tanggal 8 – 12 Januari 2014.

Yang menyambut di “pintu gerbang” sudah bisa dipastikan ya Voltes V, yang buat kebanyakan pemirsa anime di Indonesia adalah mecha paling legendaris. Meskipun tiket masuknya lumayan mahal juga, tapi ya mau gimana lagi. Event kayak gini belum tentu 5 tahun sekali (lha iya, wong ini juga kayaknya baru pertama kali), paling-paling biasanya yang ada Toys Fair, bukan pameran.

Begitu masuk ke area pameran, di samping kiri dan kanan kita bisa langsung lihat ada timeline dari anime-anime yang bertemakan mecha atau setidaknya menampilkan mecha dalam alur ceritanya, dimulai dengan ‘moyangnya’ mecha yaitu Tetsujin 28-go (manga: 1956; anime: 1963) karya Mitsuteru Yokoyama yang merupakan peletak batu dasar untuk genre mecha dalam dunia anime dan manga.

Di “mading” selanjutnya, kita bisa lihat di era tahun 70-an ada banyak mecha anime bermunculan, dan beberapa di antaranya pernah masuk ke Indonesia pada era kaset video Beta atau VHS seperti Mazinger Z (nggak tau kenapa di Indonesia dulu dijudulin “Red Shadow“), Getta Robo (masih nggak tau juga kenapa di Indonesia dulu dijudulin “Shogun Geta“), Kotetsu Jeeg (alias Jeeg the Steel Robot), Daiku Maryuu Gaiking (di Indonesia jadi “Captain Giking” … padahal Sanshiro nggak punya pangkat kapten … ), termasuk the legendary “Voltus 5” alias Chodenji Mashin Voltes V dan di penghujung era 70-an ada Kidou Senshi Gundam (the first Gundam).

Di bagian tahun 80-an masih ada beberapa judul mecha yang dulu juga booming di Indonesia, seperti Sengoku Majin Goshogun (uchuu supeesu namba wan, sengoku majin namba wan …), Uchuu Taitei God Sigma (siguma siguma gotto sig
uma …
), Ginga Shippuu Sasuraiger (sasuraigaa … sasuraigaa … yay .
.. good luck!
) yang di Indonesia judulnya berubah jadi “Wonder Six“, lalu ada anime berumur pendek Cho Kosoku Galvion (mister lonely chaser … ), dan ada Chojiku Yosai Macross (oboete imasuka … ?  ) yang muncul belakangan waktu sudah mulai ada stasiun televisi swasta di Indonesia, cuma dulu yang ditayangkan yang sudah di-amerika-nisasi alias Robotech.

Masuk ke bagian era 90-an anime mecha agak kurang populasi-nya kalo seinget gue sih. Yang paling gue suka adalah Shinseiki Evangelion (obviously), tapi ya masih tetep ada juga yang lainnya, terutama dari franchise Gundam (termasuk Gundam Wing, yang pernah muncul juga di tayangan televisi Indonesia dengan “Omae o korosu …” yang legendaris … hihihi). Kalo dari aliran super robot gue rasa yang paling to
p di era 90-an ya GaoGaiGar … 

Di bagian era tahun 2000-an udah mulai banyak lagi anime yang ‘melibatkan’ mecha dalam ceritanya, seperti Code Geass ( ruruuuuuushu … ), atau Full Metal Panic! dan robot segede galaksi … Tengen Toppa Gurren Lagann. Selain itu juga muncul anime-anime yang merupakan lanjutan atau menggunakan nama dari anime lama seperti Shin Mazinger Z, Shin Getta Robo, dan beberapa judul Gundam (lagi).

Semakin masuk ke dalam area pameran, semakin
banyak yang bisa dilihat. Yang paling menarik ya tentunya bagian ini, di mana dipamerkan berbagai macam mainan robot dari berbagai era yang keliatannya merupakan koleksi pribadi para anggota komunitas yang mendukung terselenggaranya acara ini. Seneng aja sih ngeliatinnya, sambil agak-agak sedih juga karena dari beberapa koleksi itu, sebenernya ada yang gue juga punya tapi karena dulu sering berpindah-pindah jadi ya koleksi itu ‘menyusut’ … 

Anyway, it was fun karena ya lumayan bisa ngeliat macam-macam mainan yang gue juga nggak tau kalo sekarang harganya berapa … yang pasti sih sampe jutaan juga ada. Cuma kalo bisa sih, itu tiket masuknya jangan semahal itu kali ya. Hahaha.

Oh, sama satu lagi, kalo ada yang baca, boleh dong koreksi sedikit. Ada yang salah itu di timeline. Di situ Babiru Nisei (Babel Nisei atau Babel II) dimasukkan dalam timeline 1982. Nggak ada Babiru Nisei di tahun 1982, Babiru Nisei itu yang pertama kali serial televisi tahun 1973, kemudian dibuat OVA tahun 1992, dan terakhir dibuat lagi sebagai serial pendek tahun 2001.

Come to t
hink of it … dulu tahun 2002-an waktu animindo baru pertama kali pake nama animindo.net, gue pernah bikin list anime dengan tema robot. Dan setelah nanya-nanya sama mbah Gugel, ternyata masih ada arsipnya di web.archive.org …

Yah … semoga tahun-tahun berikutnya makin banyak expo tentang anime dan semoga juga harga-harga collectibles-nya makin terjangkau … Aamiin. 

Best online pharmacy with fast delivery order singulair online order super cialis online